Tak Hanya Mengajar, Guru Lazuardi Al Falah Raih Sertifikasi Internasional di Bulan Ramadan

Guru adalah sosok pembelajar sepanjang hayat yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Di era digital saat ini, guru dituntut memiliki keterampilan pedagogik, literasi teknologi, kemampuan komunikasi, serta kreativitas dalam memanfaatkan platform digital sebagai media pembelajaran. Transformasi pendidikan berbasis teknologi meniscayakan guru untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan, inovatif, dan bermakna bagi peserta didik.
Semangat peningkatan kompetensi tersebut selaras dengan nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang rahmatan lil ‘alamin—menghadirkan kemaslahatan, keseimbangan, dan moderasi dalam setiap aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Dalam perspektif Aswaja, penguasaan teknologi bukan sekadar capaian akademik, melainkan ikhtiar untuk memperluas manfaat ilmu, memperkuat dakwah yang santun, serta membangun peradaban yang berkemajuan.
Komitmen itu tampak nyata di Lazuardi Al Falah yang berlokasi di Margonda, Depok. Memasuki pekan puasa Ramadan, para guru di lingkungan Lazuardi Al Falah justru semakin bersemangat mengisi hari-harinya dengan berbagai pelatihan peningkatan kapasitas. Setelah mengikuti beberapa batch pelatihan Google for Education, pada pekan ini para guru mengikuti ujian sertifikasi Google for Education Level 1, Level 2, Google Education for Innovation (trainer), serta sejumlah guru mengikuti ujian sertifikasi Google Gemini.

Kepala SMP Lazuardi Al Falah, Irma Nurul Fatimah, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. “Alhamdulillah target kami untuk para guru SD maupun SMP Lazuardi Al Falah semuanya hingga 100 persen lulus tenaga pendidikan bersertifikasi Google for Education maupun Gemini. Setelah mengikuti beberapa batch pelatihan, akhirnya masuk ke tahap ujian sesuai level masing-masing, dan akhir pekan ini sudah ada hasilnya. Baik staf maupun guru telah berhasil lulus bersertifikasi Google,” ujarnya.

Salah satu capaian membanggakan datang dari Abdul Hakim, Ketua Litbang Agama Lazuardi Al Falah yang juga Wakil Ketua Pergunu Kota Depok. Ia berhasil meraih Gemini Certification setelah mengikuti pelatihan intensif dan belajar secara mandiri. Pada Kamis, 26 Februari 2026, selepas salat zuhur, ia mendaftarkan diri mengikuti ujian sertifikasi tersebut. Dengan alokasi waktu dua jam, ia menyelesaikan ujian dan meraih nilai 92 persen jawaban benar.

“Setelah mengikuti pelatihan pekan lalu, saya berusaha terus belajar secara mandiri dan mendalami materi. Hari ini saya memberanikan diri mengikuti ujian Gemini Certification, dan alhamdulillah dinyatakan lulus dengan nilai 92 persen. Alhamdulillah, semoga ini menjadi bermanfaat dan menambah kompetensi dalam mengajar,” tutur Hakim.

Menurutnya, peningkatan literasi digital guru juga menjadi bagian dari implementasi nilai Ahlussunnah wal Jamaah. “Sebagai pendidik yang berpegang pada prinsip Aswaja, kita harus tawazun dan tawasuth dalam menyikapi perkembangan zaman. Teknologi harus kita kuasai agar dakwah dan pendidikan tetap relevan, namun tetap berlandaskan akhlakul karimah,” tambahnya.

Capaian serupa juga diraih Ustadz Iid Ahmad Dimyathi, guru tahfidz yang juga Wakil Sekretaris Pergunu Kota Depok. Dua hari sebelumnya, ia dinyatakan lulus sertifikasi Google for Education Level 2 setelah melalui proses pelatihan dan ujian yang ketat.

Keberhasilan para guru Lazuardi Al Falah ini menjadi bukti bahwa semangat belajar tidak mengenal waktu, bahkan di bulan Ramadan sekalipun. Integrasi kompetensi digital dengan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang rahmatan lil ‘alamin menjadi fondasi kuat dalam membangun pendidikan yang unggul dan berkarakter. Guru yang terus belajar dan menambah keterampilan akan melahirkan generasi cerdas, moderat, dan berakhlak mulia—sebuah kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan peradaban Indonesia yang lebih baik.