Tradisi Ziarah Makam Saat Idul Fitri

Ratusan warga Jakarta Selatan melaksanakan tradisi ziarah kubur di Pemakaman Komplek TVRi, Kemandoran, Grogol Utara, Jakarta Selatan, Sabtu (21/3/2026), usai shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H. Mereka berziarah kubur untuk mendoakan keluarganya yang sudah meninggal dunia.

Tradisi ziarah kubur pada Hari Raya Idul Fitri merupakan kebiasaan yang umum dilakukan oleh umat Islam di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk mendoakan dan mengenang keluarga yang telah meninggal, serta memperkuat kesadaran akan kehidupan akhirat.

Dalam Islam, ziarah kubur diperbolehkan dan dianjurkan sebagai sarana mengingat kematian dan kehidupan akhirat. Rasulullah SAW bersabda, "Dulu aku melarang kalian berziarah kubur. Sekarang, berziarahlah, karena itu dapat mengingatkan kalian pada akhirat" ¹.

Selama berziarah, umat Islam dianjurkan membaca doa-doa tertentu, seperti salam kepada ahli kubur, istighfar, dan tahlil. Doa ziarah kubur juga dapat membantu melembutkan hati, mengurangi kecintaan berlebihan terhadap dunia, serta mendorong seseorang untuk lebih fokus pada kehidupan akhirat ².

Ziarah kubur pada Hari Raya Idul Fitri tidak diwajibkan, namun menjadi tradisi yang sarat makna bagi umat Islam di Indonesia. Dengan memahami makna dan tujuan ziarah kubur, diharapkan kegiatan ini dapat dilakukan dengan lebih khusyuk dan memberikan manfaat spiritual yang maksimal ³.