Depok, Kompassantri-online, Pimpinan Cabang (PC) Pergunu Kota Depok menggelar kegiatan Google Workspace Sesi 1 secara daring pada Rabu (8/4/2026) dengan mengangkat tema “Dasar-Dasar Google Workspace for Education”. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan guru dari berbagai perwakilan sekolah di Kota Depok sebagai upaya meningkatkan kompetensi digital tenaga pendidik di era transformasi pendidikan.
Acara dipandu oleh Iid Ahmad Dimyathi dari PAC Pergunu Kecamatan Beji yang juga bertindak sebagai moderator. Dalam sambutannya, Ketua PC Pergunu Kota Depok, Heru, menegaskan pentingnya adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan.
Ia menyampaikan, “Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong para guru untuk lebih memanfaatkan media digital dalam pembelajaran, beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta memperkuat kolaborasi antar sekolah dalam jejaring pendidikan yang lebih luas.”
Sebagai pemateri utama, Abdul Hakim, guru Islamic Studies (PAI) di Sekolah Islam Lazuardi Al Falah, memaparkan pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang terintegrasi dengan teknologi, khususnya melalui Google Workspace for Education. Abdul Hakim yang telah mengantongi sertifikasi Google Educator Level 1 dan Google Gemini ini menekankan adanya perubahan paradigma dalam dunia pendidikan.
“Dulu pendidikan lebih banyak berfokus pada hafalan dan metode pengajaran yang pasif. Namun hari ini, kita dituntut untuk berani bertransformasi ke arah digital, karena karakteristik peserta didik dan tantangan zaman sudah berubah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa terdapat empat faktor utama yang mendorong guru untuk beradaptasi, yaitu dinamika kurikulum dan keterampilan, karakter siswa sebagai digital native, tuntutan daya saing global, serta evolusi peran guru.
“Guru saat ini harus adaptif, kreatif, inovatif, dan melek digital agar tetap relevan dengan perkembangan zaman,” tambahnya.
Dalam pemaparannya, Abdul Hakim juga memperkenalkan berbagai fitur Google Workspace yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran. Ia memaparkan konsep Matriks Ekosistem Pembelajaran yang mencakup empat komponen utama, yaitu manajemen kelas, penyimpanan data, pembuatan materi, serta komunikasi dan penjadwalan.
“Google Classroom dapat menjadi pusat manajemen kelas yang memudahkan distribusi dan penilaian tugas secara terpusat. Sementara Google Drive berfungsi sebagai ‘brankas digital’ yang aman untuk menyimpan seluruh aset pembelajaran,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Google Docs, Sheets, dan Slides dapat digunakan sebagai ruang kerja kolaboratif tanpa batas ruang dan waktu. Adapun Google Meet, Gmail, dan Google Calendar menjadi sarana komunikasi serta pengelolaan jadwal yang terintegrasi secara real-time.
“Dengan ekosistem ini, pembelajaran tidak lagi terbatas ruang kelas. Guru dan siswa dapat berkolaborasi secara fleksibel dan produktif,” tegas Abdul Hakim.
Kegiatan ini berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang antusias dari para peserta. Pergunu Kota Depok berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun komunitas guru yang adaptif terhadap teknologi serta mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan relevan di era digital.
RSS Feed
Twitter
April 08, 2026
kompassantri