Sabtu, 04 April 2026

Harga Plastik di Indonesia Melokjak, Pelaku Usaha Kewalahan

Jakarta, Kompassantri-Kenaikan harga plastik di Indonesia akhir-akhir ini menjadi perhatian serius bagi banyak pelaku usaha. Hal ini disebabkan oleh lonjakan konflik antara Amerika, Israel, dan Iran yang berdampak pada kenaikan harga minyak dan gangguan rantai pasok global.

Menurut data dari Prima Plastindo, harga biji plastik seperti GPPS, HIPS, ABS, dan AS mengalami kenaikan signifikan, yaitu sekitar USD 50-150 per ton dalam waktu singkat. Kenaikan ini disebabkan oleh kenaikan harga minyak dan naphtha global, serta gangguan logistik di Selat Hormuz.

Dampaknya, biaya produksi industri plastik di Indonesia meningkat 8-15%, sehingga banyak pelaku usaha yang mengurangi kapasitas produksi dan menunda pengadaan bahan baku. Harga plastik polos yang biasa digunakan untuk kemasan makanan ringan juga melonjak dari Rp30 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram ¹ ².

"Kalau dulu kami bisa tunggu sampai akhir bulan untuk beli resin, sekarang kami harus beli mingguan. Takutnya harga naik terus," kata seorang Purchasing Manager Pabrik Elektronik di Bekasi.

Pelaku usaha disarankan untuk melakukan strategi pembelian yang lebih fleksibel, seperti membeli dalam volume kecil tapi cepat, serta mencari alternatif bahan baku yang lebih stabil. Selain itu, industri plastik juga perlu meningkatkan stok safety minimum dan melakukan negosiasi harga dengan supplier

Menurut pelaku pasar langsung, diantaranya pedagang plastik Nina salahsatunya yang ada di wilayah Cipayung, Jakarta Timur. Bahwa kenaikan harga plastik berada di kisaran 50 s/d 60 persen. 
Modal untuk pembelanjaan pun harus meningkat tajam. Kendati demikian, uang modal tersebut tidak bisa sepenuhnya memenuhi kuota untuk item pembelanjaan barang yang diperlukan. Selain itu, terjadi kelangkaan barang yang belum diketahui penyebabnya secara langsung. 
Teriakan pedagang di kalangan pengecer sangat keras. Sampai kapan ini harus berlangsung. Dilema terjadi di kalangan pedagang pengecer, apakah harus menaikkan harga atau menurunkan pemilihan kualitas barang/plastik kantong yang dijual.
Kiranya, pemerintah bisa lebih memperhatikan fenomena kenaikan harga plastik saat ini, dan langkah taktis apa yg harus dilakukan, agar UMKM bisa terus berkembang.(Alwi/Foto:Ratna K.)

Menteri Ekraf Terima Kunjungan Amsal Sitepu, Perkuat Mitigasi dan Perlindungan Pegiat Kreatif

KEMENTERIAN EKONOMI KREATIF/BADAN EKONOMI KREATIF

*Kementerian Ekraf Tegaskan Peran Penting Pegiat Ekraf Daerah saat Bertemu Amsal Sitepu

Kompassantri-online, Jakarta, 2 April 2026* – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus memperkuat upaya mitigasi dan perlindungan bagi pegiat ekonomi kreatif. Hal ini ditegaskan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, saat menerima kunjungan videografer asal Kabupaten Karo, Amsal Christy Sitepu, di Kantor Kementerian Ekraf, Kamis (2/4).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah Kementerian Ekraf untuk membuka ruang dialog sekaligus menyerap masukan dari pegiat ekonomi kreatif, guna memastikan kejadian proses hukum yang menimpa Amsal tidak terulang di masa mendatang.

Menteri Ekraf menegaskan bahwa masukan dari pegiat ekonomi kreatif merupakan elemen penting dalam memperkuat ekosistem sekaligus menghadirkan perlindungan yang lebih baik bagi para pegiat ekonomi kreatif.

“Kementerian Ekonomi Kreatif sedang menyusun pedoman yang akan kami sosialisasikan baik itu ke aparat penegak hukum, auditor, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, yang kaitannya nanti dengan jasa kreativitas, yang mungkin bisa menjadi acuan. Kami konsultasi juga dengan Kementerian Hukum. Apakah pedoman ini cukup di Kepmen (Keputusan Menteri) atau Permen (Peraturan Menteri) atau mungkin harus dimasukkan ke Peraturan Menteri Keuangan. Supaya daerah juga bisa memahami lebih jelas aturan main dalam memberikan pekerjaan kepada para pegiat ekonomi kreatif,” jelas Menteri Ekraf.

Kehadiran Amsal merupakan langkah Kementerian Ekraf dalam merespons pegiat ekonomi kreatif daerah. Mengingat, perkembangan industri kreatif Tanah Air tidak lepas dari peran mereka. Dengan begitu diharapkan penguatan ekosistem ekonomi kreatif di daerah terus melonjak hingga level internasional.

“Dan industri kreatif ini tidak hanya di kota-kota besar karena perkembangannya justru banyak di daerah-daerah. Tentu ini karena kehadiran kita semua. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, tapi kehadiran kementerian, pemerintah daerah, asosiasi, para tokoh dan pegiat ekonomi kreatif, bagaimana sama-sama kita terus memperkuat industri kreatif Indonesia bisa semakin berkembang,” ujar Menteri Ekraf.

Sementara itu, Amsal Sitepu mengapresiasi langkah Kementerian Ekraf yang membuka ruang diskusi bagi pegiat ekonomi kreatif. Menurutnya, ekonomi kreatif Indonesia tengah berkembang pesat sehingga apa yang dijalani diharapkan bukan menjadi kekhawatiran bagi semua pegiat ekonomi kreatif. Terlebih Kementerian Ekraf memiliki fasilitas informasi yang bisa dimanfaat untuk mereka.

“Saya juga mau bilang ke teman-teman pekerja ekonomi kreatif di seluruh Indonesia, kita harus lebih aktif, jangan hanya fokus pada karya, tapi juga melihat dan memanfaatkan layanan yang ada seperti di Kementerian Ekonomi Kreatif. Jangan lihat proses ini sebagai masalah, tapi sebagai evaluasi supaya ekonomi kreatif kita bisa berkembang. Saya yakin ini jadi momentum, ke depan anak-anak muda tidak akan takut lagi untuk berkarya,” ujar Amsal.

Sebelumnya, Amsal Sitepu merupakan pegiat ekonomi kreatif di Kabupaten Karo yang baru saja divonis bebas Pengadilan Negeri Medan dalam perkara pembuatan video profile desa di wilayah itu.

Kementerian Ekraf berkomitmen menghadirkan layanan publik yang transparan, akuntabel, dan responsif. Pegiat ekonomi kreatif dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakan sebagai langkah mitigasi terhadap potensi risiko yang dihadapi dalam praktik kerja kreatif.

Upaya ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih aman, kondusif, dan berkelanjutan bagi seluruh pelaku industri di Indonesia.

*Kiagoos Irvan Faisal*
*Kepala Biro Komunikasi*
*Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif*

Untuk informasi terkini terkait Kementerian Ekonomi Kreatif, 
kunjungi https://ekraf.go.id/news.

Ribuan peziarah mengikuti tradisi cium Tuan di kapel Tuan Ma Larantuka Flores Timur

Kompassantri-online, Larantuka, Kompassantri-Larantuka, Flores Timur, dikenal sebagai kota yang sangat kuat menjalani tradisi tua kekatolikan dengan devosi Katolik kepada Bunda Maria sebagai pusat iman. Salah satu tradisi yang paling sakral adalah nyembah Tuan Ma, yaitu patung Bunda Maria yang diyakini dapat menyembuhkan penyakit dan mengusir setan.

Tradisi ini dimulai sejak penemuan Patung Tuan Ma di Pantai Larantuka pada tahun 1510, yang diperkirakan terdampar di pantai akibat karamnya kapal milik Portugis. Patung tersebut kemudian disimpan di rumah pemujaan korke dan menjadi objek penghormatan bagi masyarakat setempat.

Setiap tahun, umat Katolik di Larantuka mengadakan prosesi Semana Santa, yang dimulai dari Minggu Palma hingga Minggu Paskah. Pada hari Jumat Agung, patung Tuan Ma diarak keliling kota, diikuti oleh ribuan umat yang berdoa dan bernyanyi.

Tradisi nyembah Tuan Ma ini tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga sebagai simbol kekuatan iman dan kesetiaan masyarakat Larantuka kepada Bunda Maria Foto : Emilia Riberu.

Kamis, 02 April 2026

Tumpang Tindih BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih: Masalah dan Solusi

Desa, sebagai unit terkecil pemerintahan, kini menanggung beban kelembagaan yang makin berat dengan adanya dua entitas ekonomi, yaitu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Keduanya memiliki tujuan mulia yang serupa, namun justru di situ letak problemnya.

*MASALAH UTAMA:
- Tumpang Tindih Fungsi_: BUMDes dan KDMP memiliki fungsi ekonomi yang sama, namun tanpa koordinasi yang jelas, sehingga menimbulkan kompetisi antarlembaga.
- Legitimasi Pembentukan_: Pembentukan KDMP menjadi syarat mutlak penyaluran Dana Desa, sehingga desa-desa terpaksa membentuk koperasi tanpa kesiapan kelembagaan dan sumber daya.
- Risiko Fragmentasi Ekonomi_: Kehadiran dua lembaga ekonomi formal dapat menimbulkan distorsi ekonomi mikro, seperti duplikasi biaya tetap dan crowding-out terhadap sektor swasta mikro.

*SOLUSI:
- _Regulasi Turunan_: Pemerintah perlu menerbitkan regulasi turunan yang memetakan diferensiasi fungsi antara BUMDes dan KDMP.
- Standar Kualitas Kelembagaan_ Semangat percepatan kuantitatif harus diimbangi dengan standar kualitas kelembagaan yang ketat.
- Perkuat BUMDes: Fokus mengembangkan BUMDes yang sudah ada, bukan membentuk lembaga baru.
-Prinsip Sukarela Koperasi: Kembalikan prinsip sukarela koperasi, bukan karena tekanan syarat administrasi. ¹ ²
Dengan demikian, perlu dilakukan evaluasi dan penyesuaian kebijakan untuk mengatasi masalah tumpang tindih BUMDes dan KDMP, serta memperkuat perekonomian desa.

Dubes Iran Bertemu Jokowi di Solo, Bahas Perang dan Hubungan Bilateral?!

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, melakukan kunjungan mendadak ke Solo, Jawa Tengah, dan bertemu dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), pada Rabu (1/4/2026). Pertemuan ini membahas situasi perang Iran dan memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Iran.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menyampaikan rasa simpati kepada rakyat Iran dan dukungan terhadap keteguhan Iran dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayahnya. Boroujerdi juga menyampaikan laporan komprehensif mengenai kondisi lapangan terkini, termasuk serangan terhadap kawasan sipil, infrastruktur vital, dan fasilitas ekonomi di Iran.

*Kunci Pertemuan:*

- *Dukungan Indonesia*: Jokowi menyampaikan dukungan terhadap Iran dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayahnya.
- *Kerja Sama Bilateral*: Kedua pihak menegaskan pentingnya melanjutkan dialog, memperkuat kerja sama bilateral, dan memperluas hubungan antar masyarakat kedua negara.
- *Perdamaian dan Stabilitas*: Jokowi berharap perdamaian, stabilitas, dan ketenangan segera kembali ke kawasan Timur Tengah.

Pertemuan ini menunjukkan komitmen Indonesia dan Iran dalam memperkuat hubungan bilateral dan menjaga stabilitas di kawasan. ¹

Tradisi Meyembah Patung Tuan Ma di Larantuka, Flores Timur: Sebuah Warisan Budaya yang Sakral


Kompassantri-online, Larantuka, Kompassantri-Larantuka, Flores Timur, dikenal sebagai kota yang sangat kuat menjalani tradisi tua kekatolikan dengan devosi Katolik kepada Bunda Maria sebagai pusat iman. Salah satu tradisi yang paling sakral adalah nyembah Tuan Ma, yaitu patung Bunda Maria yang diyakini dapat menyembuhkan penyakit dan mengusir setan.

Tradisi ini dimulai sejak penemuan Patung Tuan Ma di Pantai Larantuka pada tahun 1510, yang diperkirakan terdampar di pantai akibat karamnya kapal milik Portugis. Patung tersebut kemudian disimpan di rumah pemujaan korke dan menjadi objek penghormatan bagi masyarakat setempat.

Setiap tahun, umat Katolik di Larantuka mengadakan prosesi Semana Santa, yang dimulai dari Minggu Palma hingga Minggu Paskah. Pada hari Jumat Agung, patung Tuan Ma diarak keliling kota, diikuti oleh ribuan umat yang berdoa dan bernyanyi.

Tradisi nyembah Tuan Ma ini tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga sebagai simbol kekuatan iman dan kesetiaan masyarakat Larantuka kepada Bunda Maria Foto : Emilia Riberu.

Rabu, 01 April 2026

Menpar Tegaskan Komitmen Jaga Transparansi dan Perkuat Sinergi dengan Komisi VII DPR RI

Kompassantri, Jakarta, 1 April 2026* – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menegaskan komitmen Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam menjaga transparansi serta memperkuat sinergi dengan Komisi VII DPR RI.

“Kami berkomitmen untuk terus menjaga transparansi dan memperkuat sinergi ke depan,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI terkait tindak lanjut rencana kerja Kementerian Pariwisata tahun 2026 di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Dalam rapat tersebut, Menteri Pariwisata memaparkan berbagai capaian dan langkah strategis, mulai dari realisasi program unggulan, kontribusi dan manfaat program kerja, hingga dampak dinamika global, termasuk konflik di Timur Tengah terhadap sektor pariwisata Indonesia. Pemerintah juga telah menyiapkan penyesuaian strategi untuk memastikan sektor pariwisata tetap adaptif dan tangguh menghadapi tantangan global.

“Sebagai langkah mitigasi, kami telah menyiapkan penyesuaian strategi dengan fokus pada pergeseran target pasar. Implementasinya akan dilakukan secara bertahap, seiring perkembangan situasi geopolitik. Kami berharap kondisi global segera membaik,” kata Menteri Pariwisata.

Menanggapi paparan tersebut, Ketua Komisi VII DPR RI Saleh P. Daulay menyampaikan pihaknya memahami laporan realisasi anggaran serta dampak global terhadap pariwisata nasional. Namun demikian, Komisi VII DPR RI meminta Kementerian Pariwisata untuk menindaklanjuti berbagai rekomendasi yang telah disampaikan.

Rekomendasi tersebut antara lain mencakup peninjauan kembali struktur anggaran pada setiap unit kerja eselon I agar lebih proporsional, berimbang, dan tepat sasaran. Selain itu, Kementerian Pariwisata diminta menghitung secara cermat penyesuaian program mitigasi agar tidak menghambat pencapaian tujuan strategis sektor pariwisata nasional.

Komisi VII DPR RI juga mendorong optimalisasi pasar wisatawan Asia Tenggara sebagai prioritas, serta penguatan penataan kawasan Labuan Bajo melalui standardisasi dan sertifikasi usaha. Langkah ini dinilai penting untuk menjamin aspek konservasi, keselamatan, serta keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal.

Dukungan terhadap penguatan sektor MICE internasional juga menjadi perhatian, termasuk melalui koordinasi lintas kementerian/lembaga terkait kebijakan visa C10 dan C11. Selain itu, Komisi VII DPR RI menekankan pentingnya penguatan kebijakan bebas visa, optimalisasi peran polisi pariwisata, penegasan length of stay, serta percepatan implementasi kebijakan bebas sampah plastik di destinasi wisata.

Dalam aspek promosi, DPR mendorong penguatan strategi promosi digital dengan narasi yang menekankan keamanan dan kenyamanan wisatawan sebagai respons terhadap dinamika global.

Kementerian Pariwisata juga diminta mengarahkan program vokasi tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi pada hasil nyata berupa penciptaan lapangan kerja. Di sisi lain, pengembangan pariwisata regeneratif didorong sebagai kebijakan strategis yang menekankan restorasi lingkungan, mitigasi dampak, dan keseimbangan ekonomi masyarakat.

Menteri Pariwisata Widiyanti mengapresiasi berbagai masukan dari Komisi VII DPR RI sebagai bagian penting dalam penyempurnaan kebijakan dan program ke depan.

“Kami menyadari bahwa pengawasan dan dukungan dari Komisi VII sangat krusial dalam memastikan setiap program berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta pengembangan pariwisata Indonesia,” kata Menteri Pariwisata.

*Biro Komunikasi*
*Kementerian Pariwisata*
Klik, follow, dan subscribe website & medsos kami👇🏻
Website https://kemenpar.go.id/ Instagram @kemenpar.ri 
Twitter/X @KemenPariwisata 
Tiktok @kemenpariwisata
Facebook Kementerian Pariwisata RI Youtube Kementerian Pariwisata

Halal bihalal, Sebuah Tradisi Masyarakat Muslim di Indonesia


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), halal bihalal diartikan hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan yang biasa diadakan oleh sekelompok orang dalam sebuah tempat. Halal bihalal bisa juga diartikan  suatu tradisi berkumpulnya sekelompok orang Islam di Indonesia untuk saling memaafkan satu sama lain yang biasanya dilaksanakan pada bulan Syawwal saat atau setelah hari raya ‘Idul fitri. 
  
Halal bihalal merupakan kegiatan bermaaf-maafan disertai niat merajut tali silaturahmi dalam menghubungkan ikatan kasih sayang, cinta kasih, dan persaudaraan, agar terciptanya hubungan yang harmonis antar sesama. Terlebih melalui adanya tradisi ḥalal biḥalal, seorang manusia yang tidak luput dari kesalahan dapat memanfaatkan tradisi tersebut untuk saling bermaaf-maafan. 

Halal bihalal di Indonesia pertamakali dipelopori oleh K.H. Abdul Wahab Chasbullah, pada tahun 1948 yang saat itu menjadi Rais 'Aam PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), sebagai jalan keluar meredakan ketegangan politik antar tokoh bangsa. Istilah halal Bihalal ini di sarankan kepada presiden Soekarno agar sillaturahmi menjadi momen saling memaafkan. Akhirnya ketika ‘Idul fitri semua tokoh politik di undang oleh presiden Soekarno,  duduk bersama saling memaafkan, yang menandakan sebagai babak baru dalam merajut persatuan bangsa. 

Di dalam acara halal bihalal, bersalam-salaman merupakan aktivitas untuk menyambung dan mempererat tali persaudaraan sekaligus membebaskan semua kesalahan yang berhubungan dengan manusia. Disamping itu, ditinjau dari segi fiqih makna halal bihalal adalah menjadikan sikap yang tadinya haram atau berdosa, menjadi halal sebab saling ridho. Hal tersebut dapat tercapai bila dipenuhi syarat-syarat lainnya, yaitu, taubat, yang dibuktikan dengan menyesali perbuatan buruk yang sudah dilakukannya, untuk tidak diulangi lagi, dan meminta maaf terhadap sesama, atau orang yang disakiti.

Adapun manfaat dari halal bihalal itu sendiri adalah:
1) Menyebarkan rasa kebahagiaan dan menciptakan persatuan

Halal bihalal mengajak setiap orang untuk menyebarkan rasa kebahagiaan di hari idul fitri kepada orang-orang di sekitar, sehingga halal bihalal tidak hanya sekedar saling memaafkan saja, akan tetapi juga untuk menciptakan kondisi persatuan. Sehubungan hal tersebut, halal bihalal tidak hanya sekadar ritual keagamaan semata, namun lebih jauh,  halal bihalal juga merupakan tradisi kemanusiaan dan kebangsaan yang baik yang harus kita jaga.

2) Mempererat tali persaudaraan dan menghapus rasa benci, dendam dan iri hati
Halal bihalal dapat mempererat tali persaudaraan antar sesama muslim, sebab setiap halal bihalal kita akan bertemu dengan sesama muslim untuk saling memaafkan, saling mendoakan, agar hubungan terhadap sesama tersebut menjadi lebih baik dan lebih erat.

Terdapat hadits Rasulullah Saw, berkenaan anjuran untuk menyambung tali silaturahmi sebagai berikut:
مَنْ كَانَ يُؤْ مِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ 
Artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka sambunglah tali persaudaraan” (HR Bukhari).

Hadits tersebut menjelaskan kepada kita bahwa ciri keimanan kepada Allah dan hari Akhir adalah  menyambung tali persaudaraan yang dikembangkan dalam kehidupan, agar manusia selalu menjalin hubungan yang harmonis terhadap sesamanya.

Setelah saling memaafkan, dendam, benci, dan iri hati dalam diri, akan sirna dengan sendirinya yang dapat melegakan diri setiap orang. Dikarenakan, memaafkan segala kesalahan orang lain terhadap diri, baik yang disengaja maupun tidak disengaja dapat menghilangkan penyakit hati seperti, benci, dendam, iri dan dengki. Ketika hati sudah terbebas dari sifat yang demikian, maka yang akan hadir di dalam dirinya adalah sebuah ketenangan dan kedamaian batin.

Oleh : Dede Hafityudin, S.Th.I., M.Pd (Ketua Pergunu PAC Kecamatan Gunung putri, Kab. Bogor)

SMOOT JAZZ RELAX

 


  






sONG cOVER smOOTH jAZZ

The best of Sex Pistols

Indonesia Perkuat Ekspansi Produksi Iklan ke Asia Pasifik lewat ADFEST 2026

KEMENTERIAN EKONOMI KREATIF/BADAN EKONOMI KREATIF

Kementerian Ekraf Gaspol Ekspansi Global Produksi Iklan Indonesia di ADFEST 2026
Kompassantri-online, Jakarta, 31 Maret 2026* – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif memperkuat ekspansi global industri ekonomi kreatif melalui partisipasi pegiat produksi periklanan Indonesia dalam ajang Asia Pacific Advertising Festival (ADFEST) 2026 di Thailand. Langkah ini diarahkan untuk mendorong subsektor periklanan sebagai _the new engine of growth_ di tingkat internasional.

“Indonesia tidak boleh berhenti sebagai pasar. Kita harus masuk sebagai pemain utama dalam rantai produksi global, membawa proyek masuk, dan menciptakan kolaborasi nyata lintas negara,” ujar Deputi Bidang Kreativitas Media, Agustini Rahayu pada Selasa, 31 Maret 2026.

ADFEST sendiri berlangsung pada 19–21 Maret 2026 di Pattaya, Thailand. Partisipasi Indonesia pada acara ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Ekraf dengan Ikatan Rumah Produksi Iklan Indonesia (IRPII) melalui program IRPII x EKRAF Goes to ADFEST 2026. Keterlibatan ini difokuskan pada program Production Hut sebagai ruang untuk menampilkan portofolio sekaligus membuka akses interaksi dengan pelaku industri kreatif global.

Melalui _booth_ bersama, Indonesia menghadirkan karya film iklan komersial serta memperkenalkan layanan produksi kepada calon mitra internasional. Inisiatif ini memberikan gambaran konkret mengenai kesiapan rumah produksi nasional dalam menangani proyek berskala global.

Selama tiga hari pelaksanaan, delegasi yang terdiri dari tujuh rumah produksi iklan di bawah naungan IRPII memanfaatkan momentum ini untuk menjalin koneksi profesional dan mengeksplorasi peluang kolaborasi. Sejumlah pertemuan _business to business_ (B2B) dilakukan dengan perwakilan festival, media industri, dan perusahaan produksi internasional.

Keterlibatan pengunjung dari berbagai negara seperti Jepang, Korea Selatan, Thailand, Singapura, Australia, hingga Amerika Serikat mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap kapasitas produksi Indonesia. Hal ini sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas wilayah yang lebih luas.

Diskusi yang berlangsung mencakup penjajakan _production services_, potensi proyek internasional, hingga peluang eksposur melalui media dan festival global. Komunikasi lanjutan akan dilakukan untuk mengakselerasi peluang tersebut menjadi kerja sama yang lebih konkret.

Melalui partisipasi ini, Kementerian Ekraf mendorong peningkatan peran Indonesia dalam rantai produksi kreatif global, dengan fokus pada penciptaan nilai tambah, penguatan kapasitas industri, serta perluasan kontribusi pelaku nasional dalam proyek-proyek internasional.

*Kiagoos Irvan Faisal
*Kepala Biro Komunikasi
*Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Untuk informasi terkini terkait Kementerian Ekonomi Kreatif, 
kunjungi https://ekraf.go.id/news.

Indonesia Promosikan “Go Beyond Ordinary” di NATAS Travel Fair 2026 Singapura

Kompassantri-online, Jakarta, 1 April 2026* - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali memperkuat eksistensi pariwisata Indonesia di pasar internasional melalui partisipasi dalam NATAS Travel Fair 2026 yang diselenggarakan oleh National Association of Travel Agents Singapore (NATAS). 

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kemenpar, Dedi Ahmad Kurnia, di Jakarta, Rabu (1/4), menyampaikan bahwa Singapura merupakan pasar yang sangat strategis bagi pariwisata Indonesia.

“Singapura bukan hanya salah satu pasar utama, tetapi juga _travel hub_ yang sangat berpengaruh terhadap tren perjalanan _outbound_ di ASEAN. Keikutsertaan Indonesia dalam NATAS Travel Fair 2026 merupakan langkah strategis untuk memastikan Indonesia tetap menonjol, mudah dijangkau, dan relevan bagi wisatawan Singapura. Melalui tema ‘Go Beyond Ordinary’, kami menghadirkan Indonesia bukan sekadar destinasi, melainkan pengalaman bermakna yang selaras dengan perkembangan preferensi wisatawan,” kata Dedi.

Pameran pariwisata terbesar di Singapura tersebut berlangsung pada 27–29 Maret 2026 di Hall 4 dan 5, Singapore Expo.

Pada ajang ini, Paviliun Wonderful Indonesia hadir dengan luas 54 meter persegi dan mengusung tema “Go Beyond Ordinary”. Kemenpar menggandeng delapan pelaku industri pariwisata terkemuka, terdiri atas biro perjalanan dan hotel, untuk menawarkan paket wisata unggulan yang kompetitif.

Partisipasi ini menjadi langkah strategis untuk mengajak wisatawan Singapura melihat Indonesia tidak sekadar sebagai destinasi liburan, tetapi sebagai rangkaian pengalaman yang mendalam dan bermakna.

Sejumlah daya tarik utama ditampilkan dalam Paviliun Indonesia, antara lain pariwisata minat khusus yang mencakup wisata kuliner melalui Wonderful Indonesia Gourmet, kesehatan dan kebugaran melalui Wonderful Indonesia Wellness, wisata bahari, wastra, hingga wisata ramah Muslim.

Selain itu, Kemenpar juga mempromosikan destinasi prioritas dan konsep pariwisata regeneratif yang menekankan pelestarian lingkungan, termasuk pengenalan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas termasuk Labuan Bajo dan Mandalika.

Dalam mendukung transformasi digital, Kemenpar turut memperkenalkan teknologi Tourism 5.0 melalui MaiA (Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia), yaitu asisten perjalanan berbasis kecerdasan buatan yang memudahkan wisatawan dalam merencanakan perjalanan secara digital.

Momentum ini juga dimanfaatkan untuk mempromosikan sejumlah rute penerbangan langsung terbaru dari Singapura ke berbagai kota di Indonesia, antara lain ke Labuan Bajo sejak Desember 2025, Semarang dan Palembang sejak Januari 2026, Medan sejak Februari 2026, serta Tanjung Pandan yang dijadwalkan mulai Mei 2026.

Partisipasi Indonesia dalam NATAS Travel Fair 2026 diproyeksikan mampu mencatatkan potensi transaksi hingga 272.371,45 dolar AS atau sekitar Rp4,3 miliar, dengan estimasi tambahan kunjungan sebanyak 725 wisatawan mancanegara.

Kemenpar juga menargetkan kehadiran Indonesia dalam ajang tersebut mampu menjangkau lebih dari 100.000 pengunjung pameran, sekaligus meningkatkan belanja wisatawan mancanegara yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi kreatif di berbagai daerah.

Sebagai salah satu pusat lalu lintas udara dan perdagangan di kawasan Asia Pasifik, Singapura memiliki peran penting dalam memengaruhi pola perjalanan _outbound_ di ASEAN dan dunia. 

Kehadiran Indonesia dalam NATAS Travel Fair 2026 juga menegaskan langkah strategis untuk semakin mendekatkan Indonesia dengan wisatawan dan pelaku industri pariwisata Singapura, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi unggulan di kawasan.



*

Di Tengah Tekanan Global, Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026

Kompassantri, Jakarta, 1 April 2026  Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan rencana kerja Kementerian Pariwisata tahun 2026 dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI, yang dipimpin oleh Ketua Komisi VII DPR, Saleh P Daulay. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga kinerja sektor pariwisata tetap solid, meskipun menghadapi tantangan global yang dinamis.
Dalam paparannya, Menteri Pariwisata menjelaskan bahwa program prioritas Kemenpar tahun 2026 diarahkan pada penguatan pariwisata berkualitas yang aman, berkelanjutan, dan berdampak pada ekonomi masyarakat. Salah satu fokus utama adalah peningkatan keselamatan berwisata melalui pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi bagi pemandu wisata, penyusunan pedoman keselamatan destinasi, hingga pemetaan kawasan wisata rawan bencana. Selain itu, pemerintah juga memperkuat pengembangan lebih dari 6.200 desa wisata melalui pendampingan masyarakat, sertifikasi desa wisata, serta penguatan jejaring ekonomi lokal berbasis pariwisata.
Pariwisata berkualitas akan terus diperkuat dengan terus melanjutkan program Wonderful Indonesia Gastronomi, Wonderful Indonesia Wellness, Event by Indonesia dan pengembangan digitalisasi pariwisata Indonesia melalui program Torism 5.0 yang sudah dimulai sejak tahun 2025.
*Dinamika Global dan Pariwisata Indonesia*
Di tengah upaya penguatan program tersebut, sektor pariwisata global saat ini menghadapi dampak dari konflik di Timur Tengah. Penutupan wilayah udara Iran pada periode 28 Februari hingga 28 Maret 2026 menyebabkan gangguan penerbangan dari enam hub utama penerbangan internasional—Abu Dhabi, Doha, Dubai, Jeddah, Madinah, dan Muscat—yang berkontribusi pada pembatalan sekitar 770 penerbangan menuju Jakarta, Bali, dan Medan. Situasi ini diperkirakan menyebabkan potensi kehilangan sekitar 60 ribu kunjungan wisatawan mancanegara dengan potensi devisa yang tidak terealisasi mencapai sekitar Rp2,04 triliun.
“Dinamika geopolitik global tentu memberikan tekanan terhadap sektor pariwisata. Namun kami terus melakukan langkah-langkah mitigasi agar target kinerja pariwisata nasional tetap terjaga,” ujar Menteri Pariwisata.
Tekanan terhadap sektor pariwisata juga muncul dari kenaikan harga energi global. Harga minyak mentah dunia meningkat lebih dari 52 persen, dari sekitar 67 dolar AS per barel menjadi lebih dari 102 dolar AS per barel dalam kurun waktu satu bulan. Kondisi ini memicu kenaikan biaya transportasi melalui penerapan fuel surcharge oleh berbagai maskapai internasional serta peningkatan tarif moda transportasi lintas negara.
Menghadapi situasi tersebut, Kementerian Pariwisata telah menyiapkan sejumlah strategi mitigasi untuk menjaga pencapaian target 16–17,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2026. Strategi tersebut antara lain melakukan pivot pasar ke kawasan Asia Tenggara, Asia Timur, dan pasar medium-haul, memperkuat kampanye digital internasional, serta mengoptimalkan kerja sama dengan maskapai yang memiliki rute langsung ke Eropa dan Amerika. Pemerintah juga mendorong penyelenggaraan event lintas batas di kawasan perbatasan serta memperkuat promosi wisata nusantara guna menjaga tingkat hunian destinasi wisata di dalam negeri.
“Di tengah tekanan global, kita perlu bergerak lebih adaptif. Diversifikasi pasar, penguatan promosi, dan optimalisasi wisata nusantara menjadi kunci agar sektor pariwisata tetap menjadi penggerak ekonomi nasional,” jelas Menteri Pariwisata.
Lebih lanjut, Menteri Pariwisata menegaskan bahwa pencapaian target kinerja pariwisata nasional membutuhkan dukungan lintas kementerian dan lembaga. Pemerintah mendorong sejumlah langkah strategis seperti pemberian insentif penerbangan yang relevan, kebijakan bebas visa kunjungan, penambahan kapasitas kursi penerbangan, serta penguatan anggaran promosi pariwisata agar Indonesia tetap kompetitif di tengah persaingan global.
“Kami percaya bahwa dengan kolaborasi seluruh kementerian dan lembaga, serta dukungan DPR RI, sektor pariwisata Indonesia akan tetap tangguh dan mampu menjaga kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Menteri Pariwisata.
Dalam pandangannya Ketua Komisi VII, Saleh Daulay mengapresiasi strategi mitigasi yang disiapkan Kementerian Pariwisata dalam menghadapi perkembangan dinamika global. Di sisi lain Komisi VII meminta penguatan konektivitas dan pergerakan wisatawan nusantara di tengah situasi ketidakpastian global pada saat ini.
Sementara itu anggota Komisi VII dari Fraksi PDIP, Putra Nababan meminta Kementerian Pariwisata untuk mempelajari pola shifting akibat perubahan strategi ini, karena ada perbedaan behaviour antara wisatawan yang long haul (Eropa dan Amerika) dan medium haul (Asia Timur dan Asia Selatan) dan short haul (ASEAN).
Putra secara spesifik meminta pemerintah segera memberikan bebas visa terutama untuk wisatawan Tiongkok dan Australia agar shifting strategi Kementerian Pariwisata ini menjadi kebijakan nasional.
“Jangan ada ego sektoral lagi, kami mendukung Ibu Menteri harus memimpin pemberian bebas visa oleh pemerintah bagi wisatawan terutama Tiongkok dan Autralia”, kata Putra Nababan.
*Biro Komunikasi*
*Kementerian Pariwisata*
*Klik, follow, dan subscribe website & medsos kami👇🏻*
Website https://kemenpar.go.id/ 
Instagram @kemenpar.ri
Twitter/X @KemenPariwisata
Tiktok @kemenpariwisata
Facebook Kementerian Pariwisata RI 
Youtube Kementerian Pariwisata