Minggu, 19 Juli 2026
Sengketa Kepulauan Falkland / Islas Malvinas: Luka Lama Inggris dan Argentina yang Belum Sembuh
Juli 19, 2026
santrikids
Jumat, 10 Juli 2026
Jaga Telinga dan Lisan: Pelajaran dari Sebuah Maqolah
Juli 10, 2026
kompassantri
Di tengah bisingnya dunia digital, kita sering lupa menjaga 2 pintu utama hati: *telinga dan lisan*.
Senin, 06 Juli 2026
DIANTARA CARA BERTERIMA KASIH KEPADA KEDUA ORANGTUA
Juli 06, 2026
kompassantri
Sabtu, 04 Juli 2026
Pergunu Bogor Utara Perkuat Ekosistem Pendidikan, Hadirkan Guru Penggerak Hati untuk Mencetak Generasi Berkarakter
Juli 04, 2026
kompassantri
Kamis, 02 Juli 2026
Korupsi itu Lawan Digitalisasi, Kenapa Nadiem Makarim Harus disingkirkan?
Juli 02, 2026
kompassantri
Khotbah di Atas Kuburan: Kisah Empat Ustadz dan Runtuhnya Surga Kami| Ust M. Alatas
Juli 02, 2026
kompassantri
Epistemologi Az-Zikr dan Dekadensi Kesadaran Kolektif: Studi Kritis QS. Al-Hijr 10–15| Mahdi Alatas
Juli 02, 2026
kompassantri
Senin, 29 Juni 2026
Dikunci dari Tahrif: Sistem Imun Al Qur'an Dalam QS al-Hijr 9
Juni 29, 2026
kompassantri
Minggu, 28 Juni 2026
Ribuan Jamaah Hadiri Peringatan Asyura 1448 H di TMII: Meneladani Semangat Imam Husain untuk Kemanusiaan
Juni 28, 2026
kompassantri
Jumat, 26 Juni 2026
Darah Karbala di Tanah Nusantara |Merawat Duka, Menyalakan Api Perjuangan
Juni 26, 2026
kompassantri
Rabu, 24 Juni 2026
Perbedaan Bahan Bakar Cair vs Bahan Bakar Padat pada Rudal: Mana yang Lebih Unggul?
Juni 24, 2026
santrikids
Kenapa rudal Khorramshahr pilih bahan bakar cair?
Juni 24, 2026
santrikids
Kamis, 11 Juni 2026
Trilogi Eksistensi Manusia: Al-Qur'an sebagai Kompas, Angan-angan sebagai Tirai, dan Ajal sebagai Kepastian
Juni 11, 2026
kompassantri
Selasa, 05 Mei 2026
Susah dibasmi, inilah Predator ikan sapu-sapu
Mei 05, 2026
kompassantri
Jumat, 01 Mei 2026
Membaca Arah Baru Pendidikan Nasional: Tantangan Kualitas, Keadilan, dan Konsistensi Kebijakan|Abdul Hakim Hasan
Mei 01, 2026
kompassantri
Senin, 27 April 2026
Lembaga Pendidikan dan Guru sebagai Penentu Arah Bangsa
April 27, 2026
kompassantri
Sebuah tulisan yang luar biasa dan menggugah pikiran oleh akademisi Hassan Ahmadian:
April 27, 2026
kompassantri
Kompassantri-online, Empat puluh tujuh tahun telah berlalu sejak Revolusi Iran, tahun-tahun yang dihabiskan di bawah rezim sanksi terberat di era modern. Apa yang telah dicapai? Dan apa yang telah kita capai?
Sabtu, 18 April 2026
Film Semua Akan Baik-Baik Saja Karya Baim Wong Merilis Official Trailer yang Mengharukan, Saat Keluarga yang Terpisah Menanggung Beban Bersama
April 18, 2026
kompassantri
Kamis, 16 April 2026
Timur Tengah Memanas: Bukan Cuma Iran vs Israel, Kini Aliansi Sunni & Nuklir Pakistan Ikut 'Turun Gunung'?
April 16, 2026
gardanews
Eskalasi Geopolitik Timur Tengah: Menuju Konvergensi "Pax Iranica" dan Ancaman "Greater Israel"
JAKARTA, Kompassantri.Online – Dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah memasuki fase krusial seiring dengan meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz dan pergeseran aliansi strategis antara kekuatan regional. Diskusi terbaru para analis hubungan internasional menyoroti potensi transformasi konflik dari peperangan asimetris menuju konfrontasi terbuka yang melibatkan aktor-aktor besar, termasuk wacana pembentukan aliansi militer baru yang mulai mengkhawatirkan eksistensi Israel.
Strategi Selat Hormuz dan Perang Asimetris Iran
Analis keamanan, Ridwan Habib, menekankan bahwa Iran telah terbiasa beroperasi di luar kerangka hukum internasional karena merasa tidak lagi mendapatkan perlindungan dari sistem tersebut. Salah satu instrumen strategis yang digunakan Iran adalah weaponization of Hormuz.
Menurut Ridwan, Iran memiliki keunggulan dalam Asymmetric Maritime Warfare. Meski Amerika Serikat memiliki keunggulan dalam Blue Water Warfare, armada mereka cenderung menghindari konfrontasi jarak dekat di wilayah sempit. Iran mengandalkan taktik kapal cepat untuk menjebak kapal perusak (destroyer) lawan. Di sisi lain, terdapat indikasi strategi Amerika Serikat untuk melakukan invasi darat melalui penerjunan pasukan komando ke titik-titik strategis seperti Pulau Har guna memecah konsentrasi pertahanan Iran.
Munculnya "Emerging Sunni Axis"
Kang Irfan Maulana, pengamat Timur Tengah, memaparkan pergeseran narasi yang dilontarkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Dalam sebuah pernyataan publik, Netanyahu memperingatkan dunia akan munculnya ancaman baru yang disebut sebagai "Emerging Sunni Axis".
Israel kini mulai memetakan ancaman yang tidak lagi hanya datang dari Poros Syiah (Iran dan sekutunya), tetapi juga dari negara-negara Sunni utama:
Turki: Dianggap sebagai ancaman militer yang sedang membangun kekuatan besar.
Pakistan: Memberikan payung perlindungan nuklir bagi Arab Saudi, yang secara teoritis mampu menjangkau seluruh wilayah Israel.
Mesir: Meningkatkan kehadiran militer di wilayah Sinai dan membangun konektivitas infrastruktur dengan Arab Saudi.
Qatar: Mulai dipandang secara skeptis oleh beberapa faksi politik di Israel sebagai entitas lawan.
Kekhawatiran Israel memuncak pada potensi aliansi "Hexagon" atau fakta pertahanan yang melibatkan kekuatan militer Turki, pendanaan Saudi, dan teknologi nuklir Pakistan.
Pak Iranika vs. Greater Israel
Ketegangan ini mempertemukan dua visi geopolitik yang saling berbenturan:
Greater Israel (Eretz Yisrael Hashlema): Ambisi ekspansi wilayah yang saat ini mulai mendominasi narasi politik domestik Israel, bahkan di kalangan oposisi moderat.
Pax Iranica (Wihdatul Ummah): Konsep tandingan yang diprediksi oleh analis sebagai upaya unifikasi umat Islam di bawah pengaruh koordinasi Iran yang menghubungkan Saudi, Turki, dan Pakistan.
Persatuan strategis ini dianggap sebagai ancaman eksistensial bagi Israel. Jika konvergensi antara kekuatan ekonomi (Saudi), militer (Turki/Mesir), dan nuklir (Pakistan) ini terwujud, para analis memperingatkan bahwa stabilitas kawasan akan berubah secara permanen.
Kesimpulan
Eskalasi di Timur Tengah saat ini bukan sekadar konflik perbatasan, melainkan benturan doktrin jangka panjang. Di satu sisi, Israel berupaya menjaga narasi ancaman tetap hidup untuk kepentingan politik domestik dan perluasan wilayah. Di sisi lain, tekanan blokade ekonomi selama 40 tahun justru telah membentuk Iran menjadi aktor yang memiliki daya tahan tinggi dan kemampuan untuk menggalang solidaritas regional yang lebih luas.
Glosarium (Catatan Kaki)
Konvergensi: Keadaan menuju satu titik pertemuan; penyatuan.
Strategis: Berhubungan dengan rencana yang matang untuk mencapai tujuan (biasanya militer atau politik).
Transformasi: Perubahan rupa (bentuk, sifat, fungsi).
Peperangan Asimetris: Perang antara dua pihak yang memiliki kekuatan militer tidak seimbang, biasanya pihak yang lebih lemah menggunakan taktik non-tradisional.
Asymmetric Maritime Warfare: Peperangan laut dengan taktik tidak biasa (misal: menggunakan kapal kecil untuk melawan kapal besar).
Blue Water Warfare: Peperangan di laut lepas atau samudra yang luas dan dalam.
Domestik: Berhubungan dengan dalam negeri.
Teoritis: Berdasarkan pada teori (perhitungan di atas kertas), bukan praktik langsung.
Konektivitas: Hubungan atau keterhubungan satu sama lain.
Skeptis: Sikap ragu-ragu atau kurang percaya.
Entitas: Satuan yang berwujud atau memiliki keberadaan nyata (pihak).
Ekspansi: Perluasan wilayah atau pengaruh.
Unifikasi: Proses penyatuan beberapa unit menjadi satu kesatuan.
Eksistensial: Berhubungan dengan keberadaan atau kelangsungan hidup suatu pihak.
Eskalasi: Peningkatan atau penambahan intensitas (suhu konflik).
Doktrin: Ajaran, prinsip, atau pendirian yang dipegang teguh.
Kurator: Alwi Sahlan
Source:
Poin Utama Analisis:
| Variabel | Deskripsi Strategis |
| Kekuatan Maritim | Iran menggunakan taktik asimetris di wilayah pesisir untuk melawan armada besar AS. |
| Aliansi Baru | Potensi pakta pertahanan antara Pakistan, Saudi, Turki, dan Mesir. |
| Risiko Nuklir | Pernyataan Pakistan mengenai jangkauan rudal nuklir yang mencakup seluruh Timur Tengah. |
| Narasi Politik | Pergeseran dari solusi dua negara (two-state solution) menuju ambisi Greater Israel. |
Geopolitik, Timur Tengah, Iran, Israel, Selat Hormuz, Perang Dunia 3, Analisis Militer, Islam vs Zionis
RSS Feed
Twitter