Tampilkan postingan dengan label nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Mei 2026

Susah dibasmi, inilah Predator ikan sapu-sapu

Bener, *ikan sapu-sapu udah jadi hama nomor 1 di Kali Ciliwung* 😩
Gak cuma Ciliwung, tapi Kalimalang, Sunter, sampai Waduk Jatiluhur juga dikuasai. Ceritanya gini:

*Kenapa Ciliwung jadi sarang sapu-sapu?*

1. *Dibuang pemilik akuarium* 
   Dulu beli kecil lucu 5 cm buat bersihin akuarium. Gede 40 cm jadi galak + berantakin dekorasi. Akhirnya dilepas ke kali. "Biar hidup bebas" katanya.

2. *Adaptasi gila-gilaan*
   - *Air kotor? Hayuk*: Dia napas pakai insang + usus. Selokan item bau comberan tetap idup.
   - *Musim kering? Santai*: Ngubur diri di lumpur, tahan 20 jam tanpa air.
   - *Makanan? Apa aja*: Lumut, sampah organik, telur ikan lain, bangkai, kayu busuk.

3. *Gak ada predator*
   Di Amazon ada buaya & kucing hutan. Di Ciliwung? Gabus & betok ogah karena keras + duri. Bangau nekat makan malah mati kesangkut.

*Kerusakan yang dibikin sapu-sapu di Ciliwung:*

1. *Ikan lokal punah*: Nila, mujair, sepat kalah saing. Telurnya dimakanin sapu-sapu.
2. *Tebing kali longsor*: Dia gali lubang 30-50 cm buat sarang di pinggir kali. Pas hujan deras → ambrol.
3. *Rusak jaring nelayan*: Badan keras + duri nyangkut & nyobek jaring.
4. *Sumbat pompa air*: Masuk ke pintu air Manggarai. Petugas harus mancingin manual.

*Pernah dibasmi, tapi gagal:*
1. *Lomba mancing sapu-sapu 2017*: Pemprov DKI bayar Rp 20 ribu/kg. Dapat 40 ton, tapi gak ngaruh. Seminggu nongol lagi karena telurnya 3000 butir/sekali nelur.
2. *Ditebar predator*: Gabus dilepas. Eh gabusnya yang kalah.
3. *Dibikin abon*: Pernah ada UMKM Ciliwung olah jadi abon. Masalahnya ngulitin 1 kg sapu-sapu = 2 jam, daging cuma 100 gram. Tekor.

*Data 2024*: KKP bilang 70% populasi ikan di Ciliwung hilir udah sapu-sapu. Ikan asli tinggal 10%.
*Solusi yang masih jalan:*
1. *Mancing rutin*: Komunitas "Garda Ciliwung" tiap minggu mancingin buat pakan ternak/lele.
2. *Jangan buang ke kali*: Kalau pelihara bosen, hibahin. Jangan lepas liar.
3. *Restoran olahan*: Ada warung di Depok jual "pepes sapu-sapu Ciliwung". Enak katanya kalau bumbunya nampol.

Intinya: *Ikan lucu di akuarium = monster di kali*. Sekali lepas, susah balik.
By. Awikid

Grand Inna Tunjungan Kembali Torehkan Prestasi, Raih “Best Tourism Attraction & Experience” di Surabaya Tourism Award 2026

Kompassantri-online, Surabaya, 3 Mei 2026 – Dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Surabaya ke-733, ajang Surabaya Tourism Award 2026 kembali digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap para pelaku industri pariwisata yang berkontribusi aktif dalam memajukan sektor pariwisata kota. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya, bekerja sama dengan Harian Disway dan Universitas Ciputra Surabaya.

Ajang bergengsi ini menjadi wadah untuk menampilkan kualitas, inovasi, serta potensi terbaik dari berbagai pelaku pariwisata, sekaligus mendorong peran aktif masyarakat dalam memperkuat posisi Surabaya sebagai destinasi unggulan nasional.

Melanjutkan pencapaian membanggakan pada tahun sebelumnya sebagai peraih kategori Best Tourist Attraction, tahun ini Grand Inna Tunjungan kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan “Best Tourism Attraction & Experience” di Surabaya Tourism Award 2026.

Penganugerahan tersebut berlangsung di Linear Atrium, Ciputra World Mall Surabaya pada 3 Mei 2026 dan diterima langsung oleh Plt. General Manager, Yudi Firmansyah.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen Grand Inna Tunjungan dalam menghadirkan pengalaman pariwisata yang autentik, berbasis budaya dan kuliner, serta berkelanjutan di jantung Kota Surabaya.

Dalam proses penjurian, Grand Inna Tunjungan menampilkan berbagai program unggulan yang tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung ekosistem ekonomi kreatif lokal, di antaranya:

• Festival Kuliner Nusantara
Menghadirkan kekayaan cita rasa dari berbagai daerah di Indonesia melalui program food festival tematik. Setiap penyelenggaraan dikemas dengan dekorasi, musik, dan pertunjukan budaya yang merepresentasikan keunikan daerah asal kuliner secara autentik.
• Program Kolaboratif Bersama UMKM Lokal
Berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku UMKM dan komunitas kreatif Surabaya, antara lain:

1. Pasar Legi – bazar UMKM yang menghadirkan ragam kuliner dan kerajinan lokal
2. Kolaborasa Merdeka – rangkaian kegiatan seperti lomba menghias cupcake, menghias tumpeng oleh UMKM, pertunjukan angklung, lomba 17-an, hingga kegiatan memasak bersama mie panjang umur
3. East Java Coffee Night – kolaborasi dengan komunitas kopi lokal dalam rangka peringatan Hari Kopi Sedunia

“Penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh tim dan kolaborasi dengan para mitra. Kami bangga dapat menghadirkan pengalaman pariwisata yang bermakna, berakar pada budaya, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Yudi Firmansyah, Plt. General Manager Grand Inna Tunjungan.

Sebagai bagian dari jaringan InJourney Hospitality, Grand Inna Tunjungan terus menghadirkan semangat Indonesian Experience melalui program-program yang mengangkat kekayaan budaya, kuliner, serta keramahan khas Indonesia dalam setiap layanannya.

Jumat, 01 Mei 2026

Membaca Arah Baru Pendidikan Nasional: Tantangan Kualitas, Keadilan, dan Konsistensi Kebijakan|Abdul Hakim Hasan

Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional 2026, refleksi terhadap wajah pendidikan Indonesia menjadi semakin relevan. Transformasi yang sedang berlangsung menunjukkan adanya pergeseran paradigma, namun di saat yang sama juga membuka sejumlah tantangan struktural yang belum sepenuhnya terselesaikan. Abdul Hakim, Wakil Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama sekaligus guru di Global Islamic School Lazuardi Al Falah, memotret kondisi ini sebagai fase transisi yang krusial dalam menentukan arah pendidikan nasional ke depan.

“Secara umum, pendidikan Indonesia saat ini berada dalam fase transisi besar. Akses memang semakin luas, bahkan program wajib belajar telah berkembang hingga 13 tahun. Namun, kualitasnya belum merata,” ujar Abdul Hakim. Ia menegaskan bahwa disparitas antara wilayah perkotaan dan pedesaan masih menjadi problem klasik yang belum terselesaikan. “Sekolah di kota memiliki keunggulan fasilitas dan akses pengembangan guru yang jauh lebih besar, sementara di daerah, tantangan itu masih nyata. Ini bukan sekadar soal sarana, tapi juga ekosistem belajar.”

Lebih lanjut, ia melihat bahwa transformasi digital menjadi salah satu langkah progresif yang tengah didorong pemerintah. Konsep smart classroom dan digitalisasi konten pembelajaran dinilai sebagai bagian dari modernisasi sistem pendidikan. Namun demikian, Hakim mengingatkan bahwa digitalisasi tidak boleh berhenti pada tataran simbolik. “Transformasi digital harus menjadi sistem, bukan sekadar gimmick. Jika tidak dibarengi dengan kesiapan guru dan infrastruktur, maka ia hanya akan menjadi proyek tanpa dampak signifikan.”

Selain itu, pendekatan pendidikan berbasis kesejahteraan sosial juga mulai mengemuka melalui berbagai program strategis seperti sekolah untuk keluarga miskin dan intervensi gizi bagi peserta didik. Hakim melihat langkah ini sebagai pendekatan yang lebih holistik. “Pendidikan hari ini tidak bisa berdiri sendiri. Ia harus terkoneksi dengan isu kemiskinan, kesehatan, dan gizi. Program seperti makan bergizi gratis adalah bentuk intervensi sosial yang secara tidak langsung memperkuat kualitas pembelajaran.”

Namun demikian, ia menilai bahwa persoalan mendasar pendidikan Indonesia justru terletak pada aspek yang paling fundamental, yakni kualitas dan posisi guru. “Jika kita merujuk pada negara-negara maju, kunci utamanya adalah guru. Mereka direkrut secara ketat, dilatih secara serius, dan dihargai secara tinggi. Sementara di Indonesia, peran guru belum sepenuhnya menjadi prioritas utama dalam kebijakan pendidikan,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa berdasarkan berbagai laporan nasional, distribusi guru masih timpang, kompetensi belum merata, dan kesejahteraan belum sepenuhnya mencerminkan peran strategis mereka sebagai agen perubahan.

Dalam aspek kurikulum, Hakim juga menyoroti pentingnya orientasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman. “Kurikulum kita harus bergerak dari sekadar hafalan menuju higher order thinking skills. Fokus pada critical thinking, problem solving, dan penguatan karakter adalah keniscayaan dalam menghadapi abad ke-21,” ungkapnya. Namun ia juga mengingatkan bahwa perubahan kurikulum yang terlalu sering tanpa evaluasi mendalam justru berpotensi melemahkan stabilitas sistem pendidikan.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa pemerataan akses pendidikan yang adil masih menjadi pekerjaan rumah besar. “Selama masih ada gap yang signifikan antara kota dan desa, maka sulit bagi kita untuk berbicara tentang pendidikan yang maju secara menyeluruh,” katanya. Integrasi teknologi, lanjutnya, juga harus diiringi dengan kesiapan infrastruktur dan literasi digital yang memadai, agar tidak menciptakan kesenjangan baru.

Pada akhirnya, Hakim menyimpulkan bahwa kemajuan pendidikan tidak dapat dicapai melalui kebijakan jangka pendek atau program parsial. “Pendidikan membutuhkan konsistensi kebijakan jangka panjang. Tidak bisa berubah arah setiap pergantian kepemimpinan. Kunci utamanya ada pada kualitas SDM guru dan sistem yang stabil,” ujarnya.

Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun mengajar di lembaga formal dan nonformal, termasuk di sekolah dan pesantren, Abdul Hakim memandang bahwa masa depan pendidikan Indonesia sangat ditentukan oleh keberanian untuk melakukan pembenahan mendasar, bukan sekadar kosmetik kebijakan. Dalam lanskap global yang kompetitif, pendidikan Indonesia dituntut tidak hanya adaptif, tetapi juga visioner membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara karakter dan sosial.

Rabu, 29 April 2026

Fashion Show Nina Nugroho Curi Perhatian di Diskusi NGOBRAS Kartini 2026

Kompassantri-online, Jakarta – Penampilan busana muslim karya desainer Nina Septiana Nugroho mencuri perhatian peserta diskusi NGOBRAS Kartini Film, Musik, dan Seni 2026. Acara kolaborasi FORWAN Indonesia, Kementerian Kebudayaan RI, BNI 46, KAPITA, Mata Langit, dan KEMALA itu digelar di Auditorium Jusuf Ronodipuro LPP RRI Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Kepala Bidang Humas dan Informasi Publik Kementerian Kebudayaan RI, Yayuk Sri Budi Rahayu, http://S.Sos., http://M.Pd., mengapresiasi penampilan tersebut. “Busana muslim karya Nina Nugroho sangat menarik dan memberi warna tersendiri. Ada perpaduan seni, budaya, dan kreativitas perempuan Indonesia yang ditampilkan dengan sangat baik,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Sub Branch Manager BNI 46, Asiana G. Dyah Buwana. Menurutnya, busana muslim kini berkembang pesat, elegan, dan tetap mengikuti tren tanpa meninggalkan nilai budaya.

Nina Septiana Nugroho mengaku bersyukur karyanya mendapat sambutan positif. “Saya ingin memberi karya terbaik untuk FORWAN. Karena acara ini menghadirkan perempuan inspiratif, saya terpacu menampilkan koleksi spesial,” kata Nina.

Ketua Umum FORWAN Indonesia, Sutrisno Buyil, menegaskan pihaknya selalu memberi ruang bagi pengurus untuk menampilkan karya. “Penampilan Mbak Nina bersama Nana Mardiana dan Panglima Langit menjadi kebanggaan tersendiri bagi organisasi,” ujarnya.

Diskusi NGOBRAS Kartini Film, Musik, dan Seni 2026 berlangsung hangat dan menghadirkan tokoh perempuan kreatif yang berbagi pengalaman tentang peran perempuan dalam pengembangan seni dan budaya Indonesia.

Senin, 27 April 2026

Lembaga Pendidikan dan Guru sebagai Penentu Arah Bangsa

Kompassantri-online, Kegelisahan publik terhadap maraknya praktik korupsi, ketimpangan dalam penegakan hukum, serta fenomena “hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas” bukanlah persoalan yang berdiri sendiri. Dalam perspektif sosiologis dan pendidikan, realitas tersebut dapat ditelusuri akarnya pada proses panjang pembentukan karakter warga negara—yang salah satunya berlangsung di lembaga pendidikan. Ketika hukum seakan dapat “ditawar” oleh kekuatan ekonomi atau popularitas, sesungguhnya kita sedang menyaksikan refleksi dari krisis nilai yang tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses pendidikan yang kurang optimal.

Pendidikan dapat dianalogikan sebagai ruang pembentukan (shaping process) yang sangat menentukan arah masa depan individu. Ibarat seorang tukang cukur yang membentuk model rambut pelanggan, kualitas hasil sangat ditentukan oleh kompetensi, integritas, dan profesionalitas pelakunya. Dalam konteks pendidikan, guru bukan sekadar penyampai materi, melainkan agen pembentuk karakter (character builder) dan penanam nilai (value inculcator). Lembaga pendidikan yang diisi oleh guru-guru profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pembentukan akhlak akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan spiritual.

Berbagai kajian dalam bidang sosiologi pendidikan menegaskan bahwa pengalaman belajar di sekolah—baik yang bersifat kurikuler maupun non-kurikuler—akan membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku peserta didik dalam jangka panjang. Lingkungan belajar yang kondusif, interaksi yang sehat antara guru dan siswa, serta sistem yang adil dan transparan akan menjadi “hidden curriculum” yang sangat kuat dalam membentuk karakter. Sebaliknya, lingkungan pendidikan yang permisif terhadap pelanggaran, minim keteladanan, dan lemah dalam penegakan aturan akan melahirkan generasi yang cenderung pragmatis dan oportunistik.

Realitas pendidikan di Indonesia hari ini menunjukkan adanya paradoks. Di satu sisi, pemerintah terus melakukan berbagai reformasi seperti implementasi Kurikulum Merdeka, peningkatan kompetensi guru melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG), serta digitalisasi pembelajaran. Namun di sisi lain, masih ditemukan praktik-praktik yang kontraproduktif terhadap tujuan pendidikan itu sendiri. Misalnya, fenomena “jual beli nilai”, ketidakobjektifan dalam penilaian, praktik perundungan (bullying) di sekolah, hingga lemahnya penegakan disiplin terhadap pelanggaran siswa maupun oknum tenaga pendidik. Bahkan dalam beberapa kasus, ada sekolah yang lebih menekankan pencapaian administratif dibandingkan pembentukan karakter peserta didik.

Selain itu, ketimpangan kualitas pendidikan antar wilayah juga menjadi tantangan serius. Sekolah-sekolah di perkotaan dengan akses sumber daya yang memadai cenderung lebih unggul dibandingkan sekolah di daerah terpencil yang masih kekurangan fasilitas dan tenaga pendidik berkualitas. Kondisi ini secara tidak langsung menciptakan ketidakadilan struktural yang berdampak pada kualitas lulusan dan kesempatan masa depan mereka.

Dalam konteks penegakan aturan, sekolah sejatinya merupakan miniatur negara. Ketika aturan disusun secara jelas, disepakati bersama, dan ditegakkan secara konsisten tanpa diskriminasi, maka peserta didik akan belajar tentang pentingnya keadilan, tanggung jawab, dan integritas. Namun sebaliknya, jika aturan hanya menjadi formalitas tanpa implementasi yang tegas, atau bahkan diterapkan secara tidak adil, maka peserta didik akan menyerap pesan bahwa pelanggaran dapat ditoleransi dan keadilan dapat dinegosiasikan. Inilah yang kemudian berpotensi melahirkan perilaku koruptif di masa depan.

Oleh karena itu, penanaman karakter tidak cukup hanya melalui mata pelajaran tertentu, tetapi harus diwujudkan dalam ekosistem pendidikan secara menyeluruh. Guru harus menjadi teladan (uswah hasanah), lembaga pendidikan harus memiliki budaya yang kuat (school culture), dan sistem harus mendukung terciptanya keadilan serta transparansi. Pendidikan karakter yang efektif adalah pendidikan yang tidak hanya diajarkan, tetapi juga dicontohkan dan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Pada akhirnya, jika kita ingin melihat Indonesia yang bebas dari korupsi, adil dalam penegakan hukum, dan bermartabat di mata dunia, maka investasi terbesar harus diarahkan pada perbaikan kualitas pendidikan. Lembaga pendidikan dan guru bukan sekadar bagian dari sistem, melainkan fondasi utama dalam menentukan arah bangsa. Dari ruang-ruang kelas hari ini, sesungguhnya sedang ditentukan wajah Indonesia di masa depan.

Iid Ahmad Dimyathi-wakil Sekretaris Pergunu Kota Depok.
Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan SMP Lazuardi Al Falah.

Rahayu Suwarno dan Arief Zohiril Fikri Terpilih Sebagai Mermaid & Merman Indonesia 2026

Kompassantri-online, Jakarta- Kemegahan Grand Final Mermaid & Merman Indonesia 2026 tersaji di Balai Kartini, Jakarta, Minggu (26/4/2026). 

Ajang ini digelar melalui kerja sama Yayasan EL JOHN Indonesia, EL JOHN Pageant, dan Marine Action Expo (MAX) yang mengusung konsep pageant berbasis mermaiding.

Sebanyak 19 finalis tampil dengan kemampuan terbaik mereka. Penilaian dilakukan oleh lima dewan juri dari berbagai latar belakang, mulai dari pemerintah hingga dunia pageant dan pemerhati lingkungan, dengan mempertimbangkan penampilan, keterampilan, serta pengetahuan peserta.

Pada tahap akhir kompetisi, para finalis menjalani sesi tanya jawab yang menjadi penentu. Pertanyaan yang diajukan dewan juri berfokus pada pariwisata bahari, konservasi laut, serta perkembangan olahraga mermaiding. 

Seluruh peserta mampu menjawab dengan baik, namun dewan juri harus memilih yang terbaik
Akhirnya nama Rahayu Suwarno diumumkan sebagai peraih gelar Mermaid Indonesia 2026, sementara Arief Zohiril Fikri dinobatkan sebagai Merman Indonesia 2026. 

Selain itu, Marelle Lily M Kartodirdjo terpilih sebagai Mermaid Indonesia Teen 2026, dan Vittoria Gea menyabet gelar Mermaid Indonesia Kid 2026. 

Ketua Umum Yayasan EL JOHN Indonesia M. Johnnie Sugiarto memberikan apresiasi kepada seluruh finalis Mermaid & Merman Indonesia 2026. 

Menurutnya, perjalanan hingga ke babak final merupakan pencapaian yang patut dibanggakan.

"Bagi saya, semua finalis Mermaid & Merman Indonesia 2026 adalah pemenang. Mereka telah melalui proses panjang dan menunjukkan dedikasi yang luar biasa,” ujar Johnnie 

Johnnie berharap para finalis tidak hanya berhenti pada ajang kompetisi, tetapi juga mampu mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan dan budaya Indonesia. 

Menurutnya, kepedulian terhadap sungai, laut, serta warisan budaya menjadi bagian penting dari tanggung jawab generasi muda.

"Kami berharap seluruh finalis dapat berperan aktif dalam menjaga sungai, melestarikan laut, serta mempertahankan budaya Indonesia,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa peran tersebut diharapkan dapat membawa Indonesia semakin dikenal di kancah internasional, khususnya dalam sektor pariwisata bahari.

"Dengan begitu, Indonesia bisa lebih dikenal di panggung dunia. Semakin banyak wisatawan mancanegara yang datang untuk menikmati keindahan bawah laut Indonesia,” tutupnya.

Apresiasi kepada finalis juga disampaikan Founder Marine Action Expo (MAX) Nunung Hasan. Penyelam senior ini, menyampaikan apresiasi kepada para finalis Mermaid & Merman Indonesia 2026 atas perjuangan mereka hingga mencapai tahap akhir kompetisi. 

Menurutnya, seluruh finalis yang berhasil tampil di Grand Final merupakan individu terpilih yang telah melalui proses panjang dan kompetitif. Karena itu, mereka dinilai layak menjadi representasi generasi muda yang tidak hanya berbakat, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan laut.

"Saya percaya bahwa tidak mudah untuk melewati setiap tahapan hingga akhirnya menjadi finalis, apalagi meraih gelar juara dalam Mermaid & Merman Indonesia,” ujar Nunung.

Keberhasilan penyelenggaraan tahun ini semakin menegaskan posisi Mermaid & Merman Indonesia 2026 sebagai ajang pageant inovatif yang tidak hanya menonjolkan keindahan, tetapi juga membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.(dsp) Foto: El John Indomesia

BUKAN CUMA RUMAH, DUNIA DIGITAL JUGA MEMBENTUK ANAK SEJAK USIA DINI


Karya : Ziana Zanjabila Anwar, Seksi Bidang Dakwah PAC Fatayat NU Banjaranyar.

Kompassantri-online, Terkadang kita sudah merasa cukup menjaga anak didalam rumah dengan memberikan contoh yang baik, brbicara dengan lembut, mengajarkan mana hal yang baik dan tidak baik, apakah pernah terpikir itu semua sudah cukup untuk memberikan lingkungan rumah aman serta terarah dan anak akan tumbuh sesuai dengan apa yang sudah kita bayangkan?.
Tapi hari ini, lingkungan anak tidak sampai dilingkungan rumah atau sekolah saja, kita mungkin tidak menyadari adanya lingkungan baru yang ikut hadir seiring berjalannya zaman -layar kecil yang selalu menemani anak-anak disetiap waktunya. Dari situlah anak melihat banyak hal, mendengar banyak suara, dan pelan-pelan akan ikut mengambil peran untuk ikut memberi pelajaran bagaimana dunia ini bekerja.
Ya, awalnya semua terlihat sepele. Anak diberikan layar ajaib agar tenang, agar tidak rewel, atau sekedar agar si ibu biasa tenang dengan dunia kerjanya yang hampir 24 jam. Tidak ada yang salah memang akan hal tersebut, bahkan itu bisa menjadi solusi yang instan ditengah-tengah hiruk pikuk yang super padat. Namun pelan tapi pasti, yang awalnya sesekali akan berubah menjadi satu kebiasaan yang selalu dilakukan.
Anak akan mulai terbiasa dengan tontonan tertentu, mengikuti cara bicara serta perilaku yang ada dalam video tersebut, menirukan ekspresi, bahkan akan ada hal yang sebenarnya sudah kita beri tahu itu salah tapi tetap dilakukan sehingga kita bingung semuanya terasa “ asing “ bagi kita karna di rumah itu semua tidak dicontohkan.
Sampai ditahap ini pernahkan ada sebersit dipikiran kita sebagai orang yang berperan dilingkungan rumah “ ini anak belajar dimana ya?” padahal sudah jelas dengan jawaban yang ada di depan matanya sendiri, padahal ini semua sesuatu yang tadinya dianggap “sesekali” itu. 
Anak pada usia emas memang sedang berada di fase meniru, mereka belum mempunyai kemampuan menyaring mana yang layak untuk diikuti dan mana yang tidak boleh diikuti. Anak usia emas berada di fase mana yang sering mereka lihat itu akan dianggap wajar, apa yang mereka dengar itu adalah yang mereka akan rekam.
Di zaman dulu mungkin saja dunia anak-anak itu terbatas hanya ada rumah dan sekolah saja, dimana orang tua serta guru adalah contoh yang baik untuk mereka tiru. Tapi di zaman sekarang ini layar ajaib itu mengambil peran bahkan tidak sedikit ruang yang mereka ambil tapi banyak ruang yang mereka kuasai.
Di dunia digital tidak selalu memberikan tuntunan yang seperti apa kita inginkan, tetapi marak sekali di zaman sekarang konten yang hanya dibuat menarik perhatian saja tanpa ada unsur untuk mendidik, suara yang dibuat berlebihan, ekspresi yang dibuat-buat, respon yang cepat serta instan itu membuat mereka akan mudah untuk menirukan. Akhirnya, anak akan mulai terbiasa dengan hal-hal yang serba cepat, hiburan yang hanya menarik serta respon yang tak perlu jeda. Sehingga ketika anak mulai kembali ke dunia nyata semuanya terasa membosankan, semuanya lambat tidak semenarik dunia layar ajaib.
Tetapi disinih peran orang dewasa terkadang tidak menyadari perubahan yang datang secara pelan-pelan, anak jadi lebih mudah bosan, lebih cepat kesal, sulit focus untuk waktu yang lama, bahkan anak akan menjadi lebih emosional ketika apa yang mereka bayangkan tidak terpenuhui atau apa yang mereka inginkan tidak terwujud.
Stop menyalahkan anak, ini bukan karna mereka berubah menjadi “anak yang bermasalah”, tapi karna satu kebiasaan yang muncul karna kata “sesekali” yang dibentuk oleh lingkungan rumah yang ingin anak anteng dengan memberikan dunia baru untuk anak-dunia layar ajaib. Perubahan ini tidak terlihat langsung membesar tapi ini dapat terlihat dari hal-hal kecil yang sering terulang di kesehariannya seperti nada suara, cara ia berbicara, dan emosi yang tidak setabil. Disisi lain kita ingin anak itu sesuai dengan apa yang kita harapkan, sesuai dengan apa yang kita ajarkan dirumah, sehingga akan terjadi jarak yang pelan-pelan akan melebar menjadikan si anak semakin menjauh dari unsur-unsur yang sering diterapkan dirumah.
Kalau dulu kita sering mendengar istilah “anak adalah cerminan lingkungannya”, maka diwaktu ini kita harus memperluas makna “lingkungan” itu sendiri. Lingkungan saat ini bukan hanya siapa yang ada didekat mereka tetapi juga apa yang mereka lihat di layar ajaib itu sendiri.
Apa layar ajaib harus dijauhkan dari anak? Tentu tidak, karna itu pun tidak realistis di zaman sekarang dimana dunia digital sudah menjadi kehidupan yang berdampingan sehingga anak akan bergesekan dengan dunia tersebut cepat atau lambat. Yang perlu disadari sekarang adalah bagaimana kita menyadari perannya, bahwa apa yang mereka tonton bukan hanya sekedar hiburan tapi tuntunan, setiap karakter yang merreka lihat membawa peran bagaimana si anak harus bersikap. Disinilah peran orang dewasa kembeli menjadi penting, bukan hanya sebagi pemberi aturan tetapi juga mengambil peran sebagai pendamping, bukan hanya membatasi waktu tetapi juga memperhatikan apa yang mereka lihat, bukan melarang tapi menjelaskan kenapa itu dilarang, bukan hanya mengambil gadget tetapi memberikan lingkungan yanglebih menarik dan interaktif. Karna di usia emas anak akan belajar bukan pada “katanya” tetapi “nyatanya”.
Dunia digital memang mengambil peran untuk membentuk karakter anak pada zaman ini tetapi bukan berarti kita kalah peran. Justru seharusnya di Tengah banyaknya pengaruh dari luar kehadiran orang dewasa yang sadar serta terlibat itu dirasa sangat penting . karna jika “anak adalah cerminan lingkungan” maka disaat ini “cermin” bukan soal tentang lingkungan rumah dan sekolah tetapi juga si layar ajaib tersebut. Dan pertanyaannya, sudahkah kita benar-benar tahu apa saja yang sedang membentuk mereka?. 

Jumat, 24 April 2026

Seba Baduy 2026: Simbol Ketaatan, Syukur, dan Harmoni dengan Alam

Kompassantri-online, *Rangkasbitung, Lebak, Kompassantri- Ribuan warga Baduy Dalam dan Baduy Luar kembali melaksanakan tradisi Seba di Kantor Bupati Lebak, Rangkasbitung, Banten, Jumat (24/4/2026). 

Seba bukan sekadar tradisi turun-temurun. Bagi masyarakat Baduy, prosesi ini merupakan simbol ketaatan dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta bentuk penghormatan kepada pemerintah yang sah.

Sejak dini hari, rombongan warga Baduy berangkat dari pedalaman Kanekes, Kecamatan Leuwidamar. Mereka berjalan kaki puluhan kilometer tanpa alas kaki dan tanpa kendaraan. Barisan panjang tampak tertib memasuki Kota Rangkasbitung membawa hasil bumi seperti padi, gula aren, pisang, talas, dan madu hutan.

*Bukan Perjalanan Fisik Semata
Jaro Oom, tokoh adat Baduy, menegaskan bahwa Seba adalah perjalanan spiritual. “Ini amanat leluhur. Kami datang membawa hasil bumi sebagai wujud syukur kepada Tuhan dan laporan kepada pemerintah bahwa kami menjaga alam dengan baik,” ujarnya.

Seluruh hasil bumi diserahkan langsung kepada Bupati Lebak Moch.Hasbi Asyidiki Jayabaya sebagai wakil pemerintah. Prosesi penyerahan dilakukan secara khidmat di Pendopo Kabupaten Lebak dan disaksikan ribuan masyarakat.

*Menjaga Nilai Leluhur
*  
Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Baduy menjaga _pikukuh_ atau aturan adat. “Seba mengajarkan kita tentang kesederhanaan, keseimbangan hidup, dan kepatuhan. Nilai ini sangat relevan di tengah modernisasi,” kata Bupati.

Seba Baduy rutin digelar setiap tahun pada bulan yang ditentukan tetua adat. Tradisi ini menjadi bukti bahwa kearifan lokal dapat hidup berdampingan dengan pemerintahan modern tanpa kehilangan makna.

Tradisi Seba sekaligus menegaskan hubungan harmonis antara masyarakat adat, alam, dan pemerintah. Nilai syukur, ketaatan, serta tanggung jawab menjaga bumi diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap lestari hingga hari ini.(dsp)

Kamis, 23 April 2026

Queen of Reggae Indonesia “Nath The Lions” kembali merilis single terbaru yang bertajuk “ TRENG TENG ”

Kompassantri-online, Queen of Reggae Indonesia “Nath The Lions” kembali merilis single terbaru yang bertajuk “ TRENG TENG ”
 Nath The Lions membuktikan konsistensinya setelah merilis “Ya Rastaman Ya Ramadhan” yang bertemakan religi, dan kini kembali merilis terbaru yang bertajuk “TRENG TENG ”

“TRENG TENG “ menceritakan komunitas vespa adalah komunitas scooteris cinta damai, komunitas yang terkenal menjungjung tinggi solidaritas, Komunitas Vespa berkembang dari gerakan akar rumput yang sederhana, menjadi jaringan pertemanan lintas kota, pulau, bahkan negara

Penggarapan lagu dikerjakan di studio rumah singa, digawangi produser musik sumakeytouch,Sista Nath dan ungs,dan isian gitar dari Khamal menambah warna sound yang berbeda pada lagu sebelumnya,ketukan drum Bram dan bunga bunga bass dari jomo 
Mereka bermain di area Reggae Rock, keyboard beat up, serta harmonisasi yang catchy

Dari teman teman Nath The Lions akan rilis setiap bulan ,oleh karena itu, ia ingin ada regenerasi dalam musik reggae Indonesia. Nath mendorong anak muda agar tidak hanya melihat reggae sebagai musik komunitas, tetapi juga bisa berkomitmen kuat untuk masuk ke industri. 

Sementara itu, Suma menegaskan ritme reggae yang membutuhkan latihan bertahun-tahun karena harus memiliki soul, "Enggak semua orang bisa main musik reggae,” katanya
.
“TRENG TENG ” dapat diputar, di seluruh digital platform, dan video klip sudah dapat ditonton di kanal youtube Nath The Lions TV.


#yessaah!
 
Artist
Nath The Lions
 
Eksekutif Produser
Nath The Lions
 
Produser
Nath The Lions
 
Produser Musik
Sumakeytouch \ Sista Nath\ Ungs
 
Mixing & Mastering
Sumakeytouch
Produksi
Rumah singa

Trak produksi
Drum Bram https://www.instagram.com/bram.syamsu/
Jomo Bass https://www.instagram.com/jomoreareo04/
Khamal Gitar/Lead https://www.instagram.com/khamall_ragga/
Suma Keybooard https://www.instagram.com/sumakeytouch/
Lead vocal Sista Nath https://www.instagram.com/sista.nath/





Lirik TRENG TENG
Cipt Nath The Lions

Treng.. teng teng Trang.. tang tang tang
Take it slow... with my Vespa 

Roda dua besi baja
Body semok nyaring bernada
Melaju santai tanpa manja
Menyusuri kota kota 

(Bridge)
Vespa... Vespa... sahabat setia
Dari kota sampai ke desa
Vespa… Vespa.. tetap menyala
Na na na... na na na... na na na... 

Chorus:
Treng.. teng teng Trang.. tang tang tang
Take it slow... with my Vespa
Treng..teng teng Trang..tang tang
Vespa tetap jadi primadona 

(Bridge)
Vespa... Vespa... sahabat setia
Dari kota sampai ke desa
Vespa… Vespa.. tetap menyala
Na na na... na na na... na na na... 

Tak perlu kencang untuk jadi sang raja
setia kawan di aspal yang sama
Di jalanan banyak cerita
Gas terus, sampai tua
 
Chorus:
Treng.. teng teng Trang.. tang tang tang
Take it slow... with my Vespa
Treng..teng teng Trang..tang tang
Vespa tetap jadi primadona
 
Treng.. teng teng Trang.. tang tang
Take it slow... with my Vespa
Treng..teng teng Trang..tang tang
Vespa tetap jadi primadona

 
Media Sosial :

Instagram : https://www.instagram.com/nath_thelions/
Facebook : https://www.facebook.com/naththelions/
Tiktok : https://www.tiktok.com/@nath_thelions
Youtube.com : https://www.youtube.com/NathThelionsTV


Patroli Dini Hari Berbuah Hasil, Polisi Amankan Ribuan Tramadol di Jalan Windu Karya

Bawa Ribuan Obat Terlarang, Dua Pria Diciduk Polisi di Tangerang Tengah Malam
Diduga Akan Diedarkan, 1.000 Lebih Obat Daftar G Disita Tim Patroli Polres Metro Tangerang Kota dari 2 Pelaku

Tangerang - Dua pria diamankan aparat kepolisian saat membawa ribuan butir obat daftar G di wilayah Kota Tangerang. Penindakan ini dilakukan oleh Tim 1 Patroli Perintis Presisi (3P) Sat Samapta Polres Metro Tangerang Kota pada Kamis (23/4/2026) dini hari.

Keduanya diamankan di Jalan Windu Karya, Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Tangerang, setelah petugas mencurigai gerak-gerik pelaku yang melintas menggunakan sepeda motor.

Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan barang bukti dalam jumlah besar berupa 1.030 butir Tramadol dan 98 butir Trihexyphenidyl yang disimpan di dalam tas serta jok kendaraan.

Kedua pelaku diketahui berinisial L.F (20) dan M.R.P (22), warga Bogor. Dari hasil interogasi awal, mereka mengaku baru saja membeli obat-obatan tersebut dari kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan berencana mengedarkannya kembali di wilayah Jatiuwung, Tangerang.

Selain obat-obatan, polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor, satu tas selempang, dan satu unit handphone yang diduga digunakan dalam aktivitas tersebut.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari, menegaskan komitmen jajarannya dalam memberantas peredaran obat-obatan terlarang di wilayah hukumnya.

“Kami akan terus melakukan patroli dan penindakan terhadap segala bentuk peredaran obat-obatan ilegal. Ini sangat berbahaya, khususnya bagi generasi muda. Tidak ada ruang bagi pelaku yang mencoba merusak masyarakat dengan peredaran obat terlarang,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengungkapan ini merupakan bagian dari implementasi program Jaga Jakarta+ dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 435 jo Pasal 138 ayat (2) dan (3) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan/atau Pasal 436 UU yang sama terkait peredaran sediaan farmasi tanpa izin
Dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal hingga hingga 10 tahun, tergantung pada hasil pengembangan dan pembuktian lebih lanjut di proses penyidikan.

Saat ini, kedua pelaku beserta barang bukti telah diserahkan ke Polsek Tangerang untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan peredaran obat tersebut.

Kapolres turut mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan dengan melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan kepada pihak kepolisian.

Rabu, 22 April 2026

Teguran MUI soal pemusnahan ikan sapu-sapu

Kompassantri - Pada Agustus 2025 lalu, ramai aksi pemusnahan ikan sapu-sapu di beberapa daerah karena dianggap hama invasif yang merusak ekosistem sungai. Beberapa pemda + komunitas bahkan bikin lomba tangkap lalu dibunuh massal dan dibuang.

*Ini yang jadi sorotan MUI:

1. *Prinsip Fikih Lingkungan
   MUI melalui Komisi Fatwa mengingatkan soal hifzhul bi’ah– menjaga lingkungan. Membunuh hewan, meski hama, tetap ada adabnya dalam Islam. Tidak boleh _ta’dzib_ atau menyiksa.

2. *Teguran utamanya:
  - *Cara pemusnahan: MUI menegur pemusnahan dengan cara dibanting, dijemur hidup-hidup sampai mati, atau dibuang ke darat massal. Itu dianggap menyiksa hewan.
   - *Pemborosan: Ikan sapu-sapu sebenarnya bisa dimanfaatkan. MUI menyarankan diolah jadi pakan ternak, pupuk organik, atau kerupuk kulit ikan. Membuang sia-sia bertentangan dengan prinsip tidak _israf_.
   - *Niat baik, cara salah Memberantas spesies invasif boleh, bahkan dianjurkan kalau merusak. Tapi caranya harus _ihsan_ – baik dan tidak menyiksa.

3. Solusi yang disarankan MUI & KLHK:
   - Sembelih/ matikan cepat dengan cara yang meminimalkan penderitaan.
   - Manfaatkan bangkainya, jangan dibuang.
   - Koordinasi dengan dinas perikanan untuk pengendalian yang terukur, bukan lomba brutal.

*Intinya: MUI tidak melarang basmi ikan sapu-sapu karena memang invasif. Yang ditegur itu _metode pemusnahannya_ yang dianggap kejam dan mubazir.

Ini kasus serupa kayak teguran MUI dulu soal pemusnahan kucing liar atau anjing liar – boleh dikendalikan, tapi harus beradab.


Selasa, 21 April 2026

Les Fuze Merilis Single Baru “So, Please”Anthem Slow Dance di tengah Ruang Distorsi

Kompassantri-online, Bandung, Indonesia — 21 April 2026 — Proyek musik alternative asal Bandung, Indonesia, Les Fuze, resmi merilis single terbaru berjudul “So, Please” di seluruh platform streaming digital pada 21 April 2026. Menjadi langkah terbaru menuju full album yang tengah dipersiapkan, lagu ini menampilkan sisi Les Fuze yang lebih manis, melodis, sekaligus emosional.
Ditulis dan diproduksi oleh Evander Abraham, “So, Please” menghadirkan perpaduan warna alternative rock, dream pop, dan noise pop dalam bentuk anthem slow dance dengan raungan distorsi. Lagu ini juga menghadirkan vokal tamu dari Yustika Maharani, menambah nuansa hangat dan manis pada keseluruhan atmosfer lagu.
Secara lirik, “So, Please” berangkat dari dorongan yang sederhana: ingin selalu dekat dengan seseorang. Tentang menikmati kehadirannya dan menahan waktu agar berjalan lebih lambat. Dengan kalimat-kalimat yang lugas dan langsung, lagu ini menangkap sisi personal dari ketertarikan dan kedekatan tanpa dibuat berlebihan.
Dibanding rilisan-rilisan Les Fuze sebelumnya, “So, Please” menandai eksplorasi emosi yang lebih lembut dan sentimental. Melodi yang manis berpadu dengan lapisan gitar bertekstur, menciptakan lanskap suara yang terinspirasi dari nama-nama seperti The Raveonettes, Alvvays, Belle & Sebastian, hingga The Ronettes.
Single ini merupakan bagian dari perjalanan panjang menuju full album Les Fuze. Proses produksinya sendiri memakan waktu hampir dua tahun, seiring dengan pengerjaan materi-materi lain yang nantinya akan hadir dalam rilisan penuh mendatang.
Les Fuze merupakan proyek one-man band dari Evander Abraham, yang menjadikan kebebasan eksplorasi musikal sebagai inti dari identitasnya. Dalam “So, Please”, kolaborasi dengan Yustika Maharani membuka dimensi baru yang semakin memperkaya dunia suara Les Fuze.
“So, Please” kini sudah dapat didengarkan di seluruh platform digital.
Credits:
Written by Evander Abraham
Produced by Evander Abraham
Recorded by Evander Abraham
Mixed & Mastered by Adhit Android
Vocals featuring Yustika Maharani
Untuk informasi lebih lanjut, wawancara, atau kebutuhan media, silakan hubungi kanal resmi Les Fuze.


Peluncuran Serial Istri Paruh Waktu|Kolaborasi Strategis MDTV & Netflix

AKARTA, 21 April 2026 – MDTV mengumumkan kelanjutan kolaborasi strategis dengan Netflix melalui perilisan serial drama terbaru bertajuk Istri Paruh Waktu. Serial ini menjadi produksi kelima MD Entertainment yang menembus pasar global via Netflix sekaligus tayang di televisi nasional.
### Jadwal Tayang dan Platform
Anda dapat menyaksikan serial ini melalui kanal berikut:
 1. Netflix: Mulai tayang pada 27 April 2026.
 2. MDTV: Tayang setiap hari pukul 19.00 WIB mulai 28 April 2026.
 3. MD Now: Pemirsa dapat menikmati layanan live streaming secara gratis melalui aplikasi di iOS dan Android.
### Detail Produksi dan Pemeran
 * Produser: Manoj Punjabi.
 * Pemeran Utama: Audi Marissa, Arifin Putra, dan Rheina Bishop.
 * Genre: Drama Keluarga.
### Sinopsis Singkat
Serial ini mengangkat dinamika rumah tangga Riska dan Adimas yang telah terbina selama tujuh tahun. Meski dari luar terlihat harmonis dan tanpa celah, fondasi pernikahan mereka mulai diuji oleh perubahan sikap serta rahasia yang perlahan muncul ke permukaan. Drama ini menghadirkan potret tentang kesetiaan, komitmen, dan cara mencintai pasangan dengan tulus.
### Tentang Perusahaan
 * MDTV: Sebelumnya dikenal sebagai NET, resmi bergabung dengan MD Entertainment pada November 2024. Kini mengusung tagline baru: TV Paling Drama di Indonesia.
 * Netflix: Penyedia layanan hiburan streaming dunia dengan lebih dari 300 juta keanggotaan berbayar di lebih dari 190 negara.
 * Rekam Jejak: Kesuksesan sebelumnya mencakup Ipar Adalah Maut The Series, Pernikahan Dini Gen Z, Keluarga Yang Tak Dirindukan, dan Dunia Tanpa Tuhan.
### Kontak Media
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
 * Email: pr.mdtv@mdentertainment.com.
 * Alamat: PT MDTV MEDIA TELEVISI, MD Place Tower 1, Lantai 3, Jl. Setiabudi Selatan No. 7, Jakarta Selatan.

Bless The Knights Rayakan 11 Tahun Perjalanan BermusikLewat Single "Il Grinta"

Jakarta, Kompassantri-online- Grup band metal progresif yang merupakan pelopor musik djent di Indonesia, Bless the Knights merayakan perjalanan 11 tahun mereka dengan merilis single terbaru berjudul "Il Grinta" pada Selasa, 21 April 2026.

Perilisan ini dilakukan secara spesial dalam acara bertajuk "Knights League", sebuah inisiatif yang mereka gagas sendiri sebagai bentuk selebrasi perjalanan panjang di industri musik.

Momentum ini semakin bermakna karena bertepatan dengan anniversary ke-11 Bless the Knights yang jatuh pada 7 April 2026. Dalam satu rangkaian acara, band ini tidak hanya merilis single, tetapi juga menghadirkan official music video “Il Grinta” sebagai simbol evolusi musikal mereka.

Lagu ini merepresentasikan determinasi, kerja keras, serta semangat pantang menyerah dalam mempertahankan eksistensi band di tengah dinamika industri musik.

"Secara musikal, kami ingin tetap agresif tapi lebih matang. ‘Il Grinta’ adalah evolusi sound Bless the Knights," ujar Cas Coldfire sang vokalis.

Seluruh rangkaian acara "Knights League" diinisiasi oleh mrfritzfaraday, gitaris sekaligus sosok di balik arah musikal dan visi kreatif Bless the Knights.

"Il Grinta adalah representasi dari mentalitas kami sejak awal—tidak pernah berhenti, tidak pernah mundur, apapun yang terjadi," ucap Firtz.

Dhika Dongeng yang mengisi vokal growl menambahkan bahwa lagu ini sangat personal, tentang bertahan di titik terendah dan tetap memilih untuk maju. Sedangkan bassis Soebroto Harry menekankan bahwa rilisan ini bukan sekadar karya baru, melainkan perayaan perjalanan panjang penuh perjuangan.

Di sisi lain, penabuh drum Kevin Sugito menyoroti energi solid yang dibawa lagu ini, mencerminkan semangat band yang lebih matang dan siap menghadapi fase baru.

"Energi di lagu ini benar-benar menggambarkan semangat kami hari ini—lebih solid, lebih lapar, dan lebih siap," katanya.

Perilisan single "Il Grinta" juga menandai kembalinya Bless the Knights bekerja sama dengan label Demajors, membuka babak baru kolaborasi di fase perjalanan mereka berikutnya.

Dengan semangat baru dan fondasi yang semakin kuat, Bless the Knights menegaskan bahwa perjalanan mereka masih jauh dari kata selesai—justru memasuki fase yang lebih tajam dan berbahaya.

Single "Il Grinta" milik Bless The Knights tersedia di seluruh platform digital streaming mulai 21 April 2026, bersamaan dengan peluncuran official music video dalam acara "Knights League".

Informasi lebih lengkap mengenai acara dan rilisan terbaru dapat diikuti melalui akun resmi Instagram @blesstheknights_official dan TikTok @blesstheknights. []

Hari Kartini 2026, Puan: Perempuan Bukan Objek Tapi Subjek Aktif yang Ikut Tentukan Perjalanan RI

Jakarta, Kompassantri-online, Ketua DPR RI Puan Maharani berbicara soal peran perempuan dalam peringatan Hari Kartini tahun 2026. Ia menegaskan, perempuan memiliki peran penting dalam menentukan perjalanan bangsa Indonesia. 

“Perempuan Indonesia sudah tidak perlu membuktikan bahwa mereka mampu. Pertanyaan hari ini bukan lagi ‘apakah’, melainkan ‘seberapa jauh’ dan ‘dengan sistem seperti apa’. Di sinilah momentum Hari Kartini menjadi relevan,” kata Puan, Selasa (21/4/2026).

Di momen Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April ini, Puan mengajak masyarakat untuk merefleksikan perjuangan para tokoh bangsa perempuan.
 
“Dengan perayaan Hari Kartini, kita mengenang perjuangan para perempuan-perempuan hebat dalam sejarah bangsa Indonesia, yang sejak dulu mereka sudah yakin bahwa perempuan adalah bagian tidak terpisahkan dalam usaha untuk memajukan bangsa,” tuturnya.
 
“Di Hari Kartini, kita menegaskan kembali bahwa perempuan bukanlah objek, tapi subjek aktif yang ikut menentukan cerita perjalanan Republik Indonesia,” imbuh Puan.

Mantan Menko PMK tersebut mengajak semua pihak untuk menegaskan kembali peran perempuan bagi kemajuan bangsa dan negara. Menurut Puan, menyertakan perempuan dalam proses pembangunan bukanlah sekedar kebijakan afirmatif. 

“Menyertakan perempuan merupakan kesadaran atas penghargaan harkat dan martabat manusia dan pilihan yang benar untuk menguatkan daya dari bangsa Indonesia itu sendiri,” tambahnya.
 
Lebih lanjut, Puan menyinggung mengenai perempuan yang memiliki kebutuhan dan pengalaman hidup berbeda dari laki-laki.
 
“Pengalaman hidup unik dari perempuan telah menempatkan kita seperti sinonim dengan istilah ‘Merawat Kehidupan’. Namun kita jangan sampai me-reduksi makna dari kata ‘merawat’ menjadi persoalan domestik semata yang seperti tidak memiliki hubungan dengan kemajuan bangsa,” papar Puan.

Dalam konteks perempuan merawat kehidupan Indonesia, kata Puan, maka sumbangsih dan kepemimpinan perempuan Indonesia dalam berbagai bidang sudah tidak perlu diragukan lagi.
 
“Apa yang kita perlu lakukan sekarang adalah kita harus bersama-sama memastikan bahwa keunikan pengalaman hidup perempuan akan terus dihadirkan dalam berbagai proses pengambilan keputusan yang akan menentukan perubahan-perubahan positif dalam perjalanan kemajuan bangsa ini,” terangnya.

Puan menilai, perempuan bukan hanya perlu duduk di ruangan pengambil keputusan. Ia menegaskan, perempuan juga harus ikut merancang ruangan itu sendiri.
 
“Perempuan harus ikut merancang ruangan-ruangan pengambilan keputusan untuk memastikan bahwa di dalam pembangunan Indonesia, perspektif perempuan yang jumlahnya sekitar setengah dari jumlah penduduk Indonesia harus dipertimbangkan,” jelas Puan.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu kemudian menyinggung mengenai perjuangan RA Kartini terdahulu. Berkat perjuangan RA Kartini, Puan menilai saat ini sudah banyak perempuan yang membawa perubahan.
 
“Kartini tidak menunggu sistemnya sempurna untuk mulai menulis. Ia menulis, dan sistemnya berubah. Perempuan-perempuan Indonesia hari ini tidak sedang menunggu. Mereka sudah memimpin, sudah merawat, sudah mengubah,” ungkapnya.
 
Puan menyatakan perempuan harus memastikan bahwa dalam pembangunan Indonesia, tidak ada yang ditinggal.

“Bahwa ketika kita maju maka kita maju bersama-sama. Bahwa ketika kita terbang maka kita terbang bersama-sama,” sebut Puan.

“Karena bangsa yang ingin terbang tinggi membutuhkan kedua sayapnya yaitu perempuan dan laki-laki untuk dapat bekerja penuh,” lanjut cucu Bung Karno itu.

Puan memandang, selama satu sayap belum diberi ruang untuk mengembang sepenuhnya, maka tidak akan pernah diketahui seberapa tinggi Indonesia sesungguhnya bisa terbang.

Untuk itu, Puan mengingatkan agar perempuan bisa menegaskan bahwa perempuan mampu merawat dengan penuh daya. Dengan begitu kehidupan dapat bergerak maju.

“Ketika perempuan memimpin dengan penuh ilmu dan kepekaan, maka perubahan menjadi tidak ter-elakkan dan Indonesia akan terbang setinggi-tingginya,” ujar Puan.

“Selamat memperingati Hari Kartini tahun 2026 untuk seluruh perempuan hebat Indonesia. Mari terbang tinggi untuk membawa Indonesia semakin lebih maju,” tutupnya.

"Pelan-Pelan Sembuh”, Single Perdana KINI & NANTI Ajak Berdamai dengan Proses Hidup

Jakarta - Kompassantri-Di tengah dunia yang bergerak cepat dan penuh perbandingan, duo musik Kini & Nanti hadir membawa pesan berbeda lewat single perdana mereka “Pelan-Pelan Sembuh”. Lagu ini dirilis sebagai ruang refleksi sekaligus penyemangat bagi pendengar yang merasa lelah dan kehilangan jati diri karena tekanan sosial.

Duo yang beranggotakan Sara Riesma sebagai vokalis dan Alit Sinyo sebagai music arranger sekaligus pencipta lagu ini lahir dari keyakinan sederhana: setiap manusia memiliki waktunya sendiri. 

“Pelan-Pelan Sembuh” bercerita tentang hal yang jarang dirayakan, yaitu menerima bahwa setiap orang punya tempo hidup berbeda. Lagu ini menjadi respons atas tuntutan zaman yang serba cepat, cepat sukses, cepat mapan, dan cepat bahagia.

“Kami ingin mengingatkan bahwa hidup bukan kompetisi timeline. Sembuh dan bahagia tidak harus dipercepat. Kadang kita bukan lambat, kita hanya sedang belajar,” ujar Kini & Nanti saat ditemui usai perilisan.

Secara musikal, lagu ini dikemas dengan aransemen hangat dan easy listening. Nuansa tenang yang menjadi ciri khas duo ini membuat “Pelan-Pelan Sembuh” terasa seperti percakapan dengan teman yang memahami tanpa menghakimi. Liriknya yang hangat mengajak pendengar untuk tetap berpikir positif dan terus berproses.

Kini & Nanti menyebut diri mereka sebagai emotional companion music, musik yang hadir menemani, bukan menggurui. Bagi mereka, musik bukan hanya untuk didengar, tetapi juga untuk dirasakan. 

“Bagi kami, lagu ini bukan sekadar rilisan perdana, tetapi juga fondasi dari perjalanan yang lebih panjang. Kami ingin membangun ruang yang dapat menjadi teman dalam berproses dalam kehidupan,” kata mereka.

Duo ini menghadirkan karya reflektif dengan pendekatan mindful. Musik mereka berbicara tentang proses hidup, hubungan, dan keberanian menerima diri sendiri.

Single “Pelan-Pelan Sembuh” kini sudah dapat didengarkan di seluruh Digital Streaming Platform.(Alwi)

Senin, 20 April 2026

Dr Nungki Kusumastuti Siap Jadi Narasumber Diskusi Ngobrol Santai Bareng Kartini Film Musik dan Seni 2026

Kompassantri-online, Nungki Kusumastuti lebih dikenal sebagai seorang penari tradisional khususnya Jawa dan bontang film dan Dosen Institut Kesenian Jakarta. Prestasinya segudang. Wajar saja kalau kemudian Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia yang berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan RI, Bank BNI 46 memintanya menjadi narasumber pada kegiatan Diskusi NGOBRAS: Ngobrol Santai Bareng Kartini Film, Musik dan Seni 2026 yang bakal di gelar di Auditorium Jusuf Ronodipuro LPP RRI Jakarta 28 April 2026.

"Saya senang bisa berbagi pengalaman lewat diskusi Ngobrol Santai Bareng Kartini Film, Musik dan Seni yang digagas teman-teman Wartawan yang tergabung di FORWAN." Ujar Nungki Kusumastuti ketika dihubungi via ponselnya Minggu (19/4/2026).

Apalagi kata wanita cantik yang menyandang gelar Dr. Dengan menyelesaikan pendidikan S1 Antroplogi Tari di Institut Kesenian Jakarta (IKJ), S2 Antroplogi Budaya di Universitas Indonesia dan S3 Ilmu Sejarah di Universitas Indonesia. Ia akan berdampingan dengan Direktur Perfilman, Musik dan Seni Kementerian Kebudayaan RI, Irini Dewi Wanti SS.M.SP, Ati Ganda, Koreografer senior yang sarat pengalaman dan Nucke Rahma SH, novelis dan penulis skenario film dan sinetron yang kaya akan pengalaman.

"Tentu diskusi Ngobrol Santai Bareng Kartini Film Musik dan Seni menjadi menarik, karena menghadirkan Narasumber wanita yang kompeten di bidangnya. Sehingga peserta diskusi bisa mendapatkan pencerahan dari narasumber," ujar Nungki Kusumastuti sembari tersenyum.

Kesibukan Nungki, ia sebagai Dosen di Fakultas Seni Pertunjukan IKJ sejak tahun 1987 s.d sekarang. Pada tahun 1992 bersama dengan beberapa tokoh tari di IKJ mendirikan Indonesian Dance Festival (IDF), sebuah festival tari kontemporer internasional yang bertahan sampai saat ini dan menjabat sebagai Direktur sejak tahun 2004-2008
Juga menulis Buku “Tari Indonesia dan Sejarahnya”

Selain itu juga pernah sebagai Dosen D3 Pariwisata Program Vokasi, UI untuk mata kuliah Keberagaman Seni Indonesia (2007-2012) dan Seni & Foklor (2013-2017). Ikut terlibat dalam Tim Perumus Strategi Kebudayaan pada tahun 2018 dan telah menulis buku “Belajar Seni Tari untuk Sekolah Dasar I–VI. Beberapa penghargaan telah diperolehnya, baik dalam bidang tari, film dan seni lainnya. (Humas.)

Minggu, 19 April 2026

EMOSIONAL, MEGAH DAN KONTEMPLATIF; SAJIAN DARI EP PERDANA ECHOES, WE HIDE STREAM OR DOWNLOAD

EMOSIONAL, MEGAH DAN KONTEMPLATIF; 
SAJIAN DARI EP PERDANA ECHOES, WE HIDE STREAM OR DOWNLOAD “the things we left unsaid after you” EP HERE 
Setelah merilis 2 single lagu dalam empat bulan terakhir, akhirnya Echoes, We Hide mengeluarkan EP perdana berjudul “the things we left unsaid after you”. 

Artwork: Dika Morasta 
Download Hi-Res Press Image HERE 
JAKARTA - Echoes, We Hide, band asal Jakarta, Indonesia, telah merilis EP perdana the things we left unsaid after you yang berisi 5 track, di bawah naungan Firefly Records (subsidiary Musica Records). Band yang beranggotakan Bayu Febrian (vokal), Vallian Hanjani (gitar), Gilang Ridzky (bass) dan Lucky Putra (drum) ini menaburkan benih-benih pesan mendalam di setiap liriknya yang puitis tapi tetap realistis dalam balutan emo / alternative-rock yang terasa segar dan megah serta meninggalkan kesan emosional dan kontemplatif setelah selesai mendengarkan track-tracknya secara berurutan. 
Dalam EP the things we left unsaid after you ini, 2 single terdahulu “Katarina” dan “ironi.” ditemani oleh tiga track terbaru; “the things we left unsaid after you” sebagai pembuka, “Friksi” dan “Nadir” yang bisa membuat kalian tersenyum lebar karena kedua track tersebut hadir bukan hanya untuk melengkapi susunan cerita dalam EP-nya, melainkan juga membawa gema dan spektrum baru bagi nafas perpaduan emo dan rock di tanah air.
“Seluruh track dalam EP ini saling terhubung, membentuk satu perjalanan emosional yang utuh. Setiap track merepresentasikan fase yang berbeda, dari mulai kehilangan, kehancuran, hingga perlahan menemukan kembali diri yang sempat hilang.” ujar Bayu memaknai perilisan debut EP Echoes, We Hide. Bayu juga melanjutkan, “Ini lebih dari sekadar kumpulan lagu, EP ini menjadi pengingat bahwa rasa sakit tidak bersifat abadi dan setiap proses penyembuhan membutuhkan waktu, penerimaan, serta keberanian untuk merelakan dengan sepenuh jiwa.” 
“Proses produksi materi-materi dalam EP ini menjadi yang paling eksploratif yang pernah gue lakukan selama karir bermusik gue. Dalam prosesnya juga gue merasa tertantang untuk bisa menyampaikan “kejujuran” agar nantinya yang mendengarkan EP ini secara utuh bisa paham apa yang sebenarnya ingin gue dan Echoes, We Hide sampaikan.” tambah Vallian, gitaris sekaligus produser bagi EP Echoes, We Hide ini. 
Secara musikal, the things we left unsaid after you ini dirancang untuk mengedepankan semangat live band dan kebebasan dalam memaknai perasaan yang sedang dialami pendengarnya saat menonton Echoes, We Hide manggung. Secara lirik, Echoes, We Hide tidak ingin menggurui, melainkan Echoes, We Hide ingin berbagai rasa, pengalaman dan seakan berbicara “gpp kok, gue pernah ada di fase itu, pelan-pelan ya, bisa kok.” 

Photo Credit: Fathul Anugerah (@fathulanugerah) 
Download Hi-Res Artwork HERE
Echoes, We Hide adalah alat bagi mereka yang merasa takut untuk meluapkan emosinya. Echoes, We Hide berusaha menyuarakan perasaan yang seringkali tak terekspresikan, musik yang diciptakan pun bukan untuk menyembuhkan, melainkan untuk mengiringi, untuk berdiri di samping semua orang setiap kali emosi kita sebagai manusia tidak bisa diungkapkan lewat kata-kata. 
Echoes, We Hide “the things we left unsaid after you” EP 
Apple Music: https://lnk.to/EchoesWeHideTTWLUAY 
Spotify: https://lnk.to/EchoesWeHideTTWLUAY 
YouTube Music: https://lnk.to/EchoesWeHideTTWLUAY 
Ikuti Echoes, We Hide: 
TikTok | Instagram | YouTube 
Bookings & Media Relations for Echoes, We Hide: 
echoeswehide@gmail.com 
082124887035

BECAK RAENI: DARI KENDAL KE BIRMINGHAM

SKEMA
(Sketsa Masyarakat)
Akmal Nasery Basral

“Ketika saya merasa lelah di Birmingham, 
saya ingat bapak yang tidak pernah menyerah 
mengayuh becak di jalanan Kendal.”
(Dr. Raeni, S.E., M.Sc.)

Di bawah terik matahari Semarang tahun 2014, sebuah becak tua bergerak perlahan membelah kerumunan wisudawan Universitas Negeri Semarang (UNNES). Raeni, mahasiswi akuntansi 22 tahun, duduk di dalam becak dengan toga. Sang ayah, Mugiyono, mengayuh dengan wajah berseri-seri.

Pemandangan ini bukan bagian _happening art_ apalagi syuting sinetron yang mengeksploitasi kemiskinan. 

Menarik becak adalah pekerjaan Mugiyono.Membawa penumpang--yang anaknya sendiri--juga sudah tak terbilang berapa kali. Tetapi mengayuh becak di dalam kampus baru pertama kali ia lakukan. Itupun karena permintaan sang anak. 

Awalnya ia menolak, karena tak ingin anaknya malu. Tetapi Raeni terus meminta dan bilang bahwa dia justru bangga dengan pekerjaan ayahnya. Sebab, dari hasil kerja keras itulah ia menjadi lulusan terbaik UNNES 2014 dengan IPK 3,96--selain dengan bantuan beasiswa Bidikmisi sebesar Rp600.000 per bulan. 

2/
Kini di usia 34 tahun, Raeni menjadi contoh nyata dari _Self-Determination Theory (SDT)_. Ia menjadi subjek yang memiliki otonomi penuh atas takdirnya sendiri. Raeni telah bertransformasi menjadi seorang intelektual muda yang diperhitungkan di kancah internasional setelah menggondol gelar Ph.D dari Universitas Birmingham, Inggris. 

Dalam budaya Jawa, perjuangan Raeni mencerminkan pepatah legendaris: 
“ _Wong dhuwur wekasane, wong asor drajate, nanging kanthi ilmu dadi mulyo._” (Orang akan mencapai puncak dan kedudukan mulia melalui ilmu). Ilmu bukan sekadar hiasan gelar, melainkan kendaraan bagi wong cilik untuk melepaskan diri dari perangkap kemiskinan, dan meraih kemuliaan hidup dan martabat yang setara dengan manusia lain. 

Kesuksesan Raeni tak semudah membalik telapak tangan. Setiap orang yang pernah kuliah tahu bagaimana beratnya menaklukkan kurikulum dan—terutama--lingkungan kampus yang tak selalu bersahabat. Apalagi bagi mahasiswa dengan banyak kekurangan fasilitas. 

“Saya teman sekamar Raeni. Saya saksi kerja kerasnya,” tulis Nina Widodo di akun Instagram. “Raeni bukan hanya pintar di pelajaran tapi aktif di organisasi kampus. Selalu ramah kepada orang lain.”

Dari Semarang, Raeni terbang dengan jalur beasiswa LPDP ke University of Birmingham, Inggris, dan mendapatkan gelar M.Sc. dalam International Accounting and Finance, dengan predikat _Distinction_ (Sangat Memuaskan). Setelah itu ia kembali ke Indonesia dan mengajar di alma maternya selama beberapa tahun. 

Masih dengan beasiswa LPDP, Raeni kembali ke Birmingham melanjutkan pendidikan S3. Ia menyelesaikan riset doktoral pada bidang _Climate Finance_, sebuah disiplin ilmu mutakhir yang mempelajari akuntabilitas dan tata kelola pendanaan global untuk mengatasi perubahan iklim. Bidang ini menuntut kedalaman analitis yang tinggi karena menggabungkan kerumitan laporan keuangan dengan isu keberlanjutan lingkungan hidup. Ia lulus pada akhir 2023 dan diwisuda di bulan Juli 2024. 

3/
Pendidikan diyakini sebagai jalan keluar dari kemiskinan. Banyak yang menjalani dengan semangat membara pada awalnya, namun banyak juga yang terjebak pada hasil ala kadarnya. Sebagian menyerah di tengah jalan. Setidaknya ada tiga penyebab. 

Pertama, mentalitas “penumpang vs pengemudi”. Profesor Rhenald Kasali menekankan bahwa banyak orang memiliki mentalitas “_passenger_” yang sudah merasa cukup berada di dalam kendaraan. Raeni berbeda. Ia seorang “_driver_” yang mengambil kendali penuh atas nasibnya.

Kedua, kurangnya “transfer inspirasi”. Mantan Rektor Universitas Paramadina dan pendiri Gerakan Indonesia Mengajar, Dr. Anies Baswedan, menyatakan pendidikan harus menjadi "transfer inspirasi". Raeni berhasil karena ia menjadikan kesulitan ayahnya sebagai inspirasi, bukan beban yang melemahkan semangat.

Ketiga, beban budaya dan struktural. Guru Besar Studi Gender, Prof. Alimatul Qibtiyah, menjelaskan bahwa perempuan sering menghadapi tantangan berlapis, termasuk beban domestik dan pandangan sosial yang meragukan urgensi pendidikan tinggi bagi perempuan. Raeni mendobrak sekat ini, membuktikan bahwa intelektualitas perempuan adalah modal sosial yang mampu mengubah arah sejarah keluarga.

4/
Saat berhasil memberangkatkan kedua orang tuanya umroh pada Maret 2018—sebuah mimpi yang nyaris mustahil diraih dari pendapatan mengayuh becak—Raeni mengungkapkan rasa syukurnya usai lulus S2 dari Universitas Birmingham sebelum melanjutkan estafet ke jenjang pendidikan doktoral. 

Ini dimensi spiritualitas dalam bentuk bakti anak kepada orang tua ( _filial piety_) yang menjadi bahan bakar utama resiliensi Raeni. “Melihat Bapak dan Ibu bisa berdiri di depan Ka'bah adalah puncak kebahagiaan yang jauh melampaui gelar akademik manapun. Saya merasa inilah cara Allah menunjukkan bahwa tidak ada usaha yang sia-sia. Saya ingin membuktikan bahwa anak seorang tukang becak pun, dengan izin Allah, bisa membawa orang tuanya ke tanah suci.”

Sesuai prinsip _Hope Theory_ yang dirumuskan C.R. Snyder, Raeni memiliki _agency_ (kemauan kuat) yang berakar pada bakti, dan mengolahnya menjadi energi yang menjadi sandarannya untuk menghadapi beragam tantangan yang kian berat. 

Hingga April 2026, Dr. Raeni telah melampaui fase aktualisasi diri menuju _Self-Transcendence_. Sebagai Asisten Profesor di almamaternya, ia kini aktif mengajar dan melakukan riset tentang akuntansi hijau dan keuangan iklim. Ia kembali ke “akar
 untuk membawa generasi berikutnya agar ikut “naik kelas”, seperti telah dibuktikannya dengan kerja keras dan kerja cerdas. 

Dari jalanan Kendal sampai kampus Birmingham, *Dr. Raeni, S.E., M.Sc.* kini menjadi simbol baru bahwa pendidikan adalah pengubah nasib yang paling adil bagi mereka yang memiliki kegigihan, disiplin, dan hati yang penuh rasa syukur. 

“ _Life is like riding a bicycle. To keep your balance, you must keep moving_.” tulis Raeni dalam status bio akun Instagram (@raeni_raeni [centang biru]). Ia menjaga keseimbangan antara pengabdian lokal bagi nusa dan bangsa dan terus mengukir prestasi global.

Melalui riset-risetnya yang dipresentasikan di forum seperti British Accounting and Finance Association (BAFA), Raeni menjadi bagian dari intelektual global yang merumuskan masa depan keuangan hijau ( _green finance_). 

Sedangkan keberadaannya sebagai peneliti di University of Birmingham, secara otomatis memasukkannya ke dalam jejaring Russell Group. Dalam konteks dunia akademis internasional, menjadi bagian dari jejaring ini memberikan akses ke kolaborasi riset dengan universitas top dunia lainnya seperti Oxford, Cambridge, dan LSE.

Ini menunjukkan bahwa anak seorang pengayuh becak dari Kendal mampu duduk sejajar dengan para pakar internasional dalam merumuskan solusi atas krisis iklim global—dunia yang kita huni bersama. 

Jakarta, 19 April 2026

*Sosiolog, prosais, kolumnis, penerima Anugerah Sastra Andalas 2022 kategori Seniman/Budayawan Nasional. Tanggapan untuk tulisan ini bisa dikirimkan ke e-mail: akmal.n.basral@gmail.com

Menpar Sebut Bali Spirit Festival Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri Wellness Global

KEMENTERIAN PARIWISATA
Kompassantri-online, Gianyar, 19 April 2026 – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Bali Spirit Festival sebagai salah satu intellectual property (IP) event unggulan nasional sekaligus representasi penguatan posisi Indonesia dalam industri wellness global yang terus berkembang.

“Saya mengapresiasi penyelenggaraan Bali Spirit Festival 2026 dan senang dapat merasakan langsung energi yang dihadirkan festival ini. Selama empat hari, 15–19 April 2026, festival ini menunjukkan Indonesia mampu menghadirkan IP event berkelas dunia, yang juga kami dukung melalui program Event by Indonesia,” kata Menpar Widiyanti saat meninjau Bali Spirit Festival 2026 di Puri Padi & Yoga Barn, Ubud, Gianyar, Bali, Minggu (19/4/2026).

Bali Spirit Festival merupakan salah satu pionir festival yoga dan wellness internasional terbesar di Asia Tenggara. Pada tahun ini, festival mengusung tema “Welcome Home” dengan memadukan yoga, tari, musik, dan praktik penyembuhan tradisional (healing) dalam rangkaian kegiatan yang holistik.

Selain itu, festival ini juga menegaskan komitmen terhadap keberlanjutan melalui pengurangan penggunaan plastik, pengelolaan sampah, serta penerapan composting toilet sebagai bagian dari praktik ramah lingkungan.

Dalam kunjungannya, Menpar meninjau berbagai aktivitas utama, antara lain media center, Dharma Fair yang menghadirkan beragam paket wellness, area kuliner dengan pilihan makanan sehat dan vegan, serta The Grooves Stage untuk menyaksikan sesi “Hatha Flow” yoga.

Berdasarkan data Global Wellness Institute tahun 2023, Indonesia menjadi kontributor terbesar wellness economy di Asia Tenggara dengan nilai mencapai 56,4 miliar dolar AS. Indonesia juga menempati posisi ke-6 terbesar di kawasan Asia Pasifik, serta mencatat pertumbuhan ke-3 tertinggi di kawasan tersebut.

Menpar menegaskan Bali Spirit Festival sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pariwisata dalam mendorong pariwisata berkualitas, khususnya pada sektor wellness tourism yang berorientasi pada keberlanjutan dan nilai tambah ekonomi.

Pada penyelenggaraan tahun 2025, Bali Spirit Festival mencatat perputaran ekonomi sebesar Rp6,7 miliar, yang berdampak pada berbagai sektor, mulai dari akomodasi, kuliner, tenaga kerja, hingga pelaku seni budaya.

“Sebagai salah satu pionir wellness event berskala internasional di Indonesia, bahkan terbesar di Asia Tenggara, partisipasi lebih dari 60 negara menunjukkan daya tariknya yang semakin kuat di tingkat global,” kata Menpar Widiyanti.

Menutup rangkaian kunjungan, Menpar melakukan diskusi bersama para pelaku industri event di Plataran Ubud, termasuk Bali Spirit Festival, Ubud Writers & Readers Festival, dan Ubud Village Jazz Festival, guna memperkuat sinergi strategis antara penyelenggara festival dan Kementerian Pariwisata.

“Festival harus menjadi instrumen utama dalam memperkuat daya saing dan kualitas pariwisata nasional,” kata Menpar.

Turut mendampingi Menpar, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan (Event) Kementerian Pariwisata Vinsensius Jemadu serta Direktur Politeknik Pariwisata Bali Ida Bagus Putu Puja.

*Biro Komunikasi
*Kementerian Pariwisata