Minggu, 18 Oktober 2026

Kolaborasi InJourney Group Dorong Produk Lokal Menjangkau Pasar Lebih Luas di Ajang Internasional

InJourney Hospitality Perluas Akses Pasar Enam UMKM Binaan melalui Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
Kompassantri, Lombok, Nusa Tenggara Barat –* PT Hotel Indonesia Natour (Persero) atau InJourney Hospitality memperkuat komitmennya dalam mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kolaborasi ekosistem InJourney Group pada penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Inisiatif yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 ini memberikan kesempatan kepada enam brand UMKM binaan InJourney Hospitality untuk memasarkan produk unggulan sekaligus memperluas jangkauan pasar melalui momentum ajang internasional.

Keenam brand tersebut adalah Jacal Co, Savis Tea, Nusantara Jaya Tea & Coffee, Six Scents, Secret Garden, dan Kencana Candle. Keterlibatan UMKM binaan ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif InJourney Group dalam mengoptimalkan penyelenggaraan event internasional tidak hanya sebagai penggerak sektor pariwisata, tetapi juga sebagai katalis pertumbuhan ekonomi lokal dan penguatan kapasitas pelaku usaha.

Selama tiga hari pelaksanaan, lebih dari 60 produk berhasil terjual. Capaian tersebut mencerminkan peluang pemasaran yang dapat dimanfaatkan UMKM melalui akses ke ruang promosi strategis, sekaligus membuka kesempatan untuk memperkenalkan produk lokal kepada khalayak yang lebih luas. Selain mendorong transaksi, partisipasi ini diharapkan dapat memperkuat pengenalan merek dan mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

*Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero), Christine Hutabarat,* menyampaikan bahwa sinergi dalam InJourney Group menjadi salah satu kekuatan untuk menciptakan dampak yang lebih luas dari penyelenggaraan event pariwisata berskala internasional.

“Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi ekosistem pariwisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Melalui kolaborasi InJourney Group, kami mendorong UMKM binaan untuk memanfaatkan akses pasar yang lebih luas, meningkatkan eksposur produk, dan membangun daya saing. Kami ingin pertumbuhan industri pariwisata dapat memberikan nilai tambah yang nyata, tidak hanya bagi sektor usaha pariwisata, tetapi juga bagi pelaku UMKM dan perekonomian daerah,” ujar Christine.

Menurutnya, penguatan UMKM merupakan bagian penting dari pengembangan ekosistem hospitality yang terintegrasi. Keterlibatan pelaku usaha lokal dalam event internasional membuka peluang untuk membangun jejaring bisnis, memahami kebutuhan konsumen, serta meningkatkan kesiapan produk dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Pelaksanaan kegiatan ini juga memperoleh dukungan dari jajaran pimpinan dan entitas dalam InJourney Group. Dukungan tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi lintas entitas dan mendorong keterlibatan UMKM sebagai bagian dari rantai nilai pariwisata Indonesia.

InJourney Hospitality memandang pengembangan UMKM sebagai bagian integral dari upaya membangun industri hospitality dan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan potensi jaringan, kolaborasi ant entitas, serta momentum penyelenggaraan event internasional, perusahaan berupaya memperluas kesempatan bagi UMKM untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan daya saing produk lokal.

InJourney Hospitality akan terus memperkuat sinergi bersama dengan para member InJourney Group dan para pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan UMKM. Upaya ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, memperkuat perekonomian daerah, serta menjadikan produk lokal sebagai bagian penting dari daya tarik dan daya saing pariwisata Indonesia.

Kamis, 15 Oktober 2026

Pilih Mana: Mati karena Asap Karhutla, Tenggelam karena Banjir, atau Antre BBM Sampai Pingsan? Komplet Sudah Penderitaan Rakyat di Negeri Ini!

Kalimantan: Karhutla, Sumsel: ISPA akibat karhutla, Jabar: Kekeringan dan krisis air bersih, NTT: Pengungsi meninggal dunia pascagempa, Papua: Karhutla, Bali: Krisis BBM, Kepri (Batam): Mati listrik total
Sumbar (Padang), Banjir, Aceh: Banjir susulan.
Darurat Bencana di Berbagai Penjuru: Rangkaian Cobaan Melanda Indonesia Sepanjang Oktober 2026
Pendahuluan
Kompassantri, Bulan Oktober 2026 menjadi ujian berat bagi ketahanan nasional Indonesia. Berbagai bencana alam dan krisis infrastruktur terjadi secara serentak di berbagai pulau besar, mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara dan Papua. Rangkaian peristiwa ini memberikan tantangan besar bagi pemerintah dan masyarakat dalam penanggulangan dan pemulihan pascabencana.

Bencana Asap dan Kekeringan di Wilayah Barat
Di pulau SUMATRA, masalah klasik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali memburuk, menyebabkan bencana kabut asap yang parah.
 * Sumatra Selatan: Sekitar 105.972 hektare lahan di provinsi ini terbakar, dengan 254 hektare di antaranya berada di dalam Kota Palembang. Akibatnya, tercatat 6.296 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Palembang dalam rentang waktu 1–12 Oktober 2026.
 * Jambi: Data satelit mendeteksi hotspot yang signifikan di provinsi ini, memperburuk kualitas udara regional.
 * Riau: Kondisi udara di beberapa wilayah memburuk akibat asap kiriman dan titik api lokal.

Sementara itu, di Pulau Jawa, kekeringan panjang melanda Jawa Barat. Krisis air bersih telah terjadi sejak bulan Agustus 2026 dan masih berlangsung hingga Oktober. Sebanyak 276 kecamatan dan 840 desa/kelurahan terdampak, menyulitkan kehidupan sekitar 519.687 warga.

Krisis Infrastruktur dan Banjir di Tengah Bencana Lainnya
Di luar masalah iklim, infrastruktur vital juga mengalami gangguan.
 * Batam (Kepulauan Riau): PLN Batam melaporkan terjadinya mati listrik total (blackout) selama 15 jam lebih. Penyebab yang diduga adalah masuknya hewan liar ke kawasan Gardu Induk PLN Batam, yang memicu gangguan sistem.
 * Sumatra Barat: Kota Padang dihantam banjir akibat hujan deras sejak 10 Oktober. Bencana ini memaksa 672 orang untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
 * Aceh: Beberapa daerah di Aceh, seperti Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah, kembali diterjang banjir susulan sejak awal Oktober. Ribuan warga di daerah terdampak harus kembali mengungsi di tengah upaya pemulihan dari bencana sebelumnya.

Bencana Ganda di Wilayah Timur dan Tengah
Wilayah timur dan tengah Indonesia menghadapi situasi yang lebih kompleks dengan adanya bencana ganda.
 * Papua: Kebakaran hutan dan lahan juga terjadi secara masif di Papua Selatan. Pada tanggal 11 Oktober 2026 saja, terdeteksi hingga 6.702 titik panas hanya dalam satu hari.
 * Nusa Tenggara Timur (NTT): Wilayah ini masih dalam masa pemulihan pascagempa bumi. Namun, kabar duka bertambah dari kamp pengungsian. Sebanyak 108 orang meninggal dunia di pengungsian akibat kondisi pascagempa. Jumlah ini melampaui korban meninggal akibat gempa langsung yang tercatat sebanyak 48 orang.
Krisis Logistik di Daerah Wisata
Di Bali, terjadi krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dipicu oleh faktor alam dan kepanikan masyarakat. Gelombang tinggi menghambat kapal tanker yang membawa distribusi BBM ke pulau tersebut. Di saat yang bersamaan, permintaan BBM melonjak tajam karena masyarakat panik akan terjadinya kelangkaan, memperparah situasi antrean di SPBU.

KESIMPULAN
Rangkaian peristiwa di bulan Oktober 2026 ini menunjukkan betapa rentannya berbagai wilayah di Indonesia terhadap berbagai jenis bencana, baik yang disebabkan oleh alam maupun kelalaian manusia. Diperlukan upaya mitigasi yang lebih kuat, koordinasi tanggap darurat yang efektif, serta peningkatan infrastruktur ketahanan bencana untuk menghadapi cobaan serupa di masa depan.

REFERENSI DATA:
Informasi dalam artikel ini dihimpun dari kompilasi laporan bencana yang disajikan dalam bentuk infografis media sosial tertanggal Oktober 2026:
 * Gambar image_8.png (Data Karhutla Kalimantan, Krisis BBM Bali).
 * Gambar image_9.png (Data Mati Listrik Batam, Banjir Padang).
 * Gambar image_10.png (Data Karhutla & ISPA Palembang, Kekeringan Jawa Barat).
 * Gambar image_11.png (Data Karhutla Papua Selatan, Korban Pengungsi NTT, Banjir Aceh).

Kurator: Awikids

Rabu, 14 Oktober 2026

Puan Dorong Tambahan Pasokan BBM Guna Atasi Kelangkaan di Bali

Kompassantri, Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali yang menyebabkan warga antre hingga berjam-jam di SPBU. Puan pun meminta Pertamina bersama Kementerian terkait menyiapkan intervensi dengan menambah pasokan BBM guna mengatasi kelangkaan tersebut.

“Kesulitan warga memperoleh BBM di sejumlah SPBU di Bali perlu segera diselesaikan melalui penguatan distribusi sampai titik pelayanan. Pemerintah dan Pertamina perlu memastikan adanya tambahan pasokan BBM di Bali,” kata Puan, Rabu (14/10/2026).

Seperti diketahui, kelangkaan BBM di Bali membuat warga harus berburu bensin hingga berjam-jam. Kondisi tersebut terjadi di Denpasar, Badung, Klungkung, Buleleng, hingga Bangli.

Akibat kelangkaan BBM ini, terjadi antrean kendaraan yang mengular hingga 1 kilometer di banyak SPBU di Bali. Bahkan seorang warga perempuan di Badung sampai pingsan karena mengantre di SPBU hingga berjam-jam.

Adapun Pertamina mengungkap kelangkaan BBM tersebut disebabkan salah satunya karena kendala bongkar muat kapal tanker. Pertamina menyatakan akan menyiapkan tambahan pasokan BBM di Bali.

Terkait hal ini, Puan mengingatkan agar tambahan pasokan BBM juga disertai dengan perbaikan sistem distribusi.

“Tambahan pasokan yang tiba juga perlu diikuti kepastian pengiriman ke SPBU, terutama wilayah yang masih mengalami kekosongan BBM dan terjadi antrean panjang,” tutur mantan Menko PMK itu.

Puan pun mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Pertamina memeriksa seluruh tahapan pemulihan. Mulai dari kedatangan kapal, pembongkaran, persediaan terminal, hingga pengiriman kepada penyalur. 

“Pemeriksaan harus memperjelas hambatan yang masih terjadi dan keputusan yang diperlukan untuk mempercepat pelayanan kembali normal,” jelas Puan.

"Warga membutuhkan kepastian BBM dapat diperoleh di tempat pelayanan. Setiap tambahan pasokan perlu segera diterjemahkan menjadi pengiriman yang sesuai kebutuhan dan pemulihan SPBU yang dapat dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Puan menilai Pertamina perlu memetakan kebutuhan berdasarkan jenis BBM dan wilayah pelayanan.

“SPBU yang mengalami kekosongan berulang harus memperoleh perhatian khusus agar pengiriman berikutnya mampu menutup kebutuhan sampai pasokan lanjutan tersedia,” jelas Puan.

Menurut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu, Pemerintah harus menetapkan sasaran pemulihan yang terukur. Puan menyebut ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian Pemerintah dan Pertamina.

“Evaluasi perlu melihat jumlah SPBU yang kembali melayani, lamanya kekosongan, kecukupan pasokan antarjadwal pengiriman, dan perkembangan waktu antrean. Informasi tersebut menjadi dasar penyesuaian operasi setiap hari,” paparnya.

Selama pemulihan berlangsung, Puan meminta Pemerintah menjaga akses energi untuk pelayanan darurat dan kegiatan penting masyarakat melalui mekanisme yang sah. 

“Penanganan harus memperhitungkan kebutuhan fasilitas kesehatan, angkutan umum, dan distribusi kebutuhan pokok sesuai jenis BBM yang digunakan,” ungkap Puan.

Tak hanya itu, Puan menilai pemulihan kelangkaan BBM juga memerlukan pembagian tanggung jawab yang jelas. 

“Pemerintah dan Pertamina perlu mengetahui lokasi yang masih terkendala, pihak yang menanganinya, dan kapan pelayanan diperkirakan membaik,” tegas cucu Bung Karno tersebut.

Di sisi lain, Puan mengingatkan Bali merupakan salah satu daerah pariwisata dengan penopang industri ekonomi kreatif yang berperan besar bagi roda perekonomian Negara.

“Kelangkaan BBM yang tidak segera diatasi dapat berdampak terhadap perekonomian di Bali yang pada akhirnya akan memengaruhi ekonomi kerakyatan dan pembangunan ekonomi Nasional,” ucap Puan.

Puan mengatakan, DPR melalui komisi terkait akan mengawal evaluasi ketahanan pasokan Bali, termasuk kebutuhan cadangan operasional dan alternatif pengiriman ketika jadwal berubah. 

“Perbaikan perlu memastikan gangguan pada satu tahapan dapat diantisipasi sebelum berdampak luas terhadap pelayanan,” pungkasnya.

Single Terbaru aktris Mawar de Jongh

JAKARTA, 14 Oktober 2026 — Penyanyi dan aktris Mawar de Jongh kembali menyapa pendengar musik Tanah Air lewat single terbarunya yang berjudul "Oh Semoga". Dibalut aransemen yang menyentuh, lagu ini membawa pesan mendalam tentang pentingnya hadir secara utuh dan belajar menikmati momen saat ini tanpa terbebani oleh hasil akhir.
"Lagu ini tentang menjadi hopeful, tidak terlalu overthink dengan hasil akhir, dan belajar live in the moment setiap harinya. Kebahagiaan itu tidak selalu harus menunggu masa depan yang sempurna. Hal-hal kecil di sekitar kita pun bisa jadi sumber rasa bahagia," ujar Mawar.
Karya ini digarap oleh trio komposer Iqbal Siregar, Denis Ligia, dan Faishal Muhammad Fasya. Dari sudut pandang para pencipta, lagu "Oh Semoga" dirancang untuk menangkap spektrum emosi yang jujur dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Iqbal Siregar mewakili para komposer menyampaikan bahwa sejak awal pembuatan, mereka ingin menuangkan dinamika emosi yang hangat namun tetap berjarak dari kesan putus asa. Saat mendengarkan hasil eksekusi vokal dari Mawar, mereka merasa nyawa lagu ini tersampaikan dengan amat tepat.
"Mawar kalau nyanyi simple, sederhana, tapi kena banget di hati. Dia bisa menyampaikan suatu lirik tanpa teknik yang berlebihan tapi hasilnya simple dan kena di hati. 'Oh Semoga' ini menggambarkan simplicity yang ingin kita sampaikan," ungkap Iqbal.
Bagi Mawar sendiri, komposisi yang dibuat oleh Iqbal, Denis, dan Faishal ini langsung menyentuh hatinya sejak pertama kali mendengar demo lagu.
"Saat pertama mendengar demonya, rasanya seperti moment of realization. Saya jadi sadar bahwa sering kali kita terlalu fokus mengejar masa depan sampai lupa mengapresiasi hal-hal kecil yang sedang kita jalani hari ini," kenang Mawar.
Daya tarik utama "Oh Semoga" terletak pada makna kata "semoga" yang memiliki banyak tingkatan arti. Meski dibawakan dengan nada yang bernuansa haru, lagu ini jauh dari kesan meratapi keadaan.
Mawar menjelaskan bahwa kata "semoga" dalam lagu ini terasa seperti doa kecil atas hal-hal yang mungkin belum bisa dimiliki atau dikendalikan. Di tengah kesedihan, selalu ada ruang untuk berharap dan bersiap menerima apapun hasilnya.
Salah satu baris lirik yang paling menonjol dalam lagu ini berbunyi:
“Jika tidak keliling dunia apa kau tak apa? Cukup senangkah bila duduk di teras saja, dan menunggu hujan reda”

"Lirik ini mengingatkan kita bahwa kebahagiaan tidak harus selalu datang dari pencapaian besar. Kita boleh punya mimpi besar dan ingin melangkah jauh, tapi kita juga perlu belajar menikmati apa yang ada di depan mata," lanjut Mawar.
Proses workshop hingga rekaman berjalan hangat dan komunikatif. Untuk menyampaikan emosi lagu secara tepat, Mawar memposisikan diri dan meresapi jalan cerita di dalamnya menyeimbangkan rasa sedih, harapan, dan rasa syukur.
Lagu "Oh Semoga" relevan bagi siapa saja yang sedang merasa cemas atau berhadapan dengan ketidakpastian masa depan, seperti saat menghadapi ujian, keputusan karir, atau fase besar dalam hidup.
Mawar berharap single ini bisa menjadi pengingat yang menenangkan: bahwa setelah berupaya maksimal, ada saatnya untuk berserah diri dan menikmati proses.
"Semoga lagu 'Oh Semoga' bisa mengajak kita untuk lebih memaknai carpe diem menikmati dan memaksimalkan hari ini. Bermimpilah setinggi mungkin, tapi jangan lupa untuk berserah diri, baik dalam perjalanan hidup, asmara, maupun impian kita," tutup Mawar.
Single "Oh Semoga" dari Mawar de Jongh sudah dapat didengarkan di seluruh platform musik digital mulai 14 Oktober 2026. Bersamaan dengan perilisan audionya, video visualizer resmi juga sudah dapat disaksikan melalui kanal YouTube Trinity. (Alwi)