Selasa, 25 Agustus 2026

Setahun Curi Motor Jamaah Masjid, 2 Pelaku Curanmor Diciduk

Jamaah Salat Subuh Jadi Sasaran, Komplotan Curanmor Dibekuk
Kompassantri, TANGERANG — Aksi komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang menyasar kendaraan jamaah masjid saat salat Subuh akhirnya terbongkar. Dua pelaku ditangkap Unit Reskrim Polsek Ciledug setelah polisi melakukan penyelidikan berdasarkan rekaman CCTV dan informasi yang beredar di media sosial. Rabu (26/8/2026). 

Kedua pelaku yang diamankan yakni MF (33) yang berperan sebagai joki sekaligus mengawasi situasi dan CW (48) sebagai eksekutor atau pemetik motor.

Mereka ditangkap pada Kamis Pagi (20/8/2026). Penangkapan dilakukan setelah petugas mencurigai dua orang yang mengendarai sepeda motor dengan ciri-ciri sesuai hasil penyelidikan.

Kapolsek Ciledug Kompol Susida Aswita mengatakan, pengungkapan bermula dari maraknya kasus pencurian motor yang menyasar parkiran masjid pada waktu Subuh.

"Kami melakukan pemetaan terhadap ciri-ciri pelaku, kendaraan yang digunakan, waktu operasi hingga lokasi yang menjadi sasaran. Dari rekaman CCTV dan informasi di media sosial, petugas kemudian melakukan patroli dan penyisiran secara rutin," ujar Susida.

Saat itu, petugas melihat dua orang yang gerak-geriknya mencurigakan. Keduanya kemudian dibuntuti hingga masuk ke kawasan Larangan.

Pelaku sempat mendatangi sebuah masjid di Perumahan Larangan Indah. Namun, aksi pencurian tidak terjadi karena jamaah telah membubarkan diri dari area parkiran.

Petugas kemudian melakukan penyergapan. Kedua pelaku berhasil diamankan berikut sepeda motor yang digunakan.

Dari pemeriksaan, polisi menemukan sejumlah alat yang diduga digunakan untuk mencuri kendaraan, antara lain mata kunci, magnet kunci, kunci kontak dan peralatan lainnya.

Polisi juga menyita satu unit Honda Beat, dua handphone, tas, helm, sepatu serta rekaman CCTV sebagai barang bukti.

Dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku mengaku telah melakukan pencurian sepeda motor selama sekitar satu tahun.

Sasarannya bukan hanya parkiran masjid, tetapi juga kawasan perumahan dan kontrakan. Para pelaku biasanya beraksi pada dini hari hingga pagi.

"Dari pemeriksaan sementara, mereka mengaku beraksi sekitar pukul 02.00 sampai 07.00 WIB. Sasarannya antara lain parkiran masjid, perumahan dan kontrakan. Mereka mengaku bisa melakukan pencurian dua sampai tiga kali dalam satu minggu," kata Susida.

Motor hasil curian kemudian dijual kepada seorang penadah di wilayah Karawang, Jawa Barat, dengan harga sekitar Rp3 juta per unit.

Polisi telah melakukan pengembangan ke wilayah Karawang untuk mencari penadah. Namun, penadah yang dituju belum ditemukan karena disebut sudah dua hari tidak pulang ke rumah.

Sementara itu, salah satu tersangka diketahui merupakan residivis kasus serupa dan pernah menjalani hukuman di Lapas Subang pada 2024.

Polisi masih mengembangkan pengakuan kedua tersangka untuk mencocokkan lokasi-lokasi pencurian lainnya, termasuk di wilayah Ciledug, Karang Tengah, Larangan, Pinang, Cipondoh, Neglasari, Cengkareng hingga Pondok Aren.

Plh. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Eko Bagus Riyadi mengatakan pengungkapan ini menjadi bukti bahwa polisi tidak hanya menunggu laporan, tetapi melakukan patroli dan penyelidikan berdasarkan pola kejahatan yang berkembang di masyarakat.

"Kami akan terus kembangkan pengungkapan ini, termasuk mengejar penadah dan kemungkinan adanya pelaku lain. Masyarakat juga kami imbau tetap waspada, khususnya saat memarkir kendaraan pada dini hari, dan segera melapor melalui call center 110 apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan," ujar Eko.

Saat ini kedua pelaku diamankan untuk menjalani proses penyidikan. Polisi juga masih memburu pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.

Kedua pelaku dijerat Pasal 477 KUHP UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman sesuai ketentuan perundang-undangan.

Senin, 24 Agustus 2026

LAZISNU–JPZIS Nurul Iman Salurkan Beasiswa Berprestasi di MI Al-Ikhlas Leuwinanggung

DEPOK* – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang bertepatan dengan Senin, 24 Agustus 2026, LAZISNU Kota Depok bersama JPZIS Nurul Iman menunjukkan kepedulian terhadap dunia pendidikan melalui penyaluran Beasiswa Berprestasi kepada siswa-siswi MI Al-Ikhlas, Leuwinanggung, Tapos, Depok.

Penyerahan beasiswa dilakukan secara simbolis oleh pengurus LAZISNU Kota Depok, Kepala MI Al-Ikhlas, dan Ketua JPZIS Nurul Iman kepada para siswa-siswi berprestasi. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebahagiaan di tengah rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan madrasah.

Ketua JPZIS Nurul Iman LAZISNU Kota Depok, *Chaerul Anwar, S.Pd.*, menyampaikan bahwa program beasiswa ini merupakan bentuk apresiasi kepada para siswa yang menunjukkan prestasi dalam bidang akademik maupun keagamaan.

“Sebagai siswa-siswi, kalian harus rajin belajar agar menjadi anak yang saleh dan salehah. Menuntut ilmu merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim,” ujar Chaerul yang akrab disapa *Pak Ilul* oleh para siswa.

Ia juga mengajak para siswa menjadikan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebagai momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW.

“Peringatan Maulid ini menjadi momentum untuk mencontoh *uswatun hasanah* dari Rasulullah SAW, khususnya dalam ketekunan belajar, akhlak mulia, dan kelembutan hati,” tambahnya.

Beasiswa diberikan kepada siswa-siswi berprestasi dari kelas 1 hingga kelas 6 yang mendapatkan predikat *“Bintang Kelas”*. Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada para siswa dalam kategori Beasiswa Berprestasi Kelas Tahfidz*sebagai bentuk penghargaan atas kesungguhan mereka dalam menghafal Al-Qur’an.

“Kami berharap beasiswa ini dapat menambah semangat belajar siswa-siswi MI Al-Ikhlas. Ini adalah bentuk apresiasi dan bukti bahwa setiap usaha dalam belajar tidaklah sia-sia,” jelas Chaerul.

Sementara itu, *Hj. Nida*, Kepala MI Al-Ikhlas, menyampaikan apresiasi kepada LAZISNU Kota Depok dan JPZIS Nurul Iman atas terselenggaranya program tersebut.

“Kolaborasi ini sangat berarti bagi kami dan menjadi dorongan positif bagi seluruh keluarga besar MI Al-Ikhlas. Semoga amal baik ini, khususnya kepada seluruh donatur dan para munfiq, mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT,” tuturnya.

Program beasiswa ini menjadi bagian dari komitmen LAZISNU Kota Depok dan JPZIS Nurul Iman dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memberikan motivasi kepada generasi muda agar terus berprestasi, mencintai ilmu, dan memiliki akhlak yang baik.

Melalui kolaborasi bersama lembaga pendidikan, LAZISNU Kota Depok berharap gerakan kepedulian terhadap pendidikan dapat terus berkembang sehingga semakin banyak siswa yang mendapatkan dukungan untuk meraih prestasi dan mewujudkan cita-citanya.

*Semoga beasiswa ini menjadi keberkahan bagi para penerima, keluarga, madrasah, serta seluruh donatur dan munfiq yang telah mendukung program pendidikan LAZISNU Kota Depok.*

Kamis, 20 Agustus 2026

Jual Tramadol dan Eximer, Pria di Kosambi Diciduk Polisi, 1.346 Butir Obat Disita

Dagangan 1.346 Butir Obat Keras Berujung Bui
kompassantri, TANGERANG — Polisi mengamankan seorang pria berinisial CF (25) yang diduga menjual obat keras daftar G di kawasan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Dari tangan tersangka, polisi menyita 1.346 butir obat, terdiri dari 920 butir tramadol dan 426 butir eximer. Jumat (21/8/2026). 

Penangkapan dilakukan Tim 1 Opsnal Polsek Benda yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Zainal Arifin, pada Rabu Malam (19/8/2026). 

Plh. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Eko Bagus Riyadi, Menjelaskan bahwa tersangka diamankan setelah polisi memperoleh informasi dari masyarakat terkait dugaan transaksi obat keras di kawasan tersebut. Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan undercover buy sebelum mengamankan tersangka.

“Kami menindaklanjuti informasi masyarakat terkait dugaan peredaran obat keras. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas berhasil mengamankan seorang tersangka berikut barang bukti yang diduga akan diperjualbelikan,” ujar Eko.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut menyita satu unit handphone Samsung A07 warna biru yang diduga digunakan untuk transaksi serta uang tunai Rp511 ribu yang diduga merupakan hasil penjualan.

Berdasarkan pemeriksaan awal, tersangka mengaku mendapatkan obat-obatan tersebut dari seseorang berinisial R alias Ujang, yang saat ini masih dalam pengejaran polisi.

“Kami masih mengembangkan kasus ini untuk mengungkap pemasoknya. Termasuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan atau lokasi lain yang berkaitan dengan peredaran obat keras tersebut,” kata Eko.

Tersangka beserta seluruh barang bukti kini diamankan di Polsek Benda untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Tersangka akan dijerat dengan dugaan tindak pidana praktik kefarmasian tanpa keahlian dan kewenangan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Polwan Goes to School, 810 Siswa SMA 11 Tangerang Dapat Edukasi Lalu Lintas hingga Bahaya Bullying

Kompassantri, Polwan Sambangi SMA 11 Tangerang, Pelajar Diajak Jauhi Bullying dan Kenakalan Remaja
TANGERANG — Jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Metro Tangerang Kota menyambangi SMA Negeri 11 Kota Tangerang dalam kegiatan “Polwan Goes to School”, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka HUT ke-78 Polwan Republik Indonesia tersebut diikuti sekitar 810 siswa dan siswi.

Sejumlah Polwan hadir memberikan edukasi langsung kepada para pelajar, mulai dari keselamatan berlalu lintas, bullying, hingga kenakalan remaja.

Kegiatan dibuka oleh Kompol Ery Murniasih. Selanjutnya, para siswa diberikan materi sekaligus kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan seputar persoalan yang dihadapi remaja saat ini.

“Kami ingin hadir lebih dekat dengan para pelajar. Edukasi sejak dini penting agar mereka memahami bagaimana menjaga keselamatan, menjauhi bullying, serta tidak terjerumus dalam kenakalan remaja yang dapat berdampak pada masa depan mereka,” ujar Kompol Ery dalam kegiatan tersebut.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi sesi tanya jawab interaktif antara Polwan dan para siswa. Suasana berlangsung komunikatif, dengan para pelajar antusias mengikuti kegiatan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian plakat dari senior Polwan kepada Kepala SMA Negeri 11 Kota Tangerang, foto bersama, dan penutupan.

Plh. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Eko Bagus Riyadi, S.H., S.I.K., M.Si. mengatakan, kegiatan Polwan Goes to School menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun komunikasi dengan generasi muda sekaligus melakukan pencegahan sejak dini.

“Pelajar adalah generasi penerus bangsa. Karena itu, kami ingin membangun komunikasi yang dekat dengan mereka, memberikan pemahaman dan mengajak mereka menjadi pelajar yang disiplin, berani menolak bullying, tertib berlalu lintas, serta menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja,” kata Eko.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga sekolah dan kepolisian dapat bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan positif bagi para pelajar.