Minggu, 09 Agustus 2026

Unit dan Jaringan ZISNU Sukmajaya Ikut Apresiasi Amil Jenazah

Kompassantri-online, DEPOK** — NU Care–LAZISNU Kota Depok melalui UPZIS Abadijaya–Sukmajaya bersama Jaringan Pengelola ZISNU (JPZIS) Masjid Nurul Iman Abadijaya turut berpartisipasi memberikan bantuan sebagai bentuk apresiasi kepada para amil jenazah di wilayah Sukmajaya.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari inisiatif MWCNU Sukmajaya untuk memberikan perhatian dan apresiasi kepada para amil jenazah yang selama ini aktif membantu masyarakat dalam pelayanan pengurusan jenazah.

Ketua UPZIS Abadijaya–Sukmajaya, Ustadz Ahmad Suryadi, mengatakan partisipasi LAZISNU berawal dari arahan Ketua MWCNU Sukmajaya, Ustadz Ahmad Fachruddin.

> “Berawal dari arahan Ketua MWCNU Sukmajaya, Ustadz Ahmad Fachruddin, LAZISNU berpartisipasi memberikan apresiasi kepada amil jenazah,” kata Ustadz Ahmad Suryadi, Sabtu (8/8/2026).

Ia menjelaskan, setelah mengetahui terdapat empat amil jenazah yang menjadi calon penerima manfaat, pihak UPZIS menyiapkan bantuan sesuai arahan dan kemampuan yang tersedia.

“Karena calon penerima manfaat ada empat amil jenazah, maka kami siapkan sesuai arahan Ketua MWCNU Sukmajaya,” jelasnya.

Menurut Ahmad Suryadi, UPZIS kemudian menghubungi JPZIS binaannya untuk turut berpartisipasi dalam menyiapkan paket sembako. Langkah tersebut dilakukan dengan prinsip gotong royong dan menyesuaikan kemampuan dana yang tersedia di masing-masing JPZIS.

> “Atas arahan tersebut, kami menghubungi binaan JPZIS kami untuk berpartisipasi dan membantu mengisi paket sembako. Prinsipnya, kita jalani bersama sesuai kemampuan dan cadangan dana infak di JPZIS binaan,” ungkapnya.

### JPZIS Turut Bergotong Royong

Perwakilan JPZIS Masjid Nurul Iman Abadijaya, Ustadz Laits Assamarqandi, merespons baik ajakan tersebut. Ia menyampaikan kesiapan JPZIS untuk ikut membantu pengadaan paket sembako bagi para amil jenazah.

> “Siap berpartisipasi, patungan untuk pengadaan paket sembako,” terang Ustadz Laits Assamarqandi 

Partisipasi tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara LAZISNU, UPZIS, dan JPZIS dalam menjalankan fungsi pelayanan sosial di tengah masyarakat.

### LAZISNU Apresiasi Kerja Partisipatoris

Sekretaris NU Care–LAZISNU Kota Depok, Muh. Sodiqul Anwar, mengapresiasi langkah UPZIS Abadijaya–Sukmajaya yang mampu menggerakkan JPZIS binaannya untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Menurut Sodiqul, pola kerja partisipatoris seperti ini dapat menjadi bagian dari proses konsolidasi jaringan ZISNU, khususnya di wilayah Sukmajaya.

“Langkah kerja partisipatoris ini menjadi bagian dari kerja konsolidasi binaan JPZIS di Sukmajaya. Semoga ke depan, jika ada program penyaluran yang merupakan arahan dari pimpinan NU, kita bisa melakukan kerja bersama seperti ini,” ujar Sodiqul.

Ia menambahkan, LAZISNU Kota Depok juga akan terus berupaya mendukung kebutuhan umat melalui dana yang tersedia dan tetap memperhatikan kondisi cadangan dana yang dikelola.

> “Termasuk LAZISNU akan menyubsidi kebutuhan dana umat selama masih ada cadangan,” tandas Sodiqul.

Kegiatan apresiasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bentuk penghargaan kepada para amil jenazah, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan konsolidasi jaringan ZISNU dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Jumat, 07 Agustus 2026

mereka yang korupsi rakyat disuruh efisiensi?!

Kamis, 06 Agustus 2026

Muhammad FA Wibowo Raih Kemenangan Kedua di Italia pada IAME Series Italy Round 5

Kompassantri-online, 06/08/2026, Lonato, Italia – Pembalap muda Indonesia, Muhammad FA Wibowo, kembali mengharumkan nama bangsa setelah meraih gelar juara pada IAME Series Italy Round 5 yang berlangsung di South Garda Karting, Lonato, Italia. Kemenangan ini menjadi gelar kedua Muhammad FA Wibowo di Italia pada musim kompetisi 2026.

Muhammad menunjukkan performa yang konsisten sejak awal akhir pekan balapan. Ia mengawali kompetisi dengan menempati posisi kedua pada sesi kualifikasi dengan catatan waktu 55.202 detik. Tren positif tersebut berlanjut dengan finis P2 pada Heat 1 dan P4 pada Heat 2, yang menempatkannya sebagai salah satu kandidat kuat dalam perebutan gelar juara.

Pada balapan final, Muhammad kembali tampil kompetitif di barisan depan. Memasuki tikungan terakhir sebelum garis finis, ia memanfaatkan peluang dengan melakukan manuver overtake yang bersih dan presisi untuk merebut posisi terdepan, kemudian menyentuh garis finis di posisi pertama (P1).

Keberhasilan ini menjadi bukti konsistensi performa, ketangguhan mental, dan kemampuan Muhammad FA Wibowo dalam bersaing di level internasional. 
Pencapaian tersebut semakin memperkuat kiprahnya sebagai salah satu pembalap muda Indonesia yang mampu meraih prestasi di ajang balap gokart Eropa sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Sabtu, 01 Agustus 2026

Menolak Pangkat demi Prinsip: Kisah Kolonel KKO Bambang Widjanarko

 Kolonel KKO (sekarang Korps Marinir TNI AL) **Bambang Soeprapto Widjanarko** adalah salah satu figur militer ternama yang pernah menjadi ajudan kepercayaan Presiden Soekarno dari tahun 1960 hingga 1967.
Ia dikenal luas atas integritas, prinsip, dan loyalitasnya. Ketika ditawari kenaikan pangkat menjadi jenderal (Laksamana Pertama KKO), ia menolaknya dengan alasan etika profesi, tanggung jawab, serta rasa hormat terhadap institusi dan Presiden yang diabdiinya.
Dalam sejarah militer Indonesia, jabatan dan pangkat sering kali menjadi jembatan menuju kekuasaan. Namun, tidak bagi **Kolonel KKO Bambang Widjanarko**. Sosok prajurit Korps Komando Angkatan Laut (KKO AL—sekarang Korps Marinir) ini mengukir rekam jejak unik: ia memilih menolak kenaikan pangkat demi memegang teguh prinsip dan etika prajurit.
Bagaimana kisah lengkap ajudan setia Presiden Soekarno ini? Simak ulasannya berikut ini.
### Siapa Kolonel KKO Bambang Widjanarko?
Bambang S. Widjanarko adalah salah satu perwira Marinir terbaik pada zamannya. Pada tahun 1960, ia ditunjuk menjadi ajudan Presiden Soekarno. Selama tujuh tahun (1960–1967), ia berada di lingkaran dalam Istana dan menyaksikan langsung berbagai peristiwa bersejarah, mulai dari diplomasi internasional hingga masa-masa krusial pasca-peristiwa G30S 1965.
Sebagai ajudan, tugas Bambang bukan sekadar mengawal fisik Presiden, melainkan juga mengelola jadwal, menjaga kerahasiaan, hingga menjadi jembatan komunikasi antara Bung Karno dan pimpinan militer.
### Alasan Menolak Kenaikan Pangkat
Kisah penolakan kenaikan pangkat oleh Bambang Widjanarko menjadi salah satu cerita teladan yang terus dikenang di lingkungan militer. Ada beberapa alasan kuat di balik keputusan langkanya tersebut:
 1. **Rasa Tanggung Jawab atas Tugas**: Bambang merasa bahwa tugas dan amanahnya saat itu adalah melayani sebagai ajudan Presiden. Menurutnya, penerimaan pangkat jenderal/laksamana akan mengubah fokus dan hierarki tugas yang sedang dijalaninya.
 2. **Integritas dan Etika Jabatan**: Ia tidak ingin kenaikan pangkatnya terkesan sebagai "fasilitas" atau politisasi akibat kedekatannya dengan pimpinan negara, melainkan harus murni berdasarkan jalur pembinaan karier militer yang objektif di tubuh KKO AL.
 3. **Loyalitas pada Korps**: Bambang sangat menghormati garis komando di institusinya (KKO AL). Ia enggan mendahului para seniornya hanya karena posisi strategisnya di Istana Presiden.
### Saksi Kunci Peristiwa Sejarah
Setelah tidak lagi bertugas di Istana pasca-peralihan kekuasaan Orde Baru, kesaksian Bambang Widjanarko menjadi referensi penting dalam memahami situasi di sekitar Bung Karno menjelang dan sesudah peristiwa 1965. Ia kemudian menuangkan rekam jejak dan pengalamannya dalam buku bertajuk *Suatu Kesaksian Tentang Gerakan 30 September* (sering dikenal juga dalam literatur barat sebagai *The Sukarno File*).
### Pelajaran Moral bagi Generasi Muda
Di tengah era di mana jabatan dan popularitas sering kali dikejar dengan berbagai cara, sikap Kolonel KKO Bambang Widjanarko memberikan penawar yang menyejukkan:
 * **Jabatan adalah Amanah, Bukan Hadiah**: Pangkat dan jabatan membawa konsekuensi moral yang besar.
 * **Kerendahan Hati**: Menolak posisi yang lebih tinggi demi menjaga keharmonisan korps dan nilai pribadi adalah bentuk keberanian sejati.
 * **Integritas di Atas Segalanya**: Kesetiaan pada tugas utama lebih bernilai daripada sekadar gelar atau pangkat.
*Bagaimana pendapat Anda mengenai kisah teladan Kolonel KKO Bambang Widjanarko ini? Tuliskan komentar Anda di bawah!*