Tampilkan postingan dengan label daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daerah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 November 2026

Tak Mengejar Kemewahan Setelah Pensiun, Brigjen TNI (Purn) Amrizar Justru Produktif Berkarya Lewat Musik


JAKARTA – Pensiun dari dunia militer tidak selalu menjadi pintu masuk menuju kehidupan serba mewah. Setidaknya, prinsip itu yang dipegang Brigjen TNI (Purn) Amrizar. Alih-alih mengejar jabatan baru atau menikmati kemewahan setelah purna tugas, ia memilih menjalani kehidupan sederhana dengan menekuni musik, mengelola podcast Pojok Tentara, serta sesekali mengurus kebun dan sawah milik istrinya di Makassar, Sulawesi Selatan.

Bagi Amrizar, kebahagiaan setelah puluhan tahun mengabdi di lingkungan militer bukan diukur dari banyaknya harta atau tingginya jabatan, melainkan kesempatan menjalani hidup sesuai keinginan dan tetap produktif.

"Hidup itu pilihan. Saya memilih hidup apa adanya. Yang penting rezeki membawa berkah bagi keluarga. Keadaan saya memang seperti ini, tidak ada yang perlu direkayasa," kata Amrizar saat berbincang dengan awak media di kediamannya yang sederhana di kawasan Karawaci, Tangerang.

Ia tidak menampik bahwa kehidupan sejumlah koleganya setelah pensiun jauh lebih mapan secara ekonomi. Namun, Amrizar mengaku tidak memiliki latar belakang keluarga berada maupun kemampuan berbisnis yang bisa menjadi modal membangun kekayaan.

"Saya bukan anak orang kaya dan juga tidak lihai berbisnis. Jadi, setelah pensiun, ya menjalani kehidupan seperti sekarang. Dinikmati dan disyukuri saja," tuturnya.

Dua Tahun Hasilkan Tujuh Album
Di tengah kesederhanaan hidupnya, Amrizar justru menemukan ruang yang lebih luas untuk mengembangkan kreativitas. Musik yang semasa aktif berdinas belum bisa digeluti secara maksimal kini menjadi kesibukan utama.

Hasilnya cukup produktif. Dalam kurun waktu sekitar dua tahun sejak pensiun, ia telah menghasilkan tujuh album dengan beragam karya musik.

Sebagai Ketua Dewan Pembina Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia, Amrizar juga tetap aktif menjalani sejumlah kegiatan di luar dunia musik.

Menurut dia, masa pensiun memberikan kebebasan untuk mengekspresikan gagasan, termasuk menyampaikan kritik sosial dan potret kehidupan politik melalui lirik lagu.

"Ketika masih aktif berdinas, ruang untuk bermusik tentu tidak sebebas sekarang. Setelah pensiun, saya lebih leluasa menuangkan pemikiran ke dalam syair lagu, termasuk mengangkat persoalan sosial dan politik yang sedang terjadi," ujarnya.

Salah satu karya yang mencerminkan kegelisahannya adalah single berjudul Jangan Tipu Dirimu. Melalui lagu tersebut, Amrizar menyentil perilaku orang-orang yang gemar membangun citra seolah-olah memiliki kekayaan dan kekuasaan, padahal kenyataannya tidak demikian.

Ia menyoroti fenomena pamer kemewahan, mengejar kedudukan, hingga menghalalkan berbagai cara demi mendapatkan pengakuan dari lingkungan sekitar.

"Banyak orang munafik di sekitar kita. Mereka sebenarnya tidak berdaya secara ekonomi, tetapi berusaha tampil seolah-olah kaya dan berkuasa. Bahkan, ada yang menghalalkan segala cara demi memperoleh harta dan kedudukan," ungkap musisi yang memilih blues sebagai salah satu warna musiknya itu.

Menikmati Kehidupan Tanpa Beban Jabatan
Selain bermusik, pria berdarah Minang yang dikaruniai empat anak tersebut juga mengisi waktu dengan mengelola podcast Pojok Tentara. Melalui podcast ini, ia tetap memiliki ruang untuk berbagi cerita dan pandangan mengenai kehidupan militer.

Sesekali, Amrizar terbang ke Makassar untuk membantu mengurus kebun dan sawah milik sang istri. Aktivitas sederhana tersebut menjadi bagian dari caranya menikmati kehidupan setelah puluhan tahun menjalani rutinitas kedinasan.

Bagi Amrizar, pensiun bukan berarti berhenti berkarya. Justru setelah tidak lagi terikat tugas kedinasan, ia merasa memiliki kesempatan lebih besar untuk melakukan hal-hal yang selama ini belum sempat digarap secara serius.

Ia pun tidak merasa perlu membandingkan kehidupannya dengan para pensiunan jenderal lain yang memiliki kekayaan berlimpah.

Baginya, kesehatan, keluarga, kesempatan berkarya, dan ketenangan menjalani hidup merupakan anugerah yang patut disyukuri.

Amrizar seolah ingin menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan seseorang setelah pensiun bukan semata-mata kemewahan yang berhasil dikumpulkan, melainkan seberapa jauh ia masih bisa memberikan makna melalui hal-hal yang dicintainya.

Kamis, 29 Oktober 2026

Rangkul 300 Suporter, Kapolres Metro Tangerang Kota Ajak Jaga Kota Tangerang Tetap Kondusif

Kompassantri-online, TANGERANG — Sekitar 300 suporter sepak bola dari berbagai kelompok berkumpul di Stadion Nambo, Karawaci, Kota Tangerang, Rabu (28/10/2026) malam. Bukan untuk saling beradu rivalitas, mereka justru dipertemukan dalam kegiatan silaturahmi dan mini turnamen yang digelar Polres Metro Tangerang Kota.

Kegiatan tersebut dipimpin Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Herbin Garbawiyata J. Sianipar. Sejumlah kelompok suporter hadir, mulai dari pendukung Persita Tangerang, Persikota Tangerang, Arema Malang, PSIM Yogyakarta, Persib Bandung, hingga Madura United.

Pertemuan ini menjadi upaya kepolisian membangun komunikasi dengan komunitas suporter sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

Dalam arahannya, Herbin mengapresiasi kehadiran para suporter dan mengajak seluruh kelompok menjaga hubungan baik, meski mendukung klub yang berbeda.

"Sepak bola seharusnya menjadi sarana mempererat persaudaraan, bukan menjadi alasan untuk bermusuhan. Kami mengajak seluruh suporter menjaga komunikasi, menghormati perbedaan dukungan, dan bersama-sama menciptakan suasana yang aman serta kondusif di Kota Tangerang," ujar Herbin.

Kapolres juga mengingatkan para suporter agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia meminta seluruh kelompok menghindari tindakan yang berpotensi memicu konflik, termasuk konvoi maupun pergerakan massa yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Herbin turut mengimbau para suporter agar menyampaikan aspirasi melalui komunikasi dan jalur yang tertib, tanpa melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

"Kami berharap teman-teman suporter menjadi pelopor keamanan dan keselamatan. Jangan mudah terpancing hoaks atau ajakan yang bisa memicu keributan. Tunjukkan kecintaan terhadap klub dengan cara yang positif, kreatif, dan tetap menjunjung sportivitas," tegasnya.

Setelah penyampaian arahan dan foto bersama, kegiatan dilanjutkan dengan simbolis sepak mula oleh Kapolres. Para suporter kemudian mengikuti pertandingan antarkelompok yang berlangsung sejak malam hingga penentuan juara.

Enam tim yang bertanding berasal dari kelompok suporter Persikota, PSIM, Arema, Madura United, Persita, dan Persib. Pertandingan berlangsung dengan semangat kompetisi dan sportivitas.

Dalam hasil akhir turnamen, suporter Persib Bandung meraih juara pertama, sedangkan suporter Persita Tangerang menempati posisi kedua. Panitia kemudian menyerahkan piala, penghargaan pencetak gol terbanyak, serta uang pembinaan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasat Binmas AKBP Dr. Muhammad Nasir, Kasat Samapta AKBP Ubaidillah, Kasat Intelkam Kompol Dr. Dodi Abdulrohim, Kapolsek Karawaci Kompol Anggoro Winardi, serta jajaran pejabat Polres Metro Tangerang Kota lainnya.

Melalui kegiatan ini, Polres Metro Tangerang Kota berharap rivalitas dalam sepak bola tetap berada di lapangan dan tidak berkembang menjadi perselisihan di luar pertandingan.

Kapolres juga mengajak seluruh suporter menjaga nama baik Kota Tangerang dengan mengedepankan persaudaraan, menghormati kelompok lain, dan segera menyelesaikan persoalan melalui dialog apabila muncul perbedaan.

Sabtu, 24 Oktober 2026

Regina Art Angkat Kisah Auw Tjoei Lan dalam Pementasan Njonja Ati Soetji

Kompassantri-online,vJAKARTA — Perjuangan Auw Tjoei Lan, perempuan keturunan Tionghoa yang dikenal dengan nama Njonja Ati Soetji, dalam menolong perempuan dan anak-anak pada masa kolonial diangkat ke panggung teater oleh Regina Art. Pementasan bertajuk Njonja Ati Soetji dijadwalkan berlangsung pada 30–31 Oktober 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan.

Melalui pertunjukan ini, Regina Art berupaya memperkenalkan sosok Auw Tjoei Lan yang mendedikasikan hidupnya untuk menolong sesama. Perjuangannya tidak hanya menjadi bagian dari sejarah Yayasan Hati Suci, tetapi juga merefleksikan nilai kemanusiaan, keberanian, dan kepedulian terhadap perempuan serta anak-anak yang membutuhkan perlindungan.

Pendiri Regina Art, Joane Win, memerankan tokoh utama Njonja Ati Soetji. Dalam mini showcase yang digelar di The Forest, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026), Joane tampil mengenakan kain batik dan membawakan salah satu adegan dari pertunjukan tersebut.

“Kami tak butuh uangmu, tetapi bagaimana cara baik mendapatkannya,” ujar Joane dalam dialognya.

Wakil Ketua Yayasan Hati Suci, Wenny, mengapresiasi inisiatif Regina Art yang mengangkat kisah pendiri yayasan tersebut melalui seni teater. Menurutnya, perjalanan hidup Auw Tjoei Lan bukan sekadar catatan sejarah, melainkan juga teladan yang relevan bagi generasi masa kini.

“Kami mengapresiasi Regina Art karena mengangkat tentang pendiri kami. Buat kami, ini bukan saja hanya sejarah, namun juga sebuah teladan. Melalui seni, kami harapkan nilai-nilai yang diperjuangkan oleh Njonja Ati Soetji bisa terus terpelihara,” kata Wenny dalam konferensi pers di The Forest, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026).

Ia menilai keberanian, kasih yang diwujudkan melalui tindakan nyata, serta kepedulian sosial merupakan nilai penting yang dapat dipetik dari perjalanan Auw Tjoei Lan. Wenny berharap pementasan tersebut dapat memperluas pengenalan masyarakat terhadap sosok dan perjuangannya.

Di balik penggarapan pertunjukan, penulis naskah Endah D. Jenura mengungkapkan bahwa proses riset dan penelusuran bahan sejarah berlangsung selama dua tahun. Tim mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, termasuk arsip surat kabar dan dokumentasi sejarah, untuk memahami kehidupan Auw Tjoei Lan serta kondisi sosial pada masanya.

Salah satu referensi yang ditemukan ialah artikel surat kabar De Locomotief tertanggal 23 Juni 1925 yang memuat informasi mengenai perdagangan manusia. Dokumen tersebut menjadi salah satu bahan untuk memahami konteks sosial yang melatarbelakangi cerita.

Namun, keterbatasan dokumentasi tertulis dan rekaman visual menjadi tantangan dalam proses penelusuran. Untuk melengkapi informasi, tim juga menggali kesaksian Oma Stela, cucu Auw Tjoei Lan. Dari penuturan keluarga, tim memperoleh gambaran mengenai sisi personal tokoh tersebut, mulai dari cara berjalan dan kebiasaannya berkomunikasi menggunakan bahasa Belanda hingga panggilannya kepada sang suami, yakni “Brur”.

Endah menjelaskan, kesaksian keluarga membantu tim memahami karakter Auw Tjoei Lan secara lebih dekat. Meski demikian, tidak semua detail kehidupannya dapat dipastikan melalui dokumentasi tertulis yang tersedia.

Tantangan berikutnya adalah mengolah bahan sejarah menjadi cerita yang memiliki konflik dan alur dramatik. Tidak seluruh karakter maupun peristiwa yang dibutuhkan untuk membangun pertunjukan ditemukan secara langsung dalam sumber sejarah. Karena itu, tim mengembangkan sejumlah karakter untuk mendukung kebutuhan artistik dan penyampaian cerita di atas panggung.

Pengembangan tersebut merupakan bagian dari interpretasi dramatik, bukan pernyataan bahwa seluruh karakter, dialog, dan peristiwa dalam pertunjukan tercatat secara langsung dalam dokumen sejarah. Pembedaan antara temuan arsip, kesaksian keluarga, dan pengembangan artistik menjadi bagian penting dalam proses adaptasi kisah tokoh sejarah ke dalam seni pertunjukan.

Pementasan ini disutradarai Wawan Sofwan dengan naskah yang ditulis Endah D. Jenura. Keduanya mengolah hasil penelusuran sejarah, kesaksian keluarga, dan kebutuhan dramatik untuk menyusun pertunjukan yang menghubungkan perjalanan masa lalu dengan persoalan kemanusiaan yang masih relevan bagi masyarakat saat ini.

Aktris Maudy Koesnaedi turut terlibat dengan memerankan Sayap Hitam, salah satu karakter dalam pertunjukan. Karakter ini menghadirkan perspektif lain mengenai perempuan, pilihan moral, serta tindakan yang dilakukan seseorang dalam situasi sosial tertentu.

Dalam konferensi pers, Maudy menyampaikan salah satu dialog karakternya, “Aku kan membantu perempuan-perempuan ini untuk mendapatkan penghasilan….”

Dialog tersebut menjadi bagian dari konflik dramatik yang mengajak penonton mencermati alasan di balik suatu tindakan sekaligus mempertanyakan dampaknya terhadap kehidupan orang lain. Karakter Sayap Hitam memberikan ruang bagi penonton untuk melihat persoalan moral melalui sudut pandang yang tidak selalu sederhana.

Selain Joane Win dan Maudy Koesnaedi, pertunjukan ini melibatkan sejumlah pemain, yakni Tika Bravani sebagai Noona Kneefel, Willem Bievers sebagai Van Walsem, Lutfi Ardiansyah sebagai Jirrin, Chloe Gerry sebagai Suyun, Jim Lim sebagai Seng Hoe, Haikal Mubarok sebagai Tuan Lie, Andri Surawan sebagai Buron, dan Andi Solohin sebagai Jagal. Joane Win juga bertindak sebagai produser eksekutif.

Melalui pementasan Njonja Ati Soetji, Regina Art berupaya membawa kisah perjuangan Auw Tjoei Lan lebih dekat kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Pertunjukan ini mempertemukan seni teater dengan penelusuran sejarah sekaligus membuka ruang refleksi mengenai keberanian, kemanusiaan, dan kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan pertolongan.

Pementasan Njonja Ati Soetji akan berlangsung pada 30–31 Oktober 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan. Pertunjukan ini didukung oleh Indonesia Kaya, Ciputra Artpreneur, BFI Finance, Alcester, Regina Realty, Sariayu Martha Tilaar, dan Le Minerale.

Rabu, 21 Oktober 2026

HARI SANTRI 2026 DI KOTA SEJUTA SANTRI SERIBU ULAMA : Pandeglang, Menyoal Jati Diri di Tengah Arus Menuju Indonesia Emas yang Gemilang – Tolak Ukur Histori Perjalanan Kesantrian di Pandeglang

Oleh: Uung Ibnu Shobari (UIS ) 
Sekretaris Jenderal FSPP Kabupaten Pandeglang
Pengurus ICMI ORWIL Provinsi Banten Bidang Kepesantrenan 
Mudeerul ‘Amm Ponpes Model Noor El-Madeenah (NORMA)
Rois Forum Ukhuwah Mudeer Madeenah (UMMAH)
Pendiri Komunitas Pencinta Pesantren (KEREN) 

Kompassantri, Jika kita hendak memahami Pandeglang, jangan mulai dari kantor Bupati. Mulailah dari surau-surau kecil yang lampunya masih menyala jam 03.00 dini hari. Di sanalah ontologi kota ini bekerja. Tulisan ini adalah riset empiris lapangan penulis selama kurang lebih dua dekade mendirikan Kampung-kampung Santri di Pandeglang, berdialog dengan data histori, regulasi, dan kegelisahan zaman. Tujuannya sederhana, yaitu mengembalikan Hari Santri bukan sekadar seremoni, melainkan sebagai locus kesadaran peradaban.
Hari Santri Nasional Ke-12 di Kota Santri Pandeglang yang usianya mulai menua sejatinya akan diperingati pada Kamis, 22 Oktober 2026 dan ini bukan semata ritual tahunan. Ini peringatan ke-12 sejak Keppres No. 22 Tahun 2015 disahkan. Temanya tahun ini, sebagaimana ditetapkan dalam SE Menag No. 6 Tahun 2026 oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, adalah "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas".
Tema itu tidak lahir dari ruang hampa. Ia adalah perluasan dari Resolusi Jihad 22 Oktober 1945. Jika jihad 1945 adalah jihad mempertahankan kemerdekaan dengan bambu runcing, maka jihad 2026 adalah jihad mempertahankan keberlangsungan bangsa dengan ilmu, teknologi, dan kemandirian ekonomi. Lalu, Pandeglang itu sendiri bagaimana? Secara yuridis formal, kita sepakat bahwa 1 April 1874 sebagai Hari Jadinya, berdasar Staatsblad No. 73 Ordonansi 1 Maret 1874 yang membagi Pandeglang menjadi 9 Kewedanaan. Namun secara peradaban, usia Pandeglang jauh lebih tua. Riset Abah Adung Abdul Haris dalam buku Sejarah Pandeglang dari Zaman Purba Hingga Zaman Serba Ada, dengan kurang lebih berisi 560 halaman itu kini ada di depan mata, telah terbit dan siap diperbanyak, dibedah dan dikembangkan risetnya. Menjadi sejarah baru tepat pada tanggal 22 Oktober 2026 buku tersebut akan diserahkan kepada Bupati Pandeglang yang dijabat oleh Ibu Hj. Raden Dewi Setiani, S.Sos, M.A. dan Ketua DPRD Pandeglang Bapak H. TB. A. Khatibul Umam, M.Pd. Bukti, bahwa catatan historical assets Pandeglang telah mencatat jejak yang tak boleh kita lupakan, akar ini bermula dari Salakanagara abad ke-2 Masehi, kerajaan tertua Nusantara yang didirikan Aki Tirem, berlanjut ke Tarumanagara abad ke-5, hingga Kesultanan Banten. Artinya, Pandeglang bukan kabupaten baru yang kebetulan banyak santri. Ia adalah titik nol peradaban.
Kota Sejuta Santri Seribu Ulama. Siapa yang mengisi kota ini? Hakikatnya, Pandeglang dihuni jutaan santri dan ribuan ulama yang datang dari pelbagai penjuru tanah air. Di setiap kampung, Di Menes, di Saketi, di Cimanuk, di Cipeucang, di Bojong, di Pulosari, di Selatan Panimbang dan di setiap Kecamatan lainnya. Setiap lorong memiliki majlis ta'lim, setiap kampung memiliki madrasah diniyah, setiap kecamatan memiliki minimal 20 – 40an pondok pesantren. Jika kita jujur membaca Pandeglang secara empiris, ormas-ormas Islam besar tidak hanya tumbuh, mereka lahir dari rahim kota ini. Mathla'ul Anwar lahir di sini. NU, Muhammadiyah, Persis dan organisasi-organisasi berbasis kepesantren tumbuh kembang seperti FSPP, RMI, KEREN, FSB, MP3I dan organ pegiat lainnya telah mengakar kuat hingga ke ranting-ranting kampung. 
Namun ada yang luput dari catatan para peneliti. Tepat pada 1 Muharram 1448 Hijriyah, bertepatan dengan tahun 2017 Masehi, di sebuah tempat yang sarat simbol dengan peradaban, Ciekek Keraton Pandeglang. Ada beberapa tim peneliti termasuk penulis (UIS, red.) mendeklarasikan sebuah ikhtiar baru: Majelis Konsorsium Madeenah Indonesia. Ada apa di balik deklarasi itu? Kegelisahan akademik yang sama, mengapa gerakan keislaman seolah termahjoob (terhalang, red.) di lingkungan internalnya sendiri? Ini perlu deretan jawaban yang tidak boleh sembarang dan asal ungkap, melainkan perlu investasi waktu dan pemikiran yang tidak mudah seperti cukup membalikan dua telapak tangan. 
Dalam rentetan data perkembangan zaman yang serba mudah, bukan berarti perkerjaan rumah kita dalam mewujudkan visi misi keagamaan, kebangsaan dan jiwa-jiwa kenegaraan luluh ditelan zaman dan seolah skenarionya dipetieskan. Bahwa, peran penting dalam menyoal tentang keberadaan santri tidak di Pandelang unsich, melainkan telah diawali sejak awal Banten menjadi Provinsi di bulan Oktober 2000 yang fenomena kebantenannya memiliki ciri khas lingkungan santri kulon yang dikenal sangat fanatis terhadap ajaran tasawwuf. Bersamaan dengan itu, saat yang tepat juga telah lahir wadah gerakan Masyarakat Madani Indonesia (dikenal MMI) di Selatan Tangerang, tepatnya di Ponpes Salafiyyah Daarul Falahiyyah Panggang Cisoka yang berbasis Salafussholih-Moderat, bahwa kelahiran entitas lembaga kudu berdasarkan hasil kajian dan penelitian yang valid. Para Peneliti Profesional LkiS (Lembaga Kajian Islam, red.) Yogyakarta yang saat itu mengajari para Santri, Dewan Guru dan Para Aktivis telah mengenalkan dunia ilmu riset/penelitian guna memberikan gambaran tentang Banten akan menjadi sebuah provinsi yang memiliki jutaan potensi Sumber Daya Insani dan Sumber Daya Alam yang tak diragukan lagi. Sebagai bukti ruh masyarakat berperadaban kini berkembang cukup signifikan. Kini, kolumnis menyaksikan sendiri perjalanan kurang lebih ¼ abad ini, ruh tersebut telah menjelma menjadi Majelis Konsorsium Madeenah Indonesia yang penulis andil di dalamnya, lagi-lagi hadir di Pandeglang. 
Ini tidak lahir untuk menambah jumlah ormas baru. Ia lahir sebagai Organisasi Islam (oris, red.) penganut sistem integrasi. Tagline yang disepakati dalam sebuah petisi saat itu hingga kini masih dipegang teguh: Pejuang Madrasah, Pecinta Pesantren, Pegiat Dakwah, Pemakmur Masjid, Jemaah Majelis Keilmuan, Pelaku Ekonomi Syariah, Eksekutor Program Peduli, Pemberdaya Kader, Santri dan Sumber Daya Insani. Sembilan peran, satu napas. Mengintegrasikan sistem pemberdayaan dan sinergi program kemandirian antar lembaga. 
Itulah ruhnya. Dan dari ruh itulah, Madeenah Indonesia merumuskan catatan penting dalam balutan gerakan: Istiqomah Memberdayakan Ummat (Istimbat). Istimbat bukan sekadar akronim. Ia adalah metode perumusan dan perangkuman sangat dasar, menggali hukum dan solusi pemberdayaan langsung dari sumbernya - Al-Qur'an, Sunnah, serta dalil-dalil turuannya dengan realitas keberadaan ummat di lapangan. Tiada lain, buah dari Istimbat itu adalah lahirnya kampung-kampung peradaban yang hingga kini terus tumbuh. Dimulai dari Kampung Santri Cijantung di Bojong sebagai laboratorium pertama. Lalu berkembang menjadi Kampung Santripreneur di Cicadas, yang membuktikan santri bisa menjadi pengusaha digital tanpa melepas sarung. Kemudian Kampung Al-Qur'an di Pulosari, di kaki Gunung Pulosari yang sakral. Lalu Kampung Bahasa di Carita - Anyer, di pesisir Selat Sunda, tempat santri belajar bahasa Arab, Inggris dan bahasa asing lainnya. Dan Kampung Al-Huffadz di Cimanuk, pusat kaderisasi penghafal yang sanadnya bersambung. Tak berhenti di Pandeglang, ide ini merembes ke luar daerah dengan prinsip yang sama: satu kampung, satu keunggulan, satu kemandirian.
 
Dimana Pemerintah Kini Berada untuk Pesantren ?
Pertanyaan awalnya adalah Mengapa Dirjen Pesantren dan Lima Direktorat Itu penting ? Kita harus serius dengan Hari Santri ke-12? Karena untuk pertama kalinya dalam sejarah republik, pesantren memiliki rumah kelembagaan yang utuh. Undang-Undang No. 18 Tahun 2019 tentang Pesantren telah menegaskan tiga fungsi: pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Mandat itu kemudian diperkuat dengan restu Presiden melalui Surat Mensesneg No. B-617/M/D-1/HK.03.00/10/2025 dan PMA No. 16 Tahun 2026.Hasilnya. Direktorat Jenderal Pesantren resmi dibentuk dengan lima direktorat teknis: 1) Direktorat Pendidikan Pesantren, 2) Direktorat Ma'had Aly, 3) Direktorat Pendidikan Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Qur'an, 4) Direktorat Pemberdayaan Pesantren, 5) Direktorat Pengembangan Dakwah Pesantren. Ini bukan sekadar perubahan nomenklatur. Ini adalah politik rekognisi dan afirmasi negara - negara akhirnya hadir secara utuh. Hari Santri ke-12 tahun ini adalah wujud nyata kesatuan utuh itu: Kementerian Agama RI sebagai pusat, dan Pemerintah Daerah Pandeglang sebagai pelaksana lapangan, bersinergi.

Santri di Era Digital dan Pertanyaan Tentang Indonesia Emas 2045. 
Bagaimana pesantren harus bersikap? Teknologi hari ini bukan lagi barang megapolitan. Ia sudah masuk ke kantong-kantong rumahan, ke tempat tongkrongan anak-anak muda di alun-alun Pandeglang, ke dalam smartphone emak-emak yang mengaji via Zoom. Jika pesantren masih berfikir bahwa teknologi adalah antagonis, maka kita sedang menggali kubur kita sendiri. Pesantren harus melek digital dan dijadikannya protagonis. Bukan melek sekadar punya akun Instagram, tapi melek dalam basis digital marketing, big data dakwah, dan kemandirian ekonomi digital. Lalu, di mana posisi Santri dalam Indonesia Emas 2045? Banyak yang menganggap Indonesia Emas 2045 itu absurd. Bagaimana mungkin menjadi negara maju dengan bonus demografi yang tidak dikelola? Tapi bagi penulis, Indonesia Emas bukan lagi absurd. Ia nyata dan mudah digapai - dengan satu syarat: jika pendidikan agama dijadikan basis. Mengapa? Karena pendidikan agama adalah bentuk ketundukan kita yang paling jujur atas tatanan hukum syariah. Ia bukan tambahan, ia adalah fondasi. Di sinilah penulis melakukan autocritic (kritik ke dalam). 
Selama ini kita terjebak dikotomi yang melelahkan: Ma'had vs Madrasah vs Sekolah (MMS). Seolah ketiganya bertentangan. Menurut hemat penulis (UIS, red.), dikotomi itu sudah tidak relevan. Mengapa? Karena ketiga entitas itu berbasis Ilmu Pengetahuan. Ma'had mengajarkan ulumuddin dengan sanad yang muttasil. Madrasah mengajarkan integrasi agama dan umum. Sekolah mengajarkan sains modern. Ketiganya, pada hakikatnya, adalah basis keilmuan yang telah membuktikan mampu melahirkan peradaban dunia yang saling menopang. Ibnu Sina lahir dari Ma'had, Al-Khawarizmi dari Madrasah, dan ilmuwan modern dari Sekolah - mereka semua adalah mata rantai yang sama. Tugas kita bukan mempertentangkan, melainkan mensinergikan.
Khatimah: 
Santri Menguatkan Negeri, bukan sekadar menjaganya akhirnya, Hari Santri di Kota Sejuta Santri Seribu Ulama harus kita maknai sebagai momentum rekonsiliasi peradaban. Dari Salakanagara hingga Indonesia Emas, benang merahnya satu: Pandeglang adalah penjaga dan kini dikenal sebagai PETARUNG (Pejuang Tangguh, Religius, dan Unggul). Bahwa, Pejuang Tangguh: Menggambarkan ketahanan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan serta infrastruktur. Religius: Mencerminkan nilai-nilai moral, spiritual, dan keagamaan yang kuat sebagai fondasi masyarakat Pandeglang. Unggul: Menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi lokal. 
Jika Kementerian Agama telah menguatkan negeri dengan Dirjen Pesantren, maka tugas kita di Pandeglang adalah menguatkan pesantren dengan karya nyata: kampung santri yang hidup, website pesantren yang aktif, ekonomi santri yang mandiri, dan dakwah yang mencerahkan. Ikhtitam catatan kecil ini dituis dari pojok Kampung Santri Cijantung Bojong, Pandeglang yang merupakan amanah besar daru Majelis Konsorsium Madeenah Indonesia dengan penuh ta’dheem terhadap seluruh Ormas Islam besar terpercaya di Nusantara dan Antarbangsa, kami telah banyak belajar bagaimana harus bersikap dan bertindak searif mungkin. Setidaknya tugas kita hari ini adalah memastikan api dan asa cita-cita itu tidak padam. Indonesia Emas 2045 tidak akan datang dari Jakarta dan atau dari Kota manapun yang kita tidak faham di dalamnya. Ia akan datang dari kampung-kampung santri, desa-desa santri di Pandeglang yang lampunya sudah menyala jam 3 pagi untuk menggapai do’a kepada Illahi Rabbie. 
Wallahu A'lam Bisshawab, Wahdinasshiraathol Mustaqeem (oenkmms4826)

mpq Rilis Album Dignified Losers, Merayakan Kekalahan Tanpa Menyerah

Kompassantri, JAKARTA — Unit musik alternatif asal Jakarta, mpq, akan merilis album penuh kedua bertajuk Dignified Losers pada 23 Oktober 2026. Berisi sembilan lagu, album ini mengangkat tema kekalahan, ketidakpastian, cinta, dan duka, sekaligus usaha manusia untuk tetap bertahan di tengah situasi yang tidak selalu berpihak.

Melalui album Dignified Losers, mpq menawarkan sudut pandang berbeda tentang kekalahan. Bagi band ini, kalah bukan semata-mata tentang kegagalan, melainkan bagian dari perjalanan yang harus dihadapi tanpa kehilangan kendali atas diri sendiri.

Album tersebut menggambarkan bagaimana harapan kecil akan kemenangan dapat menjadi alasan untuk terus melangkah, bahkan ketika seseorang berada dalam situasi yang berulang kali mengecewakan. Kekalahan diperlakukan sebagai sesuatu yang lumrah, bukan alasan untuk berhenti berusaha.

“Menurut kami kayanya kita tuh harus tahu gimana caranya kalah tanpa kehilangan kendali atas diri sendiri. Hal yang kami pelajari beberapa tahun belakangan adalah gimana buat kalah tapi ngga takluk sepenuhnya. Album ini tentang usaha-usaha buat ngga takluk ke bad days dan losing scenarios itu sendiri,” jelas mpq dalam keterangan mereka.

mpq diperkuat Abram Dionisius pada gitar, Alit Djarot sebagai vokalis, Daniel Hasudungan pada gitar, Rakaputra pada bas, dan Rakha Suryandaru pada drum. Lewat album kedua ini, mereka merangkum berbagai pengalaman emosional ke dalam sembilan lagu yang merefleksikan usaha menghadapi kenyataan dan mencari celah kemenangan di tengah kekalahan.

Sebelum merilis Dignified Losers, mpq telah memperkenalkan tiga single sebagai gambaran arah musikal album tersebut. Ketiganya adalah “Not for Anyone Else” yang dirilis pada Juli, “Someplace Sometime Somehow” pada Agustus, dan “Goodbye Everest” yang menampilkan Nabila Hanina pada September 2026.

Single “Someplace Sometime Somehow” juga memperluas keterlibatan mpq dalam dunia perfilman. Lagu tersebut menjadi original soundtrack film Hasut, karya sutradara Ilya Sigma yang dirilis pada 8 Oktober 2026.

Keterhubungan mpq dengan film sebelumnya juga terlihat melalui lagu “Musim Baru” yang digunakan dalam film pendek Autosave karya Imanuel Bolaman. Film tersebut tayang perdana di New York Asian Film Festival (NYAFF) 2026 pada Juli lalu.

Untuk pengerjaan visual album Dignified Losers, mpq kembali menggandeng Fahreza Aditya, kolaborator yang telah bekerja bersama mereka sejak awal perjalanan band. Kolaborasi ini meneruskan hubungan kreatif yang sebelumnya menghasilkan artwork album debut mpq, yang sempat masuk nominasi kategori Best Album Artwork dalam sebuah ajang penghargaan musik Indonesia pada 2019.

Melalui Dignified Losers, mpq tidak berusaha menutupi kenyataan bahwa kekalahan merupakan bagian dari kehidupan. Album ini justru menyoroti upaya untuk tetap bergerak, menjaga diri agar tidak sepenuhnya takluk, dan menemukan arti kemenangan meski hanya dalam bentuk yang paling sederhana.

Album penuh kedua mpq, Dignified Losers, dijadwalkan tersedia pada 23 Oktober 2026.

Semangat Kebersamaan dan Kolaborasi Warnai Perayaan Hari Jadi ke-6 Meruorah Komodo Labuan Bajo

Kompassantri, LABUAN BAJO, 17 OKTOBER 2026 –* Meruorah Komodo Labuan Bajo resmi merayakan hari jadinya yang ke-6 melalui rangkaian perayaan hangat bertajuk *"Legacy of Six, Brilliant of Today"*. Mengusung konsep Sport Day yang energetik, momentum perayaan tahun ini menegaskan komitmen hotel dalam menjunjung pilar Integrity, Collaboration, dan Innovation guna memperkuat kebersamaan seluruh tim.

Rangkaian kegiatan telah diawali pada 14–15 Oktober melalui ajang team building bagi para staf di Taman Marina. Berbagai permainan interaktif seperti Hula Hoop Chain, The Animal Sound Hunter, Maze Mission, dan Memory Challenge digelar untuk melatih kekompakan, fokus pendengaran, komunikasi, hingga perencanaan strategis tim.

Puncak perayaan diselenggarakan pada hari Jumat, 16 Oktober 2026, bertempat di Ballroom Meruorah Convention Center (MCC) dalam acara Staff Appreciation Night.

Atmosfer malam puncak di MCC berlangsung sangat megah, hangat, dan dipenuhi gelak tawa kebersamaan. Panggung utama dan lantai ballroom ditata memukau berhiaskan nuansa arena olahraga modern lengkap dengan dekorasi lapangan basket, permainan tata cahaya lampu warna-warni, serta visual LED yang energetik. Seluruh staf dan manajemen tampil santai namun kompak mengenakan busana bernuansa olahraga (sportswear), berkumpul mengelilingi meja perayaan untuk menikmati suguhan gala dinner, penampilan live music, berbagai kuis interaktif, unjuk bakat kreatif departemental performance (All-Stars Staff Battle), hingga pemutaran video perjalanan 6 tahun Meruorah yang emosional. Suasana semakin bergelora saat momen pengumuman pemenang kompetisi team building, penganugerahan apresiasi bagi staf terbaik kuartal 3 (Best Employee & Best Mention Q3), hingga pembagian doorprize menarik bagi seluruh staf yang hadir.

Dalam sambutannya, *General Manager Meruorah Komodo Labuan Bajo, Bapak Rudy H. Butar Butar,* menyampaikan rasa syukur serta apresiasi mendalam atas dedikasi seluruh insan Meruorah yang terus konsisten memberikan pelayanan terbaik di Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo.

"Perjalanan enam tahun ini adalah bukti nyata dari kerja keras, dedikasi, dan sinergi yang luar biasa dari seluruh tim. Lewat tema 'Legacy of Six, Brilliant of Today' serta konsep Sport Day yang penuh semangat kolaborasi, kami ingin mengapresiasi setiap kontribusi sekaligus memacu energi baru untuk melangkah lebih kuat dan memberikan pengalaman hospitality terbaik bagi para tamu," ujar Bapak Rudy H. Butar Butar.

Turut hadir dalam perayaan tersebut di MCC, *Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes.,* menyampaikan apresiasinya atas kontribusi berkelanjutan Meruorah Komodo Labuan Bajo terhadap pertumbuhan pariwisata daerah.

"Kami mengapresiasi peran aktif Meruorah Komodo Labuan Bajo yang selama enam tahun ini konsisten mendukung industri pariwisata dan perekonomian di Manggarai Barat. Semangat kebersamaan dan inovasi yang ditunjukkan hari ini menjadi inspirasi positif bagi kemajuan hospitality di Labuan Bajo. Selamat ulang tahun ke-6 untuk Meruorah Komodo Labuan Bajo," ungkap Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes.

Melalui perayaan ulang tahun ke-6 ini, Meruorah Komodo Labuan Bajo tidak hanya mengenang rekam jejak dan fondasi kuat yang telah dibangun, tetapi juga menegaskan langkah mantap menyongsong masa depan. Berbekal semangat Integrity, Collaboration, dan Innovation, Meruorah siap melaju lebih jauh, menghadirkan standar pelayanan hospitality yang makin cemerlang, serta terus menjadi pilar kebanggaan yang mengharumkan nama Labuan Bajo di panggung pariwisata dunia.(Alwi)

Senin, 19 Oktober 2026

Truntum Cihampelas Raih Penghargaan Favourite Hotel

Kompassantri, Bandung, 16 Oktober 2026* — Truntum Cihampelas meraih penghargaan _Favourite Hotel – Exquisite Readers’ Choice Awards 2026_ . Penghargaan ini menjadi pencapaian penting bagi hotel bintang empat yang berlokasi di kawasan Cihampelas, Bandung, sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menghadirkan pengalaman menginap yang berkesan bagi setiap tamu.

Di tengah dinamika industri perhotelan yang terus berkembang, kualitas pengalaman tamu menjadi salah satu aspek penting dalam membangun reputasi sebuah hotel. Sebagai hotel yang dikelola oleh InJourney Hospitality dan dimiliki oleh PT KAI Properti Manajemen, Truntum Cihampelas berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan yang mengutamakan kebutuhan tamu, perhatian terhadap setiap detail, serta pengalaman menginap yang memberikan nilai lebih.

Komitmen tersebut sejalan dengan semangat InJourney Hospitality dalam menghadirkan layanan perhotelan yang berorientasi pada kualitas pelayanan dan pengalaman tamu. Melalui penerapan standar pelayanan yang konsisten serta kolaborasi seluruh tim, Truntum Cihampelas terus berupaya menciptakan pengalaman yang tidak hanya memenuhi kebutuhan tamu, tetapi juga meninggalkan kesan positif selama dan setelah menginap.

*General Manager Truntum Cihampelas, Isnaini Yunus* , menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus dorongan bagi seluruh tim untuk terus berkembang.
 
“Penghargaan ini menjadi pengingat bagi kami bahwa kepercayaan dan kepuasan tamu merupakan hal yang sangat berharga. Bagi kami, pelayanan bukan hanya tentang menyediakan fasilitas dan kenyamanan, tetapi juga tentang bagaimana setiap tamu merasa diperhatikan melalui pengalaman yang tulus dan berkesan. Pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh tim Truntum Cihampelas untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga konsistensi dalam setiap interaksi dengan tamu,” ujar Isnaini Yunus.
 
Berlokasi di salah satu kawasan strategis Kota Bandung, Truntum Cihampelas menghadirkan beragam pilihan akomodasi dan fasilitas untuk mendukung kebutuhan perjalanan bisnis maupun liburan. Fasilitas tersebut meliputi Tejakencana Restaurant yang menyajikan pilihan hidangan Nusantara, Internasional, serta The Pohaci Sky Lounge, yang menawarkan pengalaman bersantap dengan panorama Kota Bandung dari ketinggian. Pada malam hari, tamu juga dapat menikmati pengalaman mengamati langit menggunakan teleskop, menambah pilihan aktivitas yang berbeda selama berada di hotel.
 
Melalui pengembangan layanan dan pengalaman tamu yang berkelanjutan, Truntum Cihampelas berupaya memperkuat posisinya sebagai salah satu pilihan akomodasi di Bandung. Penghargaan _Favourite Hotel – Exquisite Readers’ Choice Awards 2026_ menjadi salah satu pencapaian yang mendorong hotel untuk terus menjaga kepercayaan publik, meningkatkan standar pelayanan, serta memberikan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan tamu yang semakin beragam.
 
Sejalan dengan semangat _#WeDontOfferRoomsWeOfferMemories_ , Truntum Cihampelas percaya bahwa kualitas sebuah pengalaman tidak hanya ditentukan oleh fasilitas yang tersedia, tetapi juga oleh keramahan, perhatian, dan kesan yang dibawa pulang oleh setiap tamu. Melalui dukungan pengelolaan InJourney Hospitality dan komitmen seluruh tim, Truntum Cihampelas akan terus berupaya menghadirkan pengalaman menginap yang bermakna bagi setiap tamu.

Minggu, 18 Oktober 2026

Kolaborasi InJourney Group Dorong Produk Lokal Menjangkau Pasar Lebih Luas di Ajang Internasional

InJourney Hospitality Perluas Akses Pasar Enam UMKM Binaan melalui Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
Kompassantri, Lombok, Nusa Tenggara Barat –* PT Hotel Indonesia Natour (Persero) atau InJourney Hospitality memperkuat komitmennya dalam mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kolaborasi ekosistem InJourney Group pada penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Inisiatif yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 ini memberikan kesempatan kepada enam brand UMKM binaan InJourney Hospitality untuk memasarkan produk unggulan sekaligus memperluas jangkauan pasar melalui momentum ajang internasional.

Keenam brand tersebut adalah Jacal Co, Savis Tea, Nusantara Jaya Tea & Coffee, Six Scents, Secret Garden, dan Kencana Candle. Keterlibatan UMKM binaan ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif InJourney Group dalam mengoptimalkan penyelenggaraan event internasional tidak hanya sebagai penggerak sektor pariwisata, tetapi juga sebagai katalis pertumbuhan ekonomi lokal dan penguatan kapasitas pelaku usaha.

Selama tiga hari pelaksanaan, lebih dari 60 produk berhasil terjual. Capaian tersebut mencerminkan peluang pemasaran yang dapat dimanfaatkan UMKM melalui akses ke ruang promosi strategis, sekaligus membuka kesempatan untuk memperkenalkan produk lokal kepada khalayak yang lebih luas. Selain mendorong transaksi, partisipasi ini diharapkan dapat memperkuat pengenalan merek dan mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

*Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero), Christine Hutabarat,* menyampaikan bahwa sinergi dalam InJourney Group menjadi salah satu kekuatan untuk menciptakan dampak yang lebih luas dari penyelenggaraan event pariwisata berskala internasional.

“Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi ekosistem pariwisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Melalui kolaborasi InJourney Group, kami mendorong UMKM binaan untuk memanfaatkan akses pasar yang lebih luas, meningkatkan eksposur produk, dan membangun daya saing. Kami ingin pertumbuhan industri pariwisata dapat memberikan nilai tambah yang nyata, tidak hanya bagi sektor usaha pariwisata, tetapi juga bagi pelaku UMKM dan perekonomian daerah,” ujar Christine.

Menurutnya, penguatan UMKM merupakan bagian penting dari pengembangan ekosistem hospitality yang terintegrasi. Keterlibatan pelaku usaha lokal dalam event internasional membuka peluang untuk membangun jejaring bisnis, memahami kebutuhan konsumen, serta meningkatkan kesiapan produk dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Pelaksanaan kegiatan ini juga memperoleh dukungan dari jajaran pimpinan dan entitas dalam InJourney Group. Dukungan tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi lintas entitas dan mendorong keterlibatan UMKM sebagai bagian dari rantai nilai pariwisata Indonesia.

InJourney Hospitality memandang pengembangan UMKM sebagai bagian integral dari upaya membangun industri hospitality dan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan potensi jaringan, kolaborasi ant entitas, serta momentum penyelenggaraan event internasional, perusahaan berupaya memperluas kesempatan bagi UMKM untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan daya saing produk lokal.

InJourney Hospitality akan terus memperkuat sinergi bersama dengan para member InJourney Group dan para pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan UMKM. Upaya ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, memperkuat perekonomian daerah, serta menjadikan produk lokal sebagai bagian penting dari daya tarik dan daya saing pariwisata Indonesia.

Rabu, 14 Oktober 2026

Single Terbaru aktris Mawar de Jongh

JAKARTA, 14 Oktober 2026 — Penyanyi dan aktris Mawar de Jongh kembali menyapa pendengar musik Tanah Air lewat single terbarunya yang berjudul "Oh Semoga". Dibalut aransemen yang menyentuh, lagu ini membawa pesan mendalam tentang pentingnya hadir secara utuh dan belajar menikmati momen saat ini tanpa terbebani oleh hasil akhir.
"Lagu ini tentang menjadi hopeful, tidak terlalu overthink dengan hasil akhir, dan belajar live in the moment setiap harinya. Kebahagiaan itu tidak selalu harus menunggu masa depan yang sempurna. Hal-hal kecil di sekitar kita pun bisa jadi sumber rasa bahagia," ujar Mawar.
Karya ini digarap oleh trio komposer Iqbal Siregar, Denis Ligia, dan Faishal Muhammad Fasya. Dari sudut pandang para pencipta, lagu "Oh Semoga" dirancang untuk menangkap spektrum emosi yang jujur dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Iqbal Siregar mewakili para komposer menyampaikan bahwa sejak awal pembuatan, mereka ingin menuangkan dinamika emosi yang hangat namun tetap berjarak dari kesan putus asa. Saat mendengarkan hasil eksekusi vokal dari Mawar, mereka merasa nyawa lagu ini tersampaikan dengan amat tepat.
"Mawar kalau nyanyi simple, sederhana, tapi kena banget di hati. Dia bisa menyampaikan suatu lirik tanpa teknik yang berlebihan tapi hasilnya simple dan kena di hati. 'Oh Semoga' ini menggambarkan simplicity yang ingin kita sampaikan," ungkap Iqbal.
Bagi Mawar sendiri, komposisi yang dibuat oleh Iqbal, Denis, dan Faishal ini langsung menyentuh hatinya sejak pertama kali mendengar demo lagu.
"Saat pertama mendengar demonya, rasanya seperti moment of realization. Saya jadi sadar bahwa sering kali kita terlalu fokus mengejar masa depan sampai lupa mengapresiasi hal-hal kecil yang sedang kita jalani hari ini," kenang Mawar.
Daya tarik utama "Oh Semoga" terletak pada makna kata "semoga" yang memiliki banyak tingkatan arti. Meski dibawakan dengan nada yang bernuansa haru, lagu ini jauh dari kesan meratapi keadaan.
Mawar menjelaskan bahwa kata "semoga" dalam lagu ini terasa seperti doa kecil atas hal-hal yang mungkin belum bisa dimiliki atau dikendalikan. Di tengah kesedihan, selalu ada ruang untuk berharap dan bersiap menerima apapun hasilnya.
Salah satu baris lirik yang paling menonjol dalam lagu ini berbunyi:
“Jika tidak keliling dunia apa kau tak apa? Cukup senangkah bila duduk di teras saja, dan menunggu hujan reda”

"Lirik ini mengingatkan kita bahwa kebahagiaan tidak harus selalu datang dari pencapaian besar. Kita boleh punya mimpi besar dan ingin melangkah jauh, tapi kita juga perlu belajar menikmati apa yang ada di depan mata," lanjut Mawar.
Proses workshop hingga rekaman berjalan hangat dan komunikatif. Untuk menyampaikan emosi lagu secara tepat, Mawar memposisikan diri dan meresapi jalan cerita di dalamnya menyeimbangkan rasa sedih, harapan, dan rasa syukur.
Lagu "Oh Semoga" relevan bagi siapa saja yang sedang merasa cemas atau berhadapan dengan ketidakpastian masa depan, seperti saat menghadapi ujian, keputusan karir, atau fase besar dalam hidup.
Mawar berharap single ini bisa menjadi pengingat yang menenangkan: bahwa setelah berupaya maksimal, ada saatnya untuk berserah diri dan menikmati proses.
"Semoga lagu 'Oh Semoga' bisa mengajak kita untuk lebih memaknai carpe diem menikmati dan memaksimalkan hari ini. Bermimpilah setinggi mungkin, tapi jangan lupa untuk berserah diri, baik dalam perjalanan hidup, asmara, maupun impian kita," tutup Mawar.
Single "Oh Semoga" dari Mawar de Jongh sudah dapat didengarkan di seluruh platform musik digital mulai 14 Oktober 2026. Bersamaan dengan perilisan audionya, video visualizer resmi juga sudah dapat disaksikan melalui kanal YouTube Trinity. (Alwi)

Selasa, 13 Oktober 2026

12 Personel Polres Metro Tangerang Kota Terima Penghargaan Kapolda atas Pengungkapan 25 Kg Sabu

Kompassantri, TANGERANG — Sebanyak 12 personel Satresnarkoba Polres Metro Tangerang Kota menerima piagam penghargaan dari Kapolda Metro Jaya atas keberhasilan mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu seberat 25 kilogram.

Penghargaan tersebut diserahkan Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar, S.I.K., S.H., dalam apel jam pimpinan di Lapangan Presisi Mako Polres Metro Tangerang Kota, Selasa (13/10/2026).

Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pimpinan Polri terhadap dedikasi, kerja keras, dan keberhasilan personel dalam memberantas peredaran narkotika. Para penerima penghargaan terdiri atas jajaran pimpinan dan anggota Satresnarkoba yang terlibat dalam pengungkapan kasus tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kapolres menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh personel yang menerima penghargaan. Ia menilai keberhasilan pengungkapan 25 kilogram sabu tersebut merupakan hasil kerja keras, profesionalisme, dan komitmen anggota dalam menjalankan tugas.

“Saya mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada rekan-rekan atas prestasi yang telah diraih. Penghargaan dari Kapolda Metro Jaya ini merupakan bentuk perhatian dan penghargaan pimpinan kepada anggota yang telah bekerja dengan baik serta memberikan hasil nyata,” ujar Herbin.

Menurutnya, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan atas prestasi yang telah dicapai, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan serta perlindungan kepada masyarakat.

Herbin berharap penghargaan itu dapat mendorong para penerima untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi. Ia juga mengajak seluruh personel Polres Metro Tangerang Kota menjadikan keberhasilan tersebut sebagai teladan dalam melaksanakan tugas, khususnya dalam memberantas peredaran narkotika.

“Prestasi ini harus menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus bekerja secara profesional, penuh integritas, dan memberikan kontribusi terbaik bagi institusi serta masyarakat,” katanya.

Pemberian penghargaan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Polres Metro Tangerang Kota dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba. Keberhasilan pengungkapan 25 kilogram sabu diharapkan dapat mempersempit ruang gerak jaringan peredaran narkotika dan melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Minggu, 11 Oktober 2026

Tampil Memukau di Arena! Nadhira Farah Achlan Kembali Raih Emas Kejuaraan Taekwondo Depok 2026

Kompassantri, DEPOK – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Nadhira Farah Achlan, siswi SD Yaspen Tugu Ibu yang sukses meraih medali emas dalam Kejuaraan Piala Dinas Pendidikan Kota Depok, Minggu (11/10/2026).

Siswi yang akrab disapa Farah itu tampil meyakinkan saat menghadapi lawannya. Ia berhasil mengamankan kemenangan dalam dua babak langsung dengan skor 17-5 dan 21-11.

Farah menunjukkan kemampuan menyerang dan bertahan dengan baik sepanjang pertandingan. Tendangan-tendangan akuratnya menjadi salah satu senjata untuk meraih poin, sementara pertahanan yang sigap membuatnya mampu meredam perlawanan lawan.

Meski lawannya sempat memberikan perlawanan, Farah mampu menjaga fokus dan mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.

“Alhamdulillah saya bisa menang dan mendapatkan medali emas. Semua berkat dukungan para sabeum, pelatih dan juga Miss Ratih (Owner Klub Eleven Team),” ucap Farah.

Konsistensi Jadi Kunci Meraih Prestasi

Keberhasilan Farah menambah daftar pencapaiannya di cabang olahraga taekwondo. Sebelumnya, atlet muda dari klub Eleven Team ini juga pernah meraih medali emas dan perak dalam sejumlah kejuaraan.

Beberapa di antaranya adalah Kejurcab Kota Depok, Piala KASAU TNI, serta kejuaraan taekwondo tingkat internasional yang digelar di Lampung.

Rangkaian prestasi tersebut menjadi bekal bagi Farah untuk terus mengembangkan kemampuan dan menghadapi kompetisi berikutnya. Dukungan pelatih, keluarga, serta lingkungan klub juga menjadi bagian penting dalam perjalanan atlet muda ini.

Bersiap Menuju KONI Cup di Cibubur

Farah belum ingin berpuas diri setelah meraih medali emas. Ia dijadwalkan kembali bertanding dalam ajang KONI Cup di Cibubur pada Desember 2026.

Untuk menghadapi kompetisi tersebut, Farah menyadari masih perlu meningkatkan kemampuan melalui latihan yang konsisten dan persiapan yang lebih matang.

“Harus banyak latihan lagi dan konsisten. Yang pasti harus banyak berdoa,” ujar murid klub taekwondo Eleven Team itu.

Target berikutnya menjadi kesempatan bagi Farah untuk menguji kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding. Dengan semangat berlatih dan dukungan dari orang-orang di sekitarnya, ia berupaya menjaga performa agar dapat kembali meraih hasil terbaik.

Prestasi Farah menjadi kabar membanggakan bagi sekolah dan klubnya. Kisahnya juga menunjukkan bahwa usia muda bukan penghalang untuk berprestasi, selama diiringi disiplin, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar.

Kini, tantangan berikutnya sudah menanti. Farah perlu menjaga konsistensi dan mempersiapkan diri agar kembali tampil maksimal di arena taekwondo pada akhir tahun nanti.

JATMA Aswaja Kota Bogor Ucapkan Tahniah kepada Pengurus MWCNU Bogor Selatan Terpilih pada Konfercam ke-IX

Kompassantri, Kota Bogor – Sekretaris Jenderal (Sekjen) JATMA Aswaja Kota Bogor H. Dudi Hermawan, ST. menyampaikan tahniah kepada KH Asep Hudri atas terpilihnya sebagai Rais Syuriyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bogor Selatan dalam Konferensi MWCNU (Konfercam) ke-IX yang digelar di Majelis Darus Sholawat (MDS), Ahad (11/10/2026).

JATMA Aswaja Kota Bogor menyatakan kesiapan untuk mendukung berbagai agenda kolaborasi bersama MWCNU Bogor Selatan, baik melalui pemikiran, tenaga, waktu, perencanaan, maupun bentuk kontribusi lainnya demi kemaslahatan umat.

Semangat kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat silaturahmi dan membangun kebersamaan di lingkungan Nahdlatul Ulama, khususnya di wilayah Bogor Selatan.

“Marilah kita menjadikan MWCNU Bogor Selatan semakin guyub, tanpa terhalang perbedaan. Kita memiliki satu tujuan yang sama, yakni mewujudkan kemaslahatan umat, khususnya masyarakat Bogor,” demikian pesan yang disampaikan Sekjen JATMA Aswaja Kota Bogor.

Sementara itu, Rais Syuriyah MWCNU Bogor Selatan terpilih, KH Asep Hudri, menyampaikan bahwa semangat untuk kembali memperkuat kebersamaan menjadi salah satu motivasi dalam mengemban amanah di struktur Nahdlatul Ulama.

Ia berharap seluruh elemen NU dapat kembali guyub, bersatu, dan menjaga ukhuwah di tengah berbagai isu yang berkembang belakangan ini. Menurutnya, perbedaan pandangan hendaknya tidak menjadi penghalang untuk bersama-sama menjalankan khidmah dan memperjuangkan kemaslahatan umat.

Momentum Konfercam ke-IX diharapkan menjadi awal penguatan sinergi antarelemen NU, termasuk bersama JATMA Aswaja Kota Bogor. Dengan semangat silaturahmi, kolaborasi, dan persatuan, MWCNU Bogor Selatan diharapkan mampu menjalankan program-program organisasi secara lebih solid dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

JATMA Aswaja Kota Bogor pun menyampaikan salam sukses, salam semangat, dan salam silaturahmi bagi kepengurusan MWCNU Bogor Selatan masa khidmat 2026–2031.

Pewarta: Abu Alwadhiyah

Jumat, 02 Oktober 2026

FKUB Kota Bogor Mediasi Akses Rumah Ibadah Saat CFD, Dorong Penguatan Pengaturan Teknis

Kompassantri-online, BOGOR – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bogor memediasi persoalan akses menuju rumah ibadah yang berada di kawasan pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor. Mediasi tersebut melibatkan perwakilan rumah ibadah, Kementerian Agama, serta Pemerintah Kota Bogor.

Pelaksanaan CFD yang berlangsung setiap Minggu pukul 06.00–09.00 WIB beririsan dengan jadwal ibadah pagi sejumlah gereja di kawasan tersebut. Kondisi tersebut menimbulkan sejumlah persoalan di lapangan, mulai dari akses kendaraan, ketersediaan parkir, kebisingan, keberadaan pedagang kaki lima (PKL) dan pengamen, hingga akses bagi jemaat lanjut usia.

Ketua FKUB Kota Bogor, Dr. H. Hasbulloh, S.E., M.A.Ek., mengatakan bahwa CFD dan kegiatan ibadah tidak seharusnya dipertentangkan karena keduanya merupakan aktivitas masyarakat yang sama-sama perlu mendapatkan ruang dan pelayanan yang baik.

“CFD adalah program untuk masyarakat Kota Bogor, sementara umat yang melaksanakan ibadah juga merupakan bagian dari masyarakat Kota Bogor. Karena itu, keduanya harus dapat berjalan bersama dengan baik,” ujar Hasbulloh usai mediasi yang berlangsung di Sekretariat FKUB Kota Bogor, Kamis (1/10/2026).

Salah satu hasil mediasi adalah penguatan akses menuju rumah ibadah selama pelaksanaan CFD. Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) menyiapkan rekayasa lalu lintas, titik akses khusus, serta pengawalan bagi jemaat yang akan melaksanakan ibadah.

Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas DLLAJ Kota Bogor, Ridwan, mengatakan pengaturan tersebut juga memperhatikan kebutuhan jemaat lanjut usia agar dapat mengakses rumah ibadah dengan lebih mudah dan aman.

Selain persoalan akses dan parkir, mediasi juga membahas pengendalian kebisingan, aktivitas PKL, pengamen, serta penggunaan pengeras suara di sekitar rumah ibadah selama CFD berlangsung.

FKUB menegaskan bahwa penyelesaian persoalan tersebut diarahkan pada perbaikan teknis pelaksanaan CFD agar seluruh warga dapat menjalankan aktivitasnya dengan nyaman. 

Adapun usulan pemindahan jadwal CFD dari Minggu ke Sabtu masih berupa aspirasi yang akan diteruskan kepada Pemerintah Kota Bogor untuk dikaji lebih lanjut.

Rabu, 30 September 2026

Manisnya Hidup, Ada Pada Perjuangan

بسم الله الرحمن الرحيم
Kalau hari ini hidupmu terasa penuh perjuangan, banyak yang harus diusahakan, banyak yang harus dikorbankan.. Jangan buru-buru merasa hidup ini sedang tidak baik-baik saja.

Sebab dunia memang bukan tempat untuk beristirahat selamanya.

Masa ini adalah masa untuk beramal, berjuang, bersabar, dan berkorban dalam ketaatan kepada Allah.

Bukan berarti kita tidak boleh beristirahat. Bukan pula berarti hidup harus selalu keras dan melelahkan. Namun jangan sampai kenyamanan membuat kita lupa bahwa akhiratlah tempat peristirahatan yang sebenarnya.

Di dunia, kita berjuang untuk Allah. Di akhirat, orang-orang beriman mendapatkan kehidupan yang tidak lagi diiringi kelelahan.

Maka kalau hari ini harus lelah demi kebaikan,
kalau harus menahan diri demi Allah, kalau harus berkorban demi ketaatan.. Jalani.

Karena bisa jadi, justru perjuangan yang terasa berat hari ini adalah bagian dari jalan menuju istirahat yang tidak pernah berakhir🤍

Baarakallaahu fiykum… 🤲🏻✨💫
!Semoga menggambarkan makna tulisan anti — seorang musafir kecil di hamparan gurun yang luas, terus berjalan meski terasa jauh dan melelahkan.

Karena memang seperti itu hakikatnya: dunia adalah tempat menempuh perjalanan, bukan tempat menetap. Lelahnya hari ini, insyaAllah menjadi istirahat abadi di akhirat nanti.

Senin, 28 September 2026

Wujud Bakti Sosial Meruorah Komodo Labuan Bajo Gelar Aksi Donor Darah


Kompassantri
, LABUAN BAJO, 26 SEPTEMBER 2026* – Dalam rangka menyambut Hari Jadi yang ke-6 sekaligus menegaskan komitmen bakti sosial kepada masyarakat, Meruorah Komodo Labuan Bajo menggelar kegiatan donor darah pada Sabtu (26/9). Bertempat di Ruang Komodo 3, kegiatan yang dimulai pukul 10:00 WITA ini berlangsung dengan hikmat, lancar, dan penuh antusiasme.

Aksi kemanusiaan ini terselenggara berkat kolaborasi bersinergi antara Meruorah Komodo Labuan Bajo dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai Barat, Kodim 1630/Manggarai Barat, serta Lanal Labuan Bajo. Kegiatan ini berhasil mengumpulkan kantong darah dari 49 orang pendonor yang berasal dari anggota TNI AD, TNI AL, serta masyarakat umum.

"Aksi donor darah hari ini bukan sekadar rangkaian perayaan Hari Jadi ke-6 Meruorah Komodo Labuan Bajo, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian dan bakti sosial kami kepada sesama. Kami sangat berterima kasih kepada PMI Manggarai Barat, Kodim 1630 Manggarai barat, Lanal Labuan Bajo, serta seluruh masyarakat yang hadir dan mendonorkan darahnya. Semoga melalui kegiatan sosial ini, kesadaran dan minat masyarakat untuk rutin berdonor darah semakin meningkat. Setiap tetes darah yang disumbangkan tidak hanya bermanfaat besar bagi ketersediaan stok darah di Manggarai Barat, tetapi juga membawa dampak yang sangat positif bagi kesehatan pendonornya sendiri," ujar *Rudy H. Butar Butar, *General Manager Meruorah Komodo Labuan Bajo* ketika menyampaikan apresiasinya atas partisipasi seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya acara ini.

Kegiatan ini menjadi wujud dari bakti sosial Meruorah Labuan Bajo, karena memiliki berbagai manfaat, seperti: 

● *Menjaga Kesehatan Jantung dan Sirkulasi Darah*. Mengurangi kekentalan darah sehingga melancarkan aliran darah dan menurunkan risiko penyakit jantung.   
● *Mendorong Pembaruan Sel Darah*. Merangsang pembentukan sel-sel darah merah baru yang segar sehingga tubuh terasa lebih bugar dan fit.
● *Deteksi Dini Kondisi Kesehatan* . Setiap calon pendonor menjalani pemeriksaan awal (skrining) kesehatan secara gratis. Menyeimbangkan Kadar Zat Besi. Membantu mengontrol dan menurunkan kelebihan zat besi dalam darah agar terhindar dari risiko penyakit organ dalam.   
● *Meningkatkan Kesehatan Mental* . Menumbuhkan rasa kebahagiaan dan kepuasan emosional karena dapat membantu menyelamatkan nyawa orang lain.

Melalui kegiatan ini, Meruorah Komodo Labuan Bajo berharap dapat terus menjadi bagian dari kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Labuan Bajo, tidak hanya di sektor pariwisata dan perhotelan, tetapi juga dalam menggerakkan aksi sosial dan kemanusiaan secara berkelanjutan.

Sabtu, 26 September 2026

Konfercam III MWCNU Bogor Utara Tetapkan Yayan Suryana dan Abdul Jalal Pimpin NU Bogor Utara 2026–2031

Kompassantri, Bogor Utara, Kota Bogor – Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bogor Utara ke-III berhasil menetapkan kepengurusan baru untuk masa khidmat 2026–2031. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor, pengurus ranting, badan otonom, lembaga NU, serta unsur Forkopimcam Bogor Utara (26/9/26) Sabtu.

Pada Konfercam ke-III ini, pimpinan sidang yang terdiri atas Ustadz M. Romli, KH. Khotimi Bahri, dan Ustadz Cecep Jamaludin menetapkan bahwa terdapat lima Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) yang sah dan memiliki hak sebagai peserta konferensi. Dari total delapan ranting yang ada di wilayah Bogor Utara, tiga ranting lainnya masih dalam proses pembentukan.

Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan MWCNU Bogor Utara masa khidmat 2021–2026 diterima oleh seluruh peserta konferensi dan disahkan oleh pimpinan sidang. Dalam laporan tersebut disampaikan berbagai capaian organisasi, termasuk bertambahnya tiga ranting baru selama masa khidmat sebelumnya.

Melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), konferensi menetapkan lima calon AHWA, yaitu KH. Eman Sulaeman, Ustadz Yayan Suryana, Ustadz Tajudin, Ustadz Fuad Abdul Wahab, dan Ustadz Jamaludin.

Berdasarkan hasil Konfercam, Ustadz Yayan Suryana terpilih sebagai Rais Syuriah MWCNU Bogor Utara, sedangkan Ustadz Abdul Jalal terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Bogor Utara masa khidmat 2026–2031.

Dalam sambutannya, Ustadz Abdul Jalal menyampaikan komitmennya untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan peran Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat.

"Kita ingin membangun MWCNU Bogor Utara yang semakin solid dalam organisasi, kuat dalam tradisi keilmuan dan keagamaan, aktif dalam pelayanan sosial, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar di Majelis Ar-Rohmah, Jl. R.M. Sapeha RT 02/RW 04, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Ia menegaskan bahwa tema konferensi, "Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa," harus diwujudkan melalui program kerja yang nyata dan berkelanjutan.

Sementara itu, Rais Syuriah terpilih, Ustadz Yayan Suryana, menegaskan pentingnya sinergi MWCNU Bogor Utara dengan berbagai pihak dalam mengembangkan khidmat organisasi.

"Menjaga marwah berarti menjaga kehormatan, nilai, tradisi, dan identitas Nahdlatul Ulama. Sedangkan memperkaya khidmat berarti terus menghadirkan karya dan pelayanan yang lebih luas bagi umat dan masyarakat," ungkapnya.

Di akhir acara, Ketua PCNU Kota Bogor, Ir. H. Edi Nurokhman, menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus terpilih. Ia berharap kepengurusan baru dapat menjalankan amanah dengan baik serta terus menebarkan manfaat dan maslahat bagi warga Nahdliyin maupun masyarakat luas.

Konfercam III MWCNU Bogor Utara diharapkan menjadi momentum penguatan organisasi dan konsolidasi jam'iyah dalam menghadapi berbagai tantangan di abad kedua Nahdlatul Ulama, sekaligus memperluas pelayanan keagamaan, sosial, dan pemberdayaan umat di wilayah Bogor Utara.

Pewarta: Abdul Mun'im Hasan

Jumat, 18 September 2026

Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un, Rais JATMA Aswaja Kota Bogor KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan Tutup Usia

Kompassantri, KOTA BOGOR – Kabar duka menyelimuti masyarakat Kota Bogor. Ulama kharismatik sekaligus Rais Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah (JATMA Aswaja) Kota Bogor, KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan, wafat pada Sabtu dini hari, 19 September 2026, pukul 01.20 WIB, dalam usia 58 tahun. Almarhum mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif di ruang ICU Rumah Sakit PMI Kota Bogor.

Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, para santri, jamaah, Muhibbin, serta warga Nahdliyin Kota Bogor. Sosoknya dikenal sebagai ulama yang istiqamah dalam berdakwah, membina umat, dan mengembangkan pendidikan pesantren.

Ketua JATMA Aswaja Kota Bogor, KH. Ahmad Abdul Wafa Dipamenggala, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan. Menurutnya, almarhum merupakan ulama yang memiliki dedikasi tinggi dalam membimbing umat dan menguatkan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

“Beliau adalah sosok guru, pembimbing, sekaligus teladan bagi kami semua. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujarnya.

KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan merupakan salah satu tokoh ulama yang memiliki kedudukan penting di tengah masyarakat Kota Bogor. Beliau adalah cicit ulama besar Bogor yang sangat masyhur, KH. Tubagus Muhammad Falak atau yang dikenal dengan Mama Falak Pagentongan, melalui garis keturunan KH. Tubagus Zaini Dahlan Thahir Falak. Silsilah keluarganya juga memiliki keterhubungan dengan Kesultanan Banten.

Selain mengasuh dan membina kegiatan pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Al-Falak Pagentongan, beliau juga memimpin yayasan yang menaungi berbagai aktivitas pendidikan dan dakwah pesantren tersebut.

Dalam bidang tasawuf dan tarekat, almarhum dikenal sebagai Wakil Syeikh Fadhil Al-Jailani serta pimpinan Markaz Al-Jailani Jawa Barat. Beliau juga merupakan seorang mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) yang membimbing banyak jamaah dalam memperkuat spiritualitas dan akhlak.

Almarhum juga sebagai Mustasyar PCNU Kota Bogor, almarhum aktif memberikan nasihat, arahan, serta dukungan terhadap berbagai program keumatan yang dijalankan Nahdlatul Ulama di Kota Bogor.

Sekretaris JATMA Aswaja Kota Bogor, H. Dudi Hermawan, ST, turut menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum agar memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Kami mewakili jajaran Pengurus JATMA Aswaja Kota Bogor menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan. Kami juga telah mengirimkan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat, maghfirah, dan rida-Nya kepada beliau. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini,” pungkasnya.

Wafatnya KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan menjadi kehilangan besar bagi dunia pesantren, tarekat, dan masyarakat Kota Bogor. Jejak perjuangan, dakwah, serta keteladanan beliau akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

Pewarta: Aba Alwadhiyah

KENAPA HILANG NIKMAT IBADAH


(1). Dzun Nun رحمه الله telah berkata :

"Jasad sakit karena penyakit, dan hati sakit dikarenakan dosa. Maka sebagaimana jasad itu tidak akan dapat utk merasakan lezatnya makan ketika sakit, begitu pula dengan hati, dia tidak akan mampu mengecap nikmatnya ibadah karena berbagai dosa".
(lihat Shifatus Shafwah IV/316) 

https://t.me/belajarsunnahs
https://t.me/komunitassunnah

(2). Wuhaib bin al-Warad رحمه الله ditanya : 

"Apakah orang yang melakukan maksiat itu bisa merasakan nikmatnya beribadah ?" Dia menjawab : "Tidak", begitu pula bagi orang yang di dalam hatinya "TERBESIT" keinginan untuk melakukan maksiat". (Dzammul Hawaa hal 196 oleh Imam Ibnul Jauzi).

(3). Imam Ibnu Taimiyah رحمه الله berkata :

"Kedudukan dzikir bagi hati seperti makanan bagi jasad. Maka sebagaimana jasad tidak dapat merasakan lezatnya makanan tatkala sedang sakit, demikian pula hati tidak akan dapat untuk merasakan nikmatnya berdzikir bersamaan dengan cinta dunia". (Al-Majmu' al-Fataawa IX/312)

(4). Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata :

"Tidaklah seorang hamba yang melakukan sebuah dosa, melainkan akn lenyap darinya sebuah kenikmatan dari Allah Ta'ala sesuai dengan besarnya dosa tersebut. Maka jika dia bertaubat serta kembali kepada Allah, niscaya nikmat tersebut atau yang semisal dengannya akan kembali kepadanya.

Namun apabila dia terus menerus melakukan dosa, niscaya nikmat tersebut tidak akan kembali kepadanya serta dosa-dosa itu akan terus nanti melenyapkan sebuah kenikmatan dari seorang hamba hingga mencabut semua kenikmatan" (Thariiqul Hijratain hal 271)

(5). Imam Abdul Aziz bin Baaz رحمه الله telah ditanya, bagaimana aku bisa mendapatkan manisnya iman ? Maka beliau menjawab :

"Dengan (berusaha) fokus dalam beribadah kepada-Nya, memberikan perhatian terhadap ibadah, menghadirkan hati dalam beribadah, mengingat kebesaran Allah & kebaikan-Nya, mengingat Surga, Neraka dan juga kematian.

Semua ini merupakan sebab-sebab yang bisa mendatangkan manisnya keimanan, mendatangkan kelezatan dalam bermunajat kepada Allah, merasa nikmat saat membaca al-Quran serta berdoa ketika menghadirkan kebesaran Allah. 

Selalu mengingat bahwa dunia ini akan sirna dan sungguh seorang hamba akan mendapatkan sesuai dengan kebaikan ataupun kejelekan yang telah dia lakukan".

✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar


🔸 Silahkan gabung di group WhatsApp MENGAJI MUSLIMAH8 
https://chat.whatsapp.com/Ktxc6kZTWNTJccSMRjQBo8

Kamis, 17 September 2026

Ketua Jatma Kota Bogor Ajak Muhibbin Doakan Kesembuhan Rais Jatma KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan



Kompassantri,KOTA BOGOR – Ketua Jatma Kota Bogor KH. Ahmad Abdul Wafa Dipamenggala, mengajak seluruh warga khususnya Muhibbin Kota Bogor untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi kesembuhan KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan, Rais Jatma Kota Bogor, yang saat ini tengah menjalani perawatan intensif di ruang ICU rumah sakit PMI Kota Bogor , Kamis malam (17/9/2026). 
Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan kepada salah satu ulama kharismatik Kota Bogor yang selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam dakwah, pendidikan, serta pembinaan umat.
“Kami mengajak seluruh Nahdliyin dan masyarakat Kota Bogor untuk mendoakan kesembuhan KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan. Semoga Allah SWT mengangkat penyakit beliau, memberikan kesehatan, kekuatan, dan segera dipulihkan untuk kembali membimbing umat,” ujarnya. 
KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan merupakan salah satu tokoh ulama yang memiliki kedudukan penting di tengah masyarakat Kota Bogor. Beliau adalah cicit dari ulama besar Bogor yang sangat masyhur, KH. Tubagus Muhammad Falak atau yang lebih dikenal dengan Mama Falak Pagentongan, melalui garis keturunan KH. Tubagus Zaini Dahlan Thahir Falak. Silsilah keluarganya juga memiliki keterhubungan dengan Kesultanan Banten.
Selain mengasuh dan membina kegiatan pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Al-Falak Pagentongan, beliau juga memimpin yayasan yang menaungi berbagai aktivitas pendidikan dan dakwah pesantren tersebut.
Dalam bidang tasawuf dan tarekat, KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan dikenal sebagai Wakil Syeikh Fadhil al-Jailani serta pimpinan Markaz Al-Jailani Jawa Barat. Beliau juga merupakan seorang mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) yang membimbing banyak jamaah dalam penguatan spiritual dan akhlak.
Sebagai Mustasyar PCNU Kota Bogor, beliau selama ini aktif memberikan nasihat, arahan, dan dukungan terhadap berbagai program keumatan yang dijalankan Nahdlatul Ulama di Kota Bogor.
Hal yang sama juga diungkapkan Sekjen Jatma Kota Bogor H. Dudi Hermawan, ST. berharap doa dari seluruh masyarakat dapat menjadi wasilah kesembuhan bagi KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan. Malam Jumat yang penuh keberkahan ini menjadi momentum bagi warga dan Muhibbin untuk bermunajat bersama memohon kesehatan dan perlindungan Allah SWT bagi beliau.
“Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan yang sempurna, kesehatan yang berkelanjutan, dan keberkahan umur kepada beliau. Aamiin ya Rabbal ‘alamin,” tutupnya. 

Pewarta: Aba Alwadhiyah

Senin, 07 September 2026

Dari Denial Jadi Baper Berat, Maysha Jhuan Ceritain Semuanya di “Kamu Doang”

Kompassantri, Nama Maysha Jhuan kembali mencuri perhatian lewat single terbarunya, "Kamu Doang", sebuah lagu yang lahir dari kejujuran paling personal, momen ketika seseorang yang keras kepala dan gengsian akhirnya menyerah pada cinta yang selama ini ia sangkal. Dirilis di bawah naungan My Music Records, lagu ini menandai pencapaian penting bagi Maysha Jhuan karena untuk kali pertama, ia menulis lagunya sendiri dari nol, sesuatu yang menurutnya mengubah total caranya memandang pada sebuah karya.

Ditulis bersama Roommate Project (Raymond Aditya dan Aldi Fachrobby), "Kamu Doang" membalut cerita patah hati dan penyangkalan cinta dengan warna musik yang justru ceria yaitu Japanese city pop yang groovy, upbeat, easy listening dan gampang nempel di kepala sejak pertama kali didengarkan.

Menurut Maysha, "Kamu Doang" menggambarkan sosok perempuan yang sudah lelah berharap pada cinta karena pengalaman masa lalunya, hingga akhirnya bertemu seseorang yang perlahan membuktikan bahwa cinta itu nyata. Masalahnya, sang perempuan masih dalam mode “dental” alias denial total. "Cewek ini masih denial. Dia overwhelmed sama semua keadaan yang ada, bingung apakah perasaan ini beneran ada atau enggak, karena dia sudah bertekad tidak mau jatuh cinta lagi. Tapi orang ini terus-menerus bikin dia makin yakin, wait, dia agak beda.” Ujar Maysha Jhuan

Sebagai seorang Taurus tulen, Maysha Jhuan mengaku ide lagu ini sangat personal, terinspirasi dari sifat keras kepala dan gengsi tinggi yang menurutnya begitu relate dengan zodiaknya sendiri, terutama soal urusan mengakui perasaan pada orang lain. "Semua situasinya sebenarnya udah mendukung aku buat jatuh cinta. Tapi cuma gara-gara gengsi yang sudah setinggi langit, setembok-tembok China, aku jadi takut dan nggak mau mengakuinya." tambahnya.

Proses kreatif lagu ini dimulai dari pencarian kata pembuka reff yang tepat bersama tim Roommate Project. Setelah melalui diskusi panjang, kata "diam-diam" akhirnya dipilih sebagai fondasi cerita karena berhasil menangkap esensi karakter yang enggan terang-terangan mengakui jatuh cintanya. Keseluruhan proses penulisan lirik memakan waktu sekitar satu setengah jam, dari total kurang lebih tiga jam proses penciptaan lagu. Tantangan terbesarnya, menurut Maysha, bukan pada merangkai kata, melainkan menemukan konteks cerita yang paling pas dari berbagai pengalaman cinta yang ingin ia angkat.

Dari sisi musikalitas, pemilihan nuansa Japanese city pop bukan tanpa alasan. Genre ini adalah genre yang paling sering diputar Maysha dalam beberapa bulan terakhir, dan menjadi comeback yang pas setelah sekian lama ia absen merilis lagu bertempo upbeat. "Aku sudah lama banget nggak ngerilis lagu upbeat. Begitu instrumental city pop digabungkan dengan semua elemen musiknya, langsung nge-blend banget, langsung berasa ini lagunya."

Proses vokal juga jadi pengalaman baru buat Maysha, khususnya saat harus mengisi harmoni dan suara latar di bawah arahan langsung Mohammed Kamga. Namun satu pesan dari Kamga yang paling ia ingat adalah soal keaslian, bukan kesempurnaan. "Kak Kamga bilang, di lagu ini aku nggak perlu nyanyi bagus, aku cuma boleh nyanyi jujur. Simple. Waktu aku nyanyi terlalu lebay, langsung ditegur karena harus lebih sederhana, tapi tetap enak didengar."

Cerita “Kamu Doang” turut juga dihidupkan lewat music video yang menggambarkan pergolakan hati Maysha antara suka atau tidak, antara percaya atau denial. Divisualisasikan lewat sosok lelaki yang terus berusaha mendekatinya, hingga perlahan membuat Maysha penasaran dan luluh dari rasa waspadanya sendiri, sampai akhirnya berani menerima bahwa cinta yang selama ini ia sangkal ternyata benar-benar nyata. Music video lagu ini digarap oleh Gaby & David dari rumah produksi YOUKNOWWHOFILM.

Ia berharap "Kamu Doang" bisa diterima luas oleh pendengar, khususnya mereka yang pernah berada di posisi yang sama: susah mengakui perasaan karena trauma atau gengsi. Jika responnya positif, Maysha bahkan berencana membawakan lagu ini secara live, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga ke panggung internasional.

“Kamu Doang” dapat dinikmati di seluruh platform musik digital dan kanal YouTube MyMusic Records mulai tanggal 31 Juli 2026.