Selasa, 14 April 2026

Koordinasi Pemerintah Indonesia dan Kedubes Republik Korea terkait Travel Advisory


KEMENTERIAN PARIWISATA
Kompassantri-online, Jakarta, 14 April 2026* – Untuk menjaga citra positif pariwisata Indonesia di tengah berkembangnya isu terkait penerbitan imbauan perjalanan (travel advisory) dari pemerintah Republik Korea, Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Luar Negeri telah berkoordinasi dan meminta klarifikasi kepada Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia.

Dari hasil pertemuan tersebut, Kedutaan Besar Republik Korea menyampaikan permohonan maaf serta menjelaskan bahwa unggahan travel advisory sebelumnya terjadi karena kekhilafan Konsul Jenderal Republik Korea saat merespons pertanyaan warga negaranya terkait sejumlah kasus kriminal di Bali. Imbauan tersebut dimaksudkan sebagai langkah kehati-hatian bagi warga negara Korea Selatan yang akan berkunjung, tanpa tujuan mencederai citra Bali sebagai destinasi wisata.

Saat ini, Kedutaan Besar Republik Korea telah memperbarui narasi travel advisory dengan pendekatan yang lebih umum serta menghapus rincian kasus yang melibatkan warga negara asing di Bali. Ke depan, pihak Kedutaan juga menyatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia terkait penyampaian informasi yang bersifat sensitif, serta memberikan penjelasan kepada media di Republik Korea mengenai kondisi riil pariwisata Bali.

Dalam upaya memperkuat keamanan destinasi, Kementerian Pariwisata terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dan Kepolisian Republik Indonesia. Langkah yang dilakukan antara lain peningkatan penilaian risiko secara berkala di hotel, tempat hiburan, dan destinasi wisata, sesuai dengan standar manajemen pengamanan yang ditetapkan Kepolisian.

Kementerian Pariwisata juga mendorong pelaku industri pariwisata untuk memperkuat sistem verifikasi tamu, termasuk memastikan pelaporan data orang asing dilakukan secara tertib dan terintegrasi.

Selain itu, Kepolisian meningkatkan kehadiran pos keamanan terpadu dengan menempatkan titik pantau di kawasan dengan aktivitas tinggi seperti Kuta, Seminyak, dan Canggu. Langkah ini bertujuan mempercepat respons terhadap potensi insiden di lapangan.

Penegakan hukum juga diperkuat melalui penertiban pelanggaran lalu lintas, termasuk penyewaan kendaraan bermotor kepada warga negara asing yang tidak memiliki izin resmi. Operasi yustisi akan dilaksanakan secara berkala untuk mengawasi dan menindak penyalahgunaan izin tinggal, guna menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi lokal.

Kementerian Pariwisata menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, pelaku industri, serta komunitas lokal seperti banjar di Bali. Sinergi ini diharapkan mampu membangun sistem keamanan destinasi yang komprehensif dan berbasis masyarakat.

Pemerintah Indonesia berkomitmen penuh menjaga Bali sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berkelas dunia. Wisatawan diimbau untuk memanfaatkan layanan resmi yang telah disediakan pemerintah selama berada di Indonesia.

“Indonesia akan terus menyambut wisatawan dari seluruh dunia, termasuk dari Republik Korea, untuk menikmati keindahan dan keramahan pariwisata Indonesia,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Yuk Ngariung di Kedai Patepung Bandung Sambil Nobar Bersama 'Bobotoh' Persib

Kompassantri-online, BANDUNG - Kawula muda yang merupakan warga Bandung nyaris tak pernah melewatkan kesempatan untuk nonton bareng (Nobar), terutama jika Tim Sepakbola Kebanggaannya (Persib Bandung) tengah berlaga. Mereka para supporter yang dikenal dengan nama 'Bobotoh'. 

Satu dari puluhan tempat yang kerap dijadikan arena Nobar, Kedai Patepung di Kiaracondong - Babakansari (Bandung) - sering jadi pilihan. Mereka para 'Bobotoh' bisa lepas dalam canda ceria, meluapkan kebangaannya terhadap Tim Sepakbola (Persib Bandung, jika menang dalam setiap pertandingan. 

"Yuk ngariung (kumpul-red) di Kedai Patepung. Bisa sambil santai, berinteraksi sosial dan menikmati makanan dan minuman dengan harga terjangkau," ajak Qufa Naufanesa Hutami selaku Manager Kedai Patepung, saat diwawancarai Selasa (14/4/2026) kemarin.

Disebutkan bahwa Kedai Patepung berlokasi di kawasan Kiaracondong, Babakansari (Bandung) didirika dengan mengusung konsep kopitiam santai yang mengedepankan kebersamaan dan budaya nongkrong khas Kota Kembang. 

Sedangkan nama 'Patepung' sendiri memiliki arti bertemu. Filosofi tersebut menjadi ruh utama konsep kedai yang memang dirancang sebagai tempat ngobrol, berkumpul, hingga nobar pertandingan Persib Bandung. 

“Jadi, Patepung itu sendiri kan punya arti bertemu. Maka fokusnya adalah jadi tempat ngobrol, nongkrong bareng, tentu sambil menikmati makanan dan minuman dalam suasana santai,” terang Qufa, menambahkan.

Sejak berdiri pada 2025, Kedai Patepung konsisten menghadirkan suasana nyaman dengan harga ramah di kantong. Segmentasi pengunjungnya pun cukup luas, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas, pekerja, hingga keluarga yang ingin menikmati waktu santai bersama. 

Kedai Patepung ini lahir dari budaya nongkrong khas Bandung yang identik dengan suasana santai dan guyub. Namun, yang membedakan Kedai Patepung dengan tempat lain adalah kombinasi harga terjangkau dan lokasi strategis. 

Masih menurut Qufa, Kedai Patepung hanya berkapasitas 50–60 pengunjung. Bahkan tempat ini kerap dipadati anak muda gaul serta komunitas. "Di sini sering dijadikan tempat kumpul suporter Bandung. Karena di sini juga rutin mengadakan acara Nobar setiap Persib bertanding,” tambah Qufa.

Usaha kuliner Kedai Patepung merupakan hasil kolaborasi tiga sahabat satu kampus di Uhamka Jakarta, yakni Qufa, Fitri, dan Nevi. Mereka melihat potensi besar industri kuliner Bandung yang dinilai memiliki pasar hidup serta komunitas kuat.

Untuk sekarang ini, Kedai Patepung mempekerjakan empat karyawan untuk operasional harian dan tengah berada dalam tahap menuju Break Even Point (BEP). Selain tempat nongkrong dan nobar, kedai ini juga sering menjadi lokasi workshop berbagai komunitas. 

Yang pasti dengan konsep kopitiam santai, harga ramah di kantong, serta atmosfer kebersamaan yang kental, Kedai Patepung Bandung layak menjadi destinasi nongkrong baru bagi anak muda dan komunitas di kawasan Kiaracondong dan sekitarnya. 

Di Kedai Patepung menyediakan menu makanan : Nasi Barendo Chili Oil, Mie Bangladesh, juga aneka Dimsum serta Ketan Susu dan Roti Canai. Sedangkan untuk minuman: Kopi Susu, Teh Tarik, Kopi Sanger dan Susu Murni. "Dijamin pasti enak dan tentu saja dengan harga terjangkau," pungkas Qufa. (***)

Senin, 13 April 2026

Komodo National Park Resmi Jadi Destinasi Terindah Ke-2 di Dunia, Ini Cara Menikmatinya dengan Gaya 'Luxury Getaway' di Meruorah

Kompassantri-online, LABUAN BAJO, INDONESIA (11 April 2026) Tren perjalanan dunia kini beralih ke destinasi yang menawarkan keaslian alam dan pengalaman yang mendalam. Berdasarkan laporan terbaru dari Time Out, Taman Nasional Komodo resmi dinobatkan sebagai destinasi terindah nomor Dua di dunia. Menanggapi tren tersebut, Hotel Meruorah Komodo Labuan Bajo hadir sebagai hub utama bagi para pelancong yang mencari kombinasi antara luxury getaway dan petualangan alam yang autentik.

"Kami merasa sangat bangga dan terhormat melihat Taman Nasional Komodo dinobatkan sebagai destinasi terindah nomor Dua di Dunia. Pengakuan Internasional ini adalah bukti nyata keajaiban alam Indonesia. Keberadaan Meruorah di jantung area ini memungkinkan kami menawarkan pengalaman 'healing' yang paripurna, memadukan kenyamanan modern dengan petualangan alam yang didambakan setiap pelancong.", ujar Bapak Rudy H. Butar-Butar selaku General Manager Hotel Meruorah Komodo Labuan Bajo.

*Eksplorasi Tanpa Batas dengan Paket Island Hopping*
Memahami hasrat para wisatawan untuk menyaksikan langsung keajaiban Taman Nasional Komodo, Meruorah mempunyai paket wisata Full Day Island Hopping. Menggunakan speedboat eksklusif, para tamu diajak melintasi gugusan pulau ikonik dalam satu perjalanan yang tak terlupakan:
- Pulau Padar: Mendaki puncak bukit untuk melihat pemandangan tiga warna pantai yang legendaris.
- Pink Beach: Bersantai di pasir merah muda yang langka dan menawan.
- Pulau Komodo: Bertemu langsung dengan sang naga purba dalam habitat aslinya.
- Manta Point & Taka Makassar: Menyelami kekayaan bawah laut bersama pari Manta yang megah.

*Integrasi Kenyamanan dan Gaya Hidup Modern*
Sesuai dengan tren "Staycation" dan "Workation" (Work from Vacation) yang kian populer, Meruorah menawarkan fasilitas bintang lima yang terintegrasi langsung dengan Kawasan Marina. Wisatawan tidak hanya disuguhi pemandangan laut yang ikonik, spot Sunset terbaik di Labuan Bajo tetapi juga kemudahan akses ke pusat perbelanjaan dan kuliner lokal yang modern, menjadikan Meruorah sebagai pendukung utama ekosistem pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo.

*Kenyamanan Tanpa Batas*
Sebagai hotel yang menjadi pilihan utama untuk berbagai event internasional, Meruorah menjamin standar kenyamanan tertinggi. Keberadaan hotel ini di pusat kota memudahkan wisatawan untuk berpindah dari petualangan liar di pulau menuju kenyamanan belanja di mal kawasan Marina dalam hitungan menit—sebuah lifestyle baru dalam berwisata di Indonesia Timur.

*Menyongsong Masa Depan Pariwisata Kelas Dunia*
Melalui pencapaian luar biasa ini, Hotel Meruorah Komodo Labuan Bajo terus berkomitmen untuk menjadi standar baru dalam industri hospitalitas di Nusa Tenggara Timur. Dengan memadukan layanan personal, fasilitas modern, dan aksesibilitas tak tertandingi ke pusat keajaiban alam dunia, Meruorah siap menyambut para petualang yang ingin membuktikan sendiri mengapa Pulau Komodo layak menyandang gelar sebagai salah satu tempat terindah di planet ini. Kami mengundang seluruh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, untuk datang dan merasakan harmoni antara kemewahan dan alam liar yang hanya bisa ditemukan di Meruorah Komodo Labuan Bajo.

Informasi lebih lanjut terkait petualangan asik selama di Labuan bajo atau di Pulau Flores melalui website resmi www.meruorahlabuanbajo.com atau hubungi nomor layanan pelanggan kami di WhatsApp https://wa.me/6285191335744 untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut.

FFH Edisi Ke-5: Menilik Dampak Sensor Ketat pada Sponsor Film Horor Nasional

Jakarta, Kompassantri-- Kian menggeliat Festival Film Horor yang digagas sekumpulan jurnalis, di edisi Ke-5 diskusi FFH mengulik seramnya sensor dan promosi film horor, ternyata sejak masih dalam 'bayangan' film sudah menghadapi sensor, begitu pun saat promosi harus siap disensor. Sementara edisi kali ini juri FFH memutus film Suzanna sebagai film terpilih, Sandrinna Michelle dan Iwa K dinobatkan sebagai pemain wanita dan pria terpilih. 

Festival Film Horor yang digelar setiap bulan ini, diselenggarakan di Pictum Cafe, Pasarminggu, Jakarta Selatan, Senin (13/04), mengangkat tema "Horor Sensor, Promosi Film Horor" Akhlis Suryapati (Penggiat dan kritikus film), Ryan Fadilah (Editor), Rama Djunarko (Co Sutradara), dan modeator Irfan Handoko (konsultan komunikasi). 

Diskusi diawali mengupas fenomena menghadapi sensor, baik dari dalam maupun luar produksi. Sensor harus dimulai darimana apakah saat masuk LSF (Lembaga Sensor Film) atau sejak awal hal itu sudah dimulai? 

Menurut Ryan yang punya pengalaman lebih dari 10 tahun terlibat dalam pembuatan film, berdasarkan pengalamannya sensor itu sudah dilakukan saat masih dalam wacana memproduksi film. Jangan judul film yang dirahasiakan, nama sutradara pun disimpan rapat-rapat oleh produser. 

"Kenapa itu dilakukan, mereka tak ingin ide dan ceritanya dicuri pihak lain, jangan kami, sutrada saja tak tahu judul film yang akan digarap", ungkapnya menjawab kenapa sensor sudah dilakukan sejak awal. 

Sedangkan Rama menjelaskan, untuk lolos sensor, dia kerap memberi ide untuk 'bermain' di kisah nyata, selama ia terlibat dalam produksi film, mengangkat kisah nyata kerap lolos sensor. Hanya kadang ada adegan yang 'disensor' pihak keluarga bila scene-nya terkait peristiwa tragis yang dialami tokoh yang kita angkat kisahnya. 

"Kala kita mengangkat kisah penari jaipong yang dirudapaksa dan dibunuh oleh penggemarnya, keluarga besarnya tak ingin hal itu ada di scene, meski itu benang merahnya cerita yang kita angkat", jelasnya. 

Sedangkan Akhlis Suryapati yang juga mantan Ketua Sinematek ini mengatakan, sebaiknya para sineas itu melihat akar sebuah film, seperti pesilat yang diperkuat kuda-kudanya. Bila kita memahami itu niscahya film yang kita produksi lolos sensor dan diterima masyarakat, bahasa lainya film itu laku. 

"Horor itu sifatnya kejutan, nah bagian dari kejutan ini teorinya. Di Indonesia hal itu dikenal mistik, ini jug trik untuk ditangkap penonton, kita kombinasikan antara kejutan dan judul agar lolos sensor", tandasnya. 

Meski punya pandangan berbeda untuk menyiasti lembaga sensor, namun ketiganya sepakat bahwa lembaga sensor itu merupakan perwujudan negara atau budaya yang mengambil bagian untuk menjaga masyarakat dari pengaruh negatif sebuah film. 

Begitu pun dalam promosi, mereka sepaham bahwa ada aturan dalam promosi meski film sudah lolos sensor. Bila menimbulkan keresahan masyarakat, kita kembali ke peraturan yang membatasi itu, cara apapun boleh sepanjang tidak bersebrangan dengan aturan. 

FFH edisi Ke-5 memutuskan film Suzanna: Santet Dosa Diatas Dosa jadi film terpilih dan berhak mendapat Nini Suny Award (penghargaan untuk film terpilih), Pemain Wanita Terpilih, Sandrinna Michelle (Danur), Pemain Pria Terpilih, Iwa K (Suzanna), Sutradara Terpilih, Awi (Danur), dan DoP Muhammad Firdaus (Suzanna).