Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Agustus 2026

Muhammad FA Wibowo Raih Kemenangan Kedua di Italia pada IAME Series Italy Round 5

Kompassantri-online, 06/08/2026, Lonato, Italia – Pembalap muda Indonesia, Muhammad FA Wibowo, kembali mengharumkan nama bangsa setelah meraih gelar juara pada IAME Series Italy Round 5 yang berlangsung di South Garda Karting, Lonato, Italia. Kemenangan ini menjadi gelar kedua Muhammad FA Wibowo di Italia pada musim kompetisi 2026.

Muhammad menunjukkan performa yang konsisten sejak awal akhir pekan balapan. Ia mengawali kompetisi dengan menempati posisi kedua pada sesi kualifikasi dengan catatan waktu 55.202 detik. Tren positif tersebut berlanjut dengan finis P2 pada Heat 1 dan P4 pada Heat 2, yang menempatkannya sebagai salah satu kandidat kuat dalam perebutan gelar juara.

Pada balapan final, Muhammad kembali tampil kompetitif di barisan depan. Memasuki tikungan terakhir sebelum garis finis, ia memanfaatkan peluang dengan melakukan manuver overtake yang bersih dan presisi untuk merebut posisi terdepan, kemudian menyentuh garis finis di posisi pertama (P1).

Keberhasilan ini menjadi bukti konsistensi performa, ketangguhan mental, dan kemampuan Muhammad FA Wibowo dalam bersaing di level internasional. 
Pencapaian tersebut semakin memperkuat kiprahnya sebagai salah satu pembalap muda Indonesia yang mampu meraih prestasi di ajang balap gokart Eropa sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Senin, 27 Juli 2026

PERISAI BARU IRAN | RIBUAN MATA BERBASIS AI | Alwi Sahlan





Perisai Baru Iran: Doktrin Pertahanan Udara Berbasis AI dan Ribuan Sensor Murah

Selama bertahun-tahun, doktrin militer global meyakini bahwa pertahanan udara terbaik adalah yang paling canggih, rumit, dan tentunya berbiaya sangat mahal. Namun, dominasi dogma ini perlahan mulai goyah. Iran menjadi contoh nyata bagaimana sebuah negara mampu merestrukturisasi strategi pertahanan udaranya secara dramatis setelah dihadapkan pada ancaman nyata.

Titik Balik dan Rentannya Radar Raksasa

Kegagalan sistem radar utama bernilai miliaran dolar—termasuk sistem pertahanan bernilai tinggi seperti S-300 hingga sistem lokal seperti Bavar dan Khordad 15—menjadi pemicu evaluasi besar-besaran di Teheran. Serangan awal musuh yang mengombinasikan rudal balistik dari udara dan teknik electronic warfare (EW) berhasil melumpuhkan simpul-simpul radar peringatan dini jarak jauh milik Iran.

Lumpuhnya radar-radar utama tersebut menciptakan titik buta (blind spot) yang sangat besar di sepanjang topografi bergunung Iran. Koridor udara yang terbuka ini pun dengan cepat dimanfaatkan oleh jet tempur dan drone pengintai musuh untuk menguasai ruang udara.

Dari krisis ini, Iran menyadari satu fakta krusial: masalah utama mereka bukanlah kekurangan rudal, melainkan arsitektur sistem pertahanan yang terlalu tersentralisasi. Mengandalkan sedikit radar raksasa yang mahal terbukti berisiko tinggi; sekali simpul utama itu hancur, seluruh jaringan pertahanan akan runtuh.

Belajar dari Ukraina: Merangkul Strategi Asimetris

Melihat celah tersebut, Iran melakukan pivoting taktis dengan mempelajari dinamika Perang Ukraina. Di medan perang Eropa Timur, peralatan komersial siap pakai (off-the-shelf) berhasil dimiliterisasi secara efektif—seperti penggunaan sensor akustik dan jaringan seluler sipil untuk mendeteksi ancaman udara.

Iran mengambil pelajaran penting dari konsep tersebut: jika radar besar sangat rentan dihancurkan oleh rudal anti-radiasi, mengapa tidak mengganti "mata" pertahanan tersebut dengan ribuan sensor kecil yang tersebar di mana-mana?

Ribuan Mata Pasif dan Pemrosesan Berbasis AI

Iran mulai membangun perisai pertahanan udara baru yang berkonsep sederhana namun mematikan. Alih-alih memancarkan gelombang elektromagnetik aktif yang mudah dilacak dan di-jamming, Iran menyebar ribuan sensor pasif di seluruh penjuru negeri, meliputi:

  • Kamera Optik & Termal Komersial: Menyediakan cakupan visual tanpa emisi sinyal.

  • Sensor Elektro-Optik Kelas Militer: Menangkap pergerakan objek secara presisi.

Karena bersifat pasif (tidak memancarkan gelombang radio), jaringan ini kebal terhadap rudal anti-radiasi maupun perang elektronik.

Seluruh data visual dari ribuan sensor ini dialirkan secara real-time ke pusat data yang ditenagai oleh Kecerdasan Buatan (AI). Sistem AI ini bertugas untuk:

  1. Mengenali target secara otomatis.

  2. Memverifikasi kawan atau lawan (Identification Friend or Foe).

  3. Menentukan posisi ancaman secara akurat tanpa latency (keterlambatan) manusia.

Kelebihan Utama: Jaringan ini sangat terdesentralisasi. Jika musuh berhasil menghancurkan satu atau dua kamera, ratusan kamera lain siap menggantikannya tanpa membuat seluruh sistem pertahanan lumpuh. 


Kamis, 23 Juli 2026

Pimpin LPBI Kota Bogor, Dedy Yusup Isyaratkan Tidak Maju Lagi dalam Pemilihan Ketua MWCNU Bogor Barat



Kota Bogor – Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bogor Barat, Dedy Yusup, mengisyaratkan tidak akan kembali maju dalam pemilihan Ketua MWCNU Bogor Barat pada Konferensi MWC yang dijadwalkan berlangsung setelah pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama.

Sinyal tersebut muncul setelah Dedy Yusup menerima amanah sebagai Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kota Bogor masa khidmat 2025–2030. Sesuai ketentuan organisasi, seorang ketua tidak diperkenankan merangkap jabatan ketua pada tingkatan atau badan otonom lainnya.

Saat ditemui di sela kegiatan aksi bersih Sungai Loji di kawasan Pagentongan, Bogor Selatan, Dedy membenarkan bahwa dirinya akan mematuhi ketentuan organisasi tersebut.

“Semestinya Konferensi MWC Bogor Barat akan digelar bulan ini. Namun karena semua pihak, terutama PCNU Kota Bogor, sedang fokus pada pelaksanaan Muktamar NU, maka konferensi diundur hingga setelah Muktamar selesai,” ujarnya.

Menurut Dedy, amanah baru sebagai Ketua LPBI NU Kota Bogor mengharuskannya melepaskan jabatan Ketua MWCNU Bogor Barat yang telah diembannya selama satu periode. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai sekretaris MWCNU Bogor Barat selama setengah periode.

Selama memimpin MWCNU Bogor Barat, sejumlah capaian berhasil diwujudkan. Salah satu yang paling menonjol adalah terbentuknya kepengurusan ranting NU di hampir seluruh kelurahan di wilayah Kecamatan Bogor Barat. Selain itu, MWCNU Bogor Barat juga menginisiasi pembentukan koperasi yang beranggotakan para pengurus sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi organisasi.

Dalam bidang kemanusiaan, MWCNU Bogor Barat aktif terlibat dalam berbagai aksi penanggulangan bencana dan kegiatan sosial. Komitmen tersebut terus berlanjut melalui LPBI NU Kota Bogor yang kini dipimpinnya. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah mengerahkan anggota LPBI untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bogor dalam kegiatan bersih-bersih sungai.

Terkait suksesi kepemimpinan MWCNU Bogor Barat, Dedy menyebut saat ini terdapat beberapa nama yang mulai mengemuka sebagai calon ketua.

“Sejauh ini ada dua nama yang cukup kuat, yaitu Ustaz Iyad dari Ranting NU Pasirkuda dan Ustaz Wawar dari Ranting NU Bubulak. Namun tidak menutup kemungkinan akan muncul calon-calon lain menjelang konferensi,” katanya.

Dedy menegaskan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan Konferensi MWCNU Bogor Barat agar berlangsung secara demokratis, terbuka, dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh kader terbaik NU.

Ia menambahkan bahwa Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor juga mendorong terjadinya regenerasi kepemimpinan yang sehat dengan memberikan ruang bagi kader-kader potensial untuk tampil dan berkompetisi secara fair.

“Yang terpenting adalah bagaimana konferensi dapat melahirkan pemimpin terbaik bagi MWCNU Bogor Barat dan mampu melanjutkan program-program yang telah berjalan demi kemajuan organisasi serta kemaslahatan warga Nahdliyin,” pungkasnya.

Minggu, 19 Juli 2026

31 Tahun Menanti, Alumni MAN 1 Cibinong Angkatan 1995 Reuni di RM Mak Enis Penuh Haru

 Cibinong,Bogor. Setelah 31 tahun berpisah, puluhan alumni jurusan Agama 1 dan Agama 2 Madrasah Aliyah Negeri 1 Cibinong angkatan 1995 menggelar reuni akbar di RM Mak Enis, Jl. Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (18/07/2026) 
acara ini menjadi ajang melepas rindu sekaligus mempererat silaturahmi antar alumni.

Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB ini dipersiapkan oleh panitia reuni angkatan 1995. Ustadz Afafulloh dipercaya sebagai Ketua Panitia, sementara tausiyah disampaikan oleh,Ustadz Ujang Riva’i dan doa di pimpin oleh Ustadz H. Cecep Hasan Sadzili , hadir sekitar puluhan alumni yang hadir yang kini aktif di berbagai bidang di masyarakat.

Rangkaian kegiatan dibuka dengan opening oleh MC, pembacaan doa dan tawasul untuk guru serta sahabat yang telah wafat. Acara dilanjutkan sambutan Ketua Panitia, tausiyah,serta doa bersama, lalu _ISOMA_ atau istirahat, sholat dan makan bersama.

Puncak acara diisi dengan sesi hiburan, napak tilas dan kesan masa sekolah oleh perwakilan peserta, _fun games_ situasional, sesi foto dan video bersama, persembahan lagu bebas, karaoke, ramah tamah, hingga nyanyi bersama lagu kemesraan

MAN 1 Cibinong sendiri beralamat di Jl. Kayu Manis No.1, Ciri Mekar, Kec. Cibinong, Kab. Bogor.


"Reuni ini bukan hanya nostalgia, tapi bukti bahwa tali persaudaraan kita masih kuat. Semoga bisa kita berjumpa di lain waktu dan kesempatan.

Sabtu, 04 Juli 2026

Pergunu Bogor Utara Perkuat Ekosistem Pendidikan, Hadirkan Guru Penggerak Hati untuk Mencetak Generasi Berkarakter

Bogor – Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC Pergunu) Kabupaten Bogor zona Bogor Utara menggelar Sarasehan Pendidikan dengan menghadirkan para pendidik, pengurus NU, serta praktisi pendidikan dari delapan kecamatan di wilayah Bogor Utara. Kegiatan berlangsung di Aula Sekolah Darunnisa, Desa Pengasinan, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Sabtu (4/7/2026), pukul 08.00–12.00 WIB.

Sarasehan mengangkat semangat peningkatan kualitas guru dan pendidikan melalui dua materi utama, yakni "Menjadi Guru Penggerak Hati" yang disampaikan Ketua STKIP Sinar Cendekia H. Ade Nurhayat, serta "Setiap Anak Istimewa, Seni Menemukan Potensi di Balik Keunikan" yang disampaikan psikolog lulusan Universitas Gadjah Mada, Hj. Rika Hardani.

Kegiatan dihadiri Ketua PC Pergunu Kabupaten Bogor Hj. Lilis Fauziah Balqis, Bendahara PC Pergunu Hj. Ely Nurlaeli, Wakil Sekretaris PC Pergunu Ustadz Abdul Hakim Hasan, tokoh Nahdlatul Ulama Bogor Utara Kiai Ahmad Sya'roni, Ketua Yayasan Ibrahim dan Maryamah H. Rahmat Rasyidin, Ustadzah Desiana, serta para Ketua PAC Pergunu se-Bogor Utara.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Pergunu. Selain sesi ilmiah, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, air mineral khusus bagi peserta, serta membagikan paket sembako kepada 30 peserta pertama yang hadir sebagai bentuk apresiasi.

Ketua Panitia, Ahmad Fahmi, yang juga Wakil Ketua PC Pergunu Kabupaten Bogor sekaligus Koordinator Wilayah Bogor Utara, mengajak para guru untuk terus menyadari kemuliaan profesi pendidik.

"Guru bukan sekadar profesi, tetapi amanah yang sangat mulia. Fitrah seorang guru adalah mendidik, membimbing, dan mengantarkan manusia menuju kebaikan. Dalam banyak hal, tugas guru memiliki kemuliaan sebagaimana tugas para nabi, yaitu menyampaikan ilmu dan membimbing umat. Karena itu, setiap langkah, setiap ilmu yang diajarkan, insyaallah menjadi pahala jariyah yang terus mengalir selama ilmu tersebut diamalkan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua PC Pergunu Kabupaten Bogor, Hj. Lilis Fauziah Balqis, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya sarasehan yang mempertemukan para pengurus dan praktisi pendidikan dari berbagai wilayah di Bogor Utara.

Menurutnya, keberagaman latar belakang dan keahlian peserta merupakan modal besar dalam membangun pendidikan yang lebih maju dan berkualitas.

"Alhamdulillah, sarasehan ini menjadi ruang silaturahim sekaligus ruang bertukar gagasan bagi para pendidik Nahdlatul Ulama di wilayah Bogor Utara. Saya melihat potensi yang luar biasa dari para guru dan praktisi pendidikan yang hadir hari ini. Masing-masing memiliki kompetensi dan pengalaman yang saling melengkapi. Insyaallah, jika terus disinergikan, potensi ini akan menjadi keberkahan dan membawa kemajuan bagi dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Bogor," tutur Hj. Lilis.

Dalam sesi pertama, H. Ade Nurhayat mengajak para peserta untuk memaknai kembali hakikat seorang guru sebagai penggerak hati, bukan hanya penyampai materi pelajaran. Menurutnya, keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh keteladanan, keikhlasan, dan kemampuan guru membangun hubungan emosional dengan peserta didik.

Adapun pada sesi kedua, Hj. Rika Hardani menekankan pentingnya guru memahami bahwa setiap anak memiliki karakter, kecerdasan, dan potensi yang berbeda. Guru dituntut mampu menemukan kelebihan setiap peserta didik, bukan hanya berfokus pada kelemahannya.

Melalui pendekatan psikologi pendidikan, ia mengajak para guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih humanis, inklusif, dan menghargai keunikan setiap anak sehingga mereka dapat tumbuh sesuai dengan potensi terbaiknya.

Sarasehan Pendidikan Pergunu Bogor Utara diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kapasitas guru Nahdlatul Ulama sekaligus membangun jejaring kolaborasi antarpendidik di delapan kecamatan wilayah Bogor Utara. Semangat belajar sepanjang hayat, memperkuat kompetensi, serta menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan menjadi pesan utama yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.

Kontributor: Abdul Hakim

Minggu, 28 Juni 2026

Ribuan Jamaah Hadiri Peringatan Asyura 1448 H di TMII: Meneladani Semangat Imam Husain untuk Kemanusiaan

Jakarta – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Jumat, 26 Juni 2026. Ribuan jamaah memadati Majelis Peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah yang digelar oleh Lembaga Komunikasi Ahlul Bait (LKAB).

Mengusung tema "Asyura Imam Husain as.: Inspirasi Abadi Kemanusiaan dan Perlawanan terhadap Ketidakadilan", acara ini tidak hanya menjadi majelis biasa. LKAB juga merangkainya dengan aksi nyata: donor darah bersama PMI dan santunan untuk anak yatim piatu.

Asyura: Lebih dari Sekadar Peringatan Sejarah

Dalam tausiyahnya, Ustaz Zahir Yahya dan Ustaz Husein Shahab menyampaikan pesan inti dari Karbala. 

Perjuangan Imam Husain as., menurut keduanya, adalah cermin keberanian untuk berdiri di sisi kebenaran, menolak kezaliman, dan memperjuangkan keadilan. Nilai-nilai ini disebut tetap relevan di tengah tantangan zaman sekarang.

"Asyura mengingatkan kita untuk menjaga martabat kemanusiaan dan punya keberanian menghadapi ketidakadilan, di mana pun dan kapan pun," tegas salah satu penceramah.

Dari Majelis ke Aksi Sosial

Bukti bahwa Asyura adalah aksi, bukan hanya wacana, terlihat dari rangkaian kegiatan sosialnya. 

Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia, panitia membuka booth donor darah. Di waktu yang sama, santunan juga diberikan kepada anak-anak yatim piatu yang hadir.

"Kami ingin Asyura ini jadi ruang refleksi, tapi juga jadi ruang berkontribusi langsung untuk sesama," ujar panitia.

Acara ditutup dengan apresiasi dari LKAB untuk semua pihak yang terlibat, mulai dari ulama, relawan, PMI, hingga seluruh jamaah. Harapannya, semangat Imam Husain as. terus menghidupkan rasa persaudaraan dan kepedulian di tengah masyarakat.

Informasi lebih lanjut: 
Kontak Panitia Asyura 1448 H: Sulton 0815-1947-8403 | Ryanta 0857-1155-1341

Tag: Asyura 1448 H, Imam Husain, LKAB, TMII, Donor Darah PMI, Santunan Yatim, Karbala, Kemanusiaan

Jumat, 19 Juni 2026

Dedi Mulyadi Diuji: Mampukah Biayai 70 Ribu Siswa Swasta atau Sekadar Janji?

"

Pemerintah Provinsi Jawa Barat jangan membuat kebijakan pendidikan yang menciptakan kesenjangan baru antar sekolah dan peserta didik.

Sejak tahun 2022 Kementerian Pendidikan telah berupaya mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antar sekolah melalui berbagai kebijakan, termasuk pemanfaatan Rapor Pendidikan. Tujuannya jelas, yaitu agar tidak ada lagi dikotomi sekolah unggulan dan sekolah tertinggal, sehingga seluruh sekolah memiliki kualitas pendidikan yang sama-sama baik.

Sementara Prrogram Sekolah Maung (Sekolah Manusia Unggul) yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dengan pola penerimaan peserta didik 100 persen melalui jalur prestasi, berpotensi menghidupkan kembali praktik pelabelan sekolah unggulan yang selama ini berusaha diminimalisasi pemerintah pusat.

Jika siswa-siswa terbaik dikumpulkan dalam satu sekolah dengan label unggulan, sementara sekolah lain menerima siswa yang tersisa, maka kesenjangan kualitas pendidikan justru akan semakin lebar. Semangat pemerataan pendidikan yang selama ini dibangun menjadi kontradiktif

Seorang gubernur seharusnya mendorong seluruh sekolah di Jawa Barat menjadi sekolah berkualitas, bukan hanya membangun segelintir sekolah unggulan yang berpotensi menciptakan kasta baru dalam dunia pendidikan.

Kebijakan membantu siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri merupakan langkah positif. Namun masyarakat berhak bertanya, apakah Pemerintah Provinsi Jawa Barat benar-benar memiliki kemampuan fiskal untuk membiayai sekitar 70 ribu siswa tersebut secara berkelanjutan?

Pertanyaan tersebut menjadi relevan mengingat hingga saat ini masih terdapat sejumlah janji pendidikan yang belum terealisasi secara optimal. Salah satunya adalah janji penyelesaian persoalan ijazah yang tertahan akibat tunggakan biaya pendidikan yang sebelumnya disampaikan akan ditanggung oleh pemerintah daerah.

Kita masih ingat betul kebijakan penghentian Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) yang selama ini menjadi salah satu bentuk dukungan bagi sekolah swasta. Program yang pada masa Gubernur Ridwan Kamil memberikan bantuan sekitar Rp600 ribu per siswa per tahun tersebut kini tidak lagi berjalan sebagaimana sebelumnya.

Jika BPMU yang nilainya relatif kecil saja dihentikan, maka publik tentu wajar mempertanyakan bagaimana skema pembiayaan puluhan ribu siswa di sekolah swasta akan direalisasikan. Jangan sampai sekolah swasta hanya dijadikan alat untuk menyelesaikan persoalan daya tampung tanpa adanya kepastian dukungan anggaran yang memadai

Saya minta agar sekolah swasta tidak dijadikan kambing hitam ataupun sekadar pelengkap kebijakan yang bertujuan membangun popularitas politik. Yang dibutuhkan masyarakat Jawa Barat saat ini bukanlah janji-janji baru, melainkan kebijakan yang nyata, terukur, dan benar-benar terlaksana.

Masyarakat Jawa Barat tidak membutuhkan janji palsu. Yang dibutuhkan adalah kebijakan yang berpihak kepada rakyat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menghadirkan kualitas pendidikan yang merata bagi seluruh anak bangsa. Pendidikan bukan panggung pencitraan, tetapi ruang untuk menyiapkan masa depan Jawa Barat yang lebih baik

Narsum
Dr H Saepuloh, M.Pd Ketua Pergunu Jawa Barat
Kontributor: Abdul Hakim

Kamis, 11 Juni 2026

Silaturahmi dan Konsolidasi, PAC PERGUNU Bojonggede Siapkan Pelantikan dan Program Penguatan Guru

Kompassantri-online, Bogor – Pengurus Anak Cabang (PAC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Kecamatan Bojonggede melakukan silaturahmi dan koordinasi organisasi dengan Pengurus Cabang (PC) PERGUNU Kabupaten Bogor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 15.30 hingga 18.30 WIB tersebut dihadiri oleh Ketua PC PERGUNU Kabupaten Bogor Hj. Balqis, Sekretaris PC PERGUNU Kabupaten Bogor Kang Ass, Wakil Sekretaris PC PERGUNU Kabupaten Bogor Abdul Hakim, pengurus PC PERGUNU Kabupaten Bogor Hasan, serta Ustadzah Maghfiroh yang merupakan Wakil Ketua PERGUNU Kabupaten Bogor periode sebelumnya.

Sementara dari PAC PERGUNU Bojonggede hadir Ketua Ustadz Suhendar, Sekretaris Ustadz M. Mustaqim, Bendahara Ustadzah Rosmalina, Ceng Badrun, serta jajaran pengurus lainnya.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan jajaran pengurus PAC PERGUNU Bojonggede sekaligus melaporkan berbagai progres organisasi sejak terbentuknya kepengurusan di tingkat kecamatan.

Ketua PAC PERGUNU Bojonggede, Ustadz Suhendar, memaparkan sejumlah langkah yang telah dilakukan, mulai dari pembentukan struktur kepengurusan, silaturahmi ke sejumlah tokoh masyarakat dan pesantren, hingga proses pengajuan rekomendasi kepada MWCNU Kecamatan Bojonggede sebagai bagian dari tahapan administrasi organisasi.

“Kami telah bergerak melakukan silaturahmi ke beberapa tokoh masyarakat dan ulama untuk meminta nasihat serta dukungan terhadap keberadaan PERGUNU di Bojonggede. Selain itu, kami juga sedang membangun komunikasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat struktur organisasi dan menjaring guru-guru yang siap berkhidmat bersama PERGUNU. Dalam waktu dekat kami juga akan sowan ke MWCNU Bojonggede terkait permohonan surat rekomendasi,” ujar Ustadz Suhendar.

Selain melaporkan perkembangan organisasi, PAC PERGUNU Bojonggede juga menyampaikan rencana program ke depan, di antaranya pelantikan dan rapat kerja setelah terbitnya Surat Keputusan (SK), pelatihan bagi para guru, pendataan anggota, serta penguatan silaturahmi ke sekolah-sekolah dan pondok pesantren di wilayah Bojonggede.

Dalam arahannya, Ketua PC PERGUNU Kabupaten Bogor, Hj. Balqis, memberikan motivasi kepada jajaran PAC PERGUNU Bojonggede agar terus bergerak dan memperluas jaringan organisasi di tengah masyarakat.

“PERGUNU harus hadir di tengah masyarakat. Teruslah bergerak, sambung silaturahmi dengan berbagai elemen, hadiri kegiatan-kegiatan masyarakat, dan gunakan atribut batik PERGUNU sebagai media syiar untuk mengenalkan organisasi. Bangun komunikasi dengan lembaga pendidikan, yayasan, pesantren, dan sekolah, serta rangkul guru-guru formal maupun nonformal agar semakin banyak yang bergabung dan berkhidmat bersama PERGUNU,” pesan Hj. Balqis.

Pada kesempatan tersebut juga dibahas sejumlah program kerja yang dapat disinergikan antara PAC dan PC PERGUNU Kabupaten Bogor, seperti penyelenggaraan sarasehan bagi pengurus dan anggota, pendataan anggota PERGUNU, silaturahmi ke lembaga pendidikan, serta kolaborasi kegiatan dengan berbagai organisasi dan lembaga seperti PGRI, MUI, dan Forum Pondok Pesantren (FPP).

Silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal yang semakin memperkuat konsolidasi organisasi dan mempercepat gerakan PERGUNU di Kecamatan Bojonggede dalam mewujudkan penguatan peran guru Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat.

Kontributor: Abdul Hakim.

KH Syihabuddin Ahmad dan Kemenag Depok Hadiri Purna Siswa MI Nurul Falah Arman, 177 Siswa Lulus 100 Persen

Kompassantri-online, DEPOK — Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Falah Arman menggelar kegiatan Purna Siswa dan Munaqasyah Juz 30 bagi siswa kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Rabu (10/6/2026) di Gedung Paspampres. Sebanyak 177 siswa dinyatakan lulus dengan persentase kelulusan mencapai 100 persen.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh haru dengan dihadiri Ketua Yayasan MI Nurul Falah Arman KH Syihabuddin Ahmad yang juga menjabat sebagai anggota Majelis Ulama Indonesia Kota Depok, Kepala Kementerian Agama Kota Depok H. Dede Supriatna, Pengawas Madrasah Cimanggis H. Babas, anggota DPRD Kota Depok H. Ade Ibrahim, para guru, tenaga kependidikan, komite madrasah, orang tua siswa, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Kementerian Agama Kota Depok H. Dede Supriatna memberikan motivasi kepada para siswa agar terus bersemangat dalam menuntut ilmu.

"Masa depan harus dibeli dengan harga hari ini. Belajar dengan sungguh-sungguh hari ini akan menentukan kualitas kehidupan di masa depan," pesannya.

Sementara itu, Ketua Yayasan KH Syihabuddin Ahmad mengingatkan pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi perubahan zaman yang terus berkembang.

"Persiapkan ilmu karena setiap zaman akan berbeda. Perkembangan teknologi, arus globalisasi, dan dinamika sosial akan terus berubah. Karena itu, bekali diri dengan ilmu pengetahuan dan akhlak yang baik agar mampu menghadapi tantangan masa depan," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Madrasah Hj. Nurbaiti menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di MI Nurul Falah Arman. Ia juga berpesan agar para lulusan tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang telah diraih.

"Jangan merasa puas dengan hasil hari ini. Teruslah belajar, teruslah berkembang, karena perjalanan menuntut ilmu masih panjang," ujarnya.

MI Nurul Falah Arman sendiri merupakan salah satu madrasah yang memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan. Berdiri sejak tahun 1976, madrasah ini kini memiliki 59 guru dan tenaga kependidikan dengan jumlah peserta didik mencapai 1.004 siswa. Dengan jumlah tersebut, MI Nurul Falah Arman menjadi salah satu madrasah unggulan sekaligus memiliki jumlah siswa terbanyak di Kota Depok.

Ketua Komite Madrasah, Fitri, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya dapat menjadi bagian dari keluarga besar MI Nurul Falah Arman. Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap madrasah ini terus meningkat karena kualitas lulusannya yang terbukti mampu melanjutkan pendidikan ke berbagai sekolah dan perguruan tinggi unggulan.

"Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari keluarga besar Nurul Falah. Saya selalu mempercayakan pendidikan anak saya di sini karena banyak lulusan Nurul Falah yang berhasil melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi unggulan di Depok dan meraih kesuksesan di berbagai bidang," ungkapnya.

Ketua Panitia Ahmad Riyadi dalam laporannya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut.

"Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kepala Madrasah, dewan guru, seluruh staf, serta segenap panitia yang telah bekerja keras dan bekerja sama demi menyukseskan acara ini. Terima kasih juga kepada para orang tua dan wali murid atas kepercayaan dan dukungan penuh yang diberikan kepada madrasah selama enam tahun ini," katanya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh siswa kelas VI yang telah menyelesaikan pendidikan dasar di madrasah tersebut.

"Hari ini adalah gerbang awal dari perjalanan panjang kalian. Jagalah selalu nama baik almamater serta amalkan ilmu dan nilai-nilai agama yang telah diajarkan di madrasah ini di mana pun kalian berada," pesannya.

Rangkaian kegiatan Purna Siswa dan Munaqasyah Juz 30 berlangsung meriah dan penuh rasa syukur. Selain prosesi pelepasan siswa, kegiatan ini juga menjadi momentum apresiasi atas capaian para peserta didik yang telah menyelesaikan hafalan Juz 30 sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan keagamaan di madrasah.

Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Sholahuddin, memohon keberkahan dan kesuksesan bagi seluruh lulusan agar menjadi generasi yang berilmu, berakhlakul karimah, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Kontributor: Abdul Hakim

Minggu, 07 Juni 2026

PAC Pergunu Bojonggede Jalin Silaturahim ke Pesantren Al Fiqoriyah, Bahas Penguatan Organisasi dan Pemanfaatan AI untuk Guru

Kompassantri-online, Bojonggede – Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kecamatan Bojonggede melaksanakan silaturahim ke Pesantren Al Fiqoriyah, Bojonggede, pada Ahad (7/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Pergunu dengan para tokoh pendidikan dan pesantren di wilayah Bojonggede.

Rombongan PAC Pergunu Bojonggede dipimpin langsung oleh Ketua PAC Pergunu Bojonggede, Suhendar, M.Ag., didampingi Wakil Ketua M. Miratul Hayat, Sekretaris M. Mustaqim, S.H., Wakil Sekretaris Siti Aulia Rahma, S.Pd., serta Koordinator Departemen Peningkatan Kompetensi Guru Reza Ahmad Wildan dan bidang digital kang M. Aditia Badrun Dohar. Kehadiran mereka disambut hangat oleh pengasuh Pesantren Al Fiqoriyah, Ustadz Kholil.

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban tersebut, pengurus PAC Pergunu Bojonggede memperkenalkan keberadaan organisasi Pergunu di tingkat kecamatan sekaligus menyampaikan maksud silaturahim sebagai bagian dari penguatan jaringan dan konsolidasi organisasi.

Ketua PAC Pergunu Bojonggede, Suhendar, menjelaskan bahwa Pergunu hadir sebagai wadah perjuangan para guru Nahdlatul Ulama untuk meningkatkan kualitas pendidikan, profesionalisme guru, serta memperkuat peran guru dalam membangun masyarakat yang berkarakter dan berakhlakul karimah.

Selain memperkenalkan organisasi, pengurus juga menyampaikan harapan agar Ustadz Kholil dapat menjadi bagian dari struktur PAC Pergunu Bojonggede sebagai penasihat. Kehadiran tokoh pesantren dinilai penting untuk memberikan arahan, masukan, serta penguatan nilai-nilai ke-NU-an dalam setiap langkah organisasi.

Dalam kesempatan tersebut, berbagai gagasan terkait pengembangan organisasi turut dibahas. Salah satu fokus yang menjadi perhatian adalah pentingnya membangun branding Pergunu Bojonggede agar semakin dikenal oleh para guru, lembaga pendidikan, dan masyarakat luas. Branding organisasi dipandang sebagai langkah strategis untuk memperluas manfaat dan meningkatkan partisipasi guru dalam berbagai program Pergunu.

Selain itu, pengurus juga memaparkan rencana pengembangan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung tugas-tugas guru. Teknologi AI diharapkan dapat membantu mempermudah berbagai pekerjaan administrasi sekolah, penyusunan perangkat pembelajaran, pembuatan instrumen evaluasi, hingga pengembangan media pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.

“Pemanfaatan AI menjadi salah satu perhatian kami ke depan. Teknologi ini bukan untuk menggantikan peran guru, tetapi membantu guru agar lebih fokus pada proses pembelajaran dan penguatan karakter peserta didik,” ujar salah satu pengurus dalam diskusi tersebut.

Ustadz Kholil menyambut baik silaturahim yang dilakukan oleh PAC Pergunu Bojonggede. Ia mengapresiasi semangat para pengurus dalam membangun organisasi guru yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan serta mendorong lahirnya program-program yang bermanfaat bagi para pendidik dan masyarakat.

Pertemuan ditutup dengan komitmen untuk terus menjalin komunikasi dan kolaborasi antara Pergunu Bojonggede dengan pesantren serta berbagai elemen pendidikan lainnya guna mewujudkan pendidikan yang maju, berkualitas, dan berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Kontributor: Abdul Hakim

Pergunu Bogor Utara Matangkan Sarasehan Pendidikan 2026, Hadirkan Narasumber Inspiratif untuk Guru

Kompassantri-online, Bogor – Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kapasitas pendidik di lingkungan Nahdlatul Ulama, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Zona Bogor Utara menggelar rapat koordinasi persiapan Sarasehan Pendidikan Pergunu yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 4 Juli 2026 mendatang.

Rapat yang berlangsung di Rumah Makan Sambal Wengi, Ciseeng, pada Minggu sore pukul 16.00–18.30 WIB tersebut dihadiri sejumlah pengurus dan tokoh Pergunu dari wilayah Bogor Utara. Hadir dalam kesempatan tersebut Dr. Ahmad Fahmi, M.M., M.Pd selaku Ketua Pergunu Zona Bogor Utara, Ust. Hamdi Gunawan, M.Pd (Ketua PAC Pergunu Parung), Dr. H.M. Susilo Wibowo, M.Pd.I (Ketua PAC Pergunu Gunungsindur), Bibit Mu'in, M.Pd (Ketua PAC Pergunu Ciseeng), Anita, M.Pd dari PC Pergunu Kabupaten Bogor, Dwi Putri, M.Pd dari Pergunu Parung, serta Bunda Puput Melati.

Dalam rapat tersebut disepakati bahwa Sarasehan Pendidikan Pergunu akan dilaksanakan pada Sabtu, 4 Juli 2026 pukul 07.30–11.30 WIB bertempat di Aula Sekolah Daarunnisa, Desa Pengasinan, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar bersama bagi para pendidik untuk memperkuat kompetensi pedagogis sekaligus meneguhkan peran guru sebagai pendidik yang humanis dan inspiratif. Sarasehan akan menghadirkan Ketua Umum PC Pergunu Kabupaten Bogor, Hj. Lilis Balqis, sebagai keynote speaker yang akan memberikan arahan mengenai peran strategis guru NU dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini.

Selain itu, peserta akan mendapatkan penguatan materi dari dua narasumber yang kompeten di bidang pendidikan. Materi pertama bertajuk “Menjadi Guru Penggerak Hati: Mendidik dengan Cinta, Menginspirasi dengan Keteladanan” akan disampaikan oleh Dr. Ade Nurhayat, Lc., M.M. Materi ini diharapkan mampu menguatkan karakter guru sebagai teladan yang tidak hanya mengajar dengan ilmu, tetapi juga mendidik dengan kasih sayang dan ketulusan.

Sementara itu, Dr. Hj. Rika Hardani, M.Si akan menyampaikan materi “Setiap Anak Istimewa: Seni Menemukan Potensi di Balik Keunikan”. Melalui tema tersebut, peserta diajak memahami bahwa setiap anak memiliki karakter dan potensi yang berbeda sehingga memerlukan pendekatan pendidikan yang tepat dan penuh penghargaan terhadap keunikan masing-masing.

Ketua Pergunu Zona Bogor Utara, Dr. Ahmad Fahmi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar bersama untuk meningkatkan kualitas guru sekaligus memperkuat jaringan dan sinergi antarpendidik di lingkungan Nahdlatul Ulama.

“Guru tidak hanya bertugas mentransfer pengetahuan, tetapi juga membangun karakter, menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, dan menumbuhkan harapan pada peserta didik. Karena itu, forum sarasehan ini menjadi ruang penting untuk saling belajar dan menguatkan,” ujarnya.

Sarasehan Pendidikan Pergunu 2026 menargetkan peserta dari kalangan Guru TK, Guru PAUD, Guru Diniyah, dan Guru SD di wilayah Bogor Utara. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir semangat baru dalam mengembangkan pendidikan yang ramah anak, berorientasi pada pengembangan potensi, serta berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, Pergunu terus berkomitmen menjadi wadah penguatan kompetensi guru sekaligus penggerak kemajuan pendidikan yang berkarakter, inklusif, dan berkeadaban.

Kontributor: Hakim Hasan