Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 November 2026

Tak Mengejar Kemewahan Setelah Pensiun, Brigjen TNI (Purn) Amrizar Justru Produktif Berkarya Lewat Musik


JAKARTA – Pensiun dari dunia militer tidak selalu menjadi pintu masuk menuju kehidupan serba mewah. Setidaknya, prinsip itu yang dipegang Brigjen TNI (Purn) Amrizar. Alih-alih mengejar jabatan baru atau menikmati kemewahan setelah purna tugas, ia memilih menjalani kehidupan sederhana dengan menekuni musik, mengelola podcast Pojok Tentara, serta sesekali mengurus kebun dan sawah milik istrinya di Makassar, Sulawesi Selatan.

Bagi Amrizar, kebahagiaan setelah puluhan tahun mengabdi di lingkungan militer bukan diukur dari banyaknya harta atau tingginya jabatan, melainkan kesempatan menjalani hidup sesuai keinginan dan tetap produktif.

"Hidup itu pilihan. Saya memilih hidup apa adanya. Yang penting rezeki membawa berkah bagi keluarga. Keadaan saya memang seperti ini, tidak ada yang perlu direkayasa," kata Amrizar saat berbincang dengan awak media di kediamannya yang sederhana di kawasan Karawaci, Tangerang.

Ia tidak menampik bahwa kehidupan sejumlah koleganya setelah pensiun jauh lebih mapan secara ekonomi. Namun, Amrizar mengaku tidak memiliki latar belakang keluarga berada maupun kemampuan berbisnis yang bisa menjadi modal membangun kekayaan.

"Saya bukan anak orang kaya dan juga tidak lihai berbisnis. Jadi, setelah pensiun, ya menjalani kehidupan seperti sekarang. Dinikmati dan disyukuri saja," tuturnya.

Dua Tahun Hasilkan Tujuh Album
Di tengah kesederhanaan hidupnya, Amrizar justru menemukan ruang yang lebih luas untuk mengembangkan kreativitas. Musik yang semasa aktif berdinas belum bisa digeluti secara maksimal kini menjadi kesibukan utama.

Hasilnya cukup produktif. Dalam kurun waktu sekitar dua tahun sejak pensiun, ia telah menghasilkan tujuh album dengan beragam karya musik.

Sebagai Ketua Dewan Pembina Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia, Amrizar juga tetap aktif menjalani sejumlah kegiatan di luar dunia musik.

Menurut dia, masa pensiun memberikan kebebasan untuk mengekspresikan gagasan, termasuk menyampaikan kritik sosial dan potret kehidupan politik melalui lirik lagu.

"Ketika masih aktif berdinas, ruang untuk bermusik tentu tidak sebebas sekarang. Setelah pensiun, saya lebih leluasa menuangkan pemikiran ke dalam syair lagu, termasuk mengangkat persoalan sosial dan politik yang sedang terjadi," ujarnya.

Salah satu karya yang mencerminkan kegelisahannya adalah single berjudul Jangan Tipu Dirimu. Melalui lagu tersebut, Amrizar menyentil perilaku orang-orang yang gemar membangun citra seolah-olah memiliki kekayaan dan kekuasaan, padahal kenyataannya tidak demikian.

Ia menyoroti fenomena pamer kemewahan, mengejar kedudukan, hingga menghalalkan berbagai cara demi mendapatkan pengakuan dari lingkungan sekitar.

"Banyak orang munafik di sekitar kita. Mereka sebenarnya tidak berdaya secara ekonomi, tetapi berusaha tampil seolah-olah kaya dan berkuasa. Bahkan, ada yang menghalalkan segala cara demi memperoleh harta dan kedudukan," ungkap musisi yang memilih blues sebagai salah satu warna musiknya itu.

Menikmati Kehidupan Tanpa Beban Jabatan
Selain bermusik, pria berdarah Minang yang dikaruniai empat anak tersebut juga mengisi waktu dengan mengelola podcast Pojok Tentara. Melalui podcast ini, ia tetap memiliki ruang untuk berbagi cerita dan pandangan mengenai kehidupan militer.

Sesekali, Amrizar terbang ke Makassar untuk membantu mengurus kebun dan sawah milik sang istri. Aktivitas sederhana tersebut menjadi bagian dari caranya menikmati kehidupan setelah puluhan tahun menjalani rutinitas kedinasan.

Bagi Amrizar, pensiun bukan berarti berhenti berkarya. Justru setelah tidak lagi terikat tugas kedinasan, ia merasa memiliki kesempatan lebih besar untuk melakukan hal-hal yang selama ini belum sempat digarap secara serius.

Ia pun tidak merasa perlu membandingkan kehidupannya dengan para pensiunan jenderal lain yang memiliki kekayaan berlimpah.

Baginya, kesehatan, keluarga, kesempatan berkarya, dan ketenangan menjalani hidup merupakan anugerah yang patut disyukuri.

Amrizar seolah ingin menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan seseorang setelah pensiun bukan semata-mata kemewahan yang berhasil dikumpulkan, melainkan seberapa jauh ia masih bisa memberikan makna melalui hal-hal yang dicintainya.

Kamis, 29 Oktober 2026

Rangkul 300 Suporter, Kapolres Metro Tangerang Kota Ajak Jaga Kota Tangerang Tetap Kondusif

Kompassantri-online, TANGERANG — Sekitar 300 suporter sepak bola dari berbagai kelompok berkumpul di Stadion Nambo, Karawaci, Kota Tangerang, Rabu (28/10/2026) malam. Bukan untuk saling beradu rivalitas, mereka justru dipertemukan dalam kegiatan silaturahmi dan mini turnamen yang digelar Polres Metro Tangerang Kota.

Kegiatan tersebut dipimpin Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Herbin Garbawiyata J. Sianipar. Sejumlah kelompok suporter hadir, mulai dari pendukung Persita Tangerang, Persikota Tangerang, Arema Malang, PSIM Yogyakarta, Persib Bandung, hingga Madura United.

Pertemuan ini menjadi upaya kepolisian membangun komunikasi dengan komunitas suporter sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

Dalam arahannya, Herbin mengapresiasi kehadiran para suporter dan mengajak seluruh kelompok menjaga hubungan baik, meski mendukung klub yang berbeda.

"Sepak bola seharusnya menjadi sarana mempererat persaudaraan, bukan menjadi alasan untuk bermusuhan. Kami mengajak seluruh suporter menjaga komunikasi, menghormati perbedaan dukungan, dan bersama-sama menciptakan suasana yang aman serta kondusif di Kota Tangerang," ujar Herbin.

Kapolres juga mengingatkan para suporter agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia meminta seluruh kelompok menghindari tindakan yang berpotensi memicu konflik, termasuk konvoi maupun pergerakan massa yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Herbin turut mengimbau para suporter agar menyampaikan aspirasi melalui komunikasi dan jalur yang tertib, tanpa melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

"Kami berharap teman-teman suporter menjadi pelopor keamanan dan keselamatan. Jangan mudah terpancing hoaks atau ajakan yang bisa memicu keributan. Tunjukkan kecintaan terhadap klub dengan cara yang positif, kreatif, dan tetap menjunjung sportivitas," tegasnya.

Setelah penyampaian arahan dan foto bersama, kegiatan dilanjutkan dengan simbolis sepak mula oleh Kapolres. Para suporter kemudian mengikuti pertandingan antarkelompok yang berlangsung sejak malam hingga penentuan juara.

Enam tim yang bertanding berasal dari kelompok suporter Persikota, PSIM, Arema, Madura United, Persita, dan Persib. Pertandingan berlangsung dengan semangat kompetisi dan sportivitas.

Dalam hasil akhir turnamen, suporter Persib Bandung meraih juara pertama, sedangkan suporter Persita Tangerang menempati posisi kedua. Panitia kemudian menyerahkan piala, penghargaan pencetak gol terbanyak, serta uang pembinaan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasat Binmas AKBP Dr. Muhammad Nasir, Kasat Samapta AKBP Ubaidillah, Kasat Intelkam Kompol Dr. Dodi Abdulrohim, Kapolsek Karawaci Kompol Anggoro Winardi, serta jajaran pejabat Polres Metro Tangerang Kota lainnya.

Melalui kegiatan ini, Polres Metro Tangerang Kota berharap rivalitas dalam sepak bola tetap berada di lapangan dan tidak berkembang menjadi perselisihan di luar pertandingan.

Kapolres juga mengajak seluruh suporter menjaga nama baik Kota Tangerang dengan mengedepankan persaudaraan, menghormati kelompok lain, dan segera menyelesaikan persoalan melalui dialog apabila muncul perbedaan.

Rabu, 28 Oktober 2026

Sambut Hari Pangan Sedunia, InJourney Hospitality Perkuat kekayaan Nusantara

Kompassantri, JAKARTA, OKTOBER 2026 –* Dalam rangka memperingati *Hari Pangan Sedunia (World Food Day),* PT Hotel Indonesia Natour (Persero) atau InJourney Hospitality memperkuat komitmennya dalam mengangkat kekayaan kuliner Nusantara sebagai bagian dari pengembangan pengalaman perhotelan yang berkualitas dan bernilai tambah. Melalui tiga unit hotel, yakni *Inna Tretes Hotel & Resort, Truntum Kuta, dan Anara Airport Hotel Jakarta,* InJourney Hospitality menghadirkan beragam sajian khas Indonesia serta penawaran kuliner spesial yang merepresentasikan keragaman cita rasa dan kekayaan pangan lokal.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya InJourney Hospitality dalam mengintegrasikan kekuatan layanan perhotelan dengan pelestarian kekayaan kuliner Indonesia. Melalui pengembangan menu berbasis cita rasa lokal, perusahaan tidak hanya menghadirkan pengalaman bersantap yang berkesan bagi pelanggan, tetapi juga memperkuat daya tarik kuliner sebagai salah satu elemen penting dalam ekosistem pariwisata nasional.

*Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero), Christine Hutabarat,* _menyampaikan bahwa kekayaan pangan dan kuliner Nusantara merupakan aset strategis yang memiliki potensi besar untuk memperkuat identitas pariwisata Indonesia sekaligus meningkatkan nilai tambah layanan perhotelan._

“Kuliner Nusantara bukan sekadar bagian dari layanan perhotelan, melainkan representasi kekayaan budaya, kearifan lokal, dan potensi ekonomi Indonesia. Melalui pengembangan sajian berbasis pangan lokal, kami ingin menghadirkan pengalaman yang autentik bagi pelanggan sekaligus memperkuat posisi industri perhotelan sebagai bagian dari ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk terus menciptakan nilai tambah melalui inovasi layanan dan optimalisasi potensi setiap unit hotel,” ujar Christine Hutabarat.

Dalam momentum Hari Pangan Sedunia, tiga unit hotel InJourney Hospitality menghadirkan pilihan kuliner dengan karakter dan keunggulan masing-masing.

*Inna Tretes Hotel & Resort, Jawa Timur,* menghadirkan Nasi Timbel Khas Jawa Timur dengan tema “Pangan Berkualitas, Masa Depan yang Lebih Baik”. Sajian ini memadukan nasi hangat yang dibungkus daun pisang dengan aneka lauk khas, sayur asam, lalapan segar, dan sambal. Mengutamakan bahan-bahan segar pilihan, hidangan ini ditawarkan dengan harga Rp45.000 net per porsi sebagai bentuk apresiasi terhadap cita rasa tradisional yang dekat dengan keseharian masyarakat.

Sementara itu, *Truntum Kuta Bali,* menghadirkan pengalaman bersantap dalam suasana tropis melalui Lunch Pool Package. Menu Nasi Goreng khas Truntum Kuta disajikan bersama sate ayam, kerupuk, telur, dan hidangan pendamping lainnya. Khusus pada 16 Oktober 2026, tamu dapat menikmati potongan harga sebesar 10% dari harga normal Rp150.000 net per orang. Penawaran ini memadukan kekayaan kuliner Indonesia dengan suasana rekreasi yang menjadi daya tarik destinasi Bali.

Adapun *Anara Airport Hotel Jakarta* melalui Selasih Restaurant menyuguhkan Laksa Tangerang, kreasi Chef de Partie Martin Sagita yang menonjolkan kekayaan rempah dan karakter kuliner lokal. Hidangan ini memadukan kuah santan berbumbu gurih, potongan daging ayam, tauge segar, serta rempah-rempah khas. Untuk menyemarakkan Hari Pangan Sedunia, Selasih Restaurant menghadirkan promo Buy 1 Get 1 Free yang berlaku pada waktu makan siang tanggal 16 Oktober 2026.

Keberagaman sajian tersebut mencerminkan pendekatan InJourney Hospitality dalam mengembangkan keunggulan produk dan layanan dengan mengedepankan identitas lokal. Setiap unit hotel memiliki peluang untuk mengangkat karakter kuliner daerahnya masing-masing, sehingga pengalaman menginap dan bersantap menjadi bagian dari perjalanan wisata yang lebih kaya, autentik, dan berkesan.

Melalui momentum *Hari Pangan Sedunia,* InJourney Hospitality berharap dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap pangan dan kuliner Nusantara, sekaligus mendorong penguatan daya saing industri perhotelan melalui inovasi produk yang berakar pada kekayaan lokal. Langkah ini juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pengembangan pariwisata berkualitas, pelestarian warisan kuliner Indonesia, serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi ekosistem pariwisata nasional.

Sabtu, 24 Oktober 2026

Regina Art Angkat Kisah Auw Tjoei Lan dalam Pementasan Njonja Ati Soetji

Kompassantri-online,vJAKARTA — Perjuangan Auw Tjoei Lan, perempuan keturunan Tionghoa yang dikenal dengan nama Njonja Ati Soetji, dalam menolong perempuan dan anak-anak pada masa kolonial diangkat ke panggung teater oleh Regina Art. Pementasan bertajuk Njonja Ati Soetji dijadwalkan berlangsung pada 30–31 Oktober 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan.

Melalui pertunjukan ini, Regina Art berupaya memperkenalkan sosok Auw Tjoei Lan yang mendedikasikan hidupnya untuk menolong sesama. Perjuangannya tidak hanya menjadi bagian dari sejarah Yayasan Hati Suci, tetapi juga merefleksikan nilai kemanusiaan, keberanian, dan kepedulian terhadap perempuan serta anak-anak yang membutuhkan perlindungan.

Pendiri Regina Art, Joane Win, memerankan tokoh utama Njonja Ati Soetji. Dalam mini showcase yang digelar di The Forest, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026), Joane tampil mengenakan kain batik dan membawakan salah satu adegan dari pertunjukan tersebut.

“Kami tak butuh uangmu, tetapi bagaimana cara baik mendapatkannya,” ujar Joane dalam dialognya.

Wakil Ketua Yayasan Hati Suci, Wenny, mengapresiasi inisiatif Regina Art yang mengangkat kisah pendiri yayasan tersebut melalui seni teater. Menurutnya, perjalanan hidup Auw Tjoei Lan bukan sekadar catatan sejarah, melainkan juga teladan yang relevan bagi generasi masa kini.

“Kami mengapresiasi Regina Art karena mengangkat tentang pendiri kami. Buat kami, ini bukan saja hanya sejarah, namun juga sebuah teladan. Melalui seni, kami harapkan nilai-nilai yang diperjuangkan oleh Njonja Ati Soetji bisa terus terpelihara,” kata Wenny dalam konferensi pers di The Forest, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026).

Ia menilai keberanian, kasih yang diwujudkan melalui tindakan nyata, serta kepedulian sosial merupakan nilai penting yang dapat dipetik dari perjalanan Auw Tjoei Lan. Wenny berharap pementasan tersebut dapat memperluas pengenalan masyarakat terhadap sosok dan perjuangannya.

Di balik penggarapan pertunjukan, penulis naskah Endah D. Jenura mengungkapkan bahwa proses riset dan penelusuran bahan sejarah berlangsung selama dua tahun. Tim mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, termasuk arsip surat kabar dan dokumentasi sejarah, untuk memahami kehidupan Auw Tjoei Lan serta kondisi sosial pada masanya.

Salah satu referensi yang ditemukan ialah artikel surat kabar De Locomotief tertanggal 23 Juni 1925 yang memuat informasi mengenai perdagangan manusia. Dokumen tersebut menjadi salah satu bahan untuk memahami konteks sosial yang melatarbelakangi cerita.

Namun, keterbatasan dokumentasi tertulis dan rekaman visual menjadi tantangan dalam proses penelusuran. Untuk melengkapi informasi, tim juga menggali kesaksian Oma Stela, cucu Auw Tjoei Lan. Dari penuturan keluarga, tim memperoleh gambaran mengenai sisi personal tokoh tersebut, mulai dari cara berjalan dan kebiasaannya berkomunikasi menggunakan bahasa Belanda hingga panggilannya kepada sang suami, yakni “Brur”.

Endah menjelaskan, kesaksian keluarga membantu tim memahami karakter Auw Tjoei Lan secara lebih dekat. Meski demikian, tidak semua detail kehidupannya dapat dipastikan melalui dokumentasi tertulis yang tersedia.

Tantangan berikutnya adalah mengolah bahan sejarah menjadi cerita yang memiliki konflik dan alur dramatik. Tidak seluruh karakter maupun peristiwa yang dibutuhkan untuk membangun pertunjukan ditemukan secara langsung dalam sumber sejarah. Karena itu, tim mengembangkan sejumlah karakter untuk mendukung kebutuhan artistik dan penyampaian cerita di atas panggung.

Pengembangan tersebut merupakan bagian dari interpretasi dramatik, bukan pernyataan bahwa seluruh karakter, dialog, dan peristiwa dalam pertunjukan tercatat secara langsung dalam dokumen sejarah. Pembedaan antara temuan arsip, kesaksian keluarga, dan pengembangan artistik menjadi bagian penting dalam proses adaptasi kisah tokoh sejarah ke dalam seni pertunjukan.

Pementasan ini disutradarai Wawan Sofwan dengan naskah yang ditulis Endah D. Jenura. Keduanya mengolah hasil penelusuran sejarah, kesaksian keluarga, dan kebutuhan dramatik untuk menyusun pertunjukan yang menghubungkan perjalanan masa lalu dengan persoalan kemanusiaan yang masih relevan bagi masyarakat saat ini.

Aktris Maudy Koesnaedi turut terlibat dengan memerankan Sayap Hitam, salah satu karakter dalam pertunjukan. Karakter ini menghadirkan perspektif lain mengenai perempuan, pilihan moral, serta tindakan yang dilakukan seseorang dalam situasi sosial tertentu.

Dalam konferensi pers, Maudy menyampaikan salah satu dialog karakternya, “Aku kan membantu perempuan-perempuan ini untuk mendapatkan penghasilan….”

Dialog tersebut menjadi bagian dari konflik dramatik yang mengajak penonton mencermati alasan di balik suatu tindakan sekaligus mempertanyakan dampaknya terhadap kehidupan orang lain. Karakter Sayap Hitam memberikan ruang bagi penonton untuk melihat persoalan moral melalui sudut pandang yang tidak selalu sederhana.

Selain Joane Win dan Maudy Koesnaedi, pertunjukan ini melibatkan sejumlah pemain, yakni Tika Bravani sebagai Noona Kneefel, Willem Bievers sebagai Van Walsem, Lutfi Ardiansyah sebagai Jirrin, Chloe Gerry sebagai Suyun, Jim Lim sebagai Seng Hoe, Haikal Mubarok sebagai Tuan Lie, Andri Surawan sebagai Buron, dan Andi Solohin sebagai Jagal. Joane Win juga bertindak sebagai produser eksekutif.

Melalui pementasan Njonja Ati Soetji, Regina Art berupaya membawa kisah perjuangan Auw Tjoei Lan lebih dekat kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Pertunjukan ini mempertemukan seni teater dengan penelusuran sejarah sekaligus membuka ruang refleksi mengenai keberanian, kemanusiaan, dan kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan pertolongan.

Pementasan Njonja Ati Soetji akan berlangsung pada 30–31 Oktober 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan. Pertunjukan ini didukung oleh Indonesia Kaya, Ciputra Artpreneur, BFI Finance, Alcester, Regina Realty, Sariayu Martha Tilaar, dan Le Minerale.

Jumat, 23 Oktober 2026

Cara install Windows 10 di HP Android

Kamis, 22 Oktober 2026

Bikin Gemas! Jenaka Mahila Ungkap Kisah Cinta Diam-Diam Lewat “Memendam Suka”

Kompassantri, Setelah rilis “Teman Sejati?”, penyanyi dan penulis lagu muda Jenaka Mahila kembali menyapa penikmat musik lewat single terbaru berjudul “Memendam Suka”, yang masih berada di bawah naungan label MyMusic Records. Lagu ini bercerita tentang menaruh suka diam-diam yang bikin senyum-senyum sendiri.

Diciptakan oleh Ana Achjuman, “Memendam Suka” menceritakan momen pertama kali naksir seseorang, alias “cinta monyet”. Liriknya sangat relate dengan keseharian anak sekolah, mulai dari teman sebangku yang modus pinjam buku sampai rasa gengsi dan malu-malu yang selalu menyertai cinta pertama.

Bagi Jenaka, “Memendam Suka” menjadi fase baru. Putri bungsu dari pasangan Tora Sudiro dan Mieke Amalia ini sebelumnya merilis “Teman Sejati?” pada 20 Juni 2025. Lagu itu terasa sangat personal karena lirik dan notasinya ia ciptakan sendiri. Kisahnya tentang hubungan persahabatan yang awalnya terasa nyaman dan dianggap sebagai “rumah”, namun ternyata penuh kepalsuan.

Kini, untuk pertama kalinya Jenaka mengeksplorasi tema percintaan. “Di sini itu pertama kali aku mau rilis lagu mengenai cinta-cintaan, suka-sukaan, jadi it’s a fresh start for me, like explore new things,” ungkap Jenaka. Proses rekaman pun jadi tantangan tersendiri bagi Jenaka. “Kesulitannya pas aku recording lagu ‘Memendam Suka’ itu karena aku udah lama nggak recording. Jadi aku waktu itu nyoba untuk adapt to the place, karena it’s been a long time since I last stepped into a recording studio, terus aku harus kayak adaptasi lagi,” jelasnya.

Soal lirik, ada satu bagian yang menjadi favorit Jenaka yaitu “Aku suka banget yang ‘Aku mulai curiga kalau kau ada rasa, sampaikanlah saja kepadaku’, itu gemes banget. Liriknya aku suka banget, relatable banget,” tambah Jenaka.

Dalam video musiknya, “Memendam Suka” divisualisasikan lewat sehari penuh Jenaka yang dipenuhi senyum berbunga-bunga karena memikirkan seseorang yang ia suka. Dari kamarnya, ia memutar musik dan menuliskan perasaannya di buku diary, lalu melanjutkan harinya dengan bersantai di kolam renang sambil membaca ulang tulisannya dan tersenyum sendiri. Ia kemudian bersepeda ke taman, menggelar bekal dan musik, dan kembali larut dalam diary-nya. Saat bersiap pulang, senyum bahagianya mendadak berubah menjadi senyum canggung ketika ia tak sengaja bertemu pria yang selama ini ia tulis di diary-nya. Di video musik ini, Jenaka juga turut terlibat dalam pengembangan konsep.

Jenaka berharap lagu ini bisa diterima dengan baik. “Semoga lagunya disukain sama masyarakat Indonesia, bisa diterima, dan all the best, semoga berkah semuanya, amin,” harapnya. Sementara itu, sebagai pencipta lagu, Ana Achjuman berharap lagu ini bisa menyentuh pendengar dari berbagai usia. 

Jika harus merangkum lagu ini dalam satu kata, Jenaka memilih “Gemas”. Catat tanggalnya, lalu dengarkan “Memendam Suka” mulai Jumat, 23 Oktober 2026, di seluruh DSP dan tonton video musiknya di kanal YouTube MyMusic Records.


Profil Singkat Jenaka Mahila:

Jenaka resmi memasuki dunia hiburan Indonesia sebagai penyanyi cilik di bawah label MyMusic Records, dengan dukungan penuh dari kedua orang tuanya. Perjalanan musiknya dimulai lewat single debut solo “Peace Peace Peace” (2023) ciptaan Denny Chasmala yang membawa pesan kedamaian dan kebaikan, dilanjutkan dengan EP Jenaka Mahila (2023) yang dirilis menjelang Hari Ibu dan berisi enam lagu anak bertema edukatif, seperti “Hari Senin”, “Ibu Pintu Surgaku”, “Peace Peace Peace”, “Hati Hati”, “Jangan Lupa Berdoa” dan “Ayo Kita Menabung”. Pada 2025, ia merilis “Teman Sejati?” yang menandai transisi musikalitasnya ke usia remaja, dengan kedalaman emosi dan kemampuan menulis lagu yang semakin berkembang.

Selain bernyanyi, Jenaka mahir memainkan gitar dan piano yang kerap ia bagikan di media sosialnya, serta aktif di bidang tari. Pada 2026, ia bersama tim dance SMP Al-Jabr Jakarta meraih juara pertama dalam ajang kompetisi dance remaja.

Rabu, 21 Oktober 2026

HARI SANTRI 2026 DI KOTA SEJUTA SANTRI SERIBU ULAMA : Pandeglang, Menyoal Jati Diri di Tengah Arus Menuju Indonesia Emas yang Gemilang – Tolak Ukur Histori Perjalanan Kesantrian di Pandeglang

Oleh: Uung Ibnu Shobari (UIS ) 
Sekretaris Jenderal FSPP Kabupaten Pandeglang
Pengurus ICMI ORWIL Provinsi Banten Bidang Kepesantrenan 
Mudeerul ‘Amm Ponpes Model Noor El-Madeenah (NORMA)
Rois Forum Ukhuwah Mudeer Madeenah (UMMAH)
Pendiri Komunitas Pencinta Pesantren (KEREN) 

Kompassantri, Jika kita hendak memahami Pandeglang, jangan mulai dari kantor Bupati. Mulailah dari surau-surau kecil yang lampunya masih menyala jam 03.00 dini hari. Di sanalah ontologi kota ini bekerja. Tulisan ini adalah riset empiris lapangan penulis selama kurang lebih dua dekade mendirikan Kampung-kampung Santri di Pandeglang, berdialog dengan data histori, regulasi, dan kegelisahan zaman. Tujuannya sederhana, yaitu mengembalikan Hari Santri bukan sekadar seremoni, melainkan sebagai locus kesadaran peradaban.
Hari Santri Nasional Ke-12 di Kota Santri Pandeglang yang usianya mulai menua sejatinya akan diperingati pada Kamis, 22 Oktober 2026 dan ini bukan semata ritual tahunan. Ini peringatan ke-12 sejak Keppres No. 22 Tahun 2015 disahkan. Temanya tahun ini, sebagaimana ditetapkan dalam SE Menag No. 6 Tahun 2026 oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, adalah "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas".
Tema itu tidak lahir dari ruang hampa. Ia adalah perluasan dari Resolusi Jihad 22 Oktober 1945. Jika jihad 1945 adalah jihad mempertahankan kemerdekaan dengan bambu runcing, maka jihad 2026 adalah jihad mempertahankan keberlangsungan bangsa dengan ilmu, teknologi, dan kemandirian ekonomi. Lalu, Pandeglang itu sendiri bagaimana? Secara yuridis formal, kita sepakat bahwa 1 April 1874 sebagai Hari Jadinya, berdasar Staatsblad No. 73 Ordonansi 1 Maret 1874 yang membagi Pandeglang menjadi 9 Kewedanaan. Namun secara peradaban, usia Pandeglang jauh lebih tua. Riset Abah Adung Abdul Haris dalam buku Sejarah Pandeglang dari Zaman Purba Hingga Zaman Serba Ada, dengan kurang lebih berisi 560 halaman itu kini ada di depan mata, telah terbit dan siap diperbanyak, dibedah dan dikembangkan risetnya. Menjadi sejarah baru tepat pada tanggal 22 Oktober 2026 buku tersebut akan diserahkan kepada Bupati Pandeglang yang dijabat oleh Ibu Hj. Raden Dewi Setiani, S.Sos, M.A. dan Ketua DPRD Pandeglang Bapak H. TB. A. Khatibul Umam, M.Pd. Bukti, bahwa catatan historical assets Pandeglang telah mencatat jejak yang tak boleh kita lupakan, akar ini bermula dari Salakanagara abad ke-2 Masehi, kerajaan tertua Nusantara yang didirikan Aki Tirem, berlanjut ke Tarumanagara abad ke-5, hingga Kesultanan Banten. Artinya, Pandeglang bukan kabupaten baru yang kebetulan banyak santri. Ia adalah titik nol peradaban.
Kota Sejuta Santri Seribu Ulama. Siapa yang mengisi kota ini? Hakikatnya, Pandeglang dihuni jutaan santri dan ribuan ulama yang datang dari pelbagai penjuru tanah air. Di setiap kampung, Di Menes, di Saketi, di Cimanuk, di Cipeucang, di Bojong, di Pulosari, di Selatan Panimbang dan di setiap Kecamatan lainnya. Setiap lorong memiliki majlis ta'lim, setiap kampung memiliki madrasah diniyah, setiap kecamatan memiliki minimal 20 – 40an pondok pesantren. Jika kita jujur membaca Pandeglang secara empiris, ormas-ormas Islam besar tidak hanya tumbuh, mereka lahir dari rahim kota ini. Mathla'ul Anwar lahir di sini. NU, Muhammadiyah, Persis dan organisasi-organisasi berbasis kepesantren tumbuh kembang seperti FSPP, RMI, KEREN, FSB, MP3I dan organ pegiat lainnya telah mengakar kuat hingga ke ranting-ranting kampung. 
Namun ada yang luput dari catatan para peneliti. Tepat pada 1 Muharram 1448 Hijriyah, bertepatan dengan tahun 2017 Masehi, di sebuah tempat yang sarat simbol dengan peradaban, Ciekek Keraton Pandeglang. Ada beberapa tim peneliti termasuk penulis (UIS, red.) mendeklarasikan sebuah ikhtiar baru: Majelis Konsorsium Madeenah Indonesia. Ada apa di balik deklarasi itu? Kegelisahan akademik yang sama, mengapa gerakan keislaman seolah termahjoob (terhalang, red.) di lingkungan internalnya sendiri? Ini perlu deretan jawaban yang tidak boleh sembarang dan asal ungkap, melainkan perlu investasi waktu dan pemikiran yang tidak mudah seperti cukup membalikan dua telapak tangan. 
Dalam rentetan data perkembangan zaman yang serba mudah, bukan berarti perkerjaan rumah kita dalam mewujudkan visi misi keagamaan, kebangsaan dan jiwa-jiwa kenegaraan luluh ditelan zaman dan seolah skenarionya dipetieskan. Bahwa, peran penting dalam menyoal tentang keberadaan santri tidak di Pandelang unsich, melainkan telah diawali sejak awal Banten menjadi Provinsi di bulan Oktober 2000 yang fenomena kebantenannya memiliki ciri khas lingkungan santri kulon yang dikenal sangat fanatis terhadap ajaran tasawwuf. Bersamaan dengan itu, saat yang tepat juga telah lahir wadah gerakan Masyarakat Madani Indonesia (dikenal MMI) di Selatan Tangerang, tepatnya di Ponpes Salafiyyah Daarul Falahiyyah Panggang Cisoka yang berbasis Salafussholih-Moderat, bahwa kelahiran entitas lembaga kudu berdasarkan hasil kajian dan penelitian yang valid. Para Peneliti Profesional LkiS (Lembaga Kajian Islam, red.) Yogyakarta yang saat itu mengajari para Santri, Dewan Guru dan Para Aktivis telah mengenalkan dunia ilmu riset/penelitian guna memberikan gambaran tentang Banten akan menjadi sebuah provinsi yang memiliki jutaan potensi Sumber Daya Insani dan Sumber Daya Alam yang tak diragukan lagi. Sebagai bukti ruh masyarakat berperadaban kini berkembang cukup signifikan. Kini, kolumnis menyaksikan sendiri perjalanan kurang lebih ¼ abad ini, ruh tersebut telah menjelma menjadi Majelis Konsorsium Madeenah Indonesia yang penulis andil di dalamnya, lagi-lagi hadir di Pandeglang. 
Ini tidak lahir untuk menambah jumlah ormas baru. Ia lahir sebagai Organisasi Islam (oris, red.) penganut sistem integrasi. Tagline yang disepakati dalam sebuah petisi saat itu hingga kini masih dipegang teguh: Pejuang Madrasah, Pecinta Pesantren, Pegiat Dakwah, Pemakmur Masjid, Jemaah Majelis Keilmuan, Pelaku Ekonomi Syariah, Eksekutor Program Peduli, Pemberdaya Kader, Santri dan Sumber Daya Insani. Sembilan peran, satu napas. Mengintegrasikan sistem pemberdayaan dan sinergi program kemandirian antar lembaga. 
Itulah ruhnya. Dan dari ruh itulah, Madeenah Indonesia merumuskan catatan penting dalam balutan gerakan: Istiqomah Memberdayakan Ummat (Istimbat). Istimbat bukan sekadar akronim. Ia adalah metode perumusan dan perangkuman sangat dasar, menggali hukum dan solusi pemberdayaan langsung dari sumbernya - Al-Qur'an, Sunnah, serta dalil-dalil turuannya dengan realitas keberadaan ummat di lapangan. Tiada lain, buah dari Istimbat itu adalah lahirnya kampung-kampung peradaban yang hingga kini terus tumbuh. Dimulai dari Kampung Santri Cijantung di Bojong sebagai laboratorium pertama. Lalu berkembang menjadi Kampung Santripreneur di Cicadas, yang membuktikan santri bisa menjadi pengusaha digital tanpa melepas sarung. Kemudian Kampung Al-Qur'an di Pulosari, di kaki Gunung Pulosari yang sakral. Lalu Kampung Bahasa di Carita - Anyer, di pesisir Selat Sunda, tempat santri belajar bahasa Arab, Inggris dan bahasa asing lainnya. Dan Kampung Al-Huffadz di Cimanuk, pusat kaderisasi penghafal yang sanadnya bersambung. Tak berhenti di Pandeglang, ide ini merembes ke luar daerah dengan prinsip yang sama: satu kampung, satu keunggulan, satu kemandirian.
 
Dimana Pemerintah Kini Berada untuk Pesantren ?
Pertanyaan awalnya adalah Mengapa Dirjen Pesantren dan Lima Direktorat Itu penting ? Kita harus serius dengan Hari Santri ke-12? Karena untuk pertama kalinya dalam sejarah republik, pesantren memiliki rumah kelembagaan yang utuh. Undang-Undang No. 18 Tahun 2019 tentang Pesantren telah menegaskan tiga fungsi: pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Mandat itu kemudian diperkuat dengan restu Presiden melalui Surat Mensesneg No. B-617/M/D-1/HK.03.00/10/2025 dan PMA No. 16 Tahun 2026.Hasilnya. Direktorat Jenderal Pesantren resmi dibentuk dengan lima direktorat teknis: 1) Direktorat Pendidikan Pesantren, 2) Direktorat Ma'had Aly, 3) Direktorat Pendidikan Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Qur'an, 4) Direktorat Pemberdayaan Pesantren, 5) Direktorat Pengembangan Dakwah Pesantren. Ini bukan sekadar perubahan nomenklatur. Ini adalah politik rekognisi dan afirmasi negara - negara akhirnya hadir secara utuh. Hari Santri ke-12 tahun ini adalah wujud nyata kesatuan utuh itu: Kementerian Agama RI sebagai pusat, dan Pemerintah Daerah Pandeglang sebagai pelaksana lapangan, bersinergi.

Santri di Era Digital dan Pertanyaan Tentang Indonesia Emas 2045. 
Bagaimana pesantren harus bersikap? Teknologi hari ini bukan lagi barang megapolitan. Ia sudah masuk ke kantong-kantong rumahan, ke tempat tongkrongan anak-anak muda di alun-alun Pandeglang, ke dalam smartphone emak-emak yang mengaji via Zoom. Jika pesantren masih berfikir bahwa teknologi adalah antagonis, maka kita sedang menggali kubur kita sendiri. Pesantren harus melek digital dan dijadikannya protagonis. Bukan melek sekadar punya akun Instagram, tapi melek dalam basis digital marketing, big data dakwah, dan kemandirian ekonomi digital. Lalu, di mana posisi Santri dalam Indonesia Emas 2045? Banyak yang menganggap Indonesia Emas 2045 itu absurd. Bagaimana mungkin menjadi negara maju dengan bonus demografi yang tidak dikelola? Tapi bagi penulis, Indonesia Emas bukan lagi absurd. Ia nyata dan mudah digapai - dengan satu syarat: jika pendidikan agama dijadikan basis. Mengapa? Karena pendidikan agama adalah bentuk ketundukan kita yang paling jujur atas tatanan hukum syariah. Ia bukan tambahan, ia adalah fondasi. Di sinilah penulis melakukan autocritic (kritik ke dalam). 
Selama ini kita terjebak dikotomi yang melelahkan: Ma'had vs Madrasah vs Sekolah (MMS). Seolah ketiganya bertentangan. Menurut hemat penulis (UIS, red.), dikotomi itu sudah tidak relevan. Mengapa? Karena ketiga entitas itu berbasis Ilmu Pengetahuan. Ma'had mengajarkan ulumuddin dengan sanad yang muttasil. Madrasah mengajarkan integrasi agama dan umum. Sekolah mengajarkan sains modern. Ketiganya, pada hakikatnya, adalah basis keilmuan yang telah membuktikan mampu melahirkan peradaban dunia yang saling menopang. Ibnu Sina lahir dari Ma'had, Al-Khawarizmi dari Madrasah, dan ilmuwan modern dari Sekolah - mereka semua adalah mata rantai yang sama. Tugas kita bukan mempertentangkan, melainkan mensinergikan.
Khatimah: 
Santri Menguatkan Negeri, bukan sekadar menjaganya akhirnya, Hari Santri di Kota Sejuta Santri Seribu Ulama harus kita maknai sebagai momentum rekonsiliasi peradaban. Dari Salakanagara hingga Indonesia Emas, benang merahnya satu: Pandeglang adalah penjaga dan kini dikenal sebagai PETARUNG (Pejuang Tangguh, Religius, dan Unggul). Bahwa, Pejuang Tangguh: Menggambarkan ketahanan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan serta infrastruktur. Religius: Mencerminkan nilai-nilai moral, spiritual, dan keagamaan yang kuat sebagai fondasi masyarakat Pandeglang. Unggul: Menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi lokal. 
Jika Kementerian Agama telah menguatkan negeri dengan Dirjen Pesantren, maka tugas kita di Pandeglang adalah menguatkan pesantren dengan karya nyata: kampung santri yang hidup, website pesantren yang aktif, ekonomi santri yang mandiri, dan dakwah yang mencerahkan. Ikhtitam catatan kecil ini dituis dari pojok Kampung Santri Cijantung Bojong, Pandeglang yang merupakan amanah besar daru Majelis Konsorsium Madeenah Indonesia dengan penuh ta’dheem terhadap seluruh Ormas Islam besar terpercaya di Nusantara dan Antarbangsa, kami telah banyak belajar bagaimana harus bersikap dan bertindak searif mungkin. Setidaknya tugas kita hari ini adalah memastikan api dan asa cita-cita itu tidak padam. Indonesia Emas 2045 tidak akan datang dari Jakarta dan atau dari Kota manapun yang kita tidak faham di dalamnya. Ia akan datang dari kampung-kampung santri, desa-desa santri di Pandeglang yang lampunya sudah menyala jam 3 pagi untuk menggapai do’a kepada Illahi Rabbie. 
Wallahu A'lam Bisshawab, Wahdinasshiraathol Mustaqeem (oenkmms4826)

Martian Hadirkan Kisah Friendzone dalam Music Video “Amin”,Tentang Belajar Mengikhlaskan Perasaan

Kompassantri, Band pop beranggotakan enam orang, Martian, resmi merilis music video untuk single
terbarunya, “Amin”, pada 21 Oktober 2026. Mengangkat kisah cinta yang tak berbalas, “Amin”
menggambarkan situasi ketika seseorang merasa memiliki kedekatan emosional dengan orang
yang disukainya, tetapi ternyata hanya dianggap sebagai teman dekat.
Music video “Amin” membawa penonton mengikuti kisah seorang laki-laki yang menyimpan
perasaan kepada seorang perempuan. Kedekatan yang terjalin membuatnya merasa bahwa
perasaan tersebut mungkin berbalas. Perhatian dan waktu yang mereka habiskan bersama
seolah memberikan harapan bahwa hubungan mereka dapat berkembang menjadi sesuatu
yang lebih dari sekadar pertemanan. PRESS RELEASE © ℗ MUSICA STUDIOS
Namun, kenyataan berkata lain. Bagi sang perempuan, kedekatan tersebut tidak lebih dari
hubungan pertemanan. Ia justru telah memiliki seseorang yang menjadi pujaan hatinya. Situasi
ini menempatkan sang laki-laki dalam posisi yang sulit, ketika ia harus menghadapi kenyataan
bahwa orang yang selama ini diharapkan ternyata tidak pernah melihatnya dengan cara yang
sama.
Kisah tersebut menjadi gambaran tentang friendzone, ketika kedekatan dapat menumbuhkan
harapan yang berbeda bagi dua orang. Di satu sisi, ada perasaan yang terus berkembang dan
keinginan untuk menjadi seseorang yang istimewa. Di sisi lain, ada batas hubungan yang tidak
pernah benar-benar berubah. Melalui “Amin”, Martian mengangkat pengalaman yang dekat
dengan kehidupan sehari-hari, terutama bagi mereka yang pernah menyimpan perasaan
kepada sahabat atau seseorang yang menganggap mereka hanya sebagai teman.
Menariknya, Martian tidak membalut kisah patah hati ini dengan nuansa musik yang
sepenuhnya muram. Mengusung identitas pop, “Amin” hadir melalui aransemen yang groovy
dan upbeat, menciptakan kontras antara cerita yang menyentuh dengan musik yang tetap
terasa ringan dan menyenangkan. Pendekatan ini menjadi ciri khas Martian dalam
menyampaikan emosi tanpa harus selalu terjebak dalam suasana melankolis.
Melalui judul “Amin”, lagu ini juga membawa makna tentang penerimaan. Ada kalanya perasaan
tidak harus berakhir dengan memiliki seseorang. Ketika harapan tidak berjalan sesuai
keinginan, mengikhlaskan dan mendoakan kebahagiaan orang yang dicintai dapat menjadi cara
untuk berdamai dengan kenyataan.
“Kami ingin menyampaikan pesan bahwa merelakan seseorang tidak melulu harus diratapi.
Terkadang, mengaminkan kebahagiaan orang yang kita cintai meski ia berlabuh pada orang lain
bisa dirayakan dengan lapang dada dan irama yang menyenangkan,” kata Hafiz, vokalis
Martian.
Melalui music video “Amin”, Martian mengajak pendengar untuk melihat pengalaman cinta tak
berbalas dari sudut pandang yang lebih ringan. Sebab, meski tidak semua perasaan berakhir
sesuai harapan, selalu ada ruang untuk menerima kenyataan, melepaskan ekspektasi, dan
tetap mendoakan kebahagiaan seseorang yang pernah berarti.
Music video “Amin” dari Martian resmi dirilis pada 21 Oktober 2026 dan sudah dapat disaksikan
melalui kanal YouTube resmi Martian Official

mpq Rilis Album Dignified Losers, Merayakan Kekalahan Tanpa Menyerah

Kompassantri, JAKARTA — Unit musik alternatif asal Jakarta, mpq, akan merilis album penuh kedua bertajuk Dignified Losers pada 23 Oktober 2026. Berisi sembilan lagu, album ini mengangkat tema kekalahan, ketidakpastian, cinta, dan duka, sekaligus usaha manusia untuk tetap bertahan di tengah situasi yang tidak selalu berpihak.

Melalui album Dignified Losers, mpq menawarkan sudut pandang berbeda tentang kekalahan. Bagi band ini, kalah bukan semata-mata tentang kegagalan, melainkan bagian dari perjalanan yang harus dihadapi tanpa kehilangan kendali atas diri sendiri.

Album tersebut menggambarkan bagaimana harapan kecil akan kemenangan dapat menjadi alasan untuk terus melangkah, bahkan ketika seseorang berada dalam situasi yang berulang kali mengecewakan. Kekalahan diperlakukan sebagai sesuatu yang lumrah, bukan alasan untuk berhenti berusaha.

“Menurut kami kayanya kita tuh harus tahu gimana caranya kalah tanpa kehilangan kendali atas diri sendiri. Hal yang kami pelajari beberapa tahun belakangan adalah gimana buat kalah tapi ngga takluk sepenuhnya. Album ini tentang usaha-usaha buat ngga takluk ke bad days dan losing scenarios itu sendiri,” jelas mpq dalam keterangan mereka.

mpq diperkuat Abram Dionisius pada gitar, Alit Djarot sebagai vokalis, Daniel Hasudungan pada gitar, Rakaputra pada bas, dan Rakha Suryandaru pada drum. Lewat album kedua ini, mereka merangkum berbagai pengalaman emosional ke dalam sembilan lagu yang merefleksikan usaha menghadapi kenyataan dan mencari celah kemenangan di tengah kekalahan.

Sebelum merilis Dignified Losers, mpq telah memperkenalkan tiga single sebagai gambaran arah musikal album tersebut. Ketiganya adalah “Not for Anyone Else” yang dirilis pada Juli, “Someplace Sometime Somehow” pada Agustus, dan “Goodbye Everest” yang menampilkan Nabila Hanina pada September 2026.

Single “Someplace Sometime Somehow” juga memperluas keterlibatan mpq dalam dunia perfilman. Lagu tersebut menjadi original soundtrack film Hasut, karya sutradara Ilya Sigma yang dirilis pada 8 Oktober 2026.

Keterhubungan mpq dengan film sebelumnya juga terlihat melalui lagu “Musim Baru” yang digunakan dalam film pendek Autosave karya Imanuel Bolaman. Film tersebut tayang perdana di New York Asian Film Festival (NYAFF) 2026 pada Juli lalu.

Untuk pengerjaan visual album Dignified Losers, mpq kembali menggandeng Fahreza Aditya, kolaborator yang telah bekerja bersama mereka sejak awal perjalanan band. Kolaborasi ini meneruskan hubungan kreatif yang sebelumnya menghasilkan artwork album debut mpq, yang sempat masuk nominasi kategori Best Album Artwork dalam sebuah ajang penghargaan musik Indonesia pada 2019.

Melalui Dignified Losers, mpq tidak berusaha menutupi kenyataan bahwa kekalahan merupakan bagian dari kehidupan. Album ini justru menyoroti upaya untuk tetap bergerak, menjaga diri agar tidak sepenuhnya takluk, dan menemukan arti kemenangan meski hanya dalam bentuk yang paling sederhana.

Album penuh kedua mpq, Dignified Losers, dijadwalkan tersedia pada 23 Oktober 2026.

Semangat Kebersamaan dan Kolaborasi Warnai Perayaan Hari Jadi ke-6 Meruorah Komodo Labuan Bajo

Kompassantri, LABUAN BAJO, 17 OKTOBER 2026 –* Meruorah Komodo Labuan Bajo resmi merayakan hari jadinya yang ke-6 melalui rangkaian perayaan hangat bertajuk *"Legacy of Six, Brilliant of Today"*. Mengusung konsep Sport Day yang energetik, momentum perayaan tahun ini menegaskan komitmen hotel dalam menjunjung pilar Integrity, Collaboration, dan Innovation guna memperkuat kebersamaan seluruh tim.

Rangkaian kegiatan telah diawali pada 14–15 Oktober melalui ajang team building bagi para staf di Taman Marina. Berbagai permainan interaktif seperti Hula Hoop Chain, The Animal Sound Hunter, Maze Mission, dan Memory Challenge digelar untuk melatih kekompakan, fokus pendengaran, komunikasi, hingga perencanaan strategis tim.

Puncak perayaan diselenggarakan pada hari Jumat, 16 Oktober 2026, bertempat di Ballroom Meruorah Convention Center (MCC) dalam acara Staff Appreciation Night.

Atmosfer malam puncak di MCC berlangsung sangat megah, hangat, dan dipenuhi gelak tawa kebersamaan. Panggung utama dan lantai ballroom ditata memukau berhiaskan nuansa arena olahraga modern lengkap dengan dekorasi lapangan basket, permainan tata cahaya lampu warna-warni, serta visual LED yang energetik. Seluruh staf dan manajemen tampil santai namun kompak mengenakan busana bernuansa olahraga (sportswear), berkumpul mengelilingi meja perayaan untuk menikmati suguhan gala dinner, penampilan live music, berbagai kuis interaktif, unjuk bakat kreatif departemental performance (All-Stars Staff Battle), hingga pemutaran video perjalanan 6 tahun Meruorah yang emosional. Suasana semakin bergelora saat momen pengumuman pemenang kompetisi team building, penganugerahan apresiasi bagi staf terbaik kuartal 3 (Best Employee & Best Mention Q3), hingga pembagian doorprize menarik bagi seluruh staf yang hadir.

Dalam sambutannya, *General Manager Meruorah Komodo Labuan Bajo, Bapak Rudy H. Butar Butar,* menyampaikan rasa syukur serta apresiasi mendalam atas dedikasi seluruh insan Meruorah yang terus konsisten memberikan pelayanan terbaik di Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo.

"Perjalanan enam tahun ini adalah bukti nyata dari kerja keras, dedikasi, dan sinergi yang luar biasa dari seluruh tim. Lewat tema 'Legacy of Six, Brilliant of Today' serta konsep Sport Day yang penuh semangat kolaborasi, kami ingin mengapresiasi setiap kontribusi sekaligus memacu energi baru untuk melangkah lebih kuat dan memberikan pengalaman hospitality terbaik bagi para tamu," ujar Bapak Rudy H. Butar Butar.

Turut hadir dalam perayaan tersebut di MCC, *Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes.,* menyampaikan apresiasinya atas kontribusi berkelanjutan Meruorah Komodo Labuan Bajo terhadap pertumbuhan pariwisata daerah.

"Kami mengapresiasi peran aktif Meruorah Komodo Labuan Bajo yang selama enam tahun ini konsisten mendukung industri pariwisata dan perekonomian di Manggarai Barat. Semangat kebersamaan dan inovasi yang ditunjukkan hari ini menjadi inspirasi positif bagi kemajuan hospitality di Labuan Bajo. Selamat ulang tahun ke-6 untuk Meruorah Komodo Labuan Bajo," ungkap Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes.

Melalui perayaan ulang tahun ke-6 ini, Meruorah Komodo Labuan Bajo tidak hanya mengenang rekam jejak dan fondasi kuat yang telah dibangun, tetapi juga menegaskan langkah mantap menyongsong masa depan. Berbekal semangat Integrity, Collaboration, dan Innovation, Meruorah siap melaju lebih jauh, menghadirkan standar pelayanan hospitality yang makin cemerlang, serta terus menjadi pilar kebanggaan yang mengharumkan nama Labuan Bajo di panggung pariwisata dunia.(Alwi)

Senin, 19 Oktober 2026

Pariwisata Tumbuh Positif dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Kompassantri-online, Jakarta, 20 Oktober 2026 – Memasuki dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, sektor pariwisata Indonesia mencatatkan pertumbuhan positif yang signifikan dan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (20/10/2026), mengungkapkan pembangunan pariwisata saat ini tidak hanya berfokus pada kuantitas kunjungan wisatawan, tetapi juga berorientasi pada dampak nyata bagi perekonomian masyarakat serta pemerataan di berbagai daerah. Hal ini selaras dengan semangat yang dibawa sepanjang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.

“Dua tahun terakhir, pariwisata Indonesia terus bertumbuh. Tahun 2025 menjadi salah satu tahun penting bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia dan momentum itu berlanjut hingga 2026,” kata Menteri Pariwisata.

*1. Pariwisata yang Tangguh (Resilien)*
Sepanjang tahun 2025, Indonesia menerima 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), meningkat 10,80 persen dibandingkan tahun 2024 dan melampaui target nasional 14-15 juta kunjungan. Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 1,2 miliar perjalanan, menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah pencatatan. 

Tren positif ini berlanjut hingga Agustus 2026 dengan perolehan 10,58 juta kunjungan wisman, menandai pertumbuhan 5,38 persen secara year-on-year, dan 842,15 juta perjalanan wisnus, tumbuh 4,29 persen secara year-on-year.

“Pertumbuhan pariwisata Indonesia menjadi yang tercepat kedua di antara lima ekonomi besar Asia Tenggara,” kata Menteri Pariwisata.

*2. Pemerataan Destinasi Wisata*
Pertumbuhan pariwisata juga diiringi dengan pemerataan perjalanan. Kunjungan tidak hanya terjadi di Bali atau kota-kota besar. 

Pada triwulan I 2026, Kawasan Manado-Likupang dan Danau Toba mencatatkan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara yang sangat tinggi, masing-masing meningkat sebesar 60,42 persen dan 33,40 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025. 

Dari sisi pertumbuhan tercepat wisatawan nusantara antara tahun 2025 hingga 2026, Danau Toba kembali memimpin dengan lonjakan signifikan sebesar 106,68 persen, disusul oleh Lombok-Gili Tramena yang tumbuh sebesar 75,45 persen.

“Pariwisata semakin berkembang di berbagai daerah, yang artinya aktivitas pariwisata menciptakan lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata Menteri Pariwisata.

*3. Pariwisata yang Semakin Berkualitas*
Pada semester I 2026, rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara meningkat 6, 36 persen menjadi 1.313 dolar AS atau sekitar Rp22,59 juta per kedatangan. 

Pengeluaran wisatawan tersebut dibelanjakan langsung untuk berbagai kebutuhan seperti akomodasi, makan minum, cinderamata, hiburan, paket tur lokal, dan lainnya. Menariknya, lebih dari 95 persen usaha pariwisata digerakkan oleh UMKM.

*4. Pariwisata yang Kompetitif*
Daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global kian meningkat. Indonesia menduduki peringkat ke-2 sebagai destinasi wisata ramah Muslim terbaik di dunia versi Global Muslim Travel Index 2026. Peningkatan skor indeks daya saing pariwisata Indonesia (Travel and Tourism Development Index 2026) juga meningkat menjadi 4,56, menempatkan Indonesia di posisi ke-2 di Asia Tenggara dan ke-6 di Asia Pasifik.

“Semakin meningkatnya daya saing pariwisata Indonesia, maka semakin kuat citra dan daya tariknya di mata dunia,” kata Menteri Pariwisata.

*5. Pariwisata Membuka Lapangan Kerja*
Tercatat pada 2025, sektor pariwisata menyerap 25,91 juta tenaga kerja, angka tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir yang meliputi berbagai lapisan ekosistem pariwisata mulai dari hotel, restoran, usaha perjalanan, destinasi, transportasi, event, ekonomi kreatif, hingga berbagai kegiatan ekonomi yang tumbuh mengikuti pergerakan wisatawan.

“Jumlah tenaga kerja yang terserap sektor pariwisata pada 2025 merupakan yang terbesar ketiga setelah sektor pertanian dan perdagangan. Hal ini tentunya memberikan dampak atau peluang bagi masyarakat untuk berkaryam bekerja, dan memperoleh penghasilan di sektor pariwisata,” ucap Menteri Pariwisata.

Di sisi lain, kepercayaan dunia usaha terhadap sektor ini juga terus tumbuh. Investasi pariwisata pada 2025 mencapai Rp73,56 triliun dan terus tumbuh pada semester I 2026 sebesar Rp39,68 triliun.

Di enam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, investasi pada semester I 2026 mencapai Rp1,4 triliun dan menciptakan 1.858 tenaga kerja baru. Lima KEK lain yang memiliki aktivitas pariwisata mencatat investasi Rp4,5 triliun dan 1.621 tenaga kerja baru.

“Investasi tersebut bukan hanya berarti pembangunan hotel atau fasilitas baru. Di belakang investasi terdapat kegiatan usaha, kebutuhan terhadap barang dan jasa, serta peluang penciptaan pekerjaan,” ucap Menteri Pariwisata.

*6. Pariwisata dari Rakyat*
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menambahkan, pemerataan ekonomi juga tercermin dari berkembangnya ekosistem desa wisata dan penyelenggaraan event. Hingga September 2026, lebih dari 6.300 desa wisata telah tercatat dalam Jaringan Desa Wisata (Jadesta). 

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Kementerian Pariwisata di 66 desa wisata menunjukkan bahwa pendapatan desa lewat pariwisata meningkat 29,62 persen, dari Rp46,05 miliar menjadi Rp59,70 miliar, pada tahun 2024 ke tahun 2025. 

Kunjungan wisatawan mancanegara ke desa juga meningkat 35,48 persen, dari 54.922 menjadi 74.409 kunjungan. Diikuti dengan jumlah wisatawan nusantara yang meningkat 45,17 persen, dari sekitar 1,55 juta menjadi 2,25 juta perjalanan.

Tenaga kerja lokal kian bertambah hingga 53,34 persen, dari 3.234 menjadi 4.959 orang. Jumlah kamar homestay meningkat hampir 50 persen menjadi 3.074 kamar. Pada Maret 2026, tercatat jumlah UMKM di desa-desa tersebut mencapai 6.469 usaha.

Sejumlah desa wisata di Indonesia juga menorehkan prestasi gemilang yakni Desa Wisata Jatiluwih di Bali, Desa Wisata Wukirsari di DI Yogyakarta, dan Desa Wisata Pemuteran di Bali meraih UN Tourism Best Tourism Village dalam dua tahun terakhir. 

“Inilah salah satu gambaran paling sederhana tentang pariwisata berdampak. Pariwisata dengan demikian tidak hanya membawa orang menuju desa. Pariwisata dapat membawa peluang ekonomi lebih dekat kepada masyarakat,” kata Wakil Menteri Pariwisata.

*7. Menggerakkan Ekonomi dengan Cepat*
Dampak serupa juga terlihat dari penyelenggaraan event. Sepanjang 2025 hingga September 2026, Kementerian Pariwisata memberikan dukungan pada 377 event di seluruh Indonesia. Berdasarkan hasil kajian penyelenggaraan 354 event, termasuk Karisma Event Nusantara (KEN), MICE (meetings, incentives, conferences, and exhibitions), dan event internasional, terdapat 23,91 juta pengunjung dengan perkiraan perputaran ekonomi mencapai Rp45,9 triliun.

“Angka Rp45,9 triliun itu menggambarkan bagaimana sebuah event dapat menjadi mesin ekonomi dalam waktu relatif singkat. Ketika ribuan orang datang ke sebuah festival, manfaatnya terasa langsung oleh pelaku usaha dan seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, event kita dorong bukan hanya sebagai tontonan, tetapi sebagai penggerak ekonomi daerah,” kata Wakil Menteri Pariwisata.

*8. Ekosistem Pariwisata yang Semakin Tertata*
Wakil Menteri Pariwisata menyampaikan bahwa pariwisata yang memberikan manfaat dalam jangka panjang harus tumbuh dengan kualitas. Wisatawan perlu merasa aman. Masyarakat membutuhkan destinasi yang bersih. Pelaku usaha juga membutuhkan persaingan yang sehat dan aturan yang adil. 

Karenanya Kementerian Pariwisata melakukan berbagai upaya agar ekosistem pariwisata semakin tertata.

Hingga 23 September 2026, jumlah unit usaha akomodasi jangka pendek yang memiliki NIB mencapai 113.692 unit, bertambah 44.852 usaha atau meningkat 65,2 persen dibandingkan 31 Maret 2025 saat Kementerian Pariwisata memulai program ini.

Kemudian, Kementerian Pariwisata melakukan peninjauan lapangan dan pembinaan pelaku usaha di tujuh provinsi di Indonesia. Kementerian Pariwisata juga menjalin kemitraan dengan sembilan Online Travel Agent (OTA) dalam sosialisasi dan penerapan kebijakan termasuk delisting. Adapun sebanyak 1.553 pelaku usaha dan operator mendapatkan kegiatan coaching clinic. 

“Usaha yang semakin tertata berarti persaingan yang lebih adil bagi pelaku industri, perlindungan yang lebih baik bagi wisatawan, sekaligus peluang peningkatan penerimaan daerah,” tutur Wakil Menteri Pariwisata.

*9. Pariwisata yang Mendunia*
Ketahanan dan kualitas pariwisata Indonesia kian diakui di tingkat global. Sepanjang 2025 hingga September 2026, pariwisata Indonesia berhasil meraih 311 penghargaan internasional. Beberapa di antaranya mencakup penobatan Bali sebagai “Best of the Best Destinations in the World 2026” oleh Tripadvisor, serta puluhan penghargaan untuk kuliner, hotel, dan destinasi alam seperti Kepulauan Komodo dan Gili Trawangan. 

Indonesia juga menerima 47 MICHELIN Keys, penghargaan untuk hotel dan resor terbaik dunia. Prestasi ini meningkat dari 33 MICHELIN Keys yang diterima pada tahun 2025, tahun pertama penganugerahan MICHELIN Keys. Sederet prestasi ini mencerminkan kualitas dan daya saing pariwisata Indonesia yang semakin dikenal dan diminati dunia.

*10. Pariwisata yang Bersinergi*
Kementerian Pariwisata melalui enam Politeknik Pariwisata (Poltekpar) juga turut mendukung berbagai program prioritas pemerintah. Pengetahuan dan fasilitas yang dimiliki Poltekpar dimanfaatkan untuk pelatihan higiene atau manajemen dapur program Makan Bergizi Gratis.

Poltekpar Makassar misalnya memberikan pelatihan mengenai keamanan pangan, sanitasi, keselamatan kerja, manajemen dapur, dan produksi makanan. Poltekpar Lombok mengembangkan menu berbahan baku lokal serta membantu peningkatan standar dapur. 

Kemudian, Poltekpar NHI Bandung mengembangkan pola pelatihan dan skema sertifikasi bagi kepala dapur dan juru masak MBG. Aset Poltekpar NHI Bandung juga dimanfaatkan sementara untuk mendukung pelaksanaan Sekolah Rakyat. Kementerian Pariwisata turut menyediakan peluang untuk lulusan Sekolah Rakyat dapat melanjutkan studi di Politeknik Pariwisata 

Selain itu, enam Poltekpar menyiapkan dukungan pelatihan hospitality bagi 560 peserta SMK Go Global. Kemudian di desa wisata, Pokdarwis mulai diintegrasikan dengan Koperasi Desa Merah Putih agar kegiatan pariwisata semakin terhubung dengan kegiatan ekonomi desa. 

Gerakan Wisata Bersih yang diinisiasi Kementerian Pariwisata juga sejalan dengan Gerakan Indonesia ASRI. Pada tahun 2025, Gerakan Wisata Bersih telah melaksanakan 14 Aksi Bersih di 10 provinsi, melibatkan 9.134 partisipan dan mengumpulkan 21,5 ton sampah. 

“Destinasi yang bersih bukan hanya membuat wisatawan nyaman, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat yang tinggal di dalamnya,” kata Menteri Pariwisata.

*11. Pemerintah Hadir untuk Rakyat Lewat Pariwisata*
Kementerian Pariwisata juga menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak terkait untuk menghadirkan sejumlah insentif diantaranya potongan harga transportasi pada periode liburan bagi masyarakat yang bepergian agar tetap terjangkau, insentif PPh 21 ditanggung pemerintah bagi pekerja pariwisata berpenghasilan hingga Rp10 juta per bulan, dengan perkiraan 552.000 penerima manfaat, serta Program Magang Nasional yang membuka pintu bagi generasi muda untuk belajar langsung di industri pariwisata.

“Itulah kontribusi yang ingin terus kami jaga. Pariwisata yang turut menggerakkan Indonesia, dan pembangunan yang manfaatnya semakin dirasakan oleh rakyat,” tutur Menteri Pariwisata.

*12. Kontribusi Pariwisata Terhadap Perekonomian*
Secara keseluruhan, kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional pada tahun 2025 mencapai 4,78 persen atau senilai Rp1.138,90 triliun. Pada Januari-Juni 2026, angka ini diperkirakan berada pada rentang 4,02-4,90 persen. Hal ini menunjukkan bahwa pariwisata menjadi salah satu sektor strategis utama penggerak ekonomi nasional, yang multiplier effect-nya dirasakan langsung oleh tenaga kerja di sektor pariwisata dan rantai pasok pendukungnya.

*13. Pariwisata Membawa Devisa*
Sepanjang tahun 2025, sektor pariwisata berhasil mendatangkan devisa sebesar sebesar 18,27 miliar dolar AS atau sekitar Rp305,47 triliun, meningkat 9,41 persen dibanding tahun sebelumnya

Sementara pada semester I 2026, sumbangan devisa pariwisata tercatat mencapai 8,43 miliar dolar AS atau sekitar Rp140,95 triliun, meningkat 2,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Belanja wisatawan mancanegara ini turut menggerakkan usaha lokal dan memperkuat perekonomian Indonesia.

Menteri Pariwisata Widiyanti mengatakan sederet pencapaian ini bukan sekadar angka, melainkan wujud nyata sinergi dan komitmen berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem pariwisata, membangkitkan ekonomi lokal, serta memperluas peluang bagi seluruh elemen bangsa.

"Mari terus bersama-sama mendukung kemajuan pariwisata Indonesia menuju masa depan yang lebih inklusif dan mendunia," kata 

Truntum Cihampelas Raih Penghargaan Favourite Hotel

Kompassantri, Bandung, 16 Oktober 2026* — Truntum Cihampelas meraih penghargaan _Favourite Hotel – Exquisite Readers’ Choice Awards 2026_ . Penghargaan ini menjadi pencapaian penting bagi hotel bintang empat yang berlokasi di kawasan Cihampelas, Bandung, sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menghadirkan pengalaman menginap yang berkesan bagi setiap tamu.

Di tengah dinamika industri perhotelan yang terus berkembang, kualitas pengalaman tamu menjadi salah satu aspek penting dalam membangun reputasi sebuah hotel. Sebagai hotel yang dikelola oleh InJourney Hospitality dan dimiliki oleh PT KAI Properti Manajemen, Truntum Cihampelas berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan yang mengutamakan kebutuhan tamu, perhatian terhadap setiap detail, serta pengalaman menginap yang memberikan nilai lebih.

Komitmen tersebut sejalan dengan semangat InJourney Hospitality dalam menghadirkan layanan perhotelan yang berorientasi pada kualitas pelayanan dan pengalaman tamu. Melalui penerapan standar pelayanan yang konsisten serta kolaborasi seluruh tim, Truntum Cihampelas terus berupaya menciptakan pengalaman yang tidak hanya memenuhi kebutuhan tamu, tetapi juga meninggalkan kesan positif selama dan setelah menginap.

*General Manager Truntum Cihampelas, Isnaini Yunus* , menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus dorongan bagi seluruh tim untuk terus berkembang.
 
“Penghargaan ini menjadi pengingat bagi kami bahwa kepercayaan dan kepuasan tamu merupakan hal yang sangat berharga. Bagi kami, pelayanan bukan hanya tentang menyediakan fasilitas dan kenyamanan, tetapi juga tentang bagaimana setiap tamu merasa diperhatikan melalui pengalaman yang tulus dan berkesan. Pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh tim Truntum Cihampelas untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga konsistensi dalam setiap interaksi dengan tamu,” ujar Isnaini Yunus.
 
Berlokasi di salah satu kawasan strategis Kota Bandung, Truntum Cihampelas menghadirkan beragam pilihan akomodasi dan fasilitas untuk mendukung kebutuhan perjalanan bisnis maupun liburan. Fasilitas tersebut meliputi Tejakencana Restaurant yang menyajikan pilihan hidangan Nusantara, Internasional, serta The Pohaci Sky Lounge, yang menawarkan pengalaman bersantap dengan panorama Kota Bandung dari ketinggian. Pada malam hari, tamu juga dapat menikmati pengalaman mengamati langit menggunakan teleskop, menambah pilihan aktivitas yang berbeda selama berada di hotel.
 
Melalui pengembangan layanan dan pengalaman tamu yang berkelanjutan, Truntum Cihampelas berupaya memperkuat posisinya sebagai salah satu pilihan akomodasi di Bandung. Penghargaan _Favourite Hotel – Exquisite Readers’ Choice Awards 2026_ menjadi salah satu pencapaian yang mendorong hotel untuk terus menjaga kepercayaan publik, meningkatkan standar pelayanan, serta memberikan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan tamu yang semakin beragam.
 
Sejalan dengan semangat _#WeDontOfferRoomsWeOfferMemories_ , Truntum Cihampelas percaya bahwa kualitas sebuah pengalaman tidak hanya ditentukan oleh fasilitas yang tersedia, tetapi juga oleh keramahan, perhatian, dan kesan yang dibawa pulang oleh setiap tamu. Melalui dukungan pengelolaan InJourney Hospitality dan komitmen seluruh tim, Truntum Cihampelas akan terus berupaya menghadirkan pengalaman menginap yang bermakna bagi setiap tamu.

Minggu, 18 Oktober 2026

Kolaborasi InJourney Group Dorong Produk Lokal Menjangkau Pasar Lebih Luas di Ajang Internasional

InJourney Hospitality Perluas Akses Pasar Enam UMKM Binaan melalui Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
Kompassantri, Lombok, Nusa Tenggara Barat –* PT Hotel Indonesia Natour (Persero) atau InJourney Hospitality memperkuat komitmennya dalam mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kolaborasi ekosistem InJourney Group pada penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Inisiatif yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 ini memberikan kesempatan kepada enam brand UMKM binaan InJourney Hospitality untuk memasarkan produk unggulan sekaligus memperluas jangkauan pasar melalui momentum ajang internasional.

Keenam brand tersebut adalah Jacal Co, Savis Tea, Nusantara Jaya Tea & Coffee, Six Scents, Secret Garden, dan Kencana Candle. Keterlibatan UMKM binaan ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif InJourney Group dalam mengoptimalkan penyelenggaraan event internasional tidak hanya sebagai penggerak sektor pariwisata, tetapi juga sebagai katalis pertumbuhan ekonomi lokal dan penguatan kapasitas pelaku usaha.

Selama tiga hari pelaksanaan, lebih dari 60 produk berhasil terjual. Capaian tersebut mencerminkan peluang pemasaran yang dapat dimanfaatkan UMKM melalui akses ke ruang promosi strategis, sekaligus membuka kesempatan untuk memperkenalkan produk lokal kepada khalayak yang lebih luas. Selain mendorong transaksi, partisipasi ini diharapkan dapat memperkuat pengenalan merek dan mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

*Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero), Christine Hutabarat,* menyampaikan bahwa sinergi dalam InJourney Group menjadi salah satu kekuatan untuk menciptakan dampak yang lebih luas dari penyelenggaraan event pariwisata berskala internasional.

“Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi ekosistem pariwisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Melalui kolaborasi InJourney Group, kami mendorong UMKM binaan untuk memanfaatkan akses pasar yang lebih luas, meningkatkan eksposur produk, dan membangun daya saing. Kami ingin pertumbuhan industri pariwisata dapat memberikan nilai tambah yang nyata, tidak hanya bagi sektor usaha pariwisata, tetapi juga bagi pelaku UMKM dan perekonomian daerah,” ujar Christine.

Menurutnya, penguatan UMKM merupakan bagian penting dari pengembangan ekosistem hospitality yang terintegrasi. Keterlibatan pelaku usaha lokal dalam event internasional membuka peluang untuk membangun jejaring bisnis, memahami kebutuhan konsumen, serta meningkatkan kesiapan produk dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Pelaksanaan kegiatan ini juga memperoleh dukungan dari jajaran pimpinan dan entitas dalam InJourney Group. Dukungan tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi lintas entitas dan mendorong keterlibatan UMKM sebagai bagian dari rantai nilai pariwisata Indonesia.

InJourney Hospitality memandang pengembangan UMKM sebagai bagian integral dari upaya membangun industri hospitality dan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan potensi jaringan, kolaborasi ant entitas, serta momentum penyelenggaraan event internasional, perusahaan berupaya memperluas kesempatan bagi UMKM untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan daya saing produk lokal.

InJourney Hospitality akan terus memperkuat sinergi bersama dengan para member InJourney Group dan para pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan UMKM. Upaya ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, memperkuat perekonomian daerah, serta menjadikan produk lokal sebagai bagian penting dari daya tarik dan daya saing pariwisata Indonesia.

Kamis, 15 Oktober 2026

Pilih Mana: Mati karena Asap Karhutla, Tenggelam karena Banjir, atau Antre BBM Sampai Pingsan? Komplet Sudah Penderitaan Rakyat di Negeri Ini!

Kalimantan: Karhutla, Sumsel: ISPA akibat karhutla, Jabar: Kekeringan dan krisis air bersih, NTT: Pengungsi meninggal dunia pascagempa, Papua: Karhutla, Bali: Krisis BBM, Kepri (Batam): Mati listrik total
Sumbar (Padang), Banjir, Aceh: Banjir susulan.
Darurat Bencana di Berbagai Penjuru: Rangkaian Cobaan Melanda Indonesia Sepanjang Oktober 2026
Pendahuluan
Kompassantri, Bulan Oktober 2026 menjadi ujian berat bagi ketahanan nasional Indonesia. Berbagai bencana alam dan krisis infrastruktur terjadi secara serentak di berbagai pulau besar, mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara dan Papua. Rangkaian peristiwa ini memberikan tantangan besar bagi pemerintah dan masyarakat dalam penanggulangan dan pemulihan pascabencana.

Bencana Asap dan Kekeringan di Wilayah Barat
Di pulau SUMATRA, masalah klasik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali memburuk, menyebabkan bencana kabut asap yang parah.
 * Sumatra Selatan: Sekitar 105.972 hektare lahan di provinsi ini terbakar, dengan 254 hektare di antaranya berada di dalam Kota Palembang. Akibatnya, tercatat 6.296 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Palembang dalam rentang waktu 1–12 Oktober 2026.
 * Jambi: Data satelit mendeteksi hotspot yang signifikan di provinsi ini, memperburuk kualitas udara regional.
 * Riau: Kondisi udara di beberapa wilayah memburuk akibat asap kiriman dan titik api lokal.

Sementara itu, di Pulau Jawa, kekeringan panjang melanda Jawa Barat. Krisis air bersih telah terjadi sejak bulan Agustus 2026 dan masih berlangsung hingga Oktober. Sebanyak 276 kecamatan dan 840 desa/kelurahan terdampak, menyulitkan kehidupan sekitar 519.687 warga.

Krisis Infrastruktur dan Banjir di Tengah Bencana Lainnya
Di luar masalah iklim, infrastruktur vital juga mengalami gangguan.
 * Batam (Kepulauan Riau): PLN Batam melaporkan terjadinya mati listrik total (blackout) selama 15 jam lebih. Penyebab yang diduga adalah masuknya hewan liar ke kawasan Gardu Induk PLN Batam, yang memicu gangguan sistem.
 * Sumatra Barat: Kota Padang dihantam banjir akibat hujan deras sejak 10 Oktober. Bencana ini memaksa 672 orang untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
 * Aceh: Beberapa daerah di Aceh, seperti Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah, kembali diterjang banjir susulan sejak awal Oktober. Ribuan warga di daerah terdampak harus kembali mengungsi di tengah upaya pemulihan dari bencana sebelumnya.

Bencana Ganda di Wilayah Timur dan Tengah
Wilayah timur dan tengah Indonesia menghadapi situasi yang lebih kompleks dengan adanya bencana ganda.
 * Papua: Kebakaran hutan dan lahan juga terjadi secara masif di Papua Selatan. Pada tanggal 11 Oktober 2026 saja, terdeteksi hingga 6.702 titik panas hanya dalam satu hari.
 * Nusa Tenggara Timur (NTT): Wilayah ini masih dalam masa pemulihan pascagempa bumi. Namun, kabar duka bertambah dari kamp pengungsian. Sebanyak 108 orang meninggal dunia di pengungsian akibat kondisi pascagempa. Jumlah ini melampaui korban meninggal akibat gempa langsung yang tercatat sebanyak 48 orang.
Krisis Logistik di Daerah Wisata
Di Bali, terjadi krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dipicu oleh faktor alam dan kepanikan masyarakat. Gelombang tinggi menghambat kapal tanker yang membawa distribusi BBM ke pulau tersebut. Di saat yang bersamaan, permintaan BBM melonjak tajam karena masyarakat panik akan terjadinya kelangkaan, memperparah situasi antrean di SPBU.

KESIMPULAN
Rangkaian peristiwa di bulan Oktober 2026 ini menunjukkan betapa rentannya berbagai wilayah di Indonesia terhadap berbagai jenis bencana, baik yang disebabkan oleh alam maupun kelalaian manusia. Diperlukan upaya mitigasi yang lebih kuat, koordinasi tanggap darurat yang efektif, serta peningkatan infrastruktur ketahanan bencana untuk menghadapi cobaan serupa di masa depan.

REFERENSI DATA:
Informasi dalam artikel ini dihimpun dari kompilasi laporan bencana yang disajikan dalam bentuk infografis media sosial tertanggal Oktober 2026:
 * Gambar image_8.png (Data Karhutla Kalimantan, Krisis BBM Bali).
 * Gambar image_9.png (Data Mati Listrik Batam, Banjir Padang).
 * Gambar image_10.png (Data Karhutla & ISPA Palembang, Kekeringan Jawa Barat).
 * Gambar image_11.png (Data Karhutla Papua Selatan, Korban Pengungsi NTT, Banjir Aceh).

Kurator: Awikids

Rabu, 14 Oktober 2026

Puan Dorong Tambahan Pasokan BBM Guna Atasi Kelangkaan di Bali

Kompassantri, Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali yang menyebabkan warga antre hingga berjam-jam di SPBU. Puan pun meminta Pertamina bersama Kementerian terkait menyiapkan intervensi dengan menambah pasokan BBM guna mengatasi kelangkaan tersebut.

“Kesulitan warga memperoleh BBM di sejumlah SPBU di Bali perlu segera diselesaikan melalui penguatan distribusi sampai titik pelayanan. Pemerintah dan Pertamina perlu memastikan adanya tambahan pasokan BBM di Bali,” kata Puan, Rabu (14/10/2026).

Seperti diketahui, kelangkaan BBM di Bali membuat warga harus berburu bensin hingga berjam-jam. Kondisi tersebut terjadi di Denpasar, Badung, Klungkung, Buleleng, hingga Bangli.

Akibat kelangkaan BBM ini, terjadi antrean kendaraan yang mengular hingga 1 kilometer di banyak SPBU di Bali. Bahkan seorang warga perempuan di Badung sampai pingsan karena mengantre di SPBU hingga berjam-jam.

Adapun Pertamina mengungkap kelangkaan BBM tersebut disebabkan salah satunya karena kendala bongkar muat kapal tanker. Pertamina menyatakan akan menyiapkan tambahan pasokan BBM di Bali.

Terkait hal ini, Puan mengingatkan agar tambahan pasokan BBM juga disertai dengan perbaikan sistem distribusi.

“Tambahan pasokan yang tiba juga perlu diikuti kepastian pengiriman ke SPBU, terutama wilayah yang masih mengalami kekosongan BBM dan terjadi antrean panjang,” tutur mantan Menko PMK itu.

Puan pun mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Pertamina memeriksa seluruh tahapan pemulihan. Mulai dari kedatangan kapal, pembongkaran, persediaan terminal, hingga pengiriman kepada penyalur. 

“Pemeriksaan harus memperjelas hambatan yang masih terjadi dan keputusan yang diperlukan untuk mempercepat pelayanan kembali normal,” jelas Puan.

"Warga membutuhkan kepastian BBM dapat diperoleh di tempat pelayanan. Setiap tambahan pasokan perlu segera diterjemahkan menjadi pengiriman yang sesuai kebutuhan dan pemulihan SPBU yang dapat dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Puan menilai Pertamina perlu memetakan kebutuhan berdasarkan jenis BBM dan wilayah pelayanan.

“SPBU yang mengalami kekosongan berulang harus memperoleh perhatian khusus agar pengiriman berikutnya mampu menutup kebutuhan sampai pasokan lanjutan tersedia,” jelas Puan.

Menurut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu, Pemerintah harus menetapkan sasaran pemulihan yang terukur. Puan menyebut ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian Pemerintah dan Pertamina.

“Evaluasi perlu melihat jumlah SPBU yang kembali melayani, lamanya kekosongan, kecukupan pasokan antarjadwal pengiriman, dan perkembangan waktu antrean. Informasi tersebut menjadi dasar penyesuaian operasi setiap hari,” paparnya.

Selama pemulihan berlangsung, Puan meminta Pemerintah menjaga akses energi untuk pelayanan darurat dan kegiatan penting masyarakat melalui mekanisme yang sah. 

“Penanganan harus memperhitungkan kebutuhan fasilitas kesehatan, angkutan umum, dan distribusi kebutuhan pokok sesuai jenis BBM yang digunakan,” ungkap Puan.

Tak hanya itu, Puan menilai pemulihan kelangkaan BBM juga memerlukan pembagian tanggung jawab yang jelas. 

“Pemerintah dan Pertamina perlu mengetahui lokasi yang masih terkendala, pihak yang menanganinya, dan kapan pelayanan diperkirakan membaik,” tegas cucu Bung Karno tersebut.

Di sisi lain, Puan mengingatkan Bali merupakan salah satu daerah pariwisata dengan penopang industri ekonomi kreatif yang berperan besar bagi roda perekonomian Negara.

“Kelangkaan BBM yang tidak segera diatasi dapat berdampak terhadap perekonomian di Bali yang pada akhirnya akan memengaruhi ekonomi kerakyatan dan pembangunan ekonomi Nasional,” ucap Puan.

Puan mengatakan, DPR melalui komisi terkait akan mengawal evaluasi ketahanan pasokan Bali, termasuk kebutuhan cadangan operasional dan alternatif pengiriman ketika jadwal berubah. 

“Perbaikan perlu memastikan gangguan pada satu tahapan dapat diantisipasi sebelum berdampak luas terhadap pelayanan,” pungkasnya.

Single Terbaru aktris Mawar de Jongh

JAKARTA, 14 Oktober 2026 — Penyanyi dan aktris Mawar de Jongh kembali menyapa pendengar musik Tanah Air lewat single terbarunya yang berjudul "Oh Semoga". Dibalut aransemen yang menyentuh, lagu ini membawa pesan mendalam tentang pentingnya hadir secara utuh dan belajar menikmati momen saat ini tanpa terbebani oleh hasil akhir.
"Lagu ini tentang menjadi hopeful, tidak terlalu overthink dengan hasil akhir, dan belajar live in the moment setiap harinya. Kebahagiaan itu tidak selalu harus menunggu masa depan yang sempurna. Hal-hal kecil di sekitar kita pun bisa jadi sumber rasa bahagia," ujar Mawar.
Karya ini digarap oleh trio komposer Iqbal Siregar, Denis Ligia, dan Faishal Muhammad Fasya. Dari sudut pandang para pencipta, lagu "Oh Semoga" dirancang untuk menangkap spektrum emosi yang jujur dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Iqbal Siregar mewakili para komposer menyampaikan bahwa sejak awal pembuatan, mereka ingin menuangkan dinamika emosi yang hangat namun tetap berjarak dari kesan putus asa. Saat mendengarkan hasil eksekusi vokal dari Mawar, mereka merasa nyawa lagu ini tersampaikan dengan amat tepat.
"Mawar kalau nyanyi simple, sederhana, tapi kena banget di hati. Dia bisa menyampaikan suatu lirik tanpa teknik yang berlebihan tapi hasilnya simple dan kena di hati. 'Oh Semoga' ini menggambarkan simplicity yang ingin kita sampaikan," ungkap Iqbal.
Bagi Mawar sendiri, komposisi yang dibuat oleh Iqbal, Denis, dan Faishal ini langsung menyentuh hatinya sejak pertama kali mendengar demo lagu.
"Saat pertama mendengar demonya, rasanya seperti moment of realization. Saya jadi sadar bahwa sering kali kita terlalu fokus mengejar masa depan sampai lupa mengapresiasi hal-hal kecil yang sedang kita jalani hari ini," kenang Mawar.
Daya tarik utama "Oh Semoga" terletak pada makna kata "semoga" yang memiliki banyak tingkatan arti. Meski dibawakan dengan nada yang bernuansa haru, lagu ini jauh dari kesan meratapi keadaan.
Mawar menjelaskan bahwa kata "semoga" dalam lagu ini terasa seperti doa kecil atas hal-hal yang mungkin belum bisa dimiliki atau dikendalikan. Di tengah kesedihan, selalu ada ruang untuk berharap dan bersiap menerima apapun hasilnya.
Salah satu baris lirik yang paling menonjol dalam lagu ini berbunyi:
“Jika tidak keliling dunia apa kau tak apa? Cukup senangkah bila duduk di teras saja, dan menunggu hujan reda”

"Lirik ini mengingatkan kita bahwa kebahagiaan tidak harus selalu datang dari pencapaian besar. Kita boleh punya mimpi besar dan ingin melangkah jauh, tapi kita juga perlu belajar menikmati apa yang ada di depan mata," lanjut Mawar.
Proses workshop hingga rekaman berjalan hangat dan komunikatif. Untuk menyampaikan emosi lagu secara tepat, Mawar memposisikan diri dan meresapi jalan cerita di dalamnya menyeimbangkan rasa sedih, harapan, dan rasa syukur.
Lagu "Oh Semoga" relevan bagi siapa saja yang sedang merasa cemas atau berhadapan dengan ketidakpastian masa depan, seperti saat menghadapi ujian, keputusan karir, atau fase besar dalam hidup.
Mawar berharap single ini bisa menjadi pengingat yang menenangkan: bahwa setelah berupaya maksimal, ada saatnya untuk berserah diri dan menikmati proses.
"Semoga lagu 'Oh Semoga' bisa mengajak kita untuk lebih memaknai carpe diem menikmati dan memaksimalkan hari ini. Bermimpilah setinggi mungkin, tapi jangan lupa untuk berserah diri, baik dalam perjalanan hidup, asmara, maupun impian kita," tutup Mawar.
Single "Oh Semoga" dari Mawar de Jongh sudah dapat didengarkan di seluruh platform musik digital mulai 14 Oktober 2026. Bersamaan dengan perilisan audionya, video visualizer resmi juga sudah dapat disaksikan melalui kanal YouTube Trinity. (Alwi)

Selasa, 13 Oktober 2026

12 Personel Polres Metro Tangerang Kota Terima Penghargaan Kapolda atas Pengungkapan 25 Kg Sabu

Kompassantri, TANGERANG — Sebanyak 12 personel Satresnarkoba Polres Metro Tangerang Kota menerima piagam penghargaan dari Kapolda Metro Jaya atas keberhasilan mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu seberat 25 kilogram.

Penghargaan tersebut diserahkan Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar, S.I.K., S.H., dalam apel jam pimpinan di Lapangan Presisi Mako Polres Metro Tangerang Kota, Selasa (13/10/2026).

Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pimpinan Polri terhadap dedikasi, kerja keras, dan keberhasilan personel dalam memberantas peredaran narkotika. Para penerima penghargaan terdiri atas jajaran pimpinan dan anggota Satresnarkoba yang terlibat dalam pengungkapan kasus tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kapolres menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh personel yang menerima penghargaan. Ia menilai keberhasilan pengungkapan 25 kilogram sabu tersebut merupakan hasil kerja keras, profesionalisme, dan komitmen anggota dalam menjalankan tugas.

“Saya mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada rekan-rekan atas prestasi yang telah diraih. Penghargaan dari Kapolda Metro Jaya ini merupakan bentuk perhatian dan penghargaan pimpinan kepada anggota yang telah bekerja dengan baik serta memberikan hasil nyata,” ujar Herbin.

Menurutnya, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan atas prestasi yang telah dicapai, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan serta perlindungan kepada masyarakat.

Herbin berharap penghargaan itu dapat mendorong para penerima untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi. Ia juga mengajak seluruh personel Polres Metro Tangerang Kota menjadikan keberhasilan tersebut sebagai teladan dalam melaksanakan tugas, khususnya dalam memberantas peredaran narkotika.

“Prestasi ini harus menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus bekerja secara profesional, penuh integritas, dan memberikan kontribusi terbaik bagi institusi serta masyarakat,” katanya.

Pemberian penghargaan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Polres Metro Tangerang Kota dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba. Keberhasilan pengungkapan 25 kilogram sabu diharapkan dapat mempersempit ruang gerak jaringan peredaran narkotika dan melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Minggu, 11 Oktober 2026

Tampil Memukau di Arena! Nadhira Farah Achlan Kembali Raih Emas Kejuaraan Taekwondo Depok 2026

Kompassantri, DEPOK – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Nadhira Farah Achlan, siswi SD Yaspen Tugu Ibu yang sukses meraih medali emas dalam Kejuaraan Piala Dinas Pendidikan Kota Depok, Minggu (11/10/2026).

Siswi yang akrab disapa Farah itu tampil meyakinkan saat menghadapi lawannya. Ia berhasil mengamankan kemenangan dalam dua babak langsung dengan skor 17-5 dan 21-11.

Farah menunjukkan kemampuan menyerang dan bertahan dengan baik sepanjang pertandingan. Tendangan-tendangan akuratnya menjadi salah satu senjata untuk meraih poin, sementara pertahanan yang sigap membuatnya mampu meredam perlawanan lawan.

Meski lawannya sempat memberikan perlawanan, Farah mampu menjaga fokus dan mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.

“Alhamdulillah saya bisa menang dan mendapatkan medali emas. Semua berkat dukungan para sabeum, pelatih dan juga Miss Ratih (Owner Klub Eleven Team),” ucap Farah.

Konsistensi Jadi Kunci Meraih Prestasi

Keberhasilan Farah menambah daftar pencapaiannya di cabang olahraga taekwondo. Sebelumnya, atlet muda dari klub Eleven Team ini juga pernah meraih medali emas dan perak dalam sejumlah kejuaraan.

Beberapa di antaranya adalah Kejurcab Kota Depok, Piala KASAU TNI, serta kejuaraan taekwondo tingkat internasional yang digelar di Lampung.

Rangkaian prestasi tersebut menjadi bekal bagi Farah untuk terus mengembangkan kemampuan dan menghadapi kompetisi berikutnya. Dukungan pelatih, keluarga, serta lingkungan klub juga menjadi bagian penting dalam perjalanan atlet muda ini.

Bersiap Menuju KONI Cup di Cibubur

Farah belum ingin berpuas diri setelah meraih medali emas. Ia dijadwalkan kembali bertanding dalam ajang KONI Cup di Cibubur pada Desember 2026.

Untuk menghadapi kompetisi tersebut, Farah menyadari masih perlu meningkatkan kemampuan melalui latihan yang konsisten dan persiapan yang lebih matang.

“Harus banyak latihan lagi dan konsisten. Yang pasti harus banyak berdoa,” ujar murid klub taekwondo Eleven Team itu.

Target berikutnya menjadi kesempatan bagi Farah untuk menguji kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding. Dengan semangat berlatih dan dukungan dari orang-orang di sekitarnya, ia berupaya menjaga performa agar dapat kembali meraih hasil terbaik.

Prestasi Farah menjadi kabar membanggakan bagi sekolah dan klubnya. Kisahnya juga menunjukkan bahwa usia muda bukan penghalang untuk berprestasi, selama diiringi disiplin, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar.

Kini, tantangan berikutnya sudah menanti. Farah perlu menjaga konsistensi dan mempersiapkan diri agar kembali tampil maksimal di arena taekwondo pada akhir tahun nanti.

JATMA Aswaja Kota Bogor Ucapkan Tahniah kepada Pengurus MWCNU Bogor Selatan Terpilih pada Konfercam ke-IX

Kompassantri, Kota Bogor – Sekretaris Jenderal (Sekjen) JATMA Aswaja Kota Bogor H. Dudi Hermawan, ST. menyampaikan tahniah kepada KH Asep Hudri atas terpilihnya sebagai Rais Syuriyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bogor Selatan dalam Konferensi MWCNU (Konfercam) ke-IX yang digelar di Majelis Darus Sholawat (MDS), Ahad (11/10/2026).

JATMA Aswaja Kota Bogor menyatakan kesiapan untuk mendukung berbagai agenda kolaborasi bersama MWCNU Bogor Selatan, baik melalui pemikiran, tenaga, waktu, perencanaan, maupun bentuk kontribusi lainnya demi kemaslahatan umat.

Semangat kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat silaturahmi dan membangun kebersamaan di lingkungan Nahdlatul Ulama, khususnya di wilayah Bogor Selatan.

“Marilah kita menjadikan MWCNU Bogor Selatan semakin guyub, tanpa terhalang perbedaan. Kita memiliki satu tujuan yang sama, yakni mewujudkan kemaslahatan umat, khususnya masyarakat Bogor,” demikian pesan yang disampaikan Sekjen JATMA Aswaja Kota Bogor.

Sementara itu, Rais Syuriyah MWCNU Bogor Selatan terpilih, KH Asep Hudri, menyampaikan bahwa semangat untuk kembali memperkuat kebersamaan menjadi salah satu motivasi dalam mengemban amanah di struktur Nahdlatul Ulama.

Ia berharap seluruh elemen NU dapat kembali guyub, bersatu, dan menjaga ukhuwah di tengah berbagai isu yang berkembang belakangan ini. Menurutnya, perbedaan pandangan hendaknya tidak menjadi penghalang untuk bersama-sama menjalankan khidmah dan memperjuangkan kemaslahatan umat.

Momentum Konfercam ke-IX diharapkan menjadi awal penguatan sinergi antarelemen NU, termasuk bersama JATMA Aswaja Kota Bogor. Dengan semangat silaturahmi, kolaborasi, dan persatuan, MWCNU Bogor Selatan diharapkan mampu menjalankan program-program organisasi secara lebih solid dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

JATMA Aswaja Kota Bogor pun menyampaikan salam sukses, salam semangat, dan salam silaturahmi bagi kepengurusan MWCNU Bogor Selatan masa khidmat 2026–2031.

Pewarta: Abu Alwadhiyah