Minggu, 06 September 2026

Kemenpar Angkat Wastra sebagai Daya Tarik Wisata Budaya melalui “Jelajah Indonesia Wastra Nusantara”

Kompassantri, Jakarta, 4 September 2026* - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyelenggarakan pameran wastra bertajuk “Jelajah Indonesia Wastra Nusantara” di Rama Atrium, East Mall Lantai 1, Grand Indonesia, Jakarta, pada 2–6 September 2026.

Pameran selama lima hari tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenpar memperkuat pariwisata berbasis budaya (_cultural tourism_) dan pengalaman (_experience-based tourism_), khususnya dengan mendekatkan kekayaan budaya dan ragam destinasi Indonesia kepada masyarakat urban.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (4/9/2026), mengatakan wastra memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata budaya karena setiap kain membawa identitas, pengetahuan, tradisi, serta cerita dari daerah asalnya.

Melalui pameran ini, Kemenpar mengangkat kekayaan wastra Indonesia, mulai dari batik, tenun, hingga kain ikat, sebagai media penceritaan (_storytelling_) yang menghubungkan masyarakat dengan destinasi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mengenal dan mengunjungi daerah asal wastra sekaligus meningkatkan belanja pariwisata.

“Indonesia memiliki kekayaan wastra yang luar biasa, baik sebagai identitas budaya maupun magnet pariwisata. Kami berharap sinergi ini menempatkan wastra bukan sekadar produk tekstil, melainkan jembatan yang menghubungkan wisatawan dengan keunikan destinasi di berbagai wilayah Indonesia,” kata Ni Made Ayu.

Dalam penyelenggaraannya, Kemenpar berkolaborasi dengan sejumlah mitra strategis lintas sektor. Salah satu kolaborasi dilakukan bersama BCA melalui penyediaan area pameran seluas 112 meter persegi di Rama Atrium. Pameran juga didukung Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) serta BINA.

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Erwita Dianti mengatakan kolaborasi lintas sektor memiliki peran penting dalam memperluas ruang promosi wastra sekaligus memperkenalkan destinasi yang menjadi tempat lahir dan berkembangnya kekayaan budaya tersebut.

“Kerja sama antara Kementerian Pariwisata, BCA, HIPPINDO, dan BINA menjadi bagian penting dalam menghadirkan pameran yang representatif. Melalui dukungan area pameran dari BCA serta jaringan ritel HIPPINDO, kami dapat menyediakan ruang promosi yang lebih luas bagi keindahan wastra Indonesia. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap wastra, tetapi juga menggerakkan wisatawan nusantara untuk mengunjungi destinasi asal kain-kain tersebut,” ujar Erwita.

Untuk memperkuat keterhubungan antara wastra dan pengalaman berwisata, pameran menghadirkan sejumlah pelaku industri pariwisata yang mewakili beragam destinasi, yakni Batik Warisan dari Pekalongan, Jawa Tengah; Lombok Paradise Tour & Travel yang mempromosikan Lombok, Nusa Tenggara Barat; Badan Otorita Borobudur yang mewakili Yogyakarta dan Jawa Tengah; Jabu Bonang yang mempromosikan Danau Toba, Sumatera Utara; Ainon Holidays yang mempromosikan Palembang, Sumatera Selatan; CakraMahira Bespoke Travel yang mempromosikan Jakarta; 8 Island Adventure yang mempromosikan Bali; serta APH Travel & MICE yang mempromosikan Sumatera Barat.

Batik Riana Kesuma serta Batik & Tenun Rolla juga berpartisipasi sebagai perwakilan industri ritel dengan menghadirkan beragam koleksi batik dan tenun khas Indonesia.

Kehadiran pelaku industri pariwisata tersebut memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk tidak hanya mengenal keragaman wastra, tetapi juga memperoleh informasi mengenai destinasi serta pilihan perjalanan wisata budaya ke berbagai daerah di Indonesia.

Sepanjang lima hari penyelenggaraan, pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan interaktif, di antaranya aktivitas membatik bersama perajin, peragaan busana (_fashion show_) yang menampilkan koleksi wastra khas daerah dengan menghadirkan Miss dan Mister Tourism binaan ASPPI, diskusi interaktif bersama pelaku industri pariwisata, kuis, serta sesi penataan gaya (_styling_) wastra.

Selasa, 01 September 2026

Kemenpar Perkuat Pasar India dan Bidik Transaksi Rp58,45 Miliar di ITB India 2026

Kompassantri, Mumbai, 1 September 2026* – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia memperkuat penetrasi pasar India melalui partisipasi dalam Internationale Tourismus-Börse India 2026 (ITB India 2026) yang berlangsung pada 1–3 September 2026 di Jio World Convention Centre, Mumbai.

Partisipasi Indonesia dalam salah satu pameran pariwisata utama di kawasan Asia Selatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pilihan wisatawan India, memperluas eksposur destinasi dan produk pariwisata nasional, serta membuka peluang kemitraan bisnis yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan India ke Indonesia.

Dalam ITB India 2026, Kementerian Pariwisata menargetkan potensi kunjungan sebanyak 6.600 wisatawan dengan potensi transaksi mencapai Rp58,45 miliar melalui pertemuan bisnis ke bisnis (business-to-business/B2B) antara pelaku industri pariwisata Indonesia dan India. Sebanyak 15 mitra pameran (co-exhibitor) turut berpartisipasi dengan membawa beragam destinasi dan produk wisata unggulan Indonesia.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya di Mumbai, Selasa (1/9/2026), mengatakan India merupakan salah satu pasar prioritas pariwisata Indonesia seiring pertumbuhan perjalanan wisata ke luar negeri (outbound) dari negara tersebut.

“India merupakan salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Melalui partisipasi pada ITB India 2026, kami ingin memperluas jaringan bisnis, meningkatkan transaksi industri pariwisata, sekaligus memperkuat citra Wonderful Indonesia sebagai destinasi pilihan bagi wisatawan India,” kata Made.


*India Pasar Strategis*

India menjadi salah satu pasar prioritas Kementerian Pariwisata karena ditopang pertumbuhan kelas menengah, peningkatan daya beli, serta minat masyarakat terhadap perjalanan internasional yang terus berkembang. Kondisi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk menawarkan keragaman destinasi dan pengalaman wisata yang sesuai dengan karakteristik wisatawan India.

ITB India merupakan salah satu pameran pariwisata business-to-business (B2B) utama di kawasan Asia Selatan yang diselenggarakan Messe Berlin India sebagai bagian dari jaringan ITB Global Brand. Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, pameran tersebut diikuti sekitar 100 exhibitor, 400 hosted buyers, dan lebih dari 3.000 peserta dari berbagai negara.

Melalui forum tersebut, pelaku industri pariwisata Indonesia berkesempatan bertemu dan membangun jejaring bisnis dengan travel agent, tour operator, corporate buyer, MICE organizer, hingga online travel platform dari India dan kawasan Asia Selatan.

Kehadiran Indonesia di ITB India 2026 juga mencerminkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perwakilan Indonesia di luar negeri dalam memperkuat promosi pariwisata nasional di pasar internasional. Paviliun Wonderful Indonesia seluas 81 meter persegi merupakan kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, yang bersama-sama menghadirkan dan mempromosikan beragam potensi destinasi serta produk pariwisata Indonesia kepada pasar India.

Paviliun Wonderful Indonesia secara resmi dibuka oleh perwakilan Kementerian Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, serta Konsul Jenderal Republik Indonesia di Mumbai, Bapak Edy Wardoyo. Pada kesempatan yang sama, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Mumbai juga hadir dalam Opening Ceremony & Lamp Lighting Ceremony ITB India 2026 sebagai representasi Indonesia. Kehadiran tersebut mencerminkan dukungan diplomasi Indonesia dalam memperkuat jejaring dan kerja sama sekaligus memperluas promosi pariwisata Indonesia di pasar India.

Paviliun Wonderful Indonesia menempati lokasi strategis di depan pintu masuk area pameran sehingga memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku industri pariwisata nasional untuk memperkenalkan destinasi dan produk wisata kepada para buyer internasional.

Sebanyak 15 co-exhibitor mempromosikan beragam destinasi Indonesia, mulai dari Jakarta, Bali, Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, Batam-Bintan, Raja Ampat, Borneo, Lombok, Flores, Bunaken, Tanjung Puting, hingga berbagai destinasi Beyond Bali lainnya.

Mitra yang berpartisipasi terdiri atas destination management company (DMC), tour operator, hotel berbintang, serta pengelola atraksi wisata, yakni Abindo Holidays DMC, KCBJ Tours, LH Travels, Luxury Bali Tours & Travel DMC, Pacto DMC, Pramana Experience, Tria Uma DMC, Varatrip, Jakarta Aquarium & Taman Safari, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Sari Pacific Jakarta, Autograph Collection, Ina Leisure DMC, Lisa Tours & Travel, DoubleTree by Hilton Jakarta Kemayoran, dan Nuansa Mandiri Tour.

Para co-exhibitor menawarkan beragam produk perjalanan, antara lain wisata leisure, honeymoon, family vacation, luxury travel, MICE, hingga wellness tourism yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan wisatawan India.

Partisipasi Indonesia dalam ITB India 2026 tidak hanya difokuskan pada promosi destinasi dan produk pariwisata, tetapi juga diperluas melalui promosi atraksi, event, serta penguatan konektivitas dan kemudahan perjalanan bagi wisatawan India. Promosi event menjadi salah satu strategi untuk menciptakan daya tarik tambahan sekaligus memperluas amplifikasi promosi pariwisata Indonesia, mengingat penyelenggaraan event berskala internasional memiliki potensi untuk meningkatkan eksposur destinasi, mendorong pergerakan wisatawan, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi sektor pariwisata. Salah satu event yang diperkenalkan dalam kesempatan tersebut adalah konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta.

Dari sisi konektivitas, Indonesia juga memperkenalkan berbagai inisiatif yang memberikan nilai tambah bagi wisatawan, salah satunya melalui program Garuda Indonesia yang memberikan kemudahan penerbangan domestik bagi wisatawan untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi di Indonesia. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing Indonesia sebagai destinasi pilihan di pasar India dengan menawarkan tidak hanya keragaman destinasi dan pengalaman wisata, tetapi juga kemudahan akses dan pilihan perjalanan yang lebih luas.

Selain aspek promosi dan konektivitas, partisipasi Indonesia dalam ITB India 2026 turut didukung oleh kehadiran Direktorat Jenderal Imigrasi melalui meja informasi keimigrasian. Kehadiran tersebut menyediakan akses informasi terkait ketentuan dan layanan keimigrasian bagi wisatawan mancanegara maupun pemangku kepentingan industri, sekaligus mendukung terciptanya pengalaman perjalanan yang lebih mudah dan informatif bagi wisatawan yang berkunjung ke Indonesia.

*Sales Mission Pune*

Upaya memperluas pasar India tidak berhenti pada ITB India 2026. Kementerian Pariwisata akan melanjutkan rangkaian kegiatan dengan menyelenggarakan Sales Mission Pune pada 4 September 2026 sebagai bagian dari strategi menjangkau pasar potensial di luar kota-kota utama seperti Mumbai, New Delhi, dan Bengaluru.

Kombinasi antara keikutsertaan dalam pameran internasional dan pertemuan bisnis melalui sales mission diharapkan memperluas jejaring antara industri pariwisata kedua negara, membuka peluang transaksi, serta meningkatkan kontribusi pasar India terhadap kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya Kementerian Pariwisata untuk memperluas manfaat ekonomi pariwisata melalui peningkatan kunjungan wisatawan berkualitas, sekaligus memperkenalkan semakin banyak destinasi Indonesia kepada pasar internasional.

“Kami percaya bahwa penguatan kerja sama business-to-business menjadi salah satu strategi efektif dalam meningkatkan kunjungan wisatawan berkualitas ke Indonesia. Oleh karena itu, ITB India dan Sales Mission Pune merupakan dua agenda yang saling melengkapi dalam memperluas pasar India,” kata Made.

Hadirkan Warna Baru, Sang Diva Luncurkan EP "Merindu"

Kompassantri-online , Dalam memperingati bulan lahirnya penyanyi legendaris Indonesia, Ruth Sahanaya, kembali menyapa para penggemarnya lewat perilisan EP terbaru bertajuk "Merindu", setelah kurang lebih 8 tahun tidak merilis album solonya, EP ini menjadi babak baru dalam perjalanan musik Ruth Sahanaya dengan menghadirkan eksplorasi genre yang lebih segar tanpa meninggalkan kekuatan vokalnya yang telah menjadi ciri khas sepanjang kariernya. EP "Merindu" berisi enam lagu, terdiri dari dua single yang telah dirilis sebelumnya, "Sebaris Lirik Cinta" dan "Pelangi", serta empat lagu baru yang akan didengarkan publik untuk pertama kalinya: "Pagi", "Aku Tak Sanggup", "Terserah kamu”, dan "Aku Merindu" sebagai lagu utama. Dalam EP ini, Ruth Sahanaya menghadirkan pendekatan musikal yang berbeda dari karya-karyanya sebelumnya. Sejumlah lagu mengusung nuansa city pop yang lembut dan modern, serta lagu berirama dansa bergaya Latin yang catchy. Sebagai pelengkap, EP ini juga menghadirkan satu lagu balad yang telah lama dinantikan oleh para pendengar setianya, menjadi jembatan antara warna musik baru dan identitas musikal Ruth Sahanaya yang selama ini dikenal lewat balada-balada emosional. "Saya ingin EP ini menjadi ruang bagi saya untuk bereksplorasi, mencoba warna-warna musik baru yang belum pernah saya jajaki sebelumnya, tapi tetap dengan cerita dan perasaan yang jujur dari saya," ujar Ruth Sahanaya mengenai proses kreatif di balik "Merindu". Sebagai bagian dari perayaan perilisan EP "Merindu", Ruth Sahanaya turut menghadirkan rilisan fisik terbatas dalam format Vinyl. Selain itu, ia juga akan menyuguhkan rangkaian konten Live Session yang akan ditayangkan secara bertahap melalui kanal YouTube pribadinya. Dengan format ini, Ruth Sahanaya menunjukkan bahwa perjalanan bermusiknya masih terus berkembang, sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu penyanyi terbaik yang kita punya di negeri ini dan masih konsisten menghadirkan karya berkualitas lintas generasi. EP "Merindu" ini akan tersedia di seluruh platform digital streaming musik pada 4 September 2026.

Kemenpar Pacu Pergerakan Wisatawan Nusantara Lewat Gelaran GATF 2026

kompassantri, Jakarta, 31 Agustus 2026* - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung penyelenggaraan Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2026 dalam upaya memperkuat pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dan menjadikan Indonesia sebagai pilihan utama destinasi perjalanan. 

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (1/9/2026), mengatakan GATF 2026 yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan inspirasi perjalanan sekaligus memanfaatkan beragam pilihan tiket dan konektivitas dari Garuda Indonesia, serta paket-paket wisata untuk menjelajahi destinasi di Indonesia.

"Wisatawan nusantara memiliki potensi yang sangat besar. Potensi ini perlu terus dioptimalkan agar semakin banyak masyarakat melakukan perjalanan dan mengenal keragaman destinasi di Indonesia,” kata Ni Made.

Perjalanan wisatawan nusantara memiliki efek berganda karena dapat turut menggerakkan sektor transportasi, akomodasi, kuliner, atraksi wisata, ekonomi kreatif, hingga UMKM di daerah tujuan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perjalanan wisatawan nusantara pada semester I 2026 mencapai 630,41 juta perjalanan atau tumbuh 2,71 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Pertumbuhan tersebut menunjukkan mobilitas masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata di dalam negeri terus meningkat.

“Potensi ini perlu kita perkuat agar semakin banyak masyarakat memilih destinasi di Indonesia. Dengan demikian, manfaat ekonominya juga semakin besar dirasakan masyarakat di daerah,” ujar Ni Made.

Kementerian Pariwisata dalam GATF 2026 menghadirkan _booth_ Wonderful Indonesia dengan tema "Terbang ke Destinasi Impian, DiIndonesiaAja". 

Diisi delapan _seller_ yang telah terkurasi, yakni Selaras Jiwo Journey; PT. Flores Fantastic Tours; Remen Jawi; Tanjung Lesung Resort; Antik Hospitality Service; Sejiva; Explorer.id dan Always Tour & Event Management; masyarakat diharapkan menemukan beragam pilihan perjalanan dan paket wisata untuk mewujudkan rencana liburan di berbagai destinasi Indonesia. 

Made mengatakan, konektivitas yang baik membuka akses menuju berbagai destinasi, sementara kesiapan produk dan layanan pariwisata mendorong pariwisata berkualitas dengan wisatawan yang tinggal lebih lama, kembali berkunjung, serta merekomendasikan pengalamannya kepada orang lain. 

Dalam konteks tersebut, GATF 2026 menjadi salah satu momentum kolaborasi untuk mempertemukan masyarakat dengan beragam pilihan perjalanan sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat menjelajahi destinasi di Indonesia.
 
“Kemudahan konektivitas menjadi salah satu faktor penting agar masyarakat memiliki semakin banyak pilihan untuk mengunjungi berbagai destinasi pariwisata di Indonesia,” kata Ni Made.

Kementerian Pariwisata berkomitmen memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga momentum pertumbuhan pergerakan wisatawan nusantara dan memastikan sektor pariwisata terus memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional serta kesejahteraan masyarakat.

“Harapannya, peningkatan perjalanan wisatawan nusantara tidak hanya membuat semakin banyak masyarakat mengenal Indonesia, tetapi juga meningkatkan perputaran ekonomi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai destinasi,” ujar Made.