Materi Pengajaran Filsafat Ilmu

 


 Dr. Fattah Hanurawan

 (Presentasi pada Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang 7 April 2010)

 ===============================================================

 

 

 Pendahuluan

            Filsafat ilmu sebagai mata kuliah yang disajikan di lingkungan perguruan tinggi menuntut kearifan pengajar untuk memperhatikan urutan penyajian materi pengajaran. Urutan penyajian itu mulai dari tema-tema yang paling bersifat dasar dan bersifat umum sampai pada tema-tema yang paling bersifat terapan dan bersifat khusus.

Selain itu, pemilihan tema-tema materi pengajaran (terutama tema-tema terapan dan khusus) juga harus didasarkan pada kebutuhan-kebutuhan khusus suatu program studi. Dalam hal ini untuk Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, kebutuhan-kebutuhan khusus itu terkait dengan bidang ilmu pendidikan, bidang ilmu bahasa, bidang ilmu sastra, dan bidang ilmu seni.

 

 

Materi Pengajaran Filsafat Ilmu

Urutan materi untuk pengajaran filsafat ilmu dapat diuraikan sebagai berikut:

 

  1. Filsafat

Filsafat adalah disiplin yang mempelajari objek-objek kemanusiaan secara menyeluruh (komprehensif), merangkum, spekulatif rasional, dan mendalam sampai ke akarnya (radiks), sehingga diperoleh inti hakiki dari objek yang dipelajari. Dalam filsafat terdapat cabang-cabang utama filsafat, yaitu metafisika, epistemologi, aksiologi, dan logika.

 

  1. Epistemologi

Epistemologi adalah cabang filsafat yang membahas tentang hakekat pengetahuan manusia. Dalam pembahasan tentang hakekat pengetahuan tercakup di dalamnya perenungan-perenungan filsafati tentang susunan pengetahuan, asal mula pengetahuan, metode-metode pemerolehan pengetahuan, teori-teori kebenaran pengetahuan, dan aliran-aliran yang ada dalam epistemologi. Dua aliran utama dalam epistemologi adalah empirisme dan rasionalisme. Teori-teori kebenaran pengetahuan adalah korespondensi, koherensi, pragmatisme, dan kesepakatan.

 

  1. Filsafat ilmu

Filsafat ilmu adalah aktivitas-aktivitas perenungan-perenungan filsafati dalam upaya untuk memecahkan masalah-masalah yang timbul di sekitar hakekat ilmu, perkembangan ilmu dan penerapan ilmu. Penggolongan filsafat ilmu dapat dibagi menjadi filsafat ilmu umum dan filsafat ilmu khusus. Dua aliran utama dalam filsafat ilmu adalah aliran empirisme dan aliran rasionalisme. Ruang lingkup filsafat ilmu:

 

  • Masalah-masalah metafisika atau eksistensi realitas yang berhubungan dengan keberadaan ilmu.
  • Masalah-masalah epistemologis atau metode pencapaian pengetahuan yang berhubungan dengan ilmu.
  • Masalah-masalah etika atau moralitas yang berhubungan dengan aktivitas pencapaian ilmu dan penerapan ilmu dalam kehidupan masyarakat.
  • Masalah-masalah estetika atau keindahan yang berhubungan dengan ilmu.
  • Masalah-masalah logika atau pembentukan suatu kesimpulan ilmiah yang berhubungan dengan ilmu.
  1. Hakekat ilmu

Pengertian ilmu dapat dirujuk dalam konteks etimologi dan konseptual. Ilmu merupakan pengetahuan yang bersifat sistematik dan tidak dapat dipisahkan dari metode ilmiah sebagai tehnik untuk memperoleh pengetahuan ilmiah. Suatu jenis pengetahuan dapat diklasifikasikan sebagai pengetahuan ilmiah karena telah memenuhi beberapa syarat ilmiah tertentu, yaitu: memiliki dasar pembenaran, bersifat sistematik, dan memiliki sifat intersubjektifitas. Sejarah perkembangan filsafat dan ilmu juga dapat disajikan dalam bagian ini.

 

  1. Hakekat Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra, dan Seni

Pada bagian ini dilakukan kajian filsafat ilmu tentang hakekat ilmu pendidikan, ilmu bahasa, ilmu sastra, dan ilmu seni. Ini berarti dilakukan analisis suatu ilmu berdasar karakteristik atau syarat suatu ilmu. Selain itu, peserta belajar melakukan pembuktian tentang keberadaan ilmu mereka berdasar sudut tinjauan dasar metafisika, epistemologi, aksiologi, dan logika.

 

  1. Filsafat Ilmu tentang Metode Penelitian Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra, dan Seni

Pada bagian ini dilakukan kajian filsafat ilmu tentang metode penelitian dalam ilmu pendidikan, ilmu bahasa, ilmu sastra, dan ilmu seni. Pendekatan metode penelitian terdiri dari positivistis,   interpretif, maupun kritis. Dalam setiap pendekatan, baik itu positivistis,   interpretif, maupun kritis, terdapat batas-batas filsafat metodologis tertentu yang membedakan setiap pendekatan dari pendekatan yang lain. Pemilihan setiap pendekatan seyogyanya lebih pada kesesuaian pendekatan yang dipilih dengan masalah yang diteliti, tujuan penelitian yang ingin dicapai, dan kebutuhan-kebutuhan penelitian yang lain.

 

  1. Ilmu, Nilai, dan Kesejahteraan Manusia

Pada bagian ini dilakukan kajian filsafat ilmu, khususnya kajian etika, tentang hubungan ilmu, nilai, dan kesejahteraan manusia. Pertanyaan utama dalam bagian ini adalah: Apakah ilmu (eksplorasi ilmu dan penerapan ilmu) bebas nilai atau lekat nilai? Pertanyaan aksiologis ini kemudian memiliki implikasi terkait dengan kesejahteraan manusia.

 

  1. Revolusi Keilmuan dalam Perkembangan Teori

Teori adalah suatu pernyataan atau kesimpulan tentang suatu fenomena. Pada umumnya suatu teori memiliki kemampuan membuat deskripsi, penjelasan, kontrol, peramalan, rekayasa, dan pemecahan masalah terhadap suatu fenomena yang menjadi tujuan eksplorasi penelitian ilmiah. Berdasar asumsi bahwa struktur teori ilmiah berada dalam konteks fondasi yang bersifat probabilistik maka teori ilmiah akan selalu mengalami pergeseran seiring dengan perkembangan waktu.

 

 

 Penutup

 Urutan penyajian mata kuliah filsafat ilmu mulai dari tema-tema yang paling bersifat dasar dan bersifat umum sampai pada tema-tema yang paling bersifat terapan dan bersifat khusus. Pemilihan tema-tema materi pengajaran (terutama tema-tema terapan dan khusus) juga harus didasarkan pada kebutuhan-kebutuhan khusus suatu program studi. Dalam hal ini untuk Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, kebutuhan-kebutuhan khusus itu terkait dengan bidang ilmu pendidikan, bidang ilmu bahasa, bidang ilmu sastra, dan bidang ilmu seni. Urutan materi untuk pengajaran filsafat ilmu adalah: filsafat; epistemologi; filsafat ilmu; hakekat ilmu; hakekat ilmu pendidikan, bahasa, sastra, dan seni; filsafat ilmu tentang metode penelitian ilmu pendidikan, bahasa, sastra, dan seni; ilmu, nilai, dan kesejahteraan manusia; revolusi keilmuan dalam perkembangan teori.