Tampilkan postingan dengan label amaliyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label amaliyah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Februari 2026

Doa Imam Zainal Abidin Menyambut Bulan Ramadhan

 


Doa Imam Zainal Abidin Menyambut Bulan Ramadhan

Beliau menyambut kedatangan bulan Ramadhan dengan penuh rasa kerinduan dan hasrat kuat kepadanya. Sebab, bulan Ramadhan merupakan musim semi bagi orang-orang yang senang berbuat kebajikan. Ketika masuk bulan Ramadhan, beliau biasa memanjatkan doa. Berikut beberapa petikannya:

Segala puji bagi Allah yang membimbing kami untuk memuji-Nya, menjadikan kami para pemuji-Nya supaya kami bersyukur bagi kebaikan-Nya, dan agar Dia membalas kami dengan balasan orang-orang yang berbuat baik. Segala puji bagi Allah yang menganugerahkan kami agama (yang diturunkan)-Nya, mengistimewakan kami dengan agama (millah)-Nya, menunjuki kami jalan-jalan kebaikan-Nya supaya dengan karunia-Nya kami berjalan menuju keridhaan-Nya. Segala puji bagi Allah yang menjadikan jalan-jalan itu berupa bulan Ramadhan, bulan puasa, bulan Islam, bulan kesucian, bulan pembersihan, bulan menegakkan salat malam.

Ya Allah… Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya. Ilhamkan kepada kami untuk mengenal keutamaan-keutamaannya, mengagungkan kesuciannya, menjaga apa yang dilarangnya. Bantulah kami menjalankan puasanya dengan menahan anggota tubuh dari bermaksiat kepada-Mu dan menggunakannya untuk hal-hal yang membuat-Mu ridha. Sehingga telinga kami tak kami arahkan pada kesia-siaan dan mata kami tidak kami pusatkan pada kealpaan Sehingga tangan kami tak kami ulurkan pada larangan. Kaki kami tak kami langkahkan pada keburukan.

Baca juga : Syakban dan Ramadhan, Hari Raya Kekasih Allah

Perut kami tak kami isi kecuali dengan yang Kau halalkan dan lidah kami tidak berbicara kecuali yang Kau contohkan. Kami tidak melakukan kecuali yang mendekatkan kami pada pahala-Mu. Kami tidak mengerjakan kecuali yang menjaga kami dari siksa-Mu. Maka, bersihkanlah semua itu dari riya tukang riya dari pamer tukang pamer. Di bulan itu, kami tak akan mempersekutukan siapa pun dengan diri-Mu. Kami tak akan mencari kerinduan selain kepada-Mu.

Ya Allah… Penuhi bulan ini dengan pengabdian kami pada-Mu. Bantulah kami pada waktu siangnya dengan puasa dan malamnya dengan salat khusyuk, bersimpuh dan merendah kepada-Mu sehingga siangnya tidak menyaksikan kami, malamnya tidak melihat kami, dalam kealpaan.

Ya Allah… Jadikan kami seperti ini pula di bulan-bulan dan hari-hari yang lain, sepanjang Kau hidupkan kami. (Hayat al-Imam Zain al-Abidin: hal. 373-374)

Tim Al-Huda, Sejarah Para Imam, Imam Ali bin Husain Zainal Abidin

Amalan-Amalan Lailatul Qadar


Amalan-Amalan Lailatul Qadar ada dua jenis:

  • Amalan-Amalan yang dilaksanakan selama 3 malam dan disebut dengan amalan umum. 
  • Amalan-Amalan khusus setiap salah satu dari malam-malam Qadar: malam ke-19, 21 dan 23.
Amalan-Amalan Lailatul Qadr
Amalan-Amalan Umum
  • Mandi
  • Dua rakaat shalat, di setiap rakaatnya membaca Al-Fatihah dan 7 kali Al-Ikhlas atau surah At-Tauhid, seusai salat beristighfar 70 kali اَسْتَغْفِرُ اللّهَ وَاَتُوبُ اِلَیهِ
  • Menghidupkan malam-malam ini dengan beribadah dan tidak tidur
  • Shalat 100 rakaat (di setiap dua rakaat satu salam)
  • Membaca doa «اَللهمَّ اِنّی اَمسیتُ لَکَ عَبداً» sampai akhir…
  • Membaca doa Jausyan Kabir
  • Membaca doa Ziarah Imam Husain as
  • Menaruh Alquran di atas kepala dan bersumpah dengan 14 maksum.
Malam ke-19
  • Berzikir seratus kali «اَستَغفِرُاللهَ رَبّی و اَتوبُ اِلیهِ»
  • Berzikir seratus kali «اَلّلهُمَّ العَن قَتَلَةَ اَمیرِالمُؤمِنینَ»
  • Berdoa: «اَللّهُمَّ اْجْعَلْ فیما تَقْضی وَتُقَدِّرُ مِنَ الاَْمْرِ الْمَحْتُومِ» sampai akhir…
Malam ke-21
  • Membaca doa-doa yang berkaitan dengan sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.
  • Membaca doa: یا مُولِجَ اللَّیلِ فِی النَّهارِ sampai akhir
Malam ke-23
  • Membaca doa-doa yang berkaitan dengan sepuluh hari terakhir bulan Ramadan..
  • Membaca beberapa Surah Al-Ankabut، Ar-Rum dan Ad-dukhan
  • Membaca seribu kali Surah Al-Qadr
  • Membaca doa-doa Jausyan Kabir, Makarimul Akhlaq dan Al-Iftitah
  • Mandi dipermulaan Malam dan mandi di akhirnya
  • Membaca doa: اَللَّهُمَّ امْدُدْ لِی فِی عُمُرِی وَ أَوْسِعْ لِی فِی رِزْقِی sampai akhir…
  • Membaca: اَللَّهُمَّ اجْعَلْ فِیمَا تَقْضِی وَ فِیمَا تُقَدِّرُ مِنَ الْأَمْرِ الْمَحْتُومِ sampai akhir…
  • Membaca doa: یا بَاطِنا فِی ظُهُورِهِ وَ یا ظَاهِرا فِی بُطُونِهِ sampai akhir…
  • Membaca doa keselamatan Imam Zaman as.

 

Doa Ziarah Kubur

 

Doa Ziarah Kubur  

السَّلامُ عَلَی أَهْلِ الدِّیَارِ

assalaamu ‘alaa ahlid diyaar

Salam atas penghuni rumah-rumah ini

مِنَ الْمُؤْمِنِینَ وَ الْمُسْلِمِینَ

minal mu’miniina wal muslimiin

dari mukminin dan muslimin

أَنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ

antum lanaa farothun

kalian telah mendahului kami

وَ نَحْنُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِکُمْ لاحِقُونَ

wa nahnu insyaa’alloohu bikum laahiquun

dan insya Allah kami menyusul kalian

Diriwayatkan dari Imam Husain as untuk membaca doa ini saat ziarah kubur:

 

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الْأَرْوَاحِ الْفَانِیَهِ

alloohumma robba haadzihil arwaahil faaniyah

Ya Allah Tuhan ruh-ruh yang fana ini

وَ الْأَجْسَادِ الْبَالِیَهِ

wal ajsaadil baaliyah

dan jasad-jasad yang rapuh

وَ الْعِظَامِ النَّخِرَهِ

wal ‘idhoomin nakhiroh

tulang-tulang yang lebur

الَّتِي خَرَجَتْ مِنَ الدُّنْیَا

allatii khorojat minad dunyaa

yang telah keluar dari dunia

وَ هِيَ بِکَ مُؤْمِنَة

wa hiya bika mu’minah

dan ia mengimani-Mu

أَدْخِلْ عَلَیْهِمْ رَوْحا مِنْکَ

adkhil ‘alaihim rouham mink

hembuskan angin rahmat-Mu padanya

وَ سَلاما مِنِّي

wa salaaman minnii

dan sampaikan salamku

 

Dianjurkan oleh Imam Ali as untuk membaca doa di bawah ini saat ziarah kubur:

السَّلامُ عَلَی أَهْلِ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ

assalaamu ‘alaa ahli laa ilaaha illaallooh

Salam atas ahli la ilaha ilallah

مِنْ أَهْلِ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ

min ahli laa ilaaha illallooh

dari ahli la ilaha ilallah

یَا أَهْلَ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ

yaa ahla laa ilaaha illaallooh

wahai la ilaha ilallah

بِحَقِّ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ

bihaqqi laa ilaaha illallooh

demi hak la ilaha ilallah

کَیْفَ وَجَدْتُمْ قَوْلَ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ

kaifa wajadtum qoula laa ilaaha illallooh

bagaimana kalian mendapatkan perkataan la ilaha ilallah

مِنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ

mil laa ilaaha illallooh

dari la ilaha ilallah

یَا لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ

ya laa ilaaha illallooh

wahai la ilaha ilallah

بِحَقِّ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ

bihaqqi laa ilaaha illallooh

demi hak la ilaha ilallah

اغْفِرْ لِمَنْ قَالَ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ

ighfir liman qoola laa ilaaha illallooh

ampunilah yang mengucap la ilaha ilallah

وَ احْشُرْنَا فِي زُمْرَهِ مَنْ قَالَ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ

wahsyurna fii zumroti man qoola laa ilaaha illallooh

dan bangkitkan kami di barisan orang yang mengucap la ilaha ilallah

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ

muhammadur rosuulullooh

Muhammad utusan Allah

عَلِيٌّ وَلِيُّ اللَّهِ

‘aliyyuw waliyyullooh

Ali wali Allah

 

Sayid Ibnu Thawus dalam Misbah Al-Zair berkata: Jika engkau ingin menziarahi kubur mukmin, maka hendaknya dilakukan di hari Kamis, atau jika tidak maka hari apa saja. Dengan menghadap kiblat letakkan tanganmu di atas kubur dan ucapkan doa ini:

 

اللَّهُمَّ ارْحَمْ غُرْبَتَهُ

alloohummarham ghurbatah

Ya Allah kasihani kesepiannya

وَ صِلْ وَحْدَتَهُ

wa shil wahdatah

obati kesendiriannya

وَ آنِسْ وَحْشَتَهُ

wa aanis wahsyatah

tenangkan ketakutannya

وَ آمِنْ رَوْعَتَهُ

wa aamin rou’atah

berilah rasa aman

وَ أَسْکِنْ إِلَیْهِ مِنْ رَحْمَتِکَ

waskin ilahi mir rohmatik

tempatkan dia dalam rahmat-Mu

رَحْمَةً یَسْتَغْنِي بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاکَ

rohmatay yastaghnii bihaa ‘ar rohmati man siwaak

rahmat yang membuatnya tidak membutuhkan selain rahmat-Mu

وَ أَلْحِقْهُ بِمَنْ کَانَ یَتَوَلّاهُ

wa alhiqhu biman kaana yatawallaah

gabungkan ia dengan orang yang dicintainya

 

Setelah itu bacalah surah Al-Qadr sebanyak 7 kali. Begitu juga bacalah surah Al-Fathihah, surah Al-Falaq, surah An-Naas, surah Tauhid dan Ayat Kursi sebanyak 3 kali.

Diriwayatkan juga dari Imam Shadiq as sebuah doa untuk ahli kubur:

اللَّهُمَّ جَافِ الْأَرْضَ عَنْ جُنُوبِهِمْ

alloohumma jaafil ardho ‘an junuubihim

Ya Allah ringankan himpitan kuburnya

وَ صَاعِدْ إِلَیْکَ أَرْوَاحَهُمْ

wa shoo’id ilaika arwaahahum

angkat arwah mereka kepada-Mu

A N D I, [28.12.20 19:47]
وَ لَقِّهِمْ مِنْکَ رِضْوَانا

wa laqqihim minka ridhwaana

ridhailah mereka

وَ أَسْکِنْ إِلَیْهِمْ مِنْ رَحْمَتِکَ

wa askin ilaihim mir rohmatik

tempatkan mereka pada rahma-Mu

مَا تَصِلُ بِهِ وَحْدَتَهُمْ

maa tashilu bihi wahdatahum

sehingga rasa kesepiannya terobati

وَ تُونِسُ بِهِ وَحْشَتَهُمْ

wa tuunisu bihi wahsyatahum

rasa takutnya reda

إِنَّکَ عَلَی کُلِّ شَيْ‏ءٍ قَدِیرٌ

innaka ‘alaa kulli syai’in qodiir

sungguh Engkau Maha Mampu