Jumat, 18 September 2026

Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un, Rais JATMA Aswaja Kota Bogor KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan Tutup Usia

Kompassantri, KOTA BOGOR – Kabar duka menyelimuti masyarakat Kota Bogor. Ulama kharismatik sekaligus Rais Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah (JATMA Aswaja) Kota Bogor, KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan, wafat pada Sabtu dini hari, 19 September 2026, pukul 01.20 WIB, dalam usia 58 tahun. Almarhum mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif di ruang ICU Rumah Sakit PMI Kota Bogor.

Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, para santri, jamaah, Muhibbin, serta warga Nahdliyin Kota Bogor. Sosoknya dikenal sebagai ulama yang istiqamah dalam berdakwah, membina umat, dan mengembangkan pendidikan pesantren.

Ketua JATMA Aswaja Kota Bogor, KH. Ahmad Abdul Wafa Dipamenggala, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan. Menurutnya, almarhum merupakan ulama yang memiliki dedikasi tinggi dalam membimbing umat dan menguatkan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

“Beliau adalah sosok guru, pembimbing, sekaligus teladan bagi kami semua. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujarnya.

KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan merupakan salah satu tokoh ulama yang memiliki kedudukan penting di tengah masyarakat Kota Bogor. Beliau adalah cicit ulama besar Bogor yang sangat masyhur, KH. Tubagus Muhammad Falak atau yang dikenal dengan Mama Falak Pagentongan, melalui garis keturunan KH. Tubagus Zaini Dahlan Thahir Falak. Silsilah keluarganya juga memiliki keterhubungan dengan Kesultanan Banten.

Selain mengasuh dan membina kegiatan pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Al-Falak Pagentongan, beliau juga memimpin yayasan yang menaungi berbagai aktivitas pendidikan dan dakwah pesantren tersebut.

Dalam bidang tasawuf dan tarekat, almarhum dikenal sebagai Wakil Syeikh Fadhil Al-Jailani serta pimpinan Markaz Al-Jailani Jawa Barat. Beliau juga merupakan seorang mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) yang membimbing banyak jamaah dalam memperkuat spiritualitas dan akhlak.

Almarhum juga sebagai Mustasyar PCNU Kota Bogor, almarhum aktif memberikan nasihat, arahan, serta dukungan terhadap berbagai program keumatan yang dijalankan Nahdlatul Ulama di Kota Bogor.

Sekretaris JATMA Aswaja Kota Bogor, H. Dudi Hermawan, ST, turut menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum agar memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Kami mewakili jajaran Pengurus JATMA Aswaja Kota Bogor menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan. Kami juga telah mengirimkan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat, maghfirah, dan rida-Nya kepada beliau. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini,” pungkasnya.

Wafatnya KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan menjadi kehilangan besar bagi dunia pesantren, tarekat, dan masyarakat Kota Bogor. Jejak perjuangan, dakwah, serta keteladanan beliau akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

Pewarta: Aba Alwadhiyah

Emma Character Prompt text to image


Cute anime illustration, a beautiful young woman with brown messy bun hair wearing teal headphones, white t-shirt with red text "EMMA", denim short pants, lying relaxed on a teal surfboard with arms behind head, eyes closed smiling, next to her a cute fluffy white cat wearing teal headphones and white t-shirt with red text "MILO" lying in same pose on a smaller surfboard, both floating on crystal clear turquoise pool water with sunlight ripples and sparkles, summer vibes, cozy and peaceful, soft pastel colors, kawaii style, highly detailed anime art, 8k --ar 16:9

KENAPA HILANG NIKMAT IBADAH


(1). Dzun Nun رحمه الله telah berkata :

"Jasad sakit karena penyakit, dan hati sakit dikarenakan dosa. Maka sebagaimana jasad itu tidak akan dapat utk merasakan lezatnya makan ketika sakit, begitu pula dengan hati, dia tidak akan mampu mengecap nikmatnya ibadah karena berbagai dosa".
(lihat Shifatus Shafwah IV/316) 

https://t.me/belajarsunnahs
https://t.me/komunitassunnah

(2). Wuhaib bin al-Warad رحمه الله ditanya : 

"Apakah orang yang melakukan maksiat itu bisa merasakan nikmatnya beribadah ?" Dia menjawab : "Tidak", begitu pula bagi orang yang di dalam hatinya "TERBESIT" keinginan untuk melakukan maksiat". (Dzammul Hawaa hal 196 oleh Imam Ibnul Jauzi).

(3). Imam Ibnu Taimiyah رحمه الله berkata :

"Kedudukan dzikir bagi hati seperti makanan bagi jasad. Maka sebagaimana jasad tidak dapat merasakan lezatnya makanan tatkala sedang sakit, demikian pula hati tidak akan dapat untuk merasakan nikmatnya berdzikir bersamaan dengan cinta dunia". (Al-Majmu' al-Fataawa IX/312)

(4). Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata :

"Tidaklah seorang hamba yang melakukan sebuah dosa, melainkan akn lenyap darinya sebuah kenikmatan dari Allah Ta'ala sesuai dengan besarnya dosa tersebut. Maka jika dia bertaubat serta kembali kepada Allah, niscaya nikmat tersebut atau yang semisal dengannya akan kembali kepadanya.

Namun apabila dia terus menerus melakukan dosa, niscaya nikmat tersebut tidak akan kembali kepadanya serta dosa-dosa itu akan terus nanti melenyapkan sebuah kenikmatan dari seorang hamba hingga mencabut semua kenikmatan" (Thariiqul Hijratain hal 271)

(5). Imam Abdul Aziz bin Baaz رحمه الله telah ditanya, bagaimana aku bisa mendapatkan manisnya iman ? Maka beliau menjawab :

"Dengan (berusaha) fokus dalam beribadah kepada-Nya, memberikan perhatian terhadap ibadah, menghadirkan hati dalam beribadah, mengingat kebesaran Allah & kebaikan-Nya, mengingat Surga, Neraka dan juga kematian.

Semua ini merupakan sebab-sebab yang bisa mendatangkan manisnya keimanan, mendatangkan kelezatan dalam bermunajat kepada Allah, merasa nikmat saat membaca al-Quran serta berdoa ketika menghadirkan kebesaran Allah. 

Selalu mengingat bahwa dunia ini akan sirna dan sungguh seorang hamba akan mendapatkan sesuai dengan kebaikan ataupun kejelekan yang telah dia lakukan".

✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar


🔸 Silahkan gabung di group WhatsApp MENGAJI MUSLIMAH8 
https://chat.whatsapp.com/Ktxc6kZTWNTJccSMRjQBo8

Kamis, 17 September 2026

Ketua Jatma Kota Bogor Ajak Muhibbin Doakan Kesembuhan Rais Jatma KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan



Kompassantri,KOTA BOGOR – Ketua Jatma Kota Bogor KH. Ahmad Abdul Wafa Dipamenggala, mengajak seluruh warga khususnya Muhibbin Kota Bogor untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi kesembuhan KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan, Rais Jatma Kota Bogor, yang saat ini tengah menjalani perawatan intensif di ruang ICU rumah sakit PMI Kota Bogor , Kamis malam (17/9/2026). 
Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan kepada salah satu ulama kharismatik Kota Bogor yang selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam dakwah, pendidikan, serta pembinaan umat.
“Kami mengajak seluruh Nahdliyin dan masyarakat Kota Bogor untuk mendoakan kesembuhan KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan. Semoga Allah SWT mengangkat penyakit beliau, memberikan kesehatan, kekuatan, dan segera dipulihkan untuk kembali membimbing umat,” ujarnya. 
KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan merupakan salah satu tokoh ulama yang memiliki kedudukan penting di tengah masyarakat Kota Bogor. Beliau adalah cicit dari ulama besar Bogor yang sangat masyhur, KH. Tubagus Muhammad Falak atau yang lebih dikenal dengan Mama Falak Pagentongan, melalui garis keturunan KH. Tubagus Zaini Dahlan Thahir Falak. Silsilah keluarganya juga memiliki keterhubungan dengan Kesultanan Banten.
Selain mengasuh dan membina kegiatan pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Al-Falak Pagentongan, beliau juga memimpin yayasan yang menaungi berbagai aktivitas pendidikan dan dakwah pesantren tersebut.
Dalam bidang tasawuf dan tarekat, KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan dikenal sebagai Wakil Syeikh Fadhil al-Jailani serta pimpinan Markaz Al-Jailani Jawa Barat. Beliau juga merupakan seorang mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) yang membimbing banyak jamaah dalam penguatan spiritual dan akhlak.
Sebagai Mustasyar PCNU Kota Bogor, beliau selama ini aktif memberikan nasihat, arahan, dan dukungan terhadap berbagai program keumatan yang dijalankan Nahdlatul Ulama di Kota Bogor.
Hal yang sama juga diungkapkan Sekjen Jatma Kota Bogor H. Dudi Hermawan, ST. berharap doa dari seluruh masyarakat dapat menjadi wasilah kesembuhan bagi KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan. Malam Jumat yang penuh keberkahan ini menjadi momentum bagi warga dan Muhibbin untuk bermunajat bersama memohon kesehatan dan perlindungan Allah SWT bagi beliau.
“Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan yang sempurna, kesehatan yang berkelanjutan, dan keberkahan umur kepada beliau. Aamiin ya Rabbal ‘alamin,” tutupnya. 

Pewarta: Aba Alwadhiyah