Tampilkan postingan dengan label daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daerah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Mei 2026

MEMENTO WORKS DAN STUDIO EMU GARAP FILM HOROR BERGAYA J-HOR KLASIK SHOOTING DI JEPANG


Kompassantri-online, Jakarta, 5 Mei 2026 — Memento Works bersama Studio Emu mengumumkan dimulainya produksi film horor terbaru berjudul "THE SCARECROW VALLEY" dan "JIKOBUKKEN" .Film ini mengangkat genre folk horror dengan latar budaya Jepang, berlokasi di dua prefektur di Jepang.
Kedua skenario "The Scarecrow Valley" dan "Jikobukken" ditulis dan disutradarai oleh Billy http://Christian.Keduanya merupakan IP original yang dikembangkan oleh Studio Emu. "The Scarecrow Valley" sendiri sudah bisa dibaca dalam bentuk komik di platform webtoon kanvas.
Kedua film ini dibintangi oleh Vanesha Prescilla sebagai Sandra, Giulio Parengkuan sebagai Irham, Yumi Kwandy sebagai Mizuki dan Yoriko, Dimas Anggara sebagai Hilman, serta didukung oleh para aktor Jepang antara lain So Takei, Hana Yuka Sano, Nobuyuki Suzuki yang akan memerankan tokoh-tokoh orang Jepang.
Persiapan yang dilakukan para pemain Indonesia yang salah satunya cukup menantang adalah belajar bahasa Jepang, karena dialog yang diucapkan para tokoh banyak yang dalam bahasa Jepang. Guilio Parengkuan, Dimas Anggara dan Yumi Kwandy dibimbing oleh guru bahasa yang merupakan asli orang Jepang bernama Miyu Okazaki.
Film "Jikobukken" bukanlah film horor pertama Dimas Anggara, namun kali ini Dimas harus berperan sebagai seorang penggemar anime yang manga dan fasih berbahasa Jepang. Guilio Parengkuan, yang sebelumnya pernah berperan bersama Vanesha Prescilla di sebuah film remaja, kali ini akan berperan berdua lagi sebagai sepasang kekasih.
Film "The Scarecrow Valley" dan "Jikobukken" bisa dibilang film horor Indonesia pertama yang melakukan shooting full di Jepang dan melibatkan kru dan pemain kedua negara. Kedua film ini juga merupakan film horror pertama bagi artis Vanesha Prescilla yang sebelumnya banyak dikenal lewat perannya sebagai anak SMA. Film horror yang lebih menitikberatkan ke elemen psikologis dan atmospheric horror ketimbang jumpscare inilah yang membuat Vanesha tertarik untuk bergabung di "The Scarecrow Valley".
Sutradara, penulis dan produser Billy Christian yang juga seorang Youtuber berencana untuk mengajak para cast untuk mengunjungi beberapa tempat angker di Jepang yang salah satunya adalah Hutan Aokigahara di kaki gunung Fuji, untuk memperkenalkan atmosfer supranatural Jepang yang agak sedikit berbeda dengan yang ada di Indonesia.
Andreas Sullivan sebagai produser dari Memento Works mengatakan bahwa shooting dua film sekaligus di Jepang dengan genre horor, memiliki keunikan dan tantangannya sendiri, namun Andreas juga menambahkan bahwa kedua cerita ini memiliki keterkaitan semesta satu dengan yang lain.
Fakta menarik lainnya adalah penata artistik Wencisclaus Rozary akan membuat 100 boneka seukuran manusia untuk menghuni sebuah desa di Jepang sebagai set utama. Beberapa karakter dari kedua film pun diperankan oleh aktor yang sama sebagai bentuk konsep universe dari sutradara Billy Christian. Salah satu yang aktris yang memerankan dua karakter berbeda untuk dua film adalah Yumi Kwandy. Dari dunia modeling ke dunia seni peran, Yumi Kwandy membuktikan kepiawaiannya dalam akting membawakan dua peran yang sangat berbeda satu dengan yang lain.

Selasa, 05 Mei 2026

Satlantas Polres Metro Tangerang Kota Pasang Barrier Beton di Jembatan Bayur, Cegah Kecelakaan

Kompassantri-online, Rekayasa Lalin di Jembatan Bayur, Polisi dan PUPR Pasang Pembatas Beton*

*Tingkatkan Keselamatan, Satlantas Polres Metro Tangerang Kota Lakukan Penataan Lalin di Jembatan Bayur*

TANGERANG — Satuan Lalu Lintas Polres Metro Tangerang Kota melaksanakan rekayasa lalu lintas melalui pemasangan barrier beton di kawasan Jembatan Bayur, Jalan Raya Sangego, Kota Tangerang, pada Senin (4/5/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas), khususnya di titik rawan kecelakaan.

Pemasangan barrier beton ini dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang sebagai bentuk sinergi antar instansi dalam penataan infrastruktur jalan dan pengamanan arus lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota,AKBP Nopta Histaris Suzan, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas ini bertujuan untuk meminimalisir potensi kecelakaan serta mengatur arus kendaraan agar lebih tertib.

“Pemasangan barrier beton ini merupakan langkah preventif untuk mengurangi risiko kecelakaan dan mengurai kemacetan, khususnya di area jembatan yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, personel Unit Turjagwali Satlantas turut diterjunkan guna melakukan pengaturan arus lalu lintas selama proses pemasangan berlangsung, sehingga aktivitas pengguna jalan tetap berjalan lancar.

Adapun personel yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain dipimpin oleh Kanit Turjawali Iptu Ahmad Suhrizal, bersama anggota lainnya yang melakukan pengamanan serta pengaturan di lokasi.

Satlantas Polres Metro Tangerang Kota juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas di area tersebut serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan bersama.
Kontributor: alwi

Sabtu, 02 Mei 2026

Perkuat Sinergi, Polres Metro Tangerang Kota Libatkan Sabuk Kamtibmas dan Gelar Jumat Peduli

Polres Metro Tangerang Kota Gandeng Warga Jaga Kamtibmas, Sekaligus Salurkan Bantuan Sosial*

*Sabuk Kamtibmas Dikerahkan, Polres Metro Tangerang Kota Padukan Pengamanan dan Aksi Sosial*

Kompassantri-online, TANGERANG — Polres Metro Tangerang Kota terus memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban melalui pelibatan Sabuk Kamtibmas serta kegiatan sosial Jumat Peduli, Jumat (1/5/2026) sore.

Kegiatan yang menggabungkan upaya pengamanan preventif di lingkungan Markas Komando (Mako) dengan aksi kepedulian sosial kepada warga sekitar.

Wakapolres Metro Tangerang Kota,AKBP Eko Bagus Riyadi, menyampaikan bahwa pelibatan Sabuk Kamtibmas merupakan langkah strategis dalam membangun kemitraan antara Polri dan masyarakat.

“Sabuk Kamtibmas ini menjadi bentuk kolaborasi antara kepolisian dengan kelompok masyarakat sadar keamanan, sehingga potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, hadir pula Kasat Binmas Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Rachmad Hariyanto, bersama jajaran Binmas, perwakilan Pokdarkamtibmas, Senkom Mitra Polri, serta sekitar 100 warga masyarakat.

Selain pengamanan, kegiatan dilanjutkan dengan program Jumat Peduli berupa pembagian bantuan bahan pangan kepada warga di sekitar Mapolres. Aksi sosial ini menjadi bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya dalam membantu meringankan kebutuhan sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli dan siap membantu,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh keakraban. Polres Metro Tangerang Kota berharap sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dapat terus terjalin guna menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum setempat.(alwi)

Jumat, 01 Mei 2026

Single terbaru berbahasa Inggris Nelbra Go Publik|diproduksi di LA bersama Vandra

Kompassantri-online, Jakarta, 24 April 2026 — Setelah sempat vakum dari perilisan karya baru, penyanyi Indonesia Nelbra (Olivia Nelbra Rieuwpassa) yang dikenal sebagai finalis Indonesian Idol Season 12, resmi kembali dengan single terbarunya berjudul “Forever.”
Lagu ini menjadi penanda kembalinya Nelbra dengan pendekatan yang lebih personal dan emosional. Ditulis sendiri oleh Nelbra, “Forever” merupakan lagu berbahasa Inggris dengan nuansa R&B yang lembut, yang terinspirasi dari kisah cinta pertamanya, sebuah cerita yang sederhana, namun memiliki makna mendalam dan tak terlupakan.
“Setelah sempat vakum, aku ingin comeback ini terasa jujur dan bermakna. ‘Forever’ terasa seperti lagu yang tepat karena membawa cerita yang sangat personal tentang cinta pertamaku, sesuatu yang murni dan tak terlupakan. Kembali dengan lagu yang penuh emosi seperti ini rasanya seperti memperkenalkan diriku kembali, bukan hanya sebagai seorang musisi, tapi juga sebagai seseorang yang pernah mencintai dengan dalam dan tumbuh dari pengalaman itu,” ungkap Nelbra.
Dalam proses produksinya, Nelbra kembali berkolaborasi dengan Vandra, music director, produser, sekaligus rekan kreatif yang telah bekerja bersamanya selama lebih dari satu dekade. Kolaborasi ini menghadirkan warna musikal yang matang, sekaligus menjaga konsistensi identitas musikal Nelbra yang terus berkembang.
Menariknya, “Forever” diproduksi di Los Angeles, Amerika Serikat, menjadi langkah penting dalam perjalanan Nelbra untuk memperluas jangkauan kariernya ke ranah internasional.
Selain perilisan lagu, Nelbra juga tengah menyiapkan video musik resmi yang diproduksi bersama tim kreatif di Los Angeles. Video ini akan menghadirkan visual yang intim dan emosional, dengan sentuhan cerita yang memiliki makna mendalam bagi perjalanan pribadi Nelbra.
Christopher Soerachmat, yang telah terlibat dalam berbagai produksi video musik bersama kolaborator Amerika, menghadirkan pendekatan sinematik yang kuat serta pengalaman produksi berstandar industri. Sementara itu, Briana Nabila Achmad Soerachmat melengkapi proyek ini melalui sentuhan artistik dan kedalaman storytelling yang lebih subtil. Keduanya berperan penting tidak hanya dalam eksekusi produksi visual, tetapi juga dalam membentuk konsep naratif video musik, menciptakan identitas visual yang selaras dengan emosi yang diusung dalam “Forever.”
Melalui “Forever”, Nelbra tidak hanya menghadirkan kisah tentang cinta di masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana cinta terus berkembang dan membentuk seseorang dalam perjalanan hidupnya.
“Aku berharap ‘Forever’ bisa terasa seperti pulang ke sebuah cinta yang lembut, aman, dan abadi, dalam bentuk apa pun itu,” tutup Nelbra.
Single “Forever” dirilis di bawah label independennya, NINE UP Records, yang ia dirikan bersama timnya di Indonesia. Ke depan, Nelbra juga tengah menyiapkan proyek kolaborasi internasional yang akan segera diumumkan dalam waktu dekat.
Dengan “Forever”, Nelbra menandai babak baru dalam kariernya yang lebih matang, lebih personal, dan siap menjangkau pendengar yang lebih luas di kancah global.
— 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai NELBRA

Follow NELBRA

Instagram: https://instagram.com/olivianellbra 
Youtube: https://youtube.com/@nelbra
Twitter: twitter.com/@olivianelbra  
TikTok: https://www.tiktok.com/@nelbra 

FOREVER - NELBRA (lyrics)
From the first time our eyes met,
Something quiet opened in my chest
A feeling I couldn’t name it yet
Its a spark I couldn’t forget

I didn’t know that love could feel this gentle
With you by my side
Everything feels easier
Hold me close

(Chorus)
I want forever with you
Forever and ever
Growing old with you
Forever and ever
Hold me tight dont ever let go (baby)
Promise me you'll stay
Forever and ever
I didnt know love till its you
Forever and ever


(Verse 2)
You make ordinary days feel golden,
turn my silent moment into power.
With you, even in hardest moment
You, are the one my soul desires.
You, turn my emptiness to color

I want forever with you
Forever and ever
Growing old with you
Forever and ever
Hold me tight dont ever let go
Promise me you'll stay
Forever and ever






Pekerja UI Tuntut PKB dan Perlindungan Hak Kerja pada May Day 2026

Kompassantri-online, Depok, 1 Mei 2026 — Memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Paguyuban Pekerja Universitas Indonesia (PPUI) menegaskan bahwa peringatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk memperjuangkan hak kerja yang manusiawi dan bermartabat di lingkungan kampus.
Dalam pernyataan resminya, PPUI mengingatkan bahwa secara historis, May Day lahir dari perjuangan panjang kaum pekerja dalam menuntut batas kerja yang adil, yang kemudian melahirkan standar universal berupa pembagian waktu 8 jam kerja, 8 jam istirahat, dan 8 jam untuk kehidupan pribadi. Prinsip tersebut dinilai sebagai fondasi penting dalam menjamin kerja layak yang harus dilindungi secara hukum dan politik.
Namun, menurut PPUI, semangat tersebut belum sepenuhnya terwujud di Universitas Indonesia (UI). Sebagai institusi pendidikan tinggi yang seharusnya menjadi teladan, UI dinilai masih menyisakan berbagai persoalan mendasar dalam relasi kerja, baik bagi dosen maupun tenaga kependidikan.
PPUI menyoroti meningkatnya beban kerja dosen akibat tuntutan produktivitas akademik yang tinggi, yang dinilai menjadikan dosen sebagai bagian dari “mesin publikasi” dalam industri jurnal ilmiah global. Sementara itu, tenaga kependidikan disebut menghadapi tekanan administratif yang besar tanpa diimbangi apresiasi yang layak, bahkan pernah mengalami praktik disipliner berlebihan seperti kewajiban absensi hingga empat kali sehari.
Situasi tersebut, lanjut PPUI, diperparah oleh belum adanya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) maupun Peraturan Perusahaan (PP) di lingkungan UI. Ketiadaan dua instrumen tersebut dinilai membuat pekerja berada dalam posisi rentan karena tidak memiliki dasar hukum yang kuat dalam hubungan kerja.
Dalam momentum May Day 2026, PPUI menyampaikan dua tuntutan utama. Pertama, mendesak pembentukan PKB di Universitas Indonesia sebagai instrumen fundamental untuk menjamin kesejahteraan, kepastian status kerja, serta perlindungan dari pemutusan hubungan kerja sepihak. PKB juga diharapkan mengatur standar upah yang adil serta mekanisme penyelesaian sengketa yang transparan.
Kedua, PPUI menuntut pengakuan penuh atas hak seluruh pekerja di lingkungan UI untuk berserikat dan berunding secara kolektif.
Lebih jauh, PPUI juga mengkritik kecenderungan neoliberalisasi di sektor pendidikan tinggi yang dinilai mendorong orientasi pasar dalam pengelolaan kampus. Hal ini, menurut mereka, berdampak pada fleksibilisasi tenaga kerja, peningkatan beban kerja, serta berkurangnya tanggung jawab institusi terhadap kesejahteraan pekerja.
“Tanpa PKB, tidak ada jaminan bahwa kerja di lingkungan kampus berlangsung secara adil dan manusiawi,” demikian pernyataan PPUI.
Sebagai bagian dari peringatan May Day, PPUI mengajak seluruh pekerja UI untuk bersatu menyuarakan hak-haknya, serta mengundang dukungan publik luas demi terwujudnya sistem pendidikan yang adil dan bermartabat. Aksi peringatan direncanakan berlangsung pada 1 Mei 2026 mulai pukul 11.00 WIB di kawasan Senayan Park.
PPUI menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa universitas yang bermartabat hanya dapat berdiri di atas kerja yang bermartabat. Mereka menyerukan agar UI menunjukkan komitmen nyata terhadap keadilan sosial, tidak hanya dalam wacana akademik, tetapi juga dalam praktik ketenagakerjaan sehari-hari.

Kamis, 30 April 2026

Horor "Budak Korporat": Film Monster Pabrik Rambut Rilis Trailer dan Siap Teror Bioskop 4 Juni

Kompassantri-online, Jakarta – Palari Films resmi merilis trailer, poster, dan lagu tema (*original soundtrack*) untuk film horor terbaru mereka, *Monster Pabrik Rambut*, pada Rabu (29/4/2026)[cite: 1]. Film yang disutradarai oleh Edwin ini menjanjikan pengalaman sinematik unik yang mengangkat sisi kelam dunia kerja dan fenomena *hustle culture* yang akrab bagi generasi masa kini[cite: 1].

Dijadwalkan tayang mulai **4 Juni 2026**, film ini dibintangi oleh jajaran aktor ternama seperti Rachel Amanda, Lutesha, dan menjadi debut film horor bagi Iqbaal Ramadhan[cite: 1].

### Sinopsis: Misteri di Balik Lembar Kerja
Cerita berpusat pada Putri (Rachel Amanda) dan Ida (Lutesha), kakak beradik yang bekerja di sebuah pabrik rambut demi mengungkap misteri kematian ibu mereka yang mencurigakan[cite: 1]. Ida meyakini sang ibu tewas akibat kekuatan supranatural saat bekerja, sementara Maryati (Didik Nini Thowok), pemilik pabrik, bersikeras bahwa itu adalah kasus bunuh diri[cite: 1].

Dalam usahanya membuktikan kebenaran, Ida nekat melakukan lembur ekstrem tanpa tidur berhari-hari untuk memancing sosok hitam misterius yang ia yakini menghantui pabrik tersebut[cite: 1]. Situasi semakin mencekam ketika adik bungsu mereka, Bona (Iqbaal Ramadhan)—yang memiliki kemampuan regenerasi tubuh unik seperti *Axolotl*—justru terseret dalam bahaya dan disandera oleh sosok hitam tersebut[cite: 1].

### Metafora Eksploitasi Pekerja
Sutradara Edwin menjelaskan bahwa film ini merupakan kritik terhadap kondisi kerja modern yang seringkali memperlakukan manusia layaknya mesin produktivitas[cite: 1]. 

"Kami ingin menyampaikan bahwa kondisi kerja seringkali membuat kita menjadi seperti mesin, kerja terus menerus... Malah diharapkan bisa ganti 'spare parts' sendiri," ujar Edwin[cite: 1]. Rachel Amanda pun menambahkan bahwa film ini menyuarakan keresahan tentang pentingnya istirahat sebagai hak asasi manusia di tengah gempuran lembur yang bisa berujung fatal[cite: 1].

### Kolaborasi Internasional dan OST Unik
*Monster Pabrik Rambut* bukan sekadar film lokal biasa, melainkan hasil ko-produksi internasional yang melibatkan lima negara: Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis[cite: 1]. Di balik layar, nama-nama besar seperti Ernest Prakasa, Dian Sastrowardoyo, dan Maudy Ayunda turut andil sebagai produser eksekutif[cite: 1].

Melengkapi nuansa horor yang relevan, Sal Priadi menciptakan dan menyanyikan lagu tema berjudul **"Kepala, Pundak, Kerja Lagi"**[cite: 1]. Lagu ini diprediksi akan menjadi *anthem* bagi para pekerja yang tetap harus berjuang di tengah kelelahan fisik dan mental[cite: 1].

Bagi para penikmat film horor yang mencari cerita dengan isu sosial yang kuat, *Monster Pabrik Rambut* siap memberikan teror yang "lebih horor dari sekadar hantu" mulai Juni mendatang[cite: 1].

*Referensi:
Press Release- Film Monster Pabrik Rambut Merilis Official Trailer, Poster & OST_ Horor Dunia Kerja yang Lebih Horor dari Film Horor.pdf*[cite: 1]

Rabu, 29 April 2026

Fashion Show Nina Nugroho Curi Perhatian di Diskusi NGOBRAS Kartini 2026

Kompassantri-online, Jakarta – Penampilan busana muslim karya desainer Nina Septiana Nugroho mencuri perhatian peserta diskusi NGOBRAS Kartini Film, Musik, dan Seni 2026. Acara kolaborasi FORWAN Indonesia, Kementerian Kebudayaan RI, BNI 46, KAPITA, Mata Langit, dan KEMALA itu digelar di Auditorium Jusuf Ronodipuro LPP RRI Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Kepala Bidang Humas dan Informasi Publik Kementerian Kebudayaan RI, Yayuk Sri Budi Rahayu, http://S.Sos., http://M.Pd., mengapresiasi penampilan tersebut. “Busana muslim karya Nina Nugroho sangat menarik dan memberi warna tersendiri. Ada perpaduan seni, budaya, dan kreativitas perempuan Indonesia yang ditampilkan dengan sangat baik,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Sub Branch Manager BNI 46, Asiana G. Dyah Buwana. Menurutnya, busana muslim kini berkembang pesat, elegan, dan tetap mengikuti tren tanpa meninggalkan nilai budaya.

Nina Septiana Nugroho mengaku bersyukur karyanya mendapat sambutan positif. “Saya ingin memberi karya terbaik untuk FORWAN. Karena acara ini menghadirkan perempuan inspiratif, saya terpacu menampilkan koleksi spesial,” kata Nina.

Ketua Umum FORWAN Indonesia, Sutrisno Buyil, menegaskan pihaknya selalu memberi ruang bagi pengurus untuk menampilkan karya. “Penampilan Mbak Nina bersama Nana Mardiana dan Panglima Langit menjadi kebanggaan tersendiri bagi organisasi,” ujarnya.

Diskusi NGOBRAS Kartini Film, Musik, dan Seni 2026 berlangsung hangat dan menghadirkan tokoh perempuan kreatif yang berbagi pengalaman tentang peran perempuan dalam pengembangan seni dan budaya Indonesia.

Diskusi NGOBRAS: Kartini Film, Musik, dan Seni Dibuka Kemenkeb

Kompassantri-online, Jakarta-Diskusi Ngobrol Santai (NGOBRAS) bareng Kartini Film Musik dan Seni secara resmi dibuka oleh Yayuk Sri Budi Rahayu. Sos.M.Pd, Kepala Bidang Humas danInformasi Publik Kementerian Kebudayaan RI didampingi Artis dengan memukul drum.

"Sejauh yang pernah hadir di acara diskusi, baru kali ini ada diskusi yang dipadukan dengan fashion show dan musik. Keren, idenya. Sesuatu banget," ujar Yayuk usai diskusi di Auditorium Jusuf Ronodipuro LPP RRi Jakarta. Selasa,(28/4/2026)

Yayuk dalam kata sambutannya, mengaku surprise melihat acara diskusi yang digagas Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan RI, Bank BNI 46, Nina Nugroho, Mata Langit, Chic's Musik, SAE, KAPITA, Agraria Today, greenblue.id dan JPKP. 

"Menurut saya event ini menarik dan berkelas, perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Nanti saya laporkan ke pipimpinan diskusinya berjalan sukses Dan berbeda Dari diskusi pads umumnya. Untuk itu diskusi yang digelar mesti didukung terus, " Ujar Yayuk serius. 

Sementara Asiana G Dyah Buwana Sub Branch Manager PT Bank Negara Indonesia 46 (Persero) Tbk 
Menegaskan kalau Bank BNI 46 mensuport kegiatan Diskusi NGOBROL Santai Bareng Kartini Film, Musik dan Seni karena kegiatan tersebut semangatnya sama dengan BNI 46 yakni memberikan pencerahan serta edukasi kepada masyarakat tentang Wanita hebat masa kini di industry film, musik dan seni berkat perjuangan Ibu Kita Kartini.

“BNI ikut mensuport diskusi ini, karena acaranya keren, narasumbernya Wanita hebatnya dibidangnya yang sangat inspiratip. Apalagi ada balutan hiburan musik dan fashion show oleh disainer kondang, Ibu Nina Nugroho dan penyanyi beken seperti Mbak Ratna Listy, Nana Mardiana dan Panglima,” ujar Asiana G Dyah Buwana dalam kata sambutannya.

Diskusi yang hadiri ratusan ibu-ibu dari komunitas Jalan Jalan Santai (JJS), puluhan awak media juga dihadiri artis senior Niniek L Karim dan Seno M Harjo serta pejabat Bank BNI seperti Lilis Cucu, Elvi / RM Emerald dan Wulan / Pemimpin OBO.

Yang membuat peserta diskusi terhibur dan tidak mau beranjak dari auditorium, karena mereka tidak hanya mendengarkan paparan narasumber perempuan hebat seperti Yayuk Sri Budi Rahayu. Sos.M.Pd, Dr. Nungki Kusumastuti, Dra. Ati Ganda, Nucke Rahma SH serta moderator Telni Rustitantri dan dihibur Ratna Listy, Panglima Langit, Nana Mardiana, Madeena dan Band KBK.

"Syukur Alhamdulillah acara diskusi NGOBRAS Ngobrol Santai Bareng Kartini Film Musik dan Seni berjalan lancar sukses, terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini," ujar Sutrisno Buyil ketua umum FORWAN. (Alwi)

Selasa, 28 April 2026

Tangerang, Kompassantri+ Tak Pakai Helm hingga Lawan Arus? Kini Langsung Tertangkap ETLE Handheld di Kota Tangerang

ETLE Handheld Mulai Diterapkan di Kota Tangerang, Pelanggar Langsung Ditilang di TempatSatlantas Polres Metro Tangerang Kota Terapkan ETLE Genggam, Pelanggar Tak Bisa Lagi Mengelak

TANGERANG — Penegakan hukum lalu lintas di wilayah Kota Tangerang kini semakin modern dan tegas. Satuan Lalu Lintas Polres Metro Tangerang Kota mulai menerapkan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Handheld, yakni perangkat tilang elektronik genggam yang memungkinkan penindakan dilakukan langsung di lapangan.

Dengan alat ini, petugas dapat secara cepat mengidentifikasi dan menindak pelanggaran kasatmata, seperti pengendara yang tidak menggunakan helm, melawan arus, hingga parkir di area terlarang. Seluruh proses dilakukan secara digital, lengkap dengan bukti pelanggaran yang dapat langsung dicetak di lokasi.

Kasatlantas Polres Metro Tangerang Kota, Nopta Histaris Suzan, menegaskan bahwa penerapan ETLE Handheld merupakan bagian dari transformasi penegakan hukum berbasis teknologi.

“Ini adalah upaya kami meningkatkan ketertiban dan keselamatan berlalu lintas. Dengan sistem digital ini, penindakan menjadi lebih cepat, tepat, dan efisien,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dalam berlalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya.

Sementara itu, Kasubnit 2 Gakkum Satlantas Polres Metro Tangerang Kota, Febby Septian, menjelaskan bahwa ETLE Handheld bersifat mobile, sehingga petugas dapat aktif bergerak dan menemukan pelanggaran secara langsung di berbagai titik.

“Begitu terlihat pelanggaran, seperti tidak pakai helm, melawan arus, atau parkir di tempat terlarang, petugas langsung melakukan penindakan dan mengeluarkan tilang di lokasi,” kata Febby.

Dalam satu perangkat, lanjutnya, ETLE Handheld mampu melakukan sekitar 50 hingga 60 kali tangkapan pelanggaran (capture) sekaligus mencetak bukti tilang. Saat ini, Satlantas Polres Metro Tangerang Kota mengoperasikan dua unit perangkat yang digunakan oleh dua tim di lapangan.

Febby juga menjelaskan perbedaan antara ETLE Handheld dan ETLE statis. Jika ETLE statis mengandalkan kamera tetap di titik tertentu, maka ETLE Handheld memungkinkan petugas memberikan penindakan sekaligus edukasi langsung kepada pelanggar.

“Dengan cara ini, pelanggar langsung paham kesalahannya, tidak hanya terekam kamera,” tambahnya.

Adapun pelanggaran yang paling sering ditemukan di wilayah Kota Tangerang antara lain melawan arus, tidak menggunakan helm, serta parkir sembarangan di lokasi yang telah dipasang rambu larangan.

Penerapan ETLE Handheld dinilai cukup efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Seiring penerapannya, tingkat kepatuhan pengendara mulai menunjukkan peningkatan.

Satlantas Polres Metro Tangerang Kota pun mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.(alwi)

Senin, 27 April 2026

Komplotan Curanmor Lintas Tangerang Dibongkar, Polisi: Sudah Beraksi Belasan Kali

 


Dua Pelaku Ditangkap, Jaringan Curanmor R2 dan R4 di Tangerang Raya Terkuak*

Spesialis Curanmor Mobil dan Motor Dibekuk, Polisi Kejar Sisa Komplotan*

kompassantri, TANGERANG — Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Tangerang Kota berhasil membongkar komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beroperasi lintas wilayah di Tangerang Raya. Dua pelaku berhasil diamankan, sementara anggota jaringan lainnya masih dalam pengejaran.


Pengungkapan ini bermula dari laporan warga terkait hilangnya dua unit sepeda motor di Desa Salembaran Jaya, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (9/4/2026) dini hari. Korban berinisial ANI menyadari kejadian tersebut saat mendapati gerbang garasi rumahnya terbuka dan kendaraannya raib. Total kerugian ditaksir mencapai Rp47 juta.


Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Parikhesit menjelaskan, pihaknya langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan dengan menganalisis rekaman CCTV serta memetakan titik-titik rawan curanmor.


Upaya tersebut membuahkan hasil. Pada Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 03.30 WIB, tim opsnal yang tengah patroli mencurigai empat orang yang berboncengan menggunakan tiga sepeda motor di wilayah Cipondoh. Petugas kemudian melakukan pembuntutan hingga ke wilayah Cisauk, Tangerang Selatan.


“Dalam operasi tersebut, satu pelaku berinisial DP berhasil kami amankan di lokasi. Tiga pelaku lainnya sempat melarikan diri, namun satu pelaku lain berinisial AA akhirnya diserahkan warga kepada kami,” ujar Parikhesit.


Dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku diketahui memiliki peran berbeda dalam menjalankan aksinya, yakni sebagai eksekutor (pemetik) dan joki. Mereka beroperasi secara mobile dengan berpindah-pindah lokasi untuk menghindari deteksi petugas.


Salah satu pelaku bahkan mengaku telah mencuri sekitar 13 unit sepeda motor dalam kurun waktu empat bulan terakhir. Sementara rekannya terlibat dalam pencurian kendaraan roda empat di belasan lokasi berbeda.

Dalam menjalankan aksinya, komplotan ini menggunakan berbagai alat pembobol, seperti kunci letter T, kunci magnet, hingga kunci palsu. Mereka juga membawa benda menyerupai senjata api untuk mengintimidasi warga jika aksinya dipergoki.


Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua unit sepeda motor Honda Vario, alat-alat pembobol kendaraan, telepon genggam, serta benda menyerupai senjata api.


Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menekan angka kejahatan jalanan.


“Pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menindak tegas pelaku kejahatan jalanan, khususnya curanmor yang sangat meresahkan,” ujar Jauhari.


Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan serupa.


“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku curanmor. Seluruh jajaran kami instruksikan untuk terus meningkatkan patroli, penyelidikan, dan penindakan terhadap jaringan kejahatan,” tegasnya.


Saat ini, kedua pelaku telah diamankan di Polres Metro Tangerang Kota untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi masih memburu pelaku lain yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), sekaligus mengembangkan jaringan yang diduga lebih  luas.(Alwi)

Lembaga Pendidikan dan Guru sebagai Penentu Arah Bangsa

Kompassantri-online, Kegelisahan publik terhadap maraknya praktik korupsi, ketimpangan dalam penegakan hukum, serta fenomena “hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas” bukanlah persoalan yang berdiri sendiri. Dalam perspektif sosiologis dan pendidikan, realitas tersebut dapat ditelusuri akarnya pada proses panjang pembentukan karakter warga negara—yang salah satunya berlangsung di lembaga pendidikan. Ketika hukum seakan dapat “ditawar” oleh kekuatan ekonomi atau popularitas, sesungguhnya kita sedang menyaksikan refleksi dari krisis nilai yang tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses pendidikan yang kurang optimal.

Pendidikan dapat dianalogikan sebagai ruang pembentukan (shaping process) yang sangat menentukan arah masa depan individu. Ibarat seorang tukang cukur yang membentuk model rambut pelanggan, kualitas hasil sangat ditentukan oleh kompetensi, integritas, dan profesionalitas pelakunya. Dalam konteks pendidikan, guru bukan sekadar penyampai materi, melainkan agen pembentuk karakter (character builder) dan penanam nilai (value inculcator). Lembaga pendidikan yang diisi oleh guru-guru profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pembentukan akhlak akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan spiritual.

Berbagai kajian dalam bidang sosiologi pendidikan menegaskan bahwa pengalaman belajar di sekolah—baik yang bersifat kurikuler maupun non-kurikuler—akan membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku peserta didik dalam jangka panjang. Lingkungan belajar yang kondusif, interaksi yang sehat antara guru dan siswa, serta sistem yang adil dan transparan akan menjadi “hidden curriculum” yang sangat kuat dalam membentuk karakter. Sebaliknya, lingkungan pendidikan yang permisif terhadap pelanggaran, minim keteladanan, dan lemah dalam penegakan aturan akan melahirkan generasi yang cenderung pragmatis dan oportunistik.

Realitas pendidikan di Indonesia hari ini menunjukkan adanya paradoks. Di satu sisi, pemerintah terus melakukan berbagai reformasi seperti implementasi Kurikulum Merdeka, peningkatan kompetensi guru melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG), serta digitalisasi pembelajaran. Namun di sisi lain, masih ditemukan praktik-praktik yang kontraproduktif terhadap tujuan pendidikan itu sendiri. Misalnya, fenomena “jual beli nilai”, ketidakobjektifan dalam penilaian, praktik perundungan (bullying) di sekolah, hingga lemahnya penegakan disiplin terhadap pelanggaran siswa maupun oknum tenaga pendidik. Bahkan dalam beberapa kasus, ada sekolah yang lebih menekankan pencapaian administratif dibandingkan pembentukan karakter peserta didik.

Selain itu, ketimpangan kualitas pendidikan antar wilayah juga menjadi tantangan serius. Sekolah-sekolah di perkotaan dengan akses sumber daya yang memadai cenderung lebih unggul dibandingkan sekolah di daerah terpencil yang masih kekurangan fasilitas dan tenaga pendidik berkualitas. Kondisi ini secara tidak langsung menciptakan ketidakadilan struktural yang berdampak pada kualitas lulusan dan kesempatan masa depan mereka.

Dalam konteks penegakan aturan, sekolah sejatinya merupakan miniatur negara. Ketika aturan disusun secara jelas, disepakati bersama, dan ditegakkan secara konsisten tanpa diskriminasi, maka peserta didik akan belajar tentang pentingnya keadilan, tanggung jawab, dan integritas. Namun sebaliknya, jika aturan hanya menjadi formalitas tanpa implementasi yang tegas, atau bahkan diterapkan secara tidak adil, maka peserta didik akan menyerap pesan bahwa pelanggaran dapat ditoleransi dan keadilan dapat dinegosiasikan. Inilah yang kemudian berpotensi melahirkan perilaku koruptif di masa depan.

Oleh karena itu, penanaman karakter tidak cukup hanya melalui mata pelajaran tertentu, tetapi harus diwujudkan dalam ekosistem pendidikan secara menyeluruh. Guru harus menjadi teladan (uswah hasanah), lembaga pendidikan harus memiliki budaya yang kuat (school culture), dan sistem harus mendukung terciptanya keadilan serta transparansi. Pendidikan karakter yang efektif adalah pendidikan yang tidak hanya diajarkan, tetapi juga dicontohkan dan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Pada akhirnya, jika kita ingin melihat Indonesia yang bebas dari korupsi, adil dalam penegakan hukum, dan bermartabat di mata dunia, maka investasi terbesar harus diarahkan pada perbaikan kualitas pendidikan. Lembaga pendidikan dan guru bukan sekadar bagian dari sistem, melainkan fondasi utama dalam menentukan arah bangsa. Dari ruang-ruang kelas hari ini, sesungguhnya sedang ditentukan wajah Indonesia di masa depan.

Iid Ahmad Dimyathi-wakil Sekretaris Pergunu Kota Depok.
Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan SMP Lazuardi Al Falah.

BUKAN CUMA RUMAH, DUNIA DIGITAL JUGA MEMBENTUK ANAK SEJAK USIA DINI


Karya : Ziana Zanjabila Anwar, Seksi Bidang Dakwah PAC Fatayat NU Banjaranyar.

Kompassantri-online, Terkadang kita sudah merasa cukup menjaga anak didalam rumah dengan memberikan contoh yang baik, brbicara dengan lembut, mengajarkan mana hal yang baik dan tidak baik, apakah pernah terpikir itu semua sudah cukup untuk memberikan lingkungan rumah aman serta terarah dan anak akan tumbuh sesuai dengan apa yang sudah kita bayangkan?.
Tapi hari ini, lingkungan anak tidak sampai dilingkungan rumah atau sekolah saja, kita mungkin tidak menyadari adanya lingkungan baru yang ikut hadir seiring berjalannya zaman -layar kecil yang selalu menemani anak-anak disetiap waktunya. Dari situlah anak melihat banyak hal, mendengar banyak suara, dan pelan-pelan akan ikut mengambil peran untuk ikut memberi pelajaran bagaimana dunia ini bekerja.
Ya, awalnya semua terlihat sepele. Anak diberikan layar ajaib agar tenang, agar tidak rewel, atau sekedar agar si ibu biasa tenang dengan dunia kerjanya yang hampir 24 jam. Tidak ada yang salah memang akan hal tersebut, bahkan itu bisa menjadi solusi yang instan ditengah-tengah hiruk pikuk yang super padat. Namun pelan tapi pasti, yang awalnya sesekali akan berubah menjadi satu kebiasaan yang selalu dilakukan.
Anak akan mulai terbiasa dengan tontonan tertentu, mengikuti cara bicara serta perilaku yang ada dalam video tersebut, menirukan ekspresi, bahkan akan ada hal yang sebenarnya sudah kita beri tahu itu salah tapi tetap dilakukan sehingga kita bingung semuanya terasa “ asing “ bagi kita karna di rumah itu semua tidak dicontohkan.
Sampai ditahap ini pernahkan ada sebersit dipikiran kita sebagai orang yang berperan dilingkungan rumah “ ini anak belajar dimana ya?” padahal sudah jelas dengan jawaban yang ada di depan matanya sendiri, padahal ini semua sesuatu yang tadinya dianggap “sesekali” itu. 
Anak pada usia emas memang sedang berada di fase meniru, mereka belum mempunyai kemampuan menyaring mana yang layak untuk diikuti dan mana yang tidak boleh diikuti. Anak usia emas berada di fase mana yang sering mereka lihat itu akan dianggap wajar, apa yang mereka dengar itu adalah yang mereka akan rekam.
Di zaman dulu mungkin saja dunia anak-anak itu terbatas hanya ada rumah dan sekolah saja, dimana orang tua serta guru adalah contoh yang baik untuk mereka tiru. Tapi di zaman sekarang ini layar ajaib itu mengambil peran bahkan tidak sedikit ruang yang mereka ambil tapi banyak ruang yang mereka kuasai.
Di dunia digital tidak selalu memberikan tuntunan yang seperti apa kita inginkan, tetapi marak sekali di zaman sekarang konten yang hanya dibuat menarik perhatian saja tanpa ada unsur untuk mendidik, suara yang dibuat berlebihan, ekspresi yang dibuat-buat, respon yang cepat serta instan itu membuat mereka akan mudah untuk menirukan. Akhirnya, anak akan mulai terbiasa dengan hal-hal yang serba cepat, hiburan yang hanya menarik serta respon yang tak perlu jeda. Sehingga ketika anak mulai kembali ke dunia nyata semuanya terasa membosankan, semuanya lambat tidak semenarik dunia layar ajaib.
Tetapi disinih peran orang dewasa terkadang tidak menyadari perubahan yang datang secara pelan-pelan, anak jadi lebih mudah bosan, lebih cepat kesal, sulit focus untuk waktu yang lama, bahkan anak akan menjadi lebih emosional ketika apa yang mereka bayangkan tidak terpenuhui atau apa yang mereka inginkan tidak terwujud.
Stop menyalahkan anak, ini bukan karna mereka berubah menjadi “anak yang bermasalah”, tapi karna satu kebiasaan yang muncul karna kata “sesekali” yang dibentuk oleh lingkungan rumah yang ingin anak anteng dengan memberikan dunia baru untuk anak-dunia layar ajaib. Perubahan ini tidak terlihat langsung membesar tapi ini dapat terlihat dari hal-hal kecil yang sering terulang di kesehariannya seperti nada suara, cara ia berbicara, dan emosi yang tidak setabil. Disisi lain kita ingin anak itu sesuai dengan apa yang kita harapkan, sesuai dengan apa yang kita ajarkan dirumah, sehingga akan terjadi jarak yang pelan-pelan akan melebar menjadikan si anak semakin menjauh dari unsur-unsur yang sering diterapkan dirumah.
Kalau dulu kita sering mendengar istilah “anak adalah cerminan lingkungannya”, maka diwaktu ini kita harus memperluas makna “lingkungan” itu sendiri. Lingkungan saat ini bukan hanya siapa yang ada didekat mereka tetapi juga apa yang mereka lihat di layar ajaib itu sendiri.
Apa layar ajaib harus dijauhkan dari anak? Tentu tidak, karna itu pun tidak realistis di zaman sekarang dimana dunia digital sudah menjadi kehidupan yang berdampingan sehingga anak akan bergesekan dengan dunia tersebut cepat atau lambat. Yang perlu disadari sekarang adalah bagaimana kita menyadari perannya, bahwa apa yang mereka tonton bukan hanya sekedar hiburan tapi tuntunan, setiap karakter yang merreka lihat membawa peran bagaimana si anak harus bersikap. Disinilah peran orang dewasa kembeli menjadi penting, bukan hanya sebagi pemberi aturan tetapi juga mengambil peran sebagai pendamping, bukan hanya membatasi waktu tetapi juga memperhatikan apa yang mereka lihat, bukan melarang tapi menjelaskan kenapa itu dilarang, bukan hanya mengambil gadget tetapi memberikan lingkungan yanglebih menarik dan interaktif. Karna di usia emas anak akan belajar bukan pada “katanya” tetapi “nyatanya”.
Dunia digital memang mengambil peran untuk membentuk karakter anak pada zaman ini tetapi bukan berarti kita kalah peran. Justru seharusnya di Tengah banyaknya pengaruh dari luar kehadiran orang dewasa yang sadar serta terlibat itu dirasa sangat penting . karna jika “anak adalah cerminan lingkungan” maka disaat ini “cermin” bukan soal tentang lingkungan rumah dan sekolah tetapi juga si layar ajaib tersebut. Dan pertanyaannya, sudahkah kita benar-benar tahu apa saja yang sedang membentuk mereka?. 

Sabtu, 25 April 2026

Groundbreaking Oakwood Sanur Bali: Penguatan Ekosistem Health And Wellness Living di Kawasan The Sanur

Bali, Kompassantri - PT Hotel Indonesia Natour (InJourney Hospitality) selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, yang dikenal sebagai The Sanur, terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi berkelanjutan guna memperkuat posisi kawasan sebagai *International Health & Wellness Destination*. Upaya ini diwujudkan melalui pengembangan ekosistem
terintegrasi yang didukung oleh kemitraan strategis dengan berbagai mitra global dan nasional.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, InJourney Hospitality menjalin kolaborasi dengan PT Jaya Bumi Kencana (JBK) yang ditandai dengan
pelaksanaan *groundbreaking* pembangunan *Oakwood Sanur Bali*. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan fasilitas hunian jangka panjang (longstay) dan serviced residence berstandar internasional di kawasan KEK Sanur yang melayani senior activities di dalam kawasan.

*Oakwood Sanur Bali* dikembangkan di atas lahan seluas ±8.500 m² sebagai satu-satunya hunian berstandar internasional dengan konsep health & wellness di Asia yang menghadirkan sekitar 227 unit hunian. Proyek ini menggandeng Oakwood, brand internasional yang merupakan bagian dari operator hospitality internasional terkemuka, *The Ascott Limited*, guna
memastikan standar layanan global yang berkualitas serta pengalaman
hunian yang unggul.

Berlokasi strategis di Tengah lanskap kawasan The Sanur, *Oakwood Sanur Bali* dirancang tidak sekadar sebagai hunian, melainkan sebagai residence yang mengintegrasikan kenyamanan, kesehatan, dan keberlanjutan. Mengusung konsep *Neovernacular Tropical Harmony*, desain arsitektur memadukan pendekatan tropis modern dengan nilai-nilai lokal Bali, menghadirkan ruang semi-outdoor yang optimal secara fungsi dan efisiensi energi, serta fasilitas yang mendukung senior living dan sekaligus memberikan pengalaman tinggal yang selaras dengan alam.

Pengembangan *Oakwood Sanur Bali* turut dilengkapi dengan berbagai fasilitas premium, antara lain, multifunction area, rooftop area, restoran, gym, serta fasilitas wellness yang dirancang untuk mendukung gaya hidup sehat dan aktif bagi penghuni. Proyek ini menawarkan fleksibilitas dalam pilihan menginap dengan menghadirkan 148 unit serviced apartment dan 79 unit residence, mulai dari studio hingga 2 Bedroom dan penthouse. Proyek ini ditargetkan selesai pada tahun 2028.

Kolaborasi dengan brand internasional seperti Oakwood, bagian dari *The Ascott Limited*, mencerminkan strategi PT Jaya Bumi Kencana dan InJourney Hospitality dalam menghadirkan best-in-class customer experience serta memperkuat kualitas layanan berstandar global di kawasan The Sanur.

Sebagai kawasan yang dirancang secara terintegrasi, The Sanur menghadirkan sinergi antara fasilitas kesehatan dan pariwisata kelas dunia.
Pengembangan ini diharapkan menjadi katalis dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya Bali, sekaligus menjadi solusi strategis untuk mengurangi jumlah masyarakat Indonesia yang memilih layanan kesehatan ke luar negeri.

*Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour, Christine Hutabarat*, menyampaikan bahwa hadirnya Oakwood Sanur Bali merupakan langkah konkret dalam mewujudkan visi The Sanur sebagai destinasi kesehatan kelas dunia.
“Pengembangan Oakwood Sanur Bali oleh PT Jaya Bumi Kencana merupakan bagian dari langkah strategis InJourney Hospitality dalam
membangun ekosistem health and wellness yang terintegrasi dan berkelas dunia di kawasan The Sanur. Hadirnya hunian longstay dan serviced residence berstandar internasional ini menjadi fondasi wellness living yang terintegrasi dengan layanan Kesehatan dan pariwisata.”

“Kami optimis kolaborasi PT Jaya Bumi Kencana dengan brand internasional seperti Oakwood, bagian dari The Ascott Limited, akan menghadirkan best-in-class customer experience melalui penerapan standar layanan global
yang unggul, memperkuat kualitas layanan di kawasan The Sanur,
mendorong integrasi antara hospitality, kesehatan, dan wellness” tambah Christine.

*Direktur Utama PT Jaya Bumi Kencana, Alex Widjaja*, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam menghadirkan satu-satunya hunian berkualitas tinggi yang terintegrasi dengan ekosistem kesehatan modern dan wellness di asia.

“Kolaborasi ini merupakan langkah strategis PT Jaya Bumi Kencana dalam menghadirkan hunian berkualitas tinggi yang terintegrasi secara menyeluruh dengan ekosistem kesehatan modern dan wellness di kawasan The Sanur. Kami melihat kebutuhan akan wellness living dan longstay residence berstandar internasional terus berkembang, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan kualitas hidup yang berkelanjutan. Melalui pengembangan *Oakwood Sanur Bali*, kami tidak hanya menghadirkan produk hunian premium, tetapi juga
menciptakan lingkungan hidup yang mendukung kesehatan, kenyamanan,
dan produktivitas, yang terintegrasi dengan fasilitas kesehatan kelas dunia di dalam kawasan. Kami meyakini fasilitas ini akan menjadi salah satu referensi utama di Asia dalam pengembangan hunian berbasis health and wellness, sekaligus memperkuat daya tarik The Sanur sebagai destinasi unggulan global.”

Sementara itu, *Philip Barnes, Country General Manager, The Ascott Limited-Indonesia*, menyampaikan “Melalui Oakwood, kami terus memperkuat posisi *The Ascott Limited* dalam menghadirkan pengalaman menginap berstandar internasional yang lebih dari sekadar tempat menginap, dengan mengusung konsep home and beyond, *Oakwood Sanur Bali* akan menghadirkan kenyamanan dan kehangatan layaknya rumah yang memberikan rasa familiar bagi para penghuni, sekaligus dilengkapi dengan layanan berkualitas yang konsisten serta fasilitas yang dirancang untuk mendukung kenyamanan dan produktivitas para tamu. Kehadiran *Oakwood Sanur Bali* juga menjadi bagian dari kontribusi kami dalam mendukung pengembangan ekosistem *health & wellness* di kawasan The Sanur. ”

Ke depan, kawasan The Sanur akan diperkuat oleh empat ikon akomodasi
premium, yaitu *Bali Beach Hotel-The Heritage Collection, The Meru Sanur, Premium Villa by SO/Sanur, Oakwood Sanur Bali*. Pengembangan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang InJourney Hospitality dalam menghadirkan portofolio akomodasi unggulan yang mampu bersaing di tingkat global.

“Kami optimis kolaborasi ini akan menjadi katalis dalam membangun
ekosistem health tourism yang inklusif dan berkelanjutan, meningkatkan daya saing global, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi *health and wellness* berkelas dunia” tutup Christine.(Alwi)

Lewat Polsanak, Polisi Kenalkan Keselamatan Berkendara Sejak Dini ke Anak TK

*Belajar Lalu Lintas Jadi Seru, Polisi Ajak Anak TK di Tangerang Tertib Sejak Kecil*

Tangerang - Suasana ceria terlihat di TK Ar Rizqi Sarakan, Sepatan, Kabupaten Tangerang, Jumat (24/4/2026) pagi. Sejumlah anggota Satuan Lalu Lintas Polres Metro Tangerang Kota hadir menyapa anak-anak dalam kegiatan Polisi Sahabat Anak (Polsanak).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi keselamatan berlalu lintas sejak usia dini. Dengan pendekatan yang santai dan menyenangkan, para petugas mengenalkan rambu-rambu lalu lintas, cara menyeberang jalan yang aman, hingga pentingnya tertib di jalan raya.

Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka diajak belajar sambil bermain, bernyanyi, hingga berinteraksi langsung dengan polisi, sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami.

Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Nopta Histaris Suzan, menyampaikan bahwa program Polsanak merupakan langkah preventif untuk membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini.

“Kami ingin menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas kepada anak-anak sejak usia dini. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang disiplin dan peduli terhadap keselamatan di jalan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Unit Kamsel Sat Lantas memberikan contoh langsung praktik sederhana keselamatan di jalan, seperti penggunaan helm dan etika sebagai pengguna jalan.

Selain memberikan edukasi, kehadiran polisi juga bertujuan membangun kedekatan emosional antara anak-anak dengan institusi Polri, sehingga tercipta rasa aman dan kepercayaan sejak usia dini.

Kegiatan Polsanak ini berjalan dengan lancar dan penuh kehangatan, sekaligus menjadi bagian dari komitmen Polres Metro Tangerang Kota dalam mewujudkan budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.(Alwi)

Jumat, 24 April 2026

Jaga Ruh Organisasi, MDS Rijalul Ansor Gunung Putri Gelar Majelis Dzikir dan Shalawat

 


kompassantri - BOGOR – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gunung Putri terus memperkuat spiritualitas kader melalui kegiatan rutin Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor. Kegiatan ini digelar pada Rabu malam (22/4/2026) di Masjid Laa Tansa, Jalan Letda Natsir No. 60, Nagrak, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri puluhan kader Ansor yang mengenakan seragam hijau khas organisasi, serta tokoh agama setempat. Suasana malam di kawasan Nagrak terasa syahdu ketika lantunan dzikir dan shalawat menggema, mengiringi kebersamaan para jamaah di dalam masjid.

Ketua MDS Rijalul Ansor PAC Gunung Putri, Ust. Yunus, S.Pd.I, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga konsistensi dalam kegiatan majelis sebagai bagian dari penguatan ruh organisasi. Menurutnya, keberadaan Rijalul Ansor memiliki peran strategis dalam menjaga energi spiritual kader.

“Kegiatan Majelis Dzikir dan Shalawat ini merupakan bagian dari ruh organisasi. Tanpa dzikir dan shalawat, pergerakan kita akan kehilangan arah dan keberkahan. Inilah yang menjaga semangat pengabdian kita kepada ulama dan bangsa tetap menyala,” ujar Ust. Yunus di hadapan jamaah.

Ia juga menambahkan bahwa majelis seperti ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga ruang pembinaan mental dan ideologis kader Ansor agar tetap istiqamah dalam khidmat kepada Nahdlatul Ulama dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain sebagai penguatan spiritual, kegiatan yang berlangsung hingga menjelang tengah malam ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antar-kader di wilayah Gunung Putri. Interaksi yang terbangun dalam suasana religius dinilai mampu memperkokoh soliditas organisasi serta memperlancar konsolidasi program ke depan.

Melalui kegiatan rutin ini, PAC GP Ansor Gunung Putri berharap sinergi antar pengurus dan anggota semakin kuat, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan bangsa serta keberkahan bagi seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama, khususnya di wilayah Gunung Putri.

Transformasi Guru di Era Digital: Pelatihan Batch ke-3 Pergunu Depok Dorong Pembelajaran Berbasis Eksplorasi dan Inovasi

Pelatihan Manajemen Pembelajaran Berbasis Digital Batch ke-3 kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan yang adaptif dan inovatif. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 22 April 2026 pukul 10.00–11.00 WIB ini diselenggarakan secara daring dan diikuti oleh puluhan guru dari berbagai daerah, tidak hanya dari Depok, tetapi juga dari Bogor.

Acara diawali dengan tawassul kepada para muassis Nahdlatul Ulama serta doa khusus bagi para guru sebagai penjaga tradisi keilmuan. Pembukaan disampaikan oleh Ketua Pergunu Kota Depok, Heru Hermanto, yang menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan sebagai ruang bertukar gagasan dan praktik baik di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang.

Pada sesi inti, narasumber Abdul Hakim—yang merupakan guru PAI di Global Islamic School Lazuardi Al Falah, Margonda Raya, Depok, serta aktif dalam MGMP PAI Kota Depok—mengangkat perspektif mendalam tentang peran guru sebagai pembelajar sepanjang hayat. Dalam pemaparannya, ia menegaskan pentingnya kesadaran internal guru untuk terus berkembang. “Guru tidak boleh berhenti belajar. Justru di era digital ini, guru harus menjadi subjek yang paling aktif dalam memperbarui pengetahuan dan keterampilannya. Jika guru berhenti belajar, maka proses pendidikan akan kehilangan ruhnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Abdul Hakim menyoroti urgensi kemampuan guru dalam menempatkan diri secara kontekstual dalam berbagai situasi pembelajaran. Ia menekankan bahwa fleksibilitas pedagogis menjadi kunci dalam menciptakan pembelajaran yang relevan dan bermakna. “Seorang guru harus mampu membaca situasi, memahami karakter siswa, dan memilih pendekatan yang tepat. Tidak semua kelas bisa diperlakukan sama, sehingga guru harus adaptif sekaligus kreatif dalam merancang pembelajaran,” ungkapnya, menegaskan pentingnya sensitivitas dalam praktik mengajar.

Sebagai bentuk implementasi konkret, Abdul Hakim membagikan praktik baik yang telah ia terapkan dalam pembelajaran Islamic Studies (PAI) dengan memanfaatkan platform Google Earth. Ia menjelaskan bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk menghidupkan pembelajaran sejarah Islam secara visual dan interaktif. “Saya mengajak siswa tidak hanya membaca, tetapi juga menjelajah. Dengan Google Earth, siswa dapat melihat langsung jejak geografis peradaban Islam dan menganalisis masuknya Islam ke Nusantara melalui empat teori besar: Arab, Persia, Gujarat, dan Cina,” jelasnya.

Dalam skema pembelajaran tersebut, siswa didorong untuk melakukan analisis berbasis teks yang kemudian ditransformasikan ke dalam visualisasi digital. Proses ini dinilai mampu memperkuat keterampilan berpikir kritis sekaligus literasi digital siswa. “Pembelajaran harus memberi ruang eksplorasi dan konstruksi pengetahuan. Ketika siswa mampu menghubungkan antara teks, data, dan visualisasi digital, maka di situlah pembelajaran menjadi hidup dan bermakna,” tambahnya. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Pergunu Kabupaten Bogor, Asep Hariri, serta Muhammad Salman dari AGPAI Kota Depok. Antusiasme peserta tampak dalam sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis, mencerminkan tingginya kesadaran guru akan pentingnya inovasi dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini.

Seba Baduy 2026: Simbol Ketaatan, Syukur, dan Harmoni dengan Alam

Kompassantri-online, *Rangkasbitung, Lebak, Kompassantri- Ribuan warga Baduy Dalam dan Baduy Luar kembali melaksanakan tradisi Seba di Kantor Bupati Lebak, Rangkasbitung, Banten, Jumat (24/4/2026). 

Seba bukan sekadar tradisi turun-temurun. Bagi masyarakat Baduy, prosesi ini merupakan simbol ketaatan dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta bentuk penghormatan kepada pemerintah yang sah.

Sejak dini hari, rombongan warga Baduy berangkat dari pedalaman Kanekes, Kecamatan Leuwidamar. Mereka berjalan kaki puluhan kilometer tanpa alas kaki dan tanpa kendaraan. Barisan panjang tampak tertib memasuki Kota Rangkasbitung membawa hasil bumi seperti padi, gula aren, pisang, talas, dan madu hutan.

*Bukan Perjalanan Fisik Semata
Jaro Oom, tokoh adat Baduy, menegaskan bahwa Seba adalah perjalanan spiritual. “Ini amanat leluhur. Kami datang membawa hasil bumi sebagai wujud syukur kepada Tuhan dan laporan kepada pemerintah bahwa kami menjaga alam dengan baik,” ujarnya.

Seluruh hasil bumi diserahkan langsung kepada Bupati Lebak Moch.Hasbi Asyidiki Jayabaya sebagai wakil pemerintah. Prosesi penyerahan dilakukan secara khidmat di Pendopo Kabupaten Lebak dan disaksikan ribuan masyarakat.

*Menjaga Nilai Leluhur
*  
Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Baduy menjaga _pikukuh_ atau aturan adat. “Seba mengajarkan kita tentang kesederhanaan, keseimbangan hidup, dan kepatuhan. Nilai ini sangat relevan di tengah modernisasi,” kata Bupati.

Seba Baduy rutin digelar setiap tahun pada bulan yang ditentukan tetua adat. Tradisi ini menjadi bukti bahwa kearifan lokal dapat hidup berdampingan dengan pemerintahan modern tanpa kehilangan makna.

Tradisi Seba sekaligus menegaskan hubungan harmonis antara masyarakat adat, alam, dan pemerintah. Nilai syukur, ketaatan, serta tanggung jawab menjaga bumi diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap lestari hingga hari ini.(dsp)

Kamis, 23 April 2026

Mermaid & Merman 2026 Suarakan Jaga Laut di Hari Bumi

Ajang Mermaid & Merman Indonesia 2026 yang diselenggarakan oleh Yayasan El John Indonesia dan El John Pageants menghadirkan inovasi baru dalam dunia pageant dengan menggabungkan olahraga mermaiding dan kompetisi kecantikan. 

Salah satu agenda yang wajib dilakukan oleh para finalis adalah “wet performance” atau penampilan bawah air yang akan digelar pada Kamiis (23/4/2026) di Hotel Borobudur, Jakarta.

Wet performance mengusung tema “The Spirit of the Archipelago: A Tribute to Earth Day”yang terinspirasi dari kekayaan Indonesia sebagai negara kepulauan. 

Tema ini memberikan ruang bagi para finalis untuk mengeksplorasi keindahan budaya dan laut Nusantara melalui penilaian. General Manager El John Pageants Bagas S Siregar menegaskan, konsep ini menjadi bagian krusial dalam proses penilaian para finalis.

Wet performance merupakan tahap prejudging yang memiliki bobot penilaian hingga 50 persen. Dalam sesi ini, seluruh finalis diwajibkan menampilkan kemampuan mereka di bawah air dengan mengombinasikan teknik, koreografi, serta ekspresi artistik.
“Para finalis akan menunjukkan skill mereka underwater, bukan sekadar hobi, tetapi teknik yang benar-benar harus dikuasai,” ucapnya.

Dalam pelaksanaannya, para finalis akan melakukan penampilan di bawah air selama maksimal lima menit dengan menggunakan kostum ekor (tail). 

Para finalis juga wajib memiliki sertifikasi kemampuan underwater, serta memiliki kondisi kesehatan yang prima. “Penilaian itu bukan hanya teknik saja,tapi juga bagaimana merekamemadukan gerakan dengan musik, kostum, dan persona mereka. Semua itu akan digabungkan dalam satu kesatuan penilaian,” jelasnya.

Ia menambahkan, konsep ini menjadi sesuatu yang baru di Indonesia karena mengintegrasikan olahraga mermaiding dengan dunia pageantry dengan melibatkan tim profesional, termasuk juri
dan tim keamanan.

“Mermaid & Merman Indonesia ini melibatkan kekuatan fisik, kesehatan, dan profesionalitas, bahkan sudah menjadi industri yang menciptakan peluang ekonomi,” pungkasnya.

Beberapa sektor yang terdampak seperti pengrajin kostum, pembuat ekor(tail),makeup artist, hingga penyedia perlengkapan profesional seperti fins danmonofins.

Melalui agenda wet performance ini, Bagas berharap ajang bergengsi Mermaid & Merman
Indonesia 2026 dapat menjadi inspirasi sekaligus membuka wawasan masyarakat tentang potensi
besar laut Indonesia.
“Harapannya ini bisa menjadi gaung besar bahwa Indonesia kaya akan keindahan laut dan juga
tanggung jawab untuk menjaganya,” pungkasnya.


Kolaborasi dengan Momentum Hari Bumi
Agenda wet performance yang akan digelar di Hotel Borobudur Jakarta, bertepatan dengan
peringatan Hari Bumi yang jatuh pada 22 April. Momentum ini dimanfaatkan sebagai bentuk
kampanye lingkungan yang menjadi bagian dari ajang Mermaid & Merman Indonesia 2026.
“Kita menggabungkan tema besar ini dengan peringatan Hari Bumi. Jadi bukan hanya
menampilkan keindahan underwater, tapi juga menyuarakan pentingnya menjaga lingkungan dan
laut,” katanya.
Bagas mengatakan, ajang ini diharapkan mampu menjadi wadah edukasi tentang pentingnya
pelestarian bumi, khususnya ekosistem laut yang menjadi bagian besar dari kehidupan manusia.
“Ini adalah bentuk tanggung jawab kita bersama untuk menjaga laut dan bumi. Kami ingin para
finalis juga membawa pesan itu dalam setiap penampilan mereka,” ujarnya.

Terintegrasi dengan Program “Discover The Natural Treasures: Ternate & Tidore”
Hotel Borobudur Jakarta menghadirkan program tematik bertajuk “Discover The Natural
Treasures: Ternate & Tidore” yang berlangsung pada 20 April hingga 31 Mei 2026. Inisiatif ini
digelar dalam rangka memperingati Hari Bumi dan perayaan Hari Waisak, dengan mengusung
tema harmoni antara manusia, alam, dan budaya.
Program ini mengangkat kekayaan sejarah dan budaya rempah Indonesia, khususnya dari wilayah
Ternate dan Tidore yang dikenal sebagai bagian penting dalam jalur rempah dunia. Kedua wilayah
ini memiliki peran historis sebagai penghasil komoditas unggulan seperti cengkeh dan pala. Selain
itu, program ini juga menyoroti warisan budaya Indonesia melalui Candi Borobudur sebagai pusat
spiritual umat Buddha yang mendunia.
Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi sejumlah pihak, di antaranya APEKSI, Pemerintah
Kota Ternate, Pemerintah Kota Tidore, Yayasan Negeri Rempah, InJourney, Yayasan Ehipassiko,
serta Yayasan El John Indonesia.
Peresmian program dijadwalkan pada 22 April 2026 di Flores A Ballroom, Hotel Borobudur
Jakarta. Acara pembukaan akan dimeriahkan dengan pameran, peragaan busana, pertunjukan tari
dan musik, serta berbagai atraksi budaya khas Ternate dan Tidore. Selain itu, akan digelar
talkshow bertema rempah dan budaya yang mengulas keterkaitannya dengan nilai historis dan spiritual Candi Borobudur, menghadirkan narasumber seperti Wali Kota Ternate M. Tauhid
Soleman, Wakil Wali Kota Tidore Ahmad Laiman, serta tokoh budaya dan pemerhati rempah
nasional.
Sepanjang periode program, pengunjung dapat menikmati berbagai rangkaian kegiatan menarik.
Salah satunya adalah sajian kuliner khas Ternate dan Tidore di Bogor Cafe setiap Senin hingga
Jumat mulai 22 April sampai 31 Mei 2026, dengan menu prasmanan autentik berbasis rempah
yang disiapkan langsung oleh juru masak dari daerah asalnya. Selain itu, agenda lain yang turut
meramaikan antara lain Business & Investment Forum Ternate & Tidore (24 April 2026), bincang
budaya dan sejarah jalur rempah Indonesia, Gathering Pemuda Diaspora Ternate & Tidore (26
April 2026), hingga Pesta Rakyat Ternate & Tidore pada 24 Mei 2026.
Dalam rangka memperingati Hari Bumi, Hotel Borobudur Jakarta juga berkolaborasi dengan
Yayasan El John Indonesia menghadirkan pertunjukan Mermaid & Merman Indonesia: The Spirit
of the Archipelago. Penampilan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membawa pesan
penting mengenai pelestarian laut dan ekosistem maritim Indonesia.
Sebagai penutup rangkaian acara sekaligus menyambut semangat Waisak, hotel ini bekerja sama
dengan Yayasan Ehipassiko menggelar kegiatan meditasi pada 7 Juni 2026. Selain itu, ditampilkan
pula pameran infografis sejarah Candi Borobudur di area lobi hotel sebagai refleksi nilai spiritual
dan budaya.
Melengkapi program tersebut, Hotel Borobudur Jakarta menghadirkan paket menginap spesial
bertajuk “Borobudur Serenity Stay” yang tersedia pada 24 Mei hingga 7 Juni 2026. Paket ini
menawarkan berbagai fasilitas, mulai dari sarapan untuk dua orang, sesi yoga dan meditasi, tiket
masuk ke Candi Borobudur, hingga berbagai keuntungan tambahan seperti diskon makanan dan
minuman, fleksibilitas waktu check-in dan check-out, serta layanan shuttle menuju Sarinah Plaza.(dsp)

Minggu, 19 April 2026

Ati Ganda Siap Berbagi Pengalaman di Diskusi Kartini Seni Musik dan Film 2026

Kompassantri-online, Nama besar koreografer senior Ati Ganda dipastikan akan meramaikan Diskusi NGOBRAS (Ngobrol Santai Bareng Kartini Seni, Musik dan Film) 2026. Kegiatan yang diinisiasi Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan RI serta Bank BNI 46.

Ati Ganda mengaku tak menyangka saat mendapat undangan langsung dari Ketua Umum FORWAN, Sutrisno Buyil, untuk menjadi narasumber. Ia bahkan sempat merasa kurang percaya diri karena akan satu forum dengan tokoh-tokoh penting di bidangnya.

“Saya cukup terkejut ketika diminta jadi narasumber, apalagi akan berdampingan dengan Direktur Perfilman, Musik dan Seni Kementerian Kebudayaan serta para narasumber hebat lainnya. Rasanya saya masih harus banyak belajar,” ujar Ati Ganda saat dihubungi, Sabtu (17/4/2026).

Meski begitu, pendiri Studio 26 Dancer ini memastikan kesiapannya untuk berbagi pengalaman panjangnya di dunia tari dan koreografi. Ia berharap cerita perjalanan kariernya dapat memberi inspirasi dan manfaat bagi peserta diskusi.

“Saya akan mencoba berbagi pengalaman selama berkarier di dunia tari. Mudah-mudahan bisa menjadi tambahan wawasan bagi peserta,” katanya.

Menurut Ati Ganda, FORWAN merupakan organisasi wartawan hiburan yang konsisten menghadirkan diskusi berkualitas sekaligus memberikan apresiasi kepada pelaku industri hiburan, khususnya di bidang musik dan film.

“FORWAN punya komitmen yang kuat. Tidak mudah menjaga konsistensi seperti itu, tapi mereka mampu. Itu menunjukkan kepercayaan publik dan reputasi yang sudah terbangun,” jelasnya.

Ia juga menilai konsep diskusi yang dihadirkan FORWAN berbeda dari yang lain, karena memadukan unsur edukasi dengan hiburan.

“Diskusinya tidak monoton, ada sentuhan hiburan seperti musik dan fashion show. Ini konsep yang segar dan menarik,” tambahnya.

Profil Singkat Ati Ganda

Ati Ganda dikenal sebagai salah satu koreografer senior Indonesia yang telah menapaki karier sejak pertengahan 1970-an. Ia mulai aktif mengajar tari dan menciptakan koreografi sejak 1975, dan hingga kini tetap produktif berkarya.

Pada 1977, ia bergabung sebagai pelatih tari di grup Swara Maharddhika bersama Guruh Soekarno Putra. Kemudian pada 1980, ia mendirikan Studio 26 Dancer sebagai wadah pengembangan talenta muda di bidang tari.

Sejak akhir 1970-an, Ati Ganda telah dipercaya menangani koreografi untuk berbagai artis ternama Tanah Air. Bahkan, ia tercatat terlibat dalam sekitar 5.000 produksi videoklip musik, baik sebagai koreografer maupun penyusun konsep cerita.

Beberapa karya ikonik yang pernah digarapnya antara lain videoklip Fariz RM (Barcelona, Sakura), Utha Likumahuwa (Sesaat Kau Hadir, Dansa Suka-Suka), serta Iwan Fals (Bento, Buku Ini Aku Pinjam, Mata Indah Bola Pingpong).

Sepanjang kariernya, ia telah bekerja sama dengan ratusan musisi papan atas seperti Titi DJ, Chrisye, Ahmad Albar, Trie Utami, hingga kelompok musik generasi baru seperti WEEBEE.

Tak hanya di dalam negeri, sejak 1979 Ati Ganda juga aktif memperkenalkan budaya Indonesia ke mancanegara melalui berbagai misi kesenian.

Dengan pengalaman panjang dan dedikasinya, kehadiran Ati Ganda dalam diskusi ini diharapkan mampu memberikan perspektif berharga tentang peran seni, khususnya perempuan, dalam memperkuat identitas budaya Indonesia di kancah global. (Humas)

Jumat, 17 April 2026

Ketika Cinta Tak Lagi Utuh, Gloria Jessica dan Ade Govinda Hadirkan “Terbelah Jadi Dua”





Kompassantri-online, Ada cinta yang terasa sempurna dari luar, namun di baliknya tersimpan luka yang diam-diam menghancurkan. Dari ruang perenungan itulah lahir "Terbelah Jadi Dua". Sebuah lagu yang mempertemukan dua nama besar musik Indonesia yaitu Ade Govinda dan Gloria Jessica atau yang biasa dipanggil Glojes dalam sebuah kolaborasi yang telah menunggu hampir satu dekade untuk terwujud.
"Terbelah Jadi Dua" bercerita tentang rasa sakit yang paling sunyi, mencintai seseorang yang ternyata membagi hatinya kepada orang lain. Dituturkan terutama dari sudut pandang seorang perempuan, lagu ini menyampaikan satu pesan yang kuat bahwa cinta memang penuh misteri, namun ketika pengkhianatan datang, dibutuhkan akal sehat dan pendirian yang teguh untuk berdiri kembali. Lagu ini hadir bukan untuk mendramatisasi kepedihan, melainkan untuk menemani siapa pun yang pernah merasakannya dan mengingatkan bahwa penyembuhan dimulai dari kejujuran terhadap diri sendiri.
Kisah lahirnya lagu ini dimulai jauh sebelum perekaman pertama. Pada 2018, Ade Govinda pertama kali mendengar suara Gloria Jessica dalam lagu "Dia Tak Cinta Kamu". Kesan pertama yang tak terlupakan oleh Ade Govinda "Ya Allah, bagus banget suara orang ini dan cara menyanyikannya pesannya sampai." Sejak saat itulah komunikasi mereka terjalin, namun waktu yang tepat untuk bertemu tak kunjung hadir. Bertahun-tahun berlalu, Gloria Jessica menjalani perjalanan solonya dan kehidupan pribadinya, hingga akhirnya di tahun 2025, jalinan itu tersambung kembali dan mimpi yang tersimpan sejak 2018 menemukan momentumnya. Ade Govinda dan Gloria Jessica berbagi frekuensi yang sama, bukan hanya soal musik, namun juga soal nilai keluarga dan visi artistik.
Ade Govinda mengeksplorasi musik dalam lagu ini agar terdengar fresh, beat berbasis loop, minim drum konvensional, mixing yang sangat detail dirancang untuk telinga anak muda tanpa mengorbankan kedalaman emosi. “Wajib mendengarkan “Terbelah Jadi Dua” pakai earphone atau headphone, karena aku ingin kalian mendapatkan pengalaman mendengarkan musik ini dengan maksimal.” ungkap Ade Govinda.
Music video "Terbelah Jadi Dua" yang disutradarai oleh Bagoes Tresna ini dibuat dengan konsep mengikuti perjalanan emosional seorang wanita yang perlahan menyadari bahwa pria yang dicintainya ternyata memiliki hubungan lain. Diperankan oleh Yasamin Jasem, Daffa Saputra, Shalima Hakim dan Handry Hartantio. Secara visual, dominasi warna biru dan tone gelap yang merepresentasikan kesedihan dan kedalaman emosi yang menyakitkan. Di akhir sesi syuting, Gloria Jessica menangis spontan saat melihat scene terakhir karena tanpa didiskusikan sebelumnya, cerita itu ternyata pernah ia alami sendiri.
"Terbelah Jadi Dua" adalah langkah pertama dari perjalanan yang lebih besar. Apa yang awalnya dirancang sebagai proyek single berkembang menjadi sebuah full album bertajuk "Blue." terinspirasi dari ungkapan Feeling Blue. Album ini dijadwalkan rilis di tahun yang sama. Di luar lagu-lagu mellow yang mengisi dominasi album, akan hadir pula lagu bertempo medium dengan arah musik ke Brit-Pop. "Album ini adalah eksplorasi sisi idealis kami. Selain lagu mellow, akan ada nuansa Brit-Pop yang kuat. Kami tidak lagi bicara soal “jualan”, tapi soal “menjadi diri sendiri,” tambah Ade Govinda.
Musisi lain yang turut terlibat dalam proyek ini adalah Barsena Bestandhi, yang berperan sebagai Vocal Producer dalam album "Blue" selain Ade Govinda sendiri.
“Semoga lagu ini bisa menghampiri dan menemani yang mendengarkan. Bisa menemani dalam kehampaan dan kesedihan, namun tetap ada untuk mengingatkanmu bahwa setiap orang layak dicintai sepenuhnya.” tutup Gloria Jessica.
“Terbelah Jadi Dua” dapat dinikmati di seluruh platform musik digital dan kanal YouTube Ade Nurulianto mulai tanggal 17 April 2026.








Song Credit Title
Artist : Gloria Jessica, Ade Govinda
Title : Terbelah Jadi Dua
Producer : William Chow
Composer : Ade Govinda
Music Producer : Ade Govinda
Vocal Producer : Barsena Bestandhi
Mixing Engineer : Jones Roma
Mastering Engineer : Dimas Pradipta
Label : MyMusic Records
Publisher : Kreatif Indigo Musik
Social Medias
Follow Gloria Jessica : Instagram | TikTok | YouTube |
Follow Ade Govinda : Instagram | TikTok | YouTube |
Follow MyMusic Records : Instagram | TikTok | YouTube |


Contact
Indah Lynda - Bussiness Management (+62 813-2735-3949)| indahlynda.mymusic@gmail.com
Nui - Promotions (+62 877-2225-2387)| noei.mymusic@gmail.com