Tampilkan postingan dengan label daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daerah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Juni 2026

Dedi Mulyadi Diuji: Mampukah Biayai 70 Ribu Siswa Swasta atau Sekadar Janji?

"

Pemerintah Provinsi Jawa Barat jangan membuat kebijakan pendidikan yang menciptakan kesenjangan baru antar sekolah dan peserta didik.

Sejak tahun 2022 Kementerian Pendidikan telah berupaya mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antar sekolah melalui berbagai kebijakan, termasuk pemanfaatan Rapor Pendidikan. Tujuannya jelas, yaitu agar tidak ada lagi dikotomi sekolah unggulan dan sekolah tertinggal, sehingga seluruh sekolah memiliki kualitas pendidikan yang sama-sama baik.

Sementara Prrogram Sekolah Maung (Sekolah Manusia Unggul) yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dengan pola penerimaan peserta didik 100 persen melalui jalur prestasi, berpotensi menghidupkan kembali praktik pelabelan sekolah unggulan yang selama ini berusaha diminimalisasi pemerintah pusat.

Jika siswa-siswa terbaik dikumpulkan dalam satu sekolah dengan label unggulan, sementara sekolah lain menerima siswa yang tersisa, maka kesenjangan kualitas pendidikan justru akan semakin lebar. Semangat pemerataan pendidikan yang selama ini dibangun menjadi kontradiktif

Seorang gubernur seharusnya mendorong seluruh sekolah di Jawa Barat menjadi sekolah berkualitas, bukan hanya membangun segelintir sekolah unggulan yang berpotensi menciptakan kasta baru dalam dunia pendidikan.

Kebijakan membantu siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri merupakan langkah positif. Namun masyarakat berhak bertanya, apakah Pemerintah Provinsi Jawa Barat benar-benar memiliki kemampuan fiskal untuk membiayai sekitar 70 ribu siswa tersebut secara berkelanjutan?

Pertanyaan tersebut menjadi relevan mengingat hingga saat ini masih terdapat sejumlah janji pendidikan yang belum terealisasi secara optimal. Salah satunya adalah janji penyelesaian persoalan ijazah yang tertahan akibat tunggakan biaya pendidikan yang sebelumnya disampaikan akan ditanggung oleh pemerintah daerah.

Kita masih ingat betul kebijakan penghentian Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) yang selama ini menjadi salah satu bentuk dukungan bagi sekolah swasta. Program yang pada masa Gubernur Ridwan Kamil memberikan bantuan sekitar Rp600 ribu per siswa per tahun tersebut kini tidak lagi berjalan sebagaimana sebelumnya.

Jika BPMU yang nilainya relatif kecil saja dihentikan, maka publik tentu wajar mempertanyakan bagaimana skema pembiayaan puluhan ribu siswa di sekolah swasta akan direalisasikan. Jangan sampai sekolah swasta hanya dijadikan alat untuk menyelesaikan persoalan daya tampung tanpa adanya kepastian dukungan anggaran yang memadai

Saya minta agar sekolah swasta tidak dijadikan kambing hitam ataupun sekadar pelengkap kebijakan yang bertujuan membangun popularitas politik. Yang dibutuhkan masyarakat Jawa Barat saat ini bukanlah janji-janji baru, melainkan kebijakan yang nyata, terukur, dan benar-benar terlaksana.

Masyarakat Jawa Barat tidak membutuhkan janji palsu. Yang dibutuhkan adalah kebijakan yang berpihak kepada rakyat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menghadirkan kualitas pendidikan yang merata bagi seluruh anak bangsa. Pendidikan bukan panggung pencitraan, tetapi ruang untuk menyiapkan masa depan Jawa Barat yang lebih baik

Narsum
Dr H Saepuloh, M.Pd Ketua Pergunu Jawa Barat
Kontributor: Abdul Hakim

Kamis, 11 Juni 2026

Silaturahmi dan Konsolidasi, PAC PERGUNU Bojonggede Siapkan Pelantikan dan Program Penguatan Guru

Kompassantri-online, Bogor – Pengurus Anak Cabang (PAC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Kecamatan Bojonggede melakukan silaturahmi dan koordinasi organisasi dengan Pengurus Cabang (PC) PERGUNU Kabupaten Bogor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 15.30 hingga 18.30 WIB tersebut dihadiri oleh Ketua PC PERGUNU Kabupaten Bogor Hj. Balqis, Sekretaris PC PERGUNU Kabupaten Bogor Kang Ass, Wakil Sekretaris PC PERGUNU Kabupaten Bogor Abdul Hakim, pengurus PC PERGUNU Kabupaten Bogor Hasan, serta Ustadzah Maghfiroh yang merupakan Wakil Ketua PERGUNU Kabupaten Bogor periode sebelumnya.

Sementara dari PAC PERGUNU Bojonggede hadir Ketua Ustadz Suhendar, Sekretaris Ustadz M. Mustaqim, Bendahara Ustadzah Rosmalina, Ceng Badrun, serta jajaran pengurus lainnya.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan jajaran pengurus PAC PERGUNU Bojonggede sekaligus melaporkan berbagai progres organisasi sejak terbentuknya kepengurusan di tingkat kecamatan.

Ketua PAC PERGUNU Bojonggede, Ustadz Suhendar, memaparkan sejumlah langkah yang telah dilakukan, mulai dari pembentukan struktur kepengurusan, silaturahmi ke sejumlah tokoh masyarakat dan pesantren, hingga proses pengajuan rekomendasi kepada MWCNU Kecamatan Bojonggede sebagai bagian dari tahapan administrasi organisasi.

“Kami telah bergerak melakukan silaturahmi ke beberapa tokoh masyarakat dan ulama untuk meminta nasihat serta dukungan terhadap keberadaan PERGUNU di Bojonggede. Selain itu, kami juga sedang membangun komunikasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat struktur organisasi dan menjaring guru-guru yang siap berkhidmat bersama PERGUNU. Dalam waktu dekat kami juga akan sowan ke MWCNU Bojonggede terkait permohonan surat rekomendasi,” ujar Ustadz Suhendar.

Selain melaporkan perkembangan organisasi, PAC PERGUNU Bojonggede juga menyampaikan rencana program ke depan, di antaranya pelantikan dan rapat kerja setelah terbitnya Surat Keputusan (SK), pelatihan bagi para guru, pendataan anggota, serta penguatan silaturahmi ke sekolah-sekolah dan pondok pesantren di wilayah Bojonggede.

Dalam arahannya, Ketua PC PERGUNU Kabupaten Bogor, Hj. Balqis, memberikan motivasi kepada jajaran PAC PERGUNU Bojonggede agar terus bergerak dan memperluas jaringan organisasi di tengah masyarakat.

“PERGUNU harus hadir di tengah masyarakat. Teruslah bergerak, sambung silaturahmi dengan berbagai elemen, hadiri kegiatan-kegiatan masyarakat, dan gunakan atribut batik PERGUNU sebagai media syiar untuk mengenalkan organisasi. Bangun komunikasi dengan lembaga pendidikan, yayasan, pesantren, dan sekolah, serta rangkul guru-guru formal maupun nonformal agar semakin banyak yang bergabung dan berkhidmat bersama PERGUNU,” pesan Hj. Balqis.

Pada kesempatan tersebut juga dibahas sejumlah program kerja yang dapat disinergikan antara PAC dan PC PERGUNU Kabupaten Bogor, seperti penyelenggaraan sarasehan bagi pengurus dan anggota, pendataan anggota PERGUNU, silaturahmi ke lembaga pendidikan, serta kolaborasi kegiatan dengan berbagai organisasi dan lembaga seperti PGRI, MUI, dan Forum Pondok Pesantren (FPP).

Silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal yang semakin memperkuat konsolidasi organisasi dan mempercepat gerakan PERGUNU di Kecamatan Bojonggede dalam mewujudkan penguatan peran guru Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat.

Kontributor: Abdul Hakim.

KH Syihabuddin Ahmad dan Kemenag Depok Hadiri Purna Siswa MI Nurul Falah Arman, 177 Siswa Lulus 100 Persen

Kompassantri-online, DEPOK — Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Falah Arman menggelar kegiatan Purna Siswa dan Munaqasyah Juz 30 bagi siswa kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Rabu (10/6/2026) di Gedung Paspampres. Sebanyak 177 siswa dinyatakan lulus dengan persentase kelulusan mencapai 100 persen.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh haru dengan dihadiri Ketua Yayasan MI Nurul Falah Arman KH Syihabuddin Ahmad yang juga menjabat sebagai anggota Majelis Ulama Indonesia Kota Depok, Kepala Kementerian Agama Kota Depok H. Dede Supriatna, Pengawas Madrasah Cimanggis H. Babas, anggota DPRD Kota Depok H. Ade Ibrahim, para guru, tenaga kependidikan, komite madrasah, orang tua siswa, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Kementerian Agama Kota Depok H. Dede Supriatna memberikan motivasi kepada para siswa agar terus bersemangat dalam menuntut ilmu.

"Masa depan harus dibeli dengan harga hari ini. Belajar dengan sungguh-sungguh hari ini akan menentukan kualitas kehidupan di masa depan," pesannya.

Sementara itu, Ketua Yayasan KH Syihabuddin Ahmad mengingatkan pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi perubahan zaman yang terus berkembang.

"Persiapkan ilmu karena setiap zaman akan berbeda. Perkembangan teknologi, arus globalisasi, dan dinamika sosial akan terus berubah. Karena itu, bekali diri dengan ilmu pengetahuan dan akhlak yang baik agar mampu menghadapi tantangan masa depan," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Madrasah Hj. Nurbaiti menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di MI Nurul Falah Arman. Ia juga berpesan agar para lulusan tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang telah diraih.

"Jangan merasa puas dengan hasil hari ini. Teruslah belajar, teruslah berkembang, karena perjalanan menuntut ilmu masih panjang," ujarnya.

MI Nurul Falah Arman sendiri merupakan salah satu madrasah yang memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan. Berdiri sejak tahun 1976, madrasah ini kini memiliki 59 guru dan tenaga kependidikan dengan jumlah peserta didik mencapai 1.004 siswa. Dengan jumlah tersebut, MI Nurul Falah Arman menjadi salah satu madrasah unggulan sekaligus memiliki jumlah siswa terbanyak di Kota Depok.

Ketua Komite Madrasah, Fitri, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya dapat menjadi bagian dari keluarga besar MI Nurul Falah Arman. Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap madrasah ini terus meningkat karena kualitas lulusannya yang terbukti mampu melanjutkan pendidikan ke berbagai sekolah dan perguruan tinggi unggulan.

"Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari keluarga besar Nurul Falah. Saya selalu mempercayakan pendidikan anak saya di sini karena banyak lulusan Nurul Falah yang berhasil melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi unggulan di Depok dan meraih kesuksesan di berbagai bidang," ungkapnya.

Ketua Panitia Ahmad Riyadi dalam laporannya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut.

"Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kepala Madrasah, dewan guru, seluruh staf, serta segenap panitia yang telah bekerja keras dan bekerja sama demi menyukseskan acara ini. Terima kasih juga kepada para orang tua dan wali murid atas kepercayaan dan dukungan penuh yang diberikan kepada madrasah selama enam tahun ini," katanya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh siswa kelas VI yang telah menyelesaikan pendidikan dasar di madrasah tersebut.

"Hari ini adalah gerbang awal dari perjalanan panjang kalian. Jagalah selalu nama baik almamater serta amalkan ilmu dan nilai-nilai agama yang telah diajarkan di madrasah ini di mana pun kalian berada," pesannya.

Rangkaian kegiatan Purna Siswa dan Munaqasyah Juz 30 berlangsung meriah dan penuh rasa syukur. Selain prosesi pelepasan siswa, kegiatan ini juga menjadi momentum apresiasi atas capaian para peserta didik yang telah menyelesaikan hafalan Juz 30 sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan keagamaan di madrasah.

Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Sholahuddin, memohon keberkahan dan kesuksesan bagi seluruh lulusan agar menjadi generasi yang berilmu, berakhlakul karimah, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Kontributor: Abdul Hakim

Minggu, 07 Juni 2026

PAC Pergunu Bojonggede Jalin Silaturahim ke Pesantren Al Fiqoriyah, Bahas Penguatan Organisasi dan Pemanfaatan AI untuk Guru

Kompassantri-online, Bojonggede – Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kecamatan Bojonggede melaksanakan silaturahim ke Pesantren Al Fiqoriyah, Bojonggede, pada Ahad (7/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Pergunu dengan para tokoh pendidikan dan pesantren di wilayah Bojonggede.

Rombongan PAC Pergunu Bojonggede dipimpin langsung oleh Ketua PAC Pergunu Bojonggede, Suhendar, M.Ag., didampingi Wakil Ketua M. Miratul Hayat, Sekretaris M. Mustaqim, S.H., Wakil Sekretaris Siti Aulia Rahma, S.Pd., serta Koordinator Departemen Peningkatan Kompetensi Guru Reza Ahmad Wildan dan bidang digital kang M. Aditia Badrun Dohar. Kehadiran mereka disambut hangat oleh pengasuh Pesantren Al Fiqoriyah, Ustadz Kholil.

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban tersebut, pengurus PAC Pergunu Bojonggede memperkenalkan keberadaan organisasi Pergunu di tingkat kecamatan sekaligus menyampaikan maksud silaturahim sebagai bagian dari penguatan jaringan dan konsolidasi organisasi.

Ketua PAC Pergunu Bojonggede, Suhendar, menjelaskan bahwa Pergunu hadir sebagai wadah perjuangan para guru Nahdlatul Ulama untuk meningkatkan kualitas pendidikan, profesionalisme guru, serta memperkuat peran guru dalam membangun masyarakat yang berkarakter dan berakhlakul karimah.

Selain memperkenalkan organisasi, pengurus juga menyampaikan harapan agar Ustadz Kholil dapat menjadi bagian dari struktur PAC Pergunu Bojonggede sebagai penasihat. Kehadiran tokoh pesantren dinilai penting untuk memberikan arahan, masukan, serta penguatan nilai-nilai ke-NU-an dalam setiap langkah organisasi.

Dalam kesempatan tersebut, berbagai gagasan terkait pengembangan organisasi turut dibahas. Salah satu fokus yang menjadi perhatian adalah pentingnya membangun branding Pergunu Bojonggede agar semakin dikenal oleh para guru, lembaga pendidikan, dan masyarakat luas. Branding organisasi dipandang sebagai langkah strategis untuk memperluas manfaat dan meningkatkan partisipasi guru dalam berbagai program Pergunu.

Selain itu, pengurus juga memaparkan rencana pengembangan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung tugas-tugas guru. Teknologi AI diharapkan dapat membantu mempermudah berbagai pekerjaan administrasi sekolah, penyusunan perangkat pembelajaran, pembuatan instrumen evaluasi, hingga pengembangan media pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.

“Pemanfaatan AI menjadi salah satu perhatian kami ke depan. Teknologi ini bukan untuk menggantikan peran guru, tetapi membantu guru agar lebih fokus pada proses pembelajaran dan penguatan karakter peserta didik,” ujar salah satu pengurus dalam diskusi tersebut.

Ustadz Kholil menyambut baik silaturahim yang dilakukan oleh PAC Pergunu Bojonggede. Ia mengapresiasi semangat para pengurus dalam membangun organisasi guru yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan serta mendorong lahirnya program-program yang bermanfaat bagi para pendidik dan masyarakat.

Pertemuan ditutup dengan komitmen untuk terus menjalin komunikasi dan kolaborasi antara Pergunu Bojonggede dengan pesantren serta berbagai elemen pendidikan lainnya guna mewujudkan pendidikan yang maju, berkualitas, dan berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Kontributor: Abdul Hakim

Pergunu Bogor Utara Matangkan Sarasehan Pendidikan 2026, Hadirkan Narasumber Inspiratif untuk Guru

Kompassantri-online, Bogor – Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kapasitas pendidik di lingkungan Nahdlatul Ulama, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Zona Bogor Utara menggelar rapat koordinasi persiapan Sarasehan Pendidikan Pergunu yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 4 Juli 2026 mendatang.

Rapat yang berlangsung di Rumah Makan Sambal Wengi, Ciseeng, pada Minggu sore pukul 16.00–18.30 WIB tersebut dihadiri sejumlah pengurus dan tokoh Pergunu dari wilayah Bogor Utara. Hadir dalam kesempatan tersebut Dr. Ahmad Fahmi, M.M., M.Pd selaku Ketua Pergunu Zona Bogor Utara, Ust. Hamdi Gunawan, M.Pd (Ketua PAC Pergunu Parung), Dr. H.M. Susilo Wibowo, M.Pd.I (Ketua PAC Pergunu Gunungsindur), Bibit Mu'in, M.Pd (Ketua PAC Pergunu Ciseeng), Anita, M.Pd dari PC Pergunu Kabupaten Bogor, Dwi Putri, M.Pd dari Pergunu Parung, serta Bunda Puput Melati.

Dalam rapat tersebut disepakati bahwa Sarasehan Pendidikan Pergunu akan dilaksanakan pada Sabtu, 4 Juli 2026 pukul 07.30–11.30 WIB bertempat di Aula Sekolah Daarunnisa, Desa Pengasinan, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar bersama bagi para pendidik untuk memperkuat kompetensi pedagogis sekaligus meneguhkan peran guru sebagai pendidik yang humanis dan inspiratif. Sarasehan akan menghadirkan Ketua Umum PC Pergunu Kabupaten Bogor, Hj. Lilis Balqis, sebagai keynote speaker yang akan memberikan arahan mengenai peran strategis guru NU dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini.

Selain itu, peserta akan mendapatkan penguatan materi dari dua narasumber yang kompeten di bidang pendidikan. Materi pertama bertajuk “Menjadi Guru Penggerak Hati: Mendidik dengan Cinta, Menginspirasi dengan Keteladanan” akan disampaikan oleh Dr. Ade Nurhayat, Lc., M.M. Materi ini diharapkan mampu menguatkan karakter guru sebagai teladan yang tidak hanya mengajar dengan ilmu, tetapi juga mendidik dengan kasih sayang dan ketulusan.

Sementara itu, Dr. Hj. Rika Hardani, M.Si akan menyampaikan materi “Setiap Anak Istimewa: Seni Menemukan Potensi di Balik Keunikan”. Melalui tema tersebut, peserta diajak memahami bahwa setiap anak memiliki karakter dan potensi yang berbeda sehingga memerlukan pendekatan pendidikan yang tepat dan penuh penghargaan terhadap keunikan masing-masing.

Ketua Pergunu Zona Bogor Utara, Dr. Ahmad Fahmi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar bersama untuk meningkatkan kualitas guru sekaligus memperkuat jaringan dan sinergi antarpendidik di lingkungan Nahdlatul Ulama.

“Guru tidak hanya bertugas mentransfer pengetahuan, tetapi juga membangun karakter, menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, dan menumbuhkan harapan pada peserta didik. Karena itu, forum sarasehan ini menjadi ruang penting untuk saling belajar dan menguatkan,” ujarnya.

Sarasehan Pendidikan Pergunu 2026 menargetkan peserta dari kalangan Guru TK, Guru PAUD, Guru Diniyah, dan Guru SD di wilayah Bogor Utara. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir semangat baru dalam mengembangkan pendidikan yang ramah anak, berorientasi pada pengembangan potensi, serta berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, Pergunu terus berkomitmen menjadi wadah penguatan kompetensi guru sekaligus penggerak kemajuan pendidikan yang berkarakter, inklusif, dan berkeadaban.

Kontributor: Hakim Hasan

Minggu, 17 Mei 2026

Beli Motor Curian Rp3 Juta, Residivis Kasus Penadahan Kembali Diciduk Polisi

*Residivis Penadah Motor Curian Dibekuk Polsek Benda, Sudah 10 Kali Beli Motor Hasil Curian*

Polsek Benda Ungkap Curanmor Scoopy, Penadah Ditangkap di Kalideres

Tangerang — Unit Reskrim Polsek Benda Polres Metro Tangerang Kota berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) roda dua yang terjadi di wilayah Benda, Kota Tangerang. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap seorang pria berinisial Ijul yang diduga sebagai penadah motor hasil curian.

Kapolsek Benda AKP Sriyono, S.H., M.H. mengatakan pelaku diamankan di sebuah kontrakan di kawasan Rawa Lele, Kalideres, Jakarta Barat, pada Jumat (15/5/2026) sore.

“Dari tangan pelaku kami mengamankan satu unit motor Honda Scoopy dengan nomor polisi palsu yang merupakan hasil tindak pidana pencurian,” kata Sriyono.

Kasus ini bermula saat korban memarkirkan sepeda motor Honda Scoopy miliknya di sebuah warung di Jalan Atang Sanjaya, Kelurahan Benda, Kota Tangerang, pada 17 Maret 2026 sekitar pukul 13.00 WIB.

Korban lalu masuk ke warung setelah mengunci stang motor. Namun sekitar 15 menit kemudian, kendaraan tersebut sudah hilang saat korban kembali ke area parkir.

Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian sekitar Rp15 juta dan melaporkannya ke Polsek Benda.

Mendapat laporan tersebut, Tim Opsnal Reskrim Polsek Benda yang dipimpin Iptu Zainal Arifin langsung melakukan olah TKP dan penyelidikan hingga akhirnya mendapatkan informasi keberadaan pelaku.

Saat dilakukan penggerebekan, polisi menemukan motor Honda Scoopy dengan pelat nomor palsu beserta handphone milik pelaku.

Dari hasil interogasi, Ijul mengaku membeli motor curian tersebut dari pelaku lain berinisial Jebir seharga Rp3 juta. Polisi menyebut Jebir dan rekannya Tono sebelumnya sudah menjalani proses tahap dua.

Tak hanya itu, pelaku juga diketahui merupakan residivis kasus penadahan kendaraan curian dan sudah dua kali keluar masuk penjara, yakni di Lapas Salemba tahun 2022 dan Lapas Tangerang pada 2025.

“Pelaku mengaku sudah lebih dari 10 kali membeli motor hasil curian untuk kemudian dijual kembali secara COD dengan keuntungan antara Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta,” ujarnya.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si. mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat memarkirkan kendaraan dan selalu menggunakan kunci pengaman tambahan guna meminimalisir aksi pencurian kendaraan bermotor.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak lengah saat memarkirkan kendaraan, gunakan kunci ganda dan parkir di tempat yang aman serta mudah diawasi. Jika menemukan aktivitas mencurigakan segera laporkan kepada pihak kepolisian,” ujar Jauhari.

Ia juga menegaskan bahwa Polres Metro Tangerang Kota akan terus meningkatkan patroli dan penindakan terhadap pelaku kejahatan jalanan, khususnya curanmor yang meresahkan masyarakat.

Saat ini polisi masih melakukan pengembangan terkait jaringan penjualan motor hasil curian tersebut.

Selasa, 12 Mei 2026

Puan Dorong Adanya Antisipasi dan Pengetatan Cegah RI Jadi Sarang Judi Online

Ketua DPR RI Puan Maharani menekanankan pentingnya antisipasi untuk mencegah Indonesia menjadi sarang judi online (judol). Hal ini menyusul penggerebekan markas judol yang melibatkan ratusan warga negara asing (WNA) di Jakarta Barat.

“Kita harus melakukan antisipasi jangan sampai ada pihak-pihak yang berkeinginan menjadikan Indonesia sebagai tempat persinggahan atau sebagai tempat utama judi online, tentu saja itu jangan sampai terjadi,” kata Puan.

Hal tersebut disampaikan Puan usai Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2026). 

Sebelumnya, Polri menggerebek markas judi online di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Sebanyak 320 pelaku di antaranya merupakan WNA dan satu lainnya merupakan WNI yang pernah bekerja di markas judol di Kamboja. Mereka ditangkap tangan saat sedang mengoperasikan situs judol.

Adapun para WNA itu masuk ke Indonesia dengan izin atau visa wisata yang telah overstay dan tak memiliki izin kerja. Markas judol itu diduga telah beroperasi sekitar dua bulan di mana para pelaku diduga menyewa lantai gedung sebagai pusat operasi digital lintas negara yang terorganisir.

Terkait hal ini, Puan mendukung langkah Polri yang menjadi bagian dari komitmen pemberantasan judi online di Indonesia.

Puan lalu menyoroti fakta di mana Indonesia kini menjadi lokasi tempat operasional judol jaringan internasional dijalankan.

“Karena itu pengetatan atau antisipasi terkait dengan hal itu ya harus dilakukan bukan hanya sekarang tapi secara berkala,” tegasnya.

“Hal ini penting karena ini juga untuk menjaga jangan sampai ini menjadi semakin luas dan melebar,” imbuh Puan.

Lebih lanjut, Puan memandang pengungkapan markas judi online internasional di Jakarta Barat menjadi perhatian serius karena menunjukkan pola baru kejahatan
digital lintas negara yang mulai memanfaatkan jaringan domestik di Indonesia. 

“Kondisi ini menunjukkan adanya transformasi ancaman digital yang semakin kompleks,” ungkap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Puan pun mendorong dilakukannya langkah-langkah strategis agar Indonesia tidak menjadi basis operasional judol yang baru. Ia menilai langkah-langkah tersebut mulai dari pengawasan terhadap ekosistem digital, pergerakan jaringan siber, dan aktivitas lintas negara tidak diperkuat secara serius.

“Persoalan judi online tidak cukup dibaca sebagai tindak
pidana perjudian biasa. Karena saat jaringan asing dapat masuk melalui relasi dan fasilitasi aktor
domestik, maka persoalannya telah menyentuh aspek keamanan digital nasional dan kerentanan tata kelola ruang siber Indonesia,” papar Puan.

Puan juga menilai, judol telah menjadi ancaman terhadap ketahanan sosial yang sangat merugikan masyarakat.

“Ketika jaringan internasional dapat membangun basis operasi di dalam negeri dengan dukungan aktor lokal, maka ruang digital Indonesia menjadi semakin rentan dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal lain yang lebih luas,” sebut mantan Menko PMK itu.

Puan menambahkan, pengungkapan markas judi online internasional di Jakarta harus menjadi momentum memperkuat kedaulatan digital nasional mengingat tantangan terbesar ke depan bukan hanya menutup platform ilegal.

“Tetapi memastikan ruang digital Indonesia tidak menjadi tempat tumbuhnya jaringan kejahatan internasional yang memanfaatkan masyarakat Indonesia sendiri sebagai bagian dari operasionalnya,” tutup Puan.

Senin, 11 Mei 2026

Film “Silent Dance”: Ketika Penari Tradisional Bertahan dari Serbuan Budaya Asing


Tonton filmnya mulai 13 Mei 2026 di Bioskop
Demam K-Pop tengah melanda kaum muda, mulai dari playlist, fashion, bahkan gaya dance mereka. Di tengah riuh itu, tari tradisional terasa kurang diminati. Kegelisahan inilah yang menjadi gagasan “Silent Dance” film terbaru arahan Tubagus Deddy, siap tayang mulai 13 Mei 2026.
Deddi menyebut idenya datang dari Sanggar Mekar Asih di Bandung. “Saya usulkan untuk lebih mengulik sisi budayanya,” kata Deddy dalam Gala Premier di bioskop CGV BEC Bandung, Jumat 8 Mei 2026. Dari sana muncul kisah gesekan antara budaya tradisional dengan gelombang K-pop yang lekat dengan anak muda zaman now.
Diungkapkan Deddy, film ini mengikuti kehidupan dua penari dari latar berbeda. Menurutnya, belum banyak film Indonesia yang benar-benar menyoroti dunia penari. “Selama ini lebih banyak kisah tentang penyanyi,” tuturnya.
Alasan lain yang tak kalah penting adalah ada peluang bagi film komunitas untuk bisa tayang di bioskop alternatif seperti Sam’s Studio. “Ternyata ada jalannya, maka kami buat,” seloroh Deddy lagi.
Di satu sisi, “Silent Dance” hadirkan dunia dancer K-pop yang lekat dengan sorotan panggung dan gemerlap popularitas. Di sisi lain, ada kehidupan penari tradisional Sunda yang selama ini tampil lebih bersahaja di acara lokal, jauh dari publikasi. Kontras itulah yang menjadi salah satu sorotan film ini.
Kehadiran film ini tak lepas dari peran produser Sjamsudin, pimpinan Sanggar Mekar Asih. Sjam, begitu ia disapa, menjadi penggagas proyek sekaligus turut menulis naskah bersama Deddy. 
Jalan ceritanya berawal pada persaingan antara Meggy (Chelsea Van Meijr) yang penari K-pop, dengan Laras (Alenya Raya), seorang penari tradisional. Di kelompoknya sendiri, Meggy juga bermasalah dengan Dewi (Kezia Lizina), bikin situasi kian panas.
Benturan kedua kutub budaya itu memuncak jelang pesta rakyat yang juga ajang kampanye pengusaha korup demi menjadi calon kepala desa. Ketika kompetisi akan dimulai, muncul sabotase. Di tengah situasi, battle dance geng K-pop dan penari tradisional berubah menjadi pembuktian: siapa yang benar-benar mampu merebut hati penonton.
Bagi Sjamsudin, film ini lahir dari niat untuk ikut mengembangkan budaya daerah, khususnya seni tari. Hal itu tercermin lewat perjalanan karakternya yang semula bermimpi menjadi dancer K-pop, lalu menemukan pandangan baru.
Di balik konfliknya, ada pesan moral yang ingin disampaikan. “Meskipun tersakiti, karakternya bukan sosok pemarah. Justru dia memilih membawa damai. Itu contoh yang baik,” ujar Sjam.
“Silent Dance” dibintangi personel girlband StarBe sebagai pemeran utama, yakni Kezia Lizina, Chelsea Van Meijr, Shella Fernanda, dan Annabelle Feodora Senjaya. Tiga lagu StarBe juga hadir dalam film ini, yaitu “Pidip Pop It”, “Touch The Sky”, dan “Roof Top”. Belum lama ini, StarBe juga merilis album bergenre dance.
Selain itu, film ini turut diperkuat oleh Aroel Swara, Alenya Raya, Ki Daus, Denny Sarniem, Keefe Akia, hingga Denny Gaclik.
Menurut Sjamsudin, pemilihan StarBe terasa selaras dengan cerita yang diangkat. Kehadiran mereka dianggap menjadi representasi kuatnya pengaruh budaya Korea di kalangan anak muda saat ini.
“Saya tertarik ikutan film ini, karena menarik. Ceritanya tentang dance dan di sini saya jadi pemeran utamanya. Buat saya ini menjadi yang pertama kalinya,” tukas Kezia Lizina, pemeran karakter Dewi yang juga member Starbe.
Selain bisa nge-rap, Kezia mengaku punya latar belakang di dunia tari, khususnya dalam genre modern dance dan ladies style. “Saya juga pernah belajar hip hop dan tari tradisional walaupun hanya sebentar,” lanjutnya.
Proses syuting dilakukan di Bandung, Bandung Barat, dan kawasan pedesaan di Garut. Lanskap alamnya menghadirkan suasana tenang khas Jawa Barat yang ikut membentuk atmosfer film.
“Silent Dance” dijadwalkan tayang serentak mulai 13 Mei 2026 di jaringan Sam's Studio di Pulau Jawa dan Labuan Bajo, serta di CGV Bandung dan New Star Cinema. ***



Sabtu, 09 Mei 2026

Bareskrim Polri Bongkar Judi Online Jaringan Internasional di Jakarta Barat, 321 WNA Diamankan

Jakarta - Bareskrim Polri mengungkap praktik perjudian online jaringan internasional yang beroperasi di wilayah Jakarta Barat. Dalam pengungkapan yang dilakukan pada Sabtu (9/5/2026), sebanyak 321 warga negara asing (WNA) diamankan saat tengah menjalankan aktivitas perjudian online.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pengungkapan tersebut merupakan bagian dari implementasi program Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam penegakan hukum terhadap perjudian online jaringan internasional.

“Ini merupakan satu bagian yang terintegrasi dengan program Bapak Presiden Republik Indonesia, Program Asta Cita, di mana implementasi dalam proses penegakan hukum, khususnya terkait perjudian online jaringan internasional,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo kepada wartawan, Sabtu (09/05/2026).

Ia menyebut pengungkapan tersebut menjadi perhatian bersama karena praktik perjudian online lintas negara terus berkembang dan dilakukan secara terorganisasi.

Sementara itu, Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Wira Satya Triputra menjelaskan pengungkapan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan sejumlah warga negara asing di sebuah gedung di Jakarta Barat.

“Dari hasil penyelidikan tersebut, kami menemukan dugaan adanya aktivitas perjudian yang dilakukan secara terorganisasi dan melibatkan warga negara asing dari berbagai macam negara,” kata Brigjen Pol. Wira.

Sebanyak 321 orang diamankan dengan rincian 57 warga negara Tiongkok, 228 warga negara Vietnam, 11 warga negara Laos, 13 warga negara Myanmar, 3 warga negara Malaysia, 5 warga negara Thailand, dan 3 warga negara Kamboja.

“Para pelaku kami tangkap dalam keadaan tertangkap tangan, dalam arti para pelaku sudah melakukan operasional ataupun kegiatan perjudian online,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, para pelaku diketahui telah beroperasi selama kurang lebih dua bulan. Polisi juga menemukan sekitar 75 domain dan website yang digunakan sebagai sarana perjudian online.

Selain mengamankan para pelaku, penyidik turut menyita sejumlah barang bukti berupa paspor, handphone, laptop, PC komputer, dan uang tunai berbagai mata uang.

Atas perbuatannya, para pelaku dipersangkakan dengan Pasal 426 dan/atau Pasal 607 junto Pasal 20 dan/atau Pasal 21 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

“Kami juga akan melakukan tracing terhadap aliran dana dan penelusuran terhadap server ataupun IP address daripada jaringan komunikasi,” jelas Brigjen Pol. Wira.

Sementara itu, Sekretaris NCB Interpol Divhubinter Polri Brigjen Pol. Dr. Untung Widyatmoko mengatakan fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran aktivitas tindak pidana siber transnasional ke Indonesia.

“Pasca ditertibkannya pola operasi daring di Myanmar, Kamboja, Laos, dan Vietnam, mulai terjadi pergeseran ke Indonesia,” ujar Brigjen Pol. Untung.

Saat ini, Bareskrim Polri masih terus melakukan pemeriksaan dan pengembangan untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan perjudian online internasional tersebut.

Rabu, 06 Mei 2026

MEMENTO WORKS DAN STUDIO EMU GARAP FILM HOROR BERGAYA J-HOR KLASIK SHOOTING DI JEPANG


Kompassantri-online, Jakarta, 5 Mei 2026 — Memento Works bersama Studio Emu mengumumkan dimulainya produksi film horor terbaru berjudul "THE SCARECROW VALLEY" dan "JIKOBUKKEN" .Film ini mengangkat genre folk horror dengan latar budaya Jepang, berlokasi di dua prefektur di Jepang.
Kedua skenario "The Scarecrow Valley" dan "Jikobukken" ditulis dan disutradarai oleh Billy http://Christian.Keduanya merupakan IP original yang dikembangkan oleh Studio Emu. "The Scarecrow Valley" sendiri sudah bisa dibaca dalam bentuk komik di platform webtoon kanvas.
Kedua film ini dibintangi oleh Vanesha Prescilla sebagai Sandra, Giulio Parengkuan sebagai Irham, Yumi Kwandy sebagai Mizuki dan Yoriko, Dimas Anggara sebagai Hilman, serta didukung oleh para aktor Jepang antara lain So Takei, Hana Yuka Sano, Nobuyuki Suzuki yang akan memerankan tokoh-tokoh orang Jepang.
Persiapan yang dilakukan para pemain Indonesia yang salah satunya cukup menantang adalah belajar bahasa Jepang, karena dialog yang diucapkan para tokoh banyak yang dalam bahasa Jepang. Guilio Parengkuan, Dimas Anggara dan Yumi Kwandy dibimbing oleh guru bahasa yang merupakan asli orang Jepang bernama Miyu Okazaki.
Film "Jikobukken" bukanlah film horor pertama Dimas Anggara, namun kali ini Dimas harus berperan sebagai seorang penggemar anime yang manga dan fasih berbahasa Jepang. Guilio Parengkuan, yang sebelumnya pernah berperan bersama Vanesha Prescilla di sebuah film remaja, kali ini akan berperan berdua lagi sebagai sepasang kekasih.
Film "The Scarecrow Valley" dan "Jikobukken" bisa dibilang film horor Indonesia pertama yang melakukan shooting full di Jepang dan melibatkan kru dan pemain kedua negara. Kedua film ini juga merupakan film horror pertama bagi artis Vanesha Prescilla yang sebelumnya banyak dikenal lewat perannya sebagai anak SMA. Film horror yang lebih menitikberatkan ke elemen psikologis dan atmospheric horror ketimbang jumpscare inilah yang membuat Vanesha tertarik untuk bergabung di "The Scarecrow Valley".
Sutradara, penulis dan produser Billy Christian yang juga seorang Youtuber berencana untuk mengajak para cast untuk mengunjungi beberapa tempat angker di Jepang yang salah satunya adalah Hutan Aokigahara di kaki gunung Fuji, untuk memperkenalkan atmosfer supranatural Jepang yang agak sedikit berbeda dengan yang ada di Indonesia.
Andreas Sullivan sebagai produser dari Memento Works mengatakan bahwa shooting dua film sekaligus di Jepang dengan genre horor, memiliki keunikan dan tantangannya sendiri, namun Andreas juga menambahkan bahwa kedua cerita ini memiliki keterkaitan semesta satu dengan yang lain.
Fakta menarik lainnya adalah penata artistik Wencisclaus Rozary akan membuat 100 boneka seukuran manusia untuk menghuni sebuah desa di Jepang sebagai set utama. Beberapa karakter dari kedua film pun diperankan oleh aktor yang sama sebagai bentuk konsep universe dari sutradara Billy Christian. Salah satu yang aktris yang memerankan dua karakter berbeda untuk dua film adalah Yumi Kwandy. Dari dunia modeling ke dunia seni peran, Yumi Kwandy membuktikan kepiawaiannya dalam akting membawakan dua peran yang sangat berbeda satu dengan yang lain.

Selasa, 05 Mei 2026

Satlantas Polres Metro Tangerang Kota Pasang Barrier Beton di Jembatan Bayur, Cegah Kecelakaan

Kompassantri-online, Rekayasa Lalin di Jembatan Bayur, Polisi dan PUPR Pasang Pembatas Beton*

*Tingkatkan Keselamatan, Satlantas Polres Metro Tangerang Kota Lakukan Penataan Lalin di Jembatan Bayur*

TANGERANG — Satuan Lalu Lintas Polres Metro Tangerang Kota melaksanakan rekayasa lalu lintas melalui pemasangan barrier beton di kawasan Jembatan Bayur, Jalan Raya Sangego, Kota Tangerang, pada Senin (4/5/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas), khususnya di titik rawan kecelakaan.

Pemasangan barrier beton ini dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang sebagai bentuk sinergi antar instansi dalam penataan infrastruktur jalan dan pengamanan arus lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota,AKBP Nopta Histaris Suzan, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas ini bertujuan untuk meminimalisir potensi kecelakaan serta mengatur arus kendaraan agar lebih tertib.

“Pemasangan barrier beton ini merupakan langkah preventif untuk mengurangi risiko kecelakaan dan mengurai kemacetan, khususnya di area jembatan yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, personel Unit Turjagwali Satlantas turut diterjunkan guna melakukan pengaturan arus lalu lintas selama proses pemasangan berlangsung, sehingga aktivitas pengguna jalan tetap berjalan lancar.

Adapun personel yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain dipimpin oleh Kanit Turjawali Iptu Ahmad Suhrizal, bersama anggota lainnya yang melakukan pengamanan serta pengaturan di lokasi.

Satlantas Polres Metro Tangerang Kota juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas di area tersebut serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan bersama.
Kontributor: alwi

Sabtu, 02 Mei 2026

Perkuat Sinergi, Polres Metro Tangerang Kota Libatkan Sabuk Kamtibmas dan Gelar Jumat Peduli

Polres Metro Tangerang Kota Gandeng Warga Jaga Kamtibmas, Sekaligus Salurkan Bantuan Sosial*

*Sabuk Kamtibmas Dikerahkan, Polres Metro Tangerang Kota Padukan Pengamanan dan Aksi Sosial*

Kompassantri-online, TANGERANG — Polres Metro Tangerang Kota terus memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban melalui pelibatan Sabuk Kamtibmas serta kegiatan sosial Jumat Peduli, Jumat (1/5/2026) sore.

Kegiatan yang menggabungkan upaya pengamanan preventif di lingkungan Markas Komando (Mako) dengan aksi kepedulian sosial kepada warga sekitar.

Wakapolres Metro Tangerang Kota,AKBP Eko Bagus Riyadi, menyampaikan bahwa pelibatan Sabuk Kamtibmas merupakan langkah strategis dalam membangun kemitraan antara Polri dan masyarakat.

“Sabuk Kamtibmas ini menjadi bentuk kolaborasi antara kepolisian dengan kelompok masyarakat sadar keamanan, sehingga potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, hadir pula Kasat Binmas Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Rachmad Hariyanto, bersama jajaran Binmas, perwakilan Pokdarkamtibmas, Senkom Mitra Polri, serta sekitar 100 warga masyarakat.

Selain pengamanan, kegiatan dilanjutkan dengan program Jumat Peduli berupa pembagian bantuan bahan pangan kepada warga di sekitar Mapolres. Aksi sosial ini menjadi bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya dalam membantu meringankan kebutuhan sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli dan siap membantu,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh keakraban. Polres Metro Tangerang Kota berharap sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dapat terus terjalin guna menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum setempat.(alwi)

Jumat, 01 Mei 2026

Single terbaru berbahasa Inggris Nelbra Go Publik|diproduksi di LA bersama Vandra

Kompassantri-online, Jakarta, 24 April 2026 — Setelah sempat vakum dari perilisan karya baru, penyanyi Indonesia Nelbra (Olivia Nelbra Rieuwpassa) yang dikenal sebagai finalis Indonesian Idol Season 12, resmi kembali dengan single terbarunya berjudul “Forever.”
Lagu ini menjadi penanda kembalinya Nelbra dengan pendekatan yang lebih personal dan emosional. Ditulis sendiri oleh Nelbra, “Forever” merupakan lagu berbahasa Inggris dengan nuansa R&B yang lembut, yang terinspirasi dari kisah cinta pertamanya, sebuah cerita yang sederhana, namun memiliki makna mendalam dan tak terlupakan.
“Setelah sempat vakum, aku ingin comeback ini terasa jujur dan bermakna. ‘Forever’ terasa seperti lagu yang tepat karena membawa cerita yang sangat personal tentang cinta pertamaku, sesuatu yang murni dan tak terlupakan. Kembali dengan lagu yang penuh emosi seperti ini rasanya seperti memperkenalkan diriku kembali, bukan hanya sebagai seorang musisi, tapi juga sebagai seseorang yang pernah mencintai dengan dalam dan tumbuh dari pengalaman itu,” ungkap Nelbra.
Dalam proses produksinya, Nelbra kembali berkolaborasi dengan Vandra, music director, produser, sekaligus rekan kreatif yang telah bekerja bersamanya selama lebih dari satu dekade. Kolaborasi ini menghadirkan warna musikal yang matang, sekaligus menjaga konsistensi identitas musikal Nelbra yang terus berkembang.
Menariknya, “Forever” diproduksi di Los Angeles, Amerika Serikat, menjadi langkah penting dalam perjalanan Nelbra untuk memperluas jangkauan kariernya ke ranah internasional.
Selain perilisan lagu, Nelbra juga tengah menyiapkan video musik resmi yang diproduksi bersama tim kreatif di Los Angeles. Video ini akan menghadirkan visual yang intim dan emosional, dengan sentuhan cerita yang memiliki makna mendalam bagi perjalanan pribadi Nelbra.
Christopher Soerachmat, yang telah terlibat dalam berbagai produksi video musik bersama kolaborator Amerika, menghadirkan pendekatan sinematik yang kuat serta pengalaman produksi berstandar industri. Sementara itu, Briana Nabila Achmad Soerachmat melengkapi proyek ini melalui sentuhan artistik dan kedalaman storytelling yang lebih subtil. Keduanya berperan penting tidak hanya dalam eksekusi produksi visual, tetapi juga dalam membentuk konsep naratif video musik, menciptakan identitas visual yang selaras dengan emosi yang diusung dalam “Forever.”
Melalui “Forever”, Nelbra tidak hanya menghadirkan kisah tentang cinta di masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana cinta terus berkembang dan membentuk seseorang dalam perjalanan hidupnya.
“Aku berharap ‘Forever’ bisa terasa seperti pulang ke sebuah cinta yang lembut, aman, dan abadi, dalam bentuk apa pun itu,” tutup Nelbra.
Single “Forever” dirilis di bawah label independennya, NINE UP Records, yang ia dirikan bersama timnya di Indonesia. Ke depan, Nelbra juga tengah menyiapkan proyek kolaborasi internasional yang akan segera diumumkan dalam waktu dekat.
Dengan “Forever”, Nelbra menandai babak baru dalam kariernya yang lebih matang, lebih personal, dan siap menjangkau pendengar yang lebih luas di kancah global.
— 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai NELBRA

Follow NELBRA

Instagram: https://instagram.com/olivianellbra 
Youtube: https://youtube.com/@nelbra
Twitter: twitter.com/@olivianelbra  
TikTok: https://www.tiktok.com/@nelbra 

FOREVER - NELBRA (lyrics)
From the first time our eyes met,
Something quiet opened in my chest
A feeling I couldn’t name it yet
Its a spark I couldn’t forget

I didn’t know that love could feel this gentle
With you by my side
Everything feels easier
Hold me close

(Chorus)
I want forever with you
Forever and ever
Growing old with you
Forever and ever
Hold me tight dont ever let go (baby)
Promise me you'll stay
Forever and ever
I didnt know love till its you
Forever and ever


(Verse 2)
You make ordinary days feel golden,
turn my silent moment into power.
With you, even in hardest moment
You, are the one my soul desires.
You, turn my emptiness to color

I want forever with you
Forever and ever
Growing old with you
Forever and ever
Hold me tight dont ever let go
Promise me you'll stay
Forever and ever






Pekerja UI Tuntut PKB dan Perlindungan Hak Kerja pada May Day 2026

Kompassantri-online, Depok, 1 Mei 2026 — Memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Paguyuban Pekerja Universitas Indonesia (PPUI) menegaskan bahwa peringatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk memperjuangkan hak kerja yang manusiawi dan bermartabat di lingkungan kampus.
Dalam pernyataan resminya, PPUI mengingatkan bahwa secara historis, May Day lahir dari perjuangan panjang kaum pekerja dalam menuntut batas kerja yang adil, yang kemudian melahirkan standar universal berupa pembagian waktu 8 jam kerja, 8 jam istirahat, dan 8 jam untuk kehidupan pribadi. Prinsip tersebut dinilai sebagai fondasi penting dalam menjamin kerja layak yang harus dilindungi secara hukum dan politik.
Namun, menurut PPUI, semangat tersebut belum sepenuhnya terwujud di Universitas Indonesia (UI). Sebagai institusi pendidikan tinggi yang seharusnya menjadi teladan, UI dinilai masih menyisakan berbagai persoalan mendasar dalam relasi kerja, baik bagi dosen maupun tenaga kependidikan.
PPUI menyoroti meningkatnya beban kerja dosen akibat tuntutan produktivitas akademik yang tinggi, yang dinilai menjadikan dosen sebagai bagian dari “mesin publikasi” dalam industri jurnal ilmiah global. Sementara itu, tenaga kependidikan disebut menghadapi tekanan administratif yang besar tanpa diimbangi apresiasi yang layak, bahkan pernah mengalami praktik disipliner berlebihan seperti kewajiban absensi hingga empat kali sehari.
Situasi tersebut, lanjut PPUI, diperparah oleh belum adanya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) maupun Peraturan Perusahaan (PP) di lingkungan UI. Ketiadaan dua instrumen tersebut dinilai membuat pekerja berada dalam posisi rentan karena tidak memiliki dasar hukum yang kuat dalam hubungan kerja.
Dalam momentum May Day 2026, PPUI menyampaikan dua tuntutan utama. Pertama, mendesak pembentukan PKB di Universitas Indonesia sebagai instrumen fundamental untuk menjamin kesejahteraan, kepastian status kerja, serta perlindungan dari pemutusan hubungan kerja sepihak. PKB juga diharapkan mengatur standar upah yang adil serta mekanisme penyelesaian sengketa yang transparan.
Kedua, PPUI menuntut pengakuan penuh atas hak seluruh pekerja di lingkungan UI untuk berserikat dan berunding secara kolektif.
Lebih jauh, PPUI juga mengkritik kecenderungan neoliberalisasi di sektor pendidikan tinggi yang dinilai mendorong orientasi pasar dalam pengelolaan kampus. Hal ini, menurut mereka, berdampak pada fleksibilisasi tenaga kerja, peningkatan beban kerja, serta berkurangnya tanggung jawab institusi terhadap kesejahteraan pekerja.
“Tanpa PKB, tidak ada jaminan bahwa kerja di lingkungan kampus berlangsung secara adil dan manusiawi,” demikian pernyataan PPUI.
Sebagai bagian dari peringatan May Day, PPUI mengajak seluruh pekerja UI untuk bersatu menyuarakan hak-haknya, serta mengundang dukungan publik luas demi terwujudnya sistem pendidikan yang adil dan bermartabat. Aksi peringatan direncanakan berlangsung pada 1 Mei 2026 mulai pukul 11.00 WIB di kawasan Senayan Park.
PPUI menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa universitas yang bermartabat hanya dapat berdiri di atas kerja yang bermartabat. Mereka menyerukan agar UI menunjukkan komitmen nyata terhadap keadilan sosial, tidak hanya dalam wacana akademik, tetapi juga dalam praktik ketenagakerjaan sehari-hari.

Kamis, 30 April 2026

Horor "Budak Korporat": Film Monster Pabrik Rambut Rilis Trailer dan Siap Teror Bioskop 4 Juni

Kompassantri-online, Jakarta – Palari Films resmi merilis trailer, poster, dan lagu tema (*original soundtrack*) untuk film horor terbaru mereka, *Monster Pabrik Rambut*, pada Rabu (29/4/2026)[cite: 1]. Film yang disutradarai oleh Edwin ini menjanjikan pengalaman sinematik unik yang mengangkat sisi kelam dunia kerja dan fenomena *hustle culture* yang akrab bagi generasi masa kini[cite: 1].

Dijadwalkan tayang mulai **4 Juni 2026**, film ini dibintangi oleh jajaran aktor ternama seperti Rachel Amanda, Lutesha, dan menjadi debut film horor bagi Iqbaal Ramadhan[cite: 1].

### Sinopsis: Misteri di Balik Lembar Kerja
Cerita berpusat pada Putri (Rachel Amanda) dan Ida (Lutesha), kakak beradik yang bekerja di sebuah pabrik rambut demi mengungkap misteri kematian ibu mereka yang mencurigakan[cite: 1]. Ida meyakini sang ibu tewas akibat kekuatan supranatural saat bekerja, sementara Maryati (Didik Nini Thowok), pemilik pabrik, bersikeras bahwa itu adalah kasus bunuh diri[cite: 1].

Dalam usahanya membuktikan kebenaran, Ida nekat melakukan lembur ekstrem tanpa tidur berhari-hari untuk memancing sosok hitam misterius yang ia yakini menghantui pabrik tersebut[cite: 1]. Situasi semakin mencekam ketika adik bungsu mereka, Bona (Iqbaal Ramadhan)—yang memiliki kemampuan regenerasi tubuh unik seperti *Axolotl*—justru terseret dalam bahaya dan disandera oleh sosok hitam tersebut[cite: 1].

### Metafora Eksploitasi Pekerja
Sutradara Edwin menjelaskan bahwa film ini merupakan kritik terhadap kondisi kerja modern yang seringkali memperlakukan manusia layaknya mesin produktivitas[cite: 1]. 

"Kami ingin menyampaikan bahwa kondisi kerja seringkali membuat kita menjadi seperti mesin, kerja terus menerus... Malah diharapkan bisa ganti 'spare parts' sendiri," ujar Edwin[cite: 1]. Rachel Amanda pun menambahkan bahwa film ini menyuarakan keresahan tentang pentingnya istirahat sebagai hak asasi manusia di tengah gempuran lembur yang bisa berujung fatal[cite: 1].

### Kolaborasi Internasional dan OST Unik
*Monster Pabrik Rambut* bukan sekadar film lokal biasa, melainkan hasil ko-produksi internasional yang melibatkan lima negara: Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis[cite: 1]. Di balik layar, nama-nama besar seperti Ernest Prakasa, Dian Sastrowardoyo, dan Maudy Ayunda turut andil sebagai produser eksekutif[cite: 1].

Melengkapi nuansa horor yang relevan, Sal Priadi menciptakan dan menyanyikan lagu tema berjudul **"Kepala, Pundak, Kerja Lagi"**[cite: 1]. Lagu ini diprediksi akan menjadi *anthem* bagi para pekerja yang tetap harus berjuang di tengah kelelahan fisik dan mental[cite: 1].

Bagi para penikmat film horor yang mencari cerita dengan isu sosial yang kuat, *Monster Pabrik Rambut* siap memberikan teror yang "lebih horor dari sekadar hantu" mulai Juni mendatang[cite: 1].

*Referensi:
Press Release- Film Monster Pabrik Rambut Merilis Official Trailer, Poster & OST_ Horor Dunia Kerja yang Lebih Horor dari Film Horor.pdf*[cite: 1]

Rabu, 29 April 2026

Fashion Show Nina Nugroho Curi Perhatian di Diskusi NGOBRAS Kartini 2026

Kompassantri-online, Jakarta – Penampilan busana muslim karya desainer Nina Septiana Nugroho mencuri perhatian peserta diskusi NGOBRAS Kartini Film, Musik, dan Seni 2026. Acara kolaborasi FORWAN Indonesia, Kementerian Kebudayaan RI, BNI 46, KAPITA, Mata Langit, dan KEMALA itu digelar di Auditorium Jusuf Ronodipuro LPP RRI Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Kepala Bidang Humas dan Informasi Publik Kementerian Kebudayaan RI, Yayuk Sri Budi Rahayu, http://S.Sos., http://M.Pd., mengapresiasi penampilan tersebut. “Busana muslim karya Nina Nugroho sangat menarik dan memberi warna tersendiri. Ada perpaduan seni, budaya, dan kreativitas perempuan Indonesia yang ditampilkan dengan sangat baik,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Sub Branch Manager BNI 46, Asiana G. Dyah Buwana. Menurutnya, busana muslim kini berkembang pesat, elegan, dan tetap mengikuti tren tanpa meninggalkan nilai budaya.

Nina Septiana Nugroho mengaku bersyukur karyanya mendapat sambutan positif. “Saya ingin memberi karya terbaik untuk FORWAN. Karena acara ini menghadirkan perempuan inspiratif, saya terpacu menampilkan koleksi spesial,” kata Nina.

Ketua Umum FORWAN Indonesia, Sutrisno Buyil, menegaskan pihaknya selalu memberi ruang bagi pengurus untuk menampilkan karya. “Penampilan Mbak Nina bersama Nana Mardiana dan Panglima Langit menjadi kebanggaan tersendiri bagi organisasi,” ujarnya.

Diskusi NGOBRAS Kartini Film, Musik, dan Seni 2026 berlangsung hangat dan menghadirkan tokoh perempuan kreatif yang berbagi pengalaman tentang peran perempuan dalam pengembangan seni dan budaya Indonesia.

Diskusi NGOBRAS: Kartini Film, Musik, dan Seni Dibuka Kemenkeb

Kompassantri-online, Jakarta-Diskusi Ngobrol Santai (NGOBRAS) bareng Kartini Film Musik dan Seni secara resmi dibuka oleh Yayuk Sri Budi Rahayu. Sos.M.Pd, Kepala Bidang Humas danInformasi Publik Kementerian Kebudayaan RI didampingi Artis dengan memukul drum.

"Sejauh yang pernah hadir di acara diskusi, baru kali ini ada diskusi yang dipadukan dengan fashion show dan musik. Keren, idenya. Sesuatu banget," ujar Yayuk usai diskusi di Auditorium Jusuf Ronodipuro LPP RRi Jakarta. Selasa,(28/4/2026)

Yayuk dalam kata sambutannya, mengaku surprise melihat acara diskusi yang digagas Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan RI, Bank BNI 46, Nina Nugroho, Mata Langit, Chic's Musik, SAE, KAPITA, Agraria Today, greenblue.id dan JPKP. 

"Menurut saya event ini menarik dan berkelas, perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Nanti saya laporkan ke pipimpinan diskusinya berjalan sukses Dan berbeda Dari diskusi pads umumnya. Untuk itu diskusi yang digelar mesti didukung terus, " Ujar Yayuk serius. 

Sementara Asiana G Dyah Buwana Sub Branch Manager PT Bank Negara Indonesia 46 (Persero) Tbk 
Menegaskan kalau Bank BNI 46 mensuport kegiatan Diskusi NGOBROL Santai Bareng Kartini Film, Musik dan Seni karena kegiatan tersebut semangatnya sama dengan BNI 46 yakni memberikan pencerahan serta edukasi kepada masyarakat tentang Wanita hebat masa kini di industry film, musik dan seni berkat perjuangan Ibu Kita Kartini.

“BNI ikut mensuport diskusi ini, karena acaranya keren, narasumbernya Wanita hebatnya dibidangnya yang sangat inspiratip. Apalagi ada balutan hiburan musik dan fashion show oleh disainer kondang, Ibu Nina Nugroho dan penyanyi beken seperti Mbak Ratna Listy, Nana Mardiana dan Panglima,” ujar Asiana G Dyah Buwana dalam kata sambutannya.

Diskusi yang hadiri ratusan ibu-ibu dari komunitas Jalan Jalan Santai (JJS), puluhan awak media juga dihadiri artis senior Niniek L Karim dan Seno M Harjo serta pejabat Bank BNI seperti Lilis Cucu, Elvi / RM Emerald dan Wulan / Pemimpin OBO.

Yang membuat peserta diskusi terhibur dan tidak mau beranjak dari auditorium, karena mereka tidak hanya mendengarkan paparan narasumber perempuan hebat seperti Yayuk Sri Budi Rahayu. Sos.M.Pd, Dr. Nungki Kusumastuti, Dra. Ati Ganda, Nucke Rahma SH serta moderator Telni Rustitantri dan dihibur Ratna Listy, Panglima Langit, Nana Mardiana, Madeena dan Band KBK.

"Syukur Alhamdulillah acara diskusi NGOBRAS Ngobrol Santai Bareng Kartini Film Musik dan Seni berjalan lancar sukses, terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini," ujar Sutrisno Buyil ketua umum FORWAN. (Alwi)

Selasa, 28 April 2026

Tangerang, Kompassantri+ Tak Pakai Helm hingga Lawan Arus? Kini Langsung Tertangkap ETLE Handheld di Kota Tangerang

ETLE Handheld Mulai Diterapkan di Kota Tangerang, Pelanggar Langsung Ditilang di TempatSatlantas Polres Metro Tangerang Kota Terapkan ETLE Genggam, Pelanggar Tak Bisa Lagi Mengelak

TANGERANG — Penegakan hukum lalu lintas di wilayah Kota Tangerang kini semakin modern dan tegas. Satuan Lalu Lintas Polres Metro Tangerang Kota mulai menerapkan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Handheld, yakni perangkat tilang elektronik genggam yang memungkinkan penindakan dilakukan langsung di lapangan.

Dengan alat ini, petugas dapat secara cepat mengidentifikasi dan menindak pelanggaran kasatmata, seperti pengendara yang tidak menggunakan helm, melawan arus, hingga parkir di area terlarang. Seluruh proses dilakukan secara digital, lengkap dengan bukti pelanggaran yang dapat langsung dicetak di lokasi.

Kasatlantas Polres Metro Tangerang Kota, Nopta Histaris Suzan, menegaskan bahwa penerapan ETLE Handheld merupakan bagian dari transformasi penegakan hukum berbasis teknologi.

“Ini adalah upaya kami meningkatkan ketertiban dan keselamatan berlalu lintas. Dengan sistem digital ini, penindakan menjadi lebih cepat, tepat, dan efisien,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dalam berlalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya.

Sementara itu, Kasubnit 2 Gakkum Satlantas Polres Metro Tangerang Kota, Febby Septian, menjelaskan bahwa ETLE Handheld bersifat mobile, sehingga petugas dapat aktif bergerak dan menemukan pelanggaran secara langsung di berbagai titik.

“Begitu terlihat pelanggaran, seperti tidak pakai helm, melawan arus, atau parkir di tempat terlarang, petugas langsung melakukan penindakan dan mengeluarkan tilang di lokasi,” kata Febby.

Dalam satu perangkat, lanjutnya, ETLE Handheld mampu melakukan sekitar 50 hingga 60 kali tangkapan pelanggaran (capture) sekaligus mencetak bukti tilang. Saat ini, Satlantas Polres Metro Tangerang Kota mengoperasikan dua unit perangkat yang digunakan oleh dua tim di lapangan.

Febby juga menjelaskan perbedaan antara ETLE Handheld dan ETLE statis. Jika ETLE statis mengandalkan kamera tetap di titik tertentu, maka ETLE Handheld memungkinkan petugas memberikan penindakan sekaligus edukasi langsung kepada pelanggar.

“Dengan cara ini, pelanggar langsung paham kesalahannya, tidak hanya terekam kamera,” tambahnya.

Adapun pelanggaran yang paling sering ditemukan di wilayah Kota Tangerang antara lain melawan arus, tidak menggunakan helm, serta parkir sembarangan di lokasi yang telah dipasang rambu larangan.

Penerapan ETLE Handheld dinilai cukup efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Seiring penerapannya, tingkat kepatuhan pengendara mulai menunjukkan peningkatan.

Satlantas Polres Metro Tangerang Kota pun mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.(alwi)

Senin, 27 April 2026

Komplotan Curanmor Lintas Tangerang Dibongkar, Polisi: Sudah Beraksi Belasan Kali

 


Dua Pelaku Ditangkap, Jaringan Curanmor R2 dan R4 di Tangerang Raya Terkuak*

Spesialis Curanmor Mobil dan Motor Dibekuk, Polisi Kejar Sisa Komplotan*

kompassantri, TANGERANG — Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Tangerang Kota berhasil membongkar komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beroperasi lintas wilayah di Tangerang Raya. Dua pelaku berhasil diamankan, sementara anggota jaringan lainnya masih dalam pengejaran.


Pengungkapan ini bermula dari laporan warga terkait hilangnya dua unit sepeda motor di Desa Salembaran Jaya, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (9/4/2026) dini hari. Korban berinisial ANI menyadari kejadian tersebut saat mendapati gerbang garasi rumahnya terbuka dan kendaraannya raib. Total kerugian ditaksir mencapai Rp47 juta.


Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Parikhesit menjelaskan, pihaknya langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan dengan menganalisis rekaman CCTV serta memetakan titik-titik rawan curanmor.


Upaya tersebut membuahkan hasil. Pada Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 03.30 WIB, tim opsnal yang tengah patroli mencurigai empat orang yang berboncengan menggunakan tiga sepeda motor di wilayah Cipondoh. Petugas kemudian melakukan pembuntutan hingga ke wilayah Cisauk, Tangerang Selatan.


“Dalam operasi tersebut, satu pelaku berinisial DP berhasil kami amankan di lokasi. Tiga pelaku lainnya sempat melarikan diri, namun satu pelaku lain berinisial AA akhirnya diserahkan warga kepada kami,” ujar Parikhesit.


Dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku diketahui memiliki peran berbeda dalam menjalankan aksinya, yakni sebagai eksekutor (pemetik) dan joki. Mereka beroperasi secara mobile dengan berpindah-pindah lokasi untuk menghindari deteksi petugas.


Salah satu pelaku bahkan mengaku telah mencuri sekitar 13 unit sepeda motor dalam kurun waktu empat bulan terakhir. Sementara rekannya terlibat dalam pencurian kendaraan roda empat di belasan lokasi berbeda.

Dalam menjalankan aksinya, komplotan ini menggunakan berbagai alat pembobol, seperti kunci letter T, kunci magnet, hingga kunci palsu. Mereka juga membawa benda menyerupai senjata api untuk mengintimidasi warga jika aksinya dipergoki.


Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua unit sepeda motor Honda Vario, alat-alat pembobol kendaraan, telepon genggam, serta benda menyerupai senjata api.


Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menekan angka kejahatan jalanan.


“Pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menindak tegas pelaku kejahatan jalanan, khususnya curanmor yang sangat meresahkan,” ujar Jauhari.


Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan serupa.


“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku curanmor. Seluruh jajaran kami instruksikan untuk terus meningkatkan patroli, penyelidikan, dan penindakan terhadap jaringan kejahatan,” tegasnya.


Saat ini, kedua pelaku telah diamankan di Polres Metro Tangerang Kota untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi masih memburu pelaku lain yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), sekaligus mengembangkan jaringan yang diduga lebih  luas.(Alwi)

Lembaga Pendidikan dan Guru sebagai Penentu Arah Bangsa

Kompassantri-online, Kegelisahan publik terhadap maraknya praktik korupsi, ketimpangan dalam penegakan hukum, serta fenomena “hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas” bukanlah persoalan yang berdiri sendiri. Dalam perspektif sosiologis dan pendidikan, realitas tersebut dapat ditelusuri akarnya pada proses panjang pembentukan karakter warga negara—yang salah satunya berlangsung di lembaga pendidikan. Ketika hukum seakan dapat “ditawar” oleh kekuatan ekonomi atau popularitas, sesungguhnya kita sedang menyaksikan refleksi dari krisis nilai yang tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses pendidikan yang kurang optimal.

Pendidikan dapat dianalogikan sebagai ruang pembentukan (shaping process) yang sangat menentukan arah masa depan individu. Ibarat seorang tukang cukur yang membentuk model rambut pelanggan, kualitas hasil sangat ditentukan oleh kompetensi, integritas, dan profesionalitas pelakunya. Dalam konteks pendidikan, guru bukan sekadar penyampai materi, melainkan agen pembentuk karakter (character builder) dan penanam nilai (value inculcator). Lembaga pendidikan yang diisi oleh guru-guru profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pembentukan akhlak akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan spiritual.

Berbagai kajian dalam bidang sosiologi pendidikan menegaskan bahwa pengalaman belajar di sekolah—baik yang bersifat kurikuler maupun non-kurikuler—akan membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku peserta didik dalam jangka panjang. Lingkungan belajar yang kondusif, interaksi yang sehat antara guru dan siswa, serta sistem yang adil dan transparan akan menjadi “hidden curriculum” yang sangat kuat dalam membentuk karakter. Sebaliknya, lingkungan pendidikan yang permisif terhadap pelanggaran, minim keteladanan, dan lemah dalam penegakan aturan akan melahirkan generasi yang cenderung pragmatis dan oportunistik.

Realitas pendidikan di Indonesia hari ini menunjukkan adanya paradoks. Di satu sisi, pemerintah terus melakukan berbagai reformasi seperti implementasi Kurikulum Merdeka, peningkatan kompetensi guru melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG), serta digitalisasi pembelajaran. Namun di sisi lain, masih ditemukan praktik-praktik yang kontraproduktif terhadap tujuan pendidikan itu sendiri. Misalnya, fenomena “jual beli nilai”, ketidakobjektifan dalam penilaian, praktik perundungan (bullying) di sekolah, hingga lemahnya penegakan disiplin terhadap pelanggaran siswa maupun oknum tenaga pendidik. Bahkan dalam beberapa kasus, ada sekolah yang lebih menekankan pencapaian administratif dibandingkan pembentukan karakter peserta didik.

Selain itu, ketimpangan kualitas pendidikan antar wilayah juga menjadi tantangan serius. Sekolah-sekolah di perkotaan dengan akses sumber daya yang memadai cenderung lebih unggul dibandingkan sekolah di daerah terpencil yang masih kekurangan fasilitas dan tenaga pendidik berkualitas. Kondisi ini secara tidak langsung menciptakan ketidakadilan struktural yang berdampak pada kualitas lulusan dan kesempatan masa depan mereka.

Dalam konteks penegakan aturan, sekolah sejatinya merupakan miniatur negara. Ketika aturan disusun secara jelas, disepakati bersama, dan ditegakkan secara konsisten tanpa diskriminasi, maka peserta didik akan belajar tentang pentingnya keadilan, tanggung jawab, dan integritas. Namun sebaliknya, jika aturan hanya menjadi formalitas tanpa implementasi yang tegas, atau bahkan diterapkan secara tidak adil, maka peserta didik akan menyerap pesan bahwa pelanggaran dapat ditoleransi dan keadilan dapat dinegosiasikan. Inilah yang kemudian berpotensi melahirkan perilaku koruptif di masa depan.

Oleh karena itu, penanaman karakter tidak cukup hanya melalui mata pelajaran tertentu, tetapi harus diwujudkan dalam ekosistem pendidikan secara menyeluruh. Guru harus menjadi teladan (uswah hasanah), lembaga pendidikan harus memiliki budaya yang kuat (school culture), dan sistem harus mendukung terciptanya keadilan serta transparansi. Pendidikan karakter yang efektif adalah pendidikan yang tidak hanya diajarkan, tetapi juga dicontohkan dan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Pada akhirnya, jika kita ingin melihat Indonesia yang bebas dari korupsi, adil dalam penegakan hukum, dan bermartabat di mata dunia, maka investasi terbesar harus diarahkan pada perbaikan kualitas pendidikan. Lembaga pendidikan dan guru bukan sekadar bagian dari sistem, melainkan fondasi utama dalam menentukan arah bangsa. Dari ruang-ruang kelas hari ini, sesungguhnya sedang ditentukan wajah Indonesia di masa depan.

Iid Ahmad Dimyathi-wakil Sekretaris Pergunu Kota Depok.
Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan SMP Lazuardi Al Falah.