Tampilkan postingan dengan label ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ramadhan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Maret 2026

Lebih Giat Ibadah di Akhir Ramadhan


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terlihat lebih rajin di akhir Ramadhan lebih dari hari-hari lainnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَجْتَهِدُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِى غَيْرِهِ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim no. 1175)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi contoh dengan memperbanyak ibadahnya saat sepuluh hari terakhir Ramadhan. Untuk maksud tersebut beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai menjauhi istri-istri beliau dari berhubungan intim. Beliau pun tidak lupa mendorong keluarganya dengan membangunkan mereka untuk melakukan ketaatan pada malam sepuluh hari terakhir Ramadhan. ‘Aisyah mengatakan,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau dari berjima’), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174). Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Disunnahkan untuk memperbanyak ibadah di akhir Ramadhan dan disunnahkan pula untuk menghidupkan malam-malamnya dengan ibadah.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 8:71)

Sufyan Ats Tsauri mengatakan, “Aku sangat senang jika memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan untuk bertahajud di malam hari dan giat ibadah pada malam-malam tersebut.” Sufyan pun mengajak keluarga dan anak-anaknya untuk melaksanakan shalat jika mereka mampu. (Latho-if Al Ma’arif, hal. 331)

Senin, 16 Maret 2026

Permintaan Kue Kering Meningkat Jelang Idul Fitri 1447 Hijriah

Pembeli memilih kue kering di salah satu kios Pasar Slipi, Jakarta Barat, Senin (16/3/2026).

Pelaku usaha tersebut menyatakan menjelang lebaran Idul Fitri 2028 kue kering yang dijual dengan harga Rp 89 ribu per kilogramnya tersebut mengalami peningkatan sekitar 30 persen jika dibandingkan tahun lalu. Foto: Dudut Suhendra Putra.

Kamis, 26 Februari 2026

9 Nama Lain Ramadhan, Syahrul Mubarak hingga Syahrul Qur'an

_Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh._
_*9 NAMA RAMADHAN.*_


Bismillahirrahmanirrahim...
Ramadhan bulan yg mulia. Bulan ini juga memiliki beberapa sebutan lain yg arti dan maknanya baik.

1. SYAHR AL-QUR’AN (Bulan Al Qur’an) :
_Karena pada bulan inilah Al Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu kitab-kitab suci yang lain; Zabur, Taurat dan Injil juga diturunkan pada bulan yang sama._

2. SYAHR AL-SHIYAM (Bulan Puasa Wajib) :
Karena hanya Ramadhan merupakan bulan di mana muslim diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh. Dan hanya Ramadhan, satu-satunya nama bulan yg disebut dalam Al Qur’an (QS Al-Baqarah : 185).

3. SYAHR AL-TILAWAH (Bulan Membaca Al Qur’an) :
_Karena pada bulan ini Jibril Alaihi Salam menemui Nabi SAW. untuk melakukan tadarus Al Qur’an bersama Nabi dari awal hingga akhir.

4. SYAHR AL-RAHMAH (Bulan Penuh Rahmat Allah) :
Karena Allah menurunkan aneka rahmat yg tidak dijumpai di luar Ramadhan. Pintu-² kebaikan yg mengantarkan kepada Surga dibuka lebar-lebar.

5. SYAHR AL-NAJAT (Bulan Pembebasan Dari Api Neraka) :
_Allah menjanjikan pengampunan dosa-² & pembebasan diri dari siksa api neraka, bagi yg berpuasa karena iman & semata-mata mengharap ridho-Nya._

6. SYAHR AL-‘IED (Bulan Yg Berakhir Dengan Hari Raya) :
_Ramadhan disambut dengan kegembiraan & diakhiri dengan perayaan Idul Fitri, yg penuh kebahagiaan juga termasuk para fakir miskin._

7. SYAHR AL-JUDD (Bulan Kedermawanan) :
_Karena di bulan ini umat Islam dianjurkan untuk banyak bersedekah, terutama untuk meringankan beban fakir miskin. Nabi SAW memberi keteladanan terbaik sebagai orang yg paling dermawan pada bulan suci Ramadhan.

8 . SYAHR AL-SHABR (Bulan Kesabaran) :
_Karena puasa melatih seseorang untuk bersikap dan berperi-laku sabar, berjiwa besar & tahan ujian.

9. SYAHR ALLAH (Bulan Allah) : 
Karena di dalamnya Allah melipat gandakan, pahala bagi yg berpuasa.

✔️Ramadhan adalah bulan yg sangat sarat makna yg kesemuanya bermuara pada kemenangan,* yaitu kemenangan muslim yg berpuasa dalam melawan hawa nafsu, egoisme, keserakahan & ketidak jujuran.

_*Sebagai bulan jihad,* Ramadhan harus dimaknai dengan menunjukkan prestasi kerja, kesalehan individual maupun sosial. *Barakallahu fikum.

_*Mari bangun sholat tahajjud dan berdoa semoga semua yg di grup ini selamat dunia akhirat nya dan di ampuni segala dosa nya.
Aamin Aamiin yra
🤲🤲🤲🤲

Rabu, 25 Februari 2026

Menengok Dapur Pembuatan Lemang Bambu


Pekerja menyelesaikan proses pembakaran lemang bambu di kawasan Senen, Jakarta Pusat (24/2/2026).

lPelaku usaha lemang meningkatkan produksi hingga 300 buah per hari pada bulan Ramadhan untuk mwmenuhi permintaan sebagI menu alternatif berbuka puasa, lemang tersebut dijual dengan harga Rp20 ribu per buah.


 Foto :Dudut Suhendra Putra.

Selasa, 24 Februari 2026

Tiga Waktu Terkabulnya Doa di Bulan Ramadhan


Ada tiga waktu terkabulnya doa di bulan Ramadhan. Raihlah keutamaan tersebut dengan terus memperbanyak doa.

Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)

Ibnu Katsir rahimahullah menerangkan bahwa masalah ini disebutkan di sela-sela penyebutan hukum puasa. Ini menunjukkan mengenai anjuran memperbanyak do’a ketika bulan itu sempurna, bahkan diperintahkan memperbanyak do’a tersebut di setiap kali berbuka puasa. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 66).

Pernyataan yang dikatakan oleh Ibnu Katsir menunjukkan bahwa bulan Ramadhan adalah salah waktu terkabulnya do’a. Namun do’a itu mudah dikabulkan jika seseorang punya keimanan yang benar.

Ibnu Taimiyah berkata, “Terkabulnya do’a itu dikarenakan benarnya i’tiqod, kesempurnaan ketaatan karena di akhir ayat disebutkan, ‘dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran’.” (Majmu’ah Al Fatawa, 14: 33-34).

Perihal Ramadhan adalah bulan do’a dikuatkan lagi dengan hadits dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ

”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a, akan dikabulkan.” (HR. Al Bazaar. Al Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaid, 10: 14 mengatakan bahwa perowinya tsiqoh -terpercaya-. Lihat Jami’ul Ahadits, 9: 224)

Ada tiga waktu utama terkabulnya do’a di bulan Ramadhan:

1- Waktu sahur
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

“Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari, no. 1145 dan Muslim, no. 758). Ibnu Hajar juga menjelaskan hadits di atas dengan berkata, “Do’a dan istighfar di waktu sahur mudah dikabulkan.” (Fath Al-Bari, 3: 32).

2- Saat berpuasa
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad 2: 305. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih dengan berbagai jalan dan penguatnya)

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Disunnahkan orang yang berpuasa untuk memperbanyak do’a demi urusan akhirat dan dunianya, juga ia boleh berdo’a untuk hajat yang ia inginkan, begitu pula jangan lupakan do’a kebaikan untuk kaum muslimin secara umum.” (Al-Majmu’, 6: 273)

3- Ketika berbuka puasa
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526, 3598 dan Ibnu Majah no. 1752. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan). Dalam Tuhfah Al-Ahwadzi (7: 278) disebutkan bahwa kenapa do’a mudah dikabulkan ketika berbuka puasa yaitu karena saat itu, orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri.

Moga Allah memperkenankan setiap do’a kita di bulan Ramadhan.
Aamiin Aamiin Yra 
🤲🤲🤲