Selasa, 21 April 2026

Bless The Knights Rayakan 11 Tahun Perjalanan BermusikLewat Single "Il Grinta"

Jakarta, Kompassantri-online- Grup band metal progresif yang merupakan pelopor musik djent di Indonesia, Bless the Knights merayakan perjalanan 11 tahun mereka dengan merilis single terbaru berjudul "Il Grinta" pada Selasa, 21 April 2026.

Perilisan ini dilakukan secara spesial dalam acara bertajuk "Knights League", sebuah inisiatif yang mereka gagas sendiri sebagai bentuk selebrasi perjalanan panjang di industri musik.

Momentum ini semakin bermakna karena bertepatan dengan anniversary ke-11 Bless the Knights yang jatuh pada 7 April 2026. Dalam satu rangkaian acara, band ini tidak hanya merilis single, tetapi juga menghadirkan official music video “Il Grinta” sebagai simbol evolusi musikal mereka.

Lagu ini merepresentasikan determinasi, kerja keras, serta semangat pantang menyerah dalam mempertahankan eksistensi band di tengah dinamika industri musik.

"Secara musikal, kami ingin tetap agresif tapi lebih matang. ‘Il Grinta’ adalah evolusi sound Bless the Knights," ujar Cas Coldfire sang vokalis.

Seluruh rangkaian acara "Knights League" diinisiasi oleh mrfritzfaraday, gitaris sekaligus sosok di balik arah musikal dan visi kreatif Bless the Knights.

"Il Grinta adalah representasi dari mentalitas kami sejak awal—tidak pernah berhenti, tidak pernah mundur, apapun yang terjadi," ucap Firtz.

Dhika Dongeng yang mengisi vokal growl menambahkan bahwa lagu ini sangat personal, tentang bertahan di titik terendah dan tetap memilih untuk maju. Sedangkan bassis Soebroto Harry menekankan bahwa rilisan ini bukan sekadar karya baru, melainkan perayaan perjalanan panjang penuh perjuangan.

Di sisi lain, penabuh drum Kevin Sugito menyoroti energi solid yang dibawa lagu ini, mencerminkan semangat band yang lebih matang dan siap menghadapi fase baru.

"Energi di lagu ini benar-benar menggambarkan semangat kami hari ini—lebih solid, lebih lapar, dan lebih siap," katanya.

Perilisan single "Il Grinta" juga menandai kembalinya Bless the Knights bekerja sama dengan label Demajors, membuka babak baru kolaborasi di fase perjalanan mereka berikutnya.

Dengan semangat baru dan fondasi yang semakin kuat, Bless the Knights menegaskan bahwa perjalanan mereka masih jauh dari kata selesai—justru memasuki fase yang lebih tajam dan berbahaya.

Single "Il Grinta" milik Bless The Knights tersedia di seluruh platform digital streaming mulai 21 April 2026, bersamaan dengan peluncuran official music video dalam acara "Knights League".

Informasi lebih lengkap mengenai acara dan rilisan terbaru dapat diikuti melalui akun resmi Instagram @blesstheknights_official dan TikTok @blesstheknights. []

Hari Kartini 2026, Puan: Perempuan Bukan Objek Tapi Subjek Aktif yang Ikut Tentukan Perjalanan RI

Jakarta, Kompassantri-online, Ketua DPR RI Puan Maharani berbicara soal peran perempuan dalam peringatan Hari Kartini tahun 2026. Ia menegaskan, perempuan memiliki peran penting dalam menentukan perjalanan bangsa Indonesia. 

“Perempuan Indonesia sudah tidak perlu membuktikan bahwa mereka mampu. Pertanyaan hari ini bukan lagi ‘apakah’, melainkan ‘seberapa jauh’ dan ‘dengan sistem seperti apa’. Di sinilah momentum Hari Kartini menjadi relevan,” kata Puan, Selasa (21/4/2026).

Di momen Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April ini, Puan mengajak masyarakat untuk merefleksikan perjuangan para tokoh bangsa perempuan.
 
“Dengan perayaan Hari Kartini, kita mengenang perjuangan para perempuan-perempuan hebat dalam sejarah bangsa Indonesia, yang sejak dulu mereka sudah yakin bahwa perempuan adalah bagian tidak terpisahkan dalam usaha untuk memajukan bangsa,” tuturnya.
 
“Di Hari Kartini, kita menegaskan kembali bahwa perempuan bukanlah objek, tapi subjek aktif yang ikut menentukan cerita perjalanan Republik Indonesia,” imbuh Puan.

Mantan Menko PMK tersebut mengajak semua pihak untuk menegaskan kembali peran perempuan bagi kemajuan bangsa dan negara. Menurut Puan, menyertakan perempuan dalam proses pembangunan bukanlah sekedar kebijakan afirmatif. 

“Menyertakan perempuan merupakan kesadaran atas penghargaan harkat dan martabat manusia dan pilihan yang benar untuk menguatkan daya dari bangsa Indonesia itu sendiri,” tambahnya.
 
Lebih lanjut, Puan menyinggung mengenai perempuan yang memiliki kebutuhan dan pengalaman hidup berbeda dari laki-laki.
 
“Pengalaman hidup unik dari perempuan telah menempatkan kita seperti sinonim dengan istilah ‘Merawat Kehidupan’. Namun kita jangan sampai me-reduksi makna dari kata ‘merawat’ menjadi persoalan domestik semata yang seperti tidak memiliki hubungan dengan kemajuan bangsa,” papar Puan.

Dalam konteks perempuan merawat kehidupan Indonesia, kata Puan, maka sumbangsih dan kepemimpinan perempuan Indonesia dalam berbagai bidang sudah tidak perlu diragukan lagi.
 
“Apa yang kita perlu lakukan sekarang adalah kita harus bersama-sama memastikan bahwa keunikan pengalaman hidup perempuan akan terus dihadirkan dalam berbagai proses pengambilan keputusan yang akan menentukan perubahan-perubahan positif dalam perjalanan kemajuan bangsa ini,” terangnya.

Puan menilai, perempuan bukan hanya perlu duduk di ruangan pengambil keputusan. Ia menegaskan, perempuan juga harus ikut merancang ruangan itu sendiri.
 
“Perempuan harus ikut merancang ruangan-ruangan pengambilan keputusan untuk memastikan bahwa di dalam pembangunan Indonesia, perspektif perempuan yang jumlahnya sekitar setengah dari jumlah penduduk Indonesia harus dipertimbangkan,” jelas Puan.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu kemudian menyinggung mengenai perjuangan RA Kartini terdahulu. Berkat perjuangan RA Kartini, Puan menilai saat ini sudah banyak perempuan yang membawa perubahan.
 
“Kartini tidak menunggu sistemnya sempurna untuk mulai menulis. Ia menulis, dan sistemnya berubah. Perempuan-perempuan Indonesia hari ini tidak sedang menunggu. Mereka sudah memimpin, sudah merawat, sudah mengubah,” ungkapnya.
 
Puan menyatakan perempuan harus memastikan bahwa dalam pembangunan Indonesia, tidak ada yang ditinggal.

“Bahwa ketika kita maju maka kita maju bersama-sama. Bahwa ketika kita terbang maka kita terbang bersama-sama,” sebut Puan.

“Karena bangsa yang ingin terbang tinggi membutuhkan kedua sayapnya yaitu perempuan dan laki-laki untuk dapat bekerja penuh,” lanjut cucu Bung Karno itu.

Puan memandang, selama satu sayap belum diberi ruang untuk mengembang sepenuhnya, maka tidak akan pernah diketahui seberapa tinggi Indonesia sesungguhnya bisa terbang.

Untuk itu, Puan mengingatkan agar perempuan bisa menegaskan bahwa perempuan mampu merawat dengan penuh daya. Dengan begitu kehidupan dapat bergerak maju.

“Ketika perempuan memimpin dengan penuh ilmu dan kepekaan, maka perubahan menjadi tidak ter-elakkan dan Indonesia akan terbang setinggi-tingginya,” ujar Puan.

“Selamat memperingati Hari Kartini tahun 2026 untuk seluruh perempuan hebat Indonesia. Mari terbang tinggi untuk membawa Indonesia semakin lebih maju,” tutupnya.

"Pelan-Pelan Sembuh”, Single Perdana KINI & NANTI Ajak Berdamai dengan Proses Hidup

Jakarta - Kompassantri-Di tengah dunia yang bergerak cepat dan penuh perbandingan, duo musik Kini & Nanti hadir membawa pesan berbeda lewat single perdana mereka “Pelan-Pelan Sembuh”. Lagu ini dirilis sebagai ruang refleksi sekaligus penyemangat bagi pendengar yang merasa lelah dan kehilangan jati diri karena tekanan sosial.

Duo yang beranggotakan Sara Riesma sebagai vokalis dan Alit Sinyo sebagai music arranger sekaligus pencipta lagu ini lahir dari keyakinan sederhana: setiap manusia memiliki waktunya sendiri. 

“Pelan-Pelan Sembuh” bercerita tentang hal yang jarang dirayakan, yaitu menerima bahwa setiap orang punya tempo hidup berbeda. Lagu ini menjadi respons atas tuntutan zaman yang serba cepat, cepat sukses, cepat mapan, dan cepat bahagia.

“Kami ingin mengingatkan bahwa hidup bukan kompetisi timeline. Sembuh dan bahagia tidak harus dipercepat. Kadang kita bukan lambat, kita hanya sedang belajar,” ujar Kini & Nanti saat ditemui usai perilisan.

Secara musikal, lagu ini dikemas dengan aransemen hangat dan easy listening. Nuansa tenang yang menjadi ciri khas duo ini membuat “Pelan-Pelan Sembuh” terasa seperti percakapan dengan teman yang memahami tanpa menghakimi. Liriknya yang hangat mengajak pendengar untuk tetap berpikir positif dan terus berproses.

Kini & Nanti menyebut diri mereka sebagai emotional companion music, musik yang hadir menemani, bukan menggurui. Bagi mereka, musik bukan hanya untuk didengar, tetapi juga untuk dirasakan. 

“Bagi kami, lagu ini bukan sekadar rilisan perdana, tetapi juga fondasi dari perjalanan yang lebih panjang. Kami ingin membangun ruang yang dapat menjadi teman dalam berproses dalam kehidupan,” kata mereka.

Duo ini menghadirkan karya reflektif dengan pendekatan mindful. Musik mereka berbicara tentang proses hidup, hubungan, dan keberanian menerima diri sendiri.

Single “Pelan-Pelan Sembuh” kini sudah dapat didengarkan di seluruh Digital Streaming Platform.(Alwi)

Senin, 20 April 2026

Dr Nungki Kusumastuti Siap Jadi Narasumber Diskusi Ngobrol Santai Bareng Kartini Film Musik dan Seni 2026

Kompassantri-online, Nungki Kusumastuti lebih dikenal sebagai seorang penari tradisional khususnya Jawa dan bontang film dan Dosen Institut Kesenian Jakarta. Prestasinya segudang. Wajar saja kalau kemudian Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia yang berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan RI, Bank BNI 46 memintanya menjadi narasumber pada kegiatan Diskusi NGOBRAS: Ngobrol Santai Bareng Kartini Film, Musik dan Seni 2026 yang bakal di gelar di Auditorium Jusuf Ronodipuro LPP RRI Jakarta 28 April 2026.

"Saya senang bisa berbagi pengalaman lewat diskusi Ngobrol Santai Bareng Kartini Film, Musik dan Seni yang digagas teman-teman Wartawan yang tergabung di FORWAN." Ujar Nungki Kusumastuti ketika dihubungi via ponselnya Minggu (19/4/2026).

Apalagi kata wanita cantik yang menyandang gelar Dr. Dengan menyelesaikan pendidikan S1 Antroplogi Tari di Institut Kesenian Jakarta (IKJ), S2 Antroplogi Budaya di Universitas Indonesia dan S3 Ilmu Sejarah di Universitas Indonesia. Ia akan berdampingan dengan Direktur Perfilman, Musik dan Seni Kementerian Kebudayaan RI, Irini Dewi Wanti SS.M.SP, Ati Ganda, Koreografer senior yang sarat pengalaman dan Nucke Rahma SH, novelis dan penulis skenario film dan sinetron yang kaya akan pengalaman.

"Tentu diskusi Ngobrol Santai Bareng Kartini Film Musik dan Seni menjadi menarik, karena menghadirkan Narasumber wanita yang kompeten di bidangnya. Sehingga peserta diskusi bisa mendapatkan pencerahan dari narasumber," ujar Nungki Kusumastuti sembari tersenyum.

Kesibukan Nungki, ia sebagai Dosen di Fakultas Seni Pertunjukan IKJ sejak tahun 1987 s.d sekarang. Pada tahun 1992 bersama dengan beberapa tokoh tari di IKJ mendirikan Indonesian Dance Festival (IDF), sebuah festival tari kontemporer internasional yang bertahan sampai saat ini dan menjabat sebagai Direktur sejak tahun 2004-2008
Juga menulis Buku “Tari Indonesia dan Sejarahnya”

Selain itu juga pernah sebagai Dosen D3 Pariwisata Program Vokasi, UI untuk mata kuliah Keberagaman Seni Indonesia (2007-2012) dan Seni & Foklor (2013-2017). Ikut terlibat dalam Tim Perumus Strategi Kebudayaan pada tahun 2018 dan telah menulis buku “Belajar Seni Tari untuk Sekolah Dasar I–VI. Beberapa penghargaan telah diperolehnya, baik dalam bidang tari, film dan seni lainnya. (Humas.)