Rabu, 19 Agustus 2026

D’MASIV Umumkan "Asia Home Run": Tur 5 Negara Asia Ditutup di Jakarta, Rayakan 20 Tahun Berkarya

kompassantri, Setelah lebih dari dua dekade berkarya dan menjadi salah satu nama penting dalam perjalanan musik Indonesia, D’MASIV bersiap memasuki babak baru melalui D’MASIV Asia Home Run. Rangkaian ini akan membawa D’MASIV bertemu dengan fans, komunitas, dan audiens baru di lima negara, yaitu Taiwan, Hong Kong, Singapura, Malaysia, dan Indonesia, sebelum akhirnya kembali ke Jakarta sebagai kota penutup perjalanan.

Bagi D’MASIV, Asia Home Run bukan sekadar rangkaian konser, tetapi menjadi bagian dari perjalanan untuk terus berkembang sekaligus merayakan perjalanan panjang yang telah dilalui bersama para pendengar. Setiap kota menjadi kesempatan bagi D’MASIV untuk bertemu dengan audiens yang berbeda, memperkenalkan karya-karya mereka, serta membawa semangat baru menuju fase berikutnya.

Rian Ekky Pradipta (Rian), vokalis D’MASIV menyampaikan momen ini menjadi kesempatan untuk membuka babak baru. “Setelah lebih dari dua dekade bersama D’MASIV, kami melihat Asia Home Run sebagai kesempatan untuk membuka babak baru. Kami ingin membawa karya-karya yang sudah menemani perjalanan kami, sekaligus memperkenalkan warna dan semangat baru kepada teman-teman di Asia. Buat kami, perjalanan ini bukan hanya soal tampil di negara lain, tetapi juga tentang bertemu lebih banyak orang, berbagi musik, dan merayakan perjalanan ini bersama.”

Konsep “HOME RUN” sendiri merefleksikan perjalanan yang pada akhirnya membawa D’MASIV kembali pulang. Perjalanan tersebut akan dimulai dari berbagai kota di Asia dan ditutup di Jakarta, Indonesia, tempat perjalanan D’MASIV bermula. Setiap negara menjadi bagian dari cerita yang berbeda, sekaligus menjadi rangkaian menuju satu titik kepulangan.

Dari sisi promotor, Asia Home Run dirancang untuk memperluas kesempatan bagi fans di berbagai negara untuk menikmati karya D’MASIV secara langsung. Pemilihan kota dan venue juga mempertimbangkan karakter audiens serta ekosistem lokal di masing-masing pasar, dengan rangkaian yang mencakup Taipei di SUB LIVE, Hong Kong di TIDES, Kuala Lumpur di MEGASTAR ARENA, Singapura di Capitol Theatre, dan Jakarta di Tennis Indoor Senayan.

image.jpeg

Nagita Slavina, Direktur Utama Rans Entertainment sebagai Promotor D’MASIV Asia Home Run mengatakan tur ini menjadi bagian dari upaya RANS memperkenalkan IP Indonesia ke pasar internasional “Kami percaya dengan potensi dan kekuatan sebuah IP. Jadi, kita ingin experience entertainment yang kita bangun tidak berhenti di Indonesia, tapi bisa dinikmati juga oleh masyarakat di berbagai negara. Asia Home Run menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan D’MASIV sekaligus membawa Indonesia ke pasar yang lebih luas. Buat RANS, ini juga bagian dari perjalanan untuk go international dan mengembangkan bisnis lewat IP yang kita punya.”

Dari sisi musikal, Asia Home Run juga akan menghadirkan pendekatan yang lebih fresh. Tidak seluruh lagu D’MASIV akan dikemas ulang secara khusus, namun beberapa lagu akan mendapatkan sentuhan melalui peremajaan sound dan aransemen, dengan tetap mempertahankan karakter, identitas, serta elemen yang sudah melekat pada versi aslinya. Elaborasi dilakukan secara lebih halus sesuai karakter masing-masing lagu agar tetap familiar bagi fans lama, namun memberikan nuansa baru dalam pertunjukan.

Setlist dan aransemen juga akan dirancang sebagai satu kesatuan untuk membangun perjalanan konser dari awal hingga akhir. Pendekatan ini memungkinkan lagu-lagu lama yang memiliki nilai nostalgia untuk tetap berdampingan dengan karya-karya terbaru D’MASIV, sekaligus menciptakan jembatan antara perjalanan masa lalu dan New Era yang sedang mereka masuki.

Secara visual, Asia Home Run juga dikembangkan melalui kolaborasi dengan Kelas Pagi dan RUX. Kelas Pagi menerjemahkan perjalanan D’MASIV menuju babak baru ke dalam bahasa visual, termasuk melalui Key Visual (KV) yang menjadi representasi dari semangat perjalanan dan konsep “HOME RUN”.

Sementara itu, RUX akan menerjemahkan konsep tersebut melalui desain stage serta set artistik di seluruh area konser, baik indoor maupun outdoor. Pendekatan ini dirancang agar elemen visual tidak hanya hadir di atas panggung, tetapi juga membentuk kesatuan artistik di seluruh area konser dan tetap dapat diterapkan secara relevan di setiap negara.

Melalui Asia Home Run, D’MASIV ingin membawa perjalanan musik mereka lebih jauh, bertemu dengan lebih banyak fans dan komunitas, serta memperkenalkan karya dan identitas mereka kepada audiens yang lebih luas di Asia. Perjalanan tersebut pada akhirnya akan kembali ke Jakarta sebagai sebuah perayaan atas perjalanan panjang yang telah membawa D’MASIV hingga memasuki babak berikutnya.

Informasi mengenai jadwal konser, kategori dan harga tiket, serta periode penjualan untuk masing-masing negara akan diumumkan melalui kanal resmi D’MASIV Asia Home Run. Untuk informasi lengkap dan pembelian tiket, penggemar dapat mengakses website resmi Asia Home Run di dmasivtour.com. dan mengikuti pembaruan melalui kanal media sosial resmi D’MASIV dan Asia Home

Merayakan Warisan Rasa Indonesia dalam Ekspresi yang Paling Elegan


Kompassantri-online - Yogyakarta, Indonesia — Pada 17 Agustus 2026 , sebuah babak baru dalam perjalanan kuliner Indonesia resmi dimulai dengan hadirnya ROSO Restaurant Yogyakarta di Grand Hotel De Djokja. Lebih dari sekadar restoran, ROSO hadir sebagai sebuah destinasi gastronomi yang mengangkat kekayaan cita rasa Nusantara melalui pendekatan yang elegan, autentik, dan berkelas dunia.
 
Berlandaskan filosofi “The Finest Expression of Indonesian Taste,” ROSO menghadirkan pengalaman bersantap yang merayakan Indonesia bukan hanya melalui rasa, tetapi juga melalui cerita, budaya, tradisi, dan manusia di balik setiap hidangan. Setiap menu dirancang untuk membawa para tamu menjelajahi kepulauan Indonesia melalui bahasa yang paling universal: makanan.
 
Pembukaan ROSO Yogyakarta ditandai dengan sebuah Opening Dinner yang istimewa, sebuah perayaan yang tidak hanya menandai lahirnya restoran baru, tetapi juga menjadi simbol perjalanan sebuah gagasan yang pertama kali tumbuh di Bali dan kini menemukan rumah barunya di Yogyakarta.
 
Pada malam bersejarah tersebut, Chef Ketut Gede Arya Prima Udayana (Chef Prima) dan Chef Komang Kardana (Chef Kardana) dari ROSO Bali berkolaborasi bersama Chef Kolibin, Head Chef ROSO Yogyakarta, untuk menghadirkan sebuah pengalaman kuliner yang merepresentasikan semangat, filosofi, dan masa depan gastronomi Indonesia.
 
Kolaborasi ini menjadi simbol estafet nilai dan visi dari ROSO Bali kepada ROSO Yogyakarta, sebuah komitmen yang sama terhadap keaslian cita rasa, penghormatan terhadap budaya, dan standar pelayanan yang mengedepankan kehangatan khas Indonesia.
 
Di jantung perayaan tersebut, para tamu diajak menikmati Seven-Courses Journey, sebuah rangkaian tujuh hidangan yang disusun sebagai perjalanan rasa melintasi Nusantara. Setiap chapter menghadirkan interpretasi modern dari tradisi kuliner Indonesia, mempertemukan teknik gastronomi kontemporer dengan resep-resep yang telah diwariskan lintas generasi.
 
Perjalanan dimulai dengan sebuah penghormatan kepada salah satu bahan pangan paling ikonik di Indonesia: *Tempe* .
 
Melalui hidangan bertajuk “Tempe dalam Gegurit Rasa,” ROSO menghadirkan tempe dalam ekspresi yang sama sekali baru. Terdiri dari *Lemper Tempe, Tempe Coin, dan Tempe Cone* , sajian ini mengeksplorasi tekstur, aroma, dan rasa dengan pendekatan modern tanpa menghilangkan akar budayanya. Hasilnya adalah sebuah pengalaman yang mengubah cara pandang terhadap bahan pangan sederhana yang selama ini begitu dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.
 
Dari Jawa, perjalanan berlanjut ke Sumatera Utara melalui *Naniura* , salah satu warisan kuliner paling berharga dari masyarakat Batak. Menggunakan salmon premium yang diproses dengan lebih dari dua puluh jenis rempah Nusantara, hidangan ini menghadirkan rasa yang segar, kompleks, dan penuh karakter. Sebuah kesempatan langka untuk menikmati tradisi kuliner yang hingga kini masih erat kaitannya dengan upacara adat dan perayaan istimewa.
 
Dari Pulau Dewata, hadir *Lobster Base Genep* , interpretasi elegan dari bumbu legendaris Bali yang dipadukan dengan butter-poached lobster tail, basil segar, daun bawang bakar. Hidangan ini memperlihatkan bagaimana kekayaan rempah Bali dapat diterjemahkan ke dalam pengalaman fine dining yang modern dan berkelas.
 
Sementara itu, *Sampi Menyat-Nyat* menghadirkan karakter Bali yang lebih berani dan mendalam. US Prime Beef Short Ribs dimasak perlahan hingga mencapai kelembutan sempurna, dipadukan dengan nangka muda, biji-bijian lokal, serta sambal embe yang aromatik. Sebuah hidangan yang mencerminkan kehangatan, ketulusan, dan keramahan yang menjadi jiwa dari hospitality Indonesia.
 
Sebagai penghormatan kepada tanah tempat ROSO Yogyakarta berdiri, perjalanan ini juga menghadirkan *Manuk Nom* , hidangan yang terinspirasi dari tradisi kuliner Keraton Yogyakarta. Mengangkat cita rasa yang dahulu hadir dalam berbagai perjamuan kerajaan, hidangan ini menjadi jembatan antara keanggunan budaya keraton dan kehangatan masakan yang hidup di tengah masyarakat Yogyakarta hingga hari ini.
 
Namun lebih dari sekadar menu pembuka, Seven-Courses Journey merupakan representasi filosofi yang akan terus menjadi fondasi ROSO ke depannya.
 
 Setiap hidangan membawa cerita.
Setiap bahan memiliki asal-usul.
 
Dan setiap sajian menjadi media untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia melalui cara yang paling berkesan.
 
Menariknya, pengalaman yang diperkenalkan pada malam pembukaan ini tidak hanya hadir untuk satu malam saja. Para tamu nantinya dapat menikmati rangkaian menu kolaborasi tersebut sebagai bagian dari pengalaman bersantap di ROSO Yogyakarta, sekaligus menemukan inspirasi cita rasa yang juga hidup di ROSO Bali.
 
Hubungan antara kedua destinasi ini menghadirkan sesuatu yang unik dua interpretasi berbeda dari satu filosofi yang sama. Satu berakar di Bali, satu tumbuh di Yogyakarta, namun keduanya disatukan oleh penghormatan yang sama terhadap kekayaan kuliner Indonesia.
 
Menurut Andreas Kahl, General Manager Grand Hotel De Djokja, kehadiran ROSO merupakan bagian penting dari transformasi hotel menuju era baru sebagai destinasi heritage luxury terkemuka di Yogyakarta.
 
"ROSO adalah perwujudan dari apa yang ingin kami hadirkan di Grand Hotel De Djokja sebuah pengalaman yang berakar kuat pada budaya Indonesia namun disajikan dengan standar hospitality kelas dunia. Kami percaya bahwa warisan kuliner Indonesia memiliki kualitas dan kedalaman yang layak ditempatkan sejajar dengan destinasi gastronomi terbaik di dunia. Melalui ROSO, kami mengundang para tamu untuk merasakan Indonesia dengan cara yang lebih mendalam, personal, dan berkesan."
 
Sementara itu, Philip Walasary, Director of Food & Beverage sekaligus Executive Chef Grand Hotel De Djokja, menjelaskan bahwa menghadirkan kuliner Indonesia dalam sebuah presentasi yang elegan memerlukan lebih dari sekadar kemampuan memasak.
 
"Kuliner Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa. Rempah yang berlapis, aroma yang khas, dan bumbu yang begitu kuat menjadikan setiap hidangan memiliki karakter yang unik. Karena itu, para talenta kuliner di ROSO tidak dapat menyajikan hidangan secara sembarangan. Mereka harus memahami sejarah di balik setiap makanan, mengenali nilai budaya yang membentuknya, serta menemukan kembali cita rasa yang tepat, rasa yang membangkitkan kenangan masa kecil, kehangatan masakan warisan, dan kekhasan daerah yang tidak tergantikan.
 
 
Di ROSO, kami tidak berupaya mengubah identitas kuliner Indonesia. Sebaliknya, kami berusaha menghormati dan mengangkatnya melalui teknik, presentasi, dan pelayanan yang lebih modern, sehingga setiap tamu dapat merasakan kembali keaslian rasa Indonesia dalam bentuk yang elegan dan berkesan."
 
Bersama Grand Hotel De Djokja yang tengah memasuki babak baru sebagai ikon heritage luxury di Yogyakarta, ROSO memperkuat komitmen untuk menghadirkan pengalaman yang tidak hanya memanjakan indera, tetapi juga memperkaya pemahaman akan budaya Indonesia.
 
Karena pada akhirnya, ROSO hadir bukan hanya untuk melestarikan warisan kuliner Nusantara. ROSO hadir untuk membuatnya tetap hidup.
 
Untuk terus dirasakan, dirayakan, dan terus diceritakan kepada generasi yang akan datang.

Selasa, 18 Agustus 2026

DPR Tugaskan Anggota Dapil NTT Siaga Bantu Koordinasi Penanganan Gempa, Puan: NTT Tidak Sendirian

Kompassantri, Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan pihaknya menugaskan anggota DPR RI daerah pemilihan (Dapil) NTT untuk bersiaga membantu koordinasi mengenai penanganan pasca-gempa. Ia memastikan DPR terus mengawal proses penanganan gempa NTT.

“Kami juga menugaskan teman-teman anggota DPR dari dapil NTT untuk bisa terus berkoordinasi dan standby (siaga) di sana untuk melakukan hal-hal yang diperlukan dan berkomunikasi yang dibutuhkan,” kata Puan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Puan pun kembali menyampaikan dukacita bagi masyarakat NTT dan sekitarnya yang terdampak gempa.

“NTT tidak sendirian. DPR, Pemerintah, unsur-unsur masyarakat, partai politik, insyaallah semuanya bergotong royong untuk segera mempercepat proses atau mempercepat bantuan yang harus segera dilaksanakan di sana,” tuturnya.

Adapun DPR RI melalui Satgas Galapana DPR RI telah melakukan kunjungan ke NTT pada Minggu (16/8) kemarin. Dipimpin Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Satgas Galapana DPR meninjau dan memastikan efektivitas penanganan darurat pascagempa bumi di NTT secara satu komando bersama pemerintah dan BNPB.

Pimpinan dan sejumlah anggota anggota DPR RI pun dijadwalkan akan kembali mengunjungi NTT bersama menteri-menteri terkait, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk memberikan bantuan sekaligus meninjau untuk mendorong relokasi anggaran.

Menurut Puan, rombongan DPR juga sekaligus akan memberikan bantuan dari dewan.

“Kami juga sudah berkoordinasi, kami akan mengirimkan bantuan yang kemarin sudah dicek apa saja yang dibutuhkan,” jelas Puan.

“Setelah itu baru kita akan melakukan rapat koordinasi lagi dengan Pemerintah terkait dengan apa-apa yang kemudian dibutuhkan dalam proses tanggap darurat ini sehingga bisa dipercepat prosesnya,” pungkasnya.

Jumat, 14 Agustus 2026

Tiga Perusahaan yang Menopang Industri Chip Dunia: Mengapa Ekonomi Global Begitu Rentan? Alwi Sahlan


kompassantri-Bayangkan kalau suatu hari produksi chip canggih dunia tiba-tiba terganggu. Smartphone, laptop, mobil, server AI, data center, hingga berbagai sistem pertahanan modern bisa ikut terdampak.

Inilah yang membuat industri semikonduktor menjadi salah satu sektor paling strategis di dunia. Menariknya, rantai pasok chip global sangat terkonsentrasi pada sejumlah perusahaan dan negara.

Tiga nama yang paling sering menjadi sorotan adalah Nvidia, TSMC, dan ASML.

Nvidia: Sang Perancang Chip AI

Nvidia dikenal sebagai salah satu perusahaan paling penting dalam revolusi kecerdasan buatan. Namun, Nvidia sebenarnya bukan perusahaan manufaktur chip.

Bisnis utamanya adalah merancang chip, terutama GPU yang digunakan untuk AI dan komputasi berperforma tinggi. Produksi fisik chip tersebut dilakukan oleh perusahaan manufaktur semikonduktor seperti TSMC.

Dan Nvidia bukan satu-satunya perusahaan yang mampu merancang chip canggih. Apple, Google, AMD, dan sejumlah perusahaan lainnya juga memiliki kemampuan desain semikonduktor tingkat tinggi.

Namun, dominasi Nvidia di pasar akselerator AI membuat posisi perusahaan ini sangat strategis.

TSMC: Pabrik di Balik Banyak Chip Canggih

Di sinilah TSMC menjadi sangat penting.

TSMC merupakan perusahaan manufaktur semikonduktor asal Taiwan yang memproduksi chip untuk berbagai perusahaan teknologi. Model bisnisnya memungkinkan perusahaan seperti Nvidia merancang chip tanpa harus memiliki pabrik manufaktur sendiri.

TSMC juga menjadi pemain dominan dalam manufaktur semikonduktor dengan teknologi proses paling maju.

Karena itu, gangguan besar terhadap produksi TSMC berpotensi memberikan dampak luas ke industri teknologi global.

Namun, mengatakan bahwa seluruh perusahaan teknologi akan langsung "hancur" jika TSMC berhenti berproduksi merupakan penyederhanaan. Perusahaan-perusahaan tersebut masih memiliki alternatif manufaktur, tetapi kapasitas dan teknologi alternatifnya tidak mudah menggantikan TSMC dalam waktu singkat.

ASML: Mesin yang Membuat Chip Canggih Menjadi Mungkin

Masih ada satu lapisan penting lainnya.

Untuk membuat chip paling canggih, produsen semikonduktor membutuhkan mesin litografi dengan teknologi yang sangat kompleks.

Di sinilah ASML, perusahaan asal Belanda, memainkan peranan luar biasa penting.

ASML merupakan satu-satunya perusahaan yang memproduksi mesin EUV lithography untuk produksi chip paling maju. Mesin tersebut memungkinkan pola sirkuit berukuran sangat kecil dibuat pada wafer silikon.

Artinya, rantai industrinya kira-kira seperti ini:

Nvidia merancang chip → TSMC memproduksi chip → ASML memasok mesin litografi yang dibutuhkan untuk proses manufaktur maju.

Inilah salah satu alasan mengapa industri semikonduktor sering dianggap memiliki titik-titik ketergantungan yang sangat tinggi.

Lalu Di Mana Posisi China?

Masalahnya menjadi jauh lebih rumit ketika faktor geopolitik masuk ke dalam permainan.

China memiliki peranan besar dalam berbagai bagian rantai pasok semikonduktor dan industri material. Di sisi lain, Taiwan merupakan rumah bagi TSMC dan menjadi pusat manufaktur chip terdepan dunia.

Ketegangan China-Taiwan pun menjadi salah satu risiko terbesar bagi industri semikonduktor global.

Tahun 2027 sering muncul dalam pembahasan geopolitik mengenai Taiwan. Namun, penting untuk membedakan antara target kesiapan militer dan kepastian bahwa invasi akan terjadi pada tahun tersebut.

Tidak ada kepastian bahwa China akan menginvasi Taiwan pada 2027.

Jika konflik benar-benar terjadi, dampaknya terhadap industri chip global bisa sangat besar. Bukan hanya Taiwan dan China yang terdampak, tetapi juga perusahaan teknologi di Amerika Serikat, Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan berbagai negara lainnya.

Amerika Mulai Mengurangi Ketergantungan pada Taiwan

Risiko tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Amerika Serikat mendorong pembangunan kapasitas produksi chip di dalam negeri.

TSMC sendiri membangun fasilitas manufaktur di Arizona sebagai bagian dari upaya memperluas produksi di luar Taiwan.

Tujuannya bukan sekadar memproduksi chip di Amerika, tetapi juga mengurangi risiko ketergantungan yang terlalu besar pada satu wilayah geografis.

Namun, membangun pabrik chip canggih bukan perkara sederhana. Dibutuhkan investasi sangat besar, tenaga kerja khusus, teknologi, peralatan, dan rantai pasok pendukung.

Apakah China Bisa Menggunakan Bahan Baku sebagai Senjata?

Pertanyaan berikutnya adalah bahan baku.

China memiliki posisi yang sangat kuat dalam berbagai rantai pasok mineral dan material industri. Karena itu, apabila ketegangan geopolitik meningkat, pembatasan ekspor material tertentu dapat menjadi salah satu instrumen ekonomi yang digunakan suatu negara.

Tetapi klaim bahwa 80% seluruh silikon dunia berasal dari China perlu diperjelas. China memang merupakan pemain yang sangat besar dalam produksi dan pemrosesan berbagai material berbasis silikon, tetapi angka tersebut tidak berarti 80% seluruh silikon yang digunakan industri chip dunia berasal dari China.

Industri semikonduktor juga memiliki rantai pasok yang jauh lebih kompleks daripada sekadar satu bahan baku.

Lalu Bagaimana dengan Warren Buffett?

Di tengah euforia AI dan kenaikan saham perusahaan teknologi, posisi kas Berkshire Hathaway yang sangat besar sering menjadi bahan spekulasi.

Sebagian investor melihat tingginya kas sebagai sinyal bahwa Warren Buffett sedang berhati-hati terhadap valuasi pasar.

Namun, menghubungkan secara langsung kas Berkshire dengan prediksi bahwa "AI bubble sebentar lagi pecah" terlalu jauh.

Ada banyak alasan perusahaan menyimpan kas dalam jumlah besar. Buffett sendiri tidak selalu menggunakan kas hanya untuk memprediksi jatuhnya pasar.

Jadi, cash besar bukan bukti bahwa Buffett mengetahui sesuatu yang akan terjadi.

Apakah AI Bubble Akan Pecah?

Inilah pertanyaan yang paling menarik.

Industri AI memang mengalami pertumbuhan luar biasa. Investasi perusahaan teknologi terhadap GPU, data center, energi, jaringan, dan infrastruktur AI meningkat sangat besar.

Di sisi lain, valuasi beberapa perusahaan yang berkaitan dengan AI juga menjadi sangat tinggi.

Tetapi tingginya valuasi tidak otomatis berarti bubble akan pecah dalam waktu dekat.

Yang lebih menarik justru adalah risiko struktural di balik pertumbuhan tersebut.

Dunia sedang membangun ekonomi digital yang semakin bergantung pada beberapa perusahaan dengan teknologi yang sangat sulit digantikan.

Nvidia merancang chip. TSMC memproduksinya. ASML menyediakan teknologi litografi yang sangat penting untuk produksi chip paling maju.

Ketiganya bukan satu-satunya perusahaan dalam ekosistem semikonduktor, tetapi posisi mereka menunjukkan betapa terkonsentrasinya rantai pasok teknologi modern.

Jika salah satu titik penting tersebut mengalami gangguan besar, dampaknya tidak hanya terasa di industri teknologi.

Efeknya bisa menjalar ke otomotif, cloud computing, AI, komunikasi, manufaktur, pasar saham, bahkan sektor pertahanan.

Dan mungkin justru di situlah risiko terbesar ekonomi digital modern:

bukan karena kita kekurangan teknologi, tetapi karena terlalu banyak teknologi penting bergantung pada rantai pasok yang sangat terkonsentrasi.

Apakah kondisi tersebut akhirnya akan memicu pecahnya bubble AI?

Belum tentu.

Namun satu hal jelas: semakin besar ketergantungan dunia terhadap chip, semakin besar pula dampak yang bisa ditimbulkan oleh satu gangguan besar dalam rantai pasoknya. 

Kurator: awikid kompassantri-online