Kompassantri-online, *Rangkasbitung, Lebak, Kompassantri- Ribuan warga Baduy Dalam dan Baduy Luar kembali melaksanakan tradisi Seba di Kantor Bupati Lebak, Rangkasbitung, Banten, Jumat (24/4/2026).
Seba bukan sekadar tradisi turun-temurun. Bagi masyarakat Baduy, prosesi ini merupakan simbol ketaatan dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta bentuk penghormatan kepada pemerintah yang sah.
Sejak dini hari, rombongan warga Baduy berangkat dari pedalaman Kanekes, Kecamatan Leuwidamar. Mereka berjalan kaki puluhan kilometer tanpa alas kaki dan tanpa kendaraan. Barisan panjang tampak tertib memasuki Kota Rangkasbitung membawa hasil bumi seperti padi, gula aren, pisang, talas, dan madu hutan.
*Bukan Perjalanan Fisik Semata
Jaro Oom, tokoh adat Baduy, menegaskan bahwa Seba adalah perjalanan spiritual. “Ini amanat leluhur. Kami datang membawa hasil bumi sebagai wujud syukur kepada Tuhan dan laporan kepada pemerintah bahwa kami menjaga alam dengan baik,” ujarnya.
Seluruh hasil bumi diserahkan langsung kepada Bupati Lebak Moch.Hasbi Asyidiki Jayabaya sebagai wakil pemerintah. Prosesi penyerahan dilakukan secara khidmat di Pendopo Kabupaten Lebak dan disaksikan ribuan masyarakat.
*Menjaga Nilai Leluhur
*
Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Baduy menjaga _pikukuh_ atau aturan adat. “Seba mengajarkan kita tentang kesederhanaan, keseimbangan hidup, dan kepatuhan. Nilai ini sangat relevan di tengah modernisasi,” kata Bupati.
Seba Baduy rutin digelar setiap tahun pada bulan yang ditentukan tetua adat. Tradisi ini menjadi bukti bahwa kearifan lokal dapat hidup berdampingan dengan pemerintahan modern tanpa kehilangan makna.
Tradisi Seba sekaligus menegaskan hubungan harmonis antara masyarakat adat, alam, dan pemerintah. Nilai syukur, ketaatan, serta tanggung jawab menjaga bumi diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap lestari hingga hari ini.(dsp)
RSS Feed
Twitter
April 24, 2026
kompassantri