Selasa, 01 September 2026

Kemenpar Perkuat Pasar India dan Bidik Transaksi Rp58,45 Miliar di ITB India 2026

Kompassantri, Mumbai, 1 September 2026* – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia memperkuat penetrasi pasar India melalui partisipasi dalam Internationale Tourismus-Börse India 2026 (ITB India 2026) yang berlangsung pada 1–3 September 2026 di Jio World Convention Centre, Mumbai.

Partisipasi Indonesia dalam salah satu pameran pariwisata utama di kawasan Asia Selatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pilihan wisatawan India, memperluas eksposur destinasi dan produk pariwisata nasional, serta membuka peluang kemitraan bisnis yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan India ke Indonesia.

Dalam ITB India 2026, Kementerian Pariwisata menargetkan potensi kunjungan sebanyak 6.600 wisatawan dengan potensi transaksi mencapai Rp58,45 miliar melalui pertemuan bisnis ke bisnis (business-to-business/B2B) antara pelaku industri pariwisata Indonesia dan India. Sebanyak 15 mitra pameran (co-exhibitor) turut berpartisipasi dengan membawa beragam destinasi dan produk wisata unggulan Indonesia.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya di Mumbai, Selasa (1/9/2026), mengatakan India merupakan salah satu pasar prioritas pariwisata Indonesia seiring pertumbuhan perjalanan wisata ke luar negeri (outbound) dari negara tersebut.

“India merupakan salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Melalui partisipasi pada ITB India 2026, kami ingin memperluas jaringan bisnis, meningkatkan transaksi industri pariwisata, sekaligus memperkuat citra Wonderful Indonesia sebagai destinasi pilihan bagi wisatawan India,” kata Made.


*India Pasar Strategis*

India menjadi salah satu pasar prioritas Kementerian Pariwisata karena ditopang pertumbuhan kelas menengah, peningkatan daya beli, serta minat masyarakat terhadap perjalanan internasional yang terus berkembang. Kondisi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk menawarkan keragaman destinasi dan pengalaman wisata yang sesuai dengan karakteristik wisatawan India.

ITB India merupakan salah satu pameran pariwisata business-to-business (B2B) utama di kawasan Asia Selatan yang diselenggarakan Messe Berlin India sebagai bagian dari jaringan ITB Global Brand. Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, pameran tersebut diikuti sekitar 100 exhibitor, 400 hosted buyers, dan lebih dari 3.000 peserta dari berbagai negara.

Melalui forum tersebut, pelaku industri pariwisata Indonesia berkesempatan bertemu dan membangun jejaring bisnis dengan travel agent, tour operator, corporate buyer, MICE organizer, hingga online travel platform dari India dan kawasan Asia Selatan.

Kehadiran Indonesia di ITB India 2026 juga mencerminkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perwakilan Indonesia di luar negeri dalam memperkuat promosi pariwisata nasional di pasar internasional. Paviliun Wonderful Indonesia seluas 81 meter persegi merupakan kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, yang bersama-sama menghadirkan dan mempromosikan beragam potensi destinasi serta produk pariwisata Indonesia kepada pasar India.

Paviliun Wonderful Indonesia secara resmi dibuka oleh perwakilan Kementerian Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, serta Konsul Jenderal Republik Indonesia di Mumbai, Bapak Edy Wardoyo. Pada kesempatan yang sama, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Mumbai juga hadir dalam Opening Ceremony & Lamp Lighting Ceremony ITB India 2026 sebagai representasi Indonesia. Kehadiran tersebut mencerminkan dukungan diplomasi Indonesia dalam memperkuat jejaring dan kerja sama sekaligus memperluas promosi pariwisata Indonesia di pasar India.

Paviliun Wonderful Indonesia menempati lokasi strategis di depan pintu masuk area pameran sehingga memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku industri pariwisata nasional untuk memperkenalkan destinasi dan produk wisata kepada para buyer internasional.

Sebanyak 15 co-exhibitor mempromosikan beragam destinasi Indonesia, mulai dari Jakarta, Bali, Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, Batam-Bintan, Raja Ampat, Borneo, Lombok, Flores, Bunaken, Tanjung Puting, hingga berbagai destinasi Beyond Bali lainnya.

Mitra yang berpartisipasi terdiri atas destination management company (DMC), tour operator, hotel berbintang, serta pengelola atraksi wisata, yakni Abindo Holidays DMC, KCBJ Tours, LH Travels, Luxury Bali Tours & Travel DMC, Pacto DMC, Pramana Experience, Tria Uma DMC, Varatrip, Jakarta Aquarium & Taman Safari, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Sari Pacific Jakarta, Autograph Collection, Ina Leisure DMC, Lisa Tours & Travel, DoubleTree by Hilton Jakarta Kemayoran, dan Nuansa Mandiri Tour.

Para co-exhibitor menawarkan beragam produk perjalanan, antara lain wisata leisure, honeymoon, family vacation, luxury travel, MICE, hingga wellness tourism yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan wisatawan India.

Partisipasi Indonesia dalam ITB India 2026 tidak hanya difokuskan pada promosi destinasi dan produk pariwisata, tetapi juga diperluas melalui promosi atraksi, event, serta penguatan konektivitas dan kemudahan perjalanan bagi wisatawan India. Promosi event menjadi salah satu strategi untuk menciptakan daya tarik tambahan sekaligus memperluas amplifikasi promosi pariwisata Indonesia, mengingat penyelenggaraan event berskala internasional memiliki potensi untuk meningkatkan eksposur destinasi, mendorong pergerakan wisatawan, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi sektor pariwisata. Salah satu event yang diperkenalkan dalam kesempatan tersebut adalah konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta.

Dari sisi konektivitas, Indonesia juga memperkenalkan berbagai inisiatif yang memberikan nilai tambah bagi wisatawan, salah satunya melalui program Garuda Indonesia yang memberikan kemudahan penerbangan domestik bagi wisatawan untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi di Indonesia. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing Indonesia sebagai destinasi pilihan di pasar India dengan menawarkan tidak hanya keragaman destinasi dan pengalaman wisata, tetapi juga kemudahan akses dan pilihan perjalanan yang lebih luas.

Selain aspek promosi dan konektivitas, partisipasi Indonesia dalam ITB India 2026 turut didukung oleh kehadiran Direktorat Jenderal Imigrasi melalui meja informasi keimigrasian. Kehadiran tersebut menyediakan akses informasi terkait ketentuan dan layanan keimigrasian bagi wisatawan mancanegara maupun pemangku kepentingan industri, sekaligus mendukung terciptanya pengalaman perjalanan yang lebih mudah dan informatif bagi wisatawan yang berkunjung ke Indonesia.

*Sales Mission Pune*

Upaya memperluas pasar India tidak berhenti pada ITB India 2026. Kementerian Pariwisata akan melanjutkan rangkaian kegiatan dengan menyelenggarakan Sales Mission Pune pada 4 September 2026 sebagai bagian dari strategi menjangkau pasar potensial di luar kota-kota utama seperti Mumbai, New Delhi, dan Bengaluru.

Kombinasi antara keikutsertaan dalam pameran internasional dan pertemuan bisnis melalui sales mission diharapkan memperluas jejaring antara industri pariwisata kedua negara, membuka peluang transaksi, serta meningkatkan kontribusi pasar India terhadap kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya Kementerian Pariwisata untuk memperluas manfaat ekonomi pariwisata melalui peningkatan kunjungan wisatawan berkualitas, sekaligus memperkenalkan semakin banyak destinasi Indonesia kepada pasar internasional.

“Kami percaya bahwa penguatan kerja sama business-to-business menjadi salah satu strategi efektif dalam meningkatkan kunjungan wisatawan berkualitas ke Indonesia. Oleh karena itu, ITB India dan Sales Mission Pune merupakan dua agenda yang saling melengkapi dalam memperluas pasar India,” kata Made.

Hadirkan Warna Baru, Sang Diva Luncurkan EP "Merindu"

Kompassantri-online , Dalam memperingati bulan lahirnya penyanyi legendaris Indonesia, Ruth Sahanaya, kembali menyapa para penggemarnya lewat perilisan EP terbaru bertajuk "Merindu", setelah kurang lebih 8 tahun tidak merilis album solonya, EP ini menjadi babak baru dalam perjalanan musik Ruth Sahanaya dengan menghadirkan eksplorasi genre yang lebih segar tanpa meninggalkan kekuatan vokalnya yang telah menjadi ciri khas sepanjang kariernya. EP "Merindu" berisi enam lagu, terdiri dari dua single yang telah dirilis sebelumnya, "Sebaris Lirik Cinta" dan "Pelangi", serta empat lagu baru yang akan didengarkan publik untuk pertama kalinya: "Pagi", "Aku Tak Sanggup", "Terserah kamu”, dan "Aku Merindu" sebagai lagu utama. Dalam EP ini, Ruth Sahanaya menghadirkan pendekatan musikal yang berbeda dari karya-karyanya sebelumnya. Sejumlah lagu mengusung nuansa city pop yang lembut dan modern, serta lagu berirama dansa bergaya Latin yang catchy. Sebagai pelengkap, EP ini juga menghadirkan satu lagu balad yang telah lama dinantikan oleh para pendengar setianya, menjadi jembatan antara warna musik baru dan identitas musikal Ruth Sahanaya yang selama ini dikenal lewat balada-balada emosional. "Saya ingin EP ini menjadi ruang bagi saya untuk bereksplorasi, mencoba warna-warna musik baru yang belum pernah saya jajaki sebelumnya, tapi tetap dengan cerita dan perasaan yang jujur dari saya," ujar Ruth Sahanaya mengenai proses kreatif di balik "Merindu". Sebagai bagian dari perayaan perilisan EP "Merindu", Ruth Sahanaya turut menghadirkan rilisan fisik terbatas dalam format Vinyl. Selain itu, ia juga akan menyuguhkan rangkaian konten Live Session yang akan ditayangkan secara bertahap melalui kanal YouTube pribadinya. Dengan format ini, Ruth Sahanaya menunjukkan bahwa perjalanan bermusiknya masih terus berkembang, sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu penyanyi terbaik yang kita punya di negeri ini dan masih konsisten menghadirkan karya berkualitas lintas generasi. EP "Merindu" ini akan tersedia di seluruh platform digital streaming musik pada 4 September 2026.

Kemenpar Pacu Pergerakan Wisatawan Nusantara Lewat Gelaran GATF 2026

kompassantri, Jakarta, 31 Agustus 2026* - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung penyelenggaraan Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2026 dalam upaya memperkuat pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dan menjadikan Indonesia sebagai pilihan utama destinasi perjalanan. 

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (1/9/2026), mengatakan GATF 2026 yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan inspirasi perjalanan sekaligus memanfaatkan beragam pilihan tiket dan konektivitas dari Garuda Indonesia, serta paket-paket wisata untuk menjelajahi destinasi di Indonesia.

"Wisatawan nusantara memiliki potensi yang sangat besar. Potensi ini perlu terus dioptimalkan agar semakin banyak masyarakat melakukan perjalanan dan mengenal keragaman destinasi di Indonesia,” kata Ni Made.

Perjalanan wisatawan nusantara memiliki efek berganda karena dapat turut menggerakkan sektor transportasi, akomodasi, kuliner, atraksi wisata, ekonomi kreatif, hingga UMKM di daerah tujuan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perjalanan wisatawan nusantara pada semester I 2026 mencapai 630,41 juta perjalanan atau tumbuh 2,71 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Pertumbuhan tersebut menunjukkan mobilitas masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata di dalam negeri terus meningkat.

“Potensi ini perlu kita perkuat agar semakin banyak masyarakat memilih destinasi di Indonesia. Dengan demikian, manfaat ekonominya juga semakin besar dirasakan masyarakat di daerah,” ujar Ni Made.

Kementerian Pariwisata dalam GATF 2026 menghadirkan _booth_ Wonderful Indonesia dengan tema "Terbang ke Destinasi Impian, DiIndonesiaAja". 

Diisi delapan _seller_ yang telah terkurasi, yakni Selaras Jiwo Journey; PT. Flores Fantastic Tours; Remen Jawi; Tanjung Lesung Resort; Antik Hospitality Service; Sejiva; Explorer.id dan Always Tour & Event Management; masyarakat diharapkan menemukan beragam pilihan perjalanan dan paket wisata untuk mewujudkan rencana liburan di berbagai destinasi Indonesia. 

Made mengatakan, konektivitas yang baik membuka akses menuju berbagai destinasi, sementara kesiapan produk dan layanan pariwisata mendorong pariwisata berkualitas dengan wisatawan yang tinggal lebih lama, kembali berkunjung, serta merekomendasikan pengalamannya kepada orang lain. 

Dalam konteks tersebut, GATF 2026 menjadi salah satu momentum kolaborasi untuk mempertemukan masyarakat dengan beragam pilihan perjalanan sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat menjelajahi destinasi di Indonesia.
 
“Kemudahan konektivitas menjadi salah satu faktor penting agar masyarakat memiliki semakin banyak pilihan untuk mengunjungi berbagai destinasi pariwisata di Indonesia,” kata Ni Made.

Kementerian Pariwisata berkomitmen memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga momentum pertumbuhan pergerakan wisatawan nusantara dan memastikan sektor pariwisata terus memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional serta kesejahteraan masyarakat.

“Harapannya, peningkatan perjalanan wisatawan nusantara tidak hanya membuat semakin banyak masyarakat mengenal Indonesia, tetapi juga meningkatkan perputaran ekonomi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai destinasi,” ujar Made.

Senin, 31 Agustus 2026

DPR Terima 9.205 Aduan Masyarakat dalam Setahun, Puan Sebut Ruang Partisipasi Publik Semakin Diperluas

Kompassantri-online, Ketua DPR RI Puan Maharani mengungkap dewan menerima lebih dari 9.000 aduan masyarakat dalam setahun. Ia pun menegaskan ruang partisipasi publik terhadap kinerja DPR kini semakin diperluas.

Hal tersebut disampaikan Puan dalam Rapat Paripurna Khusus peringatan HUT ke-81 DPR RI yang digelar di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026). Puan memimpin Rapat Paripurna Khusus didampingi Wakil DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, Cucun Ahmad Syamsurizal, dan Sari Yuliati.

Di Rapat Paripurna ini, Puan menyampaikan pidato Laporan Kinerja DPR RI Tahun Sidang 2025-2026 dan HUT ke-81 DPR RI bertajuk ‘DPR RI Berdampak: Wujudkan Daulat Rakyat melalui Parlemen Modern, Demokratis, dan Responsif’.

“Tema ini menegaskan kerja DPR RI yang diarahkan pada hasil dan manfaat nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” kata Puan dalam pidato penyampaian Laporan Kinerja DPR Tahun Sidang 2025-2026 dan HUT ke-81 DPR RI.

Menurut Puan, kerja DPR tersebut diwujudkan melalui pembentukan undang-undang yang responsif terhadap kebutuhan rakyat, pengawalan anggaran negara yang tepat sasaran, pengawasan yang mampu mendorong penyelesaian masalah, diplomasi parlemen yang memperjuangkan kepentingan nasional dan internasional, serta penguatan kelembagaan untuk menjadi parlemen modern, terbuka, dan makin dekat dengan rakyat. 

Dalam fungsi legislasi sepanjang setahun belakangan, Puan mengungkap DPR terus memperkuat transformasi proses legislasi menuju pembentukan undang-undang yang makin terencana, terbuka, partisipatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, evaluasi Prolegnas menghasilkan Perubahan Ketiga Prolegnas Prioritas Tahun 2026 sebanyak 69 Rancangan Undang Undang dan Perubahan Keempat Prolegnas 2025-2029 sebanyak 199 Rancangan Undang Undang. Puan juga mengungkap mengenai penguatan keterlibatan masyarakat dalam kerja-kerja DPR.
 
“Partisipasi publik makin diperluas melalui rapat dengar pendapat, rapat dengar pendapat umum, konsultasi publik, serta penyampaian masukan oleh publik secara digital,” tuturnya.

Lebih lanjut, Puan menyatakan DPR terus memperkuat konstitusionalisasi atau penerapan konstitusi produk hukum dengan menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi dalam penyusunan dan pembahasan berbagai Rancangan Undang Undang. 
 
Sepanjang Tahun Sidang 2025-2026, DPR RI telah menyelesaikan 16 Rancangan Undang-Undang menjadi Undang-Undang. Pada tahun sidang berikutnya, DPR RI disebut akan melanjutkan pembahasan terhadap 14 Rancangan Undang-Undang yang saat ini berada pada tahap Pembicaraan Tingkat I, 19 Rancangan Undang-Undang yang telah ditetapkan sebagai Rancangan Undang-Undang Usul Inisiatif DPR RI.

Kemudian 4 Rancangan Undang-Undang dalam tahap harmonisasi di Badan Legislasi, 27 tujuh Rancangan Undang-Undang dalam tahap penyusunan di Alat Kelengkapan Dewan, dan 8 Ratifikasi Konvensi Internasional.
 
Sementara berkaitan dengan perkara pengujian Undang-Undang terhadap UUD 1945 di Mahkamah Konstitusi (MK), sepanjang Tahun Sidang 2025-2026 terdapat 418 perkara yang disidangkan. Dari jumlah tersebut, ada 3 perkara yang dinyatakan dikabulkan seluruhnya, 32 dinyatakan dikabulkan sebagian, 105 perkara ditolak, 185 perkara dinyatakan tidak dapat diterima, 80 perkara dinyatakan ditarik kembali, 12 dinyatakan gugur; dan 1 perkara dinyatakan MK tidak berwenang untuk memutuskan perkara itu.

“DPR RI memiliki komitmen yang tinggi untuk menghadirkan legislasi yang selaras dengan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang memiliki kepastian hukum, memiliki basis legitimasi yang kuat, mampu menjawab kebutuhan masyarakat, dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional,” ungkap Puan.

Dalam fungsi anggaran, Puan menyatakan DPR terus memastikan bahwa uang rakyat digunakan secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan dan harus memberikan dampak pada kesejahteraan rakyat dan kemajuan pembangunan di berbagai bidang.
 
“Karena APBN adalah wujud kehadiran negara untuk memberikan pelayanan kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, menciptakan lapangan kerja, membangun infrastruktur dan menciptakan jalan bagi rakyat untuk sejahtera,” sebutnya.

Puan pun mengungkap DPR melaksanakan fungsi pengawasan yang diarahkan pada isu-isu strategis yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. 
 
Dalam menjalankan fungsi pengawasan, DPR RI telah membentuk 42 Panitia Kerja Pengawasan, terdiri atas 27 Panja yang masih berjalan, dan 15 Panja yang telah menyelesaikan tugasnya, serta 4 tim pengawas, dan 1 satuan tugas yang dibentuk oleh Pimpinan DPR RI untuk menjalankan tugas pengawasan.
 
Untuk periode Tahun Sidang 2025-2026, DPR RI telah menyelenggarakan sebanyak 1.377 rapat yang rinciannya adalah 332 rapat fungsi legislasi, 309 rapat fungsi anggaran, 736 rapat fungsi pengawasan.
 
“DPR RI juga telah menerima aspirasi masyarakat yang disampaikan secara tertulis, baik secara fisik maupun online melalui website DPR RI,” ujar Puan.
 
Sejak 15 Agustus 2025 hingga 13 Agustus 2026, jumlah total pengaduan masyarakat yang diterima DPR sebanyak 9.205 yang terdiri atas 7.055 pengaduan melalui surat, 2.011 pengaduan melalui website, dan 139 pengaduan melalui alat kelengkapan dewan (AKD).

Menurut Puan, seluruh aspirasi tersebut telah diteruskan kepada AKD untuk ditindaklanjuti melalui rekomendasi kepada Pemerintah.
 
“Fungsi pengawasan DPR RI diarahkan untuk meningkatkan kinerja Pemerintah dalam menyelesaikan urusan-urusan rakyat sehingga hidup rakyat semakin mudah dan sejahtera, kinerja tata kelola pemerintahan dan kinerja pemerintah dalam melaksanakan Undang-Undang,” tambahnya.
 
Selain itu, DPR juga telah melakukan pengajuan, pemberian persetujuan, atau pemberian pertimbangan/konsultasi terhadap calon pimpinan berbagai lembaga negara, duta besar, dan kewarganegaraan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. 

Lalu dalam fungsi diplomasi parlemen, Puan mengatakan peran DPR merupakan bagian penting dalam memperkuat politik luar negeri Indonesia. 

“Melalui forum antarparlemen, DPR RI turut memperjuangkan kepentingan nasional, membangun kepercayaan dan kemitraan internasional, serta memperluas ruang bagi Indonesia untuk memengaruhi agenda global,” ucap Puan.
 
Selama satu tahun, DPR RI melalui BKSAP telah mengikuti 9 forum antarparlemen global, 8 forum antarparlemen regional, dan 63 pertemuan diplomasi bilateral. Dalam berbagai forum tersebut, menurut Puan, DPR RI aktif memperjuangkan berbagai isu strategis. 

“Antara lain pembangunan perdamaian, kelaparan dan malanutrisi, penanggulangan ancaman narkotika, kemerdekaan Palestina, kesetaraan gender, tata kelola artificial intelligence (AI), dan perubahan iklim,” urai Cucu Bung Karno tersebut.

Laporan Kinerja DPR RI Tahun Sidang 2025-2026 secara lengkap akan disampaikan untuk semua kalangan sebagai bentuk pertanggungjawaban DPR RI kepada rakyat.

“Kinerja DPR RI pada Tahun Sidang 2025–2026 tidak cukup dinilai dari banyaknya undang-undang yang dibentuk, jumlah rapat yang dilaksanakan, ataupun besarnya anggaran negara yang dibahas dan disetujui,” jelas Puan.
 
“Ukuran yang lebih penting adalah seberapa jauh seluruh kerja tersebut menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat—memperbaiki kualitas kehidupan rakyat dan kemajuan pembangunan di berbagai bidang,” sambungnya.

Puan juga menyebut kinerja DPR RI sebagai wakil rakyat pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak yang dikerjakan, akan tetapi seberapa berarti hasil kerja DPR RI bagi kehidupan rakyat.
 
“DPR RI juga menyadari bahwa masih terdapat banyak ruang untuk berbenah dan meningkatkan kualitas pelaksanaan fungsi legislasi, anggaran, pengawasan, serta diplomasi parlemen,” kata Puan.
 
Karena itu, Puan memastikan DPR RI terus terbuka terhadap masukan dan kritik dari berbagai kalangan masyarakat. 

“Kritik tidak semestinya dipandang sebagai jarak antara rakyat dan DPR, melainkan sebagai bagian dari hubungan demokratis yang menjaga DPR RI tetap dekat dengan aspirasi dan kenyataan hidup rakyat,” tegasnya.

Puan pun secara seremoni menyerahkan Laporan Kinerja DPR RI Tahun Sidang 2025-2026 kepada Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua DPD RI Sultan Najamudin yang hadir dalam Rapat Paripurna Khusus ini. Laporan kinerja DPR dalam setahun itu juga diserahkan kepada semua fraksi di DPR.