Senin, 21 September 2026

Anara Airport Hotel Raih Penghargaan “Hotel Penyedia Layanan untuk Manasik yang Terintegrasi” dalam Anugerah Perjalanan Suci Indonesia 2026

Kompassantri, TANGERANG, 5 September 2026* — Anara Airport Hotel berhasil meraih penghargaan dalam *Anugerah Perjalanan Suci Indonesia 2026* pada kategori “ *Hotel Penyedia Layanan untuk Manasik yang Terintegrasi* ”. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Anara dalam menghadirkan layanan dan fasilitas yang mendukung kebutuhan perjalanan ibadah masyarakat Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang *Anugerah Perjalanan Suci Indonesia 2026* yang turut melibatkan *tvOne* sebagai bentuk apresiasi terhadap berbagai pihak yang berkontribusi dalam mendukung perkembangan industri perjalanan suci di Indonesia.

Berada di *Terminal 3 Internasional Bandara Soekarno-Hatta*, Anara Airport Hotel memiliki posisi strategis dalam mendukung kebutuhan jamaah sebelum melakukan perjalanan ibadah. Tidak hanya menghadirkan akomodasi, Anara juga menyediakan fasilitas yang dapat menunjang berbagai kebutuhan kelompok, termasuk kegiatan manasik dan persiapan keberangkatan.

Sebagai bagian dari komitmennya dalam memberikan kemudahan bagi jamaah umrah, Anara Airport Hotel juga menyediakan layanan *_Free Shuttle_* menuju Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta tanpa biaya tambahan*. Fasilitas ini ditujukan untuk *mendukung jamaah yang memiliki jadwal keberangkatan melalui Terminal 2, sehingga proses perpindahan terminal dapat berlangsung dengan lebih mudah, nyaman, dan terkoordinasi.*

Penghargaan ini menjadi *sebuah apresiasi sekaligus motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi para jamaah*. Kami percaya bahwa mendukung perjalanan ibadah bukan hanya tentang menyediakan fasilitas, tetapi juga menghadirkan kenyamanan, kemudahan, dan perhatian di setiap proses perjalanan,” ujar *Epril Purwandi, General Manager Anara Airport Hotel.*

Pencapaian ini semakin memperkuat komitmen Anara Airport Hotel dalam menghadirkan pengalaman hospitality yang relevan dengan kebutuhan perjalanan ibadah. Melalui semangat *“Melayani Sepenuh Hati”*, Anara terus berupaya memberikan pelayanan yang mengutamakan kepedulian dan kenyamanan bagi setiap tamu.

Ketika Pemimpin Tolak Masukan Pakar: Pelajaran dari Runtuhnya Ekonomi Sejumlah Negara


Kompassantri, Sejarah dunia mencatat bahwa kebijakan ekonomi dan sosial yang diambil tanpa mendengarkan masukan dari para pakar atau ilmuwan sering kali berujung pada bencana besar. Mengabaikan naskah ilmiah, riset, dan analisis profesional demi ego atau keyakinan politik pemimpin kerap membawa penderitaan bagi rakyatnya sendiri. Berikut adalah rangkuman kisah dari berbagai negara yang ekonominya hancur akibat pemimpinnya menolak masukan pakar:

1. Turki (2021) - Recep Tayyip Erdoğan
 * Kebijakan Kontroversial: Dalam teori ekonomi, suku bunga lazimnya dinaikkan guna meredam inflasi. Namun, Presiden Recep Tayyip Erdoğan meyakini sebaliknya dan menolak usulan pakar untuk menaikkan suku bunga karena menganggap bunga adalah riba. Ia berulang kali memecat menteri keuangan dan gubernur bank sentral yang tidak sejalan dengannya, termasuk Naci Ağbal pada Maret 2021.
 * Dampak Kehancuran: Akibat pemangkasan suku bunga sebanyak 9 kali, inflasi Turki sempat melonjak tembus hingga 1.662% (naik 17 kali lipat). Mata uang lira melemah hingga 22 kali lipat terhadap dolar AS, membuat biaya hidup melonjak drastis dan upah minimum pekerja kesulitan mencukupi kebutuhan dasar.

2. China (1958) - Mao Zedong
 * Kampanye Empat Hama: Mao Zedong meluncurkan kampanye untuk membasmi burung pipit karena dianggap mencuri gabah petani. Peringatan para ilmuwan bahwa burung pipit juga memakan serangga hama (seperti belalang) diabaikan, bahkan warga diminta membuat keributan agar burung pipit mati kelelahan.
 * Dampak Kehancuran: Tanpa predator alami, populasi belalang meledak dan menyerbu lahan pertanian, menurunkan produksi hingga seperlimanya. Hal ini memicu bencana kelaparan terbesar dalam sejarah dunia (Great Chinese Famine 1959-1961) yang menewaskan sekitar 30–40 juta jiwa.

3. Kamboja (1975) - Pol Pot
 * Pemberantasan Kaum Terdidik: Rezim Khmer Rouge pimpinan Pol Pot berambisi membangun masyarakat petani tanpa kelas sosial. Warga kota, kaum terdidik, hingga dokter, guru, dan pengacara dibunuh karena dianggap tercemar pengaruh asing. Pendiri kelompok yang juga doktor ekonomi, Hou Yuon, hilang dan diduga dibunuh karena menentang kebijakan ini.
 * Dampak Kehancuran: Ketika rezim tumbang pada Januari 1979, sekitar 2 juta orang (seperesempat penduduk Kamboja) tewas akibat kerja paksa dan kelaparan. Jumlah kaum terdidik menyusut drastis, menyisakan segelintir profesional saja yang melumpuhkan total sistem kesehatan dan ekonomi negara.

4. Sri Lanka (2021) - Gotabaya Rajapaksa
 * Larangan Pupuk Kimia: Presiden Gotabaya Rajapaksa secara mendadak melarang impor pupuk dan pestisida kimia pada April 2021 demi menghemat devisa dan alasan kesehatan. Sebanyak 30 ilmuwan pertanian, termasuk penasihat utama Profesor Buddha Marambe, dicopot dari jabatannya setelah memperingatkan potensi gagal panen.
 * Dampak Kehancuran: Produksi beras anjlok 20% dalam 6 bulan pertama, memaksa negara yang tadinya swasembada ini mengimpor beras dan mengalami kerugian devisa besar dari ekspor teh. Puncaknya pada April 2022, Sri Lanka gagal bayar utang luar negeri, memicu krisis ekonomi akut yang berujung pada pembubaran pemerintahan.

Kasus Serupa di Negara Lain
 * Afrika Selatan (Thabo Mbeki): Menolak konsensus ilmiah bahwa AIDS disebabkan oleh virus HIV serta menolak tawaran obat gratis, yang berujung pada kematian sekitar 330.000 orang akibat kebijakan tersebut.
 * Zimbabwe (Robert Mugabe): Menyita lahan pertanian warga kulit putih tanpa mendengarkan saran UNDP untuk memberikan pelatihan serta dana bantuan kepada warga penerima, yang berujung pada gagal panen massal dan krisis ekonomi parah.
Dari berbagai catatan sejarah di atas, terlihat jelas bahwa mengabaikan sains, data empiris, serta keahlian para pakar demi ambisi politik semata selalu membawa malapetaka bagi kesejahteraan sebuah bangsa.
Menurut Anda, dari sekian banyak kisah kepemimpinan di atas, kasus mana yang dampaknya paling mengerikan bagi rakyatnya? 

Kurator: Awikid

Jumat, 18 September 2026

Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un, Rais JATMA Aswaja Kota Bogor KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan Tutup Usia

Kompassantri, KOTA BOGOR – Kabar duka menyelimuti masyarakat Kota Bogor. Ulama kharismatik sekaligus Rais Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah (JATMA Aswaja) Kota Bogor, KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan, wafat pada Sabtu dini hari, 19 September 2026, pukul 01.20 WIB, dalam usia 58 tahun. Almarhum mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif di ruang ICU Rumah Sakit PMI Kota Bogor.

Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, para santri, jamaah, Muhibbin, serta warga Nahdliyin Kota Bogor. Sosoknya dikenal sebagai ulama yang istiqamah dalam berdakwah, membina umat, dan mengembangkan pendidikan pesantren.

Ketua JATMA Aswaja Kota Bogor, KH. Ahmad Abdul Wafa Dipamenggala, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan. Menurutnya, almarhum merupakan ulama yang memiliki dedikasi tinggi dalam membimbing umat dan menguatkan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

“Beliau adalah sosok guru, pembimbing, sekaligus teladan bagi kami semua. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujarnya.

KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan merupakan salah satu tokoh ulama yang memiliki kedudukan penting di tengah masyarakat Kota Bogor. Beliau adalah cicit ulama besar Bogor yang sangat masyhur, KH. Tubagus Muhammad Falak atau yang dikenal dengan Mama Falak Pagentongan, melalui garis keturunan KH. Tubagus Zaini Dahlan Thahir Falak. Silsilah keluarganya juga memiliki keterhubungan dengan Kesultanan Banten.

Selain mengasuh dan membina kegiatan pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Al-Falak Pagentongan, beliau juga memimpin yayasan yang menaungi berbagai aktivitas pendidikan dan dakwah pesantren tersebut.

Dalam bidang tasawuf dan tarekat, almarhum dikenal sebagai Wakil Syeikh Fadhil Al-Jailani serta pimpinan Markaz Al-Jailani Jawa Barat. Beliau juga merupakan seorang mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) yang membimbing banyak jamaah dalam memperkuat spiritualitas dan akhlak.

Almarhum juga sebagai Mustasyar PCNU Kota Bogor, almarhum aktif memberikan nasihat, arahan, serta dukungan terhadap berbagai program keumatan yang dijalankan Nahdlatul Ulama di Kota Bogor.

Sekretaris JATMA Aswaja Kota Bogor, H. Dudi Hermawan, ST, turut menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum agar memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Kami mewakili jajaran Pengurus JATMA Aswaja Kota Bogor menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan. Kami juga telah mengirimkan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat, maghfirah, dan rida-Nya kepada beliau. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini,” pungkasnya.

Wafatnya KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan menjadi kehilangan besar bagi dunia pesantren, tarekat, dan masyarakat Kota Bogor. Jejak perjuangan, dakwah, serta keteladanan beliau akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

Pewarta: Aba Alwadhiyah

Emma Character Prompt text to image


Cute anime illustration, a beautiful young woman with brown messy bun hair wearing teal headphones, white t-shirt with red text "EMMA", denim short pants, lying relaxed on a teal surfboard with arms behind head, eyes closed smiling, next to her a cute fluffy white cat wearing teal headphones and white t-shirt with red text "MILO" lying in same pose on a smaller surfboard, both floating on crystal clear turquoise pool water with sunlight ripples and sparkles, summer vibes, cozy and peaceful, soft pastel colors, kawaii style, highly detailed anime art, 8k --ar 16:9