Ini biang kerok utamanya.
Pasokan chip memori makin akut karena ledakan AI global. Akibatnya komponen internal laptop/PC jadi mahal banget. Vendor terpaksa naikin harga jual.
*2. Harga Naik, Volume Turun
Ada "ketidakselarasan antara unit dan pendapatan" kata IDC.
Artinya: barang yang dikirim makin sedikit, tapi karena harganya dinaikin duluan, pendapatan vendor malah naik.
Buat konsumen = laptop jadi makin mahal → orang nunda beli.
*3. Siklus Peremajaan Terganggu
Karena biaya komponen mahal terus, orang jadi males ganti laptop baru. Padahal banyak yang butuh fitur "on-device AI" tapi nggak sanggup bayar.
*4. Ketidakpastian Geopolitik + Ekonomi Suram
Kondisi makro ekonomi global lagi nggak bagus. Ditambah pusaran geopolitik. Ini bikin daya beli turun dan pasar hilir melambat.
*5. Penumpukan Stok High-End
Distributor alarm karena inventaris laptop kelas atas numpuk. Orang lebih milih tahan beli atau pilih spek pas-pasan.
*6. Konsolidasi Raksasa
Cuma Apple, Dell, Lenovo yang kuat nego pasokan chip karena punya skala ekonomi + divisi server & HP.
Hasilnya:
- *Turun*: Lenovo, HP, Dell
- *Naik*: Cuma Apple +10.1% YoY dan Asus +0.2% YoY
*Proyeksi IDC:* Krisis chip ini belum kelar. Baru diprediksi melandai di awal 2028.
*Kesimpulan:
Bukan karena orang nggak butuh komputer. Tapi karena 1. Chip mahal → 2. Harga laptop naik → 3. Daya beli turun → 4. Penjualan anjlok 4,9% YoY jadi 68,2 juta unit.
Makanya pedagang di Mal Ambassador/ITC bilang "jualan makin susah".
RSS Feed
Twitter
September 13, 2026
santrikids