Tampilkan postingan dengan label daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daerah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 September 2026

Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un, Rais JATMA Aswaja Kota Bogor KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan Tutup Usia

Kompassantri, KOTA BOGOR – Kabar duka menyelimuti masyarakat Kota Bogor. Ulama kharismatik sekaligus Rais Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah (JATMA Aswaja) Kota Bogor, KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan, wafat pada Sabtu dini hari, 19 September 2026, pukul 01.20 WIB, dalam usia 58 tahun. Almarhum mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif di ruang ICU Rumah Sakit PMI Kota Bogor.

Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, para santri, jamaah, Muhibbin, serta warga Nahdliyin Kota Bogor. Sosoknya dikenal sebagai ulama yang istiqamah dalam berdakwah, membina umat, dan mengembangkan pendidikan pesantren.

Ketua JATMA Aswaja Kota Bogor, KH. Ahmad Abdul Wafa Dipamenggala, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan. Menurutnya, almarhum merupakan ulama yang memiliki dedikasi tinggi dalam membimbing umat dan menguatkan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

“Beliau adalah sosok guru, pembimbing, sekaligus teladan bagi kami semua. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujarnya.

KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan merupakan salah satu tokoh ulama yang memiliki kedudukan penting di tengah masyarakat Kota Bogor. Beliau adalah cicit ulama besar Bogor yang sangat masyhur, KH. Tubagus Muhammad Falak atau yang dikenal dengan Mama Falak Pagentongan, melalui garis keturunan KH. Tubagus Zaini Dahlan Thahir Falak. Silsilah keluarganya juga memiliki keterhubungan dengan Kesultanan Banten.

Selain mengasuh dan membina kegiatan pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Al-Falak Pagentongan, beliau juga memimpin yayasan yang menaungi berbagai aktivitas pendidikan dan dakwah pesantren tersebut.

Dalam bidang tasawuf dan tarekat, almarhum dikenal sebagai Wakil Syeikh Fadhil Al-Jailani serta pimpinan Markaz Al-Jailani Jawa Barat. Beliau juga merupakan seorang mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) yang membimbing banyak jamaah dalam memperkuat spiritualitas dan akhlak.

Almarhum juga sebagai Mustasyar PCNU Kota Bogor, almarhum aktif memberikan nasihat, arahan, serta dukungan terhadap berbagai program keumatan yang dijalankan Nahdlatul Ulama di Kota Bogor.

Sekretaris JATMA Aswaja Kota Bogor, H. Dudi Hermawan, ST, turut menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum agar memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Kami mewakili jajaran Pengurus JATMA Aswaja Kota Bogor menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan. Kami juga telah mengirimkan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat, maghfirah, dan rida-Nya kepada beliau. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini,” pungkasnya.

Wafatnya KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan menjadi kehilangan besar bagi dunia pesantren, tarekat, dan masyarakat Kota Bogor. Jejak perjuangan, dakwah, serta keteladanan beliau akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

Pewarta: Aba Alwadhiyah

KENAPA HILANG NIKMAT IBADAH


(1). Dzun Nun رحمه الله telah berkata :

"Jasad sakit karena penyakit, dan hati sakit dikarenakan dosa. Maka sebagaimana jasad itu tidak akan dapat utk merasakan lezatnya makan ketika sakit, begitu pula dengan hati, dia tidak akan mampu mengecap nikmatnya ibadah karena berbagai dosa".
(lihat Shifatus Shafwah IV/316) 

https://t.me/belajarsunnahs
https://t.me/komunitassunnah

(2). Wuhaib bin al-Warad رحمه الله ditanya : 

"Apakah orang yang melakukan maksiat itu bisa merasakan nikmatnya beribadah ?" Dia menjawab : "Tidak", begitu pula bagi orang yang di dalam hatinya "TERBESIT" keinginan untuk melakukan maksiat". (Dzammul Hawaa hal 196 oleh Imam Ibnul Jauzi).

(3). Imam Ibnu Taimiyah رحمه الله berkata :

"Kedudukan dzikir bagi hati seperti makanan bagi jasad. Maka sebagaimana jasad tidak dapat merasakan lezatnya makanan tatkala sedang sakit, demikian pula hati tidak akan dapat untuk merasakan nikmatnya berdzikir bersamaan dengan cinta dunia". (Al-Majmu' al-Fataawa IX/312)

(4). Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata :

"Tidaklah seorang hamba yang melakukan sebuah dosa, melainkan akn lenyap darinya sebuah kenikmatan dari Allah Ta'ala sesuai dengan besarnya dosa tersebut. Maka jika dia bertaubat serta kembali kepada Allah, niscaya nikmat tersebut atau yang semisal dengannya akan kembali kepadanya.

Namun apabila dia terus menerus melakukan dosa, niscaya nikmat tersebut tidak akan kembali kepadanya serta dosa-dosa itu akan terus nanti melenyapkan sebuah kenikmatan dari seorang hamba hingga mencabut semua kenikmatan" (Thariiqul Hijratain hal 271)

(5). Imam Abdul Aziz bin Baaz رحمه الله telah ditanya, bagaimana aku bisa mendapatkan manisnya iman ? Maka beliau menjawab :

"Dengan (berusaha) fokus dalam beribadah kepada-Nya, memberikan perhatian terhadap ibadah, menghadirkan hati dalam beribadah, mengingat kebesaran Allah & kebaikan-Nya, mengingat Surga, Neraka dan juga kematian.

Semua ini merupakan sebab-sebab yang bisa mendatangkan manisnya keimanan, mendatangkan kelezatan dalam bermunajat kepada Allah, merasa nikmat saat membaca al-Quran serta berdoa ketika menghadirkan kebesaran Allah. 

Selalu mengingat bahwa dunia ini akan sirna dan sungguh seorang hamba akan mendapatkan sesuai dengan kebaikan ataupun kejelekan yang telah dia lakukan".

✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar


🔸 Silahkan gabung di group WhatsApp MENGAJI MUSLIMAH8 
https://chat.whatsapp.com/Ktxc6kZTWNTJccSMRjQBo8

Kamis, 17 September 2026

Ketua Jatma Kota Bogor Ajak Muhibbin Doakan Kesembuhan Rais Jatma KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan



Kompassantri,KOTA BOGOR – Ketua Jatma Kota Bogor KH. Ahmad Abdul Wafa Dipamenggala, mengajak seluruh warga khususnya Muhibbin Kota Bogor untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi kesembuhan KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan, Rais Jatma Kota Bogor, yang saat ini tengah menjalani perawatan intensif di ruang ICU rumah sakit PMI Kota Bogor , Kamis malam (17/9/2026). 
Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan kepada salah satu ulama kharismatik Kota Bogor yang selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam dakwah, pendidikan, serta pembinaan umat.
“Kami mengajak seluruh Nahdliyin dan masyarakat Kota Bogor untuk mendoakan kesembuhan KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan. Semoga Allah SWT mengangkat penyakit beliau, memberikan kesehatan, kekuatan, dan segera dipulihkan untuk kembali membimbing umat,” ujarnya. 
KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan merupakan salah satu tokoh ulama yang memiliki kedudukan penting di tengah masyarakat Kota Bogor. Beliau adalah cicit dari ulama besar Bogor yang sangat masyhur, KH. Tubagus Muhammad Falak atau yang lebih dikenal dengan Mama Falak Pagentongan, melalui garis keturunan KH. Tubagus Zaini Dahlan Thahir Falak. Silsilah keluarganya juga memiliki keterhubungan dengan Kesultanan Banten.
Selain mengasuh dan membina kegiatan pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Al-Falak Pagentongan, beliau juga memimpin yayasan yang menaungi berbagai aktivitas pendidikan dan dakwah pesantren tersebut.
Dalam bidang tasawuf dan tarekat, KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan dikenal sebagai Wakil Syeikh Fadhil al-Jailani serta pimpinan Markaz Al-Jailani Jawa Barat. Beliau juga merupakan seorang mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) yang membimbing banyak jamaah dalam penguatan spiritual dan akhlak.
Sebagai Mustasyar PCNU Kota Bogor, beliau selama ini aktif memberikan nasihat, arahan, dan dukungan terhadap berbagai program keumatan yang dijalankan Nahdlatul Ulama di Kota Bogor.
Hal yang sama juga diungkapkan Sekjen Jatma Kota Bogor H. Dudi Hermawan, ST. berharap doa dari seluruh masyarakat dapat menjadi wasilah kesembuhan bagi KH. TB. Syeik Hakim Agus Fauzan. Malam Jumat yang penuh keberkahan ini menjadi momentum bagi warga dan Muhibbin untuk bermunajat bersama memohon kesehatan dan perlindungan Allah SWT bagi beliau.
“Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan yang sempurna, kesehatan yang berkelanjutan, dan keberkahan umur kepada beliau. Aamiin ya Rabbal ‘alamin,” tutupnya. 

Pewarta: Aba Alwadhiyah

Senin, 07 September 2026

Dari Denial Jadi Baper Berat, Maysha Jhuan Ceritain Semuanya di “Kamu Doang”

Kompassantri, Nama Maysha Jhuan kembali mencuri perhatian lewat single terbarunya, "Kamu Doang", sebuah lagu yang lahir dari kejujuran paling personal, momen ketika seseorang yang keras kepala dan gengsian akhirnya menyerah pada cinta yang selama ini ia sangkal. Dirilis di bawah naungan My Music Records, lagu ini menandai pencapaian penting bagi Maysha Jhuan karena untuk kali pertama, ia menulis lagunya sendiri dari nol, sesuatu yang menurutnya mengubah total caranya memandang pada sebuah karya.

Ditulis bersama Roommate Project (Raymond Aditya dan Aldi Fachrobby), "Kamu Doang" membalut cerita patah hati dan penyangkalan cinta dengan warna musik yang justru ceria yaitu Japanese city pop yang groovy, upbeat, easy listening dan gampang nempel di kepala sejak pertama kali didengarkan.

Menurut Maysha, "Kamu Doang" menggambarkan sosok perempuan yang sudah lelah berharap pada cinta karena pengalaman masa lalunya, hingga akhirnya bertemu seseorang yang perlahan membuktikan bahwa cinta itu nyata. Masalahnya, sang perempuan masih dalam mode “dental” alias denial total. "Cewek ini masih denial. Dia overwhelmed sama semua keadaan yang ada, bingung apakah perasaan ini beneran ada atau enggak, karena dia sudah bertekad tidak mau jatuh cinta lagi. Tapi orang ini terus-menerus bikin dia makin yakin, wait, dia agak beda.” Ujar Maysha Jhuan

Sebagai seorang Taurus tulen, Maysha Jhuan mengaku ide lagu ini sangat personal, terinspirasi dari sifat keras kepala dan gengsi tinggi yang menurutnya begitu relate dengan zodiaknya sendiri, terutama soal urusan mengakui perasaan pada orang lain. "Semua situasinya sebenarnya udah mendukung aku buat jatuh cinta. Tapi cuma gara-gara gengsi yang sudah setinggi langit, setembok-tembok China, aku jadi takut dan nggak mau mengakuinya." tambahnya.

Proses kreatif lagu ini dimulai dari pencarian kata pembuka reff yang tepat bersama tim Roommate Project. Setelah melalui diskusi panjang, kata "diam-diam" akhirnya dipilih sebagai fondasi cerita karena berhasil menangkap esensi karakter yang enggan terang-terangan mengakui jatuh cintanya. Keseluruhan proses penulisan lirik memakan waktu sekitar satu setengah jam, dari total kurang lebih tiga jam proses penciptaan lagu. Tantangan terbesarnya, menurut Maysha, bukan pada merangkai kata, melainkan menemukan konteks cerita yang paling pas dari berbagai pengalaman cinta yang ingin ia angkat.

Dari sisi musikalitas, pemilihan nuansa Japanese city pop bukan tanpa alasan. Genre ini adalah genre yang paling sering diputar Maysha dalam beberapa bulan terakhir, dan menjadi comeback yang pas setelah sekian lama ia absen merilis lagu bertempo upbeat. "Aku sudah lama banget nggak ngerilis lagu upbeat. Begitu instrumental city pop digabungkan dengan semua elemen musiknya, langsung nge-blend banget, langsung berasa ini lagunya."

Proses vokal juga jadi pengalaman baru buat Maysha, khususnya saat harus mengisi harmoni dan suara latar di bawah arahan langsung Mohammed Kamga. Namun satu pesan dari Kamga yang paling ia ingat adalah soal keaslian, bukan kesempurnaan. "Kak Kamga bilang, di lagu ini aku nggak perlu nyanyi bagus, aku cuma boleh nyanyi jujur. Simple. Waktu aku nyanyi terlalu lebay, langsung ditegur karena harus lebih sederhana, tapi tetap enak didengar."

Cerita “Kamu Doang” turut juga dihidupkan lewat music video yang menggambarkan pergolakan hati Maysha antara suka atau tidak, antara percaya atau denial. Divisualisasikan lewat sosok lelaki yang terus berusaha mendekatinya, hingga perlahan membuat Maysha penasaran dan luluh dari rasa waspadanya sendiri, sampai akhirnya berani menerima bahwa cinta yang selama ini ia sangkal ternyata benar-benar nyata. Music video lagu ini digarap oleh Gaby & David dari rumah produksi YOUKNOWWHOFILM.

Ia berharap "Kamu Doang" bisa diterima luas oleh pendengar, khususnya mereka yang pernah berada di posisi yang sama: susah mengakui perasaan karena trauma atau gengsi. Jika responnya positif, Maysha bahkan berencana membawakan lagu ini secara live, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga ke panggung internasional.

“Kamu Doang” dapat dinikmati di seluruh platform musik digital dan kanal YouTube MyMusic Records mulai tanggal 31 Juli 2026.

Wamen Ekraf: Konser 40 Tahun Kahitna Jadi Panggung Talenta Penuh Cinta

Kementerian Ekraf Apresiasi Konser 40 Tahun Kahitna, Tunjukkan Kekuatan Talenta Kreatif yang Istimewa*

Kompassantri, Jakarta, 5 September 2026* – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus mendorong subsektor musik sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan konser dan pertunjukan yang menghadirkan talenta-talenta musik Indonesia. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar saat menghadiri konser 40 Tahun Kahitna di NICE PIK 2, Jakarta, Sabtu (5/9).

“Konser 40 Tahun Kahitna menunjukkan bahwa subsektor musik tak hanya menyajikan karya yang bisa dinikmati, tetapi justru memiliki kekuatan ekonomi dibaliknya. Dalam satu konser terdapat ekosistem kreatif yang melibatkan begitu banyak pejuang ekraf, mulai dari musisi, promotor konser, pekerja Event Organizer (EO), _sound engineer_, _lighting designer_, _stage manager_, _stage crew_, dan talenta kreatif pendukung lainnya. Ini menjadi contoh nyata karya kreatif yang mampu menciptakan nilai ekonomi berlipat ganda,” tutur Wamen Ekraf usai menyaksikan konser.

Menurutnya, semakin banyak konser musik berkualitas digelar di Indonesia, semakin besar pula ruang bagi talenta subsektor ini untuk berkembang, membuka peluang usaha, serta menciptakan lapangan kerja yang berdampak pada subsektor ekonomi kreatif lainnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Agustus 2025 mencatat pekerja subsektor musik didominasi generasi milenial sebesar 41,62 persen, disusul generasi Z sebesar 33,61 persen dan generasi X sebesar 20,87 persen.

“Kami melihat konser 40 Tahun Kahitna sebagai bagian penting dari penguatan ekosistem subsektor musik yang menumbuhkan rasa cinta dari talenta-talenta yang relevan lintas generasi. Ketika sebuah konser mampu menghadirkan ribuan penonton, maka yang bergerak bukan hanya industri musik, melainkan juga berbagai aktivitas ekonomi di sekitarnya,” lanjut Wamen Ekraf.

Wamen Ekraf menambahkan, Kementerian Ekraf terus mendorong terciptanya ekosistem musik yang sehat agar karya dan talenta Indonesia memiliki ruang untuk berkembang sekaligus menciptakan dampak ekonomi melalui berbagai peluang kolaborasi.

Konser empat dekade Kahitna menghadirkan personel yang menjadi bagian dari perjalanan panjang grup asal Bandung tersebut, yakni Yovie Widianto (pianis), Hedi Yunus dan Mario Ginanjar (vokalis), Dody Isnaini (bassist), Harry Suhardiman (perkusi), Bambang Purwono (kibordis), serta Andrie Bayuaji (gitaris). 

Dengan mengusung semangat “Di Antara Takkan Tergantinya Cantik & Titik Nadir Mantan Terindah” konser ini dimeriahkan kolaborasi lintas generasi bersama Arsy Widianto, Monita Tahalea, Nikita Becker, Tiara Andini, RAN, serta special appearance Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. Dihadiri sekitar 20.000 Soulmate, konser tersebut membuktikan bahwa karya musik yang bertahan lintas generasi dapat terus diaktivasi melalui pertunjukan dan kolaborasi, sekaligus menciptakan _multiplier effect_ bagi ekosistem ekonomi kreatif.

Selasa, 01 September 2026

Kemenpar Pacu Pergerakan Wisatawan Nusantara Lewat Gelaran GATF 2026

kompassantri, Jakarta, 31 Agustus 2026* - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung penyelenggaraan Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2026 dalam upaya memperkuat pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dan menjadikan Indonesia sebagai pilihan utama destinasi perjalanan. 

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (1/9/2026), mengatakan GATF 2026 yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan inspirasi perjalanan sekaligus memanfaatkan beragam pilihan tiket dan konektivitas dari Garuda Indonesia, serta paket-paket wisata untuk menjelajahi destinasi di Indonesia.

"Wisatawan nusantara memiliki potensi yang sangat besar. Potensi ini perlu terus dioptimalkan agar semakin banyak masyarakat melakukan perjalanan dan mengenal keragaman destinasi di Indonesia,” kata Ni Made.

Perjalanan wisatawan nusantara memiliki efek berganda karena dapat turut menggerakkan sektor transportasi, akomodasi, kuliner, atraksi wisata, ekonomi kreatif, hingga UMKM di daerah tujuan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perjalanan wisatawan nusantara pada semester I 2026 mencapai 630,41 juta perjalanan atau tumbuh 2,71 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Pertumbuhan tersebut menunjukkan mobilitas masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata di dalam negeri terus meningkat.

“Potensi ini perlu kita perkuat agar semakin banyak masyarakat memilih destinasi di Indonesia. Dengan demikian, manfaat ekonominya juga semakin besar dirasakan masyarakat di daerah,” ujar Ni Made.

Kementerian Pariwisata dalam GATF 2026 menghadirkan _booth_ Wonderful Indonesia dengan tema "Terbang ke Destinasi Impian, DiIndonesiaAja". 

Diisi delapan _seller_ yang telah terkurasi, yakni Selaras Jiwo Journey; PT. Flores Fantastic Tours; Remen Jawi; Tanjung Lesung Resort; Antik Hospitality Service; Sejiva; Explorer.id dan Always Tour & Event Management; masyarakat diharapkan menemukan beragam pilihan perjalanan dan paket wisata untuk mewujudkan rencana liburan di berbagai destinasi Indonesia. 

Made mengatakan, konektivitas yang baik membuka akses menuju berbagai destinasi, sementara kesiapan produk dan layanan pariwisata mendorong pariwisata berkualitas dengan wisatawan yang tinggal lebih lama, kembali berkunjung, serta merekomendasikan pengalamannya kepada orang lain. 

Dalam konteks tersebut, GATF 2026 menjadi salah satu momentum kolaborasi untuk mempertemukan masyarakat dengan beragam pilihan perjalanan sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat menjelajahi destinasi di Indonesia.
 
“Kemudahan konektivitas menjadi salah satu faktor penting agar masyarakat memiliki semakin banyak pilihan untuk mengunjungi berbagai destinasi pariwisata di Indonesia,” kata Ni Made.

Kementerian Pariwisata berkomitmen memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga momentum pertumbuhan pergerakan wisatawan nusantara dan memastikan sektor pariwisata terus memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional serta kesejahteraan masyarakat.

“Harapannya, peningkatan perjalanan wisatawan nusantara tidak hanya membuat semakin banyak masyarakat mengenal Indonesia, tetapi juga meningkatkan perputaran ekonomi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai destinasi,” ujar Made.

Senin, 31 Agustus 2026

EKS-BASSIS ZIVILIA, IDAM, RESMI PERKUAT THE ORION


Bersamaan dengan Rilis Tiga Single Terbaru

Band asal Madura, The Orion, kembali hadir dengan formasi baru. Idam, mantan bassist Zivilia, resmi bergabung dan memperkuat The Orion bersama Tias (Vokal) dan Hilman (Gitar).

Bagi Idam, keputusan bergabung dengan The Orion salah satunya karena melihat perjuangan Tias dalam mempertahankan band dan memperjuangkan karya-karyanya.

“Saya melihat perjuangan Tias. Sampai dia rela bertahan hidup di Jakarta dengan berjualan nasi goreng. Dari situ saya melihat semangat dan kesungguhannya,” ujar Idam.

Tias menyambut kehadiran Idam sebagai energi baru bagi The Orion setelah sebelumnya sempat mengalami bongkar pasang personel.

“Sekarang kami menetapkan tiga personel: saya sebagai vokal, Hilman gitar, dan Idam bass. Menurut saya, formasi ini sangat ideal,” kata Tias.

RILIS TIGA SINGLE

Bersamaan dengan formasi baru, The Orion akan merilis tiga single terbaru:

1. Dedek Jangan Nakal

2. Manisan

3. Terang Menunggu

Ketiganya menyusul rilisan sebelumnya, Maafkan Aku dan Purnama.

Lagu Maafkan Aku sebelumnya mendapat perhatian luas setelah dicover sejumlah penyanyi dan kreator konten, di antaranya Endah Ungu dan Indah Yastami, dengan total views mencapai puluhan juta di berbagai platform digital.

“Perjuangan kami memang tidak mudah, tetapi saya yakin The Orion masih punya perjalanan panjang dan suatu saat bisa dikenal lebih luas,” ujar Tias.

Saat ini The Orion berada di bawah naungan Positif Art, management dan label yang sebelumnya menangani sejumlah nama seperti Kangen Band, T2, Wali, Hello, dan Zivilia. 

Minggu, 30 Agustus 2026

Ada Cerita Kebaikan di Balik Ulang Tahun Makco Emak Dato Kosambi di Bio Apekk 88

Kompassantri-online, Jakarta - Sejak rangkaian perayaan dimulai, warga berdatangan ke Bio Apekk 88, Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (30/8/2026).

Mereka datang dari berbagai arah. Ada yang bersama keluarga, ada yang berombongan dengan tetangga, dan ada pula yang datang seorang diri.

Tujuannya sama, mengikuti perayaan ulang tahun Makco Emak Dato Kosambi yang dipimpin Suhu Ahuat.

Suasana yang tercipta jauh dari kesan pesta besar. Sembahyang bersama dan cia peng an menjadi inti kegiatan. Para umat mengikuti prosesi dengan tenang dan khidmat.

"Yang penting kita kumpul dan niatnya baik. Sederhana tapi hati tenang," kata Suhu Ahuat.

Di balik pertemuan tersebut, ada pula cerita kepedulian yang dilakukan sehari sebelumnya.

Para donatur dan dermawan turut memberikan bantuan sembako yang kemudian disalurkan melalui kegiatan bakti sosial kepada Panti Asuhan Asih Lestari.

Kegiatan tersebut membuat rangkaian perayaan tidak hanya menjadi momen berkumpul bagi umat, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi orang lain.

"Perayaan seperti ini mudah-mudahan tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga membawa kebaikan bagi lingkungan dan sesama," ujar Suhu Ahuat.

Setelah seluruh rangkaian sembahyang selesai, suasana berubah menjadi lebih hangat. Warga duduk bersama, menikmati hidangan, dan berbincang dalam suasana kekeluargaan.

Tidak ada sekat antara mereka yang datang sendiri maupun bersama kelompok. Semua berbaur dalam satu meja dan satu suasana.

Perayaan tersebut menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana sebuah tradisi mampu mempertemukan banyak orang.

Dari doa, berbagi, hingga makan bersama, ulang tahun Makco Emak Dato Kosambi di Bio Apekk 88 meninggalkan cerita tentang kebersamaan yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sabtu, 29 Agustus 2026

JJ Twins Rilis Single Terbaru “Back To You”, Kisahkan Cinta yang Selalu Menemukan Jalan Pulang

Kompassantri-online, JAKARTA — Duo penyanyi asal Sri Lanka, JJ Twins, Jason dan Julian Prins, kembali menyapa penikmat musik melalui single terbaru mereka berjudul “Back To You”. Lagu bergenre pop tersebut resmi dirilis pada 28 Agustus 2026 dan kini sudah dapat didengarkan di berbagai platform musik digital.

JJ Twins bukan nama baru bagi penikmat musik Indonesia. Jason dan Julian sebelumnya pernah berkolaborasi dengan sejumlah penyanyi di Indonesia. Kehadiran “Back To You” menjadi langkah terbaru mereka untuk memperluas karya sekaligus menjangkau pendengar di Indonesia maupun mancanegara.

“Back To You” mengangkat tema tentang cinta yang tulus dan hubungan yang selalu dipertahankan. Lagu ini menggambarkan seseorang yang, sejauh apa pun perjalanan hidup membawanya, pada akhirnya selalu menemukan jalan untuk kembali kepada orang yang dicintainya.

Bagi JJ Twins, sosok pasangan dalam lagu tersebut bukan sekadar seseorang yang dicintai, tetapi juga menjadi tempat untuk kembali, layaknya sebuah rumah.

Pesan tersebut terasa melalui gambaran sederhana tentang kehidupan sehari-hari. Mulai dari hoodie pasangan yang tertinggal di kursi, secangkir teh di atas meja, hingga suara tawa yang terdengar akrab. Hal-hal kecil tersebut kemudian menjadi simbol dari sebuah hubungan yang memiliki arti mendalam.

“Back To You” seolah ingin menyampaikan bahwa sejauh apa pun seseorang pergi, hati tetap memiliki arah untuk kembali kepada orang yang membuatnya merasa nyaman, dicintai, dan diterima.

Dari sisi produksi, single ini juga melibatkan sejumlah musisi dan pekerja kreatif yang turut memberikan warna terhadap lagu tersebut.

JJ Twins tercatat sebagai penulis musik dan lirik. Sementara proses produksi, mixing, dan mastering dipercayakan kepada Yan Kmit sebagai producer sekaligus mix and master.

“Back To You” Hadir di Platform Digital

Single terbaru JJ Twins ini sudah tersedia di sejumlah platform streaming musik, termasuk Spotify dan Apple Music. Sementara itu, video lirik “Back To You” juga telah tersedia di YouTube Channel JJ Twins.

JJ Twins berharap “Back To You” dapat diterima secara luas oleh pendengar musik, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai negara.

“Hey there Indonesia, We hope you will love our new single Back To You. Please go stream our new single Back To You on all streaming platforms and share it amongst your friends. Your support means so much to us. Thank you. Much love from Julian and Jason Prins (JJ Twins),” ungkap JJ Twins.

Bagi Jason dan Julian, dukungan dari para pendengar menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka sebagai musisi. Mereka juga berharap karya-karya yang dihadirkan dapat menjadi jembatan untuk semakin dekat dengan penggemar musik Indonesia.

Melalui “Back To You”, JJ Twins ingin membawa pesan sederhana tentang arti cinta yang tetap bertahan dan selalu menemukan jalan untuk pulang.

“Back To You” — JJ Twins

Artist: JJ Twins
Song Title: Back To You
Genre: Pop
Release Date: 28 Agustus 2026
Music & Lyrics: JJ Twins
Producer: Yan Kmit
Mix & Master: Yan Kmit

JJ Twins - Back To You Lyrics.


Verse:
You can leave your hoodie on my chair
Put up your pictures everywhere
Play silly like we just don’t care
Growing older, staying young

Your tea laying on the table
Mmm mmm
Your laughs still makes me bubble
Mmm mmm
I know your love makes me able
When you’re standing close

Pre-chorus:
And I said, I can be strong
When you’re around
When the door shuts
I’ll stay till dawn
Now every little road leads
Back to your glow
And when the sunsets
 You know

Chorus:
I keep coming back to you
Back to you
I keep coming back to you
Back to you
One kiss and I fall
One touch and I’m sore
I keep coming back to you
Back to you

Verse
I save your photograph and stare
No empty spots left cause I care
My phone stays up all night
It’s louder that way

Every step I take with you
Never takes away the truth
It don’t hit the way you do
Ya it drives me home to you

Pre-chorus:
And I said, I can be strong
When you’re around
When the door shuts
I’ll stay till dawn
Now every little road leads
Back to your glow
And when the sunsets
 You know

Bridge:
Baby you’re the one, I can’t let go
Baby you’re the one, makes me
Feel so good
If you call at night, I promise you
I’ll stay by your side
And it’s true

Chorus:
I keep coming back to you
Back to you
I keep coming back to you
Back to you
One kiss and I fall
One touch and I’m sore
I keep coming back to you
Back to you

LULU MUDITA HADIR DENGAN DEBUT SINGLE

Kompassantri-online, “APAKAH KAMU ORANGNYA?” Suarakon Keraguan dan Overthinking dalam Kisah Cinta Anak Muda Masa Kini

JAKARTA, 28 Agustus 2026 - Penyanyi muda berbakat Lulu Mudita resmi memperkenaikan langkah perdananya di industri musik Tanah Air melalui debut single “Apakah Kamu Orangnya?", yang dirilis di bawah naungan AFE Records. Lagu ini menghadirkan cerita jujur tentang keraguan untuk jatuh cinta, kesulitan kembali percaya kepada seseorang, dan kebiasaan overthinking yang kerap membayangi anak muda dalam menjalin hubungan. 

Mencintai musik sejak usia dini, Lulu telah terbiasa bernyanyi sejak kecil dengan dukungan penuh dari kedua orang tuanya. Dukungan tu menjadi fondasi kuat yang membawanya pada langkah baru: memperkenalkan karakter dan warna vokainya kepada publik lewat karya perdana ini. Digarap oleh komposer Bemby Noor, “Apakah Kamu Orangnya?” mengajak pendengar merenungkan pertanyaan sederhana namun berat. Ketika seseorang datang menawarkan cinta, bagaimana kita tahu bahwe dialah orang yang tepat untuk dipercaya? 

“Lewat lagu ini, aku ingin menyampaikan perasaan yang mungkin pernah dirasakan banyak orang. Kadang kita ingin jatuh cinta, tapi & saat yang sama kita takut salah memilih, takut terluka, atau terlalu banyak berpikir. Jadi, akhirnya kita terus bertanya-tanya, Apakah kamu orangnya?” terang ulu Mudita 

VISUAL BERNUANSA KOREAN DRAMA 

Cerita dalam lagu ini turut diperkuat lewat music video bernuansa Korean drama, dengan pendekatan storytelling yang emosional dan sinematik. Visual tersebut menerjemahkan setiap fase perasaan dalam lagu: rasa penasaran, ketertarikan, keraguan, hingga pergulatan batin dalam menentukan apakah seseorang layak untuk dipercaya dan dicintai. Sebagai debut, single ini menjadi awal dari perjalanan panjang Lulu Mudita di industri musik Indonesia, didukung penuh oleh Afe Records, Bemby Noor, dan orang-orang terdekat yang telah 

menemani perjalanan bermusiknya sejak kecil. “Apakah Kamu Orangnya?” oleh Lulu Mudita telah dirilis dan dapat dinikmati melajuj seluruh platform musik digital. 

CREDIT: OIPTAAN BEMBY NOOR & LULU MUDITA | MUSIC PRODUCER BEMBY NOOR | MUSIC CO-PRODUCER JOHpy VA DAMA KEYBOARDIST, GUITARIS, MIDI PROGRAMMER JOHN WILDAMA | VOCAL DIRECTOR BEMBY NOOR MIXING & MASTERING ANGGI ANGGORO 

TR TOR @LULUMUDITA INSTAGRAM @LULUMUDITA OONESOSST7B IAFE RECORDS) INSTAGRAM @AFERECORDS THTOK @AFERECON®

Kamis, 27 Agustus 2026

Pimpinan DPR RI Bagi Tugas di Rapur dan Audiensi dengan Pendemo, Puan Kembali Tegaskan DPR Terbuka dengan Aspirasi Rakyat

Kompassantri, Ketua DPR RI Puan Maharani kembali menegaskan DPR terbuka dengan aspirasi masyarakat. Hal ini menyusul kehadiran Aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok bersama sejumlah rekannya dalam Rapat Paripurna DPR hari ini.

“Dari awal kami mengatakan bahwa gedung DPR ini terbuka untuk menerima aspirasi dari masyarakat namun ada aturan dan mekanismenya,” kata Puan usai Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Hal ini disampaikan Puan saat dimintai tanggapan pewarta mengenai Botok bersama sejumlah perwakilan pendemo yang diterima masuk ke DPR. Bahkan Botok dkk ikut menyaksikan Rapat Paripurna dari balkon ruang rapat ketika agenda pembacaan laporan perkembangan penyusunan RUU Perampasan Aset oleh Komisi III DPR RI.

Botok sendiri mengaku dipersilakan masuk oleh pimpinan DPR untuk bertemu di dalam kompleks parlemen. Setelah mendengarkan pembacaan laporan perkembangan RUU Perampasan Aset dalam Rapat Paripurna DPR, Botok bersama perwakilan pendemo lainnya lalu melakukan audiensi secara khusus dengan pimpinan DPR.

Audiensi tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, bersama Wakil Ketua DPR Saan Mustopa, Cucun Ahmad Syamsurizal. Sementara Puan dan Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati melanjutkan memimpin Rapat Paripurna dalam waktu bersamaan dengan audiensi antara pimpinan DPR dan perwakilan pendemo.

Terkait hal ini, Puan menegaskan DPR siap menerima aspirasi masyarakat namun perlu mengikuti prosedur yang ada.

“Jikalau aspirasi dan pertemuan itu ingin dilakukan, silakan sampaikan surat permintaan untuk bertemu, sampaikan surat keinginan untuk menyampaikan aspirasi. Tentu saja kami akan menemui dan menerima aspirasi tersebut,” tuturnya.

Puan menjelaskan, aspirasi dapat diterima melalui berbagai cara. Bisa melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di alat kelengkapan dewan (AKD) atau komisi terkait, lalu bisa melalui Badan Aspirasi Masyarakat (BAM), audiensi dengan pimpinan DPR atau komisi, termasuk dipersilakan hadir dalam Rapat Paripurna.

“Bahkan sampai kemudian kami akan bolehkan perwakilannya untuk ikut dalam paripurna. Namun ya ikuti mekanisme dan aturan yang ada di lembaga DPR ini,” jelas Puan.

Sementara mengenai Puan yang tidak mengikuti audiensi antara pimpinan DPR dengan perwakilan massa pendemo, Puan mengungkap hal itu merupakan pembagian tugas yang biasa dijalankan di DPR sehingga semua fungsi dan tugas DPR dapat dijalankan dengan baik. 

Saat audiensi berlangsung, Rapat Paripurna masih berjalan sehingga Puan bersama Wakil Ketua DPR Sari Yuliati tetap berada di Ruang Rapat Paripurna untuk memimpin jalannya sidang. Sebelum audiensi berlangsung, Rapat Paripurna dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, dan Cucun Ahmad Syamsurizal. 

“Memang kami membagi tugasnya karena kan saya dan Bu Sari memimpin Paripurna, sebelumya Pak Dasco memimpin Paripurna. Saya tadi juga ada pertemuan dulu,” terang perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

“Pimpinan ada satu ketua dan empat wakil ketua, memang bertugas untuk bisa menemui masyarakat, aspirasi dan mempunyai tugas masing-masing untuk pembagian tugasnya,” imbuh Puan.

Seperti diketahui, Botok dkk dipersilakan mendengarkan laporan Komisi III DPR terkait perkembangan penyusunan RUU Perampasan Aset. Laporan itu dibacakan oleh Ketua Komisi III DPR Habiburokhman. Pengesahan RUU Perampasan Aset menjadi salah satu aspirasi yang dibawa AMPB dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR.

Selain laporan perkembangan penyusunan RUU Perampasan Aset, Rapat Paripurna DPR hari ini juga memiliki sejumlah agenda yaitu pengesahan UU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2025 dan tanggapan Pemerintah terhadap pandangan umum fraksi-fraksi atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 Beserta Nota Keungannya.

Rapat Paripurna juga beragendakan laporan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Terhadap Perubahan Kelima Prolegnas Rancangan Undang-Undang Tahun 2025-2029 dan Perubahan Keempat Prolegnas Rancangan Undang-Undang Prioritas Tahun 2026, dilanjutkan dengan pengambilan keputusan. Dokumen laporan Baleg ini diterima oleh Puan dalam Rapat Paripurna.

Lalu pengesahan hasil laporan Tim Pengawas Penyelenggaraan Ibadah Haji DPR RI Tahun 2026, dan hasil Uji Kelayakan (fit and proper test) Calon Kepala Eksekutif Pegawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Agenda Rapat Paripurna selanjutnya adalah pengesahan RUU Perubahan Keempat Atas UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan sebagai RUU inisiatif DPR.

Selain Rapat Paripurna dan audiensi dengan kelompok masyarakat, DPR pun hari ini memiliki banyak agenda. Di antaranya seperti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Pansus RUU Daerah Kepulauan dengan pihak Kementerian Keuangan, dan RDPU Pansus RUU tentang Daerah Kepulauan dengan Wahana Lingkungan Hidup (WALHI), Forest Watch Indonesia (FWI), dan Sajogyo Institute.

Tak hanya itu, DPR hari ini juga memiliki agenda Rapat Kerja Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kesehatan untuk membahas Evaluasi penanganan dan pemulihan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), serta perkembangan terkini penanganan bencana di wilayah Sumatera, dan membahas penguatan perlindungan, kesejahteraan, dan kesehatan jiwa tenaga medis dan tenaga Kesehatan.

Selasa, 25 Agustus 2026

Setahun Curi Motor Jamaah Masjid, 2 Pelaku Curanmor Diciduk

Jamaah Salat Subuh Jadi Sasaran, Komplotan Curanmor Dibekuk
Kompassantri, TANGERANG — Aksi komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang menyasar kendaraan jamaah masjid saat salat Subuh akhirnya terbongkar. Dua pelaku ditangkap Unit Reskrim Polsek Ciledug setelah polisi melakukan penyelidikan berdasarkan rekaman CCTV dan informasi yang beredar di media sosial. Rabu (26/8/2026). 

Kedua pelaku yang diamankan yakni MF (33) yang berperan sebagai joki sekaligus mengawasi situasi dan CW (48) sebagai eksekutor atau pemetik motor.

Mereka ditangkap pada Kamis Pagi (20/8/2026). Penangkapan dilakukan setelah petugas mencurigai dua orang yang mengendarai sepeda motor dengan ciri-ciri sesuai hasil penyelidikan.

Kapolsek Ciledug Kompol Susida Aswita mengatakan, pengungkapan bermula dari maraknya kasus pencurian motor yang menyasar parkiran masjid pada waktu Subuh.

"Kami melakukan pemetaan terhadap ciri-ciri pelaku, kendaraan yang digunakan, waktu operasi hingga lokasi yang menjadi sasaran. Dari rekaman CCTV dan informasi di media sosial, petugas kemudian melakukan patroli dan penyisiran secara rutin," ujar Susida.

Saat itu, petugas melihat dua orang yang gerak-geriknya mencurigakan. Keduanya kemudian dibuntuti hingga masuk ke kawasan Larangan.

Pelaku sempat mendatangi sebuah masjid di Perumahan Larangan Indah. Namun, aksi pencurian tidak terjadi karena jamaah telah membubarkan diri dari area parkiran.

Petugas kemudian melakukan penyergapan. Kedua pelaku berhasil diamankan berikut sepeda motor yang digunakan.

Dari pemeriksaan, polisi menemukan sejumlah alat yang diduga digunakan untuk mencuri kendaraan, antara lain mata kunci, magnet kunci, kunci kontak dan peralatan lainnya.

Polisi juga menyita satu unit Honda Beat, dua handphone, tas, helm, sepatu serta rekaman CCTV sebagai barang bukti.

Dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku mengaku telah melakukan pencurian sepeda motor selama sekitar satu tahun.

Sasarannya bukan hanya parkiran masjid, tetapi juga kawasan perumahan dan kontrakan. Para pelaku biasanya beraksi pada dini hari hingga pagi.

"Dari pemeriksaan sementara, mereka mengaku beraksi sekitar pukul 02.00 sampai 07.00 WIB. Sasarannya antara lain parkiran masjid, perumahan dan kontrakan. Mereka mengaku bisa melakukan pencurian dua sampai tiga kali dalam satu minggu," kata Susida.

Motor hasil curian kemudian dijual kepada seorang penadah di wilayah Karawang, Jawa Barat, dengan harga sekitar Rp3 juta per unit.

Polisi telah melakukan pengembangan ke wilayah Karawang untuk mencari penadah. Namun, penadah yang dituju belum ditemukan karena disebut sudah dua hari tidak pulang ke rumah.

Sementara itu, salah satu tersangka diketahui merupakan residivis kasus serupa dan pernah menjalani hukuman di Lapas Subang pada 2024.

Polisi masih mengembangkan pengakuan kedua tersangka untuk mencocokkan lokasi-lokasi pencurian lainnya, termasuk di wilayah Ciledug, Karang Tengah, Larangan, Pinang, Cipondoh, Neglasari, Cengkareng hingga Pondok Aren.

Plh. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Eko Bagus Riyadi mengatakan pengungkapan ini menjadi bukti bahwa polisi tidak hanya menunggu laporan, tetapi melakukan patroli dan penyelidikan berdasarkan pola kejahatan yang berkembang di masyarakat.

"Kami akan terus kembangkan pengungkapan ini, termasuk mengejar penadah dan kemungkinan adanya pelaku lain. Masyarakat juga kami imbau tetap waspada, khususnya saat memarkir kendaraan pada dini hari, dan segera melapor melalui call center 110 apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan," ujar Eko.

Saat ini kedua pelaku diamankan untuk menjalani proses penyidikan. Polisi juga masih memburu pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.

Kedua pelaku dijerat Pasal 477 KUHP UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman sesuai ketentuan perundang-undangan.

Senin, 24 Agustus 2026

LAZISNU–JPZIS Nurul Iman Salurkan Beasiswa Berprestasi di MI Al-Ikhlas Leuwinanggung

DEPOK* – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang bertepatan dengan Senin, 24 Agustus 2026, LAZISNU Kota Depok bersama JPZIS Nurul Iman menunjukkan kepedulian terhadap dunia pendidikan melalui penyaluran Beasiswa Berprestasi kepada siswa-siswi MI Al-Ikhlas, Leuwinanggung, Tapos, Depok.

Penyerahan beasiswa dilakukan secara simbolis oleh pengurus LAZISNU Kota Depok, Kepala MI Al-Ikhlas, dan Ketua JPZIS Nurul Iman kepada para siswa-siswi berprestasi. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebahagiaan di tengah rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan madrasah.

Ketua JPZIS Nurul Iman LAZISNU Kota Depok, *Chaerul Anwar, S.Pd.*, menyampaikan bahwa program beasiswa ini merupakan bentuk apresiasi kepada para siswa yang menunjukkan prestasi dalam bidang akademik maupun keagamaan.

“Sebagai siswa-siswi, kalian harus rajin belajar agar menjadi anak yang saleh dan salehah. Menuntut ilmu merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim,” ujar Chaerul yang akrab disapa *Pak Ilul* oleh para siswa.

Ia juga mengajak para siswa menjadikan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebagai momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW.

“Peringatan Maulid ini menjadi momentum untuk mencontoh *uswatun hasanah* dari Rasulullah SAW, khususnya dalam ketekunan belajar, akhlak mulia, dan kelembutan hati,” tambahnya.

Beasiswa diberikan kepada siswa-siswi berprestasi dari kelas 1 hingga kelas 6 yang mendapatkan predikat *“Bintang Kelas”*. Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada para siswa dalam kategori Beasiswa Berprestasi Kelas Tahfidz*sebagai bentuk penghargaan atas kesungguhan mereka dalam menghafal Al-Qur’an.

“Kami berharap beasiswa ini dapat menambah semangat belajar siswa-siswi MI Al-Ikhlas. Ini adalah bentuk apresiasi dan bukti bahwa setiap usaha dalam belajar tidaklah sia-sia,” jelas Chaerul.

Sementara itu, *Hj. Nida*, Kepala MI Al-Ikhlas, menyampaikan apresiasi kepada LAZISNU Kota Depok dan JPZIS Nurul Iman atas terselenggaranya program tersebut.

“Kolaborasi ini sangat berarti bagi kami dan menjadi dorongan positif bagi seluruh keluarga besar MI Al-Ikhlas. Semoga amal baik ini, khususnya kepada seluruh donatur dan para munfiq, mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT,” tuturnya.

Program beasiswa ini menjadi bagian dari komitmen LAZISNU Kota Depok dan JPZIS Nurul Iman dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memberikan motivasi kepada generasi muda agar terus berprestasi, mencintai ilmu, dan memiliki akhlak yang baik.

Melalui kolaborasi bersama lembaga pendidikan, LAZISNU Kota Depok berharap gerakan kepedulian terhadap pendidikan dapat terus berkembang sehingga semakin banyak siswa yang mendapatkan dukungan untuk meraih prestasi dan mewujudkan cita-citanya.

*Semoga beasiswa ini menjadi keberkahan bagi para penerima, keluarga, madrasah, serta seluruh donatur dan munfiq yang telah mendukung program pendidikan LAZISNU Kota Depok.*

Kamis, 20 Agustus 2026

Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia, Tantowi Yahya Menggelar Konser di Sejumlah Negara Eropa

Kompassantri, Tantowi Yahya Bawa Misi Diplomasi Budaya Indonesia ke Tiga Negara Eropa. Strings of Equator : A Musical Journey to Indonesia hadir di Norwegia, Spanyol, dan Belanda pada Agustus – September 2026, didukung oleh Kementerian Kebudayaan RI melalui Dana Indonesiana, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pertamina (Persero), dan Yayasan Kesetiakawanan dan Keadilan Sosial. 
Jakarta, 19 Agustus 2026 — Indonesia memperkuat diplomasi budayanya di Eropa melalui rangkaian konser Strings of Equator: A Musical Journey to Indonesia yang akan dibawakan Ambassador Tantowi Yahya bersama Thomshell Band di Norwegia, Spanyol, dan Belanda pada 24 Agustus hingga 7 September 2026. 

Program ini menggabungkan promosi budaya, pariwisata, dan investasi Indonesia dalam satu panggung diplomasi publik. Strings of Equator : A Musical Journey to Indonesia merupakan pertunjukan musik yang menggabungkan lagu-lagu Indonesia, lagu daerah, karya internasional, serta narasi budaya yang memperkenalkan keragaman Indonesia kepada audiens global. 

Program ini dirancang sebagai sarana diplomasi budaya yang menjembatani dialog antarbangsa melalui bahasa universal musik. Penampilan tahun ini menjadi tahun ketiga berturut-turut bagi Ambassador Tantowi Yahya tampil di Santa Susanna, Spanyol, menunjukkan kepercayaan dan apresiasi yang terus tumbuh dari audiens internasional terhadap diplomasi budaya Indonesia. 

Rangkaian konser akan diselenggarakan di tiga panggung: ● 24 Agustus 2026 — Victoria National Jazz Scene, Oslo ● 28 Agustus, 31 Agustus, 1 September 2026 — Hotel Indalo Park Santa Susanna, Barcelona, Spanyol ● 4 September 2026 — Resepsi Diplomatik KBRI Den Haag, Wisma Duta RI, Kerkeboslaan 2, 2243 CM Wassenaar Berbeda dari konser musik pada umumnya, "Strings of Equator" merupakan platform diplomasi yang mengintegrasikan promosi budaya, pariwisata, dan investasi Indonesia. 

Program ini ditargetkan dapat membangkitkan ketertarikan wisatawan Eropa untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi prioritas, serta menanamkan persepsi positif tentang Indonesia sebagai mitra investasi yang terbuka dan menjanjikan. 

"Musik adalah jembatan paling universal antarbangsa. Melalui 'Strings of Equator', kami ingin menyampaikan bahwa Indonesia bukan hanya negara dengan kekayaan budaya yang luar biasa, tetapi juga mitra strategis yang siap berdialog dengan dunia, baik dalam ranah pariwisata maupun investasi," ujar Amb. Tantowi Yahya, Ketua Delegasi misi ini. 

Misi diselenggarakan dalam kerangka kerja sama resmi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Oslo dan KBRI di Den Haag, menjadikannya bagian dari agenda diplomasi publik Republik Indonesia di kawasan Eropa Utara dan Eropa Barat. Strings of Equator : A Musical Journey to Indonesia mendapatkan dukungan strategis dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesiana, program pemanfaatan hasil kelola Dana Abadi Kebudayaan yang dirancang untuk memfasilitasi kegiatan budaya berdampak strategis di tingkat internasional. 

Kemitraan strategis juga terjalin dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. sebagai mitra strategis misi ini. Keterlibatan BRI mempertegas komitmen bank nasional terbesar Indonesia dalam mendukung promosi Indonesia di tingkat global, sekaligus memperluas narasi BRI dari ekosistem keuangan domestik menuju kehadiran aktif di panggung diplomasi internasional. Dukungan turut hadir dari PT Pertamina (Persero) yang memperkuat komposisi kemitraan multi-sektor dalam misi ini. 

Keterlibatan Pertamina menempatkan perusahaan energi nasional sebagai bagian dari narasi Indonesia yang siap menjadi mitra strategis di panggung Eropa, khususnya di Norwegia dan Belanda yang memiliki ekosistem industri energi yang matang. 

Kemitraan strategis juga terjalin dengan Yayasan Kesetiakawanan dan Keadilan Sosial, yang turut mendukung terselenggaranya misi diplomasi budaya ini sebagai bentuk komitmen bersama untuk mengangkat nama Indonesia di panggung internasional melalui jalur seni dan budaya. 

"Dukungan dari Kementerian Kebudayaan melalui Dana Indonesiana, BRI, Pertamina, dan Yayasan Kesetiakawanan dan Keadilan Sosial menjadi penanda penting bahwa diplomasi budaya Indonesia kini dijalankan dengan dukungan ekosistem yang utuh dari pemerintah, sektor korporasi, sektor sosial, dan pelaku seni profesional. Inilah model diplomasi yang berkelanjutan dan dapat direplikasi," tambah Ambassador Tantowi Yahya.

Minggu, 09 Agustus 2026

Unit dan Jaringan ZISNU Sukmajaya Ikut Apresiasi Amil Jenazah

Kompassantri-online, DEPOK** — NU Care–LAZISNU Kota Depok melalui UPZIS Abadijaya–Sukmajaya bersama Jaringan Pengelola ZISNU (JPZIS) Masjid Nurul Iman Abadijaya turut berpartisipasi memberikan bantuan sebagai bentuk apresiasi kepada para amil jenazah di wilayah Sukmajaya.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari inisiatif MWCNU Sukmajaya untuk memberikan perhatian dan apresiasi kepada para amil jenazah yang selama ini aktif membantu masyarakat dalam pelayanan pengurusan jenazah.

Ketua UPZIS Abadijaya–Sukmajaya, Ustadz Ahmad Suryadi, mengatakan partisipasi LAZISNU berawal dari arahan Ketua MWCNU Sukmajaya, Ustadz Ahmad Fachruddin.

> “Berawal dari arahan Ketua MWCNU Sukmajaya, Ustadz Ahmad Fachruddin, LAZISNU berpartisipasi memberikan apresiasi kepada amil jenazah,” kata Ustadz Ahmad Suryadi, Sabtu (8/8/2026).

Ia menjelaskan, setelah mengetahui terdapat empat amil jenazah yang menjadi calon penerima manfaat, pihak UPZIS menyiapkan bantuan sesuai arahan dan kemampuan yang tersedia.

“Karena calon penerima manfaat ada empat amil jenazah, maka kami siapkan sesuai arahan Ketua MWCNU Sukmajaya,” jelasnya.

Menurut Ahmad Suryadi, UPZIS kemudian menghubungi JPZIS binaannya untuk turut berpartisipasi dalam menyiapkan paket sembako. Langkah tersebut dilakukan dengan prinsip gotong royong dan menyesuaikan kemampuan dana yang tersedia di masing-masing JPZIS.

> “Atas arahan tersebut, kami menghubungi binaan JPZIS kami untuk berpartisipasi dan membantu mengisi paket sembako. Prinsipnya, kita jalani bersama sesuai kemampuan dan cadangan dana infak di JPZIS binaan,” ungkapnya.

### JPZIS Turut Bergotong Royong

Perwakilan JPZIS Masjid Nurul Iman Abadijaya, Ustadz Laits Assamarqandi, merespons baik ajakan tersebut. Ia menyampaikan kesiapan JPZIS untuk ikut membantu pengadaan paket sembako bagi para amil jenazah.

> “Siap berpartisipasi, patungan untuk pengadaan paket sembako,” terang Ustadz Laits Assamarqandi 

Partisipasi tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara LAZISNU, UPZIS, dan JPZIS dalam menjalankan fungsi pelayanan sosial di tengah masyarakat.

### LAZISNU Apresiasi Kerja Partisipatoris

Sekretaris NU Care–LAZISNU Kota Depok, Muh. Sodiqul Anwar, mengapresiasi langkah UPZIS Abadijaya–Sukmajaya yang mampu menggerakkan JPZIS binaannya untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Menurut Sodiqul, pola kerja partisipatoris seperti ini dapat menjadi bagian dari proses konsolidasi jaringan ZISNU, khususnya di wilayah Sukmajaya.

“Langkah kerja partisipatoris ini menjadi bagian dari kerja konsolidasi binaan JPZIS di Sukmajaya. Semoga ke depan, jika ada program penyaluran yang merupakan arahan dari pimpinan NU, kita bisa melakukan kerja bersama seperti ini,” ujar Sodiqul.

Ia menambahkan, LAZISNU Kota Depok juga akan terus berupaya mendukung kebutuhan umat melalui dana yang tersedia dan tetap memperhatikan kondisi cadangan dana yang dikelola.

> “Termasuk LAZISNU akan menyubsidi kebutuhan dana umat selama masih ada cadangan,” tandas Sodiqul.

Kegiatan apresiasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bentuk penghargaan kepada para amil jenazah, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan konsolidasi jaringan ZISNU dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kamis, 23 Juli 2026

Pimpin LPBI Kota Bogor, Dedy Yusup Isyaratkan Tidak Maju Lagi dalam Pemilihan Ketua MWCNU Bogor Barat



Kota Bogor – Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bogor Barat, Dedy Yusup, mengisyaratkan tidak akan kembali maju dalam pemilihan Ketua MWCNU Bogor Barat pada Konferensi MWC yang dijadwalkan berlangsung setelah pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama.

Sinyal tersebut muncul setelah Dedy Yusup menerima amanah sebagai Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kota Bogor masa khidmat 2025–2030. Sesuai ketentuan organisasi, seorang ketua tidak diperkenankan merangkap jabatan ketua pada tingkatan atau badan otonom lainnya.

Saat ditemui di sela kegiatan aksi bersih Sungai Loji di kawasan Pagentongan, Bogor Selatan, Dedy membenarkan bahwa dirinya akan mematuhi ketentuan organisasi tersebut.

“Semestinya Konferensi MWC Bogor Barat akan digelar bulan ini. Namun karena semua pihak, terutama PCNU Kota Bogor, sedang fokus pada pelaksanaan Muktamar NU, maka konferensi diundur hingga setelah Muktamar selesai,” ujarnya.

Menurut Dedy, amanah baru sebagai Ketua LPBI NU Kota Bogor mengharuskannya melepaskan jabatan Ketua MWCNU Bogor Barat yang telah diembannya selama satu periode. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai sekretaris MWCNU Bogor Barat selama setengah periode.

Selama memimpin MWCNU Bogor Barat, sejumlah capaian berhasil diwujudkan. Salah satu yang paling menonjol adalah terbentuknya kepengurusan ranting NU di hampir seluruh kelurahan di wilayah Kecamatan Bogor Barat. Selain itu, MWCNU Bogor Barat juga menginisiasi pembentukan koperasi yang beranggotakan para pengurus sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi organisasi.

Dalam bidang kemanusiaan, MWCNU Bogor Barat aktif terlibat dalam berbagai aksi penanggulangan bencana dan kegiatan sosial. Komitmen tersebut terus berlanjut melalui LPBI NU Kota Bogor yang kini dipimpinnya. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah mengerahkan anggota LPBI untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bogor dalam kegiatan bersih-bersih sungai.

Terkait suksesi kepemimpinan MWCNU Bogor Barat, Dedy menyebut saat ini terdapat beberapa nama yang mulai mengemuka sebagai calon ketua.

“Sejauh ini ada dua nama yang cukup kuat, yaitu Ustaz Iyad dari Ranting NU Pasirkuda dan Ustaz Wawar dari Ranting NU Bubulak. Namun tidak menutup kemungkinan akan muncul calon-calon lain menjelang konferensi,” katanya.

Dedy menegaskan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan Konferensi MWCNU Bogor Barat agar berlangsung secara demokratis, terbuka, dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh kader terbaik NU.

Ia menambahkan bahwa Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor juga mendorong terjadinya regenerasi kepemimpinan yang sehat dengan memberikan ruang bagi kader-kader potensial untuk tampil dan berkompetisi secara fair.

“Yang terpenting adalah bagaimana konferensi dapat melahirkan pemimpin terbaik bagi MWCNU Bogor Barat dan mampu melanjutkan program-program yang telah berjalan demi kemajuan organisasi serta kemaslahatan warga Nahdliyin,” pungkasnya.

Minggu, 19 Juli 2026

31 Tahun Menanti, Alumni MAN 1 Cibinong Angkatan 1995 Reuni di RM Mak Enis Penuh Haru

 Cibinong,Bogor. Setelah 31 tahun berpisah, puluhan alumni jurusan Agama 1 dan Agama 2 Madrasah Aliyah Negeri 1 Cibinong angkatan 1995 menggelar reuni akbar di RM Mak Enis, Jl. Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (18/07/2026) 
acara ini menjadi ajang melepas rindu sekaligus mempererat silaturahmi antar alumni.

Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB ini dipersiapkan oleh panitia reuni angkatan 1995. Ustadz Afafulloh dipercaya sebagai Ketua Panitia, sementara tausiyah disampaikan oleh,Ustadz Ujang Riva’i dan doa di pimpin oleh Ustadz H. Cecep Hasan Sadzili , hadir sekitar puluhan alumni yang hadir yang kini aktif di berbagai bidang di masyarakat.

Rangkaian kegiatan dibuka dengan opening oleh MC, pembacaan doa dan tawasul untuk guru serta sahabat yang telah wafat. Acara dilanjutkan sambutan Ketua Panitia, tausiyah,serta doa bersama, lalu _ISOMA_ atau istirahat, sholat dan makan bersama.

Puncak acara diisi dengan sesi hiburan, napak tilas dan kesan masa sekolah oleh perwakilan peserta, _fun games_ situasional, sesi foto dan video bersama, persembahan lagu bebas, karaoke, ramah tamah, hingga nyanyi bersama lagu kemesraan

MAN 1 Cibinong sendiri beralamat di Jl. Kayu Manis No.1, Ciri Mekar, Kec. Cibinong, Kab. Bogor.


"Reuni ini bukan hanya nostalgia, tapi bukti bahwa tali persaudaraan kita masih kuat. Semoga bisa kita berjumpa di lain waktu dan kesempatan.

Sabtu, 04 Juli 2026

Pergunu Bogor Utara Perkuat Ekosistem Pendidikan, Hadirkan Guru Penggerak Hati untuk Mencetak Generasi Berkarakter

Bogor – Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC Pergunu) Kabupaten Bogor zona Bogor Utara menggelar Sarasehan Pendidikan dengan menghadirkan para pendidik, pengurus NU, serta praktisi pendidikan dari delapan kecamatan di wilayah Bogor Utara. Kegiatan berlangsung di Aula Sekolah Darunnisa, Desa Pengasinan, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Sabtu (4/7/2026), pukul 08.00–12.00 WIB.

Sarasehan mengangkat semangat peningkatan kualitas guru dan pendidikan melalui dua materi utama, yakni "Menjadi Guru Penggerak Hati" yang disampaikan Ketua STKIP Sinar Cendekia H. Ade Nurhayat, serta "Setiap Anak Istimewa, Seni Menemukan Potensi di Balik Keunikan" yang disampaikan psikolog lulusan Universitas Gadjah Mada, Hj. Rika Hardani.

Kegiatan dihadiri Ketua PC Pergunu Kabupaten Bogor Hj. Lilis Fauziah Balqis, Bendahara PC Pergunu Hj. Ely Nurlaeli, Wakil Sekretaris PC Pergunu Ustadz Abdul Hakim Hasan, tokoh Nahdlatul Ulama Bogor Utara Kiai Ahmad Sya'roni, Ketua Yayasan Ibrahim dan Maryamah H. Rahmat Rasyidin, Ustadzah Desiana, serta para Ketua PAC Pergunu se-Bogor Utara.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Pergunu. Selain sesi ilmiah, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, air mineral khusus bagi peserta, serta membagikan paket sembako kepada 30 peserta pertama yang hadir sebagai bentuk apresiasi.

Ketua Panitia, Ahmad Fahmi, yang juga Wakil Ketua PC Pergunu Kabupaten Bogor sekaligus Koordinator Wilayah Bogor Utara, mengajak para guru untuk terus menyadari kemuliaan profesi pendidik.

"Guru bukan sekadar profesi, tetapi amanah yang sangat mulia. Fitrah seorang guru adalah mendidik, membimbing, dan mengantarkan manusia menuju kebaikan. Dalam banyak hal, tugas guru memiliki kemuliaan sebagaimana tugas para nabi, yaitu menyampaikan ilmu dan membimbing umat. Karena itu, setiap langkah, setiap ilmu yang diajarkan, insyaallah menjadi pahala jariyah yang terus mengalir selama ilmu tersebut diamalkan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua PC Pergunu Kabupaten Bogor, Hj. Lilis Fauziah Balqis, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya sarasehan yang mempertemukan para pengurus dan praktisi pendidikan dari berbagai wilayah di Bogor Utara.

Menurutnya, keberagaman latar belakang dan keahlian peserta merupakan modal besar dalam membangun pendidikan yang lebih maju dan berkualitas.

"Alhamdulillah, sarasehan ini menjadi ruang silaturahim sekaligus ruang bertukar gagasan bagi para pendidik Nahdlatul Ulama di wilayah Bogor Utara. Saya melihat potensi yang luar biasa dari para guru dan praktisi pendidikan yang hadir hari ini. Masing-masing memiliki kompetensi dan pengalaman yang saling melengkapi. Insyaallah, jika terus disinergikan, potensi ini akan menjadi keberkahan dan membawa kemajuan bagi dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Bogor," tutur Hj. Lilis.

Dalam sesi pertama, H. Ade Nurhayat mengajak para peserta untuk memaknai kembali hakikat seorang guru sebagai penggerak hati, bukan hanya penyampai materi pelajaran. Menurutnya, keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh keteladanan, keikhlasan, dan kemampuan guru membangun hubungan emosional dengan peserta didik.

Adapun pada sesi kedua, Hj. Rika Hardani menekankan pentingnya guru memahami bahwa setiap anak memiliki karakter, kecerdasan, dan potensi yang berbeda. Guru dituntut mampu menemukan kelebihan setiap peserta didik, bukan hanya berfokus pada kelemahannya.

Melalui pendekatan psikologi pendidikan, ia mengajak para guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih humanis, inklusif, dan menghargai keunikan setiap anak sehingga mereka dapat tumbuh sesuai dengan potensi terbaiknya.

Sarasehan Pendidikan Pergunu Bogor Utara diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kapasitas guru Nahdlatul Ulama sekaligus membangun jejaring kolaborasi antarpendidik di delapan kecamatan wilayah Bogor Utara. Semangat belajar sepanjang hayat, memperkuat kompetensi, serta menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan menjadi pesan utama yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.

Kontributor: Abdul Hakim

Jumat, 19 Juni 2026

Dedi Mulyadi Diuji: Mampukah Biayai 70 Ribu Siswa Swasta atau Sekadar Janji?

"

Pemerintah Provinsi Jawa Barat jangan membuat kebijakan pendidikan yang menciptakan kesenjangan baru antar sekolah dan peserta didik.

Sejak tahun 2022 Kementerian Pendidikan telah berupaya mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antar sekolah melalui berbagai kebijakan, termasuk pemanfaatan Rapor Pendidikan. Tujuannya jelas, yaitu agar tidak ada lagi dikotomi sekolah unggulan dan sekolah tertinggal, sehingga seluruh sekolah memiliki kualitas pendidikan yang sama-sama baik.

Sementara Prrogram Sekolah Maung (Sekolah Manusia Unggul) yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dengan pola penerimaan peserta didik 100 persen melalui jalur prestasi, berpotensi menghidupkan kembali praktik pelabelan sekolah unggulan yang selama ini berusaha diminimalisasi pemerintah pusat.

Jika siswa-siswa terbaik dikumpulkan dalam satu sekolah dengan label unggulan, sementara sekolah lain menerima siswa yang tersisa, maka kesenjangan kualitas pendidikan justru akan semakin lebar. Semangat pemerataan pendidikan yang selama ini dibangun menjadi kontradiktif

Seorang gubernur seharusnya mendorong seluruh sekolah di Jawa Barat menjadi sekolah berkualitas, bukan hanya membangun segelintir sekolah unggulan yang berpotensi menciptakan kasta baru dalam dunia pendidikan.

Kebijakan membantu siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri merupakan langkah positif. Namun masyarakat berhak bertanya, apakah Pemerintah Provinsi Jawa Barat benar-benar memiliki kemampuan fiskal untuk membiayai sekitar 70 ribu siswa tersebut secara berkelanjutan?

Pertanyaan tersebut menjadi relevan mengingat hingga saat ini masih terdapat sejumlah janji pendidikan yang belum terealisasi secara optimal. Salah satunya adalah janji penyelesaian persoalan ijazah yang tertahan akibat tunggakan biaya pendidikan yang sebelumnya disampaikan akan ditanggung oleh pemerintah daerah.

Kita masih ingat betul kebijakan penghentian Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) yang selama ini menjadi salah satu bentuk dukungan bagi sekolah swasta. Program yang pada masa Gubernur Ridwan Kamil memberikan bantuan sekitar Rp600 ribu per siswa per tahun tersebut kini tidak lagi berjalan sebagaimana sebelumnya.

Jika BPMU yang nilainya relatif kecil saja dihentikan, maka publik tentu wajar mempertanyakan bagaimana skema pembiayaan puluhan ribu siswa di sekolah swasta akan direalisasikan. Jangan sampai sekolah swasta hanya dijadikan alat untuk menyelesaikan persoalan daya tampung tanpa adanya kepastian dukungan anggaran yang memadai

Saya minta agar sekolah swasta tidak dijadikan kambing hitam ataupun sekadar pelengkap kebijakan yang bertujuan membangun popularitas politik. Yang dibutuhkan masyarakat Jawa Barat saat ini bukanlah janji-janji baru, melainkan kebijakan yang nyata, terukur, dan benar-benar terlaksana.

Masyarakat Jawa Barat tidak membutuhkan janji palsu. Yang dibutuhkan adalah kebijakan yang berpihak kepada rakyat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menghadirkan kualitas pendidikan yang merata bagi seluruh anak bangsa. Pendidikan bukan panggung pencitraan, tetapi ruang untuk menyiapkan masa depan Jawa Barat yang lebih baik

Narsum
Dr H Saepuloh, M.Pd Ketua Pergunu Jawa Barat
Kontributor: Abdul Hakim

Kamis, 11 Juni 2026

Silaturahmi dan Konsolidasi, PAC PERGUNU Bojonggede Siapkan Pelantikan dan Program Penguatan Guru

Kompassantri-online, Bogor – Pengurus Anak Cabang (PAC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Kecamatan Bojonggede melakukan silaturahmi dan koordinasi organisasi dengan Pengurus Cabang (PC) PERGUNU Kabupaten Bogor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 15.30 hingga 18.30 WIB tersebut dihadiri oleh Ketua PC PERGUNU Kabupaten Bogor Hj. Balqis, Sekretaris PC PERGUNU Kabupaten Bogor Kang Ass, Wakil Sekretaris PC PERGUNU Kabupaten Bogor Abdul Hakim, pengurus PC PERGUNU Kabupaten Bogor Hasan, serta Ustadzah Maghfiroh yang merupakan Wakil Ketua PERGUNU Kabupaten Bogor periode sebelumnya.

Sementara dari PAC PERGUNU Bojonggede hadir Ketua Ustadz Suhendar, Sekretaris Ustadz M. Mustaqim, Bendahara Ustadzah Rosmalina, Ceng Badrun, serta jajaran pengurus lainnya.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan jajaran pengurus PAC PERGUNU Bojonggede sekaligus melaporkan berbagai progres organisasi sejak terbentuknya kepengurusan di tingkat kecamatan.

Ketua PAC PERGUNU Bojonggede, Ustadz Suhendar, memaparkan sejumlah langkah yang telah dilakukan, mulai dari pembentukan struktur kepengurusan, silaturahmi ke sejumlah tokoh masyarakat dan pesantren, hingga proses pengajuan rekomendasi kepada MWCNU Kecamatan Bojonggede sebagai bagian dari tahapan administrasi organisasi.

“Kami telah bergerak melakukan silaturahmi ke beberapa tokoh masyarakat dan ulama untuk meminta nasihat serta dukungan terhadap keberadaan PERGUNU di Bojonggede. Selain itu, kami juga sedang membangun komunikasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat struktur organisasi dan menjaring guru-guru yang siap berkhidmat bersama PERGUNU. Dalam waktu dekat kami juga akan sowan ke MWCNU Bojonggede terkait permohonan surat rekomendasi,” ujar Ustadz Suhendar.

Selain melaporkan perkembangan organisasi, PAC PERGUNU Bojonggede juga menyampaikan rencana program ke depan, di antaranya pelantikan dan rapat kerja setelah terbitnya Surat Keputusan (SK), pelatihan bagi para guru, pendataan anggota, serta penguatan silaturahmi ke sekolah-sekolah dan pondok pesantren di wilayah Bojonggede.

Dalam arahannya, Ketua PC PERGUNU Kabupaten Bogor, Hj. Balqis, memberikan motivasi kepada jajaran PAC PERGUNU Bojonggede agar terus bergerak dan memperluas jaringan organisasi di tengah masyarakat.

“PERGUNU harus hadir di tengah masyarakat. Teruslah bergerak, sambung silaturahmi dengan berbagai elemen, hadiri kegiatan-kegiatan masyarakat, dan gunakan atribut batik PERGUNU sebagai media syiar untuk mengenalkan organisasi. Bangun komunikasi dengan lembaga pendidikan, yayasan, pesantren, dan sekolah, serta rangkul guru-guru formal maupun nonformal agar semakin banyak yang bergabung dan berkhidmat bersama PERGUNU,” pesan Hj. Balqis.

Pada kesempatan tersebut juga dibahas sejumlah program kerja yang dapat disinergikan antara PAC dan PC PERGUNU Kabupaten Bogor, seperti penyelenggaraan sarasehan bagi pengurus dan anggota, pendataan anggota PERGUNU, silaturahmi ke lembaga pendidikan, serta kolaborasi kegiatan dengan berbagai organisasi dan lembaga seperti PGRI, MUI, dan Forum Pondok Pesantren (FPP).

Silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal yang semakin memperkuat konsolidasi organisasi dan mempercepat gerakan PERGUNU di Kecamatan Bojonggede dalam mewujudkan penguatan peran guru Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat.

Kontributor: Abdul Hakim.