Renungan Tazkiyatun Nafs: Makna Nasihat Habib Sholeh Tanggul tentang Hakikat Cinta & Kefanaan
"Cintailah siapapun dan apapun yang engkau sukai, namun engkau pasti akan berpisah dengannya."
— Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid (Habib Sholeh Tanggul)
Pesan bijak dari Habib Sholeh Tanggul ini mengandung ajakan untuk penyadaran jiwa (tazkiyatun nafs). Nasihat ini mengingatkan kita akan hakikat kefanaan dunia serta pentingnya menata keterikatan hati agar tidak berlebihan (zuhud).
Makna dan Tafsir Perkataan
Hakikat Hubungan Duniawi
Setiap bentuk kecintaan di dunia—baik kepada pasangan, anak, harta, jabatan, maupun benda—sifatnya sementara. Perpisahan adalah kepastian mutlak, baik disebabkan oleh perubahan keadaan, hilangnya nikmat, maupun kematian.
Larangan Keterikatan Hati Berlebihan (Al-I'timad 'ala al-Makhluq)
Islam tidak melarang seseorang mencintai pasangan, keluarga, atau keindahan duniawi. Namun, perkataan ini memperingatkan agar hati tidak bergantung secara penuh pada hal-hal fana tersebut, sehingga ketika saat perpisahan tiba, hati tidak runtuh atau kehilangan pegangan.
Menjadikan Allah sebagai Pusat Kecintaan
Satu-satunya Zat yang abadi dan tidak akan pernah berpisah dari hamba-Nya adalah Allah SWT. Oleh karena itu, cinta kepada makhluk idealnya didasari karena Allah (lillāhi ta'ālā), sehingga cinta tersebut tidak berubah menjadi berhala terselubung di dalam hati.
Landasan Hadits Nabi SAW
Perkataan Habib Sholeh Tanggul ini disarikan langsung dari nasihat Malaikat Jibril 'Alaihissalam kepada Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan dalam hadits shahih/hasan:
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ: جَاءَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «يَا مُحَمَّدُ، عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ...»
"Malaikat Jibril mendatangi Nabi SAW lalu berkata: 'Wahai Muhammad, hiduplah sekehendakmu karena sesungguhnya engkau akan mati. Cintailah siapa saja yang engkau sukai, karena sesungguhnya engkau pasti akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah sekehendakmu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan atasnya...'"
(HR. Al-Hakim, Al-Baihaqi, dan At-Thabarani)
Kebenaran Ayat-Ayat Al-Qur'an
Pesan ini sejalan dengan berbagai ayat Al-Qur'an yang menegaskan kefanaan makhluk dan keabadian Allah SWT:
1. QS. Ar-Rahman (55): 26–27
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
"Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Rabb-mu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan."
2. QS. Al-Qasas (28): 88
كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ
"Segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah."
3. QS. Ali 'Imran (3): 185
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
"Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati."
Mutiara Hikmah Para Ulama
Ali bin Abi Thalib RA:
"Keterikatan hati pada dunia hanya akan melahirkan kesedihan yang tak bertepi dan penyesalan yang tak berujung saat sesuatu yang dicintai itu hilang."
Hasan al-Basri:
"Wahai manusia, sesungguhnya engkau hanyalah himpunan hari-hari. Setiap kali satu hari berlalu, maka hilanglah sebagian dari dirimu (dan berkurang pula hal-hal yang engkau cintai di dunia)."
Syekh Ibn Ata'illah as-Sakkandari (Kitab Al-Hikam):
"Janganlah engkau mencintai sesuatu yang kelak akan meninggalkanmu, tetapi cintailah Zat yang tidak pernah meninggalkanmu dan tetap bersamamu di mana pun engkau berada."
Kesimpulan
Nasihat Habib Sholeh Tanggul bukan bertujuan melarang kita untuk mencintai, melainkan mengajari kedewasaan spiritual: mencintai makhluk secukupnya dengan meletakkan cintanya di tangan, sedangkan cinta kepada Allah diletakkan sepenuhnya di dalam hati.
By. Awikid
RSS Feed
Twitter
Juli 29, 2026
awikid
