Minggu, 13 September 2026

Sebab "Komputer Tak Laku" / Penjualan Laptop Susah di Q2 2026 menurut CNBC Indonesia + data IDC:

1. Krisis Kelangkaan Chip Memori*
Ini biang kerok utamanya. 
Pasokan chip memori makin akut karena ledakan AI global. Akibatnya komponen internal laptop/PC jadi mahal banget. Vendor terpaksa naikin harga jual.

*2. Harga Naik, Volume Turun
Ada "ketidakselarasan antara unit dan pendapatan" kata IDC. 
Artinya: barang yang dikirim makin sedikit, tapi karena harganya dinaikin duluan, pendapatan vendor malah naik. 
Buat konsumen = laptop jadi makin mahal → orang nunda beli.

*3. Siklus Peremajaan Terganggu
Karena biaya komponen mahal terus, orang jadi males ganti laptop baru. Padahal banyak yang butuh fitur "on-device AI" tapi nggak sanggup bayar.

*4. Ketidakpastian Geopolitik + Ekonomi Suram
Kondisi makro ekonomi global lagi nggak bagus. Ditambah pusaran geopolitik. Ini bikin daya beli turun dan pasar hilir melambat.

*5. Penumpukan Stok High-End
Distributor alarm karena inventaris laptop kelas atas numpuk. Orang lebih milih tahan beli atau pilih spek pas-pasan.

*6. Konsolidasi Raksasa
Cuma Apple, Dell, Lenovo yang kuat nego pasokan chip karena punya skala ekonomi + divisi server & HP. 
Hasilnya: 
- *Turun*: Lenovo, HP, Dell 
- *Naik*: Cuma Apple +10.1% YoY dan Asus +0.2% YoY

*Proyeksi IDC:* Krisis chip ini belum kelar. Baru diprediksi melandai di awal 2028.

INFOGRAFIS:
*Kesimpulan:
Bukan karena orang nggak butuh komputer. Tapi karena 1. Chip mahal → 2. Harga laptop naik → 3. Daya beli turun → 4. Penjualan anjlok 4,9% YoY jadi 68,2 juta unit.

Makanya pedagang di Mal Ambassador/ITC bilang "jualan makin susah".