Jumat, 02 Oktober 2026

FKUB Kota Bogor Mediasi Akses Rumah Ibadah Saat CFD, Dorong Penguatan Pengaturan Teknis

Kompassantri-online, BOGOR – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bogor memediasi persoalan akses menuju rumah ibadah yang berada di kawasan pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor. Mediasi tersebut melibatkan perwakilan rumah ibadah, Kementerian Agama, serta Pemerintah Kota Bogor.

Pelaksanaan CFD yang berlangsung setiap Minggu pukul 06.00–09.00 WIB beririsan dengan jadwal ibadah pagi sejumlah gereja di kawasan tersebut. Kondisi tersebut menimbulkan sejumlah persoalan di lapangan, mulai dari akses kendaraan, ketersediaan parkir, kebisingan, keberadaan pedagang kaki lima (PKL) dan pengamen, hingga akses bagi jemaat lanjut usia.

Ketua FKUB Kota Bogor, Dr. H. Hasbulloh, S.E., M.A.Ek., mengatakan bahwa CFD dan kegiatan ibadah tidak seharusnya dipertentangkan karena keduanya merupakan aktivitas masyarakat yang sama-sama perlu mendapatkan ruang dan pelayanan yang baik.

“CFD adalah program untuk masyarakat Kota Bogor, sementara umat yang melaksanakan ibadah juga merupakan bagian dari masyarakat Kota Bogor. Karena itu, keduanya harus dapat berjalan bersama dengan baik,” ujar Hasbulloh usai mediasi yang berlangsung di Sekretariat FKUB Kota Bogor, Kamis (1/10/2026).

Salah satu hasil mediasi adalah penguatan akses menuju rumah ibadah selama pelaksanaan CFD. Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) menyiapkan rekayasa lalu lintas, titik akses khusus, serta pengawalan bagi jemaat yang akan melaksanakan ibadah.

Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas DLLAJ Kota Bogor, Ridwan, mengatakan pengaturan tersebut juga memperhatikan kebutuhan jemaat lanjut usia agar dapat mengakses rumah ibadah dengan lebih mudah dan aman.

Selain persoalan akses dan parkir, mediasi juga membahas pengendalian kebisingan, aktivitas PKL, pengamen, serta penggunaan pengeras suara di sekitar rumah ibadah selama CFD berlangsung.

FKUB menegaskan bahwa penyelesaian persoalan tersebut diarahkan pada perbaikan teknis pelaksanaan CFD agar seluruh warga dapat menjalankan aktivitasnya dengan nyaman. 

Adapun usulan pemindahan jadwal CFD dari Minggu ke Sabtu masih berupa aspirasi yang akan diteruskan kepada Pemerintah Kota Bogor untuk dikaji lebih lanjut.

Rabu, 30 September 2026

Puan Kembali Didapuk Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila, Tegaskan Kokohnya NKRI

Kompassantri, Ketua DPR RI Puan Maharani kembali didapuk membacakan naskah Ikrar Hari Kesaktian Pancasila. Pembacaan ikrar ini dilakukan di hadapan Presiden Prabowo Subianto yang bertindak sebagai inspektur upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2026.

Upacara Peringatan Hari kesaktian Pancasila 2026 digelar di Monumen Pancasila Sakti yang terletak di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (1/10/2026). Upacara ini dihadiri oleh jajaran pemerintahan dan pimpinan lembaga Negara.

Bertindak sebagai Perwira Upacara Peringatan Hari kesaktian Pancasila 2026 adalah Kaskogartap I/Jakarta, Brigjen TNI Fitriana Nur Heru Wibawa. Sementara komandan upacara yakni Kolonel Mar Edo Sidharta Halilintar.

Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober ini pun mengusung tema ‘Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur’ untuk tahun 2026. Saat upacara, Puan berdiri berdampingan dengan Ketua MPR RI Ahmad Muzani yang bertugas membacakan naskah Pembukaan UUD 1945, dan Ketua DPR RI Sultan B. Najamudin yang membacakan Teks Pancasila.

Puan membacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila setelah pembacaan Teks Pancasila dan naskah Pembukaan UUD 1945. Puan maju ke atas mimbar upacara saat membacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila.

"Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami yang melakukan upacara ini menyadari sepenuhnya; bahwa sejak diproklamasikan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, pada kenyataannya telah banyak terjadi rongrongan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia," demikian kutipan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila yang dibacakan Puan.

"Bahwa rongrongan tersebut dimungkinkan oleh karena kelengahan, kekurangwaspadaan bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya untuk menumbangkan Pancasila sebagai ideologi negara," lanjut cucu Proklamator RI Bung Karno tersebut.

Sesuai Ikrar Hari Kesaktian Pancasila, Puan menegaskan kokohnya bangsa Indonesia.

"Bahwa semangat kebersamaan yang dilandasi oleh Nilai-Nilai luhur ideologi Pancasila, bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Puan melanjutkan pembacaan Ikrar.

"Maka di hadapan Tuhan Yang Maha Esa, dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," sambungnya.

Setelah pembacaan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila, Puan lalu menandatangani naskah ikrar tertanggal 1 Oktober 2026 itu. Adapun Puan sudah 6 kali berturut-turut membacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila.

Usai upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Puan menemani Presiden Prabowo meresmikan dan meninjau Museum Kesakitan Pancasila yang berada di kawasan Lubang Buaya. Museum yang berdiri sejak tahun 1992 ini baru selesai direvitalisasi total dan berubah nama.

Setelah direvitalisasi, Museum Kesaktian Pancasila menyajikan visual diorama secara berseling antara teknologi multimedia interaktif dan pemaparan narasi tertulis guna memberikan pengalaman edukasi sejarah yang lebih mendalam bagi pengunjung. Masyarakat umum dan wisatawan dapat mulai berkunjung menikmati tampilan baru museum mulai 2 Oktober 2026. 

Dalam memaknai Hari Kesaktian Pancasila tahun 2026, Puan menyebut peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat tanggung jawab seluruh elemen bangsa dalam menghadirkan keadilan. 

“Nilai Pancasila perlu menjadi dasar penentuan prioritas kebijakan, pelayanan kepada warga, serta penyelesaian persoalan yang memengaruhi kehidupan rakyat,” ungkap Puan.

Sama halnya dengan isi Ikrar Hari Kesaktian Pancasila, Puan menyebut seluruh warga Indonesia berkewajiban menjaga nilai-nilai Pancasila demi mengokohkan dan menegakkan NKRI.

"Melalui ikrar ini, kita meneguhkan tanggung jawab untuk menjaga Indonesia sebagai rumah bersama,” jelas perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut.

Menurut Puan, nilai-nilai Pancasila dapat diterjemahkan dengan bagaimana Negara memberikan kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Setiap warga perlu memperoleh jaminan untuk dapat berdaulat, memperoleh perlakuan yang adil, dan kemakmuran di tanah tumpah darahnya,” tutup Puan.

Manisnya Hidup, Ada Pada Perjuangan

بسم الله الرحمن الرحيم
Kalau hari ini hidupmu terasa penuh perjuangan, banyak yang harus diusahakan, banyak yang harus dikorbankan.. Jangan buru-buru merasa hidup ini sedang tidak baik-baik saja.

Sebab dunia memang bukan tempat untuk beristirahat selamanya.

Masa ini adalah masa untuk beramal, berjuang, bersabar, dan berkorban dalam ketaatan kepada Allah.

Bukan berarti kita tidak boleh beristirahat. Bukan pula berarti hidup harus selalu keras dan melelahkan. Namun jangan sampai kenyamanan membuat kita lupa bahwa akhiratlah tempat peristirahatan yang sebenarnya.

Di dunia, kita berjuang untuk Allah. Di akhirat, orang-orang beriman mendapatkan kehidupan yang tidak lagi diiringi kelelahan.

Maka kalau hari ini harus lelah demi kebaikan,
kalau harus menahan diri demi Allah, kalau harus berkorban demi ketaatan.. Jalani.

Karena bisa jadi, justru perjuangan yang terasa berat hari ini adalah bagian dari jalan menuju istirahat yang tidak pernah berakhir🤍

Baarakallaahu fiykum… 🤲🏻✨💫
!Semoga menggambarkan makna tulisan anti — seorang musafir kecil di hamparan gurun yang luas, terus berjalan meski terasa jauh dan melelahkan.

Karena memang seperti itu hakikatnya: dunia adalah tempat menempuh perjalanan, bukan tempat menetap. Lelahnya hari ini, insyaAllah menjadi istirahat abadi di akhirat nanti.

InJourney Hospitality Perkuat Talenta Kuliner, Dorong Keunggulan Hospitality Indonesia ke Panggung Global

Melalui Culinary Catalyst, InJourney Hospitality membangun ekosistem talenta dan standar kuliner untuk memperkuat pengalaman tamu, identitas Indonesia, serta penciptaan nilai bisnis._

*Yogyakarta, 28 September 2026 —* PT Hotel Indonesia Natour (Persero) atau InJourney Hospitality, anak usaha PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, memperkuat transformasi hospitality melalui pengembangan talenta kuliner sebagai bagian dari strategi menciptakan pengalaman yang autentik, bernilai tambah, dan berdaya saing global.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui The Culinary Catalyst Workshop 2026 yang diselenggarakan pada 25–26 September 2026 di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta. Program ini mempertemukan para chef dan profesional Food & Beverage (F&B) terpilih dari berbagai unit hotel InJourney Hospitality untuk membangun community of chefs yang berperan sebagai penggerak standar, inovasi, serta pengembangan kompetensi kuliner di seluruh portofolio perusahaan.

Program ini melibatkan talenta kuliner dari berbagai jenjang hotel dan wilayah, termasuk The Meru Sanur & Bali Beach Hotel, Grand Hotel De Djokja, Grand Inna Medan, Truntum Padang, dan KHAS Parapat. Pendekatan lintas kelas hotel dan wilayah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem talenta yang mampu merepresentasikan keberagaman Indonesia sekaligus menerjemahkannya menjadi pengalaman hospitality yang relevan bagi pasar domestik maupun internasional.

Dalam materi Culinary Catalyst, komunitas chef ini dirancang untuk membawa visi, misi, dan DNA InJourney Hospitality melalui culinary excellence, crafted experience, dan storytelling, sekaligus menjadi role model, change agent, inspiration, dan ambassador standar kuliner di lingkungan InJourney Hospitality.

*Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat,* mengatakan bahwa transformasi hospitality tidak hanya dibangun melalui kualitas produk dan layanan, tetapi juga melalui kekuatan manusia yang berada di balik setiap pengalaman tamu.

“Culinary Catalyst merupakan bagian dari komitmen InJourney Hospitality untuk memberdayakan talenta dan menjadikan manusia sebagai penggerak utama transformasi hospitality. Indonesia memiliki kekayaan kuliner dan biodiversitas yang luar biasa, dan tugas kita adalah memastikan kekayaan tersebut tidak hanya hadir sebagai menu, tetapi berkembang menjadi pengalaman, cerita, serta value proposition yang memiliki daya saing hingga ke panggung global,” ujar Christine.

Menurut Christine, keberagaman kuliner Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan diferensiasi hospitality nasional. Karena itu, pengembangan talenta kuliner perlu dilakukan secara sistematis dengan mempertemukan kreativitas, craftsmanship, pemahaman bisnis, standar keamanan pangan, serta kemampuan mengangkat identitas dan kekayaan lokal.

“Kami ingin chef dan talenta F&B InJourney Hospitality memiliki ruang untuk bereksperimen, berkolaborasi, dan berbagi pengetahuan. Dari hotel bintang lima hingga hotel bintang tiga, setiap unit memiliki kekayaan cerita dan potensi kuliner yang dapat dikembangkan. Ketika talenta tumbuh bersama, standar meningkat, dan kekayaan kuliner Indonesia dapat kita kurasi menjadi pengalaman yang semakin relevan bagi wisatawan dunia,” tambah Christine.

Program Culinary Catalyst dirancang sebagai platform pengembangan kompetensi sekaligus mekanisme knowledge sharing lintas unit. Para Culinary Catalyst tidak hanya dituntut menghasilkan kreasi kuliner, tetapi juga berperan dalam mendesain standar F&B, mengembangkan signature dish, melakukan culinary training, mendukung F&B management audit, melakukan on-site culinary review, serta berkontribusi dalam pengembangan InJourney Hospitality Culinary Academy.

Workshop dua hari tersebut membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari breakfast standard dan menu cycle, F&B cost management, signature menu dan culinary experience, amenities dan welcome drink, food safety and hygiene berbasis HACCP, food waste management, hingga culinary team development dan succession planning.

Selain memperkuat standar, program ini memberikan ruang bagi para chef untuk menampilkan signature dish sebagai bentuk eksplorasi terhadap kekayaan bahan, teknik, tradisi, dan cerita kuliner Indonesia. Pendekatan tersebut menempatkan kuliner bukan sekadar elemen pendukung operasional hotel, melainkan sebagai bagian dari guest experience dan strategic value creation.

Program Culinary Catalyst juga dirancang untuk mencakup representasi talenta dari hotel bintang lima, empat, dan tiga, serta berbagai wilayah Indonesia. Materi workshop menegaskan bahwa komposisi tersebut akan terus dikembangkan untuk merepresentasikan keragaman wilayah, termasuk Sumatra dan kawasan Indonesia Timur.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi InJourney Hospitality dalam memperkuat posisinya sebagai pengelola hotel yang menghadirkan pengalaman keramahtamahan Indonesia melalui kekuatan warisan budaya, destinasi, kekayaan budaya, dan kehangatan masyarakatnya. Dalam konteks tersebut, Culinary Catalyst dikembangkan sebagai penggerak strategis untuk menerjemahkan kekayaan dan keragaman kuliner Indonesia menjadi pengalaman bersantap yang khas, memperkuat identitas setiap destinasi, sekaligus menciptakan nilai tambah bagi bisnis hospitality. Melalui perpaduan antara keterampilan kuliner, penggalian cerita, dan pemahaman terhadap karakter lokal, kuliner ditempatkan sebagai bagian penting dari pengalaman tamu sekaligus sarana untuk memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada masyarakat dunia.

Pengembangan tersebut selanjutnya diarahkan untuk membangun ekosistem talenta kuliner yang terintegrasi di seluruh portofolio InJourney Hospitality. Pengembangan InJourney Hospitality Culinary Book, penugasan Culinary Catalyst ke berbagai unit hotel, serta aspirasi pembentukan Culinary Academy pada 2027 menjadi bagian dari peta jalan pengembangan talenta untuk mempercepat berbagi pengetahuan, memperkuat standar dan kompetensi, serta membangun regenerasi talenta kuliner secara berkelanjutan. Dengan demikian, penguatan keunggulan kuliner tidak berhenti pada penciptaan pengalaman bersantap yang khas, tetapi berkembang menjadi keunggulan komersial dan penciptaan nilai berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran talenta Indonesia dalam membawa kekayaan kuliner Nusantara ke panggung global.