e-Mas (Eksekutif Masjid Mulya Makmur) yang dipimpin H. Agus Riadi menggandeng BSI untuk Masjid Berdaya dan Berdampak.
Acara dikemas dalam bentuk pelatihan Manajemen Masjid yang dilaksanakan di Masjid Jamie Nur Sa'adah yang berlokasi di Kampung Pintu Air, RT 03 RW 09 Kelurahan Pabuaran Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor.
Panitia menghadirkan Tokoh Muharrik Masjid Nasional yang saat ini di MUI Pusat Ketua Bidang Dakwah - Drs. KH. Abdul Manan Abdul Ghani, MM.
Kh. Manan berpesan kepada para Eksekutif Masjid untuk memakmurkan masjid sepenuh jiwa. Karena, hakekatnya, eksekutif masjid itu meneruskan perjuangan Nabi Ibrohim AS dan Nabi Ismail AS dalam mengurus Baitulloh.
Masjid-masjid yang ada di bumi adalah rumah Allah.
Masuk ke dalam Masjid, hakekatnya masuk ke RumahNya. Masuk ke rumahnya berarti terjaga keamanannya dan di MulyakanNya.
Hal senada juga disampaikan Dr. Kh. Aim Zaimuddin Lc, MA, Waketum MUI Kabupaten Bogor yang juga membantu H. Agus mensyiarkan pean para Eksekutif Masjid.
" Pengurus Masjid diharapkan benar-benar menjadi fasilitator dalam rangka mensucikan diri semua jamaah dan memberi rasa aman. Siapapun yang mengalami permasalahan hidup tempat yang paling tepat solusinya ada di rumah Allah tersebut, yakni Masjid" tegasnya kepada sahabatnya H. Agus yang juga menjadi Ketua Umum di Yayasan Masjid Jamie Nur Sa'adah didampingi tandemannya saat di LTMNU, H. Mukhlissani, SE sebagai Bendahara Umum membantu H. Sarnubih sebagai Ketua dewan pembina.
Panitia juga berterima kasih kepada mitranya, Bank BSI.
Hadir dalam kesempatan tersebut,dari BSI Pusat Bapak Heru Komarujaman.
Kang Heru yang alumni pondok pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon Jawa Barat dipertemukan dengan mentornya saat mondok Kh. Aim Zaimuddin (Kang Zaim) wasilah acara yang digagas Kang Agus, CEO e-Mas (Eksekutif Mulya Makmur).
H. Heru Komarujaman selaku Section Head Islamic Ecosystem di PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk yang menyampaikan bahwa masjid yang berdaya adalah masjid yang mampu menghadirkan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat di sekitarnya, tidak hanya berfungsi sebagai ruang ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat penguatan nilai, pelayanan umat, dan penggerak kebaikan bersama.
Kehadiran masjid yang ramah dan inklusif menjadikan setiap orang yang datang dipandang sebagai tamu Allah yang harus dimuliakan, sementara para pengurus masjid menempatkan diri sebagai khodimul rumah yang empati dan melayani jamaah dengan sepenuh hati. Dalam konteks tersebut, BSI hadir tidak hanya sebagai sahabat finansial, tetapi juga sebagai sahabat sosial dan sahabat spiritual, sekaligus menghadirkan kemudahan berinfak dan bersedekah secara cashless melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sehingga partisipasi masyarakat dalam amal kebajikan dapat dilakukan secara lebih mudah, transparan, dan berkelanjutan serta memberi dampak yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Dalam kesempatan tersebut, Tim BSI menyerahkan QRIS Masjid Jamie Nur Sa'adah, dan perlengkapan informasi tentang fasilitas masjid lainnya.
Agus juga memuji kegigihan perjuangan dan kesabaran tim BSI Citeureup 1 Kabupaten Bogor dibawah Kacab Pak Wahyu Hidayat dan asistennya Ibu Dita Pratiwi dkk.
Secara harokah beliau-beliau, menurut kami, patut diapreasi oleh pimpinannya. Secara riil usahanya terasakan manfaatnya bagi para eksekutif masjid dalam mensyiarkan dakwah Islam. Ini kerja-kerja yang berdampak jangka panjang, membangun brand image BSI yang melayani dengan ramah dan sabar dilandasi Syariah Islam.
Ada transfer value of changes yang dirasakan langsung membantu harokah para eksekutif masjid.(Pendekatan value of changes management process). Meskipun dalam pendekatan management by objectives (MBO) sebagai potret jangka pendek kontra prestasi (ROI= return on Investment) belum maksimal.
Yakinlah, memberi nilai manfaat bagi masyarakat lebih utama dibandingkan imbal hasil kontra prestasi bisnis semata berupa monetasi atau jumlah nasabah yang diraih dari prestasi donasi yang diberikan.
Bukankah Khoirun naas anfauhum lin naas. Manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya, representasi dari sifat Allah ar-Rhman dan misi dakwah Rosulallah SAW yang rahmatan lil 'alamin. Jadi tidaklah berlebihan jika kami katakan sekali lagi bahwa harokah beliau-beliau patut mendapat apresiasi dari pimpinannya" pungkas Agus kepada tim media.
Social Plugin