Selasa, 13 Oktober 2026

Pendidikan Negara Lain Menyesuaikan Kebutuhan Zaman, Pendidikan Indonesia Menyesuaikan Siapa yang Lagi Berkuasa. Mantap Betul!

Kurikulum Ganti Tiap Ganti Menteri, Kebijakan Tambal Sulam Abadi: Selamat Datang di Pabrik Pengangguran Bernama Sistem Pendidikan Indonesia!
Kompassantri-online, Pernahkah kamu berpikir, untuk apa kita sekolah dan kuliah? Apakah tujuannya sekadar mencari nilai rapor yang bagus, atau dipersiapkan untuk menjadi sesuatu setelah lulus nanti?
Jika kita melihat peta pendidikan global, ternyata setiap negara memiliki arah dan tujuan utama yang berbeda dalam mendidik anak-anak mudanya. Mari kita bedah satu per satu dengan cara yang santai dan mudah dimengerti!

1. Amerika Serikat: Dicetak Menjadi Pengusaha (Entrepreneur)
Di negara adidaya ini, kampus-kampus terkenal seperti MIT, Harvard, dan Stanford tidak hanya mengajari mahasiswanya teori di dalam kelas. Mereka membekali mahasiswanya dengan program kewirausahaan.
 * Belajar membangun bisnis sudah diajarkan sejak bangku kuliah.
 * Didukung oleh jaringan investor (venture capital) dan inkubator bisnis, membuat para mahasiswa berani melakukan eksperimen bisnis.
 * Hasilnya? Sekitar 62% start-up atau perusahaan rintisan di dunia yang mendapat pendanaan besar, pendirinya berasal dari kampus-kampus di Amerika Serikat.

2. Singapura: Dicetak Menjadi Profesional yang Siap Kerja
Singapura punya fokus yang sangat jelas: melahirkan tenaga kerja profesional yang langsung terserap oleh industri. Melalui program seperti SkillsFuture Work-Study Degree, mahasiswa bisa kuliah sambil bekerja langsung di perusahaan.
 * Mahasiswa bekerja selama 12 bulan di perusahaan, mendapatkan uang saku, dan pengalaman kerjanya dihitung sebagai syarat kelulusan.
 * Hasilnya luar biasa: pada tahun 2025, sekitar 83,4% lulusan baru (fresh graduate) kampus negeri di Singapura sudah bekerja dalam waktu 6 bulan setelah lulus dengan penghasilan yang tinggi.

3. Jerman: Dicetak Menjadi Engineer (Ahli Teknik) yang Handal
Jerman terkenal sebagai rumah bagi raksasa industri otomotif dan mesin dunia seperti BMW, Mercedes-Benz, dan Bosch. Perusahaan-perusahaan ini tentu butuh banyak sekali engineer siap kerja.
 * Jerman menerapkan sistem pendidikan bernama Duales Studium, yaitu sistem di mana pelajar bisa kuliah sekaligus bekerja langsung di pabrik atau perusahaan.
 * Dari ribuan program studi yang ditawarkan, setengahnya adalah jurusan teknik.
 * Hebatnya lagi, sebagian besar lulusan kampus di Jerman sudah mengantongi pengalaman kerja nyata bahkan sebelum mereka resmi diwisuda.

4. China: Dicetak Menjadi Ahli Teknologi Masa Depan
Dulu, produk-produk buatan China sempat dipandang sebelah mata. Namun, mereka melakukan transformasi besar pada dunia pendidikannya. Kampus-kampus di China sangat cepat menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri modern.
 * Sepanjang tahun 2021–2025, China membuka 10.200 program studi baru dan menutup 12.200 prodi lama yang sudah ketinggalan jaman.
 * Mereka berfokus pada teknologi mutakhir, seperti menambah jurusan embodied intelligence (kecerdasan buatan untuk robot) dan ekonomi ketinggian rendah (drone untuk ekonomi).
 * Kini, China memimpin dunia dalam hal jumlah riset, terutama di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI).
Lalu, Bagaimana dengan Indonesia? 🤔
Setelah melihat arah negara-negara lain yang sangat terarah—ada yang jadi pengusaha, profesional, engineer, hingga ahli teknologi—lalu bagaimana dengan arah pendidikan Indonesia?
Sampai hari ini, setelah puluhan tahun merdeka, tantangan terbesar Indonesia masih berputar pada pemerataan pendidikan:
 * Masih Ada Anak yang Belum Sekolah: Berdasarkan data per April 2026, masih ada sekitar 3.966.858 anak di Indonesia yang tidak bisa bersekolah.
 * Fokus Jangka Panjang: Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 masih menempatkan tema "Pendidikan Berkualitas yang Merata" sebagai fokus utama. Artinya, PR besar kita masih seputar memastikan setiap anak di pelosok negeri bisa mendapat akses sekolah yang layak.
 * Pendidikan yang "Tambal Sulam": Seringkali arah kebijakan pendidikan di Indonesia ikut berganti-ganti seiring dengan pergantian pemerintahan yang berkuasa, sehingga arahnya terasa reaktif dan belum sepenuhnya fokus pada satu cetak biru industri masa depan yang ajek.
Pesan untuk Guru dan Siswa:
Melalui perbandingan ini, kita bisa memahami bahwa pendidikan bukan sekadar duduk di kelas mendengarkan guru dan menghafal pelajaran. Pendidikan adalah jembatan masa depan.
Sebagai guru, kita bisa mengajak para siswa berdiskusi di kelas: Jika kamu diberi kebebasan memilih, mau diarahkan ke mana kemampuanmu? Apakah ingin menjadi inovator teknologi seperti di China, profesional handal seperti di Singapura, engineer tangguh seperti di Jerman, atau pengusaha sukses seperti di Amerika?

Semoga kelak pendidikan di Indonesia bisa semakin merata, dan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk terbang menggapai cita-citanya! 🇮🇩✨

DAFTAR REFERENSI SUMBER DATA
 * Amerika Serikat (Sektor Pendidikan & Kewirausahaan)
   * PitchBook (2026): Data statistik mengenai persentase pendiri start-up global (global start-up founders) yang mendapatkan pendanaan dari Venture Capital (VC) dan berasal dari kampus-kampus di Amerika Serikat.
 * Singapura (Sektor Pendidikan Profesional & Ketenagakerjaan)
   * Ministry of Education (MOE) Singapore / Kemendikbud Singapura (2025): Laporan data terkait tingkat serapan lulusan baru (fresh graduates) kampus negeri Singapura di dunia kerja dalam waktu 6 bulan setelah kelulusan, serta program SkillsFuture Work-Study Degree.
 * Jerman (Sektor Pendidikan Vokasi & Industri)
   * Data Industri & Vokasi Jerman (2024): Statistik penawaran lowongan kerja sama industri untuk sistem pendidikan Duales Studium serta data komposisi program studi teknik di perguruan tinggi Jerman yang bermitra dengan raksasa industri seperti BMW, Mercedes-Benz, dan Bosch.
 * China (Sektor Pendidikan Teknologi & Riset Global)
   * Laporan Kebijakan Transformasi Kurikulum & Industri China (2021–2026): Data pembukaan serta penutupan program studi di kampus China (pembukaan 10.200 prodi baru dan penutupan 12.200 prodi lama), penambahan prodi mutakhir tahun 2026 seperti embodied intelligence dan low-altitude economy, serta data kepemimpinan riset AI global.
 * Indonesia (Data Pendidikan & Tantangan Pemerataan)
   * Data Statistik Pendidikan Indonesia per April 2026: Catatan jumlah anak yang tidak bersekolah di Indonesia (3.966.858 anak).
   * Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045: Dokumen resmi arah kebijakan pembangunan nasional yang mengusung tema fokus "Pendidikan Berkualitas yang Merata" serta tantangan kebijakan pendidikan yang bersifat reaktif dan jangka panjang.

Kurator: Awikid 

12 Personel Polres Metro Tangerang Kota Terima Penghargaan Kapolda atas Pengungkapan 25 Kg Sabu

Kompassantri, TANGERANG — Sebanyak 12 personel Satresnarkoba Polres Metro Tangerang Kota menerima piagam penghargaan dari Kapolda Metro Jaya atas keberhasilan mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu seberat 25 kilogram.

Penghargaan tersebut diserahkan Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar, S.I.K., S.H., dalam apel jam pimpinan di Lapangan Presisi Mako Polres Metro Tangerang Kota, Selasa (13/10/2026).

Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pimpinan Polri terhadap dedikasi, kerja keras, dan keberhasilan personel dalam memberantas peredaran narkotika. Para penerima penghargaan terdiri atas jajaran pimpinan dan anggota Satresnarkoba yang terlibat dalam pengungkapan kasus tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kapolres menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh personel yang menerima penghargaan. Ia menilai keberhasilan pengungkapan 25 kilogram sabu tersebut merupakan hasil kerja keras, profesionalisme, dan komitmen anggota dalam menjalankan tugas.

“Saya mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada rekan-rekan atas prestasi yang telah diraih. Penghargaan dari Kapolda Metro Jaya ini merupakan bentuk perhatian dan penghargaan pimpinan kepada anggota yang telah bekerja dengan baik serta memberikan hasil nyata,” ujar Herbin.

Menurutnya, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan atas prestasi yang telah dicapai, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan serta perlindungan kepada masyarakat.

Herbin berharap penghargaan itu dapat mendorong para penerima untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi. Ia juga mengajak seluruh personel Polres Metro Tangerang Kota menjadikan keberhasilan tersebut sebagai teladan dalam melaksanakan tugas, khususnya dalam memberantas peredaran narkotika.

“Prestasi ini harus menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus bekerja secara profesional, penuh integritas, dan memberikan kontribusi terbaik bagi institusi serta masyarakat,” katanya.

Pemberian penghargaan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Polres Metro Tangerang Kota dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba. Keberhasilan pengungkapan 25 kilogram sabu diharapkan dapat mempersempit ruang gerak jaringan peredaran narkotika dan melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Pengunaan Don't dan Don't Be

Senin, 12 Oktober 2026

Ubah Tab Android jadi Laptop Mini

Mengubah Tablet Android Menjadi Laptop Mini untuk Kerja: Ulasan Linux Tiny Container V4.2.2
Pernahkah Anda membayangkan tablet Android terjangkau dapat disulap menjadi sebuah laptop mini yang andal untuk dibawa bekerja ke mana saja? Melalui video dari channel YouTube Higrapik, dibagikan cara mengubah tablet Android—seperti Redmi Pad 2—menjadi layaknya PC mini dengan menginstal sistem operasi Linux di dalamnya menggunakan aplikasi Linux Tiny Container (sebelumnya dikenal sebagai Tiny Computer).
Pembaruan Menarik pada Linux Tiny Container Versi 4.2.2
Versi terbaru dari aplikasi ini membawa sejumlah peningkatan fitur yang sangat membantu produktivitas, di antaranya:
 * Dukungan USB dan SD Card: Sistem kini sudah mendukung pembacaan storage eksternal seperti harddisk dan flashdisk.
 * Fitur Cetak Langsung (Direct Print): Memungkinkan pengguna mencetak dokumen secara langsung dari aplikasi Office di dalam Linux ke aplikasi pencetak (printer) Android.
 * Pilihan Varian Bahasa: Tersedia varian bahasa Inggris (ditandai dengan akhiran -n) dan bahasa Mandarin (-zh). Pastikan memilih varian bahasa Inggris agar sistem operasi Linux tidak berbahasa Mandarin.
Langkah-Langkah Singkat Instalasi dan Konfigurasi
Bagi Anda yang ingin mencobanya, berikut adalah ringkasan tahapan yang perlu dilakukan:
 * Persiapan Perangkat Android:
   * Masuk ke Setelan > Tentang Tablet, lalu ketuk Versi OS sebanyak 7 kali hingga status Anda berubah menjadi developer (pengembang).
   * Masuk ke Setelan Tambahan > Opsi Pengembang, lalu aktifkan opsi Nonaktifkan batasan proses turunan (atau pengaturan serupa pada merek tablet lain).
 * Pengaturan Play Store:
   * Buka Play Store, pilih ikon akun di pojok kanan atas, lalu masuk ke Play Protect.
   * Nonaktifkan sementara fitur Pindahi aplikasi dengan Play Protect agar instalasi aplikasi luar berjalan lancar.
 * Mengunduh dan Menginstal Tiny Container:
   * Cari dan unduh aplikasi Tiny Container versi terbaru (v4.2.2) melalui halaman GitHub resmi (release carter/tiny container).
   * Pilih varian yang diinginkan (disarankan menggunakan XFCE dengan akhiran -n untuk bahasa Inggris).
   * Instal aplikasi tersebut seperti biasa di tablet Anda.
 * Optimasi Performa GPU:
   * Setelah aplikasi terbuka dan konfigurasi awal selesai, masuk ke menu pengaturan option di dalam aplikasi.
   * Aktifkan akselerasi grafis sesuai chipset tablet Anda (misalnya Far GL Acceleration untuk MediaTek/Exynos atau Adreno GPU untuk Snapdragon). Tutup dan buka kembali aplikasi agar perubahan performa grafis aktif.
Pengalaman Penggunaan untuk Produktivitas
Setelah sistem Linux berjalan dengan lancar dan akselerasi GPU diaktifkan, tablet Android Anda dapat difungsikan layaknya komputer mini:
 * Office & Dokumen: Anda dapat menginstal Only Office melalui menu software management untuk menikmati aplikasi perkantoran yang sangat mirip dengan Microsoft Office (mendukung Word, PPT, dan Excel).
 * Browsing & Desain: Dengan menginstal Google Chrome versi desktop, Anda bisa membuka layanan berbasis web seperti Canva dalam beberapa tab sekaligus, memudahkan proses drag-and-drop atau copy-paste antar-proyek layaknya di PC.
 * Pemrograman: Tersedia pula dukungan untuk menginstal VS Code guna keperluan penulisan kode atau pengembangan perangkat lunak.

REFERENSI
 * Sumber Video & Gambar: Channel YouTube Higrapik — "Ubah Tab Android Jadi Laptop Mini Yang Enak Dibawa Kerja Kemana Mana, Support Office Terbaru 202…" (Device: Redmi Pad 2, Spesifikasi: Helio G100, RAM/Internal 4/128GB).

Source: