Senin, 27 April 2026

Rahayu Suwarno dan Arief Zohiril Fikri Terpilih Sebagai Mermaid & Merman Indonesia 2026

Kompassantri-online, Jakarta- Kemegahan Grand Final Mermaid & Merman Indonesia 2026 tersaji di Balai Kartini, Jakarta, Minggu (26/4/2026). 

Ajang ini digelar melalui kerja sama Yayasan EL JOHN Indonesia, EL JOHN Pageant, dan Marine Action Expo (MAX) yang mengusung konsep pageant berbasis mermaiding.

Sebanyak 19 finalis tampil dengan kemampuan terbaik mereka. Penilaian dilakukan oleh lima dewan juri dari berbagai latar belakang, mulai dari pemerintah hingga dunia pageant dan pemerhati lingkungan, dengan mempertimbangkan penampilan, keterampilan, serta pengetahuan peserta.

Pada tahap akhir kompetisi, para finalis menjalani sesi tanya jawab yang menjadi penentu. Pertanyaan yang diajukan dewan juri berfokus pada pariwisata bahari, konservasi laut, serta perkembangan olahraga mermaiding. 

Seluruh peserta mampu menjawab dengan baik, namun dewan juri harus memilih yang terbaik
Akhirnya nama Rahayu Suwarno diumumkan sebagai peraih gelar Mermaid Indonesia 2026, sementara Arief Zohiril Fikri dinobatkan sebagai Merman Indonesia 2026. 

Selain itu, Marelle Lily M Kartodirdjo terpilih sebagai Mermaid Indonesia Teen 2026, dan Vittoria Gea menyabet gelar Mermaid Indonesia Kid 2026. 

Ketua Umum Yayasan EL JOHN Indonesia M. Johnnie Sugiarto memberikan apresiasi kepada seluruh finalis Mermaid & Merman Indonesia 2026. 

Menurutnya, perjalanan hingga ke babak final merupakan pencapaian yang patut dibanggakan.

"Bagi saya, semua finalis Mermaid & Merman Indonesia 2026 adalah pemenang. Mereka telah melalui proses panjang dan menunjukkan dedikasi yang luar biasa,” ujar Johnnie 

Johnnie berharap para finalis tidak hanya berhenti pada ajang kompetisi, tetapi juga mampu mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan dan budaya Indonesia. 

Menurutnya, kepedulian terhadap sungai, laut, serta warisan budaya menjadi bagian penting dari tanggung jawab generasi muda.

"Kami berharap seluruh finalis dapat berperan aktif dalam menjaga sungai, melestarikan laut, serta mempertahankan budaya Indonesia,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa peran tersebut diharapkan dapat membawa Indonesia semakin dikenal di kancah internasional, khususnya dalam sektor pariwisata bahari.

"Dengan begitu, Indonesia bisa lebih dikenal di panggung dunia. Semakin banyak wisatawan mancanegara yang datang untuk menikmati keindahan bawah laut Indonesia,” tutupnya.

Apresiasi kepada finalis juga disampaikan Founder Marine Action Expo (MAX) Nunung Hasan. Penyelam senior ini, menyampaikan apresiasi kepada para finalis Mermaid & Merman Indonesia 2026 atas perjuangan mereka hingga mencapai tahap akhir kompetisi. 

Menurutnya, seluruh finalis yang berhasil tampil di Grand Final merupakan individu terpilih yang telah melalui proses panjang dan kompetitif. Karena itu, mereka dinilai layak menjadi representasi generasi muda yang tidak hanya berbakat, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan laut.

"Saya percaya bahwa tidak mudah untuk melewati setiap tahapan hingga akhirnya menjadi finalis, apalagi meraih gelar juara dalam Mermaid & Merman Indonesia,” ujar Nunung.

Keberhasilan penyelenggaraan tahun ini semakin menegaskan posisi Mermaid & Merman Indonesia 2026 sebagai ajang pageant inovatif yang tidak hanya menonjolkan keindahan, tetapi juga membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.(dsp) Foto: El John Indomesia

BUKAN CUMA RUMAH, DUNIA DIGITAL JUGA MEMBENTUK ANAK SEJAK USIA DINI


Karya : Ziana Zanjabila Anwar, Seksi Bidang Dakwah PAC Fatayat NU Banjaranyar.

Kompassantri-online, Terkadang kita sudah merasa cukup menjaga anak didalam rumah dengan memberikan contoh yang baik, brbicara dengan lembut, mengajarkan mana hal yang baik dan tidak baik, apakah pernah terpikir itu semua sudah cukup untuk memberikan lingkungan rumah aman serta terarah dan anak akan tumbuh sesuai dengan apa yang sudah kita bayangkan?.
Tapi hari ini, lingkungan anak tidak sampai dilingkungan rumah atau sekolah saja, kita mungkin tidak menyadari adanya lingkungan baru yang ikut hadir seiring berjalannya zaman -layar kecil yang selalu menemani anak-anak disetiap waktunya. Dari situlah anak melihat banyak hal, mendengar banyak suara, dan pelan-pelan akan ikut mengambil peran untuk ikut memberi pelajaran bagaimana dunia ini bekerja.
Ya, awalnya semua terlihat sepele. Anak diberikan layar ajaib agar tenang, agar tidak rewel, atau sekedar agar si ibu biasa tenang dengan dunia kerjanya yang hampir 24 jam. Tidak ada yang salah memang akan hal tersebut, bahkan itu bisa menjadi solusi yang instan ditengah-tengah hiruk pikuk yang super padat. Namun pelan tapi pasti, yang awalnya sesekali akan berubah menjadi satu kebiasaan yang selalu dilakukan.
Anak akan mulai terbiasa dengan tontonan tertentu, mengikuti cara bicara serta perilaku yang ada dalam video tersebut, menirukan ekspresi, bahkan akan ada hal yang sebenarnya sudah kita beri tahu itu salah tapi tetap dilakukan sehingga kita bingung semuanya terasa “ asing “ bagi kita karna di rumah itu semua tidak dicontohkan.
Sampai ditahap ini pernahkan ada sebersit dipikiran kita sebagai orang yang berperan dilingkungan rumah “ ini anak belajar dimana ya?” padahal sudah jelas dengan jawaban yang ada di depan matanya sendiri, padahal ini semua sesuatu yang tadinya dianggap “sesekali” itu. 
Anak pada usia emas memang sedang berada di fase meniru, mereka belum mempunyai kemampuan menyaring mana yang layak untuk diikuti dan mana yang tidak boleh diikuti. Anak usia emas berada di fase mana yang sering mereka lihat itu akan dianggap wajar, apa yang mereka dengar itu adalah yang mereka akan rekam.
Di zaman dulu mungkin saja dunia anak-anak itu terbatas hanya ada rumah dan sekolah saja, dimana orang tua serta guru adalah contoh yang baik untuk mereka tiru. Tapi di zaman sekarang ini layar ajaib itu mengambil peran bahkan tidak sedikit ruang yang mereka ambil tapi banyak ruang yang mereka kuasai.
Di dunia digital tidak selalu memberikan tuntunan yang seperti apa kita inginkan, tetapi marak sekali di zaman sekarang konten yang hanya dibuat menarik perhatian saja tanpa ada unsur untuk mendidik, suara yang dibuat berlebihan, ekspresi yang dibuat-buat, respon yang cepat serta instan itu membuat mereka akan mudah untuk menirukan. Akhirnya, anak akan mulai terbiasa dengan hal-hal yang serba cepat, hiburan yang hanya menarik serta respon yang tak perlu jeda. Sehingga ketika anak mulai kembali ke dunia nyata semuanya terasa membosankan, semuanya lambat tidak semenarik dunia layar ajaib.
Tetapi disinih peran orang dewasa terkadang tidak menyadari perubahan yang datang secara pelan-pelan, anak jadi lebih mudah bosan, lebih cepat kesal, sulit focus untuk waktu yang lama, bahkan anak akan menjadi lebih emosional ketika apa yang mereka bayangkan tidak terpenuhui atau apa yang mereka inginkan tidak terwujud.
Stop menyalahkan anak, ini bukan karna mereka berubah menjadi “anak yang bermasalah”, tapi karna satu kebiasaan yang muncul karna kata “sesekali” yang dibentuk oleh lingkungan rumah yang ingin anak anteng dengan memberikan dunia baru untuk anak-dunia layar ajaib. Perubahan ini tidak terlihat langsung membesar tapi ini dapat terlihat dari hal-hal kecil yang sering terulang di kesehariannya seperti nada suara, cara ia berbicara, dan emosi yang tidak setabil. Disisi lain kita ingin anak itu sesuai dengan apa yang kita harapkan, sesuai dengan apa yang kita ajarkan dirumah, sehingga akan terjadi jarak yang pelan-pelan akan melebar menjadikan si anak semakin menjauh dari unsur-unsur yang sering diterapkan dirumah.
Kalau dulu kita sering mendengar istilah “anak adalah cerminan lingkungannya”, maka diwaktu ini kita harus memperluas makna “lingkungan” itu sendiri. Lingkungan saat ini bukan hanya siapa yang ada didekat mereka tetapi juga apa yang mereka lihat di layar ajaib itu sendiri.
Apa layar ajaib harus dijauhkan dari anak? Tentu tidak, karna itu pun tidak realistis di zaman sekarang dimana dunia digital sudah menjadi kehidupan yang berdampingan sehingga anak akan bergesekan dengan dunia tersebut cepat atau lambat. Yang perlu disadari sekarang adalah bagaimana kita menyadari perannya, bahwa apa yang mereka tonton bukan hanya sekedar hiburan tapi tuntunan, setiap karakter yang merreka lihat membawa peran bagaimana si anak harus bersikap. Disinilah peran orang dewasa kembeli menjadi penting, bukan hanya sebagi pemberi aturan tetapi juga mengambil peran sebagai pendamping, bukan hanya membatasi waktu tetapi juga memperhatikan apa yang mereka lihat, bukan melarang tapi menjelaskan kenapa itu dilarang, bukan hanya mengambil gadget tetapi memberikan lingkungan yanglebih menarik dan interaktif. Karna di usia emas anak akan belajar bukan pada “katanya” tetapi “nyatanya”.
Dunia digital memang mengambil peran untuk membentuk karakter anak pada zaman ini tetapi bukan berarti kita kalah peran. Justru seharusnya di Tengah banyaknya pengaruh dari luar kehadiran orang dewasa yang sadar serta terlibat itu dirasa sangat penting . karna jika “anak adalah cerminan lingkungan” maka disaat ini “cermin” bukan soal tentang lingkungan rumah dan sekolah tetapi juga si layar ajaib tersebut. Dan pertanyaannya, sudahkah kita benar-benar tahu apa saja yang sedang membentuk mereka?. 

Sabtu, 25 April 2026

Groundbreaking Oakwood Sanur Bali: Penguatan Ekosistem Health And Wellness Living di Kawasan The Sanur

Bali, Kompassantri - PT Hotel Indonesia Natour (InJourney Hospitality) selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, yang dikenal sebagai The Sanur, terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi berkelanjutan guna memperkuat posisi kawasan sebagai *International Health & Wellness Destination*. Upaya ini diwujudkan melalui pengembangan ekosistem
terintegrasi yang didukung oleh kemitraan strategis dengan berbagai mitra global dan nasional.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, InJourney Hospitality menjalin kolaborasi dengan PT Jaya Bumi Kencana (JBK) yang ditandai dengan
pelaksanaan *groundbreaking* pembangunan *Oakwood Sanur Bali*. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan fasilitas hunian jangka panjang (longstay) dan serviced residence berstandar internasional di kawasan KEK Sanur yang melayani senior activities di dalam kawasan.

*Oakwood Sanur Bali* dikembangkan di atas lahan seluas ±8.500 m² sebagai satu-satunya hunian berstandar internasional dengan konsep health & wellness di Asia yang menghadirkan sekitar 227 unit hunian. Proyek ini menggandeng Oakwood, brand internasional yang merupakan bagian dari operator hospitality internasional terkemuka, *The Ascott Limited*, guna
memastikan standar layanan global yang berkualitas serta pengalaman
hunian yang unggul.

Berlokasi strategis di Tengah lanskap kawasan The Sanur, *Oakwood Sanur Bali* dirancang tidak sekadar sebagai hunian, melainkan sebagai residence yang mengintegrasikan kenyamanan, kesehatan, dan keberlanjutan. Mengusung konsep *Neovernacular Tropical Harmony*, desain arsitektur memadukan pendekatan tropis modern dengan nilai-nilai lokal Bali, menghadirkan ruang semi-outdoor yang optimal secara fungsi dan efisiensi energi, serta fasilitas yang mendukung senior living dan sekaligus memberikan pengalaman tinggal yang selaras dengan alam.

Pengembangan *Oakwood Sanur Bali* turut dilengkapi dengan berbagai fasilitas premium, antara lain, multifunction area, rooftop area, restoran, gym, serta fasilitas wellness yang dirancang untuk mendukung gaya hidup sehat dan aktif bagi penghuni. Proyek ini menawarkan fleksibilitas dalam pilihan menginap dengan menghadirkan 148 unit serviced apartment dan 79 unit residence, mulai dari studio hingga 2 Bedroom dan penthouse. Proyek ini ditargetkan selesai pada tahun 2028.

Kolaborasi dengan brand internasional seperti Oakwood, bagian dari *The Ascott Limited*, mencerminkan strategi PT Jaya Bumi Kencana dan InJourney Hospitality dalam menghadirkan best-in-class customer experience serta memperkuat kualitas layanan berstandar global di kawasan The Sanur.

Sebagai kawasan yang dirancang secara terintegrasi, The Sanur menghadirkan sinergi antara fasilitas kesehatan dan pariwisata kelas dunia.
Pengembangan ini diharapkan menjadi katalis dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya Bali, sekaligus menjadi solusi strategis untuk mengurangi jumlah masyarakat Indonesia yang memilih layanan kesehatan ke luar negeri.

*Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour, Christine Hutabarat*, menyampaikan bahwa hadirnya Oakwood Sanur Bali merupakan langkah konkret dalam mewujudkan visi The Sanur sebagai destinasi kesehatan kelas dunia.
“Pengembangan Oakwood Sanur Bali oleh PT Jaya Bumi Kencana merupakan bagian dari langkah strategis InJourney Hospitality dalam
membangun ekosistem health and wellness yang terintegrasi dan berkelas dunia di kawasan The Sanur. Hadirnya hunian longstay dan serviced residence berstandar internasional ini menjadi fondasi wellness living yang terintegrasi dengan layanan Kesehatan dan pariwisata.”

“Kami optimis kolaborasi PT Jaya Bumi Kencana dengan brand internasional seperti Oakwood, bagian dari The Ascott Limited, akan menghadirkan best-in-class customer experience melalui penerapan standar layanan global
yang unggul, memperkuat kualitas layanan di kawasan The Sanur,
mendorong integrasi antara hospitality, kesehatan, dan wellness” tambah Christine.

*Direktur Utama PT Jaya Bumi Kencana, Alex Widjaja*, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam menghadirkan satu-satunya hunian berkualitas tinggi yang terintegrasi dengan ekosistem kesehatan modern dan wellness di asia.

“Kolaborasi ini merupakan langkah strategis PT Jaya Bumi Kencana dalam menghadirkan hunian berkualitas tinggi yang terintegrasi secara menyeluruh dengan ekosistem kesehatan modern dan wellness di kawasan The Sanur. Kami melihat kebutuhan akan wellness living dan longstay residence berstandar internasional terus berkembang, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan kualitas hidup yang berkelanjutan. Melalui pengembangan *Oakwood Sanur Bali*, kami tidak hanya menghadirkan produk hunian premium, tetapi juga
menciptakan lingkungan hidup yang mendukung kesehatan, kenyamanan,
dan produktivitas, yang terintegrasi dengan fasilitas kesehatan kelas dunia di dalam kawasan. Kami meyakini fasilitas ini akan menjadi salah satu referensi utama di Asia dalam pengembangan hunian berbasis health and wellness, sekaligus memperkuat daya tarik The Sanur sebagai destinasi unggulan global.”

Sementara itu, *Philip Barnes, Country General Manager, The Ascott Limited-Indonesia*, menyampaikan “Melalui Oakwood, kami terus memperkuat posisi *The Ascott Limited* dalam menghadirkan pengalaman menginap berstandar internasional yang lebih dari sekadar tempat menginap, dengan mengusung konsep home and beyond, *Oakwood Sanur Bali* akan menghadirkan kenyamanan dan kehangatan layaknya rumah yang memberikan rasa familiar bagi para penghuni, sekaligus dilengkapi dengan layanan berkualitas yang konsisten serta fasilitas yang dirancang untuk mendukung kenyamanan dan produktivitas para tamu. Kehadiran *Oakwood Sanur Bali* juga menjadi bagian dari kontribusi kami dalam mendukung pengembangan ekosistem *health & wellness* di kawasan The Sanur. ”

Ke depan, kawasan The Sanur akan diperkuat oleh empat ikon akomodasi
premium, yaitu *Bali Beach Hotel-The Heritage Collection, The Meru Sanur, Premium Villa by SO/Sanur, Oakwood Sanur Bali*. Pengembangan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang InJourney Hospitality dalam menghadirkan portofolio akomodasi unggulan yang mampu bersaing di tingkat global.

“Kami optimis kolaborasi ini akan menjadi katalis dalam membangun
ekosistem health tourism yang inklusif dan berkelanjutan, meningkatkan daya saing global, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi *health and wellness* berkelas dunia” tutup Christine.(Alwi)

Lewat Polsanak, Polisi Kenalkan Keselamatan Berkendara Sejak Dini ke Anak TK

*Belajar Lalu Lintas Jadi Seru, Polisi Ajak Anak TK di Tangerang Tertib Sejak Kecil*

Tangerang - Suasana ceria terlihat di TK Ar Rizqi Sarakan, Sepatan, Kabupaten Tangerang, Jumat (24/4/2026) pagi. Sejumlah anggota Satuan Lalu Lintas Polres Metro Tangerang Kota hadir menyapa anak-anak dalam kegiatan Polisi Sahabat Anak (Polsanak).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi keselamatan berlalu lintas sejak usia dini. Dengan pendekatan yang santai dan menyenangkan, para petugas mengenalkan rambu-rambu lalu lintas, cara menyeberang jalan yang aman, hingga pentingnya tertib di jalan raya.

Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka diajak belajar sambil bermain, bernyanyi, hingga berinteraksi langsung dengan polisi, sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami.

Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Nopta Histaris Suzan, menyampaikan bahwa program Polsanak merupakan langkah preventif untuk membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini.

“Kami ingin menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas kepada anak-anak sejak usia dini. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang disiplin dan peduli terhadap keselamatan di jalan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Unit Kamsel Sat Lantas memberikan contoh langsung praktik sederhana keselamatan di jalan, seperti penggunaan helm dan etika sebagai pengguna jalan.

Selain memberikan edukasi, kehadiran polisi juga bertujuan membangun kedekatan emosional antara anak-anak dengan institusi Polri, sehingga tercipta rasa aman dan kepercayaan sejak usia dini.

Kegiatan Polsanak ini berjalan dengan lancar dan penuh kehangatan, sekaligus menjadi bagian dari komitmen Polres Metro Tangerang Kota dalam mewujudkan budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.(Alwi)