Kamis, 13 Agustus 2026

Semarakkan HUT RI, Kemenpar Dorong Pergerakan Wisnus lewat BBWI Travel Fair di Cibubur

Kompassantri-online, Jakarta, 11 Agustus 2026* — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyelenggarakan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) Travel Fair bertajuk “Merdeka Berwisata #DiIndonesiaAja” untuk mendorong pergerakan wisatawan nusantara sekaligus mengoptimalkan perputaran ekonomi domestik melalui aktivitas wisata dan konsumsi produk dalam negeri.

BBWI Travel Fair yang berlangsung pada 7–9 Agustus 2026 di Main Atrium Living World Kota Wisata, Cibubur, Jawa Barat, merupakan hasil kolaborasi Kemenpar bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) serta Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI).

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (11/8/2026), mengatakan penyelenggaraan BBWI Travel Fair kali ketiga ini diarahkan untuk mengaktivasi pasar pada periode _low season_ yang umumnya berlangsung pada Agustus hingga November, sekaligus mengoptimalkan potensi perjalanan akhir pekan (_weekend getaway_).

“Momentum bulan kemerdekaan adalah saat yang tepat untuk membangkitkan nasionalisme ekonomi melalui tindakan nyata, yakni berwisata di Indonesia dan berbelanja produk lokal. Melalui kolaborasi erat bersama HIPPINDO dan APPBI, kami hadir langsung di kawasan suburban strategis seperti Cibubur yang memiliki basis masyarakat kelas menengah-atas yang kuat,” kata Made.

Ia mengatakan langkah tersebut diharapkan turut mendorong pencapaian target 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara sepanjang 2026.

Pameran pariwisata berskala _business-to-consumer_ (B2C) ini mengintegrasikan dua kampanye nasional, yakni Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) dan Belanja di Indonesia Aja (BINA).

Penyelenggaraannya juga beriringan dengan Indonesia Shopping Festival (ISF) 2026, program belanja nasional yang berlangsung serentak di berbagai pusat perbelanjaan di Indonesia pada 7–23 Agustus 2026.

Integrasi tersebut diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara aktivitas pariwisata, perdagangan, transportasi, akomodasi, kuliner, ekonomi kreatif, dan UMKM sehingga pergerakan wisatawan nusantara menghasilkan dampak ekonomi yang semakin luas di berbagai daerah.

BBWI Travel Fair kali ini menghadirkan 15 pelaku usaha pariwisata (_seller_) yang menawarkan beragam produk dan paket perjalanan, yakni Alodia Tour & Leisure, Artotel Group, Atourin, Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB), Dairy Land, Desa Wisata Selamanik, Exotic Group Nusantara, Explorer.id (White Horse), Jakarta Phinisi, Kereta Api Indonesia (KAI Group), Sarga Earthing Resort, Sejiva, Selaras Jiwo Journey, Wisata Kreatif Jakarta, dan Wisata Sekolah.

Berbagai produk wisata yang ditawarkan mencakup paket wisata edukasi anak, _wellness_ dan _inner journey_, wisata gastronomi dan budaya, _sailing cruise_ di perairan Jakarta, paket wisata Karisma Event Nusantara (KEN), hingga akomodasi di berbagai destinasi di Nusantara.

“Dalam pameran ini, kami secara khusus menghadirkan dan mempromosikan Karisma Event Nusantara sebagai salah satu program _flagship_ Kementerian Pariwisata,” kata Made.

Made menjelaskan, berbagai _event_ yang terangkum dalam KEN tidak hanya menjadi daya tarik yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke berbagai daerah, tetapi juga berperan menggerakkan ekonomi lokal.

Dampak tersebut antara lain tercipta melalui keterlibatan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif, pembukaan kesempatan kerja, peningkatan aktivitas usaha masyarakat, serta penguatan pelestarian dan identitas budaya bangsa.

Dengan demikian, perjalanan wisatawan nusantara diharapkan tidak hanya meningkatkan mobilitas masyarakat antardaerah, tetapi juga menciptakan rantai manfaat ekonomi yang lebih panjang bagi masyarakat di destinasi.

Selain pameran produk dan paket perjalanan wisata, BBWI Travel Fair menghadirkan beragam aktivitas bagi pengunjung pusat perbelanjaan dan keluarga, di antaranya _playground_ permainan tradisional, lomba kemerdekaan interaktif, _face painting_ bertema Nusantara, serta panggung seni dan hiburan.

Menurut Made, kolaborasi antara promosi perjalanan wisata, aktivitas perdagangan, serta dukungan konektivitas transportasi publik menjadi bagian penting dalam mendorong masyarakat semakin mudah menjelajahi destinasi di dalam negeri.

“Melalui integrasi program promosi wisata BBWI, momentum Indonesia Shopping Festival 2026, serta kemudahan aksesibilitas transportasi publik di koridor Cibubur, Kementerian Pariwisata optimistis pameran ini dapat menstimulasi pergerakan ekonomi sekaligus menginspirasi masyarakat merayakan kemerdekaan dengan berwisata #DiIndonesiaAja,” kata Made.

Sepanjang 2026, rangkaian BBWI Travel Fair telah dilaksanakan sebanyak tiga kali. Edisi pertama bertajuk “Meraya Bersama” berlangsung di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, pada 13–15 Februari 2026.

Edisi kedua bertajuk “Cerita Liburan Sekolah” digelar di Tunjungan Plaza 6, Surabaya, pada 15–17 Mei 2026. Sementara edisi ketiga, “Merdeka Berwisata #DiIndonesiaAja”, berlangsung di Living World Kota Wisata, Cibubur, pada 7–9 Agustus 2026.

Selasa, 11 Agustus 2026

Menpar Tinjau Parapuar dan Golo Mori Pastikan Pariwisata Labuan Bajo Tumbuh Berkualitas

Kompassantri-online, Labuan Bajo, 10 Agustus 2026* — Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mendorong percepatan pengembangan Parapuar dan Golo Mori sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas, daya saing, dan keberlanjutan pariwisata Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Dalam kunjungan kerja ke Labuan Bajo, Menpar Widiyanti meninjau langsung sejumlah kawasan pariwisata untuk memetakan kebutuhan sekaligus menetapkan prioritas pengembangan, terutama infrastruktur dasar yang dapat segera diselesaikan guna mendukung investasi dan meningkatkan manfaat ekonomi pariwisata bagi masyarakat.

"Infrastruktur dasar terus disiapkan, bersamaan dengan masuknya minat investasi untuk fasilitas olahraga, wellness, kuliner, hingga glamping," kata Menpar Widiyanti saat melakukan peninjauan, Senin (10/8/2026).

Salah satu kawasan yang ditinjau adalah Parapuar, lahan otoritatif yang dikembangkan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF). Sejumlah kebutuhan pengembangan masih menjadi perhatian, mulai dari infrastruktur jalan, ketersediaan air bersih, pengelolaan sampah, investasi, hingga optimalisasi daya tarik wisata.

Saat ini, luas lahan Parapuar yang telah berstatus clear and clean mencapai 129,6 hektare. Selain itu, terdapat penambahan enclave area seluas 3.361 meter persegi yang merupakan bagian dari koridor akses masuk menuju kawasan Parapuar dari Jalan Trans-Flores.

Pengembangan sarana dan prasarana Tourist Information Center (TIC) di Lot A1 Kawasan Parapuar juga terus berjalan. Progres pematangan lahan telah mencapai 92,3 persen dan ditargetkan selesai pada September 2026.

TIC akan dilengkapi warehouse yang berfungsi sebagai etalase produk ekonomi kreatif lokal. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pelayanan informasi bagi wisatawan, tetapi juga membuka ruang promosi dan pemasaran yang lebih luas bagi produk unggulan masyarakat. Sementara itu, sejumlah sarana dan prasarana pendukung lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Untuk memperkaya pengalaman wisatawan, BPOLBF juga sedang mengembangkan atraksi trekking di kawasan Parapuar. Pengembangan tersebut diharapkan menghadirkan daya tarik baru sekaligus memperluas pilihan aktivitas wisata di Labuan Bajo.

Menpar Widiyanti meminta BPOLBF terus memperkuat perannya sebagai orkestrator pengembangan pariwisata Labuan Bajo dan kawasan Floratama. Peran tersebut tidak berhenti pada pembangunan destinasi, tetapi juga menghubungkan pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, dan investor sehingga pengembangan pariwisata memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas.

Penguatan keterhubungan antara industri pariwisata dan ekonomi lokal juga menjadi perhatian. Dalam kesempatan tersebut, Menpar Widiyanti menyerahkan sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi, kreativitas, dan inovasi peserta Floratama Academy 2026 bertema "Rantai Pasok Pangan".

KomoJamur, D’Sawitra, dan Kopi Bubuk Nuca Lale terpilih sebagai tiga peserta terbaik dari 30 peserta yang mengikuti program tersebut.

Program yang diinisiasi BPOLBF itu berangkat dari kebutuhan nyata di sektor pariwisata. Pertumbuhan hotel, restoran, dan industri pariwisata meningkatkan permintaan terhadap bahan pangan, sementara kemampuan pasokan lokal belum selalu dapat memenuhi kebutuhan tersebut secara konsisten.

Kondisi ini sekaligus membuka peluang agar pertumbuhan pariwisata menciptakan efek berganda yang lebih besar bagi perekonomian lokal melalui keterlibatan petani dan UMKM dalam rantai pasok industri.

"Karena itu, petani dan UMKM lokal harus kita tingkatkan kapasitasnya agar semakin terhubung dengan industri pariwisata," kata Menpar Widiyanti.

Sebelumnya, Menpar Widiyanti juga meninjau Golo Mori Convention Center yang dikembangkan sebagai salah satu pusat Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) unggulan di Labuan Bajo.

Golo Mori Convention Center menawarkan lanskap perbukitan hijau yang berbatasan langsung dengan laut serta pemandangan gugusan pulau di kawasan Taman Nasional Komodo. Potensi tersebut menjadi modal untuk memperkuat posisi Labuan Bajo tidak hanya sebagai destinasi wisata berbasis alam, tetapi juga sebagai destinasi penyelenggaraan kegiatan MICE.

Berdasarkan data InJourney, sepanjang 2025 Golo Mori mencatatkan 28.405 kunjungan wisatawan dengan 31 event berskala internasional, nasional, dan lokal. Sementara hingga Juli 2026, jumlah kunjungan wisatawan diperkirakan mencapai sekitar 15.938 orang dengan tujuh event yang telah berlangsung.

Menpar Widiyanti menegaskan arah kebijakan Kementerian Pariwisata terhadap Labuan Bajo adalah memastikan destinasi pariwisata prioritas tersebut terus berkembang dengan tetap menjaga kualitas dan keberlanjutannya.

Pertumbuhan pariwisata, menurut Menpar, perlu berjalan seiring dengan peningkatan investasi, pelestarian budaya dan lingkungan, serta perluasan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

"Dengan demikian, harapannya investasi meningkat, budayanya tetap hidup, alamnya terjaga, dan yang paling penting, masyarakat lokal semakin besar menikmati manfaat dari pariwisata," kata Menpar Widiyanti.

Turut mendampingi Menpar dalam kunjungan tersebut Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata Reza Pahlevi; Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi Publik dan Media Apni Jaya Putra; Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II Marhen Dwi Yono; serta Plt. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores Andhy Marpaung.

*Biro Komunikasi*
*Kementerian Pariwisata

PT Hotel Indonesia Natour Raih ESG Excellence Award 2026



Kompassantri-online, Perkuat Transformasi Bisnis Berkelanjutan untuk Mendukung Ekosistem Pariwisata NasionalJakarta, 6 Agustus 2026 –* PT Hotel Indonesia Natour (InJourney Hospitality) yang merupakan bagian dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney kembali memperoleh pengakuan atas komitmennya dalam mengimplementasikan prinsip keberlanjutan dengan meraih *ESG Excellence Award 2026 kategori Gold* pada ajang *TJSL & CSR Award 2026* yang diselenggarakan oleh *BUMN Track* bekerja sama dengan *BTA Academy* di Jakarta.

Penghargaan ini tidak hanya menjadi apresiasi atas implementasi prinsip *Environmental, Social, and Governance (ESG)* di lingkungan perusahaan, tetapi juga merupakan validasi terhadap arah transformasi InJourney Hospitality dalam membangun model bisnis hospitality yang berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang (long-term value creation). Melalui integrasi ESG ke dalam strategi korporasi, tata kelola perusahaan, pengelolaan operasional, hingga pengembangan destinasi, InJourney Hospitality terus memperkuat daya saing perusahaan sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekosistem pariwisata nasional yang berkelanjutan.

Sejalan dengan mandat sebagai bagian dari InJourney, transformasi tersebut diwujudkan melalui penguatan tata kelola perusahaan yang adaptif, pengembangan operasional yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, pemberdayaan masyarakat di sekitar destinasi, serta penciptaan dampak ekonomi yang berkelanjutan. Pendekatan tersebut menjadi fondasi bagi InJourney Hospitality dalam menghadirkan industri hospitality yang tidak hanya unggul secara bisnis, tetapi juga memberikan manfaat yang terukur bagi seluruh pemangku kepentingan.

*Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour, Christine Hutabarat,* menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari komitmen perusahaan dalam menempatkan keberlanjutan sebagai fondasi utama pengelolaan bisnis.
“Perolehan ESG Excellence Award 2026 kategori Gold merupakan apresiasi atas komitmen berkelanjutan InJourney Hospitality dalam mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam setiap aspek operasional dan strategi bisnis perusahaan. Bagi kami, ESG bukan sekadar indikator kinerja, melainkan landasan dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Sejalan dengan mandat sebagai bagian dari ekosistem InJourney, kami akan terus memperkuat praktik bisnis yang bertanggung jawab, memperluas dampak sosial dan lingkungan, serta menghadirkan layanan hospitality berkelas dunia yang mendukung daya saing dan keberlanjutan pariwisata Indonesia.”

Sebagai bagian dari ekosistem InJourney, InJourney Hospitality terus mengembangkan berbagai inisiatif keberlanjutan yang mencakup penguatan tata kelola perusahaan, pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan di seluruh portofolio hotel yang dikelola perusahaan.

Ajang TJSL & CSR Award 2026 mengusung tema *“Transisi TJSL Menuju ESG Rating dan Creating Shared Value”*, yang menegaskan bahwa implementasi TJSL tidak lagi dipandang sebagai pemenuhan kewajiban perusahaan, melainkan telah berkembang menjadi instrumen strategis dalam memperkuat keberlanjutan bisnis, meningkatkan kepercayaan investor, memperkuat reputasi perusahaan, serta menciptakan nilai bersama bagi seluruh pemangku kepentingan.

Sejalan dengan tema tersebut, *CEO BUMN Track, SH Sutarto* , menegaskan bahwa transformasi ESG merupakan kebutuhan strategis bagi perusahaan dalam menghadapi tantangan bisnis yang semakin dinamis.
“BUMN Track berkomitmen menjadikan program ini bukan sekadar ajang penghargaan, tetapi menjadi platform nasional untuk mengukur, mempromosikan, dan mempercepat transformasi TJSL menuju ESG Excellence dan Creating Shared Value, sehingga BUMN Indonesia semakin kompetitif di tingkat global sekaligus semakin dekat dengan masyarakat.”

Penghargaan *ESG Excellence Award 2026* diberikan melalui proses penilaian yang komprehensif, mulai dari verifikasi dokumen, asesmen implementasi program, presentasi di hadapan dewan juri independen, hingga penilaian akhir oleh steering committee. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan yang dinilai berhasil mengintegrasikan praktik keberlanjutan ke dalam strategi bisnis serta menghasilkan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang terukur dan berkelanjutan.

Pencapaian ini akan terus memperkuat implementasi ESG InJourney Hospitality dalam melalui penguatan tata kelola perusahaan, pengembangan operasional yang lebih ramah lingkungan, pemberdayaan masyarakat di sekitar destinasi, serta penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan di seluruh portofolio hotel yang dikelola perusahaan. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi industri hospitality nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata yang berkelanjutan dan berkelas dunia.

Senin, 10 Agustus 2026

Jalan dan Mahkota: Tentang Pilihan dan Tanggung Jawab

Di dunia ini sebenarnya tidak ada jalan, saat semakin banyak orang melewatinya maka terciptalah jalan.

Barangsiapa yang memakai mahkota dia juga harus siap menanggung bebannya.

 

*Jalan dan Mahkota: Tentang Pilihan dan Tanggung Jawab

Di dunia ini sebenarnya tidak ada jalan.  

Yang ada hanyalah tanah kosong, semak, dan kemungkinan.  

Saat semakin banyak orang melewatinya, menginjaknya dengan ragu, lalu mantap, maka terciptalah jalan.  

Jalan bukan ditemukan. Jalan diciptakan.

Begitu juga dengan hidup.

*1. Jalan Diciptakan, Bukan Ditemukan

Kita sering menunggu "jalan yang benar" muncul di depan mata. Menunggu petunjuk, menunggu kepastian, menunggu orang lain duluan. 

Padahal para pendiri, inovator, dan pejuang tidak pernah menemukan jalan. Mereka membuatnya.  

Startup pertama di Indonesia tidak punya cetak biru. Guru pertama di desa tidak punya kurikulum. Penulis pertama yang menulis buku juga tidak punya pembaca.

Mereka hanya melangkah. Jatuh. Bangkit. Dilanjutkan orang lain.  

Lama-lama jejak itu dalam. Lama-lama orang lain ikut. Dan orang menyebutnya: "Jalan Sukses", "Jalan Karir", "Jalan Dakwah".


Pertanyaannya bukan "Di mana jalanku?"  

Tapi "Jejak apa yang berani aku tinggalkan hari ini?"

Setiap langkah kecilmu hari ini bisa jadi jalan besar untuk orang setelahmu.


*2. MAHKOTA DAN BEBANNYA*

"Barangsiapa yang memakai mahkota dia juga harus siap menanggung bebannya."

Mahkota di sini bukan cuma untuk raja.  

Mahkota itu adalah jabatan, tanggung jawab, kepercayaan, nama baik, bahkan keluarga.


Saat kamu dipromosikan jadi ketua, itu mahkota. Bebannya: kamu yang paling disalahkan saat gagal.  

Saat kamu jadi orang tua, itu mahkota. Bebannya: tidurmu, waktumu, dan energimu bukan milikmu lagi.  

Saat kamu jadi panutan, itu mahkota. Bebannya: kamu tidak bisa sembarangan bicara dan bertindak.


Banyak orang ingin mahkotanya. Tapi sedikit yang mau bebannya.  

Ingin dipuji sebagai pemimpin, tapi tidak mau begadang mikirin tim.  

Ingin dihormati sebagai ahli, tapi tidak mau terus belajar.


Mahkota tanpa beban namanya topeng. Dan topeng pasti lepas pada waktunya.


*Penutup: Berani Melangkah, Siap Memikul*

Hidup itu dua hal: Menciptakan jalan, dan memikul mahkota.


Jangan takut jadi orang pertama yang jalan di tanah kosong. Karena bisa jadi 10 tahun lagi, ribuan orang akan lewat di "jalan" yang kamu buat.  

Dan jika suatu hari kamu dipercaya "memakai mahkota", jangan lari dari bebannya. Karena kehormatan selalu dibayar dengan tanggung jawab.


Dunia tidak akan berubah karena kita menunggu jalan.  

Dunia berubah karena ada orang yang berani jalan duluan, dan berani memikul beban setelahnya.


Kamu mau menciptakan jalan apa hari ini?  

Dan mahkota apa yang siap kamu pikul?