1. Budaya Takjil: "War" yang Mempersatukan
Takjil, yang secara harfiah berarti "menyegerakan", telah bergeser maknanya menjadi kudapan pembuka puasa. Fenomena "War Takjil" (berburu takjil) belakangan ini bahkan menjadi tren lintas agama yang mempererat toleransi.
Kolak: Primadona utama. Mulai dari kolak pisang, ubi, hingga biji salak dengan kuah santan dan gula merah yang hangat atau dingin.
Gorengan: Meski sederhana, bakwan (bala-bala), tempe mendoan, dan tahu isi adalah "kewajiban" di atas meja banyak orang Indonesia.
Es Kelapa & Es Buah: Penawar dahaga nomor satu setelah belasan jam menahan haus.
2. Kuliner Khas yang Muncul Setahun Sekali
Beberapa daerah di Indonesia memiliki kuliner yang hampir mustahil ditemukan di luar bulan Ramadhan:
Kicak (Yogyakarta): Terbuat dari ketan tumbuk, nangka, dan kelapa parut. Hanya ada di Pasar Sore Kauman saat Ramadhan.
Sate Susu (Bali): Sate dari puting susu sapi yang dibumbui rempah kuning, menjadi takjil favorit umat Muslim di Denpasar.
Bubur Samin (Solo): Bubur kaya rempah khas Banjar yang dibagikan gratis di Masjid Darussalam, Solo, menjadi simbol kebersamaan.
Sotong Pangkong (Pontianak): Cumi kering yang dipukul-pukul hingga pipih lalu dibakar, disajikan dengan sambal pedas manis.
3. Menu Sahur: Efisiensi dan Nutrisi
Jika berbuka adalah tentang perayaan, sahur lebih mengutamakan ketahanan. Tren kuliner sahur biasanya berkisar pada:
Masakan "One-Pot Meal": Sayur sop atau soto yang praktis namun menghangatkan perut di dini hari.
Kurma: Mengikuti sunnah Nabi SAW, kurma tetap menjadi primadona karena kandungan glukosanya yang memberikan energi instan.
Lauk Keringan: Kering tempe, abon, atau rendang sering jadi stok andalan karena tahan lama dan tidak merepotkan saat bangun tidur dalam kondisi mengantuk.
4. Pergeseran Tren: Dari Tradisional ke Viral
Di era digital, kuliner Ramadhan terus berevolusi. Selain menu tradisional, kita melihat munculnya:
Minuman Kekinian: Fruit jelly ball atau es coklat celup roti yang viral di media sosial sering menggeser posisi es cendol di pasar-pasar takjil.
Hampers Lebaran: Kuliner Ramadhan juga mencakup kue kering (Nastar, Kastengel, Putri Salju) yang kini dikemas estetik sebagai kiriman untuk kerabat.
5. Makna Filosofis di Balik Makanan
Kuliner Ramadhan bukan sekadar pemuas nafsu makan. Di balik semangkuk kolak atau sepiring kurma, ada makna syukur dan berbagi. Tradisi Ifthar (buka puasa bersama) dan pembagian takjil gratis di jalanan membuktikan bahwa makanan menjadi jembatan kebaikan antar sesama manusia.
Oleh. Alwi Sahlan Kompassantri.Online

Social Plugin