Kamis, 16 April 2026

Patroli Malam, Tim Patroli Presisi Amankan Dua Pria Bawa Ratusan Pil Tramadol di Kota Tangerang

Diberhentikan Saat Patroli, Dua Pemuda Kedapatan Bawa Obat Keras Siap Edar*

*Gerak-gerik Mencurigakan, Dua Pengendara Diamankan Tim Patroli Presisi dengan Ratusan Pil Terlarang*

Tangerang - Dua pria diamankan polisi saat patroli malam di wilayah Kota Tangerang, Kamis malam (16/4/2026). Keduanya kedapatan membawa ratusan butir obat keras daftar G jenis tramadol dan exsimer yang diduga akan diedarkan.

Penangkapan bermula saat Tim Patroli Presisi Sat Samapta Polres Metro Tangerang Kota melintas di Jalan Windu Karya, tepatnya di samping Lapangan Ahmad Yani. Petugas curiga dengan gerak-gerik dua pengendara sepeda motor yang melintas di lokasi tersebut.

Kendaraan kemudian diberhentikan dan dilakukan pemeriksaan. Hasilnya, petugas menemukan tas selempang yang disembunyikan di balik jaket, berisi ratusan butir obat keras.

“Kami temukan 298 butir tramadol dan 33 butir exsimer dari kedua pelaku. Obat tersebut disimpan dalam tas selempang yang mereka bawa,” ujar Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari dalam keterangannya.

Dua pria yang diamankan masing-masing berinisial IR (28) dan FF (19). Dari hasil pemeriksaan awal, keduanya mengaku baru saja membeli obat-obatan tersebut dari kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Rencananya, obat tersebut akan dijual kembali di wilayah Cisoka, Kabupaten Tangerang, dengan harga sekitar Rp 50.000 per lempeng.

“Ini jelas melanggar hukum karena obat daftar G tidak boleh diperjualbelikan secara bebas tanpa izin dan resep dokter,” tegas Kapolres.

Selain obat-obatan, polisi juga mengamankan dua unit ponsel, dua tas selempang, serta satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku.

Saat ini, kedua pelaku beserta barang bukti telah diserahkan ke Satresnarkoba Polres Metro Tangerang Kota untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut.

Kapolres menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan patroli, khususnya pada malam hari, guna mencegah peredaran obat-obatan terlarang serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah Kota Tangerang.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam peredaran obat-obatan ilegal. Selain berbahaya bagi kesehatan, juga ada konsekuensi hukum yang tegas,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Jaga Jakarta+, yang menekankan peran aktif kepolisian bersama masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Polisi juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan melalui layanan kepolisian 110, agar dapat segera ditindaklanjuti.

Terima Award dari Forum Pers DPR, Puan Sebut Kerja Parlemen Butuh Dikawal Media


Kompassantri-online, Ketua DPR RI Puan Maharani menerima penghargaan dari forum pers DPR, Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP). Puan pun menyebut, kerja-kerja DPR perlu mendapat pengawalan dari media agar sampai ke rakyat.

Acara penganugerahan KWP Awards 2026 digelar di Ruang Pustakaloka, Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Puan menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan untuknya.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Koordinatoriat Wartawan Parlemen atas penyelenggaraan penghargaan ini,” kata Puan.

Adapun Puan mendapat penghargaan sebagai tokoh Pengawal Kebijakan Pro Perempuan. Piagam penghargaan bagi Puan secara simbolis disampaikan oleh Ketua KWP, Ariawan.

Dalam acara bertajuk ‘Mengawal Perjuangan, Mengapresiasi
Dedikasi, Bersama Mewujudkan Indonesia Emas’ itu, Puan menyebut KWP Award harus dilihat bukan hanya sebuah seremoni saja.

“Ini adalah momen penting bagi kita semua untuk me-refleksikan hubungan antara lembaga legislatif dan dunia jurnalisme, sebuah hubungan yang menjadi salah satu kunci kekuatan utama demokrasi Indonesia,” tutur Puan.
 
“Kita tahu bahwa DPR RI tidak bisa bekerja di dalam ruang hampa,” lanjut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Puan mengatakan media merupakan jembatan bagi DPR untuk memperlihatkan kerja-kerja yang dilakukan setiap harinya.

“Dalam setiap rapat dengar pendapat, setiap pembahasan rancangan undang-undang, setiap keputusan yang kami ambil,
semua membutuhkan satu hal yang penting untuk menjadi pertimbangan DPR yaitu aspirasi rakyat,” jelas Puan.

“Dan salah satu sumber penting dari aspirasi rakyat tersebut dapat kami peroleh melalui media yang menjembataninya melalui pemberitaan,” imbuhnya.

Menurut Puan, kerja sama DPR dengan media sangat dibutuhkan demi memastikan perjuangan bagi rakyat dapat diketahui. 
 
“Begitu juga ketika DPR RI sudah melahirkan keputusan, kebijakan, atau saat DPR RI bersuara,
maka kembali ada proses kerjasama antara dunia legislasi dengan dunia jurnalisme,” jelas Puan.

“Karena apa yang dikerjakan DPR-RI perlu diceritakan dengan tepat, jelas dan menjangkau masyarakat luas,” tambah mantan Menko PMK tersebut.

Puan juga meyampaikan peran media bagi DPR. Termasuk peran wartawan yang ada di lapangan sebagai penggerak utama dalam pengumpulan bahan pemberitaan.

“Teman-teman wartawan parlemen bukan hanya menjadi saksi mata dari proses legislasi, melainkan juga menjadi penerjemah antara bahasa kebijakan dan bahasa keseharian rakyat,” terang Puan.

Cucu Bung Karno itu pun menyinggung mengenai kemajuan teknologi yang menjadi salah satu tantangan dalam penyebaran informasi saat ini. Menurut Puan, kehadiran media menjadi penyaring terhadap informasi-informasi yang tidak benar.
 
“Kita juga harus jujur menghadapi tantangan zaman. Di era digital ini, sebuah berita yang akurat tentang kinerja DPR harus bersaing dengan ribuan konten yang diproduksi dalam hitungan detik, termasuk hoaks, informasi yang dipotong dari konteksnya, dan narasi yangdapat mendistorsi fakta,” urainya.
 
“Di dalam kondisi seperti itu, terlihat bahwa wartawan parlemen ada di garis terdepan. Teman-teman yang menentukan apakah rakyat mendapat gambaran utuh atau serpihan yang tidak lengkaptentang kerja-kerja di DPR RI,” lanjut Puan.

Untuk itu, Puan menyatakan terus mendukung kerja-kerja jurnalistik yang dilakukan pers mengingat kualitas jurnalisme bukan hanya soal kecepatan mengabarkan berita. 

“Lebih dari itu, jurnalisme menyangkut kedalaman analisis, ketepatan konteks, dan relevansi informasi dengan kebutuhan rakyat,” ucapnya.

Puan menambahkan, jurnalisme bukan hanya meliput apa yang terjadi. 

“Tetapi yang membantu rakyat memahami mengapa sesuatu terjadi dan apa dampaknya bagi kehidupan mereka,” sebut Puan.

Dalam kesempatan itu, Puan juga mengucapkan terima kasih kepada KWP yang memberikan penghargaan kepada sejumlah anggota fraksi DPR. Setidaknya ada 65 penghargaan yang diberikan dalam KWP Awards 2026. Selain kepada anggota DPR, terdapat juga penghargaan untuk kepala daerah hingga kepala lembaga.

Secara khusus, Puan memberi apresiasi kepada semua wartawan parlemen yang setiap harinya bekerja untuk meliput kerja-kerja DPR.
 
“Terima kasih kepada seluruh wartawan parlemen atas dedikasi dan profesionalisme Anda. Teruslah meliput dengan jujur dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

“Karena demokrasi yang sehat butuh parlemen yang bekerja, dan parlemen yang bekerja butuh media yang mengawal,” sambung Puan.

Sementara itu Ketua Pelaksana KWP Awards 2026, Sopian mengatakan penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi KWP atas kinerja parlemen.

“KWP Awards 2026 telah melewati penilaian obyektif dan dampak nyata parlemen bagi masyarakat,” ungkap Sopian.

Timur Tengah Memanas: Bukan Cuma Iran vs Israel, Kini Aliansi Sunni & Nuklir Pakistan Ikut 'Turun Gunung'?

Eskalasi Geopolitik Timur Tengah: Menuju Konvergensi "Pax Iranica" dan Ancaman "Greater Israel"

 

JAKARTA, Kompassantri.Online – Dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah memasuki fase krusial seiring dengan meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz dan pergeseran aliansi strategis antara kekuatan regional. Diskusi terbaru para analis hubungan internasional menyoroti potensi transformasi konflik dari peperangan asimetris menuju konfrontasi terbuka yang melibatkan aktor-aktor besar, termasuk wacana pembentukan aliansi militer baru yang mulai mengkhawatirkan eksistensi Israel.

Strategi Selat Hormuz dan Perang Asimetris Iran

Analis keamanan, Ridwan Habib, menekankan bahwa Iran telah terbiasa beroperasi di luar kerangka hukum internasional karena merasa tidak lagi mendapatkan perlindungan dari sistem tersebut. Salah satu instrumen strategis yang digunakan Iran adalah weaponization of Hormuz.

Menurut Ridwan, Iran memiliki keunggulan dalam Asymmetric Maritime Warfare. Meski Amerika Serikat memiliki keunggulan dalam Blue Water Warfare, armada mereka cenderung menghindari konfrontasi jarak dekat di wilayah sempit. Iran mengandalkan taktik kapal cepat untuk menjebak kapal perusak (destroyer) lawan. Di sisi lain, terdapat indikasi strategi Amerika Serikat untuk melakukan invasi darat melalui penerjunan pasukan komando ke titik-titik strategis seperti Pulau Har guna memecah konsentrasi pertahanan Iran.

Munculnya "Emerging Sunni Axis"

Kang Irfan Maulana, pengamat Timur Tengah, memaparkan pergeseran narasi yang dilontarkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Dalam sebuah pernyataan publik, Netanyahu memperingatkan dunia akan munculnya ancaman baru yang disebut sebagai "Emerging Sunni Axis".

Israel kini mulai memetakan ancaman yang tidak lagi hanya datang dari Poros Syiah (Iran dan sekutunya), tetapi juga dari negara-negara Sunni utama:

  • Turki: Dianggap sebagai ancaman militer yang sedang membangun kekuatan besar.

  • Pakistan: Memberikan payung perlindungan nuklir bagi Arab Saudi, yang secara teoritis mampu menjangkau seluruh wilayah Israel.

  • Mesir: Meningkatkan kehadiran militer di wilayah Sinai dan membangun konektivitas infrastruktur dengan Arab Saudi.

  • Qatar: Mulai dipandang secara skeptis oleh beberapa faksi politik di Israel sebagai entitas lawan.

Kekhawatiran Israel memuncak pada potensi aliansi "Hexagon" atau fakta pertahanan yang melibatkan kekuatan militer Turki, pendanaan Saudi, dan teknologi nuklir Pakistan.

Pak Iranika vs. Greater Israel

Ketegangan ini mempertemukan dua visi geopolitik yang saling berbenturan:

  1. Greater Israel (Eretz Yisrael Hashlema): Ambisi ekspansi wilayah yang saat ini mulai mendominasi narasi politik domestik Israel, bahkan di kalangan oposisi moderat.

  2. Pax Iranica (Wihdatul Ummah): Konsep tandingan yang diprediksi oleh analis sebagai upaya unifikasi umat Islam di bawah pengaruh koordinasi Iran yang menghubungkan Saudi, Turki, dan Pakistan.

Persatuan strategis ini dianggap sebagai ancaman eksistensial bagi Israel. Jika konvergensi antara kekuatan ekonomi (Saudi), militer (Turki/Mesir), dan nuklir (Pakistan) ini terwujud, para analis memperingatkan bahwa stabilitas kawasan akan berubah secara permanen.

Kesimpulan

Eskalasi di Timur Tengah saat ini bukan sekadar konflik perbatasan, melainkan benturan doktrin jangka panjang. Di satu sisi, Israel berupaya menjaga narasi ancaman tetap hidup untuk kepentingan politik domestik dan perluasan wilayah. Di sisi lain, tekanan blokade ekonomi selama 40 tahun justru telah membentuk Iran menjadi aktor yang memiliki daya tahan tinggi dan kemampuan untuk menggalang solidaritas regional yang lebih luas.


Glosarium (Catatan Kaki)

  • Konvergensi: Keadaan menuju satu titik pertemuan; penyatuan.

  • Strategis: Berhubungan dengan rencana yang matang untuk mencapai tujuan (biasanya militer atau politik).

  • Transformasi: Perubahan rupa (bentuk, sifat, fungsi).

  • Peperangan Asimetris: Perang antara dua pihak yang memiliki kekuatan militer tidak seimbang, biasanya pihak yang lebih lemah menggunakan taktik non-tradisional.

  • Asymmetric Maritime Warfare: Peperangan laut dengan taktik tidak biasa (misal: menggunakan kapal kecil untuk melawan kapal besar).

  • Blue Water Warfare: Peperangan di laut lepas atau samudra yang luas dan dalam.

  • Domestik: Berhubungan dengan dalam negeri.

  • Teoritis: Berdasarkan pada teori (perhitungan di atas kertas), bukan praktik langsung.

  • Konektivitas: Hubungan atau keterhubungan satu sama lain.

  • Skeptis: Sikap ragu-ragu atau kurang percaya.

  • Entitas: Satuan yang berwujud atau memiliki keberadaan nyata (pihak).

  • Ekspansi: Perluasan wilayah atau pengaruh.

  • Unifikasi: Proses penyatuan beberapa unit menjadi satu kesatuan.

  • Eksistensial: Berhubungan dengan keberadaan atau kelangsungan hidup suatu pihak.

  • Eskalasi: Peningkatan atau penambahan intensitas (suhu konflik).

  • Doktrin: Ajaran, prinsip, atau pendirian yang dipegang teguh.

Kurator: Alwi Sahlan

Source: https://youtu.be/8ZxZADyS4is?si=HfCiUXFuGiESyvXF



Poin Utama Analisis:

VariabelDeskripsi Strategis
Kekuatan MaritimIran menggunakan taktik asimetris di wilayah pesisir untuk melawan armada besar AS.
Aliansi BaruPotensi pakta pertahanan antara Pakistan, Saudi, Turki, dan Mesir.
Risiko NuklirPernyataan Pakistan mengenai jangkauan rudal nuklir yang mencakup seluruh Timur Tengah.
Narasi PolitikPergeseran dari solusi dua negara (two-state solution) menuju ambisi Greater Israel.
Tags: Geopolitik, Timur Tengah, Iran, Israel, Selat Hormuz, Perang Dunia 3, Analisis Militer, Islam vs Zionis 


Cek Pos Ronda hingga Ngopi Bareng, Cara Kapolres Tangerang Kota Jaga Kamtibmas

*Ngopi Kamtibmas di Neglasari, Kapolres Tangerang Kota Dengar Langsung Curhat Warga

*Dari Pos Satkamling ke Meja Ngopi, Kapolres Ajak Warga Bareng Jaga Lingkungan*

Tangerang - Suasana sore di kawasan Neglasari, Kota Tangerang, terasa berbeda pada Kamis (16/4/2026). Di tengah aktivitas warga yang mulai beranjak santai, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari hadir langsung menyapa masyarakat lewat kegiatan “Ngopi Kamtibmas”.

Kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Duduk bersama warga, tokoh masyarakat, hingga unsur pemerintah setempat, Kapolres membuka ruang dialog yang hangat dan terbuka. Mulai dari persoalan parkir liar, laporan dugaan kasus, hingga mekanisme pelaporan tindak pidana, semuanya dibahas tanpa sekat.

“Kalau ada persoalan kamtibmas, silakan disampaikan. Kita cari solusi bersama,” ujar Kapolres dalam suasana santai namun penuh makna.

Sebelum kegiatan ngopi, Kapolres juga menyempatkan diri mengecek langsung Pos Satkamling Terpadu di RW 07 Kelurahan Karanganyar. Di sana, ia berdialog dengan petugas ronda dan memberikan imbauan agar kegiatan siskamling terus diaktifkan sebagai garda terdepan menjaga keamanan lingkungan.

Menurutnya, keamanan bukan hanya tugas kepolisian semata, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. “Sinergi ini penting. Polisi tidak bisa bekerja sendiri,” tegasnya.

Dalam sesi tanya jawab, warga pun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai keluhan. Mulai dari kendaraan yang parkir sembarangan hingga pertanyaan soal penanganan kasus hukum. Semua dijawab langsung oleh Kapolres dengan penjelasan yang lugas dan terbuka.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keamanan lingkungan, Kapolres juga menyerahkan bantuan berupa kentongan dan paket sembako kepada perwakilan warga. Bantuan ini diharapkan bisa mendukung aktivitas ronda malam sekaligus mempererat kebersamaan.

Ditutup dengan suasana akrab dan penuh kehangatan. Tak hanya memperkuat komunikasi, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat bisa dirasakan secara nyata.

Melalui pendekatan sederhana seperti ngopi bersama, diharapkan hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat, sehingga situasi kamtibmas di wilayah Kota Tangerang tetap aman, nyaman, dan kondusif.