Jumat, 24 April 2026

Transformasi Guru di Era Digital: Pelatihan Batch ke-3 Pergunu Depok Dorong Pembelajaran Berbasis Eksplorasi dan Inovasi

Pelatihan Manajemen Pembelajaran Berbasis Digital Batch ke-3 kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan yang adaptif dan inovatif. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 22 April 2026 pukul 10.00–11.00 WIB ini diselenggarakan secara daring dan diikuti oleh puluhan guru dari berbagai daerah, tidak hanya dari Depok, tetapi juga dari Bogor.

Acara diawali dengan tawassul kepada para muassis Nahdlatul Ulama serta doa khusus bagi para guru sebagai penjaga tradisi keilmuan. Pembukaan disampaikan oleh Ketua Pergunu Kota Depok, Heru Hermanto, yang menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan sebagai ruang bertukar gagasan dan praktik baik di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang.

Pada sesi inti, narasumber Abdul Hakim—yang merupakan guru PAI di Global Islamic School Lazuardi Al Falah, Margonda Raya, Depok, serta aktif dalam MGMP PAI Kota Depok—mengangkat perspektif mendalam tentang peran guru sebagai pembelajar sepanjang hayat. Dalam pemaparannya, ia menegaskan pentingnya kesadaran internal guru untuk terus berkembang. “Guru tidak boleh berhenti belajar. Justru di era digital ini, guru harus menjadi subjek yang paling aktif dalam memperbarui pengetahuan dan keterampilannya. Jika guru berhenti belajar, maka proses pendidikan akan kehilangan ruhnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Abdul Hakim menyoroti urgensi kemampuan guru dalam menempatkan diri secara kontekstual dalam berbagai situasi pembelajaran. Ia menekankan bahwa fleksibilitas pedagogis menjadi kunci dalam menciptakan pembelajaran yang relevan dan bermakna. “Seorang guru harus mampu membaca situasi, memahami karakter siswa, dan memilih pendekatan yang tepat. Tidak semua kelas bisa diperlakukan sama, sehingga guru harus adaptif sekaligus kreatif dalam merancang pembelajaran,” ungkapnya, menegaskan pentingnya sensitivitas dalam praktik mengajar.

Sebagai bentuk implementasi konkret, Abdul Hakim membagikan praktik baik yang telah ia terapkan dalam pembelajaran Islamic Studies (PAI) dengan memanfaatkan platform Google Earth. Ia menjelaskan bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk menghidupkan pembelajaran sejarah Islam secara visual dan interaktif. “Saya mengajak siswa tidak hanya membaca, tetapi juga menjelajah. Dengan Google Earth, siswa dapat melihat langsung jejak geografis peradaban Islam dan menganalisis masuknya Islam ke Nusantara melalui empat teori besar: Arab, Persia, Gujarat, dan Cina,” jelasnya.

Dalam skema pembelajaran tersebut, siswa didorong untuk melakukan analisis berbasis teks yang kemudian ditransformasikan ke dalam visualisasi digital. Proses ini dinilai mampu memperkuat keterampilan berpikir kritis sekaligus literasi digital siswa. “Pembelajaran harus memberi ruang eksplorasi dan konstruksi pengetahuan. Ketika siswa mampu menghubungkan antara teks, data, dan visualisasi digital, maka di situlah pembelajaran menjadi hidup dan bermakna,” tambahnya. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Pergunu Kabupaten Bogor, Asep Hariri, serta Muhammad Salman dari AGPAI Kota Depok. Antusiasme peserta tampak dalam sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis, mencerminkan tingginya kesadaran guru akan pentingnya inovasi dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini.