Selasa, 14 April 2026

Yuk Ngariung di Kedai Patepung Bandung Sambil Nobar Bersama 'Bobotoh' Persib

Kompassantri-online, BANDUNG - Kawula muda yang merupakan warga Bandung nyaris tak pernah melewatkan kesempatan untuk nonton bareng (Nobar), terutama jika Tim Sepakbola Kebanggaannya (Persib Bandung) tengah berlaga. Mereka para supporter yang dikenal dengan nama 'Bobotoh'. 

Satu dari puluhan tempat yang kerap dijadikan arena Nobar, Kedai Patepung di Kiaracondong - Babakansari (Bandung) - sering jadi pilihan. Mereka para 'Bobotoh' bisa lepas dalam canda ceria, meluapkan kebangaannya terhadap Tim Sepakbola (Persib Bandung, jika menang dalam setiap pertandingan. 

"Yuk ngariung (kumpul-red) di Kedai Patepung. Bisa sambil santai, berinteraksi sosial dan menikmati makanan dan minuman dengan harga terjangkau," ajak Qufa Naufanesa Hutami selaku Manager Kedai Patepung, saat diwawancarai Selasa (14/4/2026) kemarin.

Disebutkan bahwa Kedai Patepung berlokasi di kawasan Kiaracondong, Babakansari (Bandung) didirika dengan mengusung konsep kopitiam santai yang mengedepankan kebersamaan dan budaya nongkrong khas Kota Kembang. 

Sedangkan nama 'Patepung' sendiri memiliki arti bertemu. Filosofi tersebut menjadi ruh utama konsep kedai yang memang dirancang sebagai tempat ngobrol, berkumpul, hingga nobar pertandingan Persib Bandung. 

“Jadi, Patepung itu sendiri kan punya arti bertemu. Maka fokusnya adalah jadi tempat ngobrol, nongkrong bareng, tentu sambil menikmati makanan dan minuman dalam suasana santai,” terang Qufa, menambahkan.

Sejak berdiri pada 2025, Kedai Patepung konsisten menghadirkan suasana nyaman dengan harga ramah di kantong. Segmentasi pengunjungnya pun cukup luas, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas, pekerja, hingga keluarga yang ingin menikmati waktu santai bersama. 

Kedai Patepung ini lahir dari budaya nongkrong khas Bandung yang identik dengan suasana santai dan guyub. Namun, yang membedakan Kedai Patepung dengan tempat lain adalah kombinasi harga terjangkau dan lokasi strategis. 

Masih menurut Qufa, Kedai Patepung hanya berkapasitas 50–60 pengunjung. Bahkan tempat ini kerap dipadati anak muda gaul serta komunitas. "Di sini sering dijadikan tempat kumpul suporter Bandung. Karena di sini juga rutin mengadakan acara Nobar setiap Persib bertanding,” tambah Qufa.

Usaha kuliner Kedai Patepung merupakan hasil kolaborasi tiga sahabat satu kampus di Uhamka Jakarta, yakni Qufa, Fitri, dan Nevi. Mereka melihat potensi besar industri kuliner Bandung yang dinilai memiliki pasar hidup serta komunitas kuat.

Untuk sekarang ini, Kedai Patepung mempekerjakan empat karyawan untuk operasional harian dan tengah berada dalam tahap menuju Break Even Point (BEP). Selain tempat nongkrong dan nobar, kedai ini juga sering menjadi lokasi workshop berbagai komunitas. 

Yang pasti dengan konsep kopitiam santai, harga ramah di kantong, serta atmosfer kebersamaan yang kental, Kedai Patepung Bandung layak menjadi destinasi nongkrong baru bagi anak muda dan komunitas di kawasan Kiaracondong dan sekitarnya. 

Di Kedai Patepung menyediakan menu makanan : Nasi Barendo Chili Oil, Mie Bangladesh, juga aneka Dimsum serta Ketan Susu dan Roti Canai. Sedangkan untuk minuman: Kopi Susu, Teh Tarik, Kopi Sanger dan Susu Murni. "Dijamin pasti enak dan tentu saja dengan harga terjangkau," pungkas Qufa. (***)

Senin, 13 April 2026

Komodo National Park Resmi Jadi Destinasi Terindah Ke-2 di Dunia, Ini Cara Menikmatinya dengan Gaya 'Luxury Getaway' di Meruorah

Kompassantri-online, LABUAN BAJO, INDONESIA (11 April 2026) Tren perjalanan dunia kini beralih ke destinasi yang menawarkan keaslian alam dan pengalaman yang mendalam. Berdasarkan laporan terbaru dari Time Out, Taman Nasional Komodo resmi dinobatkan sebagai destinasi terindah nomor Dua di dunia. Menanggapi tren tersebut, Hotel Meruorah Komodo Labuan Bajo hadir sebagai hub utama bagi para pelancong yang mencari kombinasi antara luxury getaway dan petualangan alam yang autentik.

"Kami merasa sangat bangga dan terhormat melihat Taman Nasional Komodo dinobatkan sebagai destinasi terindah nomor Dua di Dunia. Pengakuan Internasional ini adalah bukti nyata keajaiban alam Indonesia. Keberadaan Meruorah di jantung area ini memungkinkan kami menawarkan pengalaman 'healing' yang paripurna, memadukan kenyamanan modern dengan petualangan alam yang didambakan setiap pelancong.", ujar Bapak Rudy H. Butar-Butar selaku General Manager Hotel Meruorah Komodo Labuan Bajo.

*Eksplorasi Tanpa Batas dengan Paket Island Hopping*
Memahami hasrat para wisatawan untuk menyaksikan langsung keajaiban Taman Nasional Komodo, Meruorah mempunyai paket wisata Full Day Island Hopping. Menggunakan speedboat eksklusif, para tamu diajak melintasi gugusan pulau ikonik dalam satu perjalanan yang tak terlupakan:
- Pulau Padar: Mendaki puncak bukit untuk melihat pemandangan tiga warna pantai yang legendaris.
- Pink Beach: Bersantai di pasir merah muda yang langka dan menawan.
- Pulau Komodo: Bertemu langsung dengan sang naga purba dalam habitat aslinya.
- Manta Point & Taka Makassar: Menyelami kekayaan bawah laut bersama pari Manta yang megah.

*Integrasi Kenyamanan dan Gaya Hidup Modern*
Sesuai dengan tren "Staycation" dan "Workation" (Work from Vacation) yang kian populer, Meruorah menawarkan fasilitas bintang lima yang terintegrasi langsung dengan Kawasan Marina. Wisatawan tidak hanya disuguhi pemandangan laut yang ikonik, spot Sunset terbaik di Labuan Bajo tetapi juga kemudahan akses ke pusat perbelanjaan dan kuliner lokal yang modern, menjadikan Meruorah sebagai pendukung utama ekosistem pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo.

*Kenyamanan Tanpa Batas*
Sebagai hotel yang menjadi pilihan utama untuk berbagai event internasional, Meruorah menjamin standar kenyamanan tertinggi. Keberadaan hotel ini di pusat kota memudahkan wisatawan untuk berpindah dari petualangan liar di pulau menuju kenyamanan belanja di mal kawasan Marina dalam hitungan menit—sebuah lifestyle baru dalam berwisata di Indonesia Timur.

*Menyongsong Masa Depan Pariwisata Kelas Dunia*
Melalui pencapaian luar biasa ini, Hotel Meruorah Komodo Labuan Bajo terus berkomitmen untuk menjadi standar baru dalam industri hospitalitas di Nusa Tenggara Timur. Dengan memadukan layanan personal, fasilitas modern, dan aksesibilitas tak tertandingi ke pusat keajaiban alam dunia, Meruorah siap menyambut para petualang yang ingin membuktikan sendiri mengapa Pulau Komodo layak menyandang gelar sebagai salah satu tempat terindah di planet ini. Kami mengundang seluruh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, untuk datang dan merasakan harmoni antara kemewahan dan alam liar yang hanya bisa ditemukan di Meruorah Komodo Labuan Bajo.

Informasi lebih lanjut terkait petualangan asik selama di Labuan bajo atau di Pulau Flores melalui website resmi www.meruorahlabuanbajo.com atau hubungi nomor layanan pelanggan kami di WhatsApp https://wa.me/6285191335744 untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut.

FFH Edisi Ke-5: Menilik Dampak Sensor Ketat pada Sponsor Film Horor Nasional

Jakarta, Kompassantri-- Kian menggeliat Festival Film Horor yang digagas sekumpulan jurnalis, di edisi Ke-5 diskusi FFH mengulik seramnya sensor dan promosi film horor, ternyata sejak masih dalam 'bayangan' film sudah menghadapi sensor, begitu pun saat promosi harus siap disensor. Sementara edisi kali ini juri FFH memutus film Suzanna sebagai film terpilih, Sandrinna Michelle dan Iwa K dinobatkan sebagai pemain wanita dan pria terpilih. 

Festival Film Horor yang digelar setiap bulan ini, diselenggarakan di Pictum Cafe, Pasarminggu, Jakarta Selatan, Senin (13/04), mengangkat tema "Horor Sensor, Promosi Film Horor" Akhlis Suryapati (Penggiat dan kritikus film), Ryan Fadilah (Editor), Rama Djunarko (Co Sutradara), dan modeator Irfan Handoko (konsultan komunikasi). 

Diskusi diawali mengupas fenomena menghadapi sensor, baik dari dalam maupun luar produksi. Sensor harus dimulai darimana apakah saat masuk LSF (Lembaga Sensor Film) atau sejak awal hal itu sudah dimulai? 

Menurut Ryan yang punya pengalaman lebih dari 10 tahun terlibat dalam pembuatan film, berdasarkan pengalamannya sensor itu sudah dilakukan saat masih dalam wacana memproduksi film. Jangan judul film yang dirahasiakan, nama sutradara pun disimpan rapat-rapat oleh produser. 

"Kenapa itu dilakukan, mereka tak ingin ide dan ceritanya dicuri pihak lain, jangan kami, sutrada saja tak tahu judul film yang akan digarap", ungkapnya menjawab kenapa sensor sudah dilakukan sejak awal. 

Sedangkan Rama menjelaskan, untuk lolos sensor, dia kerap memberi ide untuk 'bermain' di kisah nyata, selama ia terlibat dalam produksi film, mengangkat kisah nyata kerap lolos sensor. Hanya kadang ada adegan yang 'disensor' pihak keluarga bila scene-nya terkait peristiwa tragis yang dialami tokoh yang kita angkat kisahnya. 

"Kala kita mengangkat kisah penari jaipong yang dirudapaksa dan dibunuh oleh penggemarnya, keluarga besarnya tak ingin hal itu ada di scene, meski itu benang merahnya cerita yang kita angkat", jelasnya. 

Sedangkan Akhlis Suryapati yang juga mantan Ketua Sinematek ini mengatakan, sebaiknya para sineas itu melihat akar sebuah film, seperti pesilat yang diperkuat kuda-kudanya. Bila kita memahami itu niscahya film yang kita produksi lolos sensor dan diterima masyarakat, bahasa lainya film itu laku. 

"Horor itu sifatnya kejutan, nah bagian dari kejutan ini teorinya. Di Indonesia hal itu dikenal mistik, ini jug trik untuk ditangkap penonton, kita kombinasikan antara kejutan dan judul agar lolos sensor", tandasnya. 

Meski punya pandangan berbeda untuk menyiasti lembaga sensor, namun ketiganya sepakat bahwa lembaga sensor itu merupakan perwujudan negara atau budaya yang mengambil bagian untuk menjaga masyarakat dari pengaruh negatif sebuah film. 

Begitu pun dalam promosi, mereka sepaham bahwa ada aturan dalam promosi meski film sudah lolos sensor. Bila menimbulkan keresahan masyarakat, kita kembali ke peraturan yang membatasi itu, cara apapun boleh sepanjang tidak bersebrangan dengan aturan. 

FFH edisi Ke-5 memutuskan film Suzanna: Santet Dosa Diatas Dosa jadi film terpilih dan berhak mendapat Nini Suny Award (penghargaan untuk film terpilih), Pemain Wanita Terpilih, Sandrinna Michelle (Danur), Pemain Pria Terpilih, Iwa K (Suzanna), Sutradara Terpilih, Awi (Danur), dan DoP Muhammad Firdaus (Suzanna).

Minggu, 12 April 2026

The Meru Sanur” Hotel yang Dibangun dan Dikelola InJourney, Raih Penghargaan Best New Hotel Indonesia 2026


Kompassantri-online, Sanur, Bali, 8 April 2026 – The Meru Sanur, hotel yang dikelola oleh Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney melalui anak usahanya PT Hotel Indonesia Natour atau InJourney Hospitality, berhasil meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang Tatler Best Indonesia 2026.
Pencapaian ini menjadi pengakuran atas standar keunggulan tak hanya dari sisi kemewahan, namun juga melalui kualitas pelayanan yang merefleksikan keramahtamahan khas Indonesia yang berakar pada tradisi yang autentik. Lebih dari sekedar menginap, The Meru Sanur menghadirkan pengalaman yang selaras dengan filosofi “Redefine Luxury; A Haven of Wellbeing” yang meredefiniskan kemewahan dan menempatkan keseimbangan, ketenangan, dan kesehatan holistik sebagai inti dari setiap layanan dan fasilitas yang ditawarkan.
Pada ajang yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Bali dan berlangsung di Bali Beach Convention Center pada Selasa (7/04), The Meru Sanur dinobatkan sebagai pemenang pada kategori “Best-in-Class: Best New Hotel” serta masuk dalam daftar “20 Best Hotels in Indonesia.”
“Penghargaan ini merupakan sebuah kebanggaan bagi InJourney Group, karena menunjukkan bahwa The Meru Sanur berhasil memberikan sebuah layanan kelas dunia, dengan tetap berakar pada kekayaan budaya dan keramahtamahan Indonesia. Capaian ini juga memperkuat komitmen kami untuk terus mendorong destinasi dan aset pariwisata nasional agar semakin kompetitif, berdaya saing global, dan memberikan nilai tambah bagi pariwisata nasional, dengan tetap berakar pada budaya Indonesia,” tutur Direktur Utama InJourney, Maya Watono.
Sebagai bagian dari InJourney yang dikelola melalui InJourney Hospitality, The Meru Sanur yang terletak di area Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan The Sanur memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan kawasan ini yang diproyeksikan menjadi destinasi unggulan internasional health and wellness tourism.
Sebelumnya, lokasi ini dikenal luas sebagai Grand Inna Bali Beach yang pertama kali dibuka pada tahun 1966 sebagai salah satu hotel internasional ikonik di Bali. Pada tahun 2022, sejalan dengan dibangunnya KEK Kesehatan Sanur, hotel ini kemudian direvitalisasi dan mulai beroperasi kembali pada 2024 dan bertransformasi menjadi The Meru Sanur & Bali Beach Hotel The Heritage Collection. Sebagai bagian dari portofolio InJourney, pencapaian ini mencerminkan komitmen InJourney dalam mengelola aset-aset pariwisata nasional secara profesional dan berkelanjutan, dengan orientasi tidak hanya pada peningkatan kualitas destinasi, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan.
Hotel ini kemudian dikelola oleh InJourney Hospitality yang merupakan anak perusahaan InJourney. Saat ini InJourney Hospitality memiliki 13 unit hotel, mengelola 44 hotel yang tersebar di 15 provinsi di Indonesia serta menjadii Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Kesehatan Sanur.
Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus tonggak penting bagi InJourney Hospitality. “Pengakuan sebagai 20 Best Hotels in Indonesia dan Best New Hotel mencerminkan komitmen kami dalam menghadirkan destinasi berdaya saing global yang mengedepankan kualitas produk, layanan, serta kekayaan budaya Indonesia dengan pendekatan holistik terhadap wellness sebagai nilai tambah utama,” ungkap Christine.
Hal ini juga diungkapkan oleh General Manager The Meru Sanur & Bali Beach Hotel The Heritage Collection, Ed Brea. “Bagi The Meru Sanur, pencapaian ini adalah refeleksi dari visi kami dalam membangun sebuah destinasi yang menyatukan keunggulan desain, produk, dan layanan dengan ciri khas keramahtamahan Indonesia. Kami terus berupaya menghadirkan pengalaman menginap yang tak hanya premium, namun juga berakar pada warisan budaya dan wellness yang terintegrasi,” jelas Ed Brea.
Tatler Best merupakan penghargaan terdepan di Asia yang mengkurasi hotel, restoran, dan bar terbaik, sekaligus merayakan keunggulan dalam industri hospitality dan kuliner. Para nominasi dipilih berdasarkan wawasan para ahli serta anggota komunitas Tatler yang terpercaya, termasuk para pecinta kuliner, travel experts, dan spesialis minuman paling berpengaruh di Asia.
Secara khusus, Tatler Best-in-Class Awards memberikan penghargaan kepada para visioner terdepan di Indonesia yang tidak hanya menetapkan standar baru, tetapi juga mendefinisikan ulang lanskap hospitality melalui inovasi, kualitas, dan pengalaman yang berkesan. Dalam konteks ini, keunggulan sebuah hotel tidak semata terletak pada aspek fisik, melainkan juga pada sentuhan tak kasat mata, mulai dari detail yang terkurasi, pelayanan yang tulus, hingga pengalaman yang mampu menciptakan kenangan mendalam serta membangun loyalitas tamu.
Penghargaan yang diraih The Meru Sanur sebagai Best-in-Class: “Best New Hotel” mencerminkan kekuatan visi tersebut, yang diwujudkan melalui dedikasi serta komitmen The Meru Sanur dalam menghadirkan pengalaman yang autentik, holistik, dan bermakna. Hal ini menjadikan The Meru Sanur mampu menonjol di antara berbagai brand hotel terkemuka, sekaligus mengangkat standar baru dalam industri hospitality Indonesia.