Tampilkan postingan dengan label musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label musik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Oktober 2026

Single Terbaru aktris Mawar de Jongh

JAKARTA, 14 Oktober 2026 — Penyanyi dan aktris Mawar de Jongh kembali menyapa pendengar musik Tanah Air lewat single terbarunya yang berjudul "Oh Semoga". Dibalut aransemen yang menyentuh, lagu ini membawa pesan mendalam tentang pentingnya hadir secara utuh dan belajar menikmati momen saat ini tanpa terbebani oleh hasil akhir.
"Lagu ini tentang menjadi hopeful, tidak terlalu overthink dengan hasil akhir, dan belajar live in the moment setiap harinya. Kebahagiaan itu tidak selalu harus menunggu masa depan yang sempurna. Hal-hal kecil di sekitar kita pun bisa jadi sumber rasa bahagia," ujar Mawar.
Karya ini digarap oleh trio komposer Iqbal Siregar, Denis Ligia, dan Faishal Muhammad Fasya. Dari sudut pandang para pencipta, lagu "Oh Semoga" dirancang untuk menangkap spektrum emosi yang jujur dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Iqbal Siregar mewakili para komposer menyampaikan bahwa sejak awal pembuatan, mereka ingin menuangkan dinamika emosi yang hangat namun tetap berjarak dari kesan putus asa. Saat mendengarkan hasil eksekusi vokal dari Mawar, mereka merasa nyawa lagu ini tersampaikan dengan amat tepat.
"Mawar kalau nyanyi simple, sederhana, tapi kena banget di hati. Dia bisa menyampaikan suatu lirik tanpa teknik yang berlebihan tapi hasilnya simple dan kena di hati. 'Oh Semoga' ini menggambarkan simplicity yang ingin kita sampaikan," ungkap Iqbal.
Bagi Mawar sendiri, komposisi yang dibuat oleh Iqbal, Denis, dan Faishal ini langsung menyentuh hatinya sejak pertama kali mendengar demo lagu.
"Saat pertama mendengar demonya, rasanya seperti moment of realization. Saya jadi sadar bahwa sering kali kita terlalu fokus mengejar masa depan sampai lupa mengapresiasi hal-hal kecil yang sedang kita jalani hari ini," kenang Mawar.
Daya tarik utama "Oh Semoga" terletak pada makna kata "semoga" yang memiliki banyak tingkatan arti. Meski dibawakan dengan nada yang bernuansa haru, lagu ini jauh dari kesan meratapi keadaan.
Mawar menjelaskan bahwa kata "semoga" dalam lagu ini terasa seperti doa kecil atas hal-hal yang mungkin belum bisa dimiliki atau dikendalikan. Di tengah kesedihan, selalu ada ruang untuk berharap dan bersiap menerima apapun hasilnya.
Salah satu baris lirik yang paling menonjol dalam lagu ini berbunyi:
“Jika tidak keliling dunia apa kau tak apa? Cukup senangkah bila duduk di teras saja, dan menunggu hujan reda”

"Lirik ini mengingatkan kita bahwa kebahagiaan tidak harus selalu datang dari pencapaian besar. Kita boleh punya mimpi besar dan ingin melangkah jauh, tapi kita juga perlu belajar menikmati apa yang ada di depan mata," lanjut Mawar.
Proses workshop hingga rekaman berjalan hangat dan komunikatif. Untuk menyampaikan emosi lagu secara tepat, Mawar memposisikan diri dan meresapi jalan cerita di dalamnya menyeimbangkan rasa sedih, harapan, dan rasa syukur.
Lagu "Oh Semoga" relevan bagi siapa saja yang sedang merasa cemas atau berhadapan dengan ketidakpastian masa depan, seperti saat menghadapi ujian, keputusan karir, atau fase besar dalam hidup.
Mawar berharap single ini bisa menjadi pengingat yang menenangkan: bahwa setelah berupaya maksimal, ada saatnya untuk berserah diri dan menikmati proses.
"Semoga lagu 'Oh Semoga' bisa mengajak kita untuk lebih memaknai carpe diem menikmati dan memaksimalkan hari ini. Bermimpilah setinggi mungkin, tapi jangan lupa untuk berserah diri, baik dalam perjalanan hidup, asmara, maupun impian kita," tutup Mawar.
Single "Oh Semoga" dari Mawar de Jongh sudah dapat didengarkan di seluruh platform musik digital mulai 14 Oktober 2026. Bersamaan dengan perilisan audionya, video visualizer resmi juga sudah dapat disaksikan melalui kanal YouTube Trinity. (Alwi)

Senin, 07 September 2026

Dari Denial Jadi Baper Berat, Maysha Jhuan Ceritain Semuanya di “Kamu Doang”

Kompassantri, Nama Maysha Jhuan kembali mencuri perhatian lewat single terbarunya, "Kamu Doang", sebuah lagu yang lahir dari kejujuran paling personal, momen ketika seseorang yang keras kepala dan gengsian akhirnya menyerah pada cinta yang selama ini ia sangkal. Dirilis di bawah naungan My Music Records, lagu ini menandai pencapaian penting bagi Maysha Jhuan karena untuk kali pertama, ia menulis lagunya sendiri dari nol, sesuatu yang menurutnya mengubah total caranya memandang pada sebuah karya.

Ditulis bersama Roommate Project (Raymond Aditya dan Aldi Fachrobby), "Kamu Doang" membalut cerita patah hati dan penyangkalan cinta dengan warna musik yang justru ceria yaitu Japanese city pop yang groovy, upbeat, easy listening dan gampang nempel di kepala sejak pertama kali didengarkan.

Menurut Maysha, "Kamu Doang" menggambarkan sosok perempuan yang sudah lelah berharap pada cinta karena pengalaman masa lalunya, hingga akhirnya bertemu seseorang yang perlahan membuktikan bahwa cinta itu nyata. Masalahnya, sang perempuan masih dalam mode “dental” alias denial total. "Cewek ini masih denial. Dia overwhelmed sama semua keadaan yang ada, bingung apakah perasaan ini beneran ada atau enggak, karena dia sudah bertekad tidak mau jatuh cinta lagi. Tapi orang ini terus-menerus bikin dia makin yakin, wait, dia agak beda.” Ujar Maysha Jhuan

Sebagai seorang Taurus tulen, Maysha Jhuan mengaku ide lagu ini sangat personal, terinspirasi dari sifat keras kepala dan gengsi tinggi yang menurutnya begitu relate dengan zodiaknya sendiri, terutama soal urusan mengakui perasaan pada orang lain. "Semua situasinya sebenarnya udah mendukung aku buat jatuh cinta. Tapi cuma gara-gara gengsi yang sudah setinggi langit, setembok-tembok China, aku jadi takut dan nggak mau mengakuinya." tambahnya.

Proses kreatif lagu ini dimulai dari pencarian kata pembuka reff yang tepat bersama tim Roommate Project. Setelah melalui diskusi panjang, kata "diam-diam" akhirnya dipilih sebagai fondasi cerita karena berhasil menangkap esensi karakter yang enggan terang-terangan mengakui jatuh cintanya. Keseluruhan proses penulisan lirik memakan waktu sekitar satu setengah jam, dari total kurang lebih tiga jam proses penciptaan lagu. Tantangan terbesarnya, menurut Maysha, bukan pada merangkai kata, melainkan menemukan konteks cerita yang paling pas dari berbagai pengalaman cinta yang ingin ia angkat.

Dari sisi musikalitas, pemilihan nuansa Japanese city pop bukan tanpa alasan. Genre ini adalah genre yang paling sering diputar Maysha dalam beberapa bulan terakhir, dan menjadi comeback yang pas setelah sekian lama ia absen merilis lagu bertempo upbeat. "Aku sudah lama banget nggak ngerilis lagu upbeat. Begitu instrumental city pop digabungkan dengan semua elemen musiknya, langsung nge-blend banget, langsung berasa ini lagunya."

Proses vokal juga jadi pengalaman baru buat Maysha, khususnya saat harus mengisi harmoni dan suara latar di bawah arahan langsung Mohammed Kamga. Namun satu pesan dari Kamga yang paling ia ingat adalah soal keaslian, bukan kesempurnaan. "Kak Kamga bilang, di lagu ini aku nggak perlu nyanyi bagus, aku cuma boleh nyanyi jujur. Simple. Waktu aku nyanyi terlalu lebay, langsung ditegur karena harus lebih sederhana, tapi tetap enak didengar."

Cerita “Kamu Doang” turut juga dihidupkan lewat music video yang menggambarkan pergolakan hati Maysha antara suka atau tidak, antara percaya atau denial. Divisualisasikan lewat sosok lelaki yang terus berusaha mendekatinya, hingga perlahan membuat Maysha penasaran dan luluh dari rasa waspadanya sendiri, sampai akhirnya berani menerima bahwa cinta yang selama ini ia sangkal ternyata benar-benar nyata. Music video lagu ini digarap oleh Gaby & David dari rumah produksi YOUKNOWWHOFILM.

Ia berharap "Kamu Doang" bisa diterima luas oleh pendengar, khususnya mereka yang pernah berada di posisi yang sama: susah mengakui perasaan karena trauma atau gengsi. Jika responnya positif, Maysha bahkan berencana membawakan lagu ini secara live, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga ke panggung internasional.

“Kamu Doang” dapat dinikmati di seluruh platform musik digital dan kanal YouTube MyMusic Records mulai tanggal 31 Juli 2026.

Senin, 31 Agustus 2026

EKS-BASSIS ZIVILIA, IDAM, RESMI PERKUAT THE ORION


Bersamaan dengan Rilis Tiga Single Terbaru

Band asal Madura, The Orion, kembali hadir dengan formasi baru. Idam, mantan bassist Zivilia, resmi bergabung dan memperkuat The Orion bersama Tias (Vokal) dan Hilman (Gitar).

Bagi Idam, keputusan bergabung dengan The Orion salah satunya karena melihat perjuangan Tias dalam mempertahankan band dan memperjuangkan karya-karyanya.

“Saya melihat perjuangan Tias. Sampai dia rela bertahan hidup di Jakarta dengan berjualan nasi goreng. Dari situ saya melihat semangat dan kesungguhannya,” ujar Idam.

Tias menyambut kehadiran Idam sebagai energi baru bagi The Orion setelah sebelumnya sempat mengalami bongkar pasang personel.

“Sekarang kami menetapkan tiga personel: saya sebagai vokal, Hilman gitar, dan Idam bass. Menurut saya, formasi ini sangat ideal,” kata Tias.

RILIS TIGA SINGLE

Bersamaan dengan formasi baru, The Orion akan merilis tiga single terbaru:

1. Dedek Jangan Nakal

2. Manisan

3. Terang Menunggu

Ketiganya menyusul rilisan sebelumnya, Maafkan Aku dan Purnama.

Lagu Maafkan Aku sebelumnya mendapat perhatian luas setelah dicover sejumlah penyanyi dan kreator konten, di antaranya Endah Ungu dan Indah Yastami, dengan total views mencapai puluhan juta di berbagai platform digital.

“Perjuangan kami memang tidak mudah, tetapi saya yakin The Orion masih punya perjalanan panjang dan suatu saat bisa dikenal lebih luas,” ujar Tias.

Saat ini The Orion berada di bawah naungan Positif Art, management dan label yang sebelumnya menangani sejumlah nama seperti Kangen Band, T2, Wali, Hello, dan Zivilia. 

Kamis, 23 April 2026

Queen of Reggae Indonesia “Nath The Lions” kembali merilis single terbaru yang bertajuk “ TRENG TENG ”

Kompassantri-online, Queen of Reggae Indonesia “Nath The Lions” kembali merilis single terbaru yang bertajuk “ TRENG TENG ”
 Nath The Lions membuktikan konsistensinya setelah merilis “Ya Rastaman Ya Ramadhan” yang bertemakan religi, dan kini kembali merilis terbaru yang bertajuk “TRENG TENG ”

“TRENG TENG “ menceritakan komunitas vespa adalah komunitas scooteris cinta damai, komunitas yang terkenal menjungjung tinggi solidaritas, Komunitas Vespa berkembang dari gerakan akar rumput yang sederhana, menjadi jaringan pertemanan lintas kota, pulau, bahkan negara

Penggarapan lagu dikerjakan di studio rumah singa, digawangi produser musik sumakeytouch,Sista Nath dan ungs,dan isian gitar dari Khamal menambah warna sound yang berbeda pada lagu sebelumnya,ketukan drum Bram dan bunga bunga bass dari jomo 
Mereka bermain di area Reggae Rock, keyboard beat up, serta harmonisasi yang catchy

Dari teman teman Nath The Lions akan rilis setiap bulan ,oleh karena itu, ia ingin ada regenerasi dalam musik reggae Indonesia. Nath mendorong anak muda agar tidak hanya melihat reggae sebagai musik komunitas, tetapi juga bisa berkomitmen kuat untuk masuk ke industri. 

Sementara itu, Suma menegaskan ritme reggae yang membutuhkan latihan bertahun-tahun karena harus memiliki soul, "Enggak semua orang bisa main musik reggae,” katanya
.
“TRENG TENG ” dapat diputar, di seluruh digital platform, dan video klip sudah dapat ditonton di kanal youtube Nath The Lions TV.


#yessaah!
 
Artist
Nath The Lions
 
Eksekutif Produser
Nath The Lions
 
Produser
Nath The Lions
 
Produser Musik
Sumakeytouch \ Sista Nath\ Ungs
 
Mixing & Mastering
Sumakeytouch
Produksi
Rumah singa

Trak produksi
Drum Bram https://www.instagram.com/bram.syamsu/
Jomo Bass https://www.instagram.com/jomoreareo04/
Khamal Gitar/Lead https://www.instagram.com/khamall_ragga/
Suma Keybooard https://www.instagram.com/sumakeytouch/
Lead vocal Sista Nath https://www.instagram.com/sista.nath/





Lirik TRENG TENG
Cipt Nath The Lions

Treng.. teng teng Trang.. tang tang tang
Take it slow... with my Vespa 

Roda dua besi baja
Body semok nyaring bernada
Melaju santai tanpa manja
Menyusuri kota kota 

(Bridge)
Vespa... Vespa... sahabat setia
Dari kota sampai ke desa
Vespa… Vespa.. tetap menyala
Na na na... na na na... na na na... 

Chorus:
Treng.. teng teng Trang.. tang tang tang
Take it slow... with my Vespa
Treng..teng teng Trang..tang tang
Vespa tetap jadi primadona 

(Bridge)
Vespa... Vespa... sahabat setia
Dari kota sampai ke desa
Vespa… Vespa.. tetap menyala
Na na na... na na na... na na na... 

Tak perlu kencang untuk jadi sang raja
setia kawan di aspal yang sama
Di jalanan banyak cerita
Gas terus, sampai tua
 
Chorus:
Treng.. teng teng Trang.. tang tang tang
Take it slow... with my Vespa
Treng..teng teng Trang..tang tang
Vespa tetap jadi primadona
 
Treng.. teng teng Trang.. tang tang
Take it slow... with my Vespa
Treng..teng teng Trang..tang tang
Vespa tetap jadi primadona

 
Media Sosial :

Instagram : https://www.instagram.com/nath_thelions/
Facebook : https://www.facebook.com/naththelions/
Tiktok : https://www.tiktok.com/@nath_thelions
Youtube.com : https://www.youtube.com/NathThelionsTV


Selasa, 21 April 2026

Les Fuze Merilis Single Baru “So, Please”Anthem Slow Dance di tengah Ruang Distorsi

Kompassantri-online, Bandung, Indonesia — 21 April 2026 — Proyek musik alternative asal Bandung, Indonesia, Les Fuze, resmi merilis single terbaru berjudul “So, Please” di seluruh platform streaming digital pada 21 April 2026. Menjadi langkah terbaru menuju full album yang tengah dipersiapkan, lagu ini menampilkan sisi Les Fuze yang lebih manis, melodis, sekaligus emosional.
Ditulis dan diproduksi oleh Evander Abraham, “So, Please” menghadirkan perpaduan warna alternative rock, dream pop, dan noise pop dalam bentuk anthem slow dance dengan raungan distorsi. Lagu ini juga menghadirkan vokal tamu dari Yustika Maharani, menambah nuansa hangat dan manis pada keseluruhan atmosfer lagu.
Secara lirik, “So, Please” berangkat dari dorongan yang sederhana: ingin selalu dekat dengan seseorang. Tentang menikmati kehadirannya dan menahan waktu agar berjalan lebih lambat. Dengan kalimat-kalimat yang lugas dan langsung, lagu ini menangkap sisi personal dari ketertarikan dan kedekatan tanpa dibuat berlebihan.
Dibanding rilisan-rilisan Les Fuze sebelumnya, “So, Please” menandai eksplorasi emosi yang lebih lembut dan sentimental. Melodi yang manis berpadu dengan lapisan gitar bertekstur, menciptakan lanskap suara yang terinspirasi dari nama-nama seperti The Raveonettes, Alvvays, Belle & Sebastian, hingga The Ronettes.
Single ini merupakan bagian dari perjalanan panjang menuju full album Les Fuze. Proses produksinya sendiri memakan waktu hampir dua tahun, seiring dengan pengerjaan materi-materi lain yang nantinya akan hadir dalam rilisan penuh mendatang.
Les Fuze merupakan proyek one-man band dari Evander Abraham, yang menjadikan kebebasan eksplorasi musikal sebagai inti dari identitasnya. Dalam “So, Please”, kolaborasi dengan Yustika Maharani membuka dimensi baru yang semakin memperkaya dunia suara Les Fuze.
“So, Please” kini sudah dapat didengarkan di seluruh platform digital.
Credits:
Written by Evander Abraham
Produced by Evander Abraham
Recorded by Evander Abraham
Mixed & Mastered by Adhit Android
Vocals featuring Yustika Maharani
Untuk informasi lebih lanjut, wawancara, atau kebutuhan media, silakan hubungi kanal resmi Les Fuze.


Bless The Knights Rayakan 11 Tahun Perjalanan BermusikLewat Single "Il Grinta"

Jakarta, Kompassantri-online- Grup band metal progresif yang merupakan pelopor musik djent di Indonesia, Bless the Knights merayakan perjalanan 11 tahun mereka dengan merilis single terbaru berjudul "Il Grinta" pada Selasa, 21 April 2026.

Perilisan ini dilakukan secara spesial dalam acara bertajuk "Knights League", sebuah inisiatif yang mereka gagas sendiri sebagai bentuk selebrasi perjalanan panjang di industri musik.

Momentum ini semakin bermakna karena bertepatan dengan anniversary ke-11 Bless the Knights yang jatuh pada 7 April 2026. Dalam satu rangkaian acara, band ini tidak hanya merilis single, tetapi juga menghadirkan official music video “Il Grinta” sebagai simbol evolusi musikal mereka.

Lagu ini merepresentasikan determinasi, kerja keras, serta semangat pantang menyerah dalam mempertahankan eksistensi band di tengah dinamika industri musik.

"Secara musikal, kami ingin tetap agresif tapi lebih matang. ‘Il Grinta’ adalah evolusi sound Bless the Knights," ujar Cas Coldfire sang vokalis.

Seluruh rangkaian acara "Knights League" diinisiasi oleh mrfritzfaraday, gitaris sekaligus sosok di balik arah musikal dan visi kreatif Bless the Knights.

"Il Grinta adalah representasi dari mentalitas kami sejak awal—tidak pernah berhenti, tidak pernah mundur, apapun yang terjadi," ucap Firtz.

Dhika Dongeng yang mengisi vokal growl menambahkan bahwa lagu ini sangat personal, tentang bertahan di titik terendah dan tetap memilih untuk maju. Sedangkan bassis Soebroto Harry menekankan bahwa rilisan ini bukan sekadar karya baru, melainkan perayaan perjalanan panjang penuh perjuangan.

Di sisi lain, penabuh drum Kevin Sugito menyoroti energi solid yang dibawa lagu ini, mencerminkan semangat band yang lebih matang dan siap menghadapi fase baru.

"Energi di lagu ini benar-benar menggambarkan semangat kami hari ini—lebih solid, lebih lapar, dan lebih siap," katanya.

Perilisan single "Il Grinta" juga menandai kembalinya Bless the Knights bekerja sama dengan label Demajors, membuka babak baru kolaborasi di fase perjalanan mereka berikutnya.

Dengan semangat baru dan fondasi yang semakin kuat, Bless the Knights menegaskan bahwa perjalanan mereka masih jauh dari kata selesai—justru memasuki fase yang lebih tajam dan berbahaya.

Single "Il Grinta" milik Bless The Knights tersedia di seluruh platform digital streaming mulai 21 April 2026, bersamaan dengan peluncuran official music video dalam acara "Knights League".

Informasi lebih lengkap mengenai acara dan rilisan terbaru dapat diikuti melalui akun resmi Instagram @blesstheknights_official dan TikTok @blesstheknights. []