Senin, 28 September 2026

Museum Bing Slamet Diresmikan, Adi Bing Slamet Menangis Kenang Kakak yang Tak Sempat Melihat Mimpinya Terwujud

Kompassantri, JAKARTA– Hari yang seharusnya menjadi puncak kebahagiaan keluarga besar Bing Slamet berubah menjadi momen penuh air mata.
Museum Bing Slamet akhirnya resmi berdiri dan dibuka untuk masyarakat di kawasan Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Minggu (27/9/2026). Namun, beberapa hari sebelum peresmian, keluarga besar Bing Slamet kehilangan salah satu sosok penting yang ikut memperjuangkan terwujudnya museum tersebut.

Iwansyah Bing Slamet, kakak kandung Adi Bing Slamet sekaligus anak keenam almarhum Bing Slamet, meninggal dunia beberapa hari sebelum peresmian.

Di hadapan tamu undangan dan para pejabat yang hadir, Adi Bing Slamet tak kuasa menahan tangis saat mengenang sang kakak.

Dengan suara bergetar, Adi mengungkapkan bahwa Museum Bing Slamet merupakan mimpi besar keluarga yang selama ini diperjuangkannya bersama Iwansyah.

“Kami bersyukur pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kebudayaan, telah mewujudkan mimpi keluarga Bing Slamet. Namun, di tengah kebahagiaan kami juga bersedih. Karena beberapa hari lalu kakak saya, Iwansyah Bing Slamet, meninggal,” ujar Adi dalam sambutannya mewakili keluarga besar Bing Slamet.

Tangis Adi pecah ketika menyebut nama sang kakak. Ia kemudian meminta seluruh tamu yang hadir untuk mengirimkan doa bagi almarhum.

“Padahal almarhum paling bersemangat dengan peresmian museum kebanggaan kami ini. Mohon keikhlasan bapak dan ibu yang hadir untuk mendoakan almarhum, agar segala dosanya diampuni dan diterima di sisi Allah SWT,” ucapnya.

Menurut Adi, dirinya dan Iwansyah selama ini bahu-membahu memperjuangkan agar rumah peninggalan sang ayah dapat diabadikan menjadi museum.

Bahkan, menjelang hari peresmian, Iwansyah masih sempat memikirkan bagaimana agar acara tersebut berlangsung meriah.

“Padahal untuk pembukaan, almarhum punya gagasan agar pembukaan lebih semarak. Namun sebelum peresmian, Bang Iwansyah meninggalkan kita semua,” kata Adi sambil sesenggukan.

“Ya Allah, ampunilah dosa kakak saya,” lanjutnya dengan suara lirih.

Adi kemudian mengusap air matanya dengan tisu. Ia berusaha tegar melanjutkan sambutan, meski kepergian sang kakak begitu terasa di hari yang seharusnya menjadi perayaan keluarga.

Namun Adi percaya Iwansyah tetap dapat menyaksikan kebahagiaan keluarga dari tempat terbaiknya.

“Saya yakin almarhum bangga dan bahagia melihat peresmian museum atas nama Papah ini,” kata Adi.

### Mimpi Keluarga yang Akhirnya Terwujud

Pendirian Museum Bing Slamet merupakan mimpi keluarga besar Bing Slamet, khususnya Adi. Gagasan tersebut kemudian disampaikan kepada Kementerian Kebudayaan RI dan mendapat sambutan positif.

Kementerian Kebudayaan kemudian menata rumah peninggalan Bing Slamet menjadi museum dengan tetap mempertahankan sejumlah bagian autentik bangunan.

Museum ini menyimpan berbagai memorabilia Bing Slamet, mulai dari gitar, piringan hitam, pakaian, piagam penghargaan, foto keluarga, surat pribadi hingga poster film.

Lebih dari sekadar tempat menyimpan benda bersejarah, rumah tersebut dahulu merupakan markas kreatif Bing Slamet. Para seniman lintas generasi kerap berkumpul, berdiskusi dan bertukar gagasan di ruang tamu maupun teras rumah.

Kini, rumah tersebut kembali dibuka untuk masyarakat sebagai ruang untuk mengenang perjalanan Bing Slamet sekaligus mengenalkan sosok sang maestro kepada generasi berikutnya.

Ironisnya, ketika mimpi besar itu akhirnya terwujud, salah satu orang yang ikut memperjuangkannya justru telah pergi.

Museum Bing Slamet berdiri sebagai warisan sang maestro. Namun bagi keluarga, museum itu juga akan selalu menjadi pengingat tentang Iwansyah Bing Slamet—sang kakak yang ikut bermimpi, ikut berjuang, tetapi tak sempat menyaksikan hari ketika mimpi itu benar-benar menjadi kenyataan. (SBY)

Wujud Bakti Sosial Meruorah Komodo Labuan Bajo Gelar Aksi Donor Darah


Kompassantri
, LABUAN BAJO, 26 SEPTEMBER 2026* – Dalam rangka menyambut Hari Jadi yang ke-6 sekaligus menegaskan komitmen bakti sosial kepada masyarakat, Meruorah Komodo Labuan Bajo menggelar kegiatan donor darah pada Sabtu (26/9). Bertempat di Ruang Komodo 3, kegiatan yang dimulai pukul 10:00 WITA ini berlangsung dengan hikmat, lancar, dan penuh antusiasme.

Aksi kemanusiaan ini terselenggara berkat kolaborasi bersinergi antara Meruorah Komodo Labuan Bajo dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai Barat, Kodim 1630/Manggarai Barat, serta Lanal Labuan Bajo. Kegiatan ini berhasil mengumpulkan kantong darah dari 49 orang pendonor yang berasal dari anggota TNI AD, TNI AL, serta masyarakat umum.

"Aksi donor darah hari ini bukan sekadar rangkaian perayaan Hari Jadi ke-6 Meruorah Komodo Labuan Bajo, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian dan bakti sosial kami kepada sesama. Kami sangat berterima kasih kepada PMI Manggarai Barat, Kodim 1630 Manggarai barat, Lanal Labuan Bajo, serta seluruh masyarakat yang hadir dan mendonorkan darahnya. Semoga melalui kegiatan sosial ini, kesadaran dan minat masyarakat untuk rutin berdonor darah semakin meningkat. Setiap tetes darah yang disumbangkan tidak hanya bermanfaat besar bagi ketersediaan stok darah di Manggarai Barat, tetapi juga membawa dampak yang sangat positif bagi kesehatan pendonornya sendiri," ujar *Rudy H. Butar Butar, *General Manager Meruorah Komodo Labuan Bajo* ketika menyampaikan apresiasinya atas partisipasi seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya acara ini.

Kegiatan ini menjadi wujud dari bakti sosial Meruorah Labuan Bajo, karena memiliki berbagai manfaat, seperti: 

● *Menjaga Kesehatan Jantung dan Sirkulasi Darah*. Mengurangi kekentalan darah sehingga melancarkan aliran darah dan menurunkan risiko penyakit jantung.   
● *Mendorong Pembaruan Sel Darah*. Merangsang pembentukan sel-sel darah merah baru yang segar sehingga tubuh terasa lebih bugar dan fit.
● *Deteksi Dini Kondisi Kesehatan* . Setiap calon pendonor menjalani pemeriksaan awal (skrining) kesehatan secara gratis. Menyeimbangkan Kadar Zat Besi. Membantu mengontrol dan menurunkan kelebihan zat besi dalam darah agar terhindar dari risiko penyakit organ dalam.   
● *Meningkatkan Kesehatan Mental* . Menumbuhkan rasa kebahagiaan dan kepuasan emosional karena dapat membantu menyelamatkan nyawa orang lain.

Melalui kegiatan ini, Meruorah Komodo Labuan Bajo berharap dapat terus menjadi bagian dari kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Labuan Bajo, tidak hanya di sektor pariwisata dan perhotelan, tetapi juga dalam menggerakkan aksi sosial dan kemanusiaan secara berkelanjutan.

Sabtu, 26 September 2026

Dimana letak kenikmatan Sholat?!


Keliru Mengejar Khusyuk: Mengapa Kita Sering Kehilangan Nikmatnya Salat?

Pernahkah Anda merasa hampa dan tidak pernah merasakan kenikmatan dalam salat, meskipun telah melakukannya bertahun-tahun? Pertanyaan ini sering kali menghantui banyak orang. Kita mungkin bertanya-tanya mengapa kita gagal merasakan ketenangan luar biasa seperti yang dialami oleh orang-orang terdahulu, padahal syariat yang kita pelajari dan jalankan sama persis.

Selama ini, banyak dari kita meyakini bahwa kunci kenikmatan salat terletak pada kekhusyukan—sebuah kondisi di mana kita tidak terpengaruh oleh apapun di luar diri kita saat menghadap Sang Pencipta, seperti halnya Nabi yang salat hingga kakinya bengkak. Namun, terjebak dalam obsesi mencari "letak kenikmatan" ini justru menggiring kita pada kesalahan besar: menjadikan khusyuk sebagai target utama yang wajib dicapai.

Khusyuk Adalah Buah, Bukan Tujuan

Faktanya, ketika kita melaksanakan salat, khusyuk bukanlah tujuan utama (goals), melainkan sebuah pemberian (anugerah) dari Allah ketika kita berhasil terhubung dengan-Nya.

Khusyuk diibaratkan sebagai sebuah pohon. Masih ada buah yang jauh lebih bermakna setelah pohon itu tumbuh, yaitu:

  • Ketenangan jiwa
  • Kelapangan hati
  • Ketundukan dan kerendahan diri

Oleh karena itu, yang seharusnya kita kejar bukanlah khusyuknya, melainkan keterhubungannya.

Kunci Keterhubungan Dimulai dari Pengenalan

Sebuah hubungan yang erat pasti selalu dimulai dari proses saling mengenal. Kita tidak mungkin bisa mengobrol dengan nyaman kepada pasangan, rekan kerja, atau atasan jika kita tidak mengenal mereka.

Bahkan, jika chemistry dan koneksi batin antara dua orang sudah terjalin sangat kuat, mereka bisa berkomunikasi tanpa kata-kata—cukup dengan satu isyarat atau satu tatapan saja. Hubungan yang dalam ini tidak lagi bergantung pada teknik komunikasi, melainkan pada koneksi batin.

Sebuah kalimat mendalam pernah meruntuhkan ego spiritual banyak orang:

"Bagaimana mungkin engkau mencarinya di waktu salat, sementara di luar salat engkau hidup seakan tanpa Dia?"

Salat Bukan Tempat Pertama untuk Mengenal Allah

Selama ini kita keliru mengira bahwa salat adalah satu-satunya tempat untuk memulai pengenalan kepada Allah. Padahal, salat bukanlah tempat pertama untuk mengenal-Nya, melainkan tempat kita memusatkan kesadaran kepada Dzat yang kehadirannya seharusnya sudah kita sadari sejak jauh sebelum tangan mengangkat takbir.

Mulai sekarang, ubahlah cara pandang kita. Kenali Allah bukan hanya di atas sejadah atau saat bersujud saja, tetapi kenali Dia lewat setiap lembar kehidupan sehari-hari:

  • Saat kita merasakan kebahagiaan, sadarilah bahwa di situ ada Allah.
  • Saat kita diliputi kesedihan, di situ pun ada Allah.
  • Bahkan saat kita tak sengaja bertemu dengan seseorang yang menggoreskan luka mendalam, di situ juga ada Allah.

Allah yang kita jumpai di dalam salat adalah Dzat yang sama yang setiap hari memberikan izin atas segala peristiwa dalam hidup kita.

Ketika hati kita sudah benar-benar mengenal Sang Pencipta di luar salat, maka salat tidak lagi sekadar kewajiban ritual di atas sejadah, melainkan sebuah kelanjutan dari kesadaran utuh yang terus hidup sepanjang hari.

Konfercam III MWCNU Bogor Utara Tetapkan Yayan Suryana dan Abdul Jalal Pimpin NU Bogor Utara 2026–2031

Kompassantri, Bogor Utara, Kota Bogor – Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bogor Utara ke-III berhasil menetapkan kepengurusan baru untuk masa khidmat 2026–2031. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor, pengurus ranting, badan otonom, lembaga NU, serta unsur Forkopimcam Bogor Utara (26/9/26) Sabtu.

Pada Konfercam ke-III ini, pimpinan sidang yang terdiri atas Ustadz M. Romli, KH. Khotimi Bahri, dan Ustadz Cecep Jamaludin menetapkan bahwa terdapat lima Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) yang sah dan memiliki hak sebagai peserta konferensi. Dari total delapan ranting yang ada di wilayah Bogor Utara, tiga ranting lainnya masih dalam proses pembentukan.

Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan MWCNU Bogor Utara masa khidmat 2021–2026 diterima oleh seluruh peserta konferensi dan disahkan oleh pimpinan sidang. Dalam laporan tersebut disampaikan berbagai capaian organisasi, termasuk bertambahnya tiga ranting baru selama masa khidmat sebelumnya.

Melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), konferensi menetapkan lima calon AHWA, yaitu KH. Eman Sulaeman, Ustadz Yayan Suryana, Ustadz Tajudin, Ustadz Fuad Abdul Wahab, dan Ustadz Jamaludin.

Berdasarkan hasil Konfercam, Ustadz Yayan Suryana terpilih sebagai Rais Syuriah MWCNU Bogor Utara, sedangkan Ustadz Abdul Jalal terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Bogor Utara masa khidmat 2026–2031.

Dalam sambutannya, Ustadz Abdul Jalal menyampaikan komitmennya untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan peran Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat.

"Kita ingin membangun MWCNU Bogor Utara yang semakin solid dalam organisasi, kuat dalam tradisi keilmuan dan keagamaan, aktif dalam pelayanan sosial, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar di Majelis Ar-Rohmah, Jl. R.M. Sapeha RT 02/RW 04, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Ia menegaskan bahwa tema konferensi, "Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa," harus diwujudkan melalui program kerja yang nyata dan berkelanjutan.

Sementara itu, Rais Syuriah terpilih, Ustadz Yayan Suryana, menegaskan pentingnya sinergi MWCNU Bogor Utara dengan berbagai pihak dalam mengembangkan khidmat organisasi.

"Menjaga marwah berarti menjaga kehormatan, nilai, tradisi, dan identitas Nahdlatul Ulama. Sedangkan memperkaya khidmat berarti terus menghadirkan karya dan pelayanan yang lebih luas bagi umat dan masyarakat," ungkapnya.

Di akhir acara, Ketua PCNU Kota Bogor, Ir. H. Edi Nurokhman, menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus terpilih. Ia berharap kepengurusan baru dapat menjalankan amanah dengan baik serta terus menebarkan manfaat dan maslahat bagi warga Nahdliyin maupun masyarakat luas.

Konfercam III MWCNU Bogor Utara diharapkan menjadi momentum penguatan organisasi dan konsolidasi jam'iyah dalam menghadapi berbagai tantangan di abad kedua Nahdlatul Ulama, sekaligus memperluas pelayanan keagamaan, sosial, dan pemberdayaan umat di wilayah Bogor Utara.

Pewarta: Abdul Mun'im Hasan